By Michael Antony Sea, Jungle, Desert & Disaster Survival Expert
Membangun Sikap Mental Yang Tepat
Dalam Keadaan Survival
• Sebuah situasi darurat Survival mungkin bisa terjadi pada siapapun,
dimanapun. Dapat dikarenakan tersesat dalam perjalanan di belantara, perang, kecelakaan pesawat terbang, kapal atau karena bencana alam. Ketika dihadapkan dengan situasi survival yang tak terduga, seseorang memiliki potensi untuk mengatasi banyak tantangan, mengalahkan semua kemungkinan yang luar biasa, dan keluar dari keadaan survival dengan selamat. Tapi apa sih Survival?
• Survival adalah seni bertahan hidup di alam bebas dengan acara
apapun. Bertahan hidup berarti tetap hidup, untuk menjalani kehidupan. Survival adalah berada dalam keadaan tertentu yang tidak menguntungkan, menerimanya, dan mencoba untuk memperbaikinya, sambil mempertahankan hidup Anda sampai Anda bisa keluar dari situasi darurat tersebut. Dan yang paling penting, kunci lolos dari keadaan Survival adalah pikiran anda.
• Keberhasilan untuk selamat dari keadaan Survival tergantung
banyak pada kemampuan seseorang untuk menahan stres dalam situasi darurat. Otak Anda tanpa diragukan adalah alat yang terbaik untuk bertahan hidup. Ini adalah aset Anda yang paling berharga dalam situasi Survival. Hal ini tidak selalu berarti fisik yang terkuat yang paling efektif atau lebih baik dalam menangani rasa takut dalam situasi darurat. Survival lebih sering tergantung pada reaksi individu terhadap stres dibandingkan pada bahaya, medan, atau keadaan darurat. Kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan menentukan kemampuan bertahan hidup anda. Keterampilan mental jauh lebih penting daripada keterampilan fisik dalam situasi survival. Reaksi psikologis negative seseorang terhadap stres dalam keadaan Survival seringkali dapat membuat mereka tidak mampu memanfaatkan sumber daya yang tersedia pada diri mereka. Anda kemungkinan besar tidak akan mampu menggunakan keterampilan fisik Anda jika Anda tidak memiliki sikap mental yang positif.
Membangun Sikap Mental Yang Tepat
Dalam Keadaan Survival
• Satu hal yang pasti anda harus membangun kerangka pikiran yang
tepat untuk bertahan hidup dalam suatu situasi Survival yang tidak terduga. Sikap atau kondisi psikologis yang tepat adalah yang nomor satu. Tidak diragukan lagi itulah alat yang paling penting untuk bertahan hidup. Dengan sikap yang tepat hampir semuanya adalah mungkin. Untuk mampu melalui keadaan yang terburuk, tekad yang kuat untuk bertahan hidup sangat diperlukan. Sebuah keinginan yang kuat untuk terus hidup adalah suatu keharusan. Pikiran memiliki kekuatan yang akan memberikan daya pada tubuh untuk mencapai prestasi luar biasa. Catatan dari berbagai kejadian
Survival ternyata menunjukkan bahwa pikiran menjadi faktor utama untuk bertahan hidup dalam situasi darurat di belantara. Tanpa kemauan untuk hidup, bertahan hidup adalah mustahil.
Membangun Sikap Mental Yang Tepat
Dalam Keadaan Survival
•
Bertahan hidup dalam keadaan darurat Survival adalah
mungkin dalam sebagian besar situasi tetapi menuntut
usaha yang luar biasa bagi seseorang yang mengalaminya.
Manusia dapat menjadi sangat berani dan cerdik ketika
dalam situasi darurat. Pikiran adalah kekuatan yang sangat
kuat. Ia memiliki kontrol tubuh, tindakan, dan
penalarannya.
•
Apa yang mempengaruhi Anda secara mental
mempengaruhi Anda secara fisik. Jika Anda berpikir bahwa
Anda tidak dapat bertahan hidup, maka Anda tidak akan
berani mencoba bertahan hidup. Sikap komitmen atau
tujuan untuk hidup, penolakan untuk menyerah, dan sikap
mental yang tepat akan sangat meningkatkan peluang
untuk bertahan hidup.
Membangun Sikap Mental Yang Tepat
Dalam Keadaan Survival
• Mempertahankan sikap hidup yang positif memiliki pengaruh yang
sangat kuat pada mentalitas dan motivasi yang diperlukan untuk menetapkan tujuan untuk bertahan hidup. Ketetapan dan kejelasan tujuan memberikan motivasi untuk membangun sikap yang
diperlukan untuk bertahan hidup walau dalam tekanan. Ketika ditempatkan dalam situasi hidup yang tak terduga Anda akan terpaksa bergantung pada sumber daya sendiri, kemampuan improvisasi dan memecahkan masalah sendiri. Jika Anda ingin bertahan maka Anda akhirnya harus memutuskan untuk mengurus diri sendiri dan tidak mengandalkan orang lain untuk membantu Anda. Anda harus terus-menerus berusaha mencapai tujuan bertahan hidup. Gambar tujuan Anda dalam pikiran Anda dan bayangkan diri Anda mencapai itu. Gambar ini adalah gambar mental Anda.
• Seseorang dengan tekat dan kemauan yang kuat dapat
menaklukkan banyak hambatan. Jangan pernah menyerah, karena tanpa ada kemauan untuk hidup kemungkinan anda akan putus asa
Membangun Sikap Mental Yang Tepat
Dalam Keadaan Survival
•
Sementara dalam situasi Survival, Anda akan
dihadapkan dengan banyak masalah yang harus Anda
atasi. Otak Anda akan menjadi aset terbaik Anda tetapi
juga dapat menjadi musuh Anda yang paling
berbahaya. Anda akan dituntut mengalahkan pikiran
negatif dan memiliki imajinasi, serta juga kemampuan
menguasai dan mengendalikan rasa takut Anda. Anda
akan perlu menggeser dan mengadopsi proses mental
yang positif dan optimis. Anda perlu untuk menjadi
kreatif dan menggunakan kemampuan Anda untuk
berimprovisasi untuk dapat beradaptasi dengan situasi.
Bekerja dengan alam, bukan melawannya.
Membangun Sikap Mental Yang Tepat
Dalam Keadaan Survival
•
Anda akan memiliki tugas penting untuk memecahkan
masalah agar tetap hidup. Memecahkan masalah Anda
harus didasarkan pada mengenali ancaman terhadap hidup
Anda, mengetahui prioritas dan pengaruh ancaman pada
hidup anda, mengetahui tingkat bahayanya yang
mengancam kehidupan Anda, dan mengambil tindakan
yang akan membuat Anda hidup. Hal ini penting untuk
mempertimbangkan keselamatan Anda setiap saat. Jika
Anda meringkas dan menganalisis apa yang Anda butuhkan
untuk memerangi hal itu maka akan lebih mudah bagi anda
untuk memerangi ancaman yang anda kenal daripada jika
Anda berjuang melawan sesuatu yang tidak dikenali.
Kesepian, kelelahan, nyeri, dingin / panas, lapar, haus, dan
ketakutan adalah musuh utama Anda dalam situasi darurat
survival.
Membangun Sikap Mental Yang Tepat
Dalam Keadaan Survival
•
Untuk menjaga tubuh Anda tetap hidup Anda harus
memperhatikan indikator –indikator masalah di tubuh
Anda dan harus membela diri melawan musuh-musuh
utama dari kelangsungan hidup Anda. Selalu ingat
untuk menjaga sikap mental positif. Jangan
menambahkan beban ekstra untuk diri sendiri dengan
jatuh ke dalam keadaan mental yang merusak seperti
perasaan mengasihani diri sendiri atau keputusasaan.
Ingat aspek penting dari hidup Anda dan jangan
biarkan gambar mental anda memudar. Pikirkan
keadaan survival yang anda alami sebagai kesempatan
untuk menjelajahi daerah baru. Dengan sikap yang
tepat pengalaman Anda dapat menjadi pengalaman
yang menarik. Nikmati tantangan.
Membangun Sikap Mental Yang Tepat
Dalam Keadaan Survival
• Anda mungkin juga menikmati alam ketika Anda berada di sana dan
tumbuh menjadi individu yang lebih tangguh sebagai produk dari pengalaman Survival Anda.
• Sikap positif mental Anda akan membantu Anda melawan
musuh-musuh kelangsungan hidup Anda. Dalam keadaan Survival, Anda mungkin mengalami lebih dari kesepian saja namun juga kelelahan, nyeri, dingin / panas, lapar, haus, dan ketakutan, tetapi Anda tidak harus memerangi semuanya sekaligus, hanya sejauh mereka telah menjadi ancaman bagi kehidupan Anda. Saat setiap satu atau kombinasi dari mereka dapat mengurangi rasa percaya diri Anda atau mengurangi keinginan Anda berjuang untuk hidup, itulah waktunya Anda memeranginya.
• Semua perasaan ini sangat normal tetapi dapat menjadi lebih parah
dan berbahaya dalam situasi survival di belantara. Dengan belajar untuk mengidentifikasi mereka, Anda akan dapat mengendalikan mereka bukannya membiarkan mereka mengendalikan Anda.
Membangun Sikap Mental Yang Tepat
Dalam Keadaan Survival
STRESSORS
(Pemicu-pemicu Stress dalam Survival)
1. Loneliness (Kesepian)
• Kesepian adalah musuh yang dapat menyergap Anda tanpa
peringatan. Ini akan menyerang Anda ketika Anda menyadari bahwa diri Anda adalah satu – satunya orang yang ada disekitar Anda dan diri Anda jugalah satu – satunya orang di mana anda dapat
bergantung pada saat dalam situasi Survival. Saat ini lingkungan dan pola hidup masyarakat modern hampir tidak memberi kita
kesempatan untuk menguji kemampuan kita untuk beradaptasi dengan kesunyian, kehilangan dukungan, dan pemisahan dari orang lain, hal ini tentunya menurunkan kemampuan generasi modern untuk beradaptasi terhadap kesunyian, kehilangan dukungan, dan pemisahan dari orang lain secara signifikan dibanding dengan generasi – generasi sebelumnya.
•
Jangan biarkan kesepian menggerogoti sikap positif
Anda. Melawan dengan cara tetap sibuk, misalnya
dengan menyanyi, bersiul, mengumpulkan makanan,
atau melakukan hal lain akan mengalihkan pikiran Anda
dari beban akan kenyataan bahwa Anda sendirian. Juga
sementara dalam situasi survival yang Anda alami,
kebosanan atau berkurangnya semangat untuk
berusaha mungkin menyerang Anda. Ini harus
disembuhkan untuk mempertahankan sikap mental
yang tepat dalam keadaan survival. Sekali lagi jagalah
diri anda tetap sibuk untuk menjaga pikiran Anda tetap
sibuk.
STRESSORS
2. Fatigue (Kelelahan)
• Pastikan untuk menghindari kelelahan. Kelelahan berlebihan dari
otot-otot dan pikiran Anda merupakan ancaman serius. Hal ini dapat menyebabkan menurunnya pertahanan Anda dan menjadi kurang sadar dan waspada akan bahaya. Hal ini juga menyebabkan kurangnya perhatian, ketelitian dan meningkatkan kecerobohan serta menghilangnya kemampuan anda mengambil keputusan yang berdasarkan penalaran yang sehat. Luangkan waktu untuk
menyegarkan dan mengistirahatkan otak dan tubuh Anda.
Menghemat energi Anda. Istirahat, tidur, dan menjaga ketenangan sangat penting. Ketika Anda merasa bahwa diri anda sakit, itu adalah sinyal bahwa ada sesuatu yang salah. Ketika di saat-saat gembira Anda mungkin tidak merasa sakit. Jangan biarkan perasaan sakit ini menguras sisi – sisi terbaik dari diri Anda, karena jika itu terjadi maka akan melemahkan keinginan Anda untuk tetap bertahan hidup.
STRESSORS
(Pemicu-pemicu Stress dalam Survival)
3. Cold and Heat (Hawa Dingin dan Panas)
•
Dingin dan panas adalah musuh lainnya yang harus
diatasi untuk bertahan hidup. Paparan elemen seperti
dingin dan panas dapat menjadi sangat berbahaya.
Buatlah perlindungan sebaik mungkin. Jika dingin
mencoba dan menemukan tempat berlindung dan
membangun api. Jika dalam cuaca benar-benar panas.
hindarilah sengatan sinar matahari secara langsung.
Dalam cuaca dingin Anda mungkin merasa lebih enak
untuk tidur di siang hari dan tetap terjaga di malam
hari dengan api hangat. Dalam cuaca sangat panas
Anda perlu mencari perlindungan untuk tidur di siang
hari.
STRESSORS
4. Hungry and Thirst (Lapar dan Haus
)
•
Lapar dan haus adalah musuh yang benar-benar dapat
menekan sikap positif mental Anda. Cobalah untuk
menemukan air. Makanan bisa menunggu. Seseorang bisa
bertahan hidup selama berminggu-minggu tanpa makanan
namun hanya 3 hari tanpa air. Hemat cadangan energi
tubuh Anda. Buatlah rencana pengumpulan makanan
dengan baik. Anda mungkin akan lebih baik beristirahat
daripada berkeliaran tanpa tujuan mencari makanan.
Bahkan jika Anda menemukan makanan Anda tetap
membuang sejumlah energy dan bahayanya jika energy
yang dibuang untuk mendapatkan makanan ternyata lebih
banyak dari energy yang dapat diberikan oleh makanan
yang anda dapatkan.
STRESSORS
(Pemicu-pemicu Stress dalam Survival)
•
Hanya jika Anda yakin dapat memperoleh
makanan dengan mudah, pergilah dan
dapatkan . Seorang pria dengan perut kenyang
dapat menahan tekanan hidup lebih dari
seorang pria dengan perut kosong. Kurangnya
nutrisi bisa membuat Anda lebih rentan
terhadap depresi. Ingat kerangka berpikir
positif Anda dan jagalah tujuan Anda untuk
hidup tetap tertanam segar dalam pikiran
Anda.
STRESSORS
5. Fear (Ketakutan)
• Ketakutan adalah musuh terbesar dalam keadaan survival.
Ketakutan adalah reaksi yang normal bagi siapa saja dihadapkan dengan situasi yang mengancam kehidupannya. Orang merasa takut terhadap banyak hal. Orang-orang memiliki rasa takut akan
kematian, tersesat, hewan, penderitaan, ejekan, dan kelemahan-kelemahan diri mereka sendiri. Hal yang paling ditakuti oleh orang yang melakukan perjalanan di belantara adalah tersesat dan semakin jauh berjalan makin tersesat. Tidak ada cara untuk mengetahui bagaimana seseorang akan bereaksi terhadap rasa takut. Ketakutan biasanya tergantung sepenuhnya pada individu itu sendiri bukan pada situasi yang dihadapi. Ketakutan dapat
menyebabkan orang panik atau justru merangsang upaya yang lebih besar untuk bertahan hidup.
STRESSORS
(Pemicu-pemicu Stress dalam Survival)
•
Ketakutan negatif mempengaruhi perilaku manusia dan
mengurangi peluangnya untuk bertahan hidup.
Perasaan terburuk yang memperbesar ketakutan
adalah keputusasaan dan ketidakberdayaan. Jangan
biarkan gagasan akan kegagalan bertahan hidup
melintas di pikiran Anda. Tidak ada manfaatnya
mencoba untuk menghindari rasa takut dengan
menyangkal kenyataan bahwa Anda sedang berada
dalam situasi hidup yang berbahaya. Anda harus
menerima bahwa ketakutan adalah reaksi alami untuk
situasi berbahaya dan mencoba untuk melakukan
usaha yang terbaik untuk bertahan hidup dan keluar
dari kesulitan anda.
STRESSORS
6. Panic (Panik)
•
Panik dalam situasi Survival sangat berbahaya dan
mematikan. Musuh yang lebih berbahaya daripada rasa
takut adalah panik. Panik adalah dorongan tidak terkendali
yang dapat membuat diri anda kehilangan penalaran dan
cenderung mendorong anda mengambil tindakan
tergesa-gesa dan ceroboh yang dapat membawa anda pada situasi
yang lebih serius dan berbahaya bahkan mematikan. Panik
dipicu oleh pikiran dan imajinasi di bawah tekanan. Ini hasil
dari ketakutan yang tidak diketahui, kurangnya kepercayaan
diri, tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya
(kurang pengetahuan). Ketakutan dapat membangun panik
dan menyebabkan seseorang malah membuat situasi yang
lebih buruk.
STRESSORS
(Pemicu-pemicu Stress dalam Survival)
•
Dalam kepanikan kemampuan berpikir rasional seseorang
hilang dan dapat membawa Anda pada situasi yang
mengakibatkan tragedi. Panik bisa menyebabkan kelelahan,
cedera, atau kematian. Sebuah sikap mental yang positif
masih obat terbaik. Untuk memerangi ketakutan dan panik
tetap tenang, rileks, melihat sisi terang dari setiap hal, dan
tetap dalam pengendalian diri yang baik. Pertahankan
positif self-talk Anda dan ingat tujuan Anda untuk bertahan
hidup. Jika anda mau mempelajari pengetahuan dan
teknik-teknik bertahan hidup di alam bebas serta sering
mempraktekkannya, ini akan sangat bermanfaat dalam
mengurangi kepanikan Anda ketika Anda benar – benar
berada dalam keadaan harus bertahan hidup di alam bebas
dan berada dalam situasi darurat berbahaya.
STRESSORS
First Thing To Do
Sit, Think, Observe, Plan
PMA (Positive Mental Attitude)
•
Menjaga sikap mental positif adalah merupakan aspek
paling penting dari kelangsungan hidup. Sementara
dalam situasi S urvival Anda akan berlatih kemandirian.
Anda hanya akan dapat bergantung pada diri Anda dan
kemampuan Anda. Anda akan harus mengatasi banyak
tantangan yang Anda tidak terbiasa. Masyarakat
modern telah dikondisikan untuk terbiasa mendapat
bantuan instan dari ketidaknyamanan seperti
kegelapan, panas, kelaparan, nyeri, haus, kebosanan,
dingin, dan kesepian. Kemampuan menyesuaikan diri
dan bertoleransi menjadi hanya bersifat sementara.
• Ketika Anda pertama kali menyadari bahwa Anda berada dalam
situasi Survival, berhentilah sejenak dan tenangkan diri Anda. Ini memberi waktu untuk diri Anda mengendalikan ketakutan Anda.
• Kenali bahaya yang mencam hidup Anda. Rileks dan berpikir, jangan
membuat penilaian tergesa-gesa. Amati sumber daya di sekitar Anda. Menganalisis situasi Anda dan merencanakan tindakan hanya setelah mempertimbangkan semua aspek keamanan dan
keselamatan untuk keluar dari kesulitan Anda.
• Pastikan untuk tetap tenang dan tetap dalam keadaan mental yang
stabil. Hal ini penting untuk membuat keputusan yang tepat setiap saat. Tetapkan tujuan Anda bertahan hidup dan jaga agar selalu tetap segar dalam pikiran Anda. Jangan pernah menyerah.
Bersiaplah untuk yang terburuk, tetapi berharap untuk yang terbaik.
“ALWAYS PREPARED!!!”
PMA (Positive Mental Attitude)
Stockdale’s Paradox
•
Laksamana Pertama James Stockdale dari US Navy
adalah tawanan perang (POW) dengan pangkat
tertinggi yang ditahan oleh pihak Vietnam Utara dalam
Perang Vietnam.
•
Dalam tahanan, Admiral Stockdale menciptakan banyak
inovasi seperti teknik berkomunikasi rahasia antar
tawanan, teknik mengelabui interogator namun bisa
disinkronisasikan dengan tawanan lain saat
diinterogasi, melakukan permainan secara rahasia
dengan komunikasi rahasia dengan para tawanan lain
untuk membunuh kebosanan dan tetap memiliki daya
juang sekalipun dalam penahanan pihak musuh.
•
Selama ini orang mengira Sikap Optimis dapat
membantu bertahan hidup, namun ternyata
tidak.
•
Ketika Admiral Stockdale dipulangkan ke
Amerika dan ditanya siapa yang lebih dulu
tewas dalam penahanan, beliau menjawab :
“Itu mudah saja mengetahuinya, yang
tewas lebih dahulu adalah mereka yang
optimis”
Stockdale’s Paradox
•
Optimis yang dimaksudkan oleh Stockdale
adalah mereka yang selalu
mengatakan,”Tenang, kita akan pulang
sebelum Natal.” , “Tenang, tak lama lagi
pasukan Amerika akan segera membebaskan
kita.” Dan semua jenis kalimat yang muncul
dari sikap optimis yang bodoh.
•
Sikap Mental Positif (PMA) yang dibutuhkan
untuk bertahan hidup dalam keadaan
SURVIVAL adalah sikap mental yang mengacu
pada kenyataan tanpa menggantungkan
harapan pada apa yang anda tidak ketahui
secara pasti. Ketika anda menggantungkan
harapan anda pada sesuatu yang tidak pasti,
dan harapan anda tidak terpenuhi, anda lama
kelamaan akan frustasi dan kehilangan
semangat hidup.
Stockdale’s Paradox
Admiral James Bond Stockdale
Adm. James Bond Stockdale
Saat dipulangkan ke Amerika dari Kamp Interniran Vietnam Utara
Perceptual Narrowing
•
Dalam suatu kejadian kecelakaan atau
bencana, orang orang kebanyakan akan
mengalami keadaan dimana mereka
kehilangan sensitivitas pada keadaan di
sekitarnya. Pandangannya kosong, mereka
mematung dan tidak segera bereaksi
menyelamatkan diri. Di benaknya selalu berisi
kata kata “Kenapa saya?”, Kenapa semua ini
harus terjadi?”. Keadaan ini disebut
“Perceptual Narrowing”
•
Perceptual Narrowing diketahui sebagai salah
satu yang menyebabkan menurunnya
kesempatan bertahan hidup dalam hampir
semua kejadian musibah.
•
Contoh
Saat kapal Estonia berlayar dari Tallin, Estonia menuju
Stockholm, Swedia melintasi Laut Baltic, terjadi musibah
dimana kapal tersebut dihantam badai dan tenggelam. 989
Penumpang di dalamnya, saat kapal mulai miring karena
separuh dek sudah tergenang air 20 ton/menit, semua orang
terpaku, bahkan awak kapal juga terpaku seakan tidak tahu
apa yang harus di lakukan. Hanya beberapa orang saja yang
segera melakukan persiapan peran peninggalan kapal
(Abandon Ship)
dan mempersiapkan pelampung serta sekoci.
Akhirnya hanya 138 orang dari 989 penumpang yang
diselamatkan hidup hidup, diperkirakan 650 orang tenggelam
bersama Kapal Estonia dan terbaring di dasar Laut Baltic
sementara sisanya hilang.
Perceptual Narrowing
MV Estonia
MV Estonia terbaring di dasar Laut Baltic bersama 650 orang penumpangnya.