STUDI SIMBOL KARAKTER BAYEK DALAM VIDEOGAME ASSASSIN’S CREED ORIGIN (2017)
SKRIPSI
Oleh:
Felix Jyesta Elka Aditya NIM: 1312263024
PROGRAM STUDI S-1 DESAIN KOMUNIKASI VISUAL JURUSAN DESAIN
FAKULTAS SENI RUPA
INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA 2020
brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk
provided by Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
ii
STUDI SIMBOL KARAKTER BAYEK DALAM VIDEOGAME ASSASSIN’S CREED ORIGIN (2017)
SKRIPSI
Oleh:
Felix Jyesta Elka Aditya NIM: 1312263024
Tugas Akhir ini Diajukan kepada Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh
Gelar Sarjana S-1 dalam Bidang Desain Komunikasi Visual
2020
iii
iv
Karya ini terselesaikan atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Karya ini dipersembahkan untuk kedua orang tua yang selalu mendukung baik secara spiritual maupun finansial, serta Sylvester yang setia menemani selama penulisan Tugas Akhir ini dibuat.
v
“We must never give up a fight, the minute we do, we already lost”
- Bayek of Siwa, Assassin’s creed Origin -
vi
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Felix Jyesta Elka Aditya
NIM : 1312263024
Fakultas : Seni Rupa Jurusan : Desain
Program Studi : Desain Komunikasi Visual
Dengan ini menyatakan bahwa seluruh materi dalam skripsi saya yang berjudul STUDI SIMBOL KARAKTER BAYEK DALAM VIDEOGAME ASSASSIN’S CREED ORIGIN, adalah hasil karya tulis saya sendiri dan belum pernah diajukan oleh pihak lain. Demikian pernyataan ini saya buat dengan penuh tanggungjawab dan kesadaran tanpa paksaan dari pihak manapun.
Yogyakarta, 24 Januari 2020 Penulis,
Felix Jyesta Elka Aditya NIM. 1312263024
vii
LEMBAR PERNYATAAN
PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Felix Jyesta Elka Aditya
NIM : 1312263024
Fakultas : Seni Rupa Jurusan : Desain
Program Studi : Desain Komunikasi Visual
Dengan pengembangan ilmu khususnya pada bidang Desain Komunikasi Visual, dengan ini saya memberikan karya skripsi yang berjudul STUDI SIMBOL KARAKTER BAYEK DALAM VIDEOGAME ASSASSIN’S CREED ORIGIN, kepada ISI Yogyakarta untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk lain, mengelola dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikan dalam internet atau media lain, untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan penuh tanggungjawab dan kesadaran tanpa paksaan dari pihak manapun.
Yogyakarta, 24 Januari 2020 Penulis,
Felix Jyesta Elka Aditya NIM. 1312263024
viii
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan berkat-Nya dan berbagai anugerah yang telah diberikan. Puji Tuhan, setelah melalui berbagai halangan, rintangan, dan beban pikiran selama proses pengerjaannya yang cukup panjang, akhirnya skripsi ini telah terselesaikan. Skripsi ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan Pendidikan S-1 Penulis dalam Program Studi Desain Komunikasi Visual, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Skripsi ini ditulis dengan judul STUDI SIMBOL KARAKTER BAYEK DALAM VIDEOGAME ASSASSIN’S CREED ORIGIN. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu makna-makna dibalik elemen visual pada karakter Bayek yang merupakan tokoh protagonis dalam videogame yang berjudul Assassin’s creed Origin (2017) yang dikaji menggunakan metode semiotika Roland Barthes. Dari Hasil Penelitian yang telah dilakukan, Skripsi ini tentu masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, Penulis sangat mengharapkan adanya umpan balik berupa kritik, dan saran dari pembaca.
Semoga karya ilmiah ini dapat dapat memberikan ilmu tambahan dan manfaat bagi pembaca.
Yogyakarta, 24 Januari 2020 Penulis,
Felix Jyesta Elka Aditya NIM. 1312263024
ix
UCAPAN TERIMA KASIH
Dari hati yang terdalam penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. M. Agus Burhan, M.Hum, selaku Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
2. Ibu Dr. Suastiwi, M.Des, selaku Dekan Fakultas Seni Rupa (FSR), ISI Yogyakarta.
3. Ibu Wiwik Sri Wulandari, M.Sn., selaku Pembantu Dekan I, FSR, ISI Yogyakarta.
4. Bapak Dr. Timbul Rahardjo, M.Hum., selaku Pembantu Dekan III, FSR, ISI Yogyakarta.
5. Bapak Martino Dwi Nugroho, S.Sn., MA., selaku Ketua Jurusan Desain, FSR, ISI Yogyakarta.
6. Bapak Indiria Maharsi, M.Sn, selaku Kaprodi Desain Komunikasi Visual (DKV), Jurusan Desain, FSR, ISI Yogyakarta
7. Bapak Kadek Primayudi, M.Sn. selaku sekretaris prodi DKV, ISI Yogyakarta.
8. Bapak Drs. Baskoro Suryo Banindro., M.Sn. selaku Pembimbing I yang sangat berjasa dalam proses pembuatan Penelitian ini, karena beliau telah rela mengorbankan waktu yang berharga untuk berlibur dengan keluarga demi terselesaikannya penulisan skripsi ini.
9. Bapak Andi Haryanto, S.Sn., M.Sn. selaku Pembimbing II sekaligus Dosen Wali yang tak kalah berjasa dan senantiasa sabar dalam membimbing sejak tahun 2013 lalu dan terutama dalam pengerjaan Skripsi ini.
10. Semua jajaran dosen S-1 DKV, ISI Yogyakarta, Pak Prayanto Widyo Harsanto, Pak I.T. Sumbo Tinarbuko, pak Asnar Zacky, Pak Wibowo, pak Hartono Karnadi, Pak Widyamoko (Koskow), M.Sn., Pak Faizal Rochman, Pak Umar Hadi, Pak Aditya Utama, Pak Daru Aji, Pak Andika Indrayana, Pak Arif Agung Suwasono, Bu Heningtyas Widowati, Bu (Almh) Novi Mayasari, Pak Nurhadi Siswanto, semoga kebaikan dan kesehatan selalu menyertai anda-anda semua.
11. Ramane dan Biyunge serta Adik yang telah mendukung secara tenaga, waktu, dan pikiran selama ditempuhnya perjalanan hidup penulis.
x
12. Serafica, Sylvestr, dan Éclaire yang setia menemani dalam susah dan senang dan selalu menjadi motivasi positif bagi penulis.
13. Antonius “Vian” Kristiyanto yang selalu memberikan canda dan tawa selama kurang lebih 18 tahun, dan terus berlanjut hingga hari ini.
14. Segenap besar Bapak Sugiyono, dan Bu Diah yang turut dalam memberikan motivasi selama perkuliahan.
15. Yoga Sasmita yang mejalin pertemanan akrab selama proses perkuliahan hingga saat ini
16. Seluruh anggota grup Mateng Wit 2013, dan Pensil Kayu 2013 yang saling mendukung satu sama yang lain, Rizal Hassan, Sultan Rafi, Asyera Ratna C., Bayu Santossa, Indra Ardiansah, Nindya Kartika, Aryo, Dirra, Hanna, Fatia, dan seluruh Angkatan 2013 DKV ISI Yogyakarta. Semoga kita dapat menggapai mimpi masing-masing.
17. Segenap Tim Jago yang mengalami 1 tahun pengalaman bersama.
18. Seluruh teman-teman kerabat yang tidak dapat disebutkan satu persatu
xi
ABSTRAK Felix Jyesta Elka Aditya
NIM: 1312263024
STUDI SIMBOL KARAKTER BAYEK DALAM VIDEOGAME ASSASSIN’S CREED ORIGIN
Videogame merupakan salah satu media baru yang pada awal abad 21 ini menjadi media populer di berbagai kalangan secara global. Selain sebagai sarana hiburan layaknya media seperti film, buku, dan musik dapat dijadikan sarana untuk menyampaikan pesan dari produsen ke konsumen serta sebagai ekspresi seni. Untuk itu dalam penelitian ini akan mengkaji desain visual dari karakter Bayek, seorang protagonis dari videogame Assassin’s creed Origin (2017) yang merupakan seri kesepuluh dari franchise Assassin’s creed yang telah ada sejak tahun 2007. Videogame yang dikembangkan oleh Ubisoft Montreal, Kanada ini akan dikaji kaitannya dengan makna simbol-simbol yang dimunculkan dari diri sang protagonis Bayek yang dalam videogame diceritakan sebagai pendiri Organisasi Assassin di peradaban Mesir Kuno.
Dari obyek tersebut akan dikaji dengan menggunakan pendekatan Semiotika Rorland Barthes yang kemudian akan dicari makna-makna serta mitos-mitos dalam budaya Mesir yang berada pada simbol yang tampak pada objek.
Kata kunci: mesir, mitos, videogame, assassin, desain karakter, semiotika
xii
ABSTRACT Felix Jyesta Elka Aditya
NIM: 1312263024
STUDY OF THE VISUAL IDENTITY SYMBOL OF BAYEK CHARACTER IN THE ASSASSIN’S CREED ORIGIN VIDEOGAME
Videogame is one of the new media which at the beginning of the 21st century became a popular media in various circles around the world. Aside from being a means of distribution like media such as films, books, and music it can also be used as a means to convey messages from producers to consumers as well as expressions of art. For this reason, this study will examine the visual design of Bayek character, a protagonist from the Assassin’s creed Origin (2017) videogame, which is the tenth series of the Assassin’s creed franchise that has been around since 2007. The videogame developed by Ubisoft Montreal, Canada will be examined in relation to the meaning of the Assassin’s creed the symbols that appear from the protagonist Bayek, who in the videogame is potrayed as the founders of the Assassin Organization in Ancient Egyptian civilization. This object will then be examined using the Roland Barthes Semiotic approach which will then be used to looking for the meanings and myths derived from Egyptian culture symbols that appears on the object
Kata kunci: egypt, videogame, assassin, character design, semiotic
xiii
DAFTAR ISI
HALAMAN DEDIKASI ... i
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... iii
MOTIVASI ... iv
PPERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...v
LEMBAR PERNYATAAN ... vi
KATA PENGANTAR ... vii
UCAPAN TERIMA KASIH ... viii
ABSTRAK ...x
DAFTAR ISI ... xi
DAFTER GAMBAR ... xiii
BAB I PENDAHULUAN ...1
A. Latar Belakang Masalah ...1
B. Identifikasi Masalah ...3
C. Batasan Masalah ...3
D. Rumusan Masalah ...5
E. Tujuan Penelitian ...5
F. Manfaat Penelitian ...5
BAB II KAJIAN TEORI ...6
A. Landasan Teori ...6
1. Videogame sebagai media baru ...6
2. Assassin’s creed Origin ...8
3. Semiotika ...13
4. Pakaian dalam budaya Mesir Kuno ...15
5. Karakter ...16
B. Kajian Hasil-Hasil Penelitian ...17
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ...20
A. Metode Penelitian ...20
B. Populasi dan Sample ...20
C. Instrumen Penelitian ...22
xiv
D. Metode Pengumpulan Data ...23
E. Teknik Analisis Data ...24
F. Definisi Operasional ...25
BAB IV ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN ...26
A. Hasil penelitian ...26
B. Analisis ...38
1. Penutup Kepala ...38
2. Jenggot ...41
3. Usekh ...43
4. Kalung tengkorak burung ...45
5. Lencana Medjay ...47
6. Selempang Berwarna Kuning dan Merah ...49
7. Perlengkapan Perang ...52
8. Senjata Signatur Bayek ...54
BAB V PENUTUP ...61
A. Kesimpulan ...61
B. Saran ...63
DAFTAR PUSTAKA ...64
xv
DAFTAR GAMBAR
Gb.1.1. Poster Assassin’s creed, 2007 ...2
Gb.1.2. Poster Assassin’s creed Origin, 2018 ...3
Gb.2.1. Platform videogame ...7
Gb.2.2. Poster Assassin’s creed, 2007 ...10
Gb.2.3. Layla hassan menggunakan Animus ...11
Gb.2.4. Bayek & khemu ...11
Gb.2.5. Bayek dan Senu peliharaannya ...12
Gb.2.6. Diagram Semotika Barthes ...14
Gb.2.7. Pakaian pada jaman Mesir Kuno yang … dinding makam Mesir ....16
Gb.3.1. 12 protagonist Assassin dari 10 seri videogame Assassin’s creed ...21
Gb.3.2. Bayek ...22
Gb.4.1. Bayek T-Pose ...27
Gb.4.2. Perbandingan 4 desain Assassin sebelum t… Creed Origin 2017 ...28
Gb.4.3. Kepala Bayek ...29
Gb.4.4. Rambut dan jenggot Bayek ...29
Gb.4.5. Usekh ...30
Gb.4.6. Lencana Medjay ...30
Gb.4.7. Bayek power pose ...31
Gb.4.8. Torso Bayek ...32
Gb.4.9. Gauntlet pelindung tangan ...32
Gb.4.10. Hidden Blade ...33
Gb.4.11. Tattoo ...33
Gb.4.12. Alas dan pelindung kaki ...34
Gb.4.13. Hidden blade ...35
Gb.4.14. Perisai ...35
Gb.4.15. Khopesh ...36
Gb.4.16. Busur panah ...37
Gb.4.17. Bayek mengenakan Keffiyeh ...38
Gb.4.18. Tentara mengenakan keffiyeh ...39
Gb.4.19. protester mengenakan keffiyeh saat melakukan protes ...39
xvi
Gb.4.20. kepala Bayek dengan 4 konfigurasi rambut. Dan jenggot ...40
Gb.4.21. perbandingan jenggot patung pharaoh dengan patung orang biasa. 41 Gb.4.22. usekh milik Bayek ...42
Gb.4.23. usekh dari jaman Mesir Kuno ...42
Gb.4.24. patung Tutankhamun dan ukiran … usekh berwarna emas. ...43
Gb.4.25. kalung dari tengkorak kepala elang ...44
Gb.4.26. Dewa Horus. ...45
Gb.4.27. lencana medjay. ...46
Gb.4.28. selempang berwarna merah dan kuning ...47
Gb.4.29. 12 Protagonis pada franchise Assassin’s creed ...48
Gb.4.30. rendisi seniman dari busana Mesir … di situs piramid. ...49
Gb.4.31. patung pasukan pemanah Nubia di kerajaan baru ...50
Gb.4.32. gambar pasukan helenistik di era Ptolemaic ...51
Gb.4.33. hidden blade milik Bayek ...52
Gb.4.34. Perisai signatur Bayek ...53
Gb.4.35. Khopesh milik Bayek ...55
Gb.4.36. busur panah komposit ...56
xvii
DAFTAR TABEL
Tabel 1. matriks semiologi mitos keffiyeh ...40
Tabel 2. matriks semiologi mitos jenggot ...42
Tabel 3. matriks semiologi mitos Usekh ...45
Tabel 4. matriks semiologi mitos kalung tengkorak elang ...47
Tabel 5. matriks semiologi mitos lencana Bayek...49
Tabel 6. matriks semiologi mitos selempang Bayek ...51
Tabel 7. matriks semiologi mitos perlengkapan perang Bayek ...54
Tabel 8. matriks semiologi mitos hidden blade ...56
Tabel 9. matriks semiologi mitos perisai ...57
Tabel 10. matriks semiologi mitos khopesh ...59
Tabel 11. matriks semiologi mitos busur panah...60
1
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
“Simbol tidak akan pernah berdiri sendiri, dan pemaknaan simbol akan selalu terikat dengan ratusan atau bahkan ribuan benang benang berupa kisah.
Selama manusia hidup manusia akan selalu berinteraksi dengan simbol, karena manusia adalah satu satunya makhluk yang berkomunikasi dengan simbol.
simbol dapat ditemukan hampir di setiap aspek kehidupan manusia mulai dari sistem simbol untuk tanda peringatan dan bersifat fungsional, hingga simbol yang melambangkan sesuatu yang bersifat sentimental “, Haniffah (2019: 1). Simbol sangatlah erat kaitannya dengan ranah seni rupa dan desain dan di era digital ini salah satu media yang sangat dekat dengan manusia adalah videogame.
Menurut Esposito, Nicolas. (2005: 2) “videogame adalah permainan yang dimainkan menggunakan apparatus audio visual dan dapat juga digunakan untuk menyampaikan sebuah cerita”. Di tahun 2019 Steam (penyedia software online) kini menawarkan koleksi lebih dari 30.000 videogame bagi penggunanya, angka itu belum termasuk DLC (Downloadable Content), software, dan film yang jumlahnya mencapai lebih dari 21.000 (https://www.pcgamer.com), dengan jumlah total pemain videogame aktif sekitar lebih dari 18 juta orang. Angka ini belum termasuk pemain videogame konsol dan mobile yang jumlahnya mencapai 2,5 milyar orang (https://www.wepc.com), data ini menunjukkan bahwa setidaknya lebih sepertiga populasi dunia pernah bermain videogame, dan memainkan video game sudah menjadi bagian dari kegiatan yang biasa dilakukan di jaman sekarang.
Salah satu videogame yang cukup terkenal adalah Assassin’s creed.
Videogame ini pertama rilis pada tahun 2007 diikuti dengan sepuluh sekuel berikutnya hingga judul terbaru Assassin’s creed Odyssey yang dirilis pada tahun 2018. Seri kedua Assassin’s creed (brotherhood) pernah dinobatkan sebagai game of the year pada tahun 2010 dalam ajang Spike videogame award yang merupakan ajang bergrngsi di kalangan pengembang videogame dan gamer.
Selain itu Assassin’s creed merupakan salah satu videogame dengan cerita yang
2
sangat mendalam hingga diadaptasi ke dalam media lain seperti novel dan 2 film layar lebar.
Assassin’s creed adalah videogame yang diproduksi oleh Ubisoft Montreal pada sejak tahun 2007 dengan seri yang pertama berjudul Assassin’s creed hingga seri yang terbarunya Assassin’s creed Odessy. Dari mekanisme permainannya, Assassin’s creed termasuk dalam genre videogame Open World RPG (Role Playing Game) dengan sub-genre Action, dan Adventure. Videogame Assassin’s creed dapat dimainkan pada beberapa platform permainan yaitu pada PC (Windows), X-box, dan PlayStation. Dari awal hingga akhir videogame Assassin’s creed memiliki 11 Judul. Meskipun setiap judul dalam videogame memiliki petualangan dan cerita yang yang dapat berdiri sendiri, namun jika videogame ini dimainkan dari seri pertama hingga seri terakhir videogame Assassin’s creed memiliki suatu kesatuan cerita yang saling terhubung sehingga memberikan kepuasan tersendiri bagi pemain yang memainkannya hingga akhir.
Gb.1.1. Poster Assassin’s creed, 2007 (Sumber : IMdb.com)
Dari kesepuluh seri videogame yang telah dirilis, Assassin’s creed Origin (2018) menjadi sangat menonjol dibandingkan dengan seri sebelumnya.
3
karena dalam seri inilah diceritakan tentang awal mula dibentuknya organisasi pembunuh (Assassin) yang jika dilihat dari segi latar waktunya terjadi sebelum seri pertama Assassin’s creed. Assassin’s creed Origin bercerita mengenai Bayek of Siwa, seorang pengawal kerajaan Mesir yang memiliki banyak pengetahuan, keahlian dan pengalaman dalam menjalankan tugasnya.
Gb.1.2. Poster Assassin’s creed Origin, 2018 (Sumber: Assassincreed.fandom/Assassin-creed-origin)
Assassin’s creed Origin menceritakan bagaimana Bayek membalaskan dendam atas kematian anak semata wayangnya, hingga berakhir dengan terbentuknya organisasi Hidden One, yang selanjutnya dikenal sebagai Assassin.
Di dalam videogame ini terdapat banyak sekali penjelasan mengenai berbagai hal yang terjadi di seri videogame sebelumnya, seperti mengapa Assassins memiliki 3 Creed (kewajiban) untuk diikuti sebagai anggotanya, mengapa Assasins memiliki tradisi untuk memotong jari manis dari tangan kirinya, dan masih banyak lagi.
Karena dalam penelitian ini akan mencari makna simbol-simbol dalam sebuah objek yang dalam hal ini adalah sebuah karakter dalam videogame, penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan teori semiotika yang dikemukakan oleh Roland Barthes. untuk mengkaji simbol- simbol yang terdapat dalam desain karakter Bayek dalam videogame Assassin’s creed Origin. Pendekatan ini dipilih karena kuatnya tinjauan filosofi yang dikembangkan sebagai salah satu metode dalam memahami simbol
4
Videogame merupakan sebuah media seni yang masih baru dan di Indonesia terutama di ISI Yogyakarta belum banyak penelitian yang mengkaji tentang video game sebagai sebuah karya seni, untuk itu penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menambah wawasan ilmu pengetahuan terkait videogame, dan bahasa visual.
B. Identifikasi Masalah
Dari topik Assassin’s creed Origin, dalam penggambaran karakter utamanya yaitu Bayek ditemukan sebuah masalah yaitu dalam semua judul Assassin’s creed yang mendahului Assassin’s creed Origin, karakter Utamanya selalu mengenakan semacam jubah atau robe yang merupakan pakaian seragam, dan menjadi ciri khas identitas anggota Organisasi Assassin. Hal ini berbeda dengan penggambaran karakter Bayek, dan keunikan dan makna dari desain karakter inilah yang akan dikaji dalam penelitian ini.
C. Batasan Masalah
1. Objek yang diteliti dibatasi pada desain visual karakter tokoh Bayek dalam videogame Assassin’s creed Origin dari kenampakan fisik hingga atribut yang dikenakannya.
2. Penelitian ini hanya akan membahas outfit (pakaian) dalam game dengan nama “Bayek’s Outfit”. Karena pakaian ini dipakai dalam berbagai media promosi serta produk yang berkaitan dengan Assassin’s creed Origin.
3. Dalam penelitian ini akan dibahas 4 senjata signatur dari karakter Bayek yang muncul dalam videogame serta muncul juga dalam berbagai media promosi serta produk yang berkaitan dengan Assassin’s creed Origin.
4. Penelitian ini tidak akan membahas item atribut yang merupakan konten tambahan yang dapat dibeli secara terpisah dari videogame utama, dan tidak akan membahas desain karakter tokoh yang lain secara lengkap.
5. Melalui purposive sampling akan diambil outfit karakter Bayek dalam Assassin’s creed Origin sebagai sampel dari penelitian kali ini.
6. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotika Roland Barthes dan teori budaya Mesir Kuno sebagai teori pendamping.
5
D. Rumusan Masalah
Bagaimana menginterpretasikan makna simbol pada karakter Bayek dalam videogame Assassin’s creed Origin dengan menggunakan pendekatan semiotika?
E. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk membedah dan menganalisis makna simbolik dari karakter Bayek dalam videogame Assassin’s creed Origin.
F. Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti
untuk meningkatkan kemampuan intelektual dan kepakaran mengenai kajian desain karakter tokoh Bayek dalam videogame Assassin’s creed Origin dengan tinjauan semiotika.
2. Bagi Lembaga
Menjadi material informasi bagi kalangan akademik untuk memahami simbol dalam videogame sebagai media suatu karya seni.
3. Bagi Masyarakat
Sebagai sumber referensi dalam bidang keilmuan dan akademis pada bidang penelitian Bahasa visual dan videogame.