BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dan metode pengumpulan
data kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan dilakukan dengan wawancara
mendalam. Dalam penelitian ini, yang ingin dilihat adalah pelaksanaan inisiasi menyusu dini dan
pemberian air susu ibu secara eksklusif tanpa dipengaruhi oleh provider susu formula.
3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di beberapa Kecamatan di Kota Medan, yaitu diantaranya
Kecamatan Medan Denai, Medan Deli, dan Kecamatan Medan Helvetia dengan mengambil
sampel beberapa klnik/bidan swasta dari masing – masing kecamatan tersebut. Dari Kecamatan
Medan Denai diambil sampel salah satu klinik/bidan telah menjalankan PP No 33 Tahun 2012
tentang ASI Eklusif tetapi masih mau menerima promosi susu formula dan memberikan kepada
bayi yang baru lahir, tanpa ada indikasi medis. Dari Kecamatan Medan Deli ada klnik/bidan
Swasta yang juga masih memberikan susu formula, di Kecamatan Medan Helvetia yaitu salah
satu klinik bersalin yang juga menerima provider susu formula dan salah satu klinik Kecamatan
Medan Denai yang memberikan kepada bayi yang baru lahir sehingga banyak bayi yang tidak
mau lagi apabila diberikan ASI oleh ibunya. Penelitian dilakukan dari bulan Juli sampai dengan
bAgustus 2015
3.3. Pemilihan Informan
Dalam pemilihan informan ada beberapa jenis informan yang digunakan diantaranya:
informan kunci (key informan), adalah informan yang pertama kali dijumpai untuk memperoleh
data atau informasi tentang keberadaan dan jumlah bayi, serta bagaimana cara pemberian air susu
ibu (ASI) secara eksklusif dan tidak memberikan susu formula.Objek yang diteliti adalah
implementasi IMD dan ASI Eksklusif dilihat dari aspek komunikasi, disposisi, struktur birokrasi,
evaluasi dan badan usaha /provider yag terkait.
Jumlah informan utama ada 5 orang yaitu Pegawai Dinas Kesehatan, penanggungjawab
klinik, bidan koordinator, bidan di klinik dan ibu hamil dan menyusu (suami, ibu, ibu mertua).
3.4. Metode Pengumpulan Data 3.4.1 Data primer
Data yang diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap
informan, baik informan kunci maupun informan pokok.
Metoda yang digunakan untuk memperoleh informasi tentang pemberian ASI
secara eksklusif yaitu gabungan antara metoda wawancara dan observasi terhadap posisi
menyusui, perlekatan dalam menyusui dan pemberian susu formula bagi bayi yang tidak
diberi ASI secara eksklusif.
3.4.2 Data sekunder
Data yang digunakan pada penelitian ini berupa data mengenai jumlah ibu
yang melaksanakan IMD dan ASI Ekslusif, serta data-data yang diperlukan untuk
mendukung terlaksananya penelitian. Data-data ini diperoleh dari dokumen laporan
yang didapat melalui informan kunci.
3.5. Metode Analisis Data
Analisis data dilakukan dengan menggunakan Metode Perbandingan Tetap (constant
comparative method) atau yang sering dikenal dengan Grounded Research. Menurut Moleong
(2006) analisis dengan menggunakan metode Grounded Research mencakup : reduksi data,
kategorisasi data, sintesisasi, dan diakhiri dengan menyusun hipotesis kerja. Prinsip pokok teknik
analisis kualitatif ialah mengolah dan menganalisis data yang terkumpul menjadi data yang
sistematik, teratur, terstruktur dan mempunyai makna. Peneliti harus memiliki tujuan dan
pengetahuan terhadap hal itu sebelumnya, namun semua dugaan-dugaan tersebut hendaknya
dihindari agar tidak terjadi bias dalam mengintepretasikan data yang ada.
Analisis data dilakukan dalam suatu proses. Proses berarti pelaksanaanya sudah mulai
dilaksanakan sejak pengumpulan data dilakukan dan dikerjakan secara intensif sesudah
meninggalkan lapangan penelitian. Analisis data kualitatif terletak pada tiga proses yang
berkaitan yaitu : mendeskripsikan fenomena, mengklasifikasikannya, dan melihat bagaimana
konsep-konsep yang muncul itu satu dengan lainnya berkaitan.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian
4.1.1 Letak Geografis Kota Medan
Kota Medan memiliki luas wilayah 26.510 hektar (265,10 km²) atau 3,6% dari
keseluruhan wilayah Sumatera Utara.. Secara geografis kota Medan terletak pada 3° 30' –
3° 43' Lintang Utara dan 98° 35' - 98° 44' Bujur Timur. Untuk itu topografi kota Medan
cenderung miring ke utara dan berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan
laut.
Secara geografis, batas wilayah Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang
adalah sebagai berikut :
- Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang dan Selat Malaka
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang
- Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang.
- Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang
Jumlah penduduk di Kota Medan yaitu 2.465.469 jiwa. Terdiri dari 21 kecamatan
dan 151 kelurahan.
Berdasarkan hasil presurvey BKKBN di Kota Medan pada tahun 2013, jumlah
Pasangan Usia Subur 329.611 orang.
4.1.2 Demografi Kota Medan
Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin (jiwa), 2013
Golongan Umur Laki-laki Perempuan Jumlah Rasio Jenis Kelamin
0 - 4 784 163 754 961 1 539 124 103,87
5 - 9 732 958 695 685 1 428 643 105,36
10 - 14 686 486 657 060 1 343 546 104,48
15 - 19 654 692 634 244 1 288 936 103,22
20 - 24 585 391 577 941 1 163 332 101,29
25 - 29 538 653 537 626 1 076 279 100,19
30 - 34 498 687 506 413 1 005 100 98,47
35 - 39 459 745 465 065 924 810 98,86
40 - 44 413 849 425 470 839 319 97,27
45 - 49 363 600 380 171 743 771 95,64
50 - 54 310 427 325 342 635 769 95,42
55 - 59 243 416 251 349 494 765 96,84
60 - 64 158 567 169 447 328 014 93,58
65 + 217 556 297 343 514 899 73,17
Jumlah/Total 6 648 190 6 678 117 13 326 307 99,55
Sumber: BPS Provinsi Sumatera Utara
4.1.3. Gambaran Kecamatan di Kota Medan
Data Agregat Kependudukan Per Kecamatan ( 2012 )
Provinsi : Sumatera Utara
Kabupaten / Kota : Kota Medan
NO KODE
WILAYAH
KECAMATAN JUMLAH PENDUDUK TOTAL KETERANGAN
LAKI-LAKI PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7
12.71 KOTA MEDAN 1.315.563 1.287.049 2.602.612
1 12.71.01 Medan Kota 58.494 57.758 116.252
2 12.71.02 Medan Sunggal 69.838 67.787 137.625
3 12.71.03 Medan Helvetia 84.722 84.176 168.898
4 12.71.04 Medan Denai 96.881 91.650 188.531
5 12.71.05 Medan Barat 49.091 49.155 98.246
6 12.71.06 Medan Deli 87.700 83.898 171.598
7 12.71.07 Medan Tuntungan 48.098 48.725 96.823
8 12.71.08 Medan Belawan 62.365 58.860 121.225
9 12.71.09 Medan Amplas 75.294 73.130 148.424
10 12.71.10 Medan Area 67.298 65.734 133.032
11 12.71.11 Medan Johor 73.875 72.389 146.264
12 12.71.12 Medan Marelan 70.906 67.320 138.226
13 12.71.13 Medan Labuhan 64.068 61.988 126.056
14 12.71.14 Medan Tembung 85.923 83.743 169.666
15 12.71.15 Medan Maimun 30.644 30.414 61.058
16 12.71.16 Medan Polonia 32.415 31.641 64.056
17 12.71.17 Medan Baru 26.771 27.389 54.160
18 12.71.18 Medan Perjuangan 67.134 66.729 133.863
19 12.71.19 Medan Petisah 42.868 44.169 87.037
20 12.71.20 Medan Timur 65.067 65.479 130.546
21 12.71.21 Medan Selayang 56.111 54.915 111.026
Berdasarkan data di atas dari 21 kecamatan di Kota Medan ada tiga kecamatan
dengan jumlah perempuan terbanyak yaitu kecamatan Medan Denai, Medan Deli dan
Medan Helvetia . Dari data tersebut dapat dilihat bahwa tentunya jumlah ibu bersalin
paling banyak sehingga memungkinkan banyaknya klinik/bidan bersalin swasta di Kota
Medan. Klinik bersalin swasta di Kota Medan ada sebanyak 214 klinik dan klinik bersalin
swasta yang terbanyak di tiga kecamatan tersebut dengan jumlah 45 klinik di Kecamatan
Medan Denai,30 klinik di Kecamatan Medan Helvetia dan 25 klinik di Kecamatan Medan
Deli. Dan saya melakukan wawancara dan observasi di Klinik X , Klinik Y dan Klinik Z.
Berikut ini penjelasan dari masing – masing klinik.
4.1.4 Gambaran Klinik Bersalin X
Kinik X merupakan bangunan pelayanan kesehatan khusus bagi ibu hamil dan
melahirkan dengan fasilitas yang mendukung proses persalinan baik secara medis dari
pemeriksaan kehamilan dan persiapan kelahiran yaitu fasilitas rawat jalan hingga
penanganan persalinan normal dan sekaligus sebagai tempat balai pengobatan. Klinik
yang berdiri pada tahun 1988 yang didirikan oleh Ibu Suraini Sinulinnga beserta suami
Arwansyah. Pertama sekali mendapatkan izin membuka klinik pada tahun 1991 sampai
dengan tahun ini 2015 dengan No Izin : 448/22489/IX/2011 dan akan berakhir pada bulan
November 2016.
Klinik ini memiliki delapan pegawai, yaitu : dua dokter dengan satu dokter umum
dan satu dokter obgyn, empat orang bidan dengan satu bidan koordinator, serta satu
perawat dan satu penjaga ruangan. Klinik ini terletak di Jalan Klambir V Lingkungan II
No.47 TG.Gusta Kecamatan Medan Helvetia. Klinik X melayani pasien bersalin rawat
inap, USG ( Ultrasonografi ), Periksa Hamil atau Bersalin, KB, Sunat Rasul, Sunat Laser,
Periksa Haemoglobin (HB), Periksa Asam Urat, Gula Darah dan Kolesterol.
4.1.5 Gambaran Klinik Y
Klinik Y merupakan bangunan pelayanan kesehatan khusus bagi ibu hamil dan
melahirkan dengan fasilitas yang mendukung proses persalinan baik secara medis dari
pemeriksaan kehamilan dan persiapan kelahiran yaitu fasilitas rawat jalan hingga
penanganan persalinan normal dan sekaligus sebagai tempat balai pengobatan. Klinik
yang berdiri pada tahun 1991 yang didirikan oleh Ibu R.Sembiring dan mendapatkan izin
membuka kllinik pada tahun 1991 dengan Izin No. 445/10642/VII/2010 yang
ditanggujawabi oleh seorang dokter yang bekerja di Dinas Kesehatan Kota Medan yang
akan berakhir izin pada bulan Desember 2015. Klinik ini memiliki enam pegawai, yaitu
dengan empat orang bidan, satu orang perawat, dan satu orang cleaning service. Klinik ini
terletak di Jalan Platina No 23 SP Dobby Titi Papan Kecamatan Medan Deli. Klinik Y
melayani pasien bersalin rawat inap, USG, Periksa Hamil atau Bersalin, dan KB.
4.1.6 Gambaran Klinik Bersalin Z
Klinik Z merupakan bangunan pelayanan kesehatan khusus bagi ibu hamil dan
melahirkan dengan fasilitas yang mendukung proses persalinan baik secara medis dari
pemeriksaan kehamilan dan persiapan kelahiran yaitu fasilitas rawat jalan hingga
penanganan persalinan normal dan sekaligus sebagai tempat balai pengobatan. Klinik
yang berdiri pada tahun 2001 yang didirikan oleh Ibu Aisyah dan mendapatkan izin
membuka klinik pada tahun 2002 dengan Izin No.445/1259/IV/2010 yang ditanggujawabi
oleh seorang dokter yang bekerja di Dinas Kesehatan Kota Medan yang akan berakhir izin
pada bulan Desember 2015. Klinik ini mempunyai enam pegawai, empat orang adalah
bidan, satu perawat dan satu lagi bagian administrasi. Klinik ini terletak di Jalan Pelajar
Timur Gg Mestika No.24 Kecamatan Medan Denai. Klinik Z melayani pasien bersalin,
rawat inap, USG, Periksa Kehamilan, dan KB.
4.2 Karakteristik Informan
Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 15 orang, yang terdiri dari 5 orang
informan mewakili dari Klinik X, Y dan Z.. Satu orang bidan coordinator, satu orang
bidan di klinik, satu orang dari Dinas Kesehatan Kota Medam, satu orang dari
penanggungjawab klinik, dam satu orang mewakili ibu yang bersalin.
Tabel 4.2.1 Deskripsi Informan di Klinik Bersalin X
No. Informan Jenis Kelamin Umur ( tahun ) Pendidikan
1. Sri Yuliana
Am.Keb
Perempuan 34 D3
2. Roshidah,SE,MKM Perempuan 50 S2
3. Arwansyah, S.H. Laki-Laki 55 S1
4. Amelia Am.Keb Perempuan 22 D3
5. Sariyani Perempuan 25 SMP
Tabel 4.2.2 Deskripsi Informan di Klinik Bersalin Y
No. Informan Jenis Kelamin Umur ( tahun ) Pendidikan
1. R. Sembiring
Am.Keb
Perempuan 52 D3
2. Leli Mariani H Perempuan 35 D4
3. Martha Rama
Am.Keb
Perempuan 23 D3
4. dr. Raja Laki-laki 56 S1
5. Tiurma Perempuan 26 SMA
Tabel 4.2.3 Deskripsi Informan di Klinik Bersalin Z
No. Informan Jenis Kelamin Umur ( tahun ) Pendidikan
1. Sarpina S Am.Keb Perempuan 34 D3
2. Marina,SKM,M.Kes Perempuan 37 S2
3. Yantri S Am.Keb Perempuan 22 D3
4. dr.Alim Sahid SpOg Laki-laki 40 S1
5. Nalom Silalahi Perempuan 29 S1
4.3 Hasil Wawancara Mengenai Implentasi Peraturan Pemerintah No 33 Tahun
2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif di Klinik X, Y, dan Z di Kota Medan
4.3.1 Implementasi Peraturan Pemerintah No.33 Tahun 2012 tentang ASI
Eksklusif di Klinik Bersalin Kota Medan
4.3.1.1 Pernyataan Informan tentang pengetahuan akan PP No 33 Tahun 2012
tentang pemberian ASI Eksklusif di Klinik Bersalin X, Y dan Z
Klinik Bersalin X
Informan Pernyataan
Informan 1 Ya itulah dek saya tau tentang peraturan pemerintah itu karena baru-baru ini saya mengikuti seminar tentang ASI Eksklusif tapi nggak pala tau lah apa aja isinya. Di klinik kami ini sudah menjalankan program IMD dan ASI Eksklusif tapi melihat kondisi bayinya juga kalau misalnya sakit dia kami kasih langsung susu lah biar diam, karena ada juga yang biru badannya atau entah sakit lain kan. Menurut saya sudah bagus ada dijalankan peraturan itu gimanalah kalau peraturan ini banyaknya yang tertulis saja tidak pun diawasi. Kalau kami mengajarkannya ke pasien bersalin gimana cara perawatan payudara, makanan dijaga pokoknya banyak makan yang bergizi lah biar banyak keluar air susunya.
Informan 2 PP No 33 disini itu sudah ada seperti pelaksanaannya laktasi sudah ada, konselor menyusui ada juga dibuat. Kalau ke klinik bersalin kami sudah sering sosialisasi tentang PP 33 itu ke bidan cuman akhirnya atau ujungnya balik ke klinik itu sendiri apakah mereka mau karena sudah disosialisasikan, sudah diberitahukan bahwa tentang PP 33 itu tapi tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena kan bidan ini mungkin mendapatkan sesuatu dari produk susu, sehingga memang sulit terlaksana tentang PP 33 tersebut.
Informan 3 Saya kan sebenarnya kurang paham tentang ASI Eksklusif ini apalagi tentang peraturan terkait seperti ini. Setau saya peraturan itu memang ada tetapi sejauh ini masih beginilah keadaannya. Sebisa mungkin dijalankan dengan baik namun kan tidak selamanya peraturan yang dibuat pemerintah itu dapat berjalan sebagaimana mestinya apalagi kalau kurang pengawasan dari orang – orang terdekat di sekeliling ibu tadi. Saya sebagai pengacar sangat tau tentang peraturan tersebut tapi itulah tadi tidak selamanya peraturan itu bisa berjalan dengan baik. Namun saya dan ibu berusaha sebisa mungkin menerapkan pemberian ASI Eksklusif tersebut sebagaimana mestinya.
Informan 4 Saya tidak tau pasti tentang isinya cuma saya taulah kalau pertama kali lahir bayi itu di IMD kan, bayinya kalau lahir trus diletakkan di dada ibunya, trus pemberian ASI itu enam bulan jangan diberikan makanan tambahan setidaknya hanya ASI aja. Kalau peraturan itu kurang taulah isi lengkapnya, soalnya biasa kalau ada seminar atau pelatihan ada aja disebutkan tentang peraturan itu kan, tapi ga tau kali lah apa isinya, pokoknya kalau tentang ASI udah pasti
harusnya diberikan langsung kepada bayi. masyarakat bagi penyedia, itu semua peraturannya sudah lengkap, Permenkes pun sudah ada untuk itu. Kalau pelaksanaannya belum sempurna lah sedang berproses, peraturan itu dijalankan pelan pelan. Tetapi sejauh ini belum ada komitmen sih dari yang keseluruhan baik dari pemerintah, ikatan profesi, IBI, ya peraturan itu lebih kepada masih tertulis saja sih, makanya pencapaian rendah, padahal kalau peraturan itu dijalankan semua bertanggungjawab, kan itu ada untuk pemerintah, stakeholder, semua semuanya ada disitu tenaga kesehatan pun bertanggungjawab kalau soal tau pasti namun untuk perilaku belum berubah. Tahun ini kan tema ASI khusus ibu pekerja.
Informan 3 Saya sebagai orang yang bekerja di Dinas Kesehatan tau tentang peraturan tersebut. Saya menanggungjawabi klinik ini dan sedang mengurus proses lanjutan perizinannya. Tapi yaitu tadi ibu ini jarang sekali ada waktu untuk ikut seminar atau hal sebagainya. Saya pun sibuk dengan pekerjaan saya.
Informan 4 Kalau aku kurang taulah dek apa isi peraturan itu. Pernah memang dijelaskan tentang peraturan ini sama Ibu kami disini pas pelatihan di Puskesmas atau dari Dinas Kesehatan pun ada dibuat tapi itulah kami ga terlalu perhatikan apa isi peraturan itu yanng penting udah pernah dan udah taulah penjelasan tentang pemberian ASI ini
sebaiknya kapan diberikan dan manfaatnya apa saja untuk bayi.
Informan 5 Kalau peraturan dari pemerintah tentang itu kurang tau lah dek, cuma kalau pemberian ASI Eksklusif itu tau yang sebaiknya dikasih enam bulan dan kalau bisa samapai dua tahun.
Klinik Bersalin Z
Informan Pernyataan
Informan 1 Saya tau tentang Peraturan itu dan berusaha menerapkannya di klimik ini seperti IMD dan ASI Eksklusif yang merupakan salah satu yang ada di peraturan itu dan ada sanksinya, namun di Rumah Sakit aja masih ada yang melanggar peraturan itu kok. Kalau bayinya menangis itulah yang gabisa nunggu ASI itu. Makanya peraturan itu belum bisa diterapkan dengan baik dan benar di klinik ini. Melihat kondisi pengawasan pun kurang dari pihak pembuat peraturan tersebut. Saya yangb bekerja di Rumah Sakit X pun para bidan atau perawat disana tidak semuanya menghiraukan peraturan yang dibuat pemerintah itu karena belum ada sanksi mungkin.
Informan 2 Kalau menurut saya PP No 33 Tahun 2012 itu tentunya sudah disosialisasikan tetapi belum 100% pelaksanaannya. Cakupan ASI Eksklusi kita pun masih rendah.
Informan 3 Sebagai seorang dokter tentunya saya tau tentang PP tersebut, sehingga saya sebagai penanggungjawab berusaha menerapkan di klinik kita ini. Kebetulan saya dinas juga di Rumah Sakit X untuk itu saya tidak bisa juga melakukan pengawasan langsung berjalannya PP terssebut. Saya kira itu saja, soal program IMD dan pemberian ASI Eksklusif tentu dituntut tenaga kesehatan yang lebih banyak di klinik dan dibutuhkannya kerjasama dengan pengawas dari Dinas Kesehatan agar PP ini dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Informan 4 Tidak tau saya kak tentang PP itu tapi kalau ASI Eksklusif tentulah paling bagus untuk diberikan kepada bayi.
Informan 5 Peraturan itu saya belum pernah baca secara lengkap tapi kalaupun itu untuk meningkatkan cakupan ASI Eksklusif itu kebijakan pemerintah tentunya harus dibarengi dengan pengawasan dari pemerintah dan pembinaan atau pelatihan terhadap bidan.
Berdasasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 5 informan di Klinik X, Y dan
Z yang ada di masing – masing klinik bersalin swasta tersebut ada 3 informan ibu bersalin
tidak pernah membaca dan tahu bahwa ada peraturan tersebut dan 3 informan bidan di
klinik juga tidak tahu akan adanya peraturan itu.
4.3.1.2 Pernyataan Informan tentang prorgram IMD dan proses pemberian ASI pasca Ibu melahirkan di Klinik X, Y dan Z.
Klinik Bersalin X
Informan Pernyataan
Informan 1 Pertama sekali ya meletakkan bayi di dada ibunya lalu biarkan bayi tadi mencari sendiri puting susu ibunya, apalabila sudah diletakkan maka dilihat terlebih dahulu reaksi dari bayinya. Hal tersebut dapat dilakukan apabila bayi normal dan sehat, namun ada juga yang tidak bisa keluar ASI ibunya dan anak menangis, biasa seperti itu kami bersihkan terlebih dahulu baru dibawa kembali keruangan ibunya untuk selanjutnya diberi ASI Eksklusif, rangsangan dari mulut bayi mungkin bisa membuat ASI keluar lebih cepat. Sebisa mungkin saya dan teman teman bidan lainnya disini menyarankan untuk menyusui anaknya sendiri. Namun apabila bayi menangis terus dan ASI tidak keluar maka pemberian susu formula lah pada bayi, dan di klinik kami ini pun jarang bisa melakukan IMD, dari mulai lahir bayi dikasih susu formula dulu, baru setelah sejam dipancing lagi ASI dari ibunya.
Informan 2 IMD itu banyak orang bilang IMD itu lama, kalau kata bidan itu kata katanya lah ya kadang bidan itu sendiri tidak ada orang yang membantu jadi kalau IMD itu kan mau sampai setengah jam, sementara pasien yang lain kan banyak katanya kayak gitu sementara nunggu IMD itu kan lama kali dan ibunya yang melahirkan pun itulah tadi kurang mau mungkin karena itulah mungkin tadi karena dia kurang pengetahuan juga yakan, bidan tidak menjelaskan apa guna IMD tentu kalau dijelaskan IMD itu
berguna untuk agar ASI lancar, jika dijelaskan yakan ASI itu mengandung yang namanya DHA, kalau ASI dari ibu itu ada mengandung antibodi, kolostrum. Tapi ada juga yang bidannya memang tidak menganjurkan tetapi memang ibunya meminta bayinya diletakkan di dadanya.
Informan 3 IMD dan ASI Eksklusif saya serahkan kepada Ibu karena dia lebih paham akan hal tersebut. Yang saya tau setelah bayi lahir tentunya lebih baik dilakukan IMD dan pemberian ASI Eksklusif dan saya tekankan juga kepada Ibu agar PP yang telah dibuat itu tidak sia sia dan bisa diterapkan dengan baik di klinik ini.
Informan 4 Itulah kak begitu lahir IMD tapi liat kondisi bayi juga trus selanjutnya setelah dibersihkan baru dikasih ke ibunya dan segera kembali diberikan ASI, namun kalau ada masalah sama bayi kami berikan susu formula langsung supaya ada daya tahan tubuhnya. Kadang ibunya juga nggak suka mendengar anaknnya nangis nangis dan ga sabar jadi diberikan lah susu formula. Kalau dari kami selalu menyarankan dan menyuruh untuk memberikan ASI bahkan kami bilan akibatnya kalau nggak mau kasih ASI. Tapi sejauh ini ibu ibu disini sudah mau dan senantiasa berusaha untuk memberikan ASI Esklusif selama enam bulan, selain lebih praktis, juga dapat meringankan ekonomi.
Informan 5 Saya sebisa mungkin memberikan ASI begitu anak saya yang kedua lahir ini langsung diberikan ASI, ga ada perasaan takut badan jelek atau apapun pokoknya anak saya diberi ASI hanya saya sediakan juga disini susu formula manatau dia nangis dan ASI tidak cukup gaenak mengganggu pasien yang lain.
Klinik Bersalin Y
Informan Pernyataan
Informan 1 Saya berusaha menyarankan ibu ibu disini untuk ASI Ekklusif dan IMD tapi disini banyak ibu ibu yang tidak mau memberikan ASI walaupun sudah banyak dijelaskan dan ditempel poster poster di dinding tetapi tetap saja mereka lebih penting badannya takut jelek karena pada umumnya ada yang bekerja juga kalau masalah beli susu formula ada duit mereka ini. Jadi saya juga tidak bisa memaksakan mereka apalagi kalau sudah keluar dari klinik ini.
Informan 2 IMD itu mungkin dari diri sendiri secara aturan ANC ini kan empat kali minimal, mungkin ada ibu yang tidak siap, takut ASI nya kurang atau belum lagi dari keluarga atau dari bidan. Pergilah ke Rumah Sakit kami rupanya pergilah kami kesitu anaknya sudah diberikan susu formula apalagi dokter spesialis, apalagi untuk bidan itu udah capek lah kita harus mempromosikan hal itu.
Informan 3 Karena saya juga bekerja di tempat lain, sehingga waktu saya untuk mengawasi PP tersebut,program IMD dan pemberian ASI Eksklusif sudah dan saya jelaskan pada bidan di klinik ini. Tetapi kembali saya serahkan kepada Ibu disini yang senantiasa melayani proses persalinan.
Informan 4 Kalau yang saya tau kak lebih bagus memang ASI Eksklusif itu apalagi pas baru melahirkan namun dari koordinator kami menyarakankan begitu lahir langsung kasih susu formula. Jadi kami hanya mengikuti apa kata Ibu ini saja. Padahal yang saya tau kak memang ASI Eksklusif inilah yang bagus bagi bayi kalau susu formula bisa saja mencret kan tapi itulah kami ikut perintah Ibu ini aja kak.
Informan 5 Kalau waktu saya IMD itu tidak dilakukan, kalau ASI Eksklusif karena ini anak pertama jadi ASI belum jadi daripada bayi menangis terus saya tidak tega. Jadinya langsung diberikan susu formula pun tidak apa yang penting bayi saya cukup minum.
Klinik Bersalin Z
Informan Pernyataan
Informan 1 Pasca melahirkan bayi diletakkan di dada ibunya untuk mencari puting susu sendiri itu yang dinamakan IMD dan setelah itu bayi bayi bersama ibunya dan diberikan ASI Eksklusif itu pada kondisi bayi yang normal tetapi untuk yang tidak normal seperti ASI tidak keluar, puting susu yang masuk kedalam, maka kami langsung memberikan anak itu susu formula.
Informan 2 IMD itu sudah diberitahu kepada bidan bagi yang sudah dilatih sehingga seharusnya diterapkan tetapi kan melihat kondisi di klinik itu kan kalau pasien rame kemungkinan tidak sempat untuk melakukan hal demikian,bagaimana kan itu tergantung pengetahuan juga kalau menurut mereka IMD itu tidak penting kan kita kembali lagi dengan perubahan mindset masyarakat, bidan lebih di push
supaya lebih mensosialisasikan ASI Eksklusif kepada masyarakat.
Informan 3 Berdasarkan PP tersebut benar adanya bahwa memang pasca melahirkan dilakukan IMD terlebih dahulu lalu selanjutnya bayi mendapatkan ASI Eksklusif selama enam bulan. Itu yang sebenernya harus dijalankan tidak dengan pemberian susu formula. Namun saya sebagai penanggungjawab yang tidak selalu berada di klinik juga tidak bisa melakukan pengawasan terhadap pemberian susu formula ini. Maka dari itu saya hanya bisa menyuruh para bidan untuk mengikuti pelatihan dan bimbingan juga kepada bidan di klinik supaya mereka tidak memberikan susu formula kepada bayi yang baru lahir.
Informan 4 Iya setelah bayi lahir langsung dibersihkan baru dikasih sama ibunya kak untuk dikasih ASI, tapi kalau ASI belum keluar langsung kami kasih susu formula dulu.
Informan 5 Kalau di klinik ini program IMD itu nggak berjalan setelah lahir bayinya langsung dibersihkan dan setelah ibunya dibawa keruangan baru dikasih bayinya kekamar baru diberikan ASI Eksklusif.
Berdasarkan tabel di atas bahwa ada ada 3 informan bidan koordinator di Klinik X,
Y dan Z tau mengenai program IMD dan pemberian ASI Eksklusif tetapi hanya 1
informan bidan di klinik bersalin X yang menjalankan IMD tersebut, begitu juga dengan 3
informan bidan di Klinik X, Y, dan Z hanya 1 informan bidan di Klinik X yang
menjalankan IMD, dan 2 informan ibu yang bersalin di Klinik Y dan Z tidak tau mengenai
IMD.
4.3.1.3 Pernyataan informan mengenai kerjasama yang ditawarkan dengan provider susu formula di klinik X,Y, dan Z
Klinik Bersalin X
Informan Pernyataan
Informan 1 Kalau itu ada, kami pakai susu formula disini karena dikasih hadiah dari mereka dan ada juga yang kasih hadiah jalan jalan ke luar negeri kalau menggunakan produk mereka.
Informan 2 Itu lebih ke bidannya lah ya kalau dengan klinik itu sama sekali melarang tentang kerjasama dengan susu formula.
Informan 3 Karena dilihat kami membuka klinik bersalin disini, maka banyak juga yang menawarkan produk susu formula mereka supaya mereka mencapai target, tentu saya selaku penanggung jawab mau menerima kerjasama dikarenakan susu formula yang ditawarkan harus terjangkau atau dalam arti lain harga murah, dengan demikian rakyat disekitar klinik ini bisa membeli produk mereka. Karena tidak bisa dipungkiri juga terkdang susu formula memang diperlukan apabila kondisi bayi kurang sehat.
Informan 4 Inilah kami kerjasama sama produk X, mereka kalau mencapai target mau memberikan uang dengan cara transfer atau jalan jalan ke luar negeri. Jadi kami kadang kasih aja susu formula karena ada juga keuntungan untuk kami, walaupun kami tau memang lebih bagus ASI itu.
Informan 5 Kalau awak lihat disini ada kok dek dijual orang itu susu formula, kami pun beli ajalah untuk jaga jaga kan manatau nggak cukup ASI kakak jadi dikasih lah susu itu, kalaupun enggak biar bapaknya yang minum susu itu nanti. duit di transfer. Tapi poster poster disini tentang ASI orang itu juga yang ngasih memang. Tapi memang kalau orang didaerah kami ini jarang lah mau kasih ASI lebih suka orang itu susu formula makanya kami nggak pernah nolak kalau ada yang mau
menawarkan.
Informan 2 Ya kita tidak tau kalau dengan bidannya itu lebih ke kepentingan pribadi mereka. Padahal kita sudah selalu buat komitmen bersama, kesepakatan bersama, kita mengundang IBI, sekarang kan sudah ada AIMI,itu yang agak kuat belum semua sepaham pemahaman bersama tentang peraturan itu kemudian pengerjaannya masing masing sesuai dengan bagiannya masing masing sesuai dengan peruntukannya. Itu iklan di televisi kalau lihat apalagi ada duit saya jangan sampai anak saya kurang ini kurang itu jadi masa depannya
Informan 3 Perihal kerjasama dengan pihak susu formula saya tidak tau, saya hanya menanggung jawabi klinik ini saja dan mengurus izinnya, saya serahkan sama ibu bidan inilah karena saya pun tidak selalu bahkan jarang berada di klinik ini.
Informan 4 Kalau kami kak memang disuruh langsung kasih susu formula. Jadi begitu lahir, kami pun sebenarnya tau kalau ASI yang paling bagus cuma dari klinik ini udah disuruh kami langsung kasih susu formula itu begitu lahir anaknya.
Informan 5 Kalau aku dek memang nggak keluar ASI ku apalagi anak pertama jadi begitu lahir yang kedua ini ya apapun susu formula dikasih orang ini ya nggak apa apa lah asalkan anakku nggak nangis nangis kan. terkadang memang ada yang tidak keluar ASI ibunya jadi memang harus dipersiapkan susu formula itu.
Informan 2 Kalau di klinik bersalin tidak tau, tetapi kalau dengan kami tidak bisa tidak boleh itu menerima kerjasama apapun dengan provider susu formula.
Informan 3 Untuk masalah kerjasama pasti ada, namun dalam pemberiannya di klinik saya tidak tau tetapi saya sebagai dokter kandungan tentu menyarankan program IMD dan ASI Eksklusif. Dalam hal keuntungan kalau untuk saya tidak ada karena saya berikan kuasa sepenuhnya kepada bidan bidan di klinik ini.
Informan 4 Kami liat keadaan lah kak, kalau ada ASI mamaknya kami nggak kasih susu formula tapi kalau ga ada biasanya kami tunggu dua jam dulu baru kami kasih susu formula.
Informan 5 Kalau saya untungnya memberikan ASI karena sejak di dalam kandungan pun saya rajin menjaga pola makan jadi begitu lahir hanya ada menunggu beberapa jam sudah saya kasih ASI, jadi tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli susu formula.
Berdasarkan tabel di atas bahwa Klinik X, Y dan Z bekerjasama dengan provider
susu formula, namun 3 informan bidan koordinator dan 3 bidan di klinik yang mengetahui
kerjasama tersebut.
4.3.1.4 Pernyataan informan mengenai cara efektif untuk mempromosikan ASI Eksklusif di Klinik X,Y, dan Z
Klinik Bersalin X
Informan Pernyataan
Informan 1 Tentunya dengan memberikan panduan cara merawat payudara, kemudian menjaga makanan lebih banyak mengkonsumsi sayuran, dan mengingatkan setiap periksa kehamilan, terkadang kami juga menakut nakuti dengan bilang kalau nggak kasih ASI nanti bisa kena kanker. Gitulah pokoknya.
Informan 2 Kalau dari kita selalu melakukan sosialisasi yaitu dari masa ANC untuk ibu agar menjaga pola makannya agar lebih baik, terus adanya pelatihan terhadap bidan di klinik, terus adanya konselor menyusui, sehingga promosi itu sering diterapkan.
Informan 3 Menyuruh bidan untuk mengikuti pelatihan ataupun seminar sehingga bisa menambahkan mereka ilmu, terutama dalam pemberian ASI, kalau saya sebagai dokter membantu dengan mengadakan penyuluhan di klinik itu.
Informan 4 Dengan memberitahukan kepada ibu perbedaan kandungan ASI dan susu formula, bilang kalau dengan ASI lebih untung tidak mengeluarkan biaya, bisa lebih dekat kasih sayang dengan anak, dan anak kekebalan tubuhnya lebih kuat dan nanti anak ibu jadi pintar, trus mengingatkan lah setiap datang ke klinik periksa kehamilan supaya tetap banyak makanan yang bergizi.
Informan 5 Kalau ibu bidan disini memang selalu mengutamakan pemberian ASI kepada anak, dan awak pun dari anak yang pertama udah kasih ASI kak, jadi yang anak kedua ini pun insyaallah dikasih ASI juga apalagi dengan keterbatasan ekonomi kami untuk beli susu formula sayang rasanya kalau masih bisa dengan ASI.
Klinik Bersalin Y
Informan Pernyataan
Informan 1 Inilah kan banyak juga poster tentang ASI, cara menyusui yang benar, kalau kami selama disini dia bisalah kami awasi dia untuk memberikan ASI tapi kalau udah pulang dari sini manatau kita lagi itu kan, yaitu tapi selalu diingatkan lah dan bidan bidan disini pun kusuruh ikut pelatihan kan supaya makin banyak ilmunya. Cuma memang kalau daerah kami ini susah kali mau ngasih ASI, merasa selebritis semua takut badannya jelek lah, trus sibuk keja jadi nggak bisa menetekki kapanpun.
Informan 2 Mengadakan kesepakatan bersama, komitmen dari IBI, sudah ditandatangani bersama sudah capeklah. Tetapi sekarang sudah mulai banyak yang menjadi panutan seperti artis di televisi sudah ikut melakukan program ASI Eksklusif yang dapat meningkatkan juga minat masyarakat untuk memberikan ASI Eksklusif.
Informan 3 Dengan adanya iklan ASI Eksklusif yang menarik daripada susu formula maka ibu akan lebih tertarik untuk menyusui anaknya, selain itu untuk ibu yang bekerja diharapkan semua tempat kerja itu mempunyai ruangan untuk ibu menyusui. Selain itu diharapkan juga dari kader posyandu untuk melakukan monitoring dan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan PP ASI Eksklusif.
Informan 4 Kalau promosi ASI supaya efektif dikasih taulah dek ke ibunya manfaat ASI itu apa, pentingnya anak kalau dikasih ASI itu beda dengan yang dikasih susu formula. Trus maunya sanksi itu memang adalah diterapkan atau nggak penghargaan bagi ibu yang mau menyusui anaknya selama enam bulan, apalagi kalau sampai dua tahun biar ibunya juga semakin tinggi keinginannya untuk memberikan ASI.
Informan 5 Kalau saya memang sibuk kerja jadi susah kurasa kalau ASI ini, sementara anakku dijaga sama orang, jadi lebih mudah lah kalau dia minum susu formula aja. Terkadang liat keadaan juga kita nggak bisa dipaksakan.
Klinik Bersalin Z
Informan Pernyataan
Informan 1 Pengawasan dari pihak Dinas kepada klinik mungkin akan membuat pemberian ASI Eksklusif lebih efektif.
Informan 2 Kembali lagi kepada sosialisasi kepada bidan, pelatihan, dan edukasi serta penambahan informasi dan bisa juga kerjasama yang baik dengan periklanan untuk memberitahukan pentingnya anak apabila diberikan ASI Eksklusif tentunya berbeda dengan yang diberikan susu formula.
Informan 3 Sebisa mungkin bidan bidan dididik untuk tidak mudah terbujuk oleh rayuan provider susu formula sehingga program IMD dan ASI Eksklusif dapat berjalan dengan baik.
Informan 4 Kami memberitahu bedanya ASI itu apa dan manfaatnya lebih bagus, kalau susu formula anaknya bisa kemungkinan kena diare.
Informan 5 Selagi bisa memberikan ASI nggak kukasih lah boruku minum susu formula dek, selain menghemat uang juga lebih praktis kurasa,
walaupun saya kerja tapi selalu saya simpan ASI itu dulu atau kan tempat kerja saya ada rumah dinasnya jadi pulang menyusui kalau sempat.
Berdasarkan tabel di atas bahwa hanya klinik X yang memberikan promosi ASI
Eksklusif, klinik Y dan Z tidak dan menganggap bahwa semua orang sudah paham
tentang ASI Eksklusif sehingga tidak perlu lagi
4.3.1.5 Pernyataan informan tentang ibu bersalin yang tidak mau memberikan ASI Ekslusif kepada anaknya di Klinik X,Y, dan Z
Klinik Bersalin X
Informan Pernyataan
Informan 1 Kalau di klinik kami ini jarang ibu yang tidak mau memberikan ASI, rata rata kalau ASI nya ada, mereka mau ngasih, bukannya selebritis orang ini kan lagipula gampang dirasa tinggal kasih bisa dimana aja, nggak perlu mengeluarkan biaya lagi, kalau yang nggak ada keluar ASI nya barulah terpaksa dia kasih susu formula, kalau ada ibu ibu yang nggak mau ngasih ASI itu kurasa memang
badannya lah lebih disayangnya daripada anaknya atau mungkin memang kurang pengetahuannya. Itulah yang nggak tau kita itu kan. Atau mungkin dia sibuk kerja atau susah memompa ASI untuk disimpan.
Informan 2 Kalau ibu jaman sekarang mungkin terkendala karean pekerjaan atau kalau dibilang ASI tidak keluar nggak adanya itu,tapi memang pasti mau memberikan ASI kepada anaknya, tetapi kalau dari ibu sendiri itulah diperlukan kontribusi keluarga atau dukungan moral juga dari orang orang disekitarnya untuk dapat memberikan ASI cakupan ASI Eksklusif ini kan, anak anak pun cerdas.
Informan 4 Kalau disini jarang nggak mau ngasih ASI kak, kalau ada ASI nya lebih suka mereka kasih ASI, udah tau mereka itu lebih bagus daripada susu formula, tap terkaadang kan kak kalau kuliat tergantung makanan yang dikonsumsi ibunya juga nya kandungan ASI ini, mungkin dia lebih tertarik lah sama susu formula karena di tv kan ada itu banyak iklan kak tentang bagusnya susu formula.
Informan 5 Kalau awak ngasih ASI nya lantaran ada ASI awak kalau nggak ada tadi barulah ngasih susu formula ini pun kubeli juga untuk jaga jaga manatau nggak cukup ASI ku ini kan, kalau soal ibu yang nggak mau kasih susu formula mungkin memang nggak adalah ASI nya atau takut jelek badannya. Bnayak jugalah alasan ibu ibu ini memang apalagi kalau dikasih hadiah dari susu formula itu kan.
Klinik Bersalin Y
Informan Pernyataan
Informan 1 Disini rata rata ibunya kerja trus menjaga badannya supaya nggak melar lah, badannya tetap cantik, jadi mereka lebih memilih untuk menggunakan susu formula. Kalau kurasa pun kayak gitunya alasan ibu ibu yang nggak mau kasih ASI itu, macam manalah mau dibilang yakan kalau kita lihat disini dikasihnya, palingan dua harinya di klinik ini, setelah itu kan nggak tau kita itu diluar kekmana.
Informan 2 Itu tadi ibu harus mendapatkan pengetahuan yang lebih baik dari orang terdekat disekitarnya maupun dimana ibu tersebut melakukan pemeriksaan kehamilan.
Informan 3 Ibu yang demikian seharusnya lebih dilakukan pembinaan oleh para bidan supaya anak diberikan ASI, selain itu juga kemungkinan pekerjaan bisa jadi menghambat pemberian ASI tersebut.
Informan 4 Memang orang itu nggak mau ngasih ASI kak jadi kita pun susah udah dijelaskan pun lebih bagus ASI dari susu formula tetap ajanya.Lagipula disini kami memang disuruh begitu lahir langsung dikasih susu formula, memang kekgitu perautran darisini kak.
Informan 5 Kalau aku dek kerja, makanya nggak bisa aku kasih air susu ku ini, jam kerja ku pun nggak menentu, kalau nggak kerja aku makan apalah kami suami pun udah nggak ada kerjanya lagi jadi aku mungkin bedalah sama ibu ibu yang nggak mau ngasih ASI itu.
Klinik Bersalin Z
Informan Pernyataan
Informan 1 Ya mungkin ngga ada susunya mau gimana kita bilang yakan kita kasihlah susu formula. Kalau dijelaskan ASI itu lebih bagus memang tapi kalau disini selagi ada ASI itu yang dikasih, kami tunggu dulu sekitar dua jam baru kami kasih itu susu formula.
Informan 2 Ya saya tidak setuju sebenarnya ASI itu ada di setiap wanita namun karena sebelum memberikan sudah berpikir tadi untuk tidak memberikan ASI, sehingga ASI pun tidak keluar, kemudian itu dari bidan untuk kepentingannya pun memanfaatkan pemberian susu formula tersebut.
Informan 3 Banyak hal yang membuat ibu tidak memberikan ASI, mungkin dari dasar pengetahuan memang belum tau betapa pentingnya ASI, apalagi kalau dilihat dari banyaknya promosi susu formula dan iklan yang menarik di televisi membuat banyak ibu yang tidak mau lagi memberikan ASI. Tidak bisa dipungkiri apabila bayi sakit atau terus menangis ibu tidak tega melihatnya dan memberikan susu formula langsung terutama di klinik, kurangnya pengawasan dokter atau tenaga kesehatan lainnya.
Informan 4 Kalau itu mungkin ibunya menjaga badan supaya nggak jelek lah kak, atau nggak dia sibuk kerja jadi kurang ada waktunya untuk itu.
Informan 5 Kalau saya karena mungkin saya menjaga makanan saya dan berusaha makan yang bergizi jadi banyak ASI ku, kalau ibu yang nggak mau ngasih ASI ya ada ajalah mungkin masalah orang itu, entah dari si bayi atau dari ibu memang nggak keluar ASI nya.
Berdasarkan tabel di atas bahwa dari 3 informan ibu bersalin di klinik bersalin ada
2 informan yang memberikan ASI namun dibarengi dengan susu formula. Untuk di klinik
X ibu bersalin yang datang rata rata memberikan ASI, klinik Y hampir semua yang datang
tidak memberikan ASI Eksklusif karena alasan menjaga kecantikan badan, dan dari Klinik
Z ada yang memberikan ASI tetapi diberikan dulu susu formula begitu lahir agar bayi
tidak menangis.
4.3.1.6 Pernyataan informan tentang pemberian susu formula pasca melahirkan kepada bayi di Klinik X,Y dan Z.
Klinik Bersalin X
Informan Pernyataan
Informan 1 Di klinik ini sebisa mungkin diberikan ASI, namun terkadang melihat kondisi bayi yang selalu menangis kami pun memberikan susu formula, berhubung ASI tidak langsung keluar begitu bayi lahir. Sebenarnya ada waktu sekitar 24 jam anak tidak apa apa apabila tidak diberikan ASI, namun karena bayi tadi terus menangis sehingga ibunya tidak tega dan langsung memberikan susu formula.
Informan 2 Sebenarnya itu tadi ya tidak baik seperti itu karena kan sudah ada di PP 33 itu tadi bahwa seharusnya tenaga kesehatan memberikan ASI kepada bayi yang telah dilahirkan ibunya. Namun untuk sejauh ini, itu tadi kembali kepada kerjasama yang ditawarkan provider susu formula tadi.
Informan 3 Hal tersebut saya kurang tau, tapi kalaupun begitu sebaiknya ibu yang menegur, tetapi terkadang memang para bidan ini tertarik ngasih susu formula daripada ASI, karena memang ya menguntungkan untuk mereka.
Informan 4 Kan kami juga memberikan susu formula kalau ibunya tidak keluar ASI nya dan mencukupi. Kalau anaknya nangis terus terpaksa kami
kasih juga susu formula lah nggak mungkin dibiarkan nangis terus nanti mata bayinya bisa kuning.
Informan 5 Bersyukur lah awak kak ada ASI, jadi begitu lahir pun awak IMD kak, trus setelah dibersihkan dibawa ke kamar bayinya baru saya susui terus. Jadi nggak ada kukasih kesempatan ibu disini kasih susu formula, kalau ada pun yang ngasih yang penting nggak masalah lah sama anakku, gitu aja kak.
Klinik Bersalin Y
Informan Pernyataan
Informan 1 Kalau di klinik ini ASI Eksklusif itu jarang sekali ibu mau memberikan jadi kami pun setuju aja kalau pemberian ASI susu formula begitu lahir mau ada ataupun tidak ASI ibunya yang penting anak itu tidak nangis karena bisa teerganggu juga dengan pasien lain. Lagipula ibu ibu disini tidak ada yang mau ASI Eksklusif semua maunya anaknya minum susu formula.
Informan 2 Kalau dilihat mungkin itu untuk kepentingan pribadi, atau ada keuntungan dengan bidan dan provider, tidak ada yang bisa langsung mengawasi dengan jelas bagaiman pemberian ASI itu pasca melahirkan sehingga bidan di klinik pun dengan bebas memberikan susu formula.
Informan 3 Sebenarmya hal tersebut sudah menyalahi aturan dan membuat cakupan ASI tidak meningkat, namun kembali lagi kepada bidan bagaimana cara persuasif untuk mengajak ibu untuk memberikan anaknya susu formula.
Informan 4 Kalau kami dek memang setuju aja sama pemberian itu karena kan kalau menunggu ASI keluar kan lama lagipula nggak semua ibu bisa mempunyai ASI yang cukup untuk anaknya dan kami juga mengikuti prosedur yang disuruh oleh bidan koordinator kami untuk langsung memberikan susu formula begitu bayi lahir.
Informan 5 Menurut saya itu bagus bagus aja nya dek selagi ibu mampu membeli susu formula lagipula nggak bisa langsung keluar ASI itu.
Klinik Bersalin Z
Informan Pernyataan
Informan 1 Hal tersebut kurang baik lah karena kan dari segi kesehatan juga ASI merupakan target pemerintah dalam pemberiannya, maka dari itu kita harus meningkatkan kerjasama dengan Dinas untuk mejalankan aturan yang ada di PP itu dan diawasi sehingga bayi yang memproduksi susu formula berkurang.
Informan 2 Yaitu tidak baik menurut saya sudah disosialisasikan, tetapi tidak berjalan dengan baik juga. Kembali lagi ke keuntungan yang diterima dari kerjasama denga susu formula yaitu kita tidak tau juga, apakah karena faktor itu atau memang keinginan atau kebijakan dari klinik atau bidan yang ada di klinik bersalin tersebut.
Informan 3 Kalau di klinik ini diusahakan memberikan ASI saya selalu merekomendasikan ASI dan program IMD, namun pada dasarnya semua pelaksanaan itu kan bergantung pada bidan yang ada pada saat penanganan pasien bersalin karen saya pun tidak berada di klinik itu selama 24 jam. Jadi kalaupun ada bidan yang langsung memberikan susu formula tentu tidak baik, tetapi melihat situasi dan kondisi anak yang lahir juga.
Informan 4 Kadang bagus kadang nggak jugalah kak, soalnya kan disini nggak selalu juga kami paksakan harus susu formula.
Informan 5 Kalau bagi saya itu tidak bagus ya, karena kandungan ASI kan tentu berbeda sama susu formula, jadi perlulah dilakukan pembinaan kepada bidan atau klinik yang langsung memberikan susu formula itu. Kalau saya bersyukur diberikan ASI yang banyak sehingga boru saya ini bisa mendapatkan ASI Eksklusif.
Berdasarkan tabel di atas dari 5 informan dari klinik X, Y dan Z tidak setuju
dengan pemberian susu formula pasca melahirkan, namun dari keseluruhan informan
mengatakan bahwa melihat kondisi bayi juga apabila ada indikasi medis sehingga bayi
harus diberikan susu formula, klinik X yang menunggu dulu sampai ibu keluar ASI nya,
klinik Y langsung memberikan susu formula karena mengejar target keuntungan susu
formula, dan klinik Z menunggu dulu selama 2 jam bayi baru diberikan ASI kalau ada,
namun kalau tidak ada juga tetap memberikan susu formula.
4.3.1.7 Pernyataan informan tentang sarana dan prasarana yang diperlukan dalam menjalankan PP tersebut di Klinik X,Y dan Z
Klinik Bersalin X
Informan Pernyataan
Informan 1 Menurut saya sebagai bidan disini sarana yang dibutuhkan sudah cukup dan kami pun sudah memiliki alat USG, namun kami tidak dapat menangani pasien operasi dan kami langsung merujukmnya ke rumah sakit terdekat dan biasanya semua siap sedia karena kami kerjasama juga dengan pihak rumah sakit untuk menjemput ibu yang tidak dapat kami tangani disaat persalinan.
Informan 2 Sebenarnya sih sudah mencukupi sekitar ada 200 konselor sih cuma kalau bidan agak bijak kan bisa juga menyampaikan dari mulut ke mulut dengan teman, jadi sejauh ini masih ya cukuplah. Tiap tahun ada pelatihan menyusui 20 sampai 25 orang lah itu.
Informan 3 Seharusnya pemerintah apabila membuat peraturan begitu seharusnya didukung juga pengawasan di setiap klinik bersalin yang ada, supaya peraturan itu tidak hanya dibuat tertulis begitu kan tetapi tidak ada implementasinya.
Informan 4 Kalau kami kak menjalankan perintah aja dek, kalau pegawai kami rasa udah cukup lah kak menangani pasien, jadi itulah kalaupun memang harus dikasih ASI Eksklusif maunya adalah hadiah untuk ibu ibu yang mau memberikan ASI, terus kan uang masuk kami ada dari kerjasama dengan susu formula terus ngurus surat izin klinik pun sekarang susah kali, banyak kali lah syaratnya.
Informan 5 Kalau disini masih kurang peralatannya lah dek, terus fasilitas pun masih terbatas, jadi untuk pemberian ASI Eksklusif apalagi pemantau yang datang aja pun nggak ada untuk penanganan ASI pas bayi sudah lahir.
Klinik Bersalin Y
Informan Pernyataan
Informan 1 Sejauh ini ya beginilah adanya ya peralatan pun ibu yang menyediakan semua bukannya ada dari pemerintah entah uang tambahan gitu kan supaya bisa berjalan peraturan ini teruslah buat peraturan saja tap tidak melihat dan memantau langsung kekmana
implementasinya.
Informan 2 Kembali kepada tempat pelayanan persalinan apa yag di perlukan, kerjasama dengan berbagai pihak seperti Rumah sakit, apabila sudah tidak mampu menangani persalinan, dan alat alat habis pakai yang dibeli mungkin dari anggaran kalau hal tersebut bisa ditanyakan langsung kepada pihak yang bersangkutan langsung dengan pertolongan persalinan.
Informan 3 Dari segi sarana kalau di klinik ini sudah cukuplah sehingga saya bersedia menanggungjawabi, karena untuk membantu persalinan strata pertama saya rasa cukup. Namun terkait dengan peraturan tersebut sebenarnya banyak hal yang dapat dilakukan pemerintah supaya peraturan tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Informan 4 Kalau peraturan itu kan tadi kurang tau tentang isinya, tapi kalau sarana dan prasarana disini sudah cukup lah apalagi kalau mau ngasih ASI dan menerapkan program IMD itu susah memang.
Informan 5 Sejauh ini ya cukup lah, untuk melahirkan secara normal tetapi disini belum bisa memeriksa USG untuk melihat kondisi bayi di dalam kandungan.
Klinik Bersalin Z
Informan Pernyataan
Informan 1 Kalau untuk sarana dan prasarana disini masih kurang lah, soalnya kan kalau kami harus bekerjasama juga sama Rumah Sakit untuk rujukan kalau misalnya peersalinan tidak dapat kami tangani. Disini kami juga masih terbatas ruangan tempat ibu pasca persalinan,
Informan 3 Saya rasa kalau untuk penangan persalinan normal sudah memenuhi standart, kalau untuk USG atau hal lain yang berhubungan dengan pemeriksaan kehamilan belum ada.
Informan 4 Masih kuranglah kalau disini untuk edukasi dan promosi ke ibu bersalin pun belum ada, gambar atau poster untuk ibu baca juga tidak ada, apalagi peraturan seperti itu.
Informan 5 Masih kuranng lah, terutama ruangan yang ada kadang pasien harus cepat pulang disuruh, padahal kita mau sampai bayi kita putus dulu tali pusarnya kan nggak bisa lama kalau di klinik ini.
Berdasarkan tabel di atas dari 5 informan di Klinik X, Y dan Z ada 2 informan di
klinik X yaitu bidan koordinator dan informan ibu bersalin yang mengatakan bahwa
peralatan masih kurang, dan ada 1 informan penanggungjawab klinik di Klinik Y, dan ada
3 informan yaitu informan bidan koordinator, informan bidan di klinik, dan informan ibu
bersalin di Klinik Z yang merasa sarana dan prasarana sangat terbatas apalagi dengan
menuntut berjalannya peraturan tersebut.
4.3.1.8 Pernyataan Informan tentang tantangan internal maupun eksternal dalam menjalankan PP No 33 Tahun 2012 tersebut di Klinik X,Y dan Z
Klinik Bersalin X
Informan Pernyataan
Informan 1 Tantangan yang ada masih kurangnnya pengawasan dan pembinaan dari pemerintah dan masih bebas dan tidak ada pemantauan secara rutin serta banyak yang lansung memberikan tawaran dan promosi kepada masyarakat dengan cara mendatangi rumah warga yang memiliki anak yang seharusnya masih diberikan ASI Eksklusif.
Informan 2 Tantangannya ya dari bidan itu sendiri, sebenarnya gini karena ada janji eh apa namanya itu ya hadiah lah atau biingkisan dari susu yaitu ya lebih kepada moralnya ya bagaimana mereka menanggapi.
Informan 3 Anggaran yang dari APBD dan APBN untuk menjalankan program tersebut terkadang tidak jelas alurnya kemana, selain itu juga belum semua tempat menyediakan sarana tempat ibu menyusui.
Informan 4 Mungkin ya ibu disini belum tau tentang peraturan itu, bahkan kami aja kurang tau tentang peraturan itu jadi kalaupun kami melanggar belum ada juga sanksi yang pernah diberikan apalagi terkait dengan pemberian susu formula ini.
Informan 5 Ya banyak ibu yang tidak mau menyusui anaknya dek, mungkin sibuk kerja ya banyak faktorlah.
Klinik Bersalin Y
Informan Pernyataan
Informan 1 Tantangannya ya belumm ada pengawasan dan pembinaan dari pemerintah sehingga provider susu formula masih bebas memberikan tawaran ke klinik klinik bersalin swasta.
Informan 2 Kalau internal lebih kepada kesiapan ibu itu sendiri dalam memberikan ASI, dari mulai pertama sekali pemeriksaan kehamilan, sampai kepada ibu akan melahirkan, kalau untuk tantangan eksternal lebih kepada keluarga atau orang disekitar yang mendukung ibu untuk memberikan ASI, selain itu tenaga kesehatan dimana dan sarana tempat ibu melahirkan mendukung tidak akan pelaksanaan peraturan tersebut.
Informan 3 Pendanaan untuk menjalankan program tersebut nggak jelas kemana, selain itu juga belum semua tempat menyediakan sarana tempat ibu menyusui.
Informan 4 Ibu disini belum tau tentang peraturan itu, kami aja kurang tau tentang peraturan itu jadi kalaupun kami melanggar belum ada juga sanksi yang pernah diberikan apalagi terkait dengan pemberian susu formula ini kalaupun ada sanksi minta duit orang dinas kami bilang nggak ada duit kami apa yang mau kami kasih.
Informan 5 Masih banyak ibu yang tidak mau menyusui, mungkin sibuk kerja atau takut badannya nanti jadi nggak bagus ada juga yang memang ASI nggak keluar sama sekali.
Klinik Bersalin Z
Informan Pernyataan
Informan 1 Menurut saya masih kurangnnya pengawasan dan pembinaan dari pemerintah sehingga provider susu formula masih bebas memberikan tawaran ke klinik klinik selain itu keuntungan yang ditawarkan memang menggiurkan darimana dapat uang masuk kalau nggak darisitu.
Informan 2 Dapat dilihat dari data sasaran juga ya, kalau misalnya tantangan itu ya pasti banyak masih kurangnya pemahaman akan pengetahuan ibu, sering dilakukan pelatihan pun kalau dari bidannya mau melakukan kerjasama tetap dengan susu formula tentunya tidak ada yang mengawasi secara terus menerus, memang kembali lagi kepada komitmen untuk melaksanakan peraturan itu dan tidak
hentinya untuk melakukan sosialisasi.
Informan 3 Ada dan untuk menjalankan program tersebut tetapi kadang digunakan untuk kepentingan yang lain, selain itu juga belum semua tempat menyediakan sarana tempat ibu menyusui.
Informan 4 Kalau menurut kakak ibu banyak yang belum tau tentang peraturan itu, kami aja kurang tau tentang peraturan itu jadi kalaupun kami melanggar belum ada juga sanksi yang pernah diberikan apalagi terkait dengan pemberian susu formula.
Informan 5 Tapi tergantung pengetahuan ibu juga dek, berbagai alasan mungkin sibuk kerja sehingga anak dirawat oleh baby sitter, ada juga yang ASI tidak keluar, selain itu kan banyak juga ibu yang bilang kalau anaknya tidak kenyang dan menangis terus.
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa informan di klinik X,Y dan Z masih
mengeluh tentang tantangan yang ada yaitu berupa anggaran atau dana dari pemerintah,
pengetahuan bidan, pembinaan terhadap bidan dan masih rendahnya pengetahuan dari ibu
yang bersalin
4.3.1.9 Pernyataan Informan tentang saran terhadap pengawasan PP No 33 Tahun 2012 di Klinik X,Y dan Z
Klinik Bersalin X
Infroman Pernyataan
Informan 1 Seharusnya pemrintah melaksanakan advokasi dan sosialisasi program pemberian ASI ini lebih secara rutin baik dalam bentuk pelatihan maupun pembinaan kepada bidan di seluruh klinik.
Informan 2 Kalau pengawasan itu tidak ada, cuma ada data biasanya sih ada diminta berapa bulan sekali berapa itu tentang ASI Eksklusif,adalah berarti ya, laporan dari klinik swasta jarang karena kadang kadang kan yang biasanya ketika di Posyandu tapi kalau dia melahirkan dimana dan datangnya ke posyandu barulah kita tau. Kalau di Puskesmas bidan desa biasa ada laporan ke bidan koordinator.
Informan 3 Pemerintah memberikan pelatihan mengenai program pemberian ASI Eksklusif dan penyediaan tenaga konselor menyusui di klinik bersalin yang ada serta menyediakan akses terhadap edukasi dan informasi penyelenggaraan program ini, bisa juga dengan kerjasama
dengan pihak lain baik dalam maupun luar negeri.
Informan 4 Supaya perwakilan dari pemerintahan sering mengunjungi klinik bersalin dan memberikan teguran kepada klinik yang bekerjasama dengan provider susu formula
Informan 5 Yang paling penting peningkatan pengetahuan semua masyrakat lah tentang adanya peratuan ini sehingga iklan susu formula pun tidak semakin marak, perlunya laporan yang jelas tentang kegiatan disetiap unit klinik bersalin sehingga peraturan bisa berjalan.
Klinik Bersalin Y
Informan Pernyataan
Informan 1 Seharusnya pemrintah melaksanakan advokasi dan sosialisasi program pemberian ASI ini lebih secara rutin baik dalam bentuk pelatihan maupun pembinaan kepada bidan di seluruh klinik.
Informan 2 Kalau pengawasan secara langsung itu jarang, tetapi kalau pelaporan kita terima itu wajib ada dua kali setahun yaitu Februari dan Agustus yang kami terima sesuai biasanya dengan Riskesdas. Namun kalau untuk langsung ke klinik datang untuk mengawasi belum ada sampai kesitu karena kami menerima laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota saja.
Informan 3 Pemerintah memberikan pelatihan mengenai program pemberian ASI Eksklusif dan penyediaan tenaga konselor menyusui di klinik bersalin yang ada serta menyediakan akses terhadap edukasi dan informasi penyelenggaraan program ini, bisa juga dengan kerjasama dengan pihak lain baik dalam maupun luar negeri.
Informan 4 Supaya perwakilan dari pemerintahan sering mengunjungi klinik bersalin dan memberikan teguran kepada klinik yang bekerjasama dengan provider susu formula
Inorman 5 Yang paling penting peningkatang pengetahuan semua masyrakat lah tentang adanya peratuan ini sehingga iklan susu formula pun tidak semakin marak, perlunya laporan yang jelas tentang kegiatan disetiap unit klinik bersalin sehingga peraturan bisa berjalan.
Klinik Z
Informan Pernyataan
Informan 1 Seharusnya pemrintah melaksanakan advokasi dan sosialisasi program pemberian ASI ini lebih secara rutin baik dalam bentuk pelatihan maupun pembinaan kepada bidan di seluruh klinik.
Informan 2 Saran memang bidan lebih diawasi dalam melakukan kontrak dengan perusahaan susu dan dari bidannya sendirilah supaya lebih mensosialisasikan ASI Eksklusif kepada masyarakat.
Informan 3 Pemerintah memberikan pelatihan mengenai program pemberian ASI Eksklusif dan penyediaan tenaga konselor menyusui di klinik bersalin yang ada serta menyediakan akses terhadap edukasi dan informasi penyelenggaraan program ini, bisa juga dengan kerjasama dengan pihak lain baik dalam maupun luar negeri.
Informan 4 Supaya perwakilan dari pemerintahan sering mengunjungi klinik bersalin dan memberikan teguran kepada klinik yang bekerjasama dengan provider susu formula
Informan 5 Yang paling penting peningkatang pengetahuan semua masyrakat lah tentang adanya peratuan ini sehingga iklan susu formula pun tidak semakin marak, perlunya laporan yang jelas tentang kegiatan disetiap unit klinik bersalin sehingga peraturan bisa berjalan.
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa informan di Klinik X,Y dan Z
menginginkan pengawasan yang lebih dari pemerintah dan pembinaan serta pelatihan
kepada para bidan di klinik dan penigkatan edukasi serta penyuluhan kepada ibu yang
masih berpengetahuan rendah.
4.3.1.10 Pernyataan Informan terkait sanksi yang ada di PP No 33 Tahun 2012 di Klinik X, Y, dan Z.
Klinik Bersalin X
Informan Pernyataan
Informan 1 Sejauh ini sanksi yang diberikan pun tidak berjalan orang pengawasan aja pun kadang jarang lagipula kalau dikasih duit amannya orang dinas itu.
Informan 2 Sejauh ini ada sanksi teguran baik lisan maupun pencabutan izin seperti halnya ada tercantum di PP 33 tai tetapi belum ada lah
teguran yang nyata.
Informan 3 Sanksi yang ada di peraturan tersebut belum pernah dilihat langsung dan diselenggarakan oleh pemerintah yang membuat peraturan ini sehingga kurang perdulilah masyarakat tentang adanya peraturan ini, tau pun tidak saya rasa.
Informan 4 Setau saya belum pernah lah ada teguran dek ke klinik kami ini. Kalaupun ada yang sampai pencabutan izin itu tidak ada.
Informan 5 Bagaimana lah pemerintah supaya memberikan fasilitas yang terbaik yang mendukung berjalannya peraturan itu.
Klinik Bersalin Y
Informan Pernyataan
Informan 1 Sanksi yang diberikan belum ada setau saya yang sampai di muat di majalah atau televisi. Kalau ke klinik saya ini paling ada sekali 3 tahun datang dari Dinas Kesehatan itu pun penanggung jawab klinik ini karena kebetulan kerja disitu.
Informan 2 Sejauh ini ada sanksi teguran baik lisan maupun pencabutan izin seperti halnya ada tercantum di PP 33 tai tetapi belum ada lah teguran yang nyata.
Informan 3 Belum banyak yang tau tentang peraturan itu sebenarnya, jadi sanksi pun tidak terlalu ditakuti karena memang belum pernah terdengar sampai bagaimana.
Informan 4 Belum pernah lah ada teguran dek ke klinik kami ini. Kalaupun ada yang sampai pencabutan izin itu tidak ada.
Informan 5 Pemerintah supaya memberikan fasilitas yang terbaik yang mendukung berjalannya peraturan itu, mengenai sanksi saya tidak paham kalau ada sanksi.
Klinik Bersalin Z
Informan Pernyataan
Informan 1 Sejauh ini sanksi yang diberikan pun tidak berjalan orang pengawasan aja pun kadang jarang lagipula kalau dikasih duit amannya orang dinas itu.
Informan 2 Sanksi yang ada hanya tertulis sejauh ini belum ada yang dilakukan sesuai dengan yang ada di PP No 33 tadi.
Informan 3 Sanksi yang ada di peraturan tersebut belum pernah dilihat langsung dan diselenggarakan oleh pemerintah yang membuat peraturan ini sehingga kurang perdulilah masyarakat tentang adanya peraturan ini, tau pun tidak saya rasa.
Informan 4 Setau saya belum pernah lah ada teguran dek ke klinik kami ini. Kalaupun ada yang sampai pencabutan izin itu tidak ada.
Informan 5 Menurut saya sanksi itu ya seharusnya berjalan supaya klinik bersalin tidak sembarangan memberikan susu formula ataupun tenaga kesehatan mendapatkan dan sering mengikuti pelatihan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan.
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa disetiap Klinik X, Y dan Z tidak
pernah ada sanksi yang diberikan sejauh ini dari pihak pemerintah daerah maupun
provinsi, kalau pun ada datang dari pihak Dinas Kesehatan mereka menanyakan izin
klinik ini saja apakah masih berlaku sampai dengan saat ini.
4.3.1.11 Pernyataan Informan tentang keuntungan yang diperoleh dari provider susu formula di Klinik X,Y dan Z
Klinik Bersalin X
Informan Pernyataan
Informan 1 Kalau dari susu formula itu ya ada hadiah yang dikasih kalau mencapai target seperti : jalan jalan dan bahkan mau mentransfer uang ke no rekening. Selain itu juga ya bisa mengurangi beban biaya yang kurang di klinik ini. Tapi itupun kadang hadiah ini mesti dimintanya tapi kalau orang ini saya larangnya sebenarnya kalau ditawarkan seperti itu.
Informan 2 Kalau dengan Dinas Kesehatan tidak dibolehkan sama sekali.
Informan 3 Keuntungan saya tidak ikut dalam itu, tetapi uang masuk kepada
ibu dan bidan di klinik karena saya tidak ikut menerima keuntungan tersebut.
Informan 4 Kadang dikasih hadiah, diajak jalan jalan kalau mencapai target dan juga bisa menangani masalah ibu yang tidak keluar ASI nya dan bayi dengan masalah indikasi medis.
Informan 5 Dikasih tas dikasih susu formula gratis diajak untuk cek kesehatan secara berkala.
Klinik Bersalin Y
Informan Pernyataan
Informan 1 Diberikan hadiah yang dikasih kalau mencapai target mentransfer uang ke no rekening saya. Selain itu juga ya bisa mengurangi beban biaya yang kurang di klinik ini.
Informan 2 Itu lebih kepada kepentingan pribadi tenaga kesehatan seperti bidan yang ada di klinik itu. Kalau kami tidak tau akan hal itu.
Informan 3 Mengenai keuntungan saya serahkan kepada ibu dan bidan di klinik karena saya tidak ikut menerima keuntungan tersebut.
Informan 4 Kadang dikasih hadiah, diajak jalan jalan kalau mencapai target dan juga bisa menangani masalah ibu yang tidak keluar ASI nya dan bayi dengan masalah indikasi medis
Informan 5 Dikasih tas dikasih susu formula gratis diajak untuk cek kesehatan secara berkala.
Klinik Bersalin Z
Informan Pernyataan
Informan 1 Dari susu formula itu ya ada hadiah yang dikasih kalau mencapai target seperti : jalan jalan dan bahkan mau mentransfer uang ke no rekening. Selain itu juga ya bisa mengurangi beban biaya yang kurang di klinik ini.
Informan 2 Tidak bisa ada kerjasama sama sekali. Kalau dengan provider susu formula itu mungkin kepada klinik saja ditanyakan.
Informan 3 Kalau keuntungan saya serahkan kepada ibu dan bidan di klinik karena saya tidak ikut menerima persen keuntungan tersebut.
Informan 4 Kadang dikasih hadiah, diajak jalan jalan kalau mencapai target dan juga bisa menangani masalah ibu yang tidak keluar ASI nya dan bayi dengan masalah indikasi medis
Informan 5 Ditawarkan diskon apabila membeli langsung banyak stock susu formula merk X.
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 5 informan di Klinik X,Y, dan
Z. Di Klink X ada 2 informan yaitu bidan koordinator, bidan di klinik, mendapatkan
hadiah dan paket libura serta pemberian uang secara transfer ke no rekening. Di Klinik Y
ada 2 informan yaitu bidankoordinator dan ibu bersalin yang menggunakan susu formula
merk tertentu menerima uang dan hadiah buat ibu dan anaknya sepulang dari klinik. D
Klinik Z ada 3 informan yaitu bidan koordinator, bidan di klinik dan ibu yang bersalin
yang mengaku bahwa keuntungan hadiah yang diberikan banyak terutama dari salah satu
produk x.