• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PERAN DAN KONTROL MASYARAKAT SIPIL DALAM KEKUASAAN KEHAKIMAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MAKALAH PERAN DAN KONTROL MASYARAKAT SIPIL DALAM KEKUASAAN KEHAKIMAN"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERKUATAN PEMAHAMAN HAK ASASI MANUSIA UNTUK HAKIM SELURUH INDONESIA Hotel Grand Angkasa Medan, 2 - 5 Mei 2011

MAKALAH

PERAN DAN KONTROL MASYARAKAT SIPIL DALAM KEKUASAAN KEHAKIMAN

Oleh:

DR. Bambang Widjojanto Fakultas Hukum Universitas Trisakti

Senior Partners WSA Lawfirm

Legal Advisor Partnership for Governance Reform

KOMISI YUDISIAL REPUBLIK INDONESIA

(2)

PERAN DAN KONTROL

MASYARAKAT SIPIL DALAM KEKUASAAN KEHAKIMAN

DR. Bambang Widjojanto

Fakultas Hukum Universitas Trisakti Senior Partners WSA Lawfirm

Legal Advisor Partnership for Governance Reform

Lokakarya, Kerjsama Komisi Yudisial dan PUSHAM UII,

Medan, Rabu 4 Mei 2010

(3)

PENDAHULUAN

• ”Ubi societas ibi ius”, karena ada masyarakat, maka ada hukum. Tidak ada hukum jika tidak ada masyarakat.

• Ada relasi yang erat antara hukum dan masyarakat.

• Ada rakyat Indonesia maka ada konstitusi Indonesia ;

• Ketika Rakyat Indonesia deklarasikan kemerdekaannya, maka UUD 1945 yang menjustifikasi pembentukan

pemerintahan Negara Indonesia;

• Ada relasi antara rakyat, hukum dan pemerintahan;

• Hukum dan Pemerintahan dibentuk dan ditujukan untuk kepentingan rakyat;

• Kontrol rakyat menjadi penting dan relevan agar dapat

memastikan bahwa hukum dan pemerintahan memang

ditujukan untuk kepentingan rakyat

(4)

RAKYAT, KONSTITUSI, HUKUM DAN HAM

A. KONSTITUSI DAN RAKYAT

• Konstitusi Æ sumber authentik dan otoritatif yg dapat menjelaskan hubungan Æ rakyat,

pemerintah, hukum dan ham;

• Pada Konstitusi disebutkan beberapa hal; yaitu:

– Kesatu, Rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya;

– Kedua, dibentuklah Pemerintah Negara Indonesia, tujuannya untuk Æ melindungi, memajukan dan

mencerdaskan;

– Ketiga, disusunlah kemerdekaan itu dalam suatu

konstitusi yg terbentuk dalam susunan negara RI;

(5)

• Ada 5 (lima) kata rakyat yg tersebut secara

eksplisit di dalam pembukaan Konstitusi, yaitu meliputi:

– Kesatu, perjuangan pergerakan kemerdekaan Æ telah mengantar rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Neara Indonesia;

– Kedua, rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya;

– Ketiga, susunan Negara RI Æ berkedaulatan rakyat;

– Keempat, kerakyatan yg dipimpin oleh hikmat

kebijaksanaan dlm permusyawaratan perwakilan;

– Kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia;

• Kosakata “Rakyat” ditempatkan mulai dari perjuangan pergerakan kemerdekaan,

pernyataan kemerdekaan, dasar dari susunan

negara, salah satu dasar negara dan tujuan dari

bernegara.

(6)

B. HUKUM DAN (KEDAULATAN) RAKYAT

• Indonesia Æ Negara Hukum berbentuk Republik;

• Kedaulatan berada di tangan rakyat

dilaksanakan sepenuhnya sesuai Konstitusi;

• Ada konvergensi antara hukum dan rakyat Æ Recht Idee dan Filsafat Keadilan dr Kekuasaan Kehakiman;

– Hukum timbul dan berkembang bersama masyarakat;

– Hukum Æ adalah produk dari kekuasaan;

– Hukum menjadi instrumen dan ditujukan untuk kepentingan masyarakat;

– Hukum adalah instrumen untuk mengarahkan

masyarakat menuju suatu tujuan yang diinginkan;

– Hukum ditempatkan di depan kenyataan dan

memandu masyarakat menuju tujuan tertentu untuk

menimbulkan kemanfaatan, kepastian dan keadilan.

(7)

PENEGAKAN HUKUM, JUSTISIABEL DAN HAM

• Penegakan hukum dan keadilan dilakukan oleh

kekuasaan kehakiman merdeka yg menyelenggarakan peradilan;

• Pihak yang menjadi user atau beneficiaries dari suatu penyelenggaraan peradilan oleh kekuasaan kehakiman adalah rakyat atau para Justisiabel;

• Rakyat punya kepentingan agar kekuasaan kehakiman menjadi kekuasaan yang merdeka dan akuntabel di

dalam menegakkan hukum dan keadilan;

• Bab XA Konstitusi/ UUD 1945 Æ khusus mengatur perihal HAM Æ ada sekitar 10 pasal dan 25 ayat;

• Rakyat punya keinginan agar HAM tidak hanya diakui prinsipnya di dalam konstitusi tetapi juga dapat di

enforce sehingga dapat sungguh bermanfaat bagi

kepentingan rakyat

(8)

PERAN DAN KONTROL MASYARAKAT

• Mengapa Rakyat punya Kepentingan dalam Penegakan Hukum:

– Rakyat atau warga adalah user dan stakeholeders dari kekuasaan kehakiman:

– Rakyat punya kepentingan Æ ada suatu kekuasaan kehakiman yang menjalankan tugas dan

kewenangannya untuk menegakkan hukum dan keadilan;

– Rakyat atau warga punya kepentingan adanya

kekuasaan kehakiman yang independen, profesional dan akuntabel agar terwujudnya peradilan yang bersih dan dipercaya oleh masyarakat;

– Kekuasaan kehakiman Æ Peradilan negara

menerapkan dan menegakkan hukum dan keadilan

berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 (Pasal 2 ayat

{2} UU No. 48 Tahun 2009)

(9)

PERAN SERTA MASYARAKAT

• Peran serta Masyarakat diatur secara eksplisit dalam :

– Pasal 8 dan Pasal 9 UU 28 Tahun 1999 (UU penyelenggaraan Negara yg Bebas dan Bersih dari KKN); dan

– Pasal 41 dan Pasal 42 UU 39 Tahun 1999 (UU HAM).

– Pasal .... UU Informasi Publik

• Peran serta dimaksud di dalam penyelenggaraan negara serta di dalam upaya pencegahan dan pemberantasan TPK;

• Wujud Peran serta Masyarakat meliputi:

– a. hak mencari. memperoleh. dan memberikan informasi;

– b. hak untuk memperoleh pelayanan yang sama dan adil;

– c. hak menyampaikan saran dan pendapat secara bertanggung jawab;

– d. hak memperoleh perlindungan hukum; :

(10)

• Kedua perundangan menyatakan tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dalam Penyelenggara Negara diatur lebih lanjut

dengan PP;

• Yang membedakan antara peran serta

masyarakat di kedua perundangan adalah:

– hak untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan tentang laporannya yang diberikan kepada penegak hukum dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari;

– Pemerintah memberikan penghargaan kepada anggota masyarakat yg telah berjasa membantu upaya pencegahan, pemberantasan, atau

pengungkapan tindak pidana korupsi akan diatur

di dalam PP.

(11)

• UU No. 7 Tahun 2006 tentang Ratifikasi

UNCAC juga memberikan perhatian tentang partisipasi publik, yaitu antara lain menyatakan:

– Sektor swasta turut lakukan pencegahan korupsi:

tingkatkan standar akuntansi & audit, penerapan sanksi yang tegas, pencegahan penyalahgunaan prosedur yang mengatur badan hukum perdata, termasuk prosedur pemberian subsidi & periizinan, mencegah benturan kepentingan, membangun

sistem dalam lembaga pengawasan yang efektif.

– Partisipasi aktif pihak di luar sektor publik :

meningkatkan kesadaran mengenai kegawatan dan ancaman dari korupsi yg antara lain meliputi:

kontribusi publik dalam pembuatan keputusan, akses yang efektif pada informasi, program pendidikan

untuk menyebarkan sikap non toleransi atas korupsi

serta mempromosikan dan melindungi kebebasan

untuk mencari, mendapatkan, menerbitkan dan

menyebarkan informasi tentang korupsi.

(12)

FAKTA KEJAHATAN DALAM KEKUASAAN KEHAKIMAN

SATGAS PEMBERANTASAN MAFIA HUKUM

• Para Pelaku Kejahatan:

– Pelaku yang potensial terlibat di dalam kejahatan mafia hukum, yaitu: meliputi:

• petugas registerasi perkara, pantera, panitera pengganti, hakim, ketua pengadilan;

• Jaksa, advokat, para pihak, dan terdakwa serta para calo.

• Pola dan Modus Operandinya:

– Kesatu Æ negosiasi putusan/penetapan, permintaan

uang lelah atau uang terima kasih dan penipuan;

(13)

• Kedua Æ hakim atau melalui perantara meminta uang pada salah satu pihak dengan imbalan berupa putusan perkara yang menguntungkan salah satu pihak/

terdakwa/ korban, mengatur besaran ganti rugi, memutus perkara tidak dapat diterima;

• Ketiga Æ Hakim menunda-nunda pembacaan putusan, dilelangnya amar putusan (baik dilakukan sendiri

maupun dengan perantara),dilakukannya negosiasi

putusan, dan adanya permintaan uang lelah atau terima kasih;

• Keempat Æ salah satu pihak yang terlibat secara

langsung maupun tidak langsung di dalam persidangan meminta uang dalam jumlah tertentu kepada korban

(terdakwa atau pihak berpekara) dengan cara menipu

dan mengatasnamakan kepentingan hakim

(14)

KONTEKS & PROBLEM PENGAWASAN

JENIS PENGAWASAN

• Ada beberapa jenis pengawasan dalam Kekuasaan

Kehakiman, yaitu “pengawasan tertinggi”, “internal” dan

“eksternal”:

• Pengawasan tertinggi menunjuk pada lingkup

pengawasan, yaitu: terhadap penyelenggaraan peradilan pada semua badan peradilan yang berada di bawah

Mahkamah Agung;

• Pengawasan internal menunjuk pada subyek yang diawasi yaitu tingkah laku hakim dan dilakukan oleh Mahkamah Agung;

Pengawasan eksternal ditujukan untuk menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim dan dilakukan oleh Komisi Yudisial;

Komisi Yudisial dapat menganalisis putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, dalam

rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim Æ dasar rekomendasi

untuk melakukan mutasi hakim”.

(15)

MASALAH PENGAWASAN

• Ada beberapa masalah yang muncul dalam bidang pengawasan, problem tsb. antara lain:

• Kesatu, pengawasan internal Æ mengawasi ”tingkah laku” hakim dan ”perilaku” hakim. Apakah pengawasan tersebut mempunyai kaitan dengan penyelenggaraan peradilan?.

• Kedua, ”core business” dari kekuasaan kehakiman adalah menyelenggarakan peradilan dan ”core

business” dari Komisi Yudisial adalah menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim.

• Ada 2 (dua) pertanyaan:

– Apakah dalam rangka menegakkan kehormatan dan keluhuran martabat hanya berkenaan dengan perilaku hakim saja?

Ataukah

– Apakah penegakkan kehormatan dan keluhuran martabat serta perilaku hakim juga berkaitan dengan penyelenggaraan

peradilan?.

(16)

PERTANYAAN

• Sejauhmana rakyat mempunyai peran dan dapat melakukan kontrol terhadap

kekuasaan kehakiman ?;

• Ada kepentingan dari rakyat, ada modus operandi dan berbagai keterbatasan

prosedural

(17)

UPAYA DAN PROGRAM

DALAM KONTEKS PERAN DAN KONTROL

• Ada 2 (dua) pola keterlibatan masyarakat, empowering from within and pressure from outside;

• Ada berbagai LSM dan Non Formal Leaders yang

terlibat dalam pengembangan kapasitas kelembagaan lembaga penegakkan hukum;

• Tidak cukup banyak yang mengambil peran sebagai Watch Dog;

• Tantangannya, sejauhmana peran yang dimainkan LSM dan Informal Leaders sudah bermanfaat bagi

kepentingan justisiabel; peningkatan kualitas

independensi dan akuntabilitas kekuasaan kehakiman;

dan mendorong perluasan keterlibatan konstituennya.

(18)

UPAYA DAN PROGRAM YANG DIPERLUKAN?

• Keterbukaan Æ Informasi yang bersifat material dan relevan (disclosure) mengenai lembaga dalam

melaksankaan tugas dan wewenangnya.

• Independensi Æ Meminimalisasi intervensi dari

”kekuasaan” lainnya dan juga semua faktor, pengaruh atau tekanan pihak lainnya yang bertentangan dengan intergitas dan kredibilitas kekuasaan kehakiman yang baik;

• Key Performance Indexs Æ Adanya indikator dan parameter yang terukur serta mekanisme yang jelas untuk mengukur kinerja lembaga dan aparatur yang

bekerja pada institusi kekuasaan kehakiman, khususnya dalam konteks akses publik pd proses di lembaga

kekuasaan kehakiman;

(19)

• Program konsolidasi sistem pengawasan internal dan eksternal, serta tidak terintegrasinya pengawasan

melekat dan fungsional;

• Perluasan keterlibatan partisipasi publik baik melalui penanganan klaim dan komplain maupun kontribusi ide dan gagasan untuk turut serta menjaga martabat dan penghormatan kekuasaan kehakiman;

• Konsolidasi LSM dan Informal Leaders yang bergerak di bidang peningkatan kapasitas kelembagaan dan watch dog untuk secara bersama merumuskan fkous, prioritas, mekenisme sinergitas untuk mendorong percepatan

independensi dan akuntabilitas kekuasaan kehakiman.

• Peningkatan pembuatan program alternatif yang dapat

dijadikan terobosan untuk hal tersebut di atas.

(20)

• Hal lain yang dapat didesakkan masyarakat:

– Pembuatan Single Identity Number for Law Enforcers;

– LHKPN yang di integrasikan dengan Mereva In Junction;

– Help Desk and Quick Respond for Public Complaint:

– Publikasi Putusan Landmark Hakim agar dapat dijadikan Benchmark;

– Pemberian Reward pada para Jurist yang menunjukan kinerja jauh melebihi batas kewajibannya;

– Analisis Putusan Hakim dan mempublikasikannya hingga dapat menjadi “Quality Social Control”;

– Revitalisasi Idiologi dari Rechts Idee, Doctrine, dan

Teori yang relevan dengan kepentingan masyarakat;

(21)

Referensi

Dokumen terkait

Konsultasi Laporan PPL Konsultasi terkait dengan Daftar nilai yang akan diserahkan kepada Ibu arini yang harus dipenuhi bagi siswa – siswi yang belum tuntas remedial selain itu

Organisasi, administrasi, dan finansial pada Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum dan Peradilan Tata Usaha Negara Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Pengadilan Tinggi,

Sebagai salah satu lembaga hukum dalam bidang peradilan yang melaksanakan kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan yang beragama Islam mengenai perkara tertentu,

Pada metode aritmetik dianggap bahwa data curah hujan dari suatu tempat pengamatan dapat dipakai untuk daerah pengaliran di sekitar tempat itu dengan merata-rata

Dengan menggunakan data citra satelit multi temporal ASTER (Advanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer) yang ditunjang dengan data sampel air laut

Sujud syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufik, ridho-Nya dan hidayahnya-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir

Inti dari permasalahan penelitian ini adalah PT. Salah satu penurunan kinerja karyawan adalah kurangnya kedisiplinan para karyawannya, hal ini dapat terlihat

Buku Panduan Mahasiswa (BPM) Blok 4.7.14 ini terdiri dari beberapa mata ajar yang tidak terintegrasi yang terhimpun dalam blok ini, antara lain mata ajar Ilmu Kesehatan Gigi