Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-nya maka Laporan Kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Bandung

63  Download (0)

Teks penuh

(1)
(2)

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016

K A T A PE N G A N T A R

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah

SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya maka

Laporan Kinerja Dinas Pemuda dan

Olahraga (DISPORA) Kota Bandung Tahun

2016 dapat diselesaikan. Penyusunannya

didasarkan kepada Peraturan Pemerintah

Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014

tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja

Instansi Pemerintah. Pelaksanaan lebih

lanjut didasarkan atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara

dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang

Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu

Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Substansi Laporan Akuntabilitas

Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) DISPORA Kota Bandung Tahun 2016

dan maksud tujuan disusunnya LKIP adalah :

1. Sebagai media hubungan kerja organisasi yang berisi informasi

dan data yang telah diolah;

2. Wujud tertulis pertanggungjawaban suatu organisasi instansi

kepada pemberi wewenang dan mandat;

3. Gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan program

kebijakan dalam mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran

organisasi instansi pemerintah; dan

(3)

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016

4. Media informasi tentang sejauhmana penentuan prinsip-

prinsip good gevermance termasuk penerapan fungsi-fungsi

manajemen secara benar di instansi yang bersangkuan.

Pada akhirnya, tidak semua yang kita rencanakan berjalan sesuai

dengan harapan, namun demikian dengan adanya LKIP ini kami harapkan

dapat memperoleh umpan balik untuk peningkatan kinerja khususnya

pada Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Bandung dan melalui

penerapan perbaikan fungsi-fungsi manajemen mulai dari perencanaan,

pengukuran, data, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, pelaporan dan

pencapaian kinerja, sehingga dapat meningkatkan keberhasilan dan

meminimalisir kegagalan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab

serta meningkatkan akuntabilitas dan kredibilitas instansi pemerintah yang

akuntabel dan yang lebih penting adalah meningkatkan kepercayaan

terhadap masyarakat dan lingkungan.

Harapan kami Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas

Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Bandung Tahun 2016 dapat

memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya dan dapat dipergunakan

sebagaimana mestinya.

Bandung, Februari 2017

KEPALA DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA

KOTA BANDUNG

H. DODI RIDWANSYAH, S.SOS. Si

NIP . 19641006 198503 1007

(4)

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016

Kata Pengantar Halaman

Daftar isi

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang 1

1.2. Maksud dan tujuan 3

1.3. Tugas Pokok dan Fungsi 5

1.4. Isu Strategis 6

1.5 Pengembangan Sistem Informasi 7

Manajemen Pelayanan Publik,

Pemuda dan Olahraga Dinas

Pemuda dan Olahraga

1.6 Landasan Hukum 7

1.7 Sistematika Penulisan 8

BAB II PERENCANAAN KINERJA

2.1 Perencanaan Strategis Dispora 10

2.1 .1 Visi 11

2.1.2 Misi 12

2.1.3 Tujuan dan Sasaran jangka 13

Menengah

2.2 perjanjian kinerja 2016 16

2.2.1 Indikator Kinerja Utama 17

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

3.1. Akuntabilitas Kinerja Dinas Pemuda dan

20

Olahraga 3.2. Capaian indikator kinerja utama 2016

22

3.3 Analisis Capaian Kinerja Thn. 2016

26

3.3.1 Analisis Capaian Kinerja Sasaran 1

27

3.3.2 Analisis Capaian Kinerja Sasaran 2

31

3.3.3 Analisis Capaian Kinerja Sasaran 3

39

3.3.4 Analisis Capaian Kinerja Sasaran 4

42

3.3.5 Analisis Capaian Kinerja Sasaran 5

44

3.3.6 Analisis Capaian Kinerja Sasaran 6

48

3.3.7 Analisis Capaian Kinerja Sasaran 7 49

(5)

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016

3.4 Akuntabilitas keuangan 50

3.4.1 Program Kegiatan Penunjang Pencapaian 53

Pernyataan Kinerja

(6)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 1

1.1 Latar Belakang

Penilaian dan pelaporan kinerja pemerintah daerah menjadi salah satu kunci untuk menjamin penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, transparan, akuntabel, efisien dan efektif. Upaya ini juga selaras dengan tujuan perbaikan pelayanan publik sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Oleh karenanya, pelaksanaan otonomi daerah perlu mendapatkan dorongan yang lebih besar dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dalam pengembangan akuntabilitas melalui penyusunan dan pelaporan kinerja pemerintah daerah.

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Penyusunan LKIP dilakukan dengan mendasarkan pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, di mana pelaporan capaian kinerja organisasi secara transparan dan akuntabel merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga Kota

(7)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 2

Bandung.

Proses penyusunan LKIP dilakukan pada setiap akhir tahun anggaran oleh Dinas Pemuda dan Olahraga untuk mengukur pencapaian target kinerja yang sudah ditetapkan dalam dokumen penetapan kinerja.

Pengukuran pencapaian target kinerja ini dilakukan dengan membandingkan antara target dan realisasi kinerja setiap instansi pemerintah, yang dalam hal ini adalah Dinas Pemuda dan Olahraga. LKIP menjadi dokumen laporan kinerja tahunan yang berisi pertanggung- jawaban kinerja suatu instansi dalam mencapai tujuan/sasaran strategis instansi. Disinilah esensi dari prinsip akuntabilitas sebagai pijakan bagi instansi pemerintah ditegakkan dan diwujudkan.

Mengacu kepada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014, LKIP tingkat pemerintah derah disampaikan kepada Presiden melalui Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi selambat-lambatnya tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2009 pasal 17C mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan Pemerintahan Daerah di bidang pemuda dan olahraga berdasarkan asas otonomi dan pembantuan. Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Dinas Pemuda dan Olahraga sebagai instansi pemerintah dan unsur penyelenggara negara diwajibkan menetapkan target kinerja dan melakukan pengukuran kinerja yang telah dicapai serta menyampaikan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP).

Penyusunan LKIP Dinas Pemuda dan Olahraga tahun 2016 dimaksudkan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan mandat, visi dan misi, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan di

(8)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 3

dalam Rencana Kinerja Tahun 2016, serta sebagai umpan balik untuk perbaikan kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga pada tahun mendatang. Pelaporan kinerja juga dimaksudkan sebagai media untuk mengkomunikasikan pencapaian kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung dalam satu tahun anggaran 2016 kepada masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

Target kinerja yang harus dicapai Dinas Pemuda dan Olahraga tahun 2016, merupakan penjabaran dari visi, misi, dan tujuan yang telah dituangkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2013–2018 dan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2016. Pengukuran pencapaian kinerja bertujuan untuk mendorong instansi pemerintah dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas dan efektifitas dari kebijakan dan program serta dapat menjadi masukan dan umpan balik bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka meningkatkan kinerja instansi pemerintah. Oleh karena itu, substansi penyusunan LKIP didasarkan pada hasil-hasil capaian indikator kinerja pada masing-masing unit satuan kerja yang ada di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung.

1.2 Maksud dan Tujuan

Maksud penyusunan LKIP Dinas Pemuda dan Olahraga adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik atas pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program/kegiatan dalam rangka mencapai visi dan misi Dinas Pemuda dan Olahraga. Laporan kinerja juga merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan (disclosure) secara memadai hasil analisis terhadap pengukuran kinerja. Laporan kinerja dipergunakan sebagai :

(9)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 4

1. Sarana/instrumen penting untuk melaksanakan reformasi dalam penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat;

2. Cara dan sarana yang efektif untuk mendorong seluruh aparatur pemerintah dalam menerapkan prinsip-prinsip Good Governance dan fungsi-fungsi manajemen kinerja secara taat asas (konsisten); 3. Cara dan sarana yang efektif untuk meningkatkan kinerja instansi

pemerintah/unit kerja berdasarkan rencana kerja yang jelas dan sistematis dengan sasaran kinerja yang terukur secara berkelanjutan; 4. Alat untuk mengetahui dan mengukur tingkat keberhasilan atau

kegagalan dari setiap pimpinan instansi/unit kerja dalam menjalankan misi, tugas/jabatan, sehingga dapat dijadikan faktor utama dalam evaluasi kebijakan, program kerja, struktur organisasi, dan penetapan alokasi anggaran setiap tahun bagi setiap instansi/unit kerja; dan

5. Cara dan sarana untuk mendorong usaha penyempurnaan struktur organisasi, kebijakan publik, ketatalaksanaan, mekanisme pelaporan, metode kerja, dan prosedur pelayanan masyarakat berdasarkan permasalahan nyata yang dihadapi dalam pelaksanaan manajemen pemerintahan secara berkelanjutan.

Tujuan penyusunan LKIP adalah untuk menilai dan mengevaluasi pencapaian kinerja kegiatan dan sasaran Dinas Pemuda dan Olahraga. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan kemudian dirumuskan beberapa rekomendasi. Diharapkan rekomendasi yang dihasilkan dari LKIP ini dapat menjadi salah satu masukan dalam menetapkan kebijakan dan strategi yang akan datang sehingga dapat meningkatkan kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga.

(10)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 5

1.3 Tugas Pokok dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2009 pasal 17C Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan Pemerintahan Daerah di bidang pemuda dan olahraga berdasarkan asas otonomi dan pembantuan.

Untuk melaksanakan tugas tersebut Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung mempunyai fungsi :

1. Perumusan kebijakan teknis bidang Pemuda dan Olahraga;

2. Penyelenggaraan sebagaian urusan pemerintahan daerah dan pelayanan umum di bidang pemuda dan olahraga;

3. Pembinaan dan Pelaksanaan tugas di bidang pemuda dan olahraga yang meliputi kepemudaan, keolahragaan serta sarana dan prasarana;

4. Pelaksanaan teknis administratif Dinas; dan

5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Struktur Organisasi Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung adalah sebagai berikut :

1. Kepala Dinas

2. Sekretariat, membawahkan:

a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; b. Sub Bagian Keuangan dan Program

3. Bidang Kepemudaan, membawahkan:

a. Seksi Bina Prestasi dan Pemberdayaan Pemuda; b. Seksi Bina Organisasi Kepemudaan dan Kemitraan.

4. Bidang Keolahragaan, membawahkan: a. Seksi Bina Olahraga Masyarakat;

(11)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 6

5. Bidang Sarana dan Prasarana, membawahkan: a. Seksi Sarana dan Prasarana Kepemudaan; b. Seksi Sarana dan Prasarana Olahraga.

6. Unit Pelaksana Teknis Dinas;

7. Kelompok Jabatan Fungsional

1.4. Isu Strategis

Isu Strategis yang dihadapi Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung yang dituangkan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah tahun 2016 adalah :

1. Peningkatan Prestasi, daya saing dan kemandirian pemuda, baik individu, kelompok, komunitas maupun organisasi kepemudaan dalam pembangunan di bidang ekonomi, politik, sosial dan kebudayaan, melalui pembinaan dan peningkatan kompetensi, keterampilan serta memberikan aksesibilitas untuk pengembangan kemandirian.

2. Peningkatan prestasi dan ditingkat pelajar dan memasyarakatkan olahraga di Kota Bandung; dengan kegiatan strategis menyelenggarakan dan mengikutsertakan kompetisi olahraga secara teratur, berjenjang dan berkesinambungan bagi para pelajar serta menyelenggarakan even untuk memasyarakatkan dan mengolahragakan masyarakat.

3. Penyediaan infrastruktur kepemudaan yang representatif sebagai sarana dan prasarana untuk melaksanakan interaksi, pengembangan diri, peningkatan kompetensi, keterampilan dan laboratorium kreatif di bidang sosial, ekonomi, politik dan budaya; dan 4. Penyediaan d a n O p t i m a l i s a s i infrastruktur keolahragaan

(12)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 7

1.5 Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Publik, Pemuda dan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga

Inovasi menjadi kunci dalam reformasi birokrasi dan perbaikan kinerja pelayanan publik. Karenanya, berbagai inovasi juga telah dikembangkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah membangun system informasi manajemen pemuda dan olahraga serta pengelolaan sarana prasarana olahraga dan kepemudaan.

1.6 Landasan Hukum

LKIP Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung ini disusun berdasarkan beberapa landasan hukum sebagai berikut :

1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan NegaraYang Bersih, Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;

2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah;

3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota;

5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

6. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk TeknisPerjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

7. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 03 Tahun 2014 tentang tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung Tahun 2013-2018.

(13)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 8

1.7 Sistematika Penulisan

Penulisan Laporan Kinerja Pemerintah Kota Bandung Tahun 2016 disusun dengan sistematika mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja dan Tata Cara Review Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah,sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan

Pada bab ini disajikan penjelasan umum organisasi, dengan penekanan kepada aspek strategis organisasi serta permasalahan utama (strategic issued) yang sedang dihadapi organisasi

BAB II Perencanaan Strategi, IKU dan Perjanjian Kinerja Review

Bab ini menyajikan ringkasan/ikhtisar rencana strategis, IKU dan perjanjian kinerja tahun yang bersangkutan

BAB III Akuntansi kinerja

A. Capaian Kinerja Organisasi

Pada sub bab ini sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi disajikan capaian kinerja organisasi untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis organisasi sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi. Untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis tersebut dilakukan evaluasi dan analisa capaian kinerja sebagai berikut :

1. Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun ini;

2. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun

(14)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 9

3. Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi;

4. Membandingkan realisasi kinerja tahun ini dengan standar nasional / dengan kota/kabupaten lain;

5. Analisa penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta alternative solusi yang telah dilakukan;

6. Analisa atas efesiensi penggunaan sumber daya;

7. Analisa Program/Kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.

B. Akuntabilitas Anggaran

Pada sub bab ini diuraikan realisasi anggaran yang digunakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengan dokumen Perjanjian Kinerja serta tingkat efektifitas dan analisis efisiensi anggaran.

BAB IV Penutup

Pada bab ini diuraikan simpulan umum atas capaian kinerja organisasi serta langkah dimasa mendatang yang

dilakukan organisasi untuk meningkatkan kinerja.

akan

Lampiran 1. Perjanjian Kinerja

(15)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 10

Penyusunan Laporan Kinerja Tahun 2016 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan masih mengacu pada Peraturan Kepala LAN Nomor 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

2.1 Rencana Strategis Dinas Pemuda dan Olahraga

Rencana Strategis Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Bandung adalah merupakan dokumen yang disusun melalui proses sistimatis dan berkelanjutan serta merupakan penjabaran dari pada Visi dan Misi Kepala Daerah yang terpilih dan terintegrasi dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Daerah yang bersangkutan, dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Bandung. Rencana Strategis Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Bandung yang ditetapkan untuk jangka waktu 5 ( lima ) tahun yaitu dari tahun 2013 – 2018 ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Bandung Nomor 900/1662- Dispora Tahun 2014 tanggal 20 Juni 2014 tentang Penetapan Rencana Strategis Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Bandung Tahun 2013 - 2018. Penetapan jangka waktu 5 tahun tersebut

(16)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 11

dihubungkan dengan pola pertanggung jawaban Walikota terkait dengan penetapan / kebijakan bahwa Rencana Strategis Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Bandung dibuat pada masa jabatannya, dengan demikian akuntabilitas penyelenggaraan Pemerintah daerah akan menjadi akuntabel.

Renstra Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Bandung tersebut ditujukan untuk mewujudkan visi dan misi daerah sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung Tahun 2013-2018.

Penyusunan Renstra Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Bandung telah melalui tahapan - tahapan yang simultan dengan proses penyusunan RPJMD Kota Bandung Tahun 2013-2018 dengan melibatkan

stakeholders pada saat dilaksanakannya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD, Forum SKPD, sehingga Renstra Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Bandung merupakan hasil kesepakatan bersama antara Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Bandung dan stakeholder.

Selanjutnya, Renstra Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Bandung tersebut akan dijabarkan ke dalam Rencana Kerja (Renja) Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Bandung yang merupakan dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. Di dalam Renja Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Bandung dimuat program dan kegiatan prioritas yang diusulkan untuk dilaksanakan pada satu tahun mendatang.

2.1.1 Visi

Visi adalah gambaran kondisi ideal yang diinginkan pada masa mendatang oleh pimpinan dan seluruh staf Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Bandung. Visi tersebut mengandung makna bahwa Kota Bandung dengan potensi, keragaman dan kompleksitas masalah yang tinggi, harus mampu dibangun menuju Bandung sebagai Kota Jasa yang Bermartabat serta Unggul, Nyaman dan Sejahtera, “Bandung Juara”.

(17)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 12

Visi Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Bandung Tahun 2013-2018 adalah:

Sebelum Review :

”Kot a Bandung

Berprestasi Dalam Bidang

Pemuda dan Olahraga

Setelah Review :

” M e wujudkan Pemuda

dan Olahraga yang

Berprest asi, Inova tif dan

Sehat

2.1.2 Misi

Dalam rangka mewujudkan Visi Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Bandung Tahun 2013-2018 tersebut diatas dilaksanakan Misi sebagai berikut :

Sebelum Review

Setelah Review

• Meningkatkan prestasi dan peran

serta kepemudaan;

• Meningkatkan prestasi dan

pemasyarakatan olahraga;

• Meningkatkan sarana dan

prasarana serta pengembangan

teknologi informasi kepemudaan

dan olahraga;

• Meningkatkan akuntabilitas kinerja

aparatur dan pelayanan public di

bidang kepemudaan dan

keolahragaan;

• Terwujudnya pemerintahan yang

bersih dan bebas KKN

• Meningkatkan kemandirian

Pemuda

• Meningkatkan Olahraga yang

Berkualitas, Berprestasi dan

Memasyarakat;

• Meningkatkan Pelayanan Publik

dan Sarana Prasarana Pemuda dan

Olahraga;

• Meningkatkan kinerja aparatur dan

e-goverment;

(18)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 13

2.1.3 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Pemuda dan Olahraga Sebelum dan Setelah Review Tahun 2016

Visi dan Misi Dinas Pemuda dan Olahraga tersebut di atas dijabarkan kembali kedalam tujuan dan sasaran.Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahunan. Tujuan ditetapkan mengacu kepada pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada analisa isu-isu strategis. Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh Instansi Pemerintah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Sasaran diupayakan untuk dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu / tahunan secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Untuk keberhasilan tersebut ditetapkan tujuan, sasaran, indikator kinerja dan target kinerja lima tahunan, berikut dibawah ini tujuan, sasaran, indikator kinerja, dan target lima tahunan sebelum dan setelah Review :

(19)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 14

Tabel 2.1

Tujuan dan Sasaran Jangka M enengah Pelayanan Dinas Pemuda dan OlahragaKota Bandung Tahun 2013-2018

NO SEBELUM REVIEW SETELAH REVIEW

TUJUAN SASARAN INDIKATOR KINERJA TUJUAN SASARAN INDIKATOR KINERJA

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Misi 1 :Meningkatkan Prestasi dan Peran Serta Kepemudaan. Misi 1 :Meningkatkan Kemandirian Pemuda.

1. Mengoptimalkan peran serta organisasi pemuda dalam meningkatkan pembangunan daerah. Meningkatnya Peran Serta Pemuda dalam Pembangunan

Bertambahnya Potensi Organisasi/ Lembaga Kepemudaan Mewujudkan Kemandirian Pemuda dibidang ekonomi, politik, sosial dan kebudayaan Meningkatnya Kompetensi, Keterampilan dan Aksesibilitas pemuda dibidang ekonomi, politik, sosial dan kebudayaan

Persentase organisasi pemuda yang mandiri Jumlah Aktif Organisasi Kepemudaan

Bertambahnya Jumlah Partisipasi dan Keikutsertaan Pemuda Dalam Kegiatan Peningkatan Keimanan dan Ketaqwaan serta Mental Spiritual Pemuda

Terbinanya Pemuda dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda, Organisasi Kepelajaran dan Organisasi Komunitas Kreatif Lainnya

Bertambahnya Jumlah Pemuda yang memiliki Pengetahuan dan Keterampilan dalam Bidang Kewirausahaan

Misi 2 :Meningkatkan Prestasi dan Pemasyarakatan Olahraga. Misi 2 :Meningkatkan Prestasi dan Pemasyarakatan Olahraga.

2. Mewujudkan Prestasi Serta peningkatan kualitas organisasi dan tenaga keolahragaan serta pemassalan olahraga masyarakat. Meningkatnya Prestasi Kepemudaan dan Olahraga

Prestasi Olahraga di Tingkat Provinsi dan Nasional Mewujudkan Prestasi Olahraga Pelajar. Meningkatnya Prestasi Olahraga Pelajar.

Persentase nomor cabang olahraga pelajar yang meraih medali dalam kompetisi tingkat Jawa Barat Mewujudkan Pemassalan Olahraga Masyarakat Meningkatnya event Olahraga masyarakat. Persentase Kecamatan yang melaksanakan olahraga masyarakat secara rutin

Misi 3 : Meningkatkan Sarana dan Prasarana serta pengembangan Teknologi Informasi Kepemudaan

(20)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 15

NO SEBELUM REVIEW SETELAH REVIEW

TUJUAN SASARAN INDIKATOR KINERJA TUJUAN SASARAN INDIKATOR KINERJA

3. Mewujudkan sarana dan prasarana kepemudaan dan olahraga yang representatif. Meningkatnya Prasarana Olahraga yang representatif bertaraf internasional serta Gelanggang Kepemudaan yang representatif

Jumlah Sarana dan Prasarana Kepemudaan yang represetatif. Mewujudkan sarana dan prasarana kepemudaan dan olahraga yang representatif dan terstandarisasi

Meningkatnya Sarana dan Prasarana Pemuda yang representatif

Persentase Kecamatan yang memiliki Sarana dan Prasana Pemuda.

Jumlah Sarana dan Prasarana Olahraga;

Meningkatnya Sarana dan Prasarana Olahraga yang terstandarisasi

Persentase Kecamatan yang memiliki Sarana dan Prasana Olahraga

Persentase Sarana dan Prasarana Olahraga yang Terstandarisasi

Jumlah Prasarana Olahraga Bertaraf Internasional; Meningkatnya kualitas pengelolaan dan pelayanan pada SOR/GOR/GT Indeks Kepuasan Masayarakat

Jumlah Prasarana Olahraga yang represetatif; Jumlah Pendapatan dari Prasarana Olahraga dan Kepemudaan

Misi 4 : Meningkatkan Kinerja Aparatur dan pengembangan e goverment

4. Terciptanya profesionalitas

pemeliharaan dan pelayanan publik pada sarana-prasarana bidang pemuda dan olahraga Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik serta Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja birokrasi

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).

Mewujudkan Kinerja Aparatur yang Akuntabel Meningkatnya Kinerja Aparatur dan Mengembangkan E- Government Nilai AKIP Nilai AKIP 5. Terciptanya tertib administrasi keuangan daerah sesuai dengan peraturan perundang- undangan

Terwujudnya Pemerintahan yang bersih dan bebas KKN

Prosentase Temuan BPK/ Inspektorat yg ditindaklajuti.

Terbangunnya Sistem Informasi Manajemen Pemuda dan Olahraga Tertib Administrasi Barang / asset daerah

(21)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 16

2.2 PERJANJIAN KINERJA 2016

Perjanjian kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelola. Tujuan khusus penetapan kinerja antara lain adalah untuk: (1) meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur; (2) sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah; (3) sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi; (4) menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur; dan (5) sebagai dasar pemberian reward atau penghargaan dan sanksi.

DISPORA telah membuat perjanjian kinerja tahun 2016 secara berjenjang sesuai dengan kedudukan, tugas, dan fungsi yang ada.Perjanjian kinerja ini merupakan tolok ukur evaluasi akuntabilitas kinerja pada akhir tahun 2016. PerjanjianKinerja DISPORA tahun 2016 disusun dengan berdasarkan pada Rencana Kinerja Tahun 2016 yang telah ditetapkan. Secara ringkas, gambaran keterkaitan tujuan, sasaran, indikator kinerja dan target DISPORA tahun 2016 adalah sebagai berikut:

Tabel 2.2

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA BANDUNG

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET TAHUN NO 2016

1 Meningkatnya Kemandirian Pemuda dalam

Pembangunan Daerah

Persentase organisasi

pemuda yang mandiri Persentase 15

2 Meningkatnya Prestasi Olahraga Pelajar

Persentase nomor cabang olahraga pelajar yang meraih medali dalam kompetisi tingkat Jawa Barat Persentase 20 3 Meningkatnya Event Olahraga Masyarakat Persentase kecamatan yang melaksanakan Olahraga Masyarakat secara rutin Persentase 25

(22)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 17 SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET TAHUN

NO 2016 4 Meningkatnya Sarana

Prasarana Pemuda

Persentase kecamatan yang memiliki Sarana dan Prasarana Pemuda

Persentase 12

5 Meningkatnya Sarana Prasarana Olahraga

Persentase Kecamatan yang memiliki Sarana dan Prasana olahraga

Persentase 25

Persentase Sarana dan Prasarana Olahraga yang Terstandarisasi

Persentase 25 6 Meningkatnya

Pelayanan Publik dan profesionalitas pada sarana prasarana olahraga Indeks Kepuasan Masyarakat Angka 78 7 Meningkatnya Kinerja Aparatur dan E-Goverment

Nilai AKIP Angka 70,5

Terbangunnya Sistem Informasi Manajemen Pemuda dan Olahraga

Angka 3

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 DINAS

PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA BANDUNG

2.2.1 Indikator Kinerja Utama

Salah satu upaya untuk memperkuat akuntabilitas dalam penerapan tata pemerintahan yang baik di Indonesia diterbitkannya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi

0 10 20 30 40 50 60 70 80 presentase 15 20 25 12 25 25 78 75.5 3

(23)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 18

Pemerintah, Indikator Kinerja Utama merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah. Pemerintah Kota Bandung telah menetapkan Indikator Kinerja Utama untuk tingkat Pemerintah Daerah dan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah melalui Keputusan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Bandung Nomor : 050/Kep.966- Dispora/2014 Tahun 2014 tentang Indikator Kinerja Utama RPJMD Kota Bandung 2013-2018. Upaya untuk meningkatkan akuntabilitas, Pemerintah Kota Bandung juga melakukan reviu terhadap Indikator Kinerja Utama, baik tingkat Pemerintah Daerah maupun tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah, dalam melakukan reviu dengan memperhatikan capaian kinerja, permasalahan dan isu-isu strategis yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi. Adapun penetapan target Indikator Kinerja Utama Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Bandung tahun 2016 adalah sebagai berikut :

(24)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 19

Tabel 2.3

Indikator Kinerja Utama Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung Tahun 2016

No Indikator Kinerja Utama Satuan Penjelasan Program/ Kegiatan Ket.

Alasan Formulasi Perhitungan

1 Persentase organisasi pemuda yang mandiri

Persentase Berdasarkan Amanat UU No. 40/2009 ttg kepemudaan

Organisasi Pemuda yang mandiri

X 100% Program Pengembangan dan Keserasian Kebijakan Pemuda

Kriteria organisasi pemuda yang mandiri adalah dilihat dari sbb :

1. Kepengurusan 2. Aktifitas organisasi 3. Prestasi

Organisasi Pemuda se-kota bandung

1.

2 Persentase nomor cabang olahraga pelajar yang meraih medali dalam kompetisi tingkat Jawa Barat

Persentase Berdasarkan Amanat UU No. 3/2005 ttg Sistem Keolahragaan Nasional

Jumlah peroleh medali

X 100% Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga Jumlah medali yang

diperebutkan 3 Persentase kecamatan yang

melaksanakan Olahraga Masyarakat secara rutin Persentase Berdasarkan Amanat UU No. 3/2005 ttg Sistem Keolahragaan Nasional

Jumlah kecamatan yang melaksanakan Olahraga

Masyarakat secara rutin X 100% Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga

Kriteria olahraga masyarakat yang harus dilaksanakan secara rutin adalah sbb : 1. Kegiatan olahraga senam 2. Kegiatan olahraga sepeda Jumlah kecamatan se-kota

Bandung 4 Persentase Kecamatan yang memiliki

Sarana dan Prasana Pemuda

Persentase Berdasarkan Amanat UU No. 40/2009 ttg kepemudaan

Jumlah kecamatan yang memiliki Sarana dan Prasarana pemuda

X 100%

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kepemudaan

Kriteria sarana dan prasarana pemuda yang harus tersedia di kecamatan :

1. Tersedianya ruang untuk berkomunikasi bagi pemuda di setiap kecamatan Jumlah kecamatan se-kota

Bandung 5 Persentase Kecamatan yang memiliki

Sarana dan Prasana olahraga

Persentase Berdasarkan Amanat UU No. 3/2005 ttg Sistem Keolahragaan Nasional

Jumlah kecamatan yang memiliki Sarana dan Prasarana olahraga

X 100%

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana olahraga

Kriteria sarana dan prasarana olahraga yang harus tersedia di kecamatan :

1. Lapangan Volly ball 2. Lapang tenis meja 3. Lapang bulu tangkis 4. Lapang basket

5. Sarana & Prasarana Kebugaran

6. Sarana dan prasarana olahraga tradisional Jumlah kecamatan se-kota

(25)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 20

3.1. AKUNTABILITAS KINERJA DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA

Pendekatan manajemen pembangunan berbasis kinerja, yang utama adalah bahwa pembangunan diorientasikan pada pencapaian menuju perubahan yang lebih baik. Hal ini mengandaikan bahwa fokus dari pembangunan bukan hanya sekedar melaksanakan program/kegiatan yang sudah direncanakan. Esensi dari manajemen pembangunan berbasis kinerja adalah orientasi untuk mendorong perbaikan, dimana program/ kegiatan dan sumber daya anggaran adalah alat yang dipakai untuk mencapai rumusan perubahan, baik pada level keluaran, hasil maupun dampak.

Pendekatan ini juga sejalan dengan prinsip goodgovernance dimana salah satu pilarnya, yaitu akuntabilitas, akan menunjukkan sejauh mana sebuah instansi pemerintahan telah memenuhi tugas dan mandatnya dalam penyediaan layanan publik yang langsung bisa dirasakan hasilnya oleh masyarakat. Sehingga, pengendalian dan pertanggungjawaban program/ kegiatan menjadi bagian penting dalam memastikan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah kepada publik telah dicapai.

Sebagai bagian dari komitmen Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung untuk membangun akuntabilitas kinerja ini, pengembangan web- monev adalah bagian kunci untuk mendorong pelembagaan pengendalian, evaluasi yang transparan dan berorientasi pada perbaikan pelayanan publik.

(26)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 21

Dalam hal ini, laporan akuntabilitas kinerja pemerintah merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan (disclosure) secara memadai hasil analisis terhadap pengukuran kinerja (Permenpan No. 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah).

Sedangkan untuk skala penilaian terhadap kinerja pemerintah, menggunakan pijakan Permendagri No. 54 tahun 2010 sebagai berikut:

Tabel 3.1

Skala Nilai Peringkat Kinerja

N Interval Nilai Kriteria Penilaian Kode o Realisasi Kinerja Realisasi Kinerja

. 1 91≤ Sangat Tinggi 2 76≤90 Tinggi 3 66≤75 Sedang 4 51≤65 Rendah 5 ≤50 SangatRendah

Skala Nilai Peringkat Kinerja

SangatRendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

(27)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 22 d 2015 s s % 25 15 24 160 61 38.13 35 20 20 100 35 35 34 25 63 252 100 39.68 20 12 32 267 100 38.91 45 25 70 280 100 35.71

3.2. CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA 2016

Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung pada tahun 2016 mempunyai 5 (lima) indikator kinerja utama dan setiap indikator kinerja utama tersebut telah ditetapkan target kinerjanya. Pengukuran pencapaian target kinerja dilakukan dengan menghitung persentase realisasi dibandingkan dengan target.

Pada Tabel 3.2 disajikan capaian kinerja DISPORA beserta persentase pencapaiannya.

Tabel 3.2

Tabel Pencapaian IKU DISPORA Tahun 2016

(28)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 23 0 50 100 150 200 250 300 PRESENTASE 160 100 252 267 280 61 35 100 100 100 38.13 35 39.68 38.91 35.71 Realisasi (%) Target Akhir (%) Capaian s/d 2016 terhadap 2018 (%)

Sumber: Laporan Pelaksanaan Kegiatan di Dispora Kota Bandung Tahun 2016

Berdasarkan Tabel 3.2 menunjukkan bahwa pengukuran kinerjan utama DISPORA dari 5 indikator kinerja utama yang dalam pencapaiannya melebihi target yang ditetapkan adalah sebanyak 5 indikator. Penjelasan terkait pencapaian masing-masing indikator kinerja utama DISPORA adalah sebagai berikut:

1. Indikator: Persentasi organisasi pemuda yang mandiri

Target kinerja tersebut di atas pada tahun 2016 adalah sebesar 15 % sudah tercapai dengan baik, dengan tingkat pencapaian target kinerja sebesar 24 persen atau persentase realisasi capaian sebesar 160 persen.

(29)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 24

2. Indikator: Persentase nomor cabang olahraga pelajar yang meraih medali dalam kompetisi tingkat Jawa Barat.

Target kinerja dengan indikator persentase nomor cabang olahraga pelajar yang meraih medali dalam kompetisi tingkat Jawa Barat pada tahun 2016 sudah tercapai dengan baik, dengan tingkat pencapaian target kinerja sebesar 20 persen atau persentase realisasi capaian sebesar 100 persen.

3. Indikator: Persentase kecamatan yang melaksanakan olahraga masyarakat secara rutin.

Capaian kinerja persentase kecamatan yang melaksanakan olahraga masyarakat secara rutin pada tahun 2016 sudah tercapai dengan baik, dengan tingkat pencapaian target kinerja sebesar 63 persen atau persentase realisasi capaian sebesar 252 persen.

4. Indikator: Persentase Kecamatan yang memiliki Sarana dan Prasana Pemuda.

Capaian kinerja persentase kecamatan yang memiliki sarana dan prasarana pemuda pada tahun 2016 dapat dicapai melampau target dengan tingkat pencapaian target kinerja sebesar 32 persen atau persentase realisasi capaian sebesar 267 persen. Hal ini disebabkan diterapkannya Kebijakan akan ketersediaan sarana-prasarana pemuda dengan pola pendekatan wilayah Kecamatan serta dengan tersedianya sarana-prasarana pemuda dengan basis wilayah Kecamatan di Kota Bandung, maka diharapkan akan tercipta suatu pembinaan yang bersifat kontinu dapat direalisasikan karena akan lebih mendekatkan jarak dengan warga masyarakat yang memiliki minat dan bakat sehingga dapat diarahkan untuk berprestasi di bidang pemuda dan olahraga.

(30)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 25

5. Indikator: Persentase Kecamatan yang memiliki Sarana dan Prasana olahraga.

Capaian kinerja persentase kecamatan yang memiliki sarana dan prasarana olahraga pada tahun 2016 dapat dicapai melampaui target dengan tingkat pencapaian target kinerja sebesar 70 persen atau persentase realisasi capaian sebesar 280 persen. Hal ini disebabkan diterapkannya Kebijakan akan ketersediaan sarana-prasarana Olahraga dengan pola pendekatan wilayah Kecamatan serta dengan tersedianya sarana-prasarana olahraga dengan basis wilayah Kecamatan di Kota Bandung, maka diharapkan akan tercipta suatu pembinaan yang bersifat kontinu dapat direalisasikan karena akan lebih mendekatkan jarak dengan warga masyarakat yang memiliki minat dan bakat sehingga dapat diarahkan untuk berprestasi di bidang pemuda dan olahraga.. Sedangkan kriteria sarana dan prasarana olahraga yang harus dimiliki kecamatan yang dijadikan sebagai acuan pengukuran adalah :

1) Lapangan Volly ball 2) Lapang tenis meja 3) Lapang bulu tangkis 4) Lapang basket

5) Sarana & Prasarana Kebugaran

6) Sarana dan prasarana olahraga tradisional

Sementara bila dilihat dalam kerangka triwulan, perbandingan antara rencana dan realisasi kinerja untuk seluruh sasaran adalah sebagai berikut :

(31)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 26

Tabel 3.3

Realisasi dan Capaian Kinerja IKU DISPORA Tahun 2016 Per Triwulan

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target Tahunan

Triwulan Target Realisasi Prosentase

1

Persentase Organisasi Pemuda yang mandiri persen 15 Triwulan 1 15 12 80 Triwulan 2 17 15 88 Triwulan 3 20 20 100 Triwulan 4 25 24 96 2

Persentase nomor cabang olahraga pelajar yang meraih medali dalam kompetisi tingkat Jawa Barat persen 20 Triwulan 1 5 0 0 Triwulan 2 10 10 100 Triwulan 3 15 15 100 Triwulan 4 20 20 100 3

Persentase kecamatan yang melaksanakan olahraga masyarakat secara rutin persen 25 Triwulan 1 44 0 0 Triwulan 2 49 0 0 Triwulan 3 58 9 16 Triwulan 4 63 0 0 4

Persentase Kecamatan yang memiliki Sarana dan Prasana Pemuda persen 12 Triwulan 1 25 25 100 Triwulan 2 26 27 104 Triwulan 3 30 31 103 Triwulan 4 32 32 100 5

Persentase Kecamatan yang memiliki Sarana dan Prasana Olahraga persen 25 Triwulan 1 50 30 60 Triwulan 2 55 58 105 Triwulan 3 60 65 108 Triwulan 4 70 70 100

3.3 ANALISIS CAPAIAN KINERJA TAHUN 2016

Evaluasi kinerja melalui analisa pencapaian indikator kinerja bertujuan mengetahui perbandingan antara target dan realisasi, serta kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam pencapaian misi; dinilai dan dipelajari untuk perbaikan atau penyempurnaan pelaksanaan program/kegiatan di masa yang akan datang. Selain itu, dalam evaluasi kinerja dilakukan pula analisis efisiensi dengan cara membandingkan antara output dengan input baik untuk rencana maupun realisasi. Analisis ini menggambarkan tingkat efisiensi yang dilakukan oleh instansi dengan memberikan data nilai output per unit yang dihasilkan oleh suatu input tertentu.

Selanjutnya dilakukan pula pengukuran/penentuan tingkat efektivitas yang menggambarkan tingkat kesesuaian antara tujuan dengan hasil, manfaat atau dampak. Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap setiap perbedaan kinerja (performance gap) yang terjadi, baik terhadap penyebab terjadinya gap

(32)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 27

maupun strategi pemecahan masalah yang telah dan akan dilaksanakan. Dalam melakukan evaluasi kinerja, perlu juga digunakan pembandingan- pembandingan antara :

- kinerja nyata dengan kinerja yang direncanakan.

- kinerja nyata dengan kinerja tahun-tahun sebelumnya.

- kinerja suatu instansi dengan kinerja instansi lain yang unggul di bidangnya ataupun dengan kinerja sektor swasta.

Pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja yang telah dicapai pada tahun 2016, sebagaimana telah ditetapkan dalam Renstra Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung Tahun 2013-2018 yang telah di-Reviu, analisis pencapaian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan adalah sebagai berikut :

3.3.1 Analisis Capaian Kinerja Sasaran 1

Sasaran 1

Meningkatnya Kemandirian Pemuda dalam Pembangunan Daerah

a. Realisasi Kinerja Tahun 2016

Tabel 3.4

Analisis Pencapaian Sasaran 1

Antara Target dan Realisasi Meningkatnya Kemandirian Pemuda dalam Pembangunan Daerah Tahun 2016 No Indikator Kinerja Existing Tahun 2015 Tahun 2016 Persentase Capaian Kinerja Target Akhir RENSTRA 2018 Target Realisasi 1. Persentase Organisasi Pemuda yang mandiri 25 15 24 160 61

(33)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 28

0 100 200 300 400 500

Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Organisasi Kepelajaran Organisasi Kemahasiswaan Organisasi Komunitas Lainnya

84 445 176 129 96 445 176 150 100 100 100 100

TAHUN 2016 TAHUN 2015 TAHUN 2014

Prestasi pemuda adalah masa depan dan potret bangsa. Masa depan akan bisa diraih dengan tekun bekerja keras, kemandirian dan semangat menumbuh kembangkan potensi diri. Prestasi terdiri dari prestasi akademik dan non akademik. Prestasi akademik, sebagaimana yang kita semua tahu, adalah yang berhubungan dengan nilai sekolah atau kuliah. Sementara prestasi non akademik biasanya lebih pada pengembangan kepribadian dan potensi diri.

Sebagai lembaga pemerintah yang bertanggungjawab dalam pengembangan pemuda, DISPORA memberikan pembinaan kepada semua pemuda yang bertujuan meningkatkan serta pemberdayaan pemuda dalam pembangunan daerah serta dilaksanakan kegiatan sesuai target yang telah ditetapkan dan peraturan perundangan yang berlaku.

Jumlah pembinaan kepada organisasi pemuda pada tahun 2016 sebanyak 208 organisasi, sedangkan data organisasi pemuda yang ada di Kota Bandung Tahun 2013-2016 sebagaimana tabel di bawah ini :

Tabel 3.5

Data Jumlah Organisasi Pemuda di Kota Bandung Tahun 2014 – 2016

No. Uraian Tahun

2014 2015 2016 1. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) 84 96 2. Organisasi Kepelajaran 445 445 3. Organisasi Kemahasiswaan 176 176

4 Organisasi Komunitas lainnya 129 150

Perbandingan Kota Bandung dengan Kabupaten/Kota Se – Jawa Barat Tahun 2014 - 2016

(34)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 29

Keberhasilan kinerja suatu organisasi belum dikatakan berhasil apabila tidak melihat atau membandingkan dengan kinerja daerah lainnya. Oleh karena itu Dispora Kota Bandung mencoba membandingkan realisasi capaian target “Meningkatnya Kemandirian Pemuda dalam Pembangunan dengan Kabupaten/Kota se-Bandung Raya dapat dilihat dari tabel di bawah ini :

Tabel 3.6

Data Jumlah Organisasi Pemuda di Kota Bandung Tahun 2014 – 2016

No. Kabupaten/Kota Jumlah Organisasi Pemuda (Tahun)

2014 2015 2016

1. Kota Bandung 80 834 867

2. Kota Cimahi 29 29 29

3. Kabupaten Bandung 47 47 47

4. Kabupaten Bandung Barat 87 87 87

Tabel 3.7

JUMLAH ORGANISASI KEPEMUDAAN DAN SARANA DAN PRASARANA KEPEMUDAAN TAHUN 2014 – 2016 No Kabupaten/Kota Pemuda Pelopor Kelompok Usaha Pemuda Produktif Sarjana Penggerak Pembangunan Perdesaan Paskibraka Organisasi Kepemudaan (OKP) PPAN Sarana dan Prasarana Kepemudaan Jumlah 1 2 3 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kab. Bogor Kab. Sukabumi Kab. Cianjur Kab. Bandung Kab. Garut Kab. Tasikmalaya Kab. Ciamis Kab. Kuningan Kab. Cirebon 1 - - - - 3 - - 1 7 4 5 10 10 7 9 7 7 - 12 - 4 4 6 5 5 12 9 11 8 12 9 8 12 12 7 - - - 20 - - - 11 -- - - 1 2 - 1 - -- - - - - - 2 2 -17 27 13 47 25 24 29 37 27 10 Kab. Majalengka 1 7 6 11 9 - 1 35

(35)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 30 11 Kab. Sumedang 1 9 - 10 - - - 20 12 Kab. Indramayu 1 3 1 7 16 - 1 29 13 Kab. Subang - 8 2 9 - - - 19 14 Kab. Purwakarta 1 8 12 11 - 1 - 33 15 Kab. Karawang - 2 - 8 26 1 2 39 16 Kab. Bekasi 1 9 - 11 - - - 21 17 Kab Bandung Barat - 6 1 10 69 1 - 87 18 Kota Bogor - 4 - 11 - 1 3 19 19 Kota Sukabumi 2 4 2 7 - - - 15 20 Kota Bandung - 129 2 12 705 3 8 847 21 Kota Cirebon - 5 2 7 - - - 14 22 Kota Bekasi 3 4 - 9 29 2 - 47 23 Kota Depok - 5 - 10 40 - - 55 24 Kota Cimahi - 7 - 10 3 3 6 29 25 Kota Tasikmalaya - 8 2 8 - 1 - 19 26 Kota Banjar - 5 2 9 - - - 16 Permasalahan :

1. Belum adanya sistem pembinaan pemuda secara komprehensif yang dapat memberi wadah bagi para pemuda untuk mengekspresikan aspirasi dan partisipasi didalam proses pembangunan dalam upaya untuk menciptakan keunggulan dan prestasi pemuda Kota Bandung;

2. Organisasi pemuda yang mandiri menjadi salah satu tantangan yang harus dijadikan fokus bagi agenda pembangunan diberbagai bidang. Hal ini karena tanpa upaya serius untuk menjawab persoalan ini, pencapaian tujuan dan target pembangunan bisa jadi akan terganggu atau menjadi lebih lambat karena ada kelompok yang lebih tidak punya akses dan manfaat terhadap pembangunan;

Solusi :

1. Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung perlu membangun system pembinaan pemuda yang komprehensif, sinergi, kontinu dan efektif dengan berbagainpihak untuk memastikan upaya-upaya pengurangan kesenjangan pemuda dalam pembangunan

(36)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 31

2. Pengembangan strategi-strategi yang tepat untuk menjawab persoalan kepemudaan dengan mengembangkan model dan mendokumentasikan best practices upaya-upaya mengurangai permasalahan pemuda di berbagai bidang

3.3.2 Analisis Capaian Kinerja Sasaran 2

Sasaran 2

Meningkatnya Prestasi Olahraga

Pelajar

a. Realisasi Kinerja Tahun 2016

Meningkatnya prestasi olahraga pelajar, merupakan tuntutan

sebagai hasil dari pembinaan yang berkesinambungan maka

secara teknis Dinas Pemuda dan Olahraga harus berperan aktif

didalam pembinaan setiap cabang olahraga sehingga akan

meningkatkan prestasi insan olahraga untuk menciptakan

keunggulan Kota Bandung didalam pembinaan olahraga.

Tabel 3.8

Analisis Pencapaian Sasaran 2

Antara Target dan Realisasi M eningkatnya Prestasi Olahraga Pelajar Tahun 2016

No Indikator Kinerja Existing Tahun 2012 Tahun 2016 Persentase Capaian Kinerja Target Akhir RENSTRA 2018 Target Realisasi 1. Persentase nomor cabang olahraga pelajar yang meraih medali dalam kompetisi tingkat Jawa Barat

(37)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 32 2015 2016 0 10 20 30 40 50 60 70 Medali Emas 1 Medali Perak 2 Medali Perunggu 3 68 51 38 67 52 51 2015 2016

Prestasi olahraga pelajar Kota Bandung selama kurun waktu 2013 hingga 2016 terus mengalami kenaikan. Pada tahun 2016, perolehan medali Kota Bandung tercatat 67 Emas, 52 Perak dan 51 Perunggu naik dari angka tahun 2013. Prestasi olahraga pelajar menduduki peringkat pertama dari seluruh kabupaten kota di Jawa Barat. Tingginya perolehan medali ini didukung oleh Intensitas pembinaan lebih fokus dalam cabang olahraga yang berpeluang untuk mendulang medali emas relatif banyak, selain lebih memantapkan cabang unggulan utama yang dimiliki oleh Kota Bandung.

Tabel 3.9

Data Perolehan Medali Kota Bandung Dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah Jawa Barat Tahun 2015 – 2016

No. Uraian Tahun

2015 2016

1. Medali Emas 66

67

2. Medali Perak 49

52

3. Medali Perunggu 36

51

Perbandingan Kota Bandung dengan Kabupaten/Kota Se – Jawa Barat Tahun 2015 - 2016

(38)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 33

Keberhasilan kinerja suatu organisasi belum dikatakan berhasil apabila tidak melihat atau membandingkan dengan kinerja daerah lainnya. Oleh karena itu Dispora Kota Bandung mencoba membandingkan realisasi capaian target “Meningkatnya Prestasi olahraga pelajar” dengan Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dapat dilihat dari tabel di bawah ini :

(39)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 34

Tabel 3.10

DATA SDM ATLET KABUPATEN / KOTA PER CABANG OLAHRAGA DI JAWABARAT TAHUN 2016

NO DATA SDM ATLET K a b u p a t e n S uk a b u m i K a b u p a t e n B e k a s i K a b u p a t e n C ia m is K a b u p a t e n T a s ik m a la y a K o t a B a n ja r K o t a D e p o k K o t a B e k a s i K a b u p a t e n C ir e b o n K a b u p a t e n S u m e d a n g K a b u p a t e n In d r a m a y u K a b u p a t e n P u r w a k a r t a K a b u p a t e n K a r a w a n g K o t a B o g o r K a b u p a t e n M aj al e n g ka K a b u p a t e n B o g o r K a b u p a t e n G a r u t K a b u p a t e n C ia n ju r K a b u p a t e n B a n d u n g K a b u p a t e n K u n in g a n K a b u p a t e n S u b a n g K o t a S uk a b u m i K o t a B a n d u n g K o t a C ir e b o n K a b u p a t e n B a n d u n g B a r a t K o t a C im a h i K o t a T a s ik m a la y a Ju m la h P e r K a b u p a t e n / K o t a 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 1 ATLETIK 4 4

5

1 24 3

4

8 5 8

3

2 5 7 4 7 5 99 2 PANAHAN 9 13

1

1 7

2

14

4

51 3 TINJU 13

1

1

1

2

3 12 19

6 58 4 SILAT 15 5

2

4

1

2

2

2

1 5 2 41 5 TAE KWON-DO 10

1

6

5 3

2 16 10

1 54 6 KARATE 19 21

3 1

3 2

1

1

2

7 14

74 7 KEMPO 43 32

2

3

9 22

111 8 BULU TANGKIS 6

1 1

1

1 97 2 1 8 7 125 9 BOLA BASKET 10

5

2

69 6

1 93 10 CATUR 6

3

1

1

5

1 6

23 11 ANGKAT BESI/BERAT 5 29 1 2

2

3 10

6

6 1 1

5 71 12 GULAT 7 6 12

2

8

3 7

4

7 1

57 13 TENIS MEJA 27 2 1 1 7 1

3

1

4 7 1 2

1

8

7

73 14 TENIS LAPANG 2 1

14

1 18 15 BOLA VOLLY 1

4

12 2 2

3 9

1

10

44 16 SENAM 3

2

10

4

4 5

6 3 37

(40)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 35 17 BINARAGA 2

2

1

3

1 9 18 ANGGAR 9 12

1

1

5

5 22

2 57 19 DAYUNG 1

1 12

2

9 9 5 9

2 8 6 3

67 20 JUDO 1

1

2

7 5

2 6 2

2 28 21 HOKI 9

156

165 22 SEPEDA 1

5

3

4

2

5 3

3 26 23 GOLF 37

37 24 BILIAR 1 2

2

1

1 62

69 25 AEROSPORT 2

5

5

12 26 BOWLING 8 9

17 27 SEPATU RODA 1

1

46

48 28 SEPAK BOLA 1

2

5

43

10

61 29 MENEMBAK 1

2

13

16 30 BASSEBAL 2

96

98 31 SOFTBAL 6

126

132 32 FUTSAL 0 33 SEPAK TAKRAU 15

1

9 2

1

2

5

35 34 PANJAT TEBING 8 25

5

18

56 35 BALAP MOTOR 3

2

1

4

36

3 49 36 SQUASH 2 3

2

13

20 37 DRUM BAND 100

81

181 38 SPORT DANCE 8 8

16 39 BRIDGE 2

1

59

62 40 TARUNG DERAJAT 13 3

1

1

2

1

5 2

3 31 41 RENANG 1

1

1 6

3 2

3

55 11 1 5 3 92 42 WUSHU 10 11

1

3

25

(41)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 36

43 OLAHRAGA AIR 2 3 44 49 Jumlah Per Cabang

Olahraga 332 176 20 20 10 9 5 51 28 20 60 5 3 15 73 9 49 112 13 17 36 1176 129 20 51 48

(42)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 37 M M M

Grafik

400 350 300 250 200 150 100 99 5 51 58 125 111 93 74 22 54 71 73 57 44 165 67 69 57 156 132 98 61 48 126 56 49 181 81 92 62 49

Jumlah Per Kabupaten/Kota Kota Tasikmalaya

Kota Cimahi

Kabupaten Bandung Barat Kota Cirebon Kota Bandung Kota Sukabumi Kabupaten Subang Kabupaten Kuningan 50 41 7 97 69 23 8 37 4 10 22 2 28 26 6237 96 35 18 31 55 25 Kabupaten Bandung 12 2 16 0 18 1 14 9 2 5 37 12 17 46 16 8 13 2 36 20 13 0 16 59 5 8 3 44 Kabupaten Cianjur Kabupaten Garut Kabupaten Bogor Kabupaten Majalengka Kota Bogor Kabupaten Karawang 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43

(43)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 38

Permasalahan :

1.

Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) keolahragaan dalam

pembinaan prestasi cukup kritis, pendekatan ilmiah dalam pelatihan

masih kurang diterapkan oleh pelatih cabang olahraga tertentu,

sehingga parameter standar yang dibutuhkan untuk mengetahui taraf

kualitas fisik, fisiologis dan psikologis atlet yang akan menunjang

prestasi sulit diterapkan. Belum adanya sentra pembinaan bibit atlet

berupa PPLP sangat menentukan regenerasi atlet berprestasi di kota

Bandung, sehingga kesinambungan prestasi terbaik di Jawa Barat dapat

terjaga.

2.

Sumber dana pembinaan olahraga prestasi, olahraga pendidikan dan

olahraga rekreasi masih dari pos dana hibah dimana peluncuran subsidi

dana pada induk organisasi olahraga yang dibutuhkan untuk

mendukung pembinaan tersendat-sendat, sehingga secara nyata dan

signifikan menghambat kesinambungan dan waktu aktif berlatih yang

menjadi standar pembinaan untuk pencapaian prestasi.

3.

Kesejahteraan atlet dan pelatih sebagai subjek pembinaan sangat kritis

dan patut diperhatikan kondisinya, terutama dalam karier pekerjaan

dan pendidikan, serta kualitas hidupnya sebagai top atlet/pelatih yang

telah dan/atau akan menjunjung prestasi dan prestise olahraga Jawa

Barat di forum nasional dan internasional.

Solusi :

1. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan.

2.

Meningkatkan kerjasama dengan mitra kerja pembinaan organisasi

olahraga, yaitu olahraga prestasi oleh KONI dan 43 Cabang Olahraga di

Kota Bandung, olahraga pendidikan oleh Disdik dan Bapopsi dan

olahraga rekreasi oleh Formi.

3.

Pembinaan prestasi berdasarkan skala prioritas cabang olahraga

unggulan, baik yang bersifat individual maupun permainan berdasarkan

program Kemenegpora dan Disorda Provinsi Jawa Barat.

(44)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 39

4.

Pembinaan lebih fokus dalam cabang olahraga yang berpeluang untuk

mendulang medali emas relatif banyak, selain lebih memantapkan cabang

unggulan utama yang dimiliki oleh Kota Bandung.

3.3.3 Analisis Capaian Kinerja Sasaran 3

Sasaran 3

Meningkatnya Event Olahraga Masnyarakat

Keberhasilan dalam mewujudkan masyarakat Kota Bandung yang Sehat

dapat dicapai salah satunya dengan semakin meningkatnya event olahraga

masyarakat yang dilaksanakan secara rutin di Tk. Kecamatan di Kota

Bandung. Adapun kriteria pelaksanaan olahraga masyarakat secara rutin

adalah ditargetkan setiap kecamatan di Kota Bandung dapat melaksanakan

kegiatan olahraga :

a) Kegiatan olahraga senam dilakukan satu (1) minggu sekali

b) Kegiatan Jumat bersepeda

Tabel 3.11

Analisis Pencapaian Sasaran

Antara Target dan Realisasi Meningkatnya Event Olahraga Masyarakat Tahun 2016

No Indikator Kinerja Existing

Tahun 2015 Tahun 2016 Persentase Capaian Kinerja Target Akhir RENSTRA 2018 Target Realisasi 1. Persentase Kecamatan yang melaksanakan olahraga masyarakat secara rutin. 34 25 63 252 100

Jumlah pembinaan kepada masyarakat pada tahun 2016 dilaksanakan

terhadap 30 kecamatan dengan pencapaian sebesar 63 persen yaitu 11

kecamatan dari 30 kecamatan yang ada di Kota Bandung. Pelaksanaan

pembinaan olahraga masayarakat yang dilaksanakan Dispora pada tahun

(45)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 40

2016 diperoleh 11 kecamatan yang telah melaksanakan kegiatan olahraga

masayarakat secara rutin disajikan pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.12

Data Kecamatan Yang Melaksanakan Olahraga Masyarakat Secara Rutin Tahun 2016

No. Kecamatan Senam Jumat Bersepeda Olahraga Tradisional

1. Cibiru √ √ √ 2. Ujungberung √ √ √ 3. Regol √ √ √ 4. Lengkong √ √ -5. Bandung Kidul √ √ √ 6. Buah Batu √ √ √ 7. Cicendo √ √ -8. Andir √ √ -9. Panyileukan √ √ √ 10. Gedebage √ √ √ 11. Babakan Ciparay √ √ √

Permasalahan :

1. Koordinasi program-program bagi peningkatan event olahraga masayarakat yang dilaksanakan secara rutin di tk. Kecamatan masih perlu ditingkatkan efektivitasnya, termasuk untuk penyediaan pelatih dan perbaikan serta penyediaan sarana dan prasarana olahraga ditingkat kecamatan.

Solusi :

1. Intensitas pembinaan lebih fokus dalam olahraga masyarakat di tingkat kecamatan yang dapat lebih meningkatkan dan memasyarakatkan olahraga sehingga Bandung Sehat dapat terwujud.

(46)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 Page 41

Tabel 3.13

Perbandingan Kota Bandung dengan Kabupaten/Kota Se – Jawa Barat

Tahun 2013 - 2016

No. Nama Kabupaten / Kota

Jumlah Olahraga Tradisional Jumlah Olahraga Masyarakat / Rekreasi Jumlah Olahraga Kekhususan 1 Kabupaten Sukabumi 2 3 1 2 Kabupaten Bekasi 2 2 1 3 Kabupaten Ciamis 1 2 1 4 Kabupaten Tasikmalaya 1 2 1 5 Kota Banjar 1 3 1 6 Kota Depok 1 2 1 7 Kota Bekasi 1 3 1 8 Kabupaten Cirebon 2 3 1 9 Kabupaten Sumedang 2 2 1 10 Kabupaten Indramayu 1 2 2 11 Kabupaten Purwakarta 3 2 1 12 Kabupaten Karawang 2 3 2 13 Kota Bogor 1 2 2 14 Kabupaten Majalengka 3 2 2 15 Kabupaten Bogor 3 7 4 16 Kabupaten Garut 3 1 2 17 Kabupaten Cianjur 3 2 1 18 Kabupaten Bandung 2 3 1 19 Kabupaten Kuningan 3 1 1 20 Kabupaten Subang 3 2 2 21 Kota Sukabumi 3 9 2 22 Kota Bandung 5 22 5 23 Kota Cirebon 2 2 3 24 Kabupaten Bandung Barat 2 2 2 25 Kota Cimahi 2 7 2 26 Kota Tasikmalaya 2 3 2

Figur

Memperbarui...

Referensi

Related subjects :

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di