• Tidak ada hasil yang ditemukan

Membangun Sikap Mental Yang Tepat Dalam Keadaan Survival

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Membangun Sikap Mental Yang Tepat Dalam Keadaan Survival"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

By Michael Antony Sea, Jungle, Desert & Disaster Survival Expert

Membangun Sikap Mental Yang Tepat

Dalam Keadaan Survival

• Sebuah situasi darurat Survival mungkin bisa terjadi pada siapapun,

dimanapun. Dapat dikarenakan tersesat dalam perjalanan di belantara, perang, kecelakaan pesawat terbang, kapal atau karena bencana alam. Ketika dihadapkan dengan situasi survival yang tak terduga, seseorang memiliki potensi untuk mengatasi banyak tantangan, mengalahkan semua kemungkinan yang luar biasa, dan keluar dari keadaan survival dengan selamat. Tapi apa sih Survival?

• Survival adalah seni bertahan hidup di alam bebas dengan acara

apapun. Bertahan hidup berarti tetap hidup, untuk menjalani kehidupan. Survival adalah berada dalam keadaan tertentu yang tidak menguntungkan, menerimanya, dan mencoba untuk memperbaikinya, sambil mempertahankan hidup Anda sampai Anda bisa keluar dari situasi darurat tersebut. Dan yang paling penting, kunci lolos dari keadaan Survival adalah pikiran anda.

(2)

• Keberhasilan untuk selamat dari keadaan Survival tergantung

banyak pada kemampuan seseorang untuk menahan stres dalam situasi darurat. Otak Anda tanpa diragukan adalah alat yang terbaik untuk bertahan hidup. Ini adalah aset Anda yang paling berharga dalam situasi Survival. Hal ini tidak selalu berarti fisik yang terkuat yang paling efektif atau lebih baik dalam menangani rasa takut dalam situasi darurat. Survival lebih sering tergantung pada reaksi individu terhadap stres dibandingkan pada bahaya, medan, atau keadaan darurat. Kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan menentukan kemampuan bertahan hidup anda. Keterampilan mental jauh lebih penting daripada keterampilan fisik dalam situasi survival. Reaksi psikologis negative seseorang terhadap stres dalam keadaan Survival seringkali dapat membuat mereka tidak mampu memanfaatkan sumber daya yang tersedia pada diri mereka. Anda kemungkinan besar tidak akan mampu menggunakan keterampilan fisik Anda jika Anda tidak memiliki sikap mental yang positif.

Membangun Sikap Mental Yang Tepat

Dalam Keadaan Survival

• Satu hal yang pasti anda harus membangun kerangka pikiran yang

tepat untuk bertahan hidup dalam suatu situasi Survival yang tidak terduga. Sikap atau kondisi psikologis yang tepat adalah yang nomor satu. Tidak diragukan lagi itulah alat yang paling penting untuk bertahan hidup. Dengan sikap yang tepat hampir semuanya adalah mungkin. Untuk mampu melalui keadaan yang terburuk, tekad yang kuat untuk bertahan hidup sangat diperlukan. Sebuah keinginan yang kuat untuk terus hidup adalah suatu keharusan. Pikiran memiliki kekuatan yang akan memberikan daya pada tubuh untuk mencapai prestasi luar biasa. Catatan dari berbagai kejadian

Survival ternyata menunjukkan bahwa pikiran menjadi faktor utama untuk bertahan hidup dalam situasi darurat di belantara. Tanpa kemauan untuk hidup, bertahan hidup adalah mustahil.

Membangun Sikap Mental Yang Tepat

Dalam Keadaan Survival

(3)

Bertahan hidup dalam keadaan darurat Survival adalah

mungkin dalam sebagian besar situasi tetapi menuntut

usaha yang luar biasa bagi seseorang yang mengalaminya.

Manusia dapat menjadi sangat berani dan cerdik ketika

dalam situasi darurat. Pikiran adalah kekuatan yang sangat

kuat. Ia memiliki kontrol tubuh, tindakan, dan

penalarannya.

Apa yang mempengaruhi Anda secara mental

mempengaruhi Anda secara fisik. Jika Anda berpikir bahwa

Anda tidak dapat bertahan hidup, maka Anda tidak akan

berani mencoba bertahan hidup. Sikap komitmen atau

tujuan untuk hidup, penolakan untuk menyerah, dan sikap

mental yang tepat akan sangat meningkatkan peluang

untuk bertahan hidup.

Membangun Sikap Mental Yang Tepat

Dalam Keadaan Survival

• Mempertahankan sikap hidup yang positif memiliki pengaruh yang

sangat kuat pada mentalitas dan motivasi yang diperlukan untuk menetapkan tujuan untuk bertahan hidup. Ketetapan dan kejelasan tujuan memberikan motivasi untuk membangun sikap yang

diperlukan untuk bertahan hidup walau dalam tekanan. Ketika ditempatkan dalam situasi hidup yang tak terduga Anda akan terpaksa bergantung pada sumber daya sendiri, kemampuan improvisasi dan memecahkan masalah sendiri. Jika Anda ingin bertahan maka Anda akhirnya harus memutuskan untuk mengurus diri sendiri dan tidak mengandalkan orang lain untuk membantu Anda. Anda harus terus-menerus berusaha mencapai tujuan bertahan hidup. Gambar tujuan Anda dalam pikiran Anda dan bayangkan diri Anda mencapai itu. Gambar ini adalah gambar mental Anda.

• Seseorang dengan tekat dan kemauan yang kuat dapat

menaklukkan banyak hambatan. Jangan pernah menyerah, karena tanpa ada kemauan untuk hidup kemungkinan anda akan putus asa

Membangun Sikap Mental Yang Tepat

Dalam Keadaan Survival

(4)

Sementara dalam situasi Survival, Anda akan

dihadapkan dengan banyak masalah yang harus Anda

atasi. Otak Anda akan menjadi aset terbaik Anda tetapi

juga dapat menjadi musuh Anda yang paling

berbahaya. Anda akan dituntut mengalahkan pikiran

negatif dan memiliki imajinasi, serta juga kemampuan

menguasai dan mengendalikan rasa takut Anda. Anda

akan perlu menggeser dan mengadopsi proses mental

yang positif dan optimis. Anda perlu untuk menjadi

kreatif dan menggunakan kemampuan Anda untuk

berimprovisasi untuk dapat beradaptasi dengan situasi.

Bekerja dengan alam, bukan melawannya.

Membangun Sikap Mental Yang Tepat

Dalam Keadaan Survival

Anda akan memiliki tugas penting untuk memecahkan

masalah agar tetap hidup. Memecahkan masalah Anda

harus didasarkan pada mengenali ancaman terhadap hidup

Anda, mengetahui prioritas dan pengaruh ancaman pada

hidup anda, mengetahui tingkat bahayanya yang

mengancam kehidupan Anda, dan mengambil tindakan

yang akan membuat Anda hidup. Hal ini penting untuk

mempertimbangkan keselamatan Anda setiap saat. Jika

Anda meringkas dan menganalisis apa yang Anda butuhkan

untuk memerangi hal itu maka akan lebih mudah bagi anda

untuk memerangi ancaman yang anda kenal daripada jika

Anda berjuang melawan sesuatu yang tidak dikenali.

Kesepian, kelelahan, nyeri, dingin / panas, lapar, haus, dan

ketakutan adalah musuh utama Anda dalam situasi darurat

survival.

Membangun Sikap Mental Yang Tepat

Dalam Keadaan Survival

(5)

Untuk menjaga tubuh Anda tetap hidup Anda harus

memperhatikan indikator –indikator masalah di tubuh

Anda dan harus membela diri melawan musuh-musuh

utama dari kelangsungan hidup Anda. Selalu ingat

untuk menjaga sikap mental positif. Jangan

menambahkan beban ekstra untuk diri sendiri dengan

jatuh ke dalam keadaan mental yang merusak seperti

perasaan mengasihani diri sendiri atau keputusasaan.

Ingat aspek penting dari hidup Anda dan jangan

biarkan gambar mental anda memudar. Pikirkan

keadaan survival yang anda alami sebagai kesempatan

untuk menjelajahi daerah baru. Dengan sikap yang

tepat pengalaman Anda dapat menjadi pengalaman

yang menarik. Nikmati tantangan.

Membangun Sikap Mental Yang Tepat

Dalam Keadaan Survival

• Anda mungkin juga menikmati alam ketika Anda berada di sana dan

tumbuh menjadi individu yang lebih tangguh sebagai produk dari pengalaman Survival Anda.

• Sikap positif mental Anda akan membantu Anda melawan

musuh-musuh kelangsungan hidup Anda. Dalam keadaan Survival, Anda mungkin mengalami lebih dari kesepian saja namun juga kelelahan, nyeri, dingin / panas, lapar, haus, dan ketakutan, tetapi Anda tidak harus memerangi semuanya sekaligus, hanya sejauh mereka telah menjadi ancaman bagi kehidupan Anda. Saat setiap satu atau kombinasi dari mereka dapat mengurangi rasa percaya diri Anda atau mengurangi keinginan Anda berjuang untuk hidup, itulah waktunya Anda memeranginya.

• Semua perasaan ini sangat normal tetapi dapat menjadi lebih parah

dan berbahaya dalam situasi survival di belantara. Dengan belajar untuk mengidentifikasi mereka, Anda akan dapat mengendalikan mereka bukannya membiarkan mereka mengendalikan Anda.

Membangun Sikap Mental Yang Tepat

Dalam Keadaan Survival

(6)

STRESSORS

(Pemicu-pemicu Stress dalam Survival)

1. Loneliness (Kesepian)

• Kesepian adalah musuh yang dapat menyergap Anda tanpa

peringatan. Ini akan menyerang Anda ketika Anda menyadari bahwa diri Anda adalah satu – satunya orang yang ada disekitar Anda dan diri Anda jugalah satu – satunya orang di mana anda dapat

bergantung pada saat dalam situasi Survival. Saat ini lingkungan dan pola hidup masyarakat modern hampir tidak memberi kita

kesempatan untuk menguji kemampuan kita untuk beradaptasi dengan kesunyian, kehilangan dukungan, dan pemisahan dari orang lain, hal ini tentunya menurunkan kemampuan generasi modern untuk beradaptasi terhadap kesunyian, kehilangan dukungan, dan pemisahan dari orang lain secara signifikan dibanding dengan generasi – generasi sebelumnya.

Jangan biarkan kesepian menggerogoti sikap positif

Anda. Melawan dengan cara tetap sibuk, misalnya

dengan menyanyi, bersiul, mengumpulkan makanan,

atau melakukan hal lain akan mengalihkan pikiran Anda

dari beban akan kenyataan bahwa Anda sendirian. Juga

sementara dalam situasi survival yang Anda alami,

kebosanan atau berkurangnya semangat untuk

berusaha mungkin menyerang Anda. Ini harus

disembuhkan untuk mempertahankan sikap mental

yang tepat dalam keadaan survival. Sekali lagi jagalah

diri anda tetap sibuk untuk menjaga pikiran Anda tetap

sibuk.

STRESSORS

(7)

2. Fatigue (Kelelahan)

• Pastikan untuk menghindari kelelahan. Kelelahan berlebihan dari

otot-otot dan pikiran Anda merupakan ancaman serius. Hal ini dapat menyebabkan menurunnya pertahanan Anda dan menjadi kurang sadar dan waspada akan bahaya. Hal ini juga menyebabkan kurangnya perhatian, ketelitian dan meningkatkan kecerobohan serta menghilangnya kemampuan anda mengambil keputusan yang berdasarkan penalaran yang sehat. Luangkan waktu untuk

menyegarkan dan mengistirahatkan otak dan tubuh Anda.

Menghemat energi Anda. Istirahat, tidur, dan menjaga ketenangan sangat penting. Ketika Anda merasa bahwa diri anda sakit, itu adalah sinyal bahwa ada sesuatu yang salah. Ketika di saat-saat gembira Anda mungkin tidak merasa sakit. Jangan biarkan perasaan sakit ini menguras sisi – sisi terbaik dari diri Anda, karena jika itu terjadi maka akan melemahkan keinginan Anda untuk tetap bertahan hidup.

STRESSORS

(Pemicu-pemicu Stress dalam Survival)

3. Cold and Heat (Hawa Dingin dan Panas)

Dingin dan panas adalah musuh lainnya yang harus

diatasi untuk bertahan hidup. Paparan elemen seperti

dingin dan panas dapat menjadi sangat berbahaya.

Buatlah perlindungan sebaik mungkin. Jika dingin

mencoba dan menemukan tempat berlindung dan

membangun api. Jika dalam cuaca benar-benar panas.

hindarilah sengatan sinar matahari secara langsung.

Dalam cuaca dingin Anda mungkin merasa lebih enak

untuk tidur di siang hari dan tetap terjaga di malam

hari dengan api hangat. Dalam cuaca sangat panas

Anda perlu mencari perlindungan untuk tidur di siang

hari.

STRESSORS

(8)

4. Hungry and Thirst (Lapar dan Haus

)

Lapar dan haus adalah musuh yang benar-benar dapat

menekan sikap positif mental Anda. Cobalah untuk

menemukan air. Makanan bisa menunggu. Seseorang bisa

bertahan hidup selama berminggu-minggu tanpa makanan

namun hanya 3 hari tanpa air. Hemat cadangan energi

tubuh Anda. Buatlah rencana pengumpulan makanan

dengan baik. Anda mungkin akan lebih baik beristirahat

daripada berkeliaran tanpa tujuan mencari makanan.

Bahkan jika Anda menemukan makanan Anda tetap

membuang sejumlah energy dan bahayanya jika energy

yang dibuang untuk mendapatkan makanan ternyata lebih

banyak dari energy yang dapat diberikan oleh makanan

yang anda dapatkan.

STRESSORS

(Pemicu-pemicu Stress dalam Survival)

Hanya jika Anda yakin dapat memperoleh

makanan dengan mudah, pergilah dan

dapatkan . Seorang pria dengan perut kenyang

dapat menahan tekanan hidup lebih dari

seorang pria dengan perut kosong. Kurangnya

nutrisi bisa membuat Anda lebih rentan

terhadap depresi. Ingat kerangka berpikir

positif Anda dan jagalah tujuan Anda untuk

hidup tetap tertanam segar dalam pikiran

Anda.

STRESSORS

(9)

5. Fear (Ketakutan)

• Ketakutan adalah musuh terbesar dalam keadaan survival.

Ketakutan adalah reaksi yang normal bagi siapa saja dihadapkan dengan situasi yang mengancam kehidupannya. Orang merasa takut terhadap banyak hal. Orang-orang memiliki rasa takut akan

kematian, tersesat, hewan, penderitaan, ejekan, dan kelemahan-kelemahan diri mereka sendiri. Hal yang paling ditakuti oleh orang yang melakukan perjalanan di belantara adalah tersesat dan semakin jauh berjalan makin tersesat. Tidak ada cara untuk mengetahui bagaimana seseorang akan bereaksi terhadap rasa takut. Ketakutan biasanya tergantung sepenuhnya pada individu itu sendiri bukan pada situasi yang dihadapi. Ketakutan dapat

menyebabkan orang panik atau justru merangsang upaya yang lebih besar untuk bertahan hidup.

STRESSORS

(Pemicu-pemicu Stress dalam Survival)

Ketakutan negatif mempengaruhi perilaku manusia dan

mengurangi peluangnya untuk bertahan hidup.

Perasaan terburuk yang memperbesar ketakutan

adalah keputusasaan dan ketidakberdayaan. Jangan

biarkan gagasan akan kegagalan bertahan hidup

melintas di pikiran Anda. Tidak ada manfaatnya

mencoba untuk menghindari rasa takut dengan

menyangkal kenyataan bahwa Anda sedang berada

dalam situasi hidup yang berbahaya. Anda harus

menerima bahwa ketakutan adalah reaksi alami untuk

situasi berbahaya dan mencoba untuk melakukan

usaha yang terbaik untuk bertahan hidup dan keluar

dari kesulitan anda.

STRESSORS

(10)

6. Panic (Panik)

Panik dalam situasi Survival sangat berbahaya dan

mematikan. Musuh yang lebih berbahaya daripada rasa

takut adalah panik. Panik adalah dorongan tidak terkendali

yang dapat membuat diri anda kehilangan penalaran dan

cenderung mendorong anda mengambil tindakan

tergesa-gesa dan ceroboh yang dapat membawa anda pada situasi

yang lebih serius dan berbahaya bahkan mematikan. Panik

dipicu oleh pikiran dan imajinasi di bawah tekanan. Ini hasil

dari ketakutan yang tidak diketahui, kurangnya kepercayaan

diri, tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya

(kurang pengetahuan). Ketakutan dapat membangun panik

dan menyebabkan seseorang malah membuat situasi yang

lebih buruk.

STRESSORS

(Pemicu-pemicu Stress dalam Survival)

Dalam kepanikan kemampuan berpikir rasional seseorang

hilang dan dapat membawa Anda pada situasi yang

mengakibatkan tragedi. Panik bisa menyebabkan kelelahan,

cedera, atau kematian. Sebuah sikap mental yang positif

masih obat terbaik. Untuk memerangi ketakutan dan panik

tetap tenang, rileks, melihat sisi terang dari setiap hal, dan

tetap dalam pengendalian diri yang baik. Pertahankan

positif self-talk Anda dan ingat tujuan Anda untuk bertahan

hidup. Jika anda mau mempelajari pengetahuan dan

teknik-teknik bertahan hidup di alam bebas serta sering

mempraktekkannya, ini akan sangat bermanfaat dalam

mengurangi kepanikan Anda ketika Anda benar – benar

berada dalam keadaan harus bertahan hidup di alam bebas

dan berada dalam situasi darurat berbahaya.

STRESSORS

(11)

First Thing To Do

Sit, Think, Observe, Plan

PMA (Positive Mental Attitude)

Menjaga sikap mental positif adalah merupakan aspek

paling penting dari kelangsungan hidup. Sementara

dalam situasi S urvival Anda akan berlatih kemandirian.

Anda hanya akan dapat bergantung pada diri Anda dan

kemampuan Anda. Anda akan harus mengatasi banyak

tantangan yang Anda tidak terbiasa. Masyarakat

modern telah dikondisikan untuk terbiasa mendapat

bantuan instan dari ketidaknyamanan seperti

kegelapan, panas, kelaparan, nyeri, haus, kebosanan,

dingin, dan kesepian. Kemampuan menyesuaikan diri

dan bertoleransi menjadi hanya bersifat sementara.

(12)

• Ketika Anda pertama kali menyadari bahwa Anda berada dalam

situasi Survival, berhentilah sejenak dan tenangkan diri Anda. Ini memberi waktu untuk diri Anda mengendalikan ketakutan Anda.

• Kenali bahaya yang mencam hidup Anda. Rileks dan berpikir, jangan

membuat penilaian tergesa-gesa. Amati sumber daya di sekitar Anda. Menganalisis situasi Anda dan merencanakan tindakan hanya setelah mempertimbangkan semua aspek keamanan dan

keselamatan untuk keluar dari kesulitan Anda.

• Pastikan untuk tetap tenang dan tetap dalam keadaan mental yang

stabil. Hal ini penting untuk membuat keputusan yang tepat setiap saat. Tetapkan tujuan Anda bertahan hidup dan jaga agar selalu tetap segar dalam pikiran Anda. Jangan pernah menyerah.

Bersiaplah untuk yang terburuk, tetapi berharap untuk yang terbaik.

“ALWAYS PREPARED!!!”

PMA (Positive Mental Attitude)

Stockdale’s Paradox

Laksamana Pertama James Stockdale dari US Navy

adalah tawanan perang (POW) dengan pangkat

tertinggi yang ditahan oleh pihak Vietnam Utara dalam

Perang Vietnam.

Dalam tahanan, Admiral Stockdale menciptakan banyak

inovasi seperti teknik berkomunikasi rahasia antar

tawanan, teknik mengelabui interogator namun bisa

disinkronisasikan dengan tawanan lain saat

diinterogasi, melakukan permainan secara rahasia

dengan komunikasi rahasia dengan para tawanan lain

untuk membunuh kebosanan dan tetap memiliki daya

juang sekalipun dalam penahanan pihak musuh.

(13)

Selama ini orang mengira Sikap Optimis dapat

membantu bertahan hidup, namun ternyata

tidak.

Ketika Admiral Stockdale dipulangkan ke

Amerika dan ditanya siapa yang lebih dulu

tewas dalam penahanan, beliau menjawab :

“Itu mudah saja mengetahuinya, yang

tewas lebih dahulu adalah mereka yang

optimis”

Stockdale’s Paradox

Optimis yang dimaksudkan oleh Stockdale

adalah mereka yang selalu

mengatakan,”Tenang, kita akan pulang

sebelum Natal.” , “Tenang, tak lama lagi

pasukan Amerika akan segera membebaskan

kita.” Dan semua jenis kalimat yang muncul

dari sikap optimis yang bodoh.

(14)

Sikap Mental Positif (PMA) yang dibutuhkan

untuk bertahan hidup dalam keadaan

SURVIVAL adalah sikap mental yang mengacu

pada kenyataan tanpa menggantungkan

harapan pada apa yang anda tidak ketahui

secara pasti. Ketika anda menggantungkan

harapan anda pada sesuatu yang tidak pasti,

dan harapan anda tidak terpenuhi, anda lama

kelamaan akan frustasi dan kehilangan

semangat hidup.

Stockdale’s Paradox

Admiral James Bond Stockdale

Adm. James Bond Stockdale

Saat dipulangkan ke Amerika dari Kamp Interniran Vietnam Utara

(15)

Perceptual Narrowing

Dalam suatu kejadian kecelakaan atau

bencana, orang orang kebanyakan akan

mengalami keadaan dimana mereka

kehilangan sensitivitas pada keadaan di

sekitarnya. Pandangannya kosong, mereka

mematung dan tidak segera bereaksi

menyelamatkan diri. Di benaknya selalu berisi

kata kata “Kenapa saya?”, Kenapa semua ini

harus terjadi?”. Keadaan ini disebut

“Perceptual Narrowing”

Perceptual Narrowing diketahui sebagai salah

satu yang menyebabkan menurunnya

kesempatan bertahan hidup dalam hampir

semua kejadian musibah.

(16)

Contoh

Saat kapal Estonia berlayar dari Tallin, Estonia menuju

Stockholm, Swedia melintasi Laut Baltic, terjadi musibah

dimana kapal tersebut dihantam badai dan tenggelam. 989

Penumpang di dalamnya, saat kapal mulai miring karena

separuh dek sudah tergenang air 20 ton/menit, semua orang

terpaku, bahkan awak kapal juga terpaku seakan tidak tahu

apa yang harus di lakukan. Hanya beberapa orang saja yang

segera melakukan persiapan peran peninggalan kapal

(Abandon Ship)

dan mempersiapkan pelampung serta sekoci.

Akhirnya hanya 138 orang dari 989 penumpang yang

diselamatkan hidup hidup, diperkirakan 650 orang tenggelam

bersama Kapal Estonia dan terbaring di dasar Laut Baltic

sementara sisanya hilang.

Perceptual Narrowing

MV Estonia

MV Estonia terbaring di dasar Laut Baltic bersama 650 orang penumpangnya.

(17)

Teori 10-80-10

Hanya 10% Orang yang mampu merespon secara baik dan

melakukan apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi.

Mereka ini dipastikan selamat atau disebut TRUE

SURVIVOR.

80% orang berada dalam kemungkinan 50:50 untuk

selamat karena mereka lambat dalam bereaksi saat

bencana terjadi.

10% berikutnya adalah mereka yang dipastikan tidak

selamat karena tidak mampu merespon dan bereaksi

dengan cepat dan tepat saat bencana terjadi.

(Penelitian Prof. James Leach, Ahli Psikologi Survival dan

Kolonel AU Inggris. Penelitiannya menjadi dasar teori untuk

mengembangkan materi pelatihan di Sekolah Survival Militer

Inggris dan Sekolah Survival USAF di Spokane, Washington)

Psychological Resiliency

Kemampuan seseorang bertahan hidup dalam

keadaaan SURVIVAL sangat ditentukan oleh apa

yang dinamakan “Psychological Resiliency”

(Kekenyalan / Kemembalan Psikologis)

Resiliency secara literal berarti : The ability to

bounce back and recover from almost anything.

Untuk menjadi seorang Survivor anda perlu

memiliki Jiwa yang seperti pegas. Tekanan justru

meningkatkan energy potensial anda.

(18)

Referensi

Dokumen terkait

Dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa Selulosa , di antara kedua lapisan selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan Lamel Tengah (Middle Lamel) yang

Buku nonteks disusun untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran. Buku pengayaan dan referensi dapat dimanfatkan oleh peserta didik dan pendidik, sedangkan buku

Diharapkan perancangan sistem informasi pengelolaan kenaikan tingkat olah raga beladiri tae kwon do berbasis website yang dibuat akan dapat dipergunakan sebagai

Mahalnya bahan baku pakan (sumber protein) dapat ditekan (diturunkan) dengan salah satu cara berikut : (1) substitusi sebagian atau tepung kedelai tersebut dengan

1. Bacalah materi yang ada pada uraian materi dan buatlah catatan penting atau rangkuman dari materi-materi tersebut. Jawablah soal-soal pada bagian latihan/kasus/tugas

Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki

angka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di lingkungan Departemen Keuangan Republik Indonesia, PIHAK PERTAMA setuju untuk memberikan penugasan diberikan

Pembuatan Proyek Akhir ini bertujuan untuk : 1) mendapatkan desain tata rias panggung pada tokoh Jasmien dalam pergelaran tata rias Fairy Tales Of Fantasi, 2) mendapatkan