• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Perusahaan Tegel "Dewasa" berdiri pada tanggal 28 Mei dengan memiliki surat ijin perusahaan dari Walikota

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Perusahaan Tegel "Dewasa" berdiri pada tanggal 28 Mei dengan memiliki surat ijin perusahaan dari Walikota"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

3.1. SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN

Perusahaan Tegel "Dewasa" berdiri pada tanggal 28 Mei 1970 dengan memiliki surat ijin perusahaan dari Walikota Madya Madiun dengan SK No. 317/712. G. 1970. Perusahaan ini merupakan perusahaan perseorangan, dengan pendiri sekaligus pemilik perusahaan yaitu Bapak Moch. Kasim yang juga menjabat sebagai direktur sampai sekarang.

Perusahaan ini pada awal proses produksinya menggu- nakan tenaga manusia dengan bantuan mesin press tegel atau yang disebut dengan handpress. Karena permintaan konsumen akan produk tegel inakin lama makin meningkat maka perusa­

haan ini melengkapi mesin untuk proses produksinya dengan 8 unit mesin press tegel dengan tenaga listrik , 2 unit mesin slept (penggosok) dan 1 unit mesin potong.

Pada dasarnya perusahaan ini hanya memproduksi jenis produk tegel saja sedangkan produk selain tegel hanya merupakan produk sampingan. Adapun produk tegel yang utama adalah tegel abu-abu dan tegel warna, sedangkan yang merupakan produk sampingan adalah beton buis, batu nisan,

(2)

angin-angin dan paving stone.

Ruangan untuk tempat produksi tegel dari perusahaan Tegel "Dewasa” sebelumnya adalah gedung bioskop. Ruang berukuran ± 12 x 27 m tersebut merupakan tempat pembuatan tegel sekaligus tempat penyiapan bahan-bahan mentah, perendaman, pengeringan dan penyimpanan tegel yang siap pakai. Disamping berasal dari penerangan listrik juga berasal dari sinar matahari yang masuk melalui 7 buah pintu yang selalu terbuka lebar, sehingga membuat sirkula-

si udara tersebut cukup baik.

Dalam perkembangannya, perusahaan ini tidak hanya bergerak dalam bidang produksi, melainkan juga perdagan- gan, yaitu sebagai agen penjualan ubin porselin, ubin marmer dan pot-pot bunga yang berasal dari Malang. Dan produk-produk tersebut ditempatkan bersama-sama dengan produk hasil perusahaan Tegel Dewasa, yaitu tegel. Di ruang pamer yang terletak pada satu ruangan dengan kantor perusahaan, dipajang dengan beberapa contoh produk yang

lain.

3.2. TUJUAN PERUSAHAAN

Setiap perusahaan di dalam melaksanakan usahanya mem- punyai tujuan-tujuan tertentu. Demikian juga halnya dengan perusahaan Tegel "Dewasa” .

(3)

Tujuan perusahaan adalah suatu hal yang amat pent- ing dari perusahaan itu sendiri. Maka apabila perusahaan ingin menjalankan usaha dengan baik, perusahaan harus lebih dulu membedakan mana yang termasuk tujuan jangka pendek dan mana yang termasuk tujuan jangka panjang.

Adapun tujuan dari perusahaan ini adalah sebagai berikut :

1. Tujuan jangka pendek

Adalah tujuan yang harus dicapai terlebih dahulu dalam jangka waktu yang pendek sebelum melangkah pada tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek dari perusahaan Tegel "Dewasa" yaitu :

- Mencapai laba atau keuntungan yang optimal.

Setiap perusahaan dalam kegiatannya bertujuan untuk memperoleh laba maksimal, maka perusahaan berusaha untuk mengerahkan segala potensi yang dimilikinya untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal tersebut.

- Menciptakan kelancaran dalam proses produksi.

Perusahaan harus dapat menghilangkan hambatan- hambatan dalam proses produksi misalnya : kurang nya persediaan dalam bahan baku sehingga perusa­

haan tidak dapat melakukan proses produksi, kerusakan pada mesin-mesin produksi karena tidak

(4)

adanya perawatan dan pemeliharaan terhadap mesin-mesin.

- Mencapai mutu produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh perus- ahaan.

- Meningkatkan volume penjualan.

2

.

Tujuan jangka panjang

A d a l a h kelanjutan dari tujuan jangka pendek (membutuhkan waktu lebih dari 1 tah un). Tujuan jangka panjang dari perusahaan ini yaitu :

- Memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan.

K arena banyak muncul p e r u s a h a a n - p e r u s a h a a n dengan meinproduksi produk yang sejenis maka dapat menimbulkan persaingan. Persaingan yang terjadi adalah persaingan mengenai harga dan persaingan mengenai mutu dari produk yang diha­

silkan oleh perusahaan. Oleh karena itu perusa­

haan harus meningkatkan kegiatan baik mengenai mu tu produk yang dihasilkan dan harga yang bersaing dipasaran.

- Meningkatkan kesejahteraan karyawan.

Karyawan didalam perusahaan merupakan salah satu faktor utama yang terpenting karena tanpa adanya karyawan maka perusahaan itu tidak dapat berja- lan dan tidak dapat berkembang.

(5)

- Mengadakan ekspansi.

Dalam mengadakan ekspansi {perluasan usaha) perusahaan membagi dua faktor yang ingin dicapai yaitu :

* ekspansi intern, dengan menambah mesin-mesin yang lebih modern agar kapasitas produksi dapat ditingkatkan dan memperluas bangunan fisik.

* ekspansi ekstern, dengan jalan memperl uas daerah pemasaran, mengembangkan berbagai jenis produk sehingga sasaran perusahaan lebih luas.

3.3. LOKASI PERUSAHAAN

Pemilihan lokasi merupakan salah satu faktor yang sangat penting karena penentuan lokasi akan mempunyai dampak berhasil atau tidaknya terhadap kelangsungan hidup perusahaan. Dalam penentuan lokasi, perusahaan ini memper- timbangkan beberapa faktor antara lain :

- Mudah dijangkau oleh alat transportasi.

Karena lokasi perusahaan yang berada di jalan raya sehingga lebih memudahkan pengangkutan yaitu untuk pengangkutan bahan baku dan pengiriman produk jadi ke konsumen serta mudah untuk dijangkau oleh para konsumen yang datang dari luar daerah Madiun.

(6)

Adanya peluang untuk memperluas lokasi perusahaan.

Disekitar lokasi perusahaan masih terdapat tanah yang cukup luas sehlngga dapat dipergunakan untuk mengadakan perluasan perusahaan.

Dekat dengan bahan baku.

Karena ± 2 km dari perusahaan, terdapat sungai yang merupakan sumber pengambilan pasir.

Suplai Air.

Untuk perusahaan yang roemerlukan jumlah air yang besar dalam proses produksi mereka, maka suplai air ini harus diperhatikan secara serius dalam pemili- han lokasi. Perusahaan tegel "DEWASA" dalam melaku- kan proses produksi memerlukan air yang hanya dipergunakan untuk perendaman produk setengah jadi dan kebutuhan MCK karyawan. Sumber air perusahaan

ini cukup dipenuhi oleh sumber air pam pemerintah.

Suplai Tenaga Listrik.

Karena perusahaan didirikan pada kawasan industri, maka kebutuhan akan tenaga listrik untuk menggera- kan mesin-mesin perusahaan tidak mengalami masalah, kecuali listrik dari PLN padam, namun hal ini sudah dapat diatasi karena perusahaan telah memiliki sumber listrik cadangan yang berupa mesin dissel yang dijalankan pada saat sumber listrik dari PLN padam.

(7)

- Dekat dengan sarana perbankan.

Karena secara langsung maupun tidak langsung dalam operasi usaha perlu tambahan modal dari bank dan untuk transfer cek giro juga mudah karena letak perusahaan dengan bank sangatlah dekat.

3.4. STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN

Struktur organisasi perusahaan Tegel "Dewasa" berben- tuk lini atau garis lurus, maka akan digambarkan secara garis besar dari struktur organisasi perusahaan ini diser- tai dengan tugas-tugas dan tanggung jawab dari masing- masing bagian.

GAMBAR 3.1

STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN

Sumber : Intern Perusahaan.

(8)

masing bagian yang terdapat didalain struktur organisasi adalah sebagai berikut :

DIREKTUR

- Sebagai pemilik perusahaan.

- Mengkoordinir seluruh kegiatan perusahaan.

- Menentukan kebijaksanaan dan sebagai pengambil keputusan terakhir.

WAKIL DIREKTUR

- Membantu tugas-tugas dari direktur.

BAGIAN ADMINISTRASI DAN UMUM - Mencatat administrasi kantor.

- Mencatat peinbelian bahan material.

- Mencatat penerimaan dan pemakaian bahan baku dan bahan pembantu.

- Mencatat penerimaan pegawai atau tenaga kerja.

BAGIAN KEUANGAN

- Memperhitungkan dana yang dipakai untuk operasional peru sahaan.

- Penggajian terhadap karyawan

- Mencatat penerimaan dan pengeluaran uang.

BAGIAN PRODUKSI

- Mengadakan pengawasan terhadap proses produksi.

- Menetapkan besarnya volume produksi.

- Bertanggung jawab atas mutu dari produk yang dihasilkan.

(9)

BAGIAN PEMASARAN

- Mengadakan komunikasi dan memperkenalkan produk baru ke- pada konsumen.

- Menerima pesanan dari konsumen.

- Mencari daerah pemasaran yang baru dan mempertahankan daerah yang telah dikuasai.

TUKANG

- Mengerjakan pencetakan tegel.

- Bertanggung jawab atas atas hasil-hasil yang telah diselesaikan.

PEMBANTU TUKANG

- Mempersiapkan bahan dan membuat campuran untuk pembuatan tegel.

- Memasukkan dan mengeringkan tegel dari bak perendaman.

- Bertanggung jawab atas hasil-hasil yang telah diselesai­

kan.

3.4.1. Personalia Dan Perburuhan

Dalam menjalankan kegiatan proses produksi, perusahaan sampai saat ini mempunyai tenaga kerja dengan jumlah 66 orang yang diperinci sebagai berikut :

- Direktur 1 Orang

(10)

- Wakil Direktur 1 Orang - Bagian Administrasi dan Umum 3 Orang

- Bagian Produksi 1 Orang

- Bagian keuangan 3 Orang

- Bagian Pemasaran 5 Orang

- Tukang 22 Orang

- Pembantu Tukang atau Tenaga Borongan 30 Orang

Jumlah : 66 Orang Seda ngka n jam kerja yang d iper luka n oleh perusahaan adalah sebagai berikut :

- Hari kerja berlangsung mulai hari Senin - Sabtu dan jam kerja adalah sebagai berikut :

Senin - J u m ’at : 0 8 . 0 0 - 1 6 . 0 0 WIB Istirahat hari Senin - Kamis ; 12.00 - 13.00 WIB Istirahat hari Jum'at : 1 1 . 3 0 - 1 3 . 0 0 WIB Hari Sabtu tanpa istirahat : 0 8 . 0 0 - 1 3 . 0 0 WIB - Sistim penggajian

* Untuk karyawan tetap gaji harian dibayarkan secara bulanan.

* Untuk tenaga kerja harian pembayaran didasarkan pada hari kerjanya dan dibayarkan setiap hari

Sabtu.

* Untuk tenaga kerja borongan pembayaran dida­

sarkan pada jumlah produk yang dihasilkan dan

(11)

dibayarkan setiap hari Sabtu.

3.5. PROSES PRODUKSI

Kegiatan didalain proses produksi tegel dari perusa- haan ini dilakukan secara berurutan didalain masing-masing tahap yang merupakan langkah persiapan bagi kepentingan langkah berikutnya. Urutan proses produksi dapat digam- barkan sebagai berikut :

GAMBAR 3-2 PROSES PRODUKSI

Sumber : Intern Perusahaan.

(12)

Adapun tahap-tahap dari proses produksi adalah seba- gai berikut :

Tahap I : Proses Pencampuran

Dimana proses ini dimulai dengan melaku- kan persiapan bahan-bahan yang terdiri dari semen abu-abu (semen gresik), semen putih, mill, pasir dan verf (pewarna tegel). Pasir yang akan digunakan harus diayak terlebih dahulu agar diperoleh bu tir an pasir yang halus. Dari hasil persiapan bahan tadi, dibagi menjadi 3 adonan untuk 3 lapisan yaitu :

- Adonan 1 (lapisan 1)

* untuk tegel abu-abu : semen abu-abu, mill dan air (disebut dengan jenan- gan) .

* untuk tegel warna : semen putih, mill, verf dan air (disebut dengan

jenangan).

- Adonan 2 (lapisan 2)

* untuk tegel abu-abu dan warna : camp- uran semen abu-abu, pasir halus dan tanpa air (disebut dengan geber).

(13)

- Adonan 3 {lapisan 3)

* untuk tegel abu-abu dan warna : campur- an semen abu-abu dan pasir halus dengan sedikit air (disebut dengan kaki).

Tahap II : Proses Pencetakan

Tegel dicetak satu persatu (lapis demi lapis) dalam cetakan, kemudian dimasukkan kedalam mesin press.

Tahap III : Proses Pengeringan Awal

Setelah dimasukkan kedalam mesin press, tegel diambil dan kemudian diletakkan di r a k p e n g e r i n g a n aw al d e n g a n p o s i s i

"tidur" selama 24 jam.

Tahap IV : Proses Perendaman

S e t e l a h 24 jam, t e g e l d i a m b i l u n t u k dimasukkan ke dalam bak perendaman selama 2 hari agar tegel tidak mudah pecah.

Tahap V : Proses Pengeringan Akhir

Setelah 2 hari direndam, tegel diangkat dan dikeringkan pad a rak p e n geri nga n terakhir dengan posisi "berdiri*' supaya

(14)

cepat kering selama 1 hari. Setelah itu diadakan penyortiran, yang baik dan yang rusak diplsahkan untuk selanjutnya dipin- d a h k a n ke t e m p a t p e n y i m p a n a n t e g e l

(gudang tegel).

3.6 Lay Out Mesin dan Peralatan yang Digunakan

Didalam memproduksi suatu produk biasanya perusahaan mempergunakan pertolongan alat-alat produksi yang berupa mesin-mesin. Dengan dipergunakannya mesin-mesin tersebut maka pekerjaan akan dapat dilaksanakan dengan lebih mudah dan lebih cepat. Selain itu mesin tersebut harus diatur sedemikian rupa hingga mempermudah pelaksanaan proses pro­

duksi.

Lay out mesin pada perusahaan Tegel Dewasa ini diatur sesuai dengan urut-urutan proses produksinya.

Mesin dan peralatan yang digunakan disini adalah alat yang digerakkan untuk membantu manusia atau para pekerja dalam mengerjakan bagian-bagian produk tertentu, sedangkan peralatan adalah alat-alat yang juga membantu kerja mesin maupun manusia dalam memperbaiki atau memelihara mesin yang ada. Mesin-mesin yang digunakan adalah;

(15)

1. Mesin Press Tegel

Mesin ini digunanya untuk mencetak tegel. Mesin press tegel ini ada 12 unit , yaitu : 8 unit mesin press dengan menggunakan tenaga listrik dan 4 unit mesin press dengan tenaga manusia (hand press).

2. Mesin Penggosok dan Mesin Potong

Mesin ini hanya digunakan untuk pembuatan beton buis saja dan tidak d i g unak an dalam pembuatan tegel.

(16)

GAMBAR 3.3

DENAH PEMBAGIAN RUANGAN PERUSAHAAN

M

M

N

O

Q

R

K

Sumber : Intern Perusahaan.

(17)

KETERANGAN GAMBAR : A. Tempat pasir B. Bak Perendaman

C. Rak pengeringan akhir D. Rak Pengeringan Awal

E. Mesin Press Tegel (tenaga listrik dan tenaga ma- nusia)

F. Tempat Pencampuran Bahan G. Tempat Penyimpanan Tegel H. Ruang Pamer

I. Kantor Direktur J. Kantor

K. Gudang Semen L. Tempat Pemolesan

M. Mesin Penggosok/Slept N. Mesin Potong

0. Tempat Pembuatan Paving Stone P. Rak Pengeringan Paving Stone Q. Tempat Pembuatan Beton Buis R. Tempat Pembuatan Batu Nisan S. Bak Perendaman Paving Stone

3.7. KLASIFIKASI KERUSAKAN PRODUK

Setiap perusahaan didalam melakukan proses produksi pasti terdapat kerusakan-kerusakan yang terjadi atas produk yang dihasilkannya. Demikian juga halnya dengan perusahaan ini. Adapun klasifikasi dari kerusakan produk adalah sebagai berikut :

1. Tegel rusak pada bagian sudut atau tepi, hal ini terjadi karena benturan antar tegel pada waktu tegel dimasukkan dan dikeluarkan dari bak perenda­

man.

2. Permukaan atas tegel tidak halus, hal ini disebab-

(18)

kan adanya bahan baku mill yang kasar yang ikut terbawa dalam proses produksi.

3. Tegel pecah, karena jatuh pada saat memindahkan tegel dari bak perendaman ke rak p e n g erin gan akhir.

4. Tebal tegel tidak sama, hal ini disebabkan adanya mesin yang rusak pada saat berlangsungnya proses produksi.

Dengan adanya bermacam-macam kerusakan maka dapat mengaki- batkan penurunan mutu dari produk yang dihasilkan oleh perusahaan.

3.8. PELAKSANAAN PENGENDALIAN MUTU DAN DATA PRODUKSI TEGEL ABU-ABU BULAN JANUARI-DESEMBER 1995.

Dengan meninjau langsung ke perusahaan penulis dapat melihat pelaksanaan pengendalian mutu di perusahaan tegel

"DEWASA" Madiun sebagai berikut : - Bahan Baku

Bahan baku yang dibeli perusahaan diteliti secara sekilas atau tidak menyeluruh. Perusahaan membeli berdasarkan kepercayaan kepada pihak pen- jual. Barang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam gudang, jika akan digunakan baru bahan baku terse­

but diambil dari gudang.

(19)

Proses Produksi

Proses produksi merupakan salah satu kegiatan utama dari perusahaan, maka selama proses produksi berlangsung perlu mendapat pengendalian agar dapat menghasilkan produk dengan mutu seperti yang telah ditetapkan.

Deng an diadakannya p e n g e n dali an mutu pada setiap tahap proses produksi maka diharapkan dapat memperkecil penyimpangan dari setiap standar produk y ang telah ditetapkan sehingga dapat diadakan tindakan perbaikan pada setiap tahap proses produk­

si.

Kecerobohan seorang pekerja dalam melakukan pengetahuan atau menggunakan mesin akan mengakibat- kan produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Untuk pengendalian didalam proses produksi, perusahaan ini tidak mengadakan pengenda­

lian mutu pada masing-masing tahap proses produksi melainkan dilakukan pada tahap akhir atau tahap penyortiran.

Berdasarkan pengamatan pada proses produksi yang dil akuk an oleh perusahaan tegel "DEWASA"

dapat-lah diketahui bahwa perusahaan belum menggu­

nakan pengendalian mutu yang baik. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya hasil produksi yang tidak

(20)

oleh perusahaan.

Disini penulis memberikan hasll produksi tegel selama 1 tahun pada tahun 1995. Karena pada saat itu banyak terjadi pengembalian barang dari konsumen.

Data tentang jumlah produksi, persentase kerusakan, dan jumlah unit yang rusak (dengan angka pembulatan) pada setiap bulannya dari bulan Januari-Desember 1995 terlihat seperti ini:

(21)

DATA PRODUKSI TEGEL ABU-ABU SELAMA TAHUN 1995

BULAN

TEGEL ABU-ABU

(UNIT)

JUMLAH KERUSAKAN

(UNIT)

% KERUSAKAN

Januari 53.000 2.560 4,83

Februari 48.000 1.842 3,84

Maret 49.000 2.245 4,58

April 46.000 1.858 4,04

Mei 52.000 2.234 4,30

Juni 53.000 3.067 5,79

Juli 48.000 2.095 4,36

Agustus 53.000 2.310 4,36

September 50.000 1.935 3,87

Oktober 41.000 2.356 5,75

Nopember 46.000 2.057 4,47

Desember 49.000 2.345 4,79

Total 588.000 26.904 4,58

Sumber : Intern perusahaan diolah Penulis.

Gambar

GAMBAR 3-2  PROSES  PRODUKSI

Referensi

Dokumen terkait

(16) Sesungguhnya sebelum mereka telah Kami uji kaum Fir’aun dan telah datang kepada mereka seorang rasul yang mulia, (17) [dengan berkata]: "Serahkanlah kepadaku

Direktur Medik dan Kepera/atan untuk Direktur Medik dan Kepera/atan untuk diteruskan kepada Ketua kelompok Staf diteruskan kepada Ketua kelompok Staf Medis *untuk didokumentasikan

Sedangkan melon MG 3 hasil persilangan ♀ Ladika-3 dengan ♂ MG 1 memiliki karakter fenotip kualitatif yaitu bentuk buah flatened, warna kulit buah kuning, warna

a. Sistem penilaian biaya selama umur ekonomis. Sistem gugur adalah evaluasi penilaian penawaran dengan cara memeriksa dan membandingkan dokumen penawaran terhadap

"Size ötesine büyümek istiyorsanız, mütevazı ve öğretilebilir kalmalıdır." (John C. Sen Tevazuyla eşanlamlı ne biliyor musun? Onur. Ve zıt anlamlı?

Dari dasar pemikiran di atas maka kami terinspirasi untuk membuat suatu sistem yang dapat meningkatkan kinerja dari mesin tersebut dengan sistem yang di intergrasikan d straint

Regresi logistik merupakan suatu metode analisis data yang digunakan untuk mencari hubungan antara variabel respon (y) yang bersifat biner atau dikotomus dengan variabel

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Ake Oba – Tanjung Wayamli –Ake Kobe yang berada