vi Universitas Kristen Maranatha
ABSTRACT
In this tough world, especially on business competition, the management must work more effectively and efficiently. Inventory is an important asset in the company for supporting the operational activity. Without any good inventory, the company’ activity cannot run properly. Internal auditor is a department in the company who controls the inventory independently. The writer did the research regarding the function of internal auditor in PT. Limas Raga Inti. This research is using study case analytic-descriptive method. The primary data was gathered using field research in PT. Limas Raga Inti. The secondary data was gathered from literatures. Based on the writer’s conclusion using Rank Spearman Correlation Analitic, coefficient rs is 0.8385. This means there is a strong correlation between independent variable (internal audit activities) with dependent variable (effectiveness of internal control inventory). Inventory audit by internal auditor in PT. Limas Raga Inti is sufficient because the internal auditor is independent, stock opname availability, inventory cards availability, and documents availability.
vii Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK
Dalam dunia yang ketat ini, terutama dalam dunia usaha, manajemen harus bekerja dengan lebih efektif dan efisien. Persediaan adalah aset penting dalam perusahaan untuk mendukung kegiatan operasional. Tanpa adanya persediaan yang memadai, kegiatan operasional perusahaan tidak dapat berjalan baik. Auditor internal adalah sebuah departmen dalam perusahaan untuk mengontrol persediaan secara independen. Penulis telah melakukan penelitian mengenai fungsi dari auditor internal di PT. Limas Raga Inti. Penelitan ini menggunakan metode deskriptif analitis pendekatan studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui penelitian di lapangan. Data sekunder dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian dengan analisis korelasi Rank Spearman, didapat nilai koefisien rs adalah 0.8385. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara variabel independen (kegiatan audit internal) dengan variabel dependen (efektivitas pengendalian internal terhadap persediaan). Audit persediaan oleh auditor internal di PT. Limas Raga Inti sudah memadai karena auditor internal tersebut independen, adanya stock opname, adanya kartu persediaan, dan adanya dokumen terkait.
viii Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL………...………...i
HALAMAN PENGESAHAN………..………...ii
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI………...………...iii
KATA PENGANTAR……….………...………..iv
ABSTRACT………..………...….vi ABSTRAK………vii
DAFTAR ISI………..……….viii
DAFTAR GAMBAR………...……….………......xiii
DAFTAR TABEL………...……….……...xiv
DAFTAR LAMPIRAN………...………..……..xv
BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Masalah…...………...1
1.2Identifikasi Masalah……….……….…………....3
1.3Maksud dan Tujuan Penelitian……….……….………….………...3
1.4Kegunaan Penelitian……….……….…………3
ix Universitas Kristen Maranatha
2.1.2.3 Wewenang, Tugas, dan Tanggung Jawab Audit Internal ……..…….…12
2.1.2.4 Kualifikasi Audit Internal………..……….….14
2.1.2.5 Fungsi dan Kedudukan Audit Internal………..……….….16
2.1.2.6 Program Audit Internal………...18
2.1.2.7 Laporan Hasil Audit Internal……….….…20
2.1.2.8 Kegiatan Tindak Lanjut Atas Laporan Hasil Audit………...……….…22
2.1.3 Pengendalian Internal……….…23
2.1.3.1 Pengertian Pengendalian Internal…………...……….…23
2.1.3.2 Komponen Pengendalian Internal………..……….…25
2.1.3.3 Karakteristik Pengendalian………..………...31
2.1.4 Efektivitas………..32
2.1.5 Persediaan………..33
x Universitas Kristen Maranatha
2.1.5.2 Metode Penilaian dan Pencatatan Persediaan………34
2.1.5.3 Metode Penilaian Persediaan……….………34
2.1.5.4 Metode Pencatatan Persediaan………..…35
2.1.6 Hubungan Antara Audit Internal dengan Pengendalaian Internal Persediaan….35 2.2 Kerangka Pemikiran……….……36
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian………...………40
3.1.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan………...……….…41
3.1.2 Aktivitas Perusahaan……….………42
3.2 Struktur Organisasi dan Uraian Tugas………..………43
3.3 Metode Penelitian………..………...…59
3.3.1 Tehnik Pengumpulan Data………60
3.3.2 Operasionalisasi Variabel……….………62
3.3.3 Tehnik Pengembangan Instrumen………....………64
3.3.4 Analisa Data dan Pengujian Hipotesis………..………65
3.3.4 Uji Validitas………...65
xi Universitas Kristen Maranatha
4.1.1 Kualifikasi Audit Internal………..70
4.1.2 Program Audit Internal………71
4.1.3 Pelaksanaan Audit Internal……….….72
4.1.4 Laporan Hasil Audit………74
4.1.5 Tindak Lanjut Audit………74
4.2 Pengendalian Internal Persediaan………...74
4.2.1 Lingkungan Pengendalian………..74
4.2.2 Penetapan Resiko Yang Memadai……….77
4.2.3 Aktivitas Pengendalian………...79
4.2.4 Informasi dn Komunikasi………..…..81
4.2.5 Pemantauan……….81
4.2.6 Tujuan Pengendalian Internal……….81
4.3 Pembahasan………82
4.3.1 Peran Audit Internal Dalam Meningkatkan Keefektifan Pengendalian Internal Persediaan………..82
4.3.2 Keefektifan Pengendalian Internal Persediaan………..86
xii Universitas Kristen Maranatha
4.4.1 Analisa Data………86
4.4.2 Pengujian Hipotesis………...98
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ………...…..102
5.2 Saran ………..………105
DAFTAR PUSTAKA ……….107
LAMPIRAN ………109
xiii Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR GAMBAR
xiv Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1………63
Tabel 3.2………68
Tabel 3.3………68
Tabel 4.1………88
Tabel 4.2………89
Tabel 4.3………91
Tabel 4.4………92
Tabel 4.5………93
Tabel 4.6………94
Tabel 4.7………96
Tabel 4.8………97
Tabel 4.9………98
BAB I Pendahuluan 1
Universitas Kristen Maranatha
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Indonesia pada saat ini sedang menghadapi berbagai masalah baik itu di
bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Namun demikian pemerintah terus
berusaha melaksanakan pembangunan di berbagai bidang dalam rangka mencapai
masyarakat adil dan makmur. Dalam rangka pencapaian tujuan tersebut,
perkembangan dititikberatkan pada sektor ekonomi. Khususnya pada perkembangan
dunia usaha dewasa ini yang sangat ketat, yang menuntut manajemen untuk dapat
bekerja lebih efisien dan efektif.
Persediaan merupakan bentuk investasi yang hampir selalu ada di semua
perusahaan dan merupakan aktiva terpenting dalam perusahaan untuk menunjang
kelancaran aktivitas produksi perusahaan. Tanpa adanya persediaan aktivitas
perusahaan tidak dapat berjalan dengan baik, hal ini dikarenakan persediaan
merupakan suatu hal yang penting. Dengan demikian persediaan harus tersedia.
Artinya persediaan harus ada sesuai dengan yang telah ditetapkan. Jika persediaan
terlalu sedikit hal ini akan menganggu jalannya aktivitas perusahaan begitu pula jika
persediaan terlalu banyak maka akan mengakibatkan penimbunan, dan menimbulkan
tingginya biaya penyimpanan dan pemeliharaan. Persediaan juga merupakan harta
dan sifatnya sensitif terhadap penurunan harga pasar, pemborosan, pencurian,
BAB I Pendahuluan 2
Universitas Kristen Maranatha Tingkat pertanggungjawaban manajemen yang berbeda-beda fungsinya
disertai dengan desentralisasi dan sentralisasi menyebabkan manajemen memerlukan
bagian tertentu dalam perusahaan yang berfungsi untuk membantu dalam
menyelenggarakan pengawasan dan pengendalian dalam semua kegiatan perusahaan,
termasuk didalamnya menyangkut perencanaan dan pengendalian bahan baku.
Agar pengendalian dapat berjalan efektif, efisien, dan ekonomis diperlukan
suatu bagian tertentu dalam perusahaan yang dapat berperan dalam pengendalian
secara independen terhadap bagian-bagian lainya untuk mengawasi dan menilai
keefektifan, keefisienan, dan keekonomisan seluruh kegiatan operasional perusahaan.
Bagian ini pada perusahaan dikenal dengan audit internal. Audit internal merupakan
bagian perusahaan yang independen, yang diharapakan dapat menilai dan
mengevaluasi terhadap kegiatan-kegiatan perusahaan untuk menghasilkan informasi
yang akurat dan tepat waktu yang ditujukan kepada manajemen untuk pengambilan
keputusan yang cepat dan akurat.
Pengendalian persediaan memerlukan penanganan secara khusus dan
hati-hati, hal ini dilakukan agar pengendalian persediaan bahan baku dapat dilaksanakan
secara memadai. Seberapa jauh audit internal dapat bermanfaat bagi manajemen dan
bagaimana audit internal berperan dalam menunjang efektifitas pengendalian
persediaan, merupakan permasalahan yang menarik sehingga penulis melakukan
penelitian dan menuangkannya dalam suatu skripsi yang berjudul:
“Peranan Audit Internal untuk Meningkatkan Efektifitas Pengendalian
BAB I Pendahuluan 3
Universitas Kristen Maranatha
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mengidentifikasikan masalah
sebagai berikut:
1. Bagaimana pengendalian intern atas persediaan elpiji di perusahaan tersebut?
2. Bagaimana fungsi audit internal dalam menunjang efektifitas pengendalian
internal persediaan elpiji di perusahaan?
3. Bagaimana peran audit internal untuk meningkatkan efektifitas pengendalian
persediaan elpiji di perusahaan?
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud penelitian yang dilakukan penulis adalah untuk mengetahui
bagaimana peranan internal audit dalam pengendalian efektifitas persediaan elpiji.
Selain itu juga penelitian dilakukan untuk mengetahui dan melengkapi salah satu
syarat menempuh Ujian Sarajana Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha.
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk:
1. Mengetahui pengendalian intern atas persediaan elpiji di perusahaan.
2. Mengetahui fungsi audit internal dalam menunjang efektifitas pengendalian
internal persediaan elpiji di perusahaan.
3. Mengetahui peran audit internal untuk meningkatkan efektifitas pengendalian
persediaan elpiji di perusahaan.
1.4 Kegunaan Penelitian
Berdasarkan hasil penulisan diatas, hasil penelitian ini diharapkan berguna
BAB I Pendahuluan 4
Universitas Kristen Maranatha 1.4.1 Kegunaan akademis
1. Memberikan sumbangan terhadap ilmu akuntansi khususnya dalam bidang
audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian internal persediaan.
2. Bagi penulis, dapat menambah wawasan pengetahuan dan daya nalar sebagai
bagian dari proses belajar, sehingga dapat lebih memahami bagaimana
aplikasi dan teori yang diperoleh diperkuliahan dengan praktis yang
sesungguhnya di dunia nyata.
1.4.2 Kegunaan Praktis
1. Perusahaan yang diteliti, agar dapat mengetahui pentingnya peranan auditor
internal khususnya dalam menunjang efektifitas pengendalian internal
persediaan.
2. Organisasi lainnya, agar menjadi wacana bagi perkembangan ilmu
pengetahuan khususnya ilmu akuntansi dan masukan yang berharga bagi
organisasi lainnya dalam pencapaian audit internal yang menunjang dalam
Bab V Kesimpulan dan Saran 102
dikemukakan sebelumnya penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Pelaksanaan audit internal atas persediaan elpiji pada PT Limas Raga Inti
cukup memadai hal ini sesuai dengan perhitungan analisis data sebesar
87% hal ini terlihat dari:
a. Telah terpisahnya kedudukan audit internal dengan bagian lain dalam
PT Limas Raga Inti dan tidak terlibat dalam kegiatan operasional
sehingga pelaksanaan audit internal dilakukan secara objektif dan
bertanggungjawab langsung kepada direktur
b. Para auditor internal memahami tentang standar profesi audit internal
walaupun tak memiliki sertifikat kualifikasi
c. Adanya program audit yang dilakukan oleh audit internal agar
pemeriksaan yang dilakukan tersusun dan terencana dengan baik.
d. Pelaksanaan audit yang sesuai dengan program audit yang telah dibuat.
e. Laporan audit dibuat setelah audit dilakukan, laporan tersebut memuat
temuan-temuan hasil audit, rekomendasi dan saran mengenai
kelemahan-kelemahan dan pengendalian yang ada untuk
Bab V Kesimpulan dan Saran 103
Universitas Kristen Maranatha f. Adanya tindaklanjut atas laporan hasil audit oleh manajemen. Salah
satu tindaklanjut berupa penyempurnaan ketatalaksanaan.
g. Telah terpenuhinya unsur-unsur audit internal pada PT Limas Raga
Inti yang meliputi:
Ketaatan yaitu aktivitas penilaian dan pemeriksaan terhadap
ketaatan dan kebijakan peraturan yang ditetapkan, ketaatan
pelaksanaan proseduroperasi dan ketaatan prosedur akuntansi.
Verifikasi yaitu aktivitas auditor internal PT Limas Raga Inti
dalam mengajukan saran-saran perbaikan terhadap temuan-temuan
dalam pemeriksaannya
Evaluasi yaitu aktivitas penilaian secara menyeluruh atas
pengendalian keuangan dan kegiatan pengendalian internal
persediaan elpiji PT Limas Raga Inti
2. Pengendalian internal persediaan elpiji pada PT Limas Raga Inti sangat
efektif dinilai dalam analisis data terhadap kuesioner sebesar 88% hal ini
dapat dilihat dengan adanya unsure-unsur sebagai berikut:
a. Telah terpenuhinya lingkungan pengendalian seperti : nilai etika dan
kejujuran, komitmen terhadap kompetensi, partisipasi dewan
komisaris, filosofi dan gaya operasi manajemen, strukrur organisasi,
pelimpahan wewenang dan tanggungjawab, kebijakan dan praktik
sumber daya manusia yang mendukung aktivtas pengendalian internal
Bab V Kesimpulan dan Saran 104
Universitas Kristen Maranatha b. Terdapatnya penaksiran resiko yan akan timbul dalam lingkungan PT
Limas Raga Inti dan rencana penanggulangannya.
c. Adanya aktivitas pengendalian internal yang memadai yang mencakup
pemisahaan fungsi, otorisasi yang sesuai dari transaksi dan aktivitas,
pengendalian fisik persediaan, dokumen dan catatan yang memadai.
d. Adanya informasi dan komunikasi yang dapat menunjukkan bahwa
semua informasi persediaan elpiji didukung dengan dokumen yang
lengkap dan transaksi yang sah dengan komunikasi yang memadai.
e. Adanya pemantauan terhadap dokumen dan bukti transaksi serta
terhadap pelaksanaan prosedur yang telah ditetapkan.
f. Tujuan-tujuan umum pengendalian internal persediaan elpiji yang
dapat dicapai:
Keandalan laporan keuangan telah tercapai karena prosedur
persediaan elpiji selalu dilengkapi catatan-catatan atau dokumen
pendukung sehingga bagian akuntansi dapat memasukkan dalam
catatan akuntansi secara benar dan hal ini membuat laporan
keuangan dapat diandalkan.
Adanya pengawasan terhadap persediaan elpiji. Dengan
dilakukannya stock opname setiap hari. Sehingga sulit untuk
terjadinya kecurangan-kecurangan yang terjadi atau hilangnya
Bab V Kesimpulan dan Saran 105
Universitas Kristen Maranatha Kepatuhan terhadap perundang-undangan telah dijalankan
mengingat adanya sanksi tegas yang diberikan oleh PT Limas Raga
Inti terhadap penyimpangan yang terjadi.
3. Pengujian Hipotesis
a. Berdasarkan analisis korelasi rank spearman didapat nilai koefisien rs
sebesar 0.8385 yang artinya terdapat hubungan yang sangat kuat antara
variabel independen yaitu pelaksanaan audit internal yang memadai
terhadap variabel dependen yaitu efektivitas pengendalian internal
persediaan elpiji.
b. Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh bahwa t hitung > t tabel yaitu
2.6649 > 2.571 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima
5.2 Saran
Saran- saran yang dapat penulis kemukakan setelah melakukan penelitian
atas peranan audit internal untuk meningkatkan pengendalian internal persediaan
elpiji adalah sebagai berikut :
Bagian Audit Internal PT Limas Raga Inti harus bisa
mempertahankan kinerjanya sebagai bagian dari perusahaan yang memberikan
kegiatan penjaminan dan konsultasi yang independen dan objektif yang dirancang
untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan efektivitas kegiatan operasi
Bab V Kesimpulan dan Saran 106
Universitas Kristen Maranatha Audit Internal sebaiknya melakukan pemeriksaan dengan waktu
yang berbeda-beda yang bertujuan agar memantau kinerja para karyawan apakah
sesuai dengan prosedur-prosedur yang berlaku dan tidak terjadi
penyimpangan-penyimpangan yang akan dilakukan oleh karyawan.
107 Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR PUSTAKA
Arrens, Alvin A., Elder, Randal J., and Beasley, Mark S., 2003, Auditing and Assurance Service
An Integrated Approach. New Jersey. Prentice-Hall
Mulyadi , 1990 Pemeriksaan Akuntan, Edisi Ketiga, Yogyakarta: Penerbit Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi YPKM.
Hiro Tugiman, 2001, Standar Profesional Audit Internal, edisi kelima, Yogyakarta : Kanisius
(anggota IKAPI)
Hiro Tugiman, 2004. Pengenalan Audit Internal, Jakarta
Lawrence B. Sawyer, Martiner A. Dittenhofer, James H. Scheiner, Internal Auditing, first
edition, New York- Prentice-Hall
Hiro Tugiman, 1997, Standar Profesional Auditor Internal, Cetakan kelima, Yogyakarta,
Penerbit Kanisius
Konsorium Organisasi Profesi Audit Internal, 2001. Standar Profesi Audit Internal, Jakarta
Boynton, Wiliiam C., Johnson, Raymond N., and Kell, Walter G., 2001 Modern Auditing,
Seventh Edition, John Wiley and Sons, Inc
Bambang Hartadi, 1999, Auditing. Yogyakarta, Penerbit BPFE
Brink, Victor Z., and Herbert Witt, 1982. Modern Internal Auditing, Fourth Edition, New York:
108
Universitas Kristen Maranatha Cashin, James A., Paul D. Neuwirth, and John F. Levy, 1998, Cashin’s Handbook For Auditors,
Second Edition, Singapore : Mc. Graw- Hills Book, Co.
Arrens, Alvin A.,Loebbecke. 2001, Auditing an Integrated Approach. New Jersey. Prentice-Hall
Warren, Reeve F. 2005, Acounting, Twenty One Edition, South-Western of Thomson Learning
Sugiyono, 2002, Statistika Untuk Penelitian, Cetakan kelima, Bandung, Alfabeta
Sidney, Siegel, 1997, Statistk Non Parametrik Untuk ilmu-ilmu Sosial, Jakarta, Penerbit PT