Interdisiplin dalam
pelayanan keperawatan
Disusun oleh
Maria Yulita Meo
Diah Fitri Purwaningsih
Herry Setiawan
Kualita
s
Komunikasi interdisiplin
dalam pelayanan
(Mundakir, 2006)Kurang efektifnya
komunikasi di rumah sakit
disebabkan oleh :
Lemahnya pemahaman mengenai
penggunaan diri secara terapeutik saat
melakukan intraksi dengan klien.
Kurangnya kesadaran diri perawat dalam
menjalankan komunikasi dua arah secara
terapeutik.
Lemahnya penerapan sistem evaluasi
tindakan (kinerja) individual yang
berdampak terhadap lemahnya
Faktor yang
mempengaruhi
komunikasi
Trend dan issu dalam
pelayanan keperawatan
American Nurses Credentialing Center (ANCC)
melakukan risetnya pada 14 Rumah Sakit melaporkan bahwa hubungan dokter dengan perawat bukan hanya mungkin dilakukan, tetapi juga berlangsung pada hasil yang dialami pasien. Terdapat hubungan kolerasi positif antara kualitas hubungan dokter perawat dengan
kualitas hasil yang didapatkan pasien.
Hambatan kolaborasi dokter dengan perawat sering
dijumpai pada tingkat profesional dan institusional. Perbedaan status dan kekuasaan tetap menjadi sumber utama ketidaksesuaian yang membatasi pendirian
Anggota tim interdisiplin
Tim pelayanan kesehatan interdisiplin
merupakan sekelompok profesional yang
mempunyai aturan yang jelas, tujuan umum dan berbeda keahlian. Tim akan berfungsi baik jika terjadi adanya konstribusi dari anggota tim dalam memberikan pelayanan kesehatan
terbaik. Anggota tim kesehatan meliputi:
pasien, perawat, dokter, fisioterapi, pekerja sosial, ahli gizi, manager, dan apoteker. Oleh karena itu tim kolaborasi