TUGAS AKHIR
ANALISIS PENGGUNAAN KWH METER PASCABAYAR DAN KWH METER PRABAYAR 1 FASA
DI PT. PLN (PERSERO)
Diajukan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan Pendidikan Sarjana (S-1)
Departemen Teknik Elektro Sub konsentrasi Teknik Konversi Energi
Oleh
UNZHIL LATIF JAYYID NIM : 130422014
DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2016
LEMBAR PENGESAHAN
ABSTRAK
KWH Meter digunakan oleh PT. PLN (Persero) untuk mengukur pemakaian energi listrik yang telah digunakan oleh Pelanggan, dengan demikian penentuan tarif pemakaian energi listrik dapat dihitung sesuai dengan seberapa banyak/besar energi listrik yang dipakai Pelanggan. KWH Meter yang digunakan oleh PT. PLN (Persero) ada beberapa jenis yaitu : KWH Meter Analog/Digital (Pascabayar dan Prabayar). Seiring dengan perkembangan Teknologi dalam pembuatan KWH Meter banyak sekali perkembangan sehingga kesalahan yang disebabkan oleh KWH Meter semakin Kecil dan dengan teknologi sekarang Pemakaian Energi Listrik juga dapat dikontrol dengan baik sehingga Pelanggan dapat mengkonsumsi listrik sesuai dengan Keinginan
Kata Kunci :
KWH Meter, KWH Meter Analog/Digital (Pascabayar dan Prabayar) dan Tarif Pemakaian Listrik.
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ... i
ABSTRAK ... ii
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR GAMBAR ... vii
DAFTAR GAMBAR ... viii
DAFTAR GAMBAR ... ix
DAFTAR TABEL ... x
DAFTAR TABEL ... xi
KATA PENGANTAR ... xii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. LATAR BELAKANG ... 1
1.2. RUMUSAN MASALAH ... 2
1.3. BATASAN MASALAH ... 2
1.4. TUJUAN PENULISAN DAN MANFAAT ... 2
1.5. METODOLOGI PENELITIAN ... 3
1.6. SISTEMATIKA PENULISAN ... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 5
2.1. KWH METER ... 5
2.2. JENIS – JENIS KWH METER ... 6
2.2.1. KWH Meter Analog ... 6
2.2.1.1. Bagian – bagian KWH Meter Analog ... 9
2.2.2. KWH Meter Digital ... 10
2.3. PRINSIP KERJA KWH METER ... 14
2.3.1. KWH Meter Analog ... 14
2.3.2. KWH Meter Digital ... 16
2.3.2.1. KWH Meter Digital Prabayar ... 18
2.4. PEMASANGAN KWH METER 1 FASA ... 19
2.5.1. Tujuan Pembumian ... 21
2.5.2. Penghantar Pembumian ... 21
2.5.4. Elektrode Bumi ... 21
BAB III METODE PENELITIAN... 22
3.1. TEGANGAN LISTRIK ... 22
3.1.1. Tegangan ... 22
3.1.2. Arus Lisrik ... 23
3.1.2.1. Arus Searah (Direct Current/ DC) ... 23
3.1.2.2. Arus Bolak-Balik (Alternating Current/Ac) ... 24
3.2. DAYA DAN ENERGI LISTRIK ... 24
3.2.1. Nilai sesaat (Instantaneous value). ... 25
3.2.2. Nilai Puncak (peak value). ... 25
3.2.3. Nilai efektif (Effective value) ... 25
3.3. MOMEN PUTAR ... 26
3.3.1. Braking Torque (Momen Lawan/Torsi Pengereman) ... 28
3.4. KWH METER PASCABAYAR ... 28
3.4.1. KWH Meter Pascabayar PLN ... 28
3.5. KWH METER PRABAYAR ... 29
3.5.1. KWH Meter Prabayar PLN ... 29
3.5.2. Jenis – Jenis KWH Meter Prabayar PLN ... 34
3.5.2.1. KWH Meter Prabayar Single Sensing Single Relay ... 35
3.5.2.2. KWH Meter Prabayar Double Sensing Single Relay ... 36
3.5.2.3. KWH Meter Prabayar Double Sensing Double Relay... 37
3.5.2.4. Fungsi Tombol Keypad Pada KWH Meter Prabayar ... 38
3.5.2.5. Nomor Kode Singkat KWH Meter Prabayar ... 38
3.5.2.6. Fungsi Layar LCD Pada KWH Meter Prabayar ... 40
3.5.2.7. Spesifikasi Teknis Meter Di Pasaran ... 41
3.5.2.8. Karakteristik Listrik Prabayar ... 43
3.5.2.9. Implementasi Listrik Prabayar ... 44
3.5.3. Proses Pemasukan Dan Isi Ulang Token ... 46
3.6. PELANGGAN BARU ... 47
3.7. PELANGGAN MIGRASI ... 47
3.8. PERHITUNGAN KWH METER ... 48
3.8.1. Perhitungan KWH Meter Pascabayar ... 48
3.8.2. Perhitungan KWH Meter Prabayar ... 49
3.9. PERBEDAAN LISTRIK PRABAYAR DENGAN PASCABAYAR ... 50
3.10. CONTOH PERHITUNGAN TAGIHAN LISTRIK ... 50
3.10.1. Perhitungan KWH Meter Prabayar ... 50
3.10.2. Perhitungan KWH Meter Pascabayar ... 51
3.11. TEMPAT DAN WAKTU ... 52
3.12. METODE YANG DIGUNAKAN ... 52
3.13. PELAKSANAAN PENELITIAN ... 53
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 54
4.1. TARIF DASAR LISTRIK ... 54
4.2. PENYESUAIAN TARIF DASAR LISTRIK ... 55
4.3. DAMPAK PENYESUAIAN TARIF DASAR LISTRIK ... 57
4.4. PENGARUH KEBIJAKAN MONETER DAN FISKAL ... 60
4.4.1. Kebijakan Moneter ... 60
4.4.2. Kebijakan Fiskal Pemerintah ... 64
4.1.2. Indikator Perekonomian ... 67
4.1.2.1. Inflasi Dan Indeks Harga Konsumen ... 67
4.1.2.2. Nilai Tukar Mata Uang ... 68
4.1.2.3. Harga Energi Primer (Batubara Dan Minyak Mentah) ... 69
4.5. ANALISA PELUANG ... 71
4.5.1. Peningkatan Kepastian Pasokan dan Penurunan Biaya Bahan Bakar ... 71
4.5.2. Peluang memperoleh Allowed Revenue dari Pemerintah untuk kepentingan Investasi ... 71
4.6. ANCAMAN ... 72
4.6.1. Potensi Mengalami Defisit Anggaran ... 72
4.6.2. Munculnya Kompetitor Pembangkitan Tenaga Listrik ... 72
4.6.3. Potensi Peningkatan Biaya Operasi Dari Pelemahan Kurs Dan Inflasi ... 73
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 74
5.1. KESIMPULAN ... 74
5.2. SARAN ... 74
DAFTAR PUSTAKA ... 76
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2. 1. KWH Meter Analog ... 6
Gambar 2. 2. Prinsip Kerja Meter Analog ... 7
Gambar 2. 3. Medan Magnet Pada KWH Meter ... 8
Gambar 2. 4. Model Fisik KWH Meter ... 8
Gambar 2. 5 Skema Hubungan Kumparan pada KWH Meter ... 9
Gambar 2. 6. Bagian - bagian KWH Meter Analog ... 9
Gambar 2. 7. Diagram Block Dari Sistem KWH Digital ... 10
Gambar 2. 8. Proses Perhitungan Energi Listrik KWH Meter ... 11
Gambar 2. 9. KWH Meter Digital 1 phasa... 12
Gambar 2. 10. KWH Meter Digital Prabayar ... 13
Gambar 2. 11. Prinsip Dasar KWH Meter ... 14
Gambar 2. 12. Segitiga Daya Listrik ... 15
Gambar 2. 13. KWH Meter Prabayar merk Actaris type ACE9000 IBS ... 17
Gambar 2. 14. KWH Meter Digital Prabayar ... 18
Gambar 2. 15. Pemasangan KWH Meter Melalui Jaringan Tegangan Rendah .... 19
Gambar 2. 16. Diagram Pemasangan/Pengawatan KWH Meter 1 Fasa ... 20
Gambar 2. 17. Diagram Pengawatan Komponen Listrik PHB Sekring ... 20
Gambar 2. 18. Gambar Rangkaian Pembumian ... 21
Gambar 2. 19. Gambar Rangkaian Pembumian ... 21
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3. 1. Grafik Perubahan arus searah terhadap waktu ... 24
Gambar 3. 2. Grafik perubahan arus bolak-balik terhadap waktu ... 24
Gambar 3. 3. Diagram Fasor Tegangan dan Arus ... 27
Gambar 3. 4. KWH Meter Prabayar di PT. PLN (PERSERO) ... 31
Gambar 3. 5. Teknis dan Operasonal ... 34
Gambar 3. 6. Block Diagram KWH Meter Prabayar 1 Fasa ... 35
Gambar 3. 7. Diagram Pengawatan Single Sensing Single Relay ... 35
Gambar 3. 8. Block Diagram Meter 1 Fasa Prabayar ... 36
Gambar 3. 9. Diagram Pengawatan Double Sensing Single Relay... 36
Gambar 3. 10. Block Diagram Meter 1 Fasa Prabayar ... 37
Gambar 3. 11. Diagram Pengawatan Meter Double Sensing Double Relay ... 37
Gambar 3. 12. Tombol Keypad Pada KWH Meter Digital Prabayar... 38
Gambar 3. 13. Tampilan Layar LCD KWH Meter Digital Prabayar ... 40
Gambar 3. 14. Implementasi Listrik Prabayar ... 45
Gambar 3. 15. Token/Voucher Listrik ... 46
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4. 1. Pertumbuhan Subsidi Listrik ... 67
Gambar 4. 2. Trend Pelemahan Rupiah terhadap Dollas AS ... 69
Gambar 4. 3. Penurunan Harga Batu Bara ... 70
Gambar 4. 4. Trend Pelemahan Harga Miyak Mentah Indonesia ... 70
DAFTAR TABEL
Tabel 3. 1. Nomor Kode Singkat Program KWH Meter Prabayar ... 38
Tabel 3. 2. Tampilan Teks di Layar Tampilan LCD KWH Meter ... 40
Tabel 3. 3. Spesifikasi Teknis Meter Di Pasaran ... 42
Tabel 3. 4. Tabel Perbandingan Listrik Prabayar dan Pascabayar ... 50
DAFTAR TABEL
Tabel 4. 1 Inflasi dan IHK... 68
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillah Puji dan syukur Penulis panjatkan kepada Allah SWT, Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW, atas berkat Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan baik.
Adapun Tugas Akhir penulis adalah dengan judul “ANALISIS PENGGUNAAN KWH METER PASCABAYAR DAN KWH METER PRABAYAR1 FASA DI PT. PLN (PERSERO)”. Tugas akhir ini dibuat sebagai salah satu Syarat untuk menyelesaikan Pendidikan Sarjana Strata-1 (S-1) di Departemen Teknik Elektro, Konsentrasi Teknik Konversi Energi, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.
Selama penulis menjalani pendidikan hingga selesainya Tugas Akhir ini, Penulis banyak menerima bantuan, bimbingan serta dukungan moril dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada:
1. Bapak Ir. Surya Tarmizi Kasim, M.Si selaku Dosen Pembimbing Tugas Akhir Penulis.
2. Bapak Ir. Surya Tarmizi Kasim, M.Si selaku Ketua Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Rahmad Fauzi, ST, MT selaku Sekretaris Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.
4. Bapak Ir. Raja Harahap, MT dan Bapak Ir. Syamsul Amien, MT selaku Dosen Penguji Tugas Akhir.
5. Dosen Pembanding yang membantu dalam penyempurnaan Tugas Akhir ini 6. Seluruh Dosen dan karyawan Departemen Teknik Elektro
7. Kedua Orang tua Penulis, Drs. Suharto (Papa) dan Dra. Lailun Purnama, M.Pd (Mama) yang telah banyak memberikan dorongan moril dan spiritual, semangat dan do’a, dan mengorbankan banyak waktu serta materi selama penulis mengikuti perkuliahan ini.
8. Adik Saya Bripda. Habib Kurniawan dan Adinda Sabrina Suli yang tetap memberikan semangat dikala susah senang.
9. Nova Tantya yang telah meluangkan waktunya untuk tetap mencoba setia menemani.
10. Teman – teman saya : Bang Antonius Silaban, Bang Fajar Tri Buana, Kak Fitria Anggraini, Bang Deni N Barus, Rizki Dian Eka Putri Nst (Si Gendut) yang baik hati, Dika Oktavianda Pratama Sitepu, Sri Indah Rezkika, Sefva Lendera, Noor Ridwan, Iwan Adhi Wicaksono, David Ade Wijaya, Budi Kecil Mungil, Raden MB, Zakaria Siddik, dkk
11. Seluruh teman-teman Ekstensi Teknik Elektro Stambuk 2013.
12. Dan semua pihak yang telah membantu penulis baik secara langsung maupun tidak langsung.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan dan penulisan Tugas Akhir ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk menyempurnakan Tugas Akhir ini.
Medan, 21 Desember 2016
Penulis
Unzhil Latif Jayyid
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Untuk mengetahui berapa besar energi listrik yang disalurkan dan yang terpakai oleh konsumen maka PT.PLN (Persero) menggunakan suatu peralatan yang dapat menghitung energi yang digunakan oleh konsumen yaitu KWH Meter.
yang mana alat ini berfungsi sebagai alat ukur penggunaan energi listrik yang terpakai.
Kilowatthour Meter (KWH) merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur besar energi listrik yang digunakan oleh konsumen seperti perumahan, perkantoran dan industri.
KWH Meter dibagi atas 2 jenis yaitu KWH Meter analog dan KWH Meter Digital. Meskipun saat ada juga KWH Meter semi digital tetapi KWH Meter ini digolongkan KWH Meter digital. KWH analog merupakan KWH Meter yang menggunakan metode induksi dimana memiliki bagian seperti piringan, kumparan tegangan dan kumparan arus dan magnet permanen yang memiliki fungsi dalam pengereman. KWH Meter digital merupakan KWH Meter yang bekerja berdasarkan sistem elektronik dalam melakukan pengukuran energi listrik.
PT. PLN (PERSERO) menerapkan sistem pembayaran yang unik yaitu metode Prabayar untuk jenis KWH Meter analog/konvensional dan KWH Meter Digital dengan metode pembelian Token Listrik. Namun bagaimanakah PT.PLN (Persero) menentukan pembayaran listrik melalui masing – masing KWH Meter Tersebut ?, Bagaimana PT. PLN (PERSERO) Menentukan Harga Tarif per KWH
?, Apa Kelebihan dan Kekurangan dari masing – masing KWH Meter ?
Dengan menggunakan metode analisis project, Maka penulis sangat tertarik untuk mengangkat sebuah topik dan akan dijadikan dalam judul tugas akhir, yaitu :
“ ANALISIS PENGGUNAAN KWH METER PASCABAYAR DAN KWH METER PRABAYAR 1 FASA DI PT. PLN (PERSERO) ”
Dari judul tersebut penulis akan melakukan penelitian mengenai keuntungan serta resiko yang harus dihadapi oleh KWH Meter dari masing – masing Jenis yang disebutkan diatas.
1.2. RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dari tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
1. Apa itu KWH Meter ?
2. Menjelaskan tentang Prinsip dasar dan cara kerja dari KWH Meter 3. Menjelaskan tentang jenis – jenis KWH Meter
4. Bagaimana Konstruksi KWH Meter
5. Bagaimana menghitung Energi Listrik yang digunakan Pelanggan 6. Penyebab Kenaikan Harga Tarif Daya Listrik.
1.3. BATASAN MASALAH
Dalam penelitian ini, penulis membatasi permasalahan sebagai berikut:
1. Melakukan Penelitian hanya pada KWH Meter 1 Phasa.
2. Membahas tentang tarif harga satuan energi yang dijual PLN.
3. Pembahasan di lakukan dari segi ekonomi, keuntungan dan kerugian dari masing – masing jenis KWH Meter.
1.4. TUJUAN PENULISAN DAN MANFAAT
1. Mengetahui Prinsip Dasar, Fungsi dan Cara Kerja KWH Meter.
2. Mengetahui Jenis – Jenis KWH Meter.
3. Memahami Konstruksi KWH Meter.
4. Mengetahui berapa besar energi listrik yang disalurkan dan yang terpakai oleh Pelanggan.
5. Mengetahui Perhitungan Listrik Per KWH dan mampu menghitung biaya pemakaian Listrik selama 1 bulan.
1.5. METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian yang digunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah :
1. Studi Literatur yaitu suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan membaca teori-teori yang berkaitan dengan topik Tugas Akhir yang terdiri dari buku-buku referensi baik yang dimiliki oleh penulis atau diperpustakaan dan internet.
2. Observasi yaitu suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap objek yang akan diteliti yaitu dengan cara melakukan pengamatan ke lapangan tentang kendala-kendala yang terjadi.
3. Bimbingan yaitu suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan diskusi dengan Dosen Pembimbing yang telah ditunjuk oleh Ketua Departemen Teknik Elektro.
1.6. SISTEMATIKA PENULISAN
Penulisan Tugas Akhir ini disusun berdasarkan sistematika penulisan sebagai berikut :
BAB I. PENDAHULUAN
Bab ini merupakan pendahuluan yang berisikan latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, metodologi penulisan dan sistematika penulisan.
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini membahas tentang KWH Meter secara umum seperti Pengertian KWH Meter, Jenis – jenis KWH Meter, Prinsip Kerja KWH Meter, Konstruksi KWH Meter,
BAB III. METODE PENELITIAN
Bab ini membahas tentang metode perhitungan pemakaian energi listrik PLN dengan membandingkan kelebihan dan kerugian dari jenis – jenis KWH Meter.
BAB IV. HASIL PEMBAHASAN
Bab ini membahas tentang perhitungan perencanaan tarif energi listrik per KWH (Penentuan Tarif Energi Listrik Per KWH ) dengan memperhatikan aspek : Harga BBM, Kurs Mata Uang, dan Inflasi.
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi kesimpulan penulis mengenai pembahasan pada bab-bab sebelumnya serta saran dari penulis mengenai permasalahan didalam penulisan tugas akhir ini.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. KWH METER
Suatu alat penghitung besar pemakaian energi listrik disebut sebagai KWH Meter. Alat ini bekerja menggunakan metode induksi medan magnet dimana medan magnet tersebut dimanfaatkan untuk kemudian dikonversikan kedalam nilai/angka untuk mengetahui besar energi listrik yang digunakan konsumen dengan demikian besar penggunaan energi listrik dapat terukur. Besar Induksi Medan magnet ini tergantung oleh besar energi listrik yang digunakan. Semakin besar energi listrik yang digunakan konsumen maka semakin besar pula induksi medan magnet yang dihasilkan sehingga semakin besar pula nilai angka yang ditunjukkan. Satuan energi yang dihitung alat ini adalah Watt atau Kwatt, yang pada umumnya disebut Watt-Meter/Kwatt Meter baik dalam satuan WH (watt hour) ataupun dalam KWH (kilowatt Hour).
PT.PLN (Persero) menggunakan KWH Meter untuk menghitung/ mengukur besar energi listrik yang digunakan pelanggan pada saat pelanggan menggunakan energi listrik. Besar tagihan listrik dapat dihitung berdasarkan pada angka-angka yang tertera pada KWH Meter, dan biasanya PT.PLN menghitung/mengukur Energi yang digunakan konsumen setiap bulan (Analog/Mekanik).
Energi adalah sama dengan kerja yang mampu dilakukan oleh sistem sedangkan daya adalah berapa jumlah waktu yang digunakan untuk melakukan suatu kerja. Dalam satuan SI energi satuannya adalah joule, tetapi energi listrik diukur dalam satuan watthour atau kilowatthour.
Jumlah energi listrik yang mengalir ke dalam suatu sistem selama selang waktu antara i1 dan i2 adalah :
𝑬 = 𝒑𝒅𝒕
𝒊𝟐 𝒊𝟏
Sedangkan daya rata – ratanya :
𝑷 = 𝟏
𝒕𝟐− 𝒕𝟏 𝒑𝒅𝒇
𝒕𝟐 𝒕𝟏
Pada dasarnya KWH Meter Dibagi atas 2 (Dua) Jenis yaitu KWH Meter Analog/Konvensional (Mekanik) dan KWH Meter Digital.
2.2. JENIS – JENIS KWH METER
Apabila dilihat dari cara kerjanya, KWH Meter dibedakan menjadi :
KWH Meter Analog
KWH Meter Digital
2.2.1. KWH Meter Analog
KWH Meter Analog merupakan alat ukur energi listrik yang bekerja berdasarkan sinyal analog dengan mengunakan prinsip induksi medan magnet. Berikut ini adalah gambar KWH Meter Analog.
KWH Meter Jenis ini sangat umum ditemukan di masyarakat.
Bagian utama dari sebuah KWH Meter Analog adalah kumparan tegangan, kumparan arus, piringan aluminium, magnet tetap yang tugasnya
Gambar 2. 1. KWH Meter Analog
menetralkan piringan aluminium dari induksi medan magnet dan gear mekanik yang mencatat jumlah perputaran piringan aluminium. Alat ini bekerja menggunakan metode induksi medan magnet dimana medan magnet tersebut menggerakkan piringan yang terbuat dari aluminium. Putaran piringan tersebut akan menggerakkan counter digit sebagai tampilan jumlah KWHnya.
Berikut ini adalah Gambar yang merupakan prinsip kerja dari KWH Meter Analog.
Gambar 2.2. Mengambarkan kepada kita bagaimana medan magnet memutarkan piringan alumunium. Arus listrik yang melalui kumparan arus mengalir sesuai dengan perubahan arus terhadap waktu. Hal ini menimbulkan adanya medan dipermukaan kawat tembaga pada koil kumparan arus. Kumparan tegangan membantu mengarahkan medan magnet agar menerpa permukaan alumunium sehingga terjadi suatu gesekan antara piringan alumunium dengan medan magnet di sekelilingnya. Dengan
Gambar 2. 2. Prinsip Kerja Meter Analog
demikian maka piringan tersebut mulai berputar dan kecepatan putarnya dipengaruhi oleh besar kecilnya arus listrik yang melalui kumparan arus.
Gambar 2.3. merupakan koneksi KWH Meter dimana ada empat buah terminal yang terdiri dari dua buah terminal masukan dari jala – jala listrik PLN dan dua terminal lainnya merupkan terminal keluaran yang akan menyuplai tenaga listrik ke rumah.
Gambar 2. 3. Medan Magnet Pada KWH Meter
Gambar 2. 4. Model Fisik KWH Meter
Dua terminal masukan dihubungkan ke kumparan tegangan secara paralel dan antara terminal masukan dan keluaran dihubungkan ke kumparan arus. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2.3.
2.2.1.1. Bagian – bagian KWH Meter Analog
Adapun bagian-bagian utama dari sebuah KWH Meter Analog antara lain, sebagai berikut :
1. Kumparan tegangan 2. Kumparan arus
Gambar 2. 6. Bagian - bagian KWH Meter Analog
Gambar 2. 5 Skema Hubungan Kumparan pada KWH Meter
3. Piringan aluminium/Elemen Penggerak 4. Rem Magnet
5. Register 6. Name Plate 7. Terminal Clamp
8. Gear mekanik yang mencatat jumlah perputaranpiringan aluminium
9. Bendera pengereman berfungsi mengatur piringan pengujian beban nol pada tegangan normal.
10. Lidah pengereman adalah merupakan pasangan dengan bendera (8). Posisi lidah pengereman dan bendera pengereman harus tepat sehingga:
Pada beban nol, tegangan nominal piringan berhenti pada saat posisi mereka berdekatan.
Tetapi arus mula (0,5 % Id) piringan harus dapat berputar >
1 putaran.
2.2.2. KWH Meter Digital
KWH Meter Digital/elektronik merupakan suatu alat ukur besaran listrik yang bekerja berdasarkan prinsip elektronik (pulsa). Prinsip kerja KWH Meter Digital/Elektronik seperti ditunjukkan Gambar 3:
Arus dan tegangan bolak-balik dikonversikan oleh tranducer r.m.s menjadi tegangan DC, tegangan DC diubah menjadi bilangan biner oleh analog to digital converter. Energi listrik rata-rata dihitung dengan proses multiplikasi bilangan biner antara arus dan tegangan, kemudian konsumsi Energi listrik didapatkan dari proses akumulasi energi listrik setiap selang
Gambar 2. 7. Diagram Block Dari Sistem KWH Digital
waktu (TS). Proses perhitungan konsumsi energi listrik ditunjukkan pada blok diagram Gambar 2.6[4]:
KWH Meter digital adalah KWH Meter yang dirancang dengan menggunakan komponen elektronik sebagai pemroses utama. KWH Meter digital dalam penggunaannya terdapat dua jenis yaitu pascabayar dan Prabayar. Cara kerja KWH Meter digital pascabayar sama dengan KWH Meter analog, yaitu dengan cara menghitung tegangan impuls yang telah ditentukan faktor kalinya untuk mendapatkan harga 1 KWH. Sedangkan KWH Meter digital Prabayar dilengkapi dengan display informasi, keypad untuk memasukkan angka kode token/Stroom atau perintah lainnya.
Secara teknis operasional sistem listrik Prabayar dikenal ada 2 sistem yaitu sistem 1 (satu) arah dan sistem 2 (dua) arah, perbedaan yang mendasar pada operasionalnya untuk listrik Prabayar 1 (satu) arah adalah komunikasi antara Meter Prabayar dengan vending sistem adalah melalui media token berupa 20 digit angka yang dimasukkan pada keypad KWH Meter Prabayar, sedangkan pada sistem 2 arah komunikasi antara vending sistem dengan Meter Prabayar melalui media Smart card/smart key yang diisi ulang melalui card charger kemudian dimasukkan pada KWH Meter Prabayar.
Gambar 2. 8. Proses Perhitungan Energi Listrik KWH Meter
KWH Meter digital digunakan untuk mengatasi kelemahan dari KWH Meter analog. Adapun kelebihan dari KWH Meter Digital antara lain sebagai berikut :
Sistem pembayarannya dengan sistem Prabayar, dengan sistem Prabayar menggantikan cara pembayaran umumnya, dengan menggunakan kartu Prabayar elektronik pengganti tagihan bulanan walaupun ada KWH Meter Digital dengan sistem Pasca bayar.
KWH Meter dengan tampilan digital yang menyala dan berukuran cukup besar.
Akurasi perhitungan KWH, tidak adanya tunggakan pembayaran tagihan listrik, kemudahan memutus sambungan listrik pelanggan yang melakukan tunggakan tagihan dengan menggunakan alat yang bisa di set up dari jarak maximal 200 Meter.
Berikut ini adalah gambar KWH Meter Digital 1 Phasa :
Display Menu
1. Aktif Energy (KWH)
Gambar 2. 9. KWH Meter Digital 1 phasa
2. V rms ** (V) 2 angka dibelakang koma 3. I rms ** (A) 2 angka dibelakang koma 4. Status Tusbung
Display Menu 1. Sisa KWH
2. Sisa Nominal Rupiah 3. Status Tusbung
4. Status Alarm sebelum sisa nominal KWH habis 5. Status Isi Ulang KWH
Gambar 2. 10. KWH Meter Digital Prabayar
2.3. PRINSIP KERJA KWH METER 2.3.1. KWH Meter Analog
Berikut diberikan gambar KWH Meter analog beserta gambar prinsip kerja dari KWH Meter tersebut apabila ditinjau dari segi fisika. Dari gambar 2.4 di bawah dapat dijelaskan bahwa arus beban I menghasilkan fluks bolak balik Φc, yang melewati piringan aluminium dan menginduksinya, sehingga menimbulkan tegangan dan eddy current.
Kumparan tegangan Bp juga mengasilkan fluks bolak-balik Φp yang memintas arus If. Karena itu piringan mendapat gaya, dan resultan dari torsi membuat piringan berputar.
Torsi ini sebanding dengan fluks Φp dan arus IF serta harga cosinus dari sudut antaranya. Karena Φp dan IF sebanding dengan tegangan E dan arus beban I, maka torsi motor sebanding dengan EI cos θ, yaitu daya aktif yang diberikan ke beban. Karena itu kecepatan putaran piringan sebanding dengan daya aktif yang terpakai. Semakin besar daya yang terpakai, kecepatan piringan semakin besar, demikian pula sebaliknya.
Secara umum perhitungan untuk daya listrik dapat di bedakan menjadi tiga macam, yaitu :
Gambar 2. 11. Prinsip Dasar KWH Meter
Daya kompleks S(VA) = V.I
Daya reaktif Q(VAR) = V.I sin φ
Daya aktif P(Watt)= V.I cos φ ………...(2.1) Hubungan dari ketiga daya diatas dapat dituliskan dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
𝑆 = 𝑃2+ 𝑄2
𝑆 = (𝑉𝐼)2+ (𝑆𝑖𝑛2∅ + 𝐶𝑜𝑠2∅
𝑆 = 𝑉. 𝐼 ...(2.2) Dari ketiga daya tersebut yang terukur pada KWH Meter adalah daya aktif, yang dinyatakan dengan satuan Watt. Sedangkan daya reaktif dapat diketahui besarnya dengan menggunakan alat ukur Var Meter. Untuk pemakaian pada rumah, biasanya hanya digunakan KWH Meter.
Hubungan antara ketiga jenis daya ini digambarkan dalam segitiga daya sebagai berikut :
Pada pembebanan bebas induksi kecepatan berputarnya cakra sangat tergantung pada hasil kali tegangan pada hasil kali dari tegangan (E) x Kuat arus (I) dalam satuan watt. Jumlah putaran tergantung pada kecepatan dan lamanya, dengan demikian dapat kita rumuskan sebagai berikut :
Tegangan x Kuat Arus x Waktu = Gambar 2. 12. Segitiga Daya Listrik
V x I x t dalam satuan Watt jam (WH) Dimana :
V = Tegangan
I = Arus yang mengalir
t = Waktu ( jumlah putaran dan lama energi yang digunakan konsumen) Untuk alat pengukur Kilowatt jam (KWH) arus putar, pada umunya mempunyai tiga system magnit, yang masing masing dengan sebuah kumparan arus dan tegangan yang bekerja pada sebuah cakera turutan, dimana ketiga cakera itu dipasang pada sumbu yang sama.
Pada piringan KWH Meter terdapat suatu garis penanda (biasanya berwarna hitam atau merah). Garis ini berfungsi sebagai indikator putaran piringan. Untuk 1 KWH biasanya setara dengan 900 putaran (ada juga 450 putaran tiap KWH). Saat beban banyak memakai daya listrik, maka putaran piringan KWH ini akan semakin cepat. Hal ini tampak dari cepatnya garis penanda ini melintas.
2.3.2. KWH Meter Digital
KWH Meter digital merupakan KWH Meter yang dirancang dengan menggunakan komponen elektronik sebagai pemroses utama. KWH Meter digitaldalam penggunaannya terdapat dua jenis yaitu pascabayar dan Prabayar. Cara kerja KWH Meter digital pascabayar sama dengan KWH Meter analog. SedangkanKWH Meter digital Prabayar dilengkapi dengan displayinformasi, keypad untukmemasukkan angka kode token/Stroomatau perintah lainnya. Secara teknis operasional sistem listrik Prabayar dikenal ada 2 sistem yaitu sistem 1 (satu) arah dan sistem 2 (dua) arah, perbedaan yang mendasar pada operasionalnya untuk listrik Prabayar 1 (satu) arah adalah komunikasi antara Meter Prabayar dengan vendingsistem adalah melalui media token berupa 20 digit angka yang dimasukkan pada keypad KWH Meter Prabayar, sedangkan padasistem 2 arah komunikasi antara vending sistem dengan Meter Prabayar melalui media Smart card/smart key
yang di isi ulang melalui card charger kemudian dimasukkan pada KWH Meter Prabayar. Salah satu contoh pada KWH Meter dengan sistem 1 (satu) arah adalah KWH merek Actaris ACE9000 IBS. Berikut ini adalah fitur - fitur yang ada pada KWH Meter Prabayar.
Fitur standar:
1. Label Informasi : Informasi umum untuk mengetahui nomor Meter, daya maksimal.
2. Indikator LED Rate, 1000 pulsa/KWH: Informasi untuk mengetahui ketika pulsa hampir habis,
3. Indikator Contactor ON/OFF : Informasi untuk mengetahui status light.
4. Segel Metrologi: Informasi untuk mengetahui segel tera dan segel metrologi.
5. LCD 7 segment untuk 8 karakter : Informasi untuk pengisian Token.
6. Keypad dengan lapis karet.
Fitur Teknis :
1. Satu fasa 2-kawat, yaitu 1 kawat Fasa dan 1 kawat Netral, 2. Range Voltage : 230V 50Hz atau 120V 60Hz,
3. Range Arus Imin=10A dan Imax=60A,
Gambar 2. 13. KWH Meter Prabayar merk Actaris type ACE9000 IBS
2.3.2.1. KWH Meter Digital Prabayar
Berikut ini adalah Gambar KWH Meter Digital Prabayar dengan beberapa macam merk dan jenis yang dipakai oleh PT. PLN (PERSERO)
Keterangan : 1. Display LCD 2. Infra Red / Probe 3. Key Pad
4. Name plater 5. Lampu Led
6. Dudukan MCB & MCB 7. Tutup Kaki Meter 8. Segel Penyambung
Gambar 2. 14. KWH Meter Digital Prabayar
Cara kerja KWH Meter digital secara umum adalah dengan menghitung secara digital jumlah penggunaan energi listrik pelanggan.
Untuk mendeteksi ataumengukur tegangan dan arus listrik digunakan sensor arus. Keluaran dari sensor tersebut akan dikonversi menjadi data digital yang kemudian akan diolah pada bagian mikrokontroler untuk menghasilkan harga atau jumlah pemakaian listrik pelanggan yang kemudian akan ditampikan pada LCD.
Selain ditampilkan pada LCD, data juga disimpan pada memori. Data yang tersimpan pada memori tidak hanya data dari KWH Meter saja, tetapi juga nilai dari besaran pulsa. Besaran pulsa didefinisikan dengan angka-angka tertentu sebagai kode voucher.
Apabila kode voucher yang dimasukkan itu benar, maka besar pulsa KWH akan bertambah dan akan berkurang seiring dengan pemakaian daya PLN.
Kode voucher dimasukkan melalui keypad dan kode yang telah dimasukkan tidak dapat digunakan lagi. Data-data ini tidak boleh hilang saat tidak ada supply, oleh karena itu diperlukan sebuah mikrokontroler yang memiliki EEPROM internal. Relay digunakan untuk memutuskan daya PLN bila pulsa Prabayar habis.
2.4. PEMASANGAN KWH METER 1 FASA
Pemasangan KWH Meter 1 Fasa dapat dilihat sebagai berikut :
.
Gambar 2. 15. Pemasangan KWH Meter Melalui Jaringan Tegangan Rendah 220 Volt
2.5 DIAGRAM PENGAWATAN APP DAN FUSE BOX SATU KELOMPOK Gambar 2. 16. Diagram Pemasangan/Pengawatan KWH Meter 1 Fasa
Gambar 2. 17. Diagram Pengawatan Komponen Listrik PHB Sekring
Perhatikan gambar di atas, gambar itu adalah gambar diagram pengawatan instalasi rumah sederhana yang biasanya tidak digunakan lagi di perkotaan. Biasanya PHB dengan sekering dan sakelar utama ada pada rumah sederhana.
2.5.1. Tujuan Pembumian
Tujuan dari Pembumian adalah sebagai pengaman dari kejut listrik dan kerusakan alat yang disebabkan karena rusaknya isolasi.
2.5.2. Penghantar Pembumian
Penghantar Pembumian harus sesuai dengan PUIL terutama berkenaan dengan :
bahan dan tipe konduktor, dan
ukuran konduktor.
Sebagai tambahan, penghantar Pembumian adalah tembaga dan alumunium.
Pemasangan penghantar juga dapat dilihat pada PUIL.
2.5.4. Elektrode Bumi
Elektrode Bumi dijelaskan pada PUIL. Pemasangannya harus dapat dilihat untuk pengujianpenglihatan dan harus sesuai PUIL juga dalam hal metode pemasangan dan pengamanannya.
2.5.5. Resistansi Penghantar Pembumian
Untuk menjamin bekerjanya peralatan pengaman dengan baik maka resistans Pembumiannya haruskurang dari 2 W.
Gambar 2. 18. Gambar Rangkaian Pembumian
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. TEGANGAN LISTRIK
Energi listrik merupakan hasil perkalian antara daya listrik dengan satuan waktu. dimana daya listrik adalah merupakan perkalian antara tegangan dan arus listrik dan Daya Reaktif (Cos ∅). Perkalian antara daya tersebut dapat dilihat pada persamaan berikut ini :
𝑬 = 𝑽 . 𝑰 . 𝑪𝒐𝒔 ∅ . 𝒕 𝟏𝟎𝟎𝟎
Dimana:
E = Energi Listrik (KWH), P = Daya Listrik (Watt).
t = Waktu (jam) 3.1.1. Tegangan
Tegangan atau beda potensial adalah kerja yang dilakukan untuk menggerakkan satu muatan (sebesar satu coulomb) pada elemen atau komponen dari satu terminal/kutub ke terminal/kutub lainnya, atau pada kedua terminal/kutub akan mempunyai beda potensial jika terjadi perubahan, baik itu pergerakan atau pemindahan muatan sebesar satu Coulomb dari satu terminal ke terminal lainnya. Keterkaitan antara kerja yang dilakukan sebenarnya adalah energi yang dikeluarkan, sehingga pengertian diatas dapat di persingkat bahwa tegangan adalah energi persatuan muatan. Terminal/kutub (+) mempunyai potensial lebih tinggi daripada potensial di terminal/kutub (-). Maka ada dua istilah yang seringkali dipakai pada rangkaian listrik, yaitu:
a. Tegangan turun (voltage drop)
Jika dipandang dari potensial lebih tinggi ke potensial lebih rendah dalam hal ini dari terminal A ke terminal B.
b. Tegangan naik (voltage rise)
Jika dipandang dari potensial lebih rendah ke potensial lebih tinggi dalam hal ini dari terminal B ke terminal A.
3.1.2. Arus Lisrik
Arus merupakan perubahan kecepatan muatan terhadap waktu atau muatan yang mengalir dalam satuan waktu dengan simbol i, dengan kata lain arus adalah muatan yang bergerak. Selama muatan tersebut bergerak maka akan muncul arus tetapi ketika muatan tersebut diam maka arus pun akan hilang. Muatan akan bergerak jika ada energi luar yang memepengaruhinya.
Muatan adalah satuan terkecil dari atom atau sub bagian dari atom. Dimana dalam teori atom modern menyatakan bahwa atom terdiri dari partikel inti (proton bermuatan positif (+) dan neutron bersifat neutral) yang dikelilingi oleh muatan elektron (-), normalnya atom bermuatan neutral.
Muatan terdiri dari dua jenis yaitu muatan positif dan muatan negatif.Arah arus searah dengan arah muatan positif (arah arus listrik) atau berlawanan dengan arah aliran elektron. Suatu partikel dapat menjadi muatan positif apabila kehilangan elektron dan menjadi muatan negatif apabila menerima elektron dari partikel lain. Coulomb adalah unit dasar dari International System of Units (SI) yang digunakan untuk mengukur muatan listrik.
Simbol :
Q = muatan konstan,
q = muatan tergantung satuan waktu dan muatan 1 elektron
= -1,6021 x 10-19 coulomb.
1 coulomb = - 6,24 x 1018 elektron ...…...……….....(3.1)
3.1.2.1. Arus Searah (Direct Current/ DC)
Arus DC adalah arus yang mempunyai nilai tetap atau konstan terhadap satuan waktu, artinya jika ditinjau arus tersebut di mana pun dan pada waktu berbeda akan mendapatkan nilai yang sama.
3.1.2.2. Arus Bolak-Balik (Alternating Current/Ac)
Arus AC adalah arus yang mempunyai nilai yang berubah terhadap satuan waktu dengan karakteristik akan selalu berulang untuk perioda waktu tertentu (mempunyai perioda waktu : T).
3.2. DAYA DAN ENERGI LISTRIK
Daya yang diberikan kepada suatu alat diberikan oleh perkalian tegangan sesaat yang melintasi alat tersebut dan arus sesaat yang melaluinya dapat dilihat secara matematis.
P = V x I x Cos Q ...(3.2) Atau :
1 Watt = 1 Volt × 1 Ampere dimana:
P : daya (watt); V : tegangan (volt)
Gambar 3. 1. Grafik Perubahan arus searah terhadap waktu
Gambar 3. 2. Grafik perubahan arus bolak-balik terhadap waktu
3.2.1. Nilai sesaat (Instantaneous value).
Didefinisikan sebagai harga sesaat ketika berputar dimana nilai pada lokasi tertentu, untuk membedakan dengan notasi tegangan dan arus nilai sesaat dinotasikan sebagai e dan i (huruf kecil). Nilai sesaat inilah yang akan digunakan dalam perancangan alat.
3.2.2. Nilai Puncak (peak value).
Disebut juga nilai maksimum baik positif (+) maupun negatif (-) baik untuk tegangan maupun arus dan disebut juga sebagai nilai maksimum.
2.1.5.3 Nilai rata-rata (average value). Nilai rata-rata yang dihitung secara arithmetical satu cycle, nilai rata-rata arus dan tegangan bolak-balik yang berbentuk gelombang sinusoidal adalah sebagai berikut.
Eav = 0,637 Em…..………...………... (3.3) Iav = 0,637 Im(0,637 =2/ π )…………...….………... (3.4) 3.2.3. Nilai efektif (Effective value)
Harga efektif atau harga guna dari arus bolak-balik yang berbentuk sinus adalah suatu harga arus yang lebih penting dari pada harga arus rata- rata. Arus yang mengalir didalam suatu tahanan ”R” selama waktu ’t’, akan melakukan sejumlah usaha yang menurut persamaan:
Q = I x t
W = U x I x t → U x I = P = W/t Dimana :
P = daya Listrik (Watt)
R = Hambatan Listrik/Resistansi (ohm) t = waktu
P = V x I → V = I x R Q = Kalor Jenis
I = Arus (A) t = waktu
W = I² x R x t ……...………..………... (3.5) Dimana :
W = Usaha listrik tiap satuan waktu I² = Arus
R = Resistansi/tahanan t = waktu
dari bagian yang rata adalah sebagai harga puncak yang jika dihitung merupakan harga efektif dari arus bolak-balik adalah akar dari harga puncak yaitu:
Ieff = Imax/√2 ………...……….…..…………... (3.6) Veff = Vmax/√2....…...………...……….…... (3.7) Peff = (Veff x Ieff)/2…....…………....………... (3.8)
3.3. MOMEN PUTAR
Sistem yang bergerak terdiri dari sebuah piringan alumunium yang dipasang pada sebuah poros dan ditempatkan dalam celah udara antara magnet seri dan magnet shunt. Apabila arus bolak-balik I1 dan I2 dialirkan melalui kumparan A dan B maka akan dibangkitkan fluksimagnet Ø1dan Ø2. fluksi-fluksi ini akan memotong piringan alumunium sehingga didalam piringan terinduksi tegangan induksi yaitu[1] :
𝐞𝟏= 𝐝∅𝟏
𝐝𝐭 dan 𝐞𝟐 = 𝐝∅𝟐
𝐝𝐭
Tegangan induksi ini akan menghasilkan arus induks dalam piringan, yaitu [1]
𝒊 = 𝒆𝟏
𝑹 = 𝒘 ∅𝟏𝒎 𝑪𝒐𝒔 𝝎𝒕 𝑹
𝒊 = 𝒆𝟐
𝑹 = 𝒘 ∅𝟐𝒎 𝑪𝒐𝒔 (𝝎𝒕 − 𝜶) 𝑹
Interaksi antara fluksi ∅1dan arus induksi i2 menghasilkan momen defleksi T1
dan interaksi antara fluksi ∅2dengan arus induksi i1 menghasilkan momen T2
yaitu:
𝐓𝟏 = 𝐤𝟏∅𝟏𝐢𝟐= 𝐤𝟏𝛚
𝐑 ∅𝟏𝐦∅𝟐𝐦 𝐬𝐢𝐧 𝛚𝐭 𝐂𝐨𝐬 ( 𝛚𝐭 − 𝛂 ) ... (3.9) 𝐓𝟐 = 𝐤𝟐∅𝟐𝐢𝟏= 𝐤𝟐𝛚
𝐑 ∅𝟏𝐦∅𝟐𝐦 𝐬𝐢𝐧 𝛚𝐭 − 𝛂 𝐂𝐨𝐬 𝛚𝐭 ... (3.10) Momen total yang memutar piringan adalah [1]:
𝐓 = 𝐤𝟑∅𝟏𝐦∅𝟐𝐦𝐬𝐢𝐧 𝛂 ... (3.11) Dikarenakan sebanding dengan arus beban I yang juga mengalir pada kumparan arus, sebanding dengan tegangan beban V dan arus Iv sebanding dengan tegangan V yang berbeda phasa 900 lagging
Maka dihasilkan diagram phasor tegangan dan arus watthourMeter sebagai berikut:
Berdasarkan diagram phasor Gambar 2.4 maka momen putar dapat ditulis sebagai berikut [1]:
𝑻 = 𝒌𝟑𝑽𝑰 𝑺𝒊𝒏 𝟗𝟎 − 𝝋
= 𝒌𝟑𝑽𝑰 𝑪𝒐𝒔 𝝋
= 𝒌𝟑𝑷 … … … …. ...(3.12) Dimana :
𝑷 = 𝑽. 𝑰. 𝒄𝒐𝒔𝝋 = Daya pada Beban Gambar 3. 3. Diagram Fasor Tegangan dan Arus
3.3.1. Braking Torque (Momen Lawan/Torsi Pengereman)
Sistem pengereman terdiri dari magnet permanen yang disebut rem magnet.magnet permanen tersebut akan menghasilkan fluksiϕ. Dimana fluksi inimemotong piringan alumunium, maka dalam piring akan diinduksikan tegangan yang sebanding dengan kecepatan putar piring, yaitu
[1] :
𝒆 ≈ 𝝎∅...(3.13) Arus induksi dalam piring adalah sebagai berikut [1]:
𝒊 = 𝒆
𝑹≈ 𝝎∅
𝑹...(3.14) Momen Lawan tersebut adalah hasil perkalian antara fluksi dikali arus induksi:
𝑻𝑩 ≈ ∅ 𝒊 ...(3.15) Bila kecepatan piring mencapai kecepatan konstan maka kedua momen putar dan momen lawan akan sama besar, sehingga persamaan menjadi [1]:
𝑻𝑩 = 𝑻 ...(3.14)
3.4. KWH METER PASCABAYAR
3.4.1. KWH Meter Pascabayar PLN
KWH Meter Pascabayar adalah KWH Meter yang sistem/metoda pembayarannya setiap 1 bulan sekali, KWH Meter Pascabayar ini terdiri dari beberapa type, yaitu :
1. KWH Meter Pascabayar Analog/Konvensional 2. KWH Meter Pascabayar Digital
KWH Meter jenis ini sulit untuk mengendalikan penggunaan listrik, karena
dikenakan sistem 40 Jam Nyala ketika pemakaian Listrik tidak mencapai pemakaian Minimal, bayangkan saja jika daya yang kita pakai yaitu daya besar kita akan dikenakan biaya ketika kita tidak menggunakan listrik sama sekali ataupun ketika keadaan rumah/tempat ditinggal (kosong). Biaya rekening minimum (40 jam nyala) dapat dilihat dari Tarif Dasar Listrik yang telah ditentukan oleh PT. PLN (PERSERO).
3.5. KWH METER PRABAYAR
3.5.1. KWH Meter Prabayar PLN
KWH Meter Prabayar ini dirancang dengan menggunakan KWH Meter elektrik yang baru. Sistem pembayaran atau pengisian rekening listrik adalah dengan menggunakan aplikasi chip card. Aplikasi ini sangat memudahkan masyarakat dan PLN dalam hal proses pengisian rekening listrik yang efektif.
Chip Card adalah suatu jenis kartu alat pembayaran yang semakin populer seiring dengan kemajuan teknologi mikro elektronika serta semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap alatpembayaran yang praktis. Kehadiran Chip Card tidak dapat dihindari dimanapenggunaannya semakin luas baik volume maupun lingkup aplikasinya. Salah satu kemungkinan aplikasi chip card adalah sebagai alat bayar konsumsi energi listrik.
Listrik Prabayar merupakan sistem pelayanan penjualan tenaga listrik dimana pelanggan membayar listrik sebelum menggunakan atau transaksi dengan pembayaran dimuka. Cara ini memberi kesempatan pada pelanggan untuk lebih mudah mengendalikan pemakaian listriknya sesuai dengan daya beli. Listrik Prabayar ini akan membantu PLN dari sisi aspek keuangan, dengan pembayaran dimuka akan mempercepat arus kas, menurunkan tunggakan, menekan biaya operasional dan menyederhanakan proses.
Sistem listrik Prabayar merupakan salah satu solusi dari problema perusahaan dalam melakukan penagihan rekening listrik. Mekanisme pada sistem Prabayar ini, pelanggan membayar tagihan sebelum menggunakan
energi listrik,dengan mekanisme ini dapat memberikan keuntungan pada sisi PLN maupun disisi Pelanggan.
Keuntungan di sisi PLN :
1. Mendapatkan uang kas lebih awal sebelum listrik diproduksi dan digunakan, sehingga dapat menambah likuiditas perusahaan ini.
2. Pengendalian transaksi lebih mudah sehingga mengurangi kemungkinan tagihan yang tidak terbayar dan pencurian listrik. (Pemasaran listrik Prabayar ini dapat juga diserahkan pada pihak ketiga).
3. Tidak ada pencatatan angka stand Meter sehingga dapat mengurangi overhead atau biaya yang diperlukan untuk pengecekan konsumsi listrik ke rumah-rumah atau konsumen lainnya.
4. Tidak ada sanksi pemutusan aliran listrik 5. Tidak dikenakan denda atas keterlambatan 6. Tanpa Uang Jaminan Pelanggan (UJL) 7. Biaya penyambungan pasti
8. Proses layanan cepat
9. Menggunakantarif flat (tarif yang sama berapapun besarpemakaiannya).
Keuntungan Dari Sisi Pelanggan :
1. Mengendalikan anggaran dan konsumsi pemakaian listrik sesuai kemampuan.
2. Pelanggan bebas menentukan pembayaran listrik sesuai kebutuhan dan daya beli
3. Tidak perlu menyediakan Uang Jaminan Langganan (UJL/UMTL)
4. Lebih transparan jumlah rupiah yang dibayar dengan jumlah KWH yang diterima.
4. Membeli token / voucher isi ulang dapat dilakukan kapan saja.
5. KWH Meter Prabayar berfungsi sebagai dispenser listrik dilengkapi informasi display untuk mengontrol pemakaian, sisa kredit, peringatan jika listrik akan habis.
6. Perbaikan sistem pengukuran karena perangkat elektronik yang digunakan adalah elektronis dengan ketelitian dan keamanan yang lebih tinggi.
7. Mengurangi kesalahan penagihan yang disebabkan human error.
8. Privasi pelanggan tidak terganggu.
9. Pelanggan bisa segera mengetahui besarnya pemakaian energi listrik (KWH) dan biaya yang dikeluarkan (Rp) setiap saat.
01 04 07
14 36 39
46
Gambar 3. 4. KWH Meter Prabayar di PT. PLN (PERSERO)
Meter ini dilengkapi dengan display informasi, keypad untuk memasukkan angka kode token atau perintah lainnya. Meter ini mempunyai jenis kompak,dimana Meter unit menjadi satu dengan keypad unit dan Meter jenis split, dimana Meter unit terpisah dengan keypad unit (dihubungkan dengan kabel data). Untuk Meter jenis kompak pemasangannya pada bangunan pelanggan dengan letak Meter yang mudah dikontrol dan dijangkau,sedangkan untuk Meter jenis split, pemasangan Meter unitnya dipasang secara mengelompok dalam box ditiang atau pada box khusus, sedangkan keypad unitnya dipasang pada masing masing bangunan pelanggan (didalam bangunan) sehingga mudah dikontrol dan dijangkau.
Meter ini mempunyai beberapa fungsi atau fitur antara lain adalah sebagaiberikut :
1. Mempunyai Nomor seri unik sesuai STS.
2. Kontaktor untuk menghubungkan atau memutuskan koneksi listriknya 3. Low credit warning (visual dan audible)
4. Tamper switch detection 5. Programable trip current.
6. Memiliki memori yang tidak terhapuskan (non Volatile memory) 7. Menyimpan data historical pengisian token sebelumnya.
8. Pada display LCD dapat ditampilkan antara lain : - Sisa kredit KWH
- Daya semu sesaat (VA / kVA ) - Daya nyala sesaat ( W, kW ) - Batasan daya ( W , kW ) - Suplay tegangan ( Volt ) - Beban sesaat ( Ampere ) - Jumlah KWH dipakai - Cos phi
- Setting batas rendah saldo KWH - Setting jedah tunda alarm
- Menerima token
- Status Kontaktor, Jumlah KWH yang dipakai sejak dipasang, informasi balik saat menerima token, serta informasi lain.
Meter Prabayar tersedia untuk pelanggan 1 phasa dan 3 phasa, baik untuk pengukuran langsung maupun tidak langsung.
Secara teknis operasional sistem listrik Prabayar dikenal ada 2sistem yaitu sistem 1 arah (one way) dan sistem 2 arah (two ways), perbedaan yang mendasar pada operasionalnya untuk listrik Prabayar 1 arah adalah komunikasi antara Meter Prabayar dengan vending sistem adalah melalui media token berupa 20 digit angka yang dimasukkan pada keypad KWH Meter Prabayar. Sedangkan pada sistem 2 arah komunikasi antara vending sistem dengan Meter Prabayar melalui media Smart card/smart key yang diisi ulang melalui card charger/card reader kemudian dimasukkan pada KWH Meter Prabayar. Sistem listrik Prabayar yang digunakan di sini adalah sistem 1 arah. Sistem One way bekerja dengan membentuk suatu protokol multi operability (berjalan disemua platform) baik secara vending system (sistem pembuat Token) maupun multi vendor supplyer Meter.
Protokol komunikasi Sistem ini disebut dengan STS yaitu Standard Transfer Spesification (STS) yang merupakan pengembangan dari standar internasional yaitu IEC 62055-41 Payment Metering System.
Standar untuk sistem 1 arah merupakan standar terbuka (multi vendor), dimana beberapa merk KWH Meter Prabayar bisa digunakan pada Vending sistem Prabayar dengan Standar STS. Perusahaan pengguna Vending System/Meter Prabayar 1 arah harus mendaftarkan diri kepada Asosiasi STS untuk mendapatkan Nomor Suplly Group Code (SGC) yang akan digunakan sebagai salah satu data untuk enskripsi token. Token yang berupa 20 digit angka diproduksi oleh Vending System ini unik dan mempunyai tingkat keamanan sangat tinggi yang merupakan hasil enskripsi dari STS Security module yang terdiri dari : nomor serial Meter, index tarif, nilai KWH yang dibeli, nomor Suplly Group Code (SGC).
Mekanisme pembelian listrik Prabayar mudah dan efektif dengan cara pelanggan membeli token/voucher yang berisikan 20 digit angka, kemudian angka tersebut diisikan kedalam Meter Prabayar, listrik sudah bisa digunakan. Pelanggan mengisi ulang jika kredit KWH sudah akan habis/habis, jika tidak diisi ulang pada saat kredit KWH habis, sambungan listrik akan terputus secara otomatis sampai pengisian ulang berikutnya.
3.5.2. Jenis – Jenis KWH Meter Prabayar PLN
Seiring dengan berjalannya waktu dan dengan begitu pesatnya perkembangan teknologi, KWH Meter Prabayar pun semakin disempurnakan untuk dapat meminimalisasi terjadinya Penyalahgunaan pemakaian tenaga listrik. Berikut ini adalah Generasi Meter yang digunakan oleh PT. PLN (PERSERO) :
1. Single Sensing Single Relay 2. Double Sensing Single Relay 3. Double Sensing Double Relay
Gambar 3. 5. Teknis dan Operasonal
3.5.2.1. KWH Meter Prabayar Single Sensing Single Relay
Untuk KWH Meter Prabayar Single Sensing Single Relay ini KWH Meter hanya dilengkapi satu sensor (CT) dan 1 Relay. Oleh karena itu jika terjadi kesalahan dalam pengukuran dan penyambungan maka KWH ini akan mengalami kegagalan dalam membaca arus yang melewatinya.
Gambar 3. 6. Block Diagram KWH Meter Prabayar 1 Fasa
Gambar 3. 7. Diagram Pengawatan Single Sensing Single Relay
3.5.2.2. KWH Meter Prabayar Double Sensing Single Relay
KWH Meter Prabayar Double Sensing Single Relay ini adalah KWH Meter penyempurnaan dari KWH Meter Single Sensing Single Relay. Pada KWH Meter jenis ini perangkat dilengkapi dua sensor (CT) dan 1 Relay. Oleh karena itu jika terjadi kesalahan dalam pengukuran disalah satu CT, maka Pengukuran akan dihitung dengan hasil pengukuran yang paling besar pembacaannya,
Gambar 3. 8. Block Diagram Meter 1 Fasa Prabayar
Gambar 3. 9. Diagram Pengawatan Double Sensing Single Relay
3.5.2.3. KWH Meter Prabayar Double Sensing Double Relay
KWH Meter Prabayar Double Sensing Double Relay ini memiliki dua buah Relay Proteksi dan dua buah CT, jika terjadi kesalahan ukur dalam pengukuran di CT awal, Pengukuran akan dibandingkan dengan hasil pengukuran dari CT kedua, maka pembacaan pun akan semakin lebih akurat, ditambah lagi dengan dua Relay proteksi yang mengamankan Meter ini. Hal ini membuat Meter ini lebih unggul dari yang sebelumnya.
Gambar 3. 10. Block Diagram Meter 1 Fasa Prabayar
Gambar 3. 11. Diagram Pengawatan Meter Double Sensing Double Relay
3.5.2.4. Fungsi Tombol Keypad Pada KWH Meter Prabayar
Fungsi Tombol Keypad pada KWH Meter Prabayar adalah untuk memasukkan perintah yang berbentuk Coding/kode pada KWH Meter yang selanjutnya diproses oleh mikrokontroller yang telah diprogram.
3.5.2.5. Nomor Kode Singkat KWH Meter Prabayar
Berikut adalah Kode singkat Program KWH MeterDigital Prabayar yang dimasukkan melalui Tombol Keypad.
Gambar 3. 12. Tombol Keypad Pada KWH Meter Digital Prabayar
Tabel 3. 1. Nomor Kode Singkat Program KWH Meter Prabayar
3.5.2.6. Fungsi Layar LCD Pada KWH Meter Prabayar
Fungsi Layar LCD Pada KWH Meter Digital Prabayar adalah untuk menampilkan data/output yang telah diproses oleh microcontroller,
Berikut ini adalah Tabel dimana ketika Proses Penginputan Coding/Kode berhasil atau tidak akan tampil seperti data tampilan dibawah ini.
Gambar 3. 13. Tampilan Layar LCD KWH Meter Digital Prabayar
Tabel 3. 2. Tampilan Teks di Layar Tampilan LCD KWH Meter
3.5.2.7. Spesifikasi Teknis Meter Di Pasaran
Spesifikasi dari KWH Meter sangat beragam, Untuk dapat mengetahui Spesifikasi dari KWH Meter yang ada dipasaran sebaiknya kita harus membaca manual book/buku panduan yang ada di dus/box KWH Meter.
Contoh :
• Tipe Meter : KWH Meter Statis Prabayar
• Indeks Kelas Meter : Kelas 1
• Akurasi Tipikal : ± 1%
• Jumlah Fasa & Kawat : Fasa Tunggal 2 Kawat
• Referensi Pengujian : SPLN D3.009-1 : 2010
• Tegangan Acuan : 230V
• Arus Dasar & maksimal : 5(60)A
• Frekuensi acuan : 50 Hz
• Tegangan kerja : 110V – 299V
• Konstanta Meter : 1600 imp/KWH
• Temperatur kerja : -25 s/d 70°C
• Kelembaban : < 95%
• Type Display : LCD dengan Backlight
• Kelas Proteksi : IP54
• Berat Meter : 615 gram
• Jangkauan Arus terukur : 10mA - 60A
• Anti-Tampering : Sesuai SPLN D3.009-1 : 2010
• Contactor : 220VAC / 80A
• Pemakaian Daya Sendiri : ≤ 1W
• No Seri : Spesifik
Tabel 3. 3. Spesifikasi Teknis Meter Di Pasaran
3.5.2.8. Karakteristik Listrik Prabayar
Setiap KWH Meter Prabayar hanya mempunyai satu nomor seri spesifik yang terdiri dari 11 digit. Nomor seri ini yang membedakan antara satu KWH Meter Prabayar dengan lainnya, sehingga pengisian kode token dipastikan tidak akan keliru. Pada KWH Meter Prabayar tersedia layar LCD yang menampilkan antara lain :
Konsumsi energi (dalam satuan KWH dan Rupiah).
Sisa energi (dalam KWH, Rupiah dan perkiraan sisa jumlah hari).
Data historis dari pemakaian energi pelanggan selama 6 bulan terakhir.
Besarnya nilai penggunaan listrik dalam satuan daya, tegangan dan arus listrik secara langsung (live). Gambar 4.5 Contoh KWH Meter Prabayar Setiap KWH Meter Prabayar hanya mempunyai satu nomor seri spesifik yang terdiri dari 11 digit. Nomor seri ini yang membedakan antara satu KWH Meter Prabayar dengan lainnya, sehingga pengisian kode token dipastikan tidak akan keliru. Pada KWH Meter Prabayar tersedia layar LCD yang menampilkan antara lain :
Konsumsi energi (dalam satuan KWH dan Rupiah).
Sisa energi (dalam KWH, Rupiah dan perkiraan sisa jumlah hari).
Data historis dari pemakaian energi pelanggan selama 6 bulan terakhir.
Besarnya nilai penggunaan listrik dalam satuan daya, tegangan dan arus listrik secara langsung (live).
Selain itu, juga terdapat lampu dan speaker indikator yang memberi isyarat peringatan bila sisa energi telah menipis (dalam bentuk kedipan lampu dan suara). Menggunakan sistem token dalam transaksi pembayaran listrik. Sistem token adalah suatu sistem voucher isi ulang energi listrik yang mengikuti standard transfer specification (STS), yaitu standar/protokol internasional untuk komunikasi data setiap KWH Meter
Prabayar. Angka yang tertulis pada token (terdiri dari 20 digit) merupakan suatu kode informasi yang bila di-input kedalam sistem KWH Meter Prabayar, maka secara otomatis kode tersebut diterjemahkan oleh KWH Meter Prabayar menjadi suatu besaran energi (dalam satuan KWH maupun Rupiah).
Token bisa dibeli pada tempat tertentu dengan menyebutkan angka nomor seri KWH Meter pelanggan yang bersangkutan. Kode angka yang ditampilkan oleh token tersebut hanya berlaku untuk seri KWH Meter tersebut. Dengan demikian, tidak akan terjadi kesalahan dalam menginput kode token. Pengisian nilai token secara otomatis akan terakumulasi (ditambahkan) dengan sisa nilai token yang ada pada KWH Meter Prabayar sebelumnya.
3.5.2.9. Implementasi Listrik Prabayar
Costumer Information System (CIS) yang ada di Unit-unit Pelayanan juga berfungsi untuk proses administrasi pelanggan listrik Prabayar (disamping pelanggan biasa) serta menggunakan jaringan WAN/LAN yang sudah ada. Sedangkan Server Data Center Listrik Prabayar serta Vending Server ditempatkan di Kantor Distribusi DJBB.
Untuk Software Vending system listrik Prabayar menggunakan Software jadi yang dibuat oleh VendorListrik Prabayar anggota STS dengan kostumisasi sesuai kebutuhan. Penjualan token dilakukan secara Online menggunakan delivery channel Bank (Payment Point Online Bank, ATM, Teller Bank), Kantor Pos atau down line lainnya.
Penjualan token rencananya juga bisa dikembangkan dengan penjualan fisik kartu voucher, sedangkan untuk komunikasinya akan bekerjasama dengan network/provider komunikasi selular. Untuk mengaktivasi voucher kirim SMS ke SMS Center Prabayar berupa Nomor Meter dan Nomor voucher (yang sudah digosok), kemudian akan mendapatkan balasan SMS berupa jumlah KWH yang dibeli, nilai pembelian dan 20 digit Nomor Token pada Ponsel. Kartu Voucher fisik isi ulang bisa diperoleh di toko/supermarket/wartel atau retail lainnya.
Aplikasi Vending system adalah Server dengan Management Vending system yang berlokasi di Kantor Distribusi (ADC) DJBB dan Vending Unit disisi Client yang berlokasi di APJ-APJ. Vending Unit di APJ hanya digunakan untuk Engineering Token/pemeliharaan. Vending sistem dimungkinkan untuk melayani 99 macam golongan Tarif dengan harga tarif yang flat ataupun sesuai keinginan. Pelaksanaan/implementasi Listrik Prabayar secara meluas sebaiknya Golongan/Tarifnya ditetapkan oleh PLN Pusat (sudah terbit) dengan tarif yang lebih menarik/rendah dari pada Tarif regular. Struk token dicetak oleh mesin ATM/Teller/PP Online yang menampilkan data pelanggan, IDPEL atau nomor Meter, nilai rupiah pembelian,jumlah KWH yang dibeli, adminBank/Pos dan Kode Token angka 20 digit. Kode Token ini kemudian dientrykan ke
Gambar 3. 14. Implementasi Listrik Prabayar
keypad KWH Meter Prabayar, token tidak ada kadaluarsa. Hasil penjualan token listrik Prabayar baik berupa KWH jual maupun rupiah pendapatan diakui sebagai penjualan pada bulan berjalan (Sistem cash basis) dan dilaporkan pada bulan berikutnya (TUL III-09) .
Keberhasilan pelaksanaan Listrik Prabayar adalah merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kinerja penurunan tunggakan, penghematan biaya operasional dan meningkatkan arus dana serta merupakan salah satu upaya untuk pelayanan kepada pelanggan dengan memberikan alternatif kemudahan serta mendidik pelanggan untuk turut serta bertanggung jawab terhadap kelangsungan suplai tenaga listrik dengan melakukan penghematan.
3.5.3. Proses Pemasukan Dan Isi Ulang Token
Berikut adalah cara pelanggan untuk melakukan proses pemasukan dan isi ulang token pada KWH Meter Prabayar.
1. Pelanggan membeli token di PLN atau instansi lain yang sudah bekerja sama dengan PLN.
2. Pelanggan mendapatkan struk pembelian yang berisi nomor token ber jumlah 20 digit.
3. Pelanggan memasukkan 20 dijit nomor token tersebut ke alat LPB.
4. Listrik langsung bisa dinikmati.
Gambar 3. 15. Token/Voucher Listrik
3.6. PELANGGAN BARU
Proses melakukan registrasi untuk menjadi pelanggan baru listrik PLN adalah sebagai berikut:
1. Calon pelanggan melakukan pendaftaran dengan membawa:
a. KTP;
b. Gambar sket lokasi rumah pelanggan yang bersangkutan.
2. Petugas PLN melakukan survey lokasi rumah pelanggan.
3. Petugas PLN menerbitkan surat persetujuan.
4. Calon pelanggan menyampaikan sertifikasi layak operasi.
5. Calon pelanggan membayar:
a. Biaya penyambungan;
b. Pembelian token perdana
6. Calon pelanggan menandatangani surat perjanjian jual beli tenaga listrik.
7. Petugas PLN melakuakan penyambungan dengan mengaktifkan KWH Meter Prabayar.
8. Listrik pelanggan sudah bisa langsung dinikmati.
3.7. PELANGGAN MIGRASI
Proses melakukan registrasi untuk melakukan migrasi listrik PLN adalah sebagai berikut:
1. Calon pelanggan melakukan pendaftaran dengan membawa:
a. KTP;
b. Gambar sket rumah pelanggan yang bersangkutan;
c. Bukti pembayaran rekening.
2. Pelanggan membayar biaya administrasi untuk proses migrasi.
3. Petugas PLN menerbitkan surat persetujuan.
4. Calon pelanggan membayar:
a. Biaya penyambungan;
b. Pembelian perdana.
5. Calon pelanggan menandatangani surat perjanjian jual beli tenaga listrik.
6. Petugas PLN melakukan peyambungan dan mengaktifkan KWH Meter - Prabayar.
7. Listrik Prabayar bisa langsung dinikmati.
3.8. PERHITUNGAN KWH METER
PT. PLN (PERSERO) menggunakan KWH Meter untuk melakukan Pengukuran Pemakaian Energi Listrik yang digunakan/dipakai Konsumen.
Besarnya Penggunaan Energi Listrik yang tercatat di KWH Meter tergantung dari Pemakaian Energi Listrik yang digunakan Konsumen.
3.8.1. Perhitungan KWH Meter Pascabayar
Pada KWH Meter Pascabayar (Konvensional/Mekanik) Besarnya Penggunaan Energi Listrik Dicatat setiap bulannya oleh Petugas PLN (Catat Meter) dan kemudian dikalkulasikan dengan harga jual sesuai Tarif Dasar Listrik yang ditetapkan oleh PT. PLN (PERSERO).
Untuk mengetahui hitungan berapa putaran KWH Meter Pascabayar untuk mecapai 1 KWH, ketika membeli sebuah KWH Meter maka akan tercantum X putaran per KWH, artinya untuk mencapai 1 KWH dibutuhkan putaran sebanyak x kali putaran dalam setiap jamnya. Contohnya jika 900 putaran per KWH maka harus ada 900 putaran setiap jamnya untuk dikatakan sebesar satu KWH. Jumlah KWH itu secara kumulatif dihitung dan pada akhir bulan dicatat oleh petugas besarnya pemakaian lalu dikalikan dengan tarif dasar listrik atau TDL ditambah dengan biaya abodemen dan pajak menghasilkan jumlah tagihan yang harus dibayarkan setiap bulannya.
3.8.2. Perhitungan KWH Meter Prabayar
Sedangkan untuk KWH Meter Prabayar (sistem token) Pembayaran dilakukan diawal pemakaian, artinya kita harus melakukan isi stroom awal untuk dapat menggunakan Energi Listrik.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk menghitung Besar pemakaian Energi Listrik (KWH Meter) dan Pembayarannya adalah :
1. Menentukan Pemakaian Energi Listrik (KWH) dengan mencatat Angka yang tertera pada KWH Meter Pelanggan yang dilakukan rutin setiap bulan.
2. Setelah itu Angka yang tertera di KWH Meter dikurangkan dengan Angka yang tertera di KWH Meter Pemakaian bulan sebelumnya.
3. Setelah mendapatkan hasilnya kemudian dikalikan dengan Tarif Dasar Listrik yang telah ditetapkan oleh PT. PLN (PERSERO).
4. Khusus untuk KWH Meter Pascabayar/Konvensional (Mekanik) jika pemakaian tidak mencapai 40 jam nyala maka minimum pembayaran yang dilakukan adalah sebanyak 40 jam menyala.
5. Tarif Dasar Listrik (Faktor Kali) yang digunakan sesuai dengan Besar daya yang digunakan Pelanggan (450VA,900VA,1300VA,dst)
Harga Tarif Dasar Listrik Berbeda-beda sehingga disesuaikan dengan Daya yang digunakan konsumen.
3.9. PERBEDAAN LISTRIK PRABAYAR DENGAN PASCABAYAR
3.10. CONTOH PERHITUNGAN TAGIHAN LISTRIK
Berikut ini adalah contoh perhitungan Listrik Prabayar dan Pascabayar : 3.10.1. Perhitungan KWH Meter Prabayar
1. Diketahui :
KWH Meter : 450 VA Pulsa : Rp. 100.000,-
PPJ : 9 %
Admin Bank : Rp. 1.600,-
Tarif Listrik : Rp. 415,- per KWH
Ditanya : Berapa Total Daya yang akan didapatkan ?
Tabel 3. 4. Tabel Perbandingan Listrik Prabayar dan Pascabayar