KABUPATEN TEGAL
LAPORAN PKL
Diajukan sebagai Syarat Menyusun Tugas Akhir
Disusun Oleh :
AHMAD KHOSIIN
15203002
AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER
AMIK YMI TEGAL
PENGESAHAN LAPORAN PKL
Yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa laporan praktek kerja lapangan yang berjudul :
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN PEGAWAI PADA RSUD SURADADI KABUPATEN TEGAL
Disusun oleh :
NAMA : AHMAD KHOSIIN
NIM : 15203002
Telah dipertahankan di depan dewan penguji laporan Praktek Kerja Lapangan Pada Tanggal
Dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima
Tegal, September 2017 Pembimbing
M. Edi Fakhrurozi, S.Kom NIPY. 030479045 Penguji I
Zaenul Arif, S.Kom NIPY. 111081067
Penguji II
Ulumuddin, S.Kom NIPY. 13069109091 Mengetahui
Ketua Program Studi
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN LAPORAN PKL
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya Ahmad Khosiin, menyatakan bahwa Laporan PKL yang berjudul “Perancangan Sistem Informasi Penggajian Pegawai Pada RSUD Suradadi Kabupaten Tegal” adalah hasil karya sendiri dan belum pernah disampaikan untuk persyaratan menyusun laporan PKL pada Program Studi D3 Manajemen Informatika ataupun pada program studi lainnya. Karya ini adalah milik saya, karena itu pertanggungjawaban sepenuhnya berada pada saya.
Tegal, September 2017 Yang membuat pernyataan
AHMAD KHOSIIN
NIM. 15203002
Pengasih lagi Maha Penyayang, karena dengan rahmat dan hidayah-Nya Laporan Hasil PKL ini dapat diselesaikan. Sholawat dan salam penulis sanjungkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, beserta para sahabat dan keluarga beliau atas segala perjuangan dan pengorbanan merekalah, kita telah terbebas dari zaman kebodohan dan menuju ke zaman yang berilmu seperti yang sekarang kita rasakan.
Alhamdulillah, berkat karunia dan hidayah-Nya, penulis telah dapat menyelesaikan Laporan Hasil PKL yang berjudul “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN PEGAWAI PADA RSUD SURADADI KABUPATEN TEGAL”. Penyusunan Laporan Hasil PKL ini disusun untuk memenuhi persyaratan penulisan Tugas Akhir (TA) dalam rangka menyelesaikan program studi D-III Manajemen Informatika pada AMIK YMI TEGAL. Laporan Hasil PKL ini belumlah mencapai taraf sempurna, karena masih banyak terdapat kekurangan dan kesulitasn yang dihadapi dalam proses penyusunan dan penulisan Laporan Hasil PKL ini serta keterbatasan ilmu yang penulis miliki. Meskipun pada akhirnya berkat kesabaran dan pertolongan Allah SWT, segala kendala yang menghadang dapat penulis lewati.
Laporan ini juga tidak akan tersusun bila tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak yang memberikan bantuan baik moral maupun spiritual. Oleh karena itu, dalam kesepakatan ini penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada :
1. Ibu Leli Nirmalasari, S.Pd.,M.M selaku Direktur AMIK YMI Tegal. 2. Ibu Aries Setyani WP, S.P.,M.M selaku BAUK AMIK YMI Tegal. 3. Bapak Ulumuddin, S.Kom selaku Kaprodi AMIK YMI Tegal
4. Bapak M. Fakhrurozi, S.Kom selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga, pikiran serta membimbing penulis dalam menyelesaikan penyusunan Laporan Hasil PKL.
6. Dosen-dosen serta staf Akademik AMIK YMI Tegal.
7. Ibunda tercinta, yang telah membesarkan dan membimbing penulis baik secara moral maupun secara material, serta do’anya yang tulus sehingga penulis dapat menyelesaikan studi. Tiada yang dapat penulis berikan kecuali rasa hormat, terima kasih, dan cinta yang sedalam-dalamnya dan hanya Allah SWT saja kiranya yang dapat membalasnya dan semoga Ibunda senantiasa dalam lindungan Allah SWT.
8. Kepada saudara-saudara penulis Istianah, Sholehudin, Masroatul Hidayah, dan M. Subhan terima kasih atas motivasi yang kalian berikan kepada penulis.
9. Kepada sahabat penulis serta teman-teman semuanya yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
10. Kepada seluruh mahasiswa AMIK YMI Tegal yang tidak mungkin disebutkan namanya satu persatu, terima kasih atas dukungannya. Jadikan AMIK YMI yang terbaik dan tetap kreatif, dinamis dan inovatif berlandaskan Iman kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Penulis sangat menyadari sepenuhnya, walaupun begitu banyak bantuan berbagai pihak, bukan berarti penyusunan Laporan Hasil PKL ini dianggap sudah sangat sempurna, tetapi masih banyak kekurangan-kekurangan baik dari segi teknis maupun dari segi penyampaian materi. Hal ini merupakan keterbatasan kemampuan dan ilmu pengetahuan penulis. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang kontruktif sangat dihargai demi kesempurnaan penyusunan penulisan Laporan Hasil PKL ini.
Akhirnya penulis berharap segala amal baik yang telah dilakukan mendapat keridhaan Allah SWT, dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
Amin Yaa Robbal’Alamin…!!!
memberikan informasi pegawai RSUD Suradadi Kabupaten Tegal, dibutuhkan suatu sistem yang dapat mengolah data semua pegawai. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan analisis sehingga dapat diperoleh hasil dengan ditemukannya kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk sistem yang akan dibangun. Analisis dilakukan dengan cara mencermati kebutuhan, pengguna dan fasilitas yang dibutuhkan oleh perangkat lunak yang akan dibangun benar-benar berguna sehingga dapat membantu sistem penggajian pada RSUD Suradadi Kabupaten Tegal agar lebih efektif, efesien, dan akuntabel. Pada laporan ini Peneliti membangun sistem berbasis Web untuk penggajian pegawai pada RSUD Suradadi Kabupaten Tegal.
Berdasarkan hasil analisis permasalahan yang telah dilakukan sebeblumnya, maka dapat dirancang suatu perangkat lunak yang dibuat dengan menggunakan metode UML (Unified Modeling Language) dan spesifikasi basis data serta relasi-relasinya. Berdasarkan hasil penulisan Laporan Hasil PKL dapat disimpulkan bahwa, telah berhasil merancang sistem yang kedepannya akan membantu pada proses penggajian pegawai di RSUD Suradadi Kabupaten Tegal.
Kata kunci : sistem informasi, laporan analisis, penggajian, UML.
Gambar 2.2 Komponen Sistem Infromasi 12
Gambar 3.1 Struktur Organisasi RSUD Suradadi 28
Gambar 4.1 FOD Sistem Penggajian yang sedang berjalan 50
Gambar 4.2 ERD Penggajian Pegawai RSUD Suradadi 52
Gambar 4.3 Relationship Diagram Sistem Informasi Penggajian 57
Gambar 4.4 Use Case Sistem yang berjalan 58
Gambar 4.5 Activitiy Diagram Login 59
Gambar 4.6 Diagram Aktivitas Data Jabatan 60
Gambar 4.7 Diagram Aktivitas Data Golongan 60
Gambar 4.8 Diagram Aktivitas Data Pegawai 61
Gambar 4.9 Diagram Aktivitas Detail Jabatan 62
Gambar 4.10 Diagram Aktivitas Tunjangan Keluarga 62
Gambar 4.11 Diagram Aktivitas Penggajian 63
Gambar 4.12 Diagram Aktivitas Laporan 63
Gambar 4.13 Diagram Sekuen Login Admin 64
Gambar 4.14 Diagram Sekuen Data Jabatan 65
Gambar 4.15 Diagram Sekuen Data Golongan 66
Gambar 4.16 Diagram Sekuen Data Pegawai 67
Gambar 4.17 Diagram Sekuen Detail Pegawai 68
Gambar 4.18 Diagram Sekuen Tunjangan Keluarga 69
Gambar 4.19 Diagram Kelas Sistem Informasi Penggajian Pegawai 70
Lampiran A2 Laporan Gaji 78 Lampiran B1 Data Pegawai 79 Lampiran B2 Data Golongan 80
DAFTAR SIMBOL
Simbol 2.3 Diagram Sekuen 18 Simbol 2.4 Diagram Kelas 20
DAFTAR ISI
Judul
Kata Pengantar...iv
Abstraksi...v
Daftar Gambar...vi
Daftar Lampiran...vii
Daftar Simpol...viii
Daftar Isi...ix
BAB I PENDAHULUAN...1
1.1. Latar Belakang...1
1.2. Perumusan Masalah...3
1.3. Batasan Masalah...3
1.4. Tujuan dan Manfaat Penelitian...3
1.5. Metodologi Penelitian...4
1.6. Sistematika Penulisan...6
BAB II LANDASAN TEORI...8
2.1. Teori – Teori Dasar...8
2.1.1. Pengertian Perancangan 8 2.1.2. Teori Dasar Sistem 8 2.1.3. Teori Dasar Informasi 10 2.1.4. Teori Dasar Sistem Informasi 11 2.1.5. Pengertian Penggajian13 2.2. Teori Pengembangan Sistem...13
2.2.1. UML (Unified Modeling Language) 13 2.2.2. Pengertian Pengembangan Sistem 21 2.2.3. Pengertian Pengembangan Sistem 21 2.3. Teori Objek Penelitian...21
2.3.1. Pengertian Rumah Sakit 21 2.3.2. Pengertian Pegawai 21 2.4. Teori Aplikasi Sistem...22
BAB III TINJAUAN ORGANISASI ...26
3.2. Sejarah Singkat RSUD Suradadi Kabupaten Tegal...26
3.3. Visi dan Misi...27
3.3.1. Visi 27 3.3.2. Misi 27 3.3.3. Motto 28 3.4. Struktur Organisasi...28
3.4.1. Struktur Organisasi 28 3.4.2. Uraian Tugas, Fungsi dan Tanggung Jawab 28 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM...46
4.1. Analisis Sistem...46
4.1.1. Analisis Keluaran 46 4.1.2. Analisis Masukan 47 4.1.3. Analisis Proses 48 4.1.4. Identifikasi Kebutuhan 51 4.2. Perancangan Sistem...52
4.2.1. Rancangan Database 52 4.2.2. Rancangan Model 58 4.2.3. Rancangan Keluaran 70 4.2.4. Rancangan Masukan 71 BAB V EPNUTUP...73
5.1. Kesimpulan...73
5.2. Saran...73
DAFTAR PUSTAKA...75
1.1. Latar Belakang
Sejalan dengan perkembangan zaman yang semakin pesat maka tuntutan akan informasi yang akurat dan cepat semakin tinggi. Perkembangan informasi tersebut juga harus diimbangi dengan teknologi komputerisasi yang banyak digunakan pada suatu perusahaan/instansi sebagai alat bantu manusia dalam pengolahan datanya. Kemajuan teknologi komputer sebagai pendukung pemprosesan data dan informasi, telah menjadi sebuah kebutuhan pokok.
Sistem informasi yang terkomputerisasi tersebut digunakan sebagai pendukung kinerja dan menjadi dasar dalam pengambilan sebuah keputusan, sehingga dapat diketahui peningkatan kinerja dalam sebuah pekerjaan. Dengan adanya kenyataan tersebut, maka penyusun memandang perlu melakukan komputerisasi pada sistem yang ada, khususnya pada bagian penggajian pegawai. Sistem tersebut berguna untuk mengolah data penggajian yang berupa memproses data pegawai dan data gaji serta membuat laporan gaji disetiap bulannya. Penyusun mengharapkan dengan adanya sistem pengolahan data penggajian yang terkomputerisasi dapat mengontrol ketertiban pelaporan yang akan dilakukan oleh Bendahara Gaji.
Sistem informasi penggajian merupakan sebuah sistem informasi yang dirancang khusus untuk membantu dalam menangani permasalahan-permasalahan diatas. Sistem ini memiliki beberapa fungsi utama yaitu mengolah, menangangi proses perhitungan gaji dan pembuatan laporan-laporan penggajian. Dengan adanya sistem informasi penggajian ini diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan-permasalahan diatas serta mengurangi kesalahan penghitungan dan dapat mempercepat proses penggajian di RSUD Suradadi Kabupaten Tegal.
RSUD Suradadi Kabupaten Tegal adalah salah satu rumah sakit milik Pemerintah Kabupapaten Tegal yang mempunyai type klas D dengan total
tempat tidur 118 TT. RSUD Suradadi Kabupaten Tegal mempunyai tugas pokok untuk melaksanakan upaya pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan penyembuhan (kuratif), pemulihan (rehabilitatif), upaya peningkatan (promotif), pencegahan terjadinya penyakit (preventif) dan melaksanakan upaya rujukan serta pelayanan yang bermutu sesuai standar pelayanan Rumah Sakit.
Dalam sistem penggajian pegawainya, RSUD Suradadi Kabupaten Tegal masih menggunakan sistem manual untuk menghitung potongan dan tunjangan yang diperoleh setiap pegawainya. Untuk melaksanakan tugasnya, bendahara gaji pada bagian sub tata usaha RSUD Suradadi Kabupaten Tegal masih dibantu dengan alat hitung kalkulator dan aplikasi microsoft exel untuk menghitung total gaji bersih serta membuat daftar laporan gaji bulanannya. Dengan sistem manual tersebut, terkadang bendahara gaji masih mengalami hambatan dalam melaksanakan tugas pekerjaannya dan terkadang pula terjadi kekeliruan pada saat menghitung total gaji bersih pegawai.
Berdasarkan uraian diatas, peneliti ingin membuat sebuah sistem informasi penggajian yang kedepannya dapat berguna bagi RSUD Suradadi Kabupaten Tegal pada umumnya dan berguna bagi Bendahara Gaji pada khususnya. Hal tersebut, kedepannya akan menunjang kelancaran dalam aktifitas bendahara gaji di RSUD Suradadi Kabupaten Tegal pada kegiatan sehari-harinya guna menangani masalah pengolahan data seluruh gaji pegawai pada RSUD Suradadi Kabupaten Tegal. Sehingga kedepannya dapat mempermudah dan mempercepat dalam proses pengambilan keputusan secara tepat, dengan tersedianya informasi-informasi yang tepat waktu, akurat, efisien dan relevan.
1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas, maka ada permasalahan yang berkaitan dengan sistem penggajian pegawai, yaitu Bagaimana merancang sebuah apliaksi guna mempermudah dalam proses penghitungan gaji pada pegawai RSUD Suradadi Kabupaten Tegal agar lebih efektif dan akuntabel?
1.3. Batasan Masalah
Agar peneliti kedepannya lebih terarah pada pembahasan sistem informasi penggajian, maka permasalahan perlu dibatasi sebagai berikut :
1. Sistem kedepannya fokus pada proses penggajian pegawai dan mampu menghitunh total gaji yang akan di terima oleh Pegawai RSUD Suradadi Kabupaten Tegal.
1.4. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.4.1.Tujuan
Dari penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut :
1. Untuk mempermudah penyajian laporan data gaji pegawai yang diperlukan.
2. Mengidentifikasi permasalahan yang ditemui dalam sistem penggajian pegawai pada RSUD Suradadi Kabupaten Tegal.
3. Merancang dan membuat program untuk sistem penggajian guna meningkatkan efisiensi kerja Bendahara Gaji pada RSUD Suradadi Kabupaten Tegal.
1.4.2.Manfaat
Perancangan sistem informasi ini diharapkan akan diperoleh manfaat sebagai berikut :
a. Bagi Perusahaan
1. Mendapatkan kemudahan dalam proses penggajian pegawai.
3. Dapat memperoleh informasi laporan gaji secara tepat, cepat, akurat dan sederhana dalam waktu singkat sehingga membantu kelancaran bekerja. mengembangkan dan meningkatkan mutu sistem informasi di instansi atau perusahaan.
1.5. Metodologi Penelitian
1.4.3. Metode Pengumpulan data :
Observasi penelitian untuk mengumpulkan data dengan menggunakan dokumen, buku atau majalah yang berkaitan dengan masalah yang dibahas sebagai sumber informasi guna mencapai tujuan yang diharapkan.
Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data dimana penulis mengadakan pertanyaan-pertanyaan kepada responden guna memperoleh informasi yang diharapkan. Dalam hal ini yang menjadi responden adalah Bendahara Gaji di RSUD Suradadi Kabupaten Tegal.
Study Pustaka
Metode pengumpulan data dengan mencari informasi melalui buku, majalah, koran, dan literatur lainnya yang bertujuan untuk membentuk dan membantu dalam penelitian ini.
1.4.4. Metode Analisis dan Perancangan a. Metode Analisis
(1) Survey terhadap sistem yang sedang berjalan
Pada tahapan ini dilakukan penelitian pada RSUD Suradadi Kabupaten Tegal dengan mengamati langsung ke Instansi terkait dan mewawancarai pihak instansi yang bersangkutan dengan sistem yang sedang berjalan dalam hal ini Bendahara Gaji.
(2) Analisis terhadap temuan survei
Setelah diperoleh data dan informasi yang diperlukan, maka diadakan analisis terhadap data yang telah diperoleh melalui survei.
(3) Identifikasi Kebutuhan Informasi
Mengidentifikasi informasi yang masih kurang pada sistem yang sedang berjalan dari dokumen input, proses, sampai output serta menentukan informasi yang dibutuhkan pada sistem yang baru.
(4) Identifikasi Persyaratan Sistem
b. Metode Perancangan
Dalam laporan penelitian ini, penulis menggunakan metode perancangan UML (Metode Object Orientied). Karena metode UML (Metode Object Orientied) memberikan standar penulisan sebuah sistem blue print yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas-kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database dan komponen-komponen yang diperlukan dalam system software.
1.6. Sistematika Penulisan
Secara garis besar Laporan Hasil PKL ini terdiri dari 5 (lima) bab dan beberapa lampiran.
Adapun setiap bab dan sub-sub bab yang terdiri dari :
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini akan membahas Latar Belakang Laporan Hasil PKL, Perumusan Masalah, Batasan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Metodologi Penelitian dan Sistematika Penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Pada Bab ini penulis menguraikan sekilas tentang Konsep Dasar Sistem, Teori Pengembangan Sistem, Teori Objek Penelitian, Aplikasi Sistem, dan Penelitian Terdahulu .
BAB III : TINJAUAN ORGANISASI
Bab ini berisikan tentang Sejarah berdirinya RSUD Suradadi Kabupaten Tegal, Visi Misi dan Motto, Maksud dan Tujuan Rumah Sakit, Kegiatan Rumah Sakit, Nilai – Nilai dan Budaya Kerja yang ada di RSUD Suradadi Kabupaten Tegal.
BAB IV : ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
(Unified Modeling Language) dan spesifikasi basis data serta relasi-relasinya.
BAB V : PENUTUP
2.1. Teori – Teori Dasar
2.1.1. Pengertian Perancangan
Nafisah (2003:02) Perancangan adalah penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi sebagai perancangan system dapat dirancang dalam bentuk bagan alir system (system flowchart), yang merupakan alat bentuk grafik yang dapat digunakan untuk menunjukkan urutan-urutan proses dari system.
Kusrini (2007:79) Perancangan adalah proses pengembangan spesifikasi sistem baru berdasarkan hasil rekomendasi analisis sistem yang terdahulu.
2.1.2. Teori Dasar Sistem a. Pengertian Sistem
Jogiyanto (2005:02) Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan – tujuan tertentu.
Indrajit (2001:02) Sistem merupakan kumpulan – kumpulan dari komponen – komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
b. Karakteristik Sistem
Jogiyanto (2005:1) menjelaskan tenntang karakteristik system yang memiliki komponen sebagai berikut :
1) Komponen Sistem (component)
Suatu system terdiri dari sejumlah komponen yang saling berintegrasi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen system atau
elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sub system mempunyai sifat-sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses system secara keseluruhan.
2) Batas Sistem (boundary)
Batasan sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup
(scope) dari sistem tersebut.
3) Lingkungan Luar Sistem (environment)
Lingkungan luar (environment)dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara, sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
4) Penghubung Sistem (interface)
Penghubung (interface) merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
5) Masukan Sistem (input)
6) Keluaran Sistem (output)
Keluaran (output) adalah hasil dari energy yang diolah dan diklasifikasikan menjadi informasi yang berguna.
7) Pengelolaan Sistem (process)
Pengelolaan sistem merupakan suatu bagian yang mengolah masukan (input) dan memprosesnya agar menjadi output informasi yang berguna.
8) Sasaran Sistem (objective)
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Jika suatu sistem tidak mempunyai sasaran maka operasi sistem tidak akan berguna. Sasaran dari sistem sangata menentukan masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil apabila mengenai sasaran atau tujuannya.
2.1.3. Teori Dasar Informasi a. Pengertian Informasi
Susanto (2004 : 46); dalam bukunya yang berjudul Sistem
Informasi Akuntansi, menyatakan bahwa informasi adalah hasil
pengelohan data yang memberikan arti dan manfaat.
Jogianto (2004:08) Informasi merupakan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna bagi penerima.
b. Kualitas Informasi
Jogianto (2005:10) Informasi yang berkualitas sangat dibutuhkan dalam membuat suatu komponen. Sistem informasi yang berkualitas bergantung pada tiga hal, yaitu informasi harus akurat, tepat pada waktunya dan relevan.
1) Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. 2) Tepat pada waktunya, berarti informasi yang dating pada
3) Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.
c. Siklus Informasi
Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan suatu tindakan yang berarti menghasilkan suatu tindakan lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model hingga kembali menghasilkan suatu informasi dan terus menerus akan berulang hingga membentuk siklus informasi (information circle) atau disebut juga siklus pengolahan data.
Gambar 2.1. Siklus Informasi
Sumber : Jogianto (2005 : 9)
2.1.4. Teori Dasar Sistem Informasi a. Pengertian Sistem Informasi
Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan
PROSES (MODEL)
INPUT (data)
DATA
PROSES
OUTPUT
PENERIMA
Keputusan Tindakan
INPUT PROSES OUTPUT
BASIS DATA
transaksi harian, mendukung operasi bersifat manajerial dan kegiatan startegi dari suatu organisasi, dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
b. Komponen Sistem Informasi
Menurut Jogiyanto (2009:42) sistem informasi mempunyai enam buah komponen, yaitu :
1. Komponen input atau komponen masukan, 2. Komponen model,
3. Komponen output atau komponen keluaran 4. Komponen teknologi,
5. Komponen basis data,
6. Komponen control atau komponen pengendalian
Gambar 2.2. Komponen Sistem Informasi
Data Diolah Informasi
KONTROL
Sumber : Jogiyanto (2009:42)
c. Tujuan Sistem Informasi
Menurut Jogiyanto (2009:36) Tujuan dari sistem informasi adalah menghasilkan informasi. Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya.
Tujuan sistem informasi terdiri dari : 1) Kegunaan
2) Ekonomi 3) Keandalan
4) Pelayanan langganan 5) Kesederhanaan 6) Fleksibilitas
2.1.5. Pengertian Penggajian
Menurut Mulyadi (2001:58) Gaji merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh pegawai baik mempunyai jabatan maupun pegawai pelaksana.
Hasibuan (2002:118) Gaji adalah balas jasa yang dibayar secara periodik kepada karyawan tetap serta mempunyai jaminan yang pasti.
2.2. Teori Pengembangan Sistem
2.2.1. UML (Unified Modeling Language)
a. Pengertian UML
Menurut Nugroho (2010:6) “Unified Modelling Language
adalah bahasa pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma berorientasi objek”. Pemodelan (modeling)
sesungguhnya digunakan untuk penyederhanaan permasalahan-permasalahan yang kompleks sedemikian rupa sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami.
Menurut Henderi (2007:7) “Unified Modelling Language
(UML) adalah sebuah bahasa pemodelan yang telah menjadi standar dalam industry sofrware untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem perangkat lunak”.
(C+, Java, VB.NET), namun demikian tetap dapat digunakan pada bahasa perograman prosedural.
Unified Modelling Language (UML) biasa digunakan
untuk (Henderi, 2007:11) :
1. Menggambarkan batasan sistem dan fungsi-fungsi sistem secara umum, dibuat dengan use case dan actor
2. Menggambarkan kegiatan atau proses bisnis yang dilaksanakan secara umum, dibuat dengan interaction diagrams
3. Menggambarkan representasi struktur static sebuah sistem dalam bentuk class diagrams
4. Membuat model behavior “yang menggambarkan kebiasaan atau sifat sebuah sistem” dengan state transition diagrams 5. Menyatakan arsitektur implementasi fisik menggunakan
component and development diagrams
6. Menyampaikan atau memperluas fungsionality dengan
stereotypes.
Unified Modelling Language (UML) merupakan salah satu
alat bantu yang sangat handal dalam bidang pengembangan sistem berorientasi objek karena UML menyediakan bahasa pemodelan visual yang memungkinkan pengembangan sistem membuat blue print atas
b. Diagram UML 1) Diagram Use Case
Usecase diagram adalah diagram usecase yang
diagram usecase dapat diketahui fungsi-fungsi apa saja yang ada pada sistem. (Salahudin, 2011, hal 130).
Simbol 2.1. Diagram Use Case
Simbol Deskripsi
Use Case
Mewakili sebuah bagian dari
fungsionalitas sistem dan ditempatkan
dalam system boundary.
Aktor/Actor Menggambarkan tokoh atau sistem yang memperoleh ekuntungan dan berada diluar dari sistem. Actor dapat berasosiasi dengan actor lainnya dengan menggunakan specialization /
supperclass. Actor ditempatkan diluar
subject boundary System Boundary
Menyatakan lingkup dari subject
Asosiasi / Association
Menghubungkan actor untuk berinteraksi dengan use case
Include
<<include>>
Menunjukkan inclusion fungsionalitas dari sebuah use case dengan use case
lainnya. Arah panah dari base use case ke include use case
Extend
<<extend>>
Menunjukkan extension dari sebuah
use case untuk menambahkan
optional behavior. Arah panah dari
extension use case ke base use case
Generalisasi/
generalitation Menunjukkan generalisasi dari use
case khusus ke yang lebih umum
2) Diagram Ativitas / Activity Diagram
Martin Fowler (2005:163). Activity diagram adalah teknik untuk menggambarkan logika prosedural, proses bisnis, & jalur kerja. Dalam beberapa hal, activity diagram memainkan peran mirip dengan alir, tetapi perbedaan prinsip antara notasi diagram alir adalan activity diagram mendukung behavior paralel. Node pada sebuah activity
diagram disebut sebagai action, sehingga diagram tersebut menampilkan sebuah activity yang tersusun dari action.
Simbol 2.2. Diagram Aktivitas
Simbol Deskripsi
Action Untuk menggambarkan perilaku yang
sederhana dan bersifat non-decomposable.
Activity Untuk Mewakili kumpulan aksi (action).
Object Node Untuk mewakili objek yang terhubung
dengan kumpulan object flow
Control Flow Menunjukkan rangkaian pelaksanaan
Object Flow Menunjukkan aliran sebuah objek dari
sebuah aktivitas atau aksi ke aktivitas atau aksi lainnya.
Initial Node Menandakan awal dari kumpulan aksi
atau aktivitas
Final-Activity Node Untuk menghentikan seluruh control
Simbol Deskripsi
Final-Flow Node Untuk menghentikan control flow atau
object flow tertentu.
Decision Node Untuk mewakili suatu kondisi pengujian
yang bertujuan untuk memastikan bahwa
control flow atau object flow hanya menuju ke satu arah
Merge Node Untuk menyatukan kembali decision
path yang dibuat dengan menggunakan
decision node.
Fork Node Untuk memisahkan perilaku menjadi
kumpulan aktivitas yang berjalan secara parallel atau bersamaan
Join Node Untuk menyatukan kembali kumpulan
aktivitas yang berjalan secara parallel atau bersamaan.
Swimlame
Swimlame
Simbol Deskripsi
Sumber : Desanti (2010 : 158)
3) Diagram Sekuen
Menurut Yulianto (2009:103) diagram sekuen menggambarkan kelakuan/perilaku objek pada use case
dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message
yang dikirimkan dan diterima antar objek. Oleh karena itu untuk menggambar diagram sekuen maka harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah usecase beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang di instansiasi menjadi objek itu.
Simbol 2.3. Diagram Sekuan
Simbol Deskripsi
Actor Orang, proses, atau sistem lain yang
berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat sendiri, jadi walapun symbol dari actor adalah gambar orang, tapi actor belum tentu merupakan manusia, biasanya dinayatakan menggunakan kata benda di awal frase nama actor.
Object Menyatakan object yang berinteraksi pesan
Simbol Deskripsi
Waktu Aktif Menyatakan objek dalam keadaan aktif dan berinteraksi pesan
Pesan tipe create Menyatakan suatu objek membuat objek yang lain, arah panah mengarah pada objek yang dibuat.
Call Arah panah mengarah pada objek yang
memiliki operasi/metode, karena ini memanggil operasi/metode maka operasi/ metode yang dipanggil harus ada pada diagram kelas sesuai dengan kelas objek yang berinteraksi.
Sumber : Yulianto (2009:103-105)
4) Diagram Kelas
Menurut Yulianto (2009:97) Diagram Kelas atau
Class Diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi. Atribut merupakan variable-variabel yang dimiliki oleh suatu kelas.
Simbol 2.4. Diagram Kelas
Simbol Deskripsi
Package Package merupakan sebuah kumpulan
Kelas Kelas pada struktur sistem
Antarmuka/Interface Sama dengan konsep interface dalam pemrograman objek.
Asosiasi / Association Relasi antar kelas dengan makna umum, asosiasi biasanya juga diserta dengan
multiplicity.
Asosiasi Berarah /
Directed Association Relasi antar kelas dengan makna kelasyang satu digunakan oleh kelas yang lain, asosiasi biasanya juga disertai dengan
multiplicity.
Generalisasi Relasi antar kelas dengan makna generalisasi-spesialisasi (umum-khusus). Kebergantungan /
dependency Relasi antar kelas dengan maknakebergantungan antar kelas.
Agregasi / Aggregation Relasi antar kelas dengan makna semua-bagian (whole part).
2.2.2. Pengertian Pengembangan Sistem
Pengembangan sistem merupakan sebagai aktifitas untuk menghasilkan sistem informasi berbasis computer untuk menyelesaikan persoalan (problem) organisasi atau memanfaatkan kesempatan (opportunities) yang timbul. (Jogiyanto, 2010, hal 59).
2.2.3. Pengertian Pengembangan Sistem
Tujuan yang akan dicapai dari tahap pengembangan sistem mempunyai maksud atau tujuan utama, yaitu sebagai berikut :
1. Guna memenuhi kebutuhan pemakaian sistem (user);
2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan menghasilkan menyelenggarakan upaya kesehatan. Upaya kesehatan adalah setaiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Upaya kesehatan diselenggarakan dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif),
penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan
(rehabilitatife), yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan
berkesinambungan. (Siregar dan Amalia, 2004)
2.3.2. Pengertian Pegawai
Soedaryono (2000:06) Pegawai adalah seseorang yang melakukan penghidupannya dengan bekerja dalam kesatuan organisasi, baik kesatuan kerja pemerintah maupun kesatuan kerja swasta.
melaksanakan suatu pekerjaan dalam jabatan atau kegiatan tertentu yang ditetapkan oleh pemberi kerja. (Stephen, 2006, hal 6).
2.4. Teori Aplikasi Sistem 2.4.1. Pengertian Java
Rosa A.S dan M. Shalahudin (2014:103) Java menurut definisi Sun Microsystem adalah nama untuk sekumpulan teknologi untuk membuat dan menjalankan perangkat lunak komputer standalone ataupun pada lingkungan jaringan.
Haryanto (2011:02) Java adalah bahasa berorientasi objek untuk pengembangan aplikasi mandiri, aplikasi berbasis internet, aplikasi untuk perangkat cerdas yang dapat berkomunikasi lewat internet/jaringan komunikasi. Melalui teknologi java, dimungkinkan perangkat audio streo dirumah terhubung jaringan komputer. Java tidak lagi hanya untuk membuat applet yang tidak memperintahkan halaman web tapi java telah menjadi bahasa untuk pengembangan aplikasi skala interprise berbasis jaringan besar.
2.5. Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1. Hasil Penelitian Terdahulu
No. Judul Penelitian Saat Ini Form
No. Judul Penelitian Saat Ini Form
11. Form Cetak Slip Gaji Pegawai
1. Dwi Nur Duwita Apliaksi Sistem Informasi Penggajian Pegawai dan Guru Pada SMK Negeri Kelapa
Waterfall 1. Form Menu Utama 2. Form Data Golongan 3. Form Data Jabatan
4. Form Entry Data Pegawai 5. Form Data Tunjangan 6. Form Data Potongan 7. Form Absensi
8. Form Cetak Slip Gaji 2. Rinawati, Lidya
Sitanggang, 2014
Pengembangan Sistem Informasi Penggajian Karyawan PT. BPR BUMIASIH.
c. Form Input Data Karyawan d. Form Input Data Tunjangan e. Form Input Gaji Karyawan f. Form Laporan Gaji Karyawan 3. Adi Aminudin,
Bambang Eka Purnama,
Sistem Informasi Penggajian
Pegawai Pada Kantor Kecamatan
-1. Form Login
2. Form Menu Utama
4. Form Data Pegawai 5. Form Data Golongan
3.2. Sejarah Singkat RSUD Suradadi Kabupaten Tegal
Sejarah berdirinya RSUD Suradadi Kabupaten Tegal berawal dari Puskesmas Rawat Inap Suradadi kemudian ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) melalui Surat Keputusan Bupati Tegal Nomor 445/672/2009 tentang Peningkatan Rawat Inap Puskesmas Suradadi Menjadi Rumah Sakit type D Suradadi Kabupaten Tegal. Seiring dengan kebijakan dan kewenangan Pemerintah selanjutnya sejarah perkembangan RSUD Suradadi Kabupaten Tegal sebagai berikut :
a. Tahun 2006 Penetapan Lokasi Pembangunan RSUD Suradadi Kabupaten Tegal dikuatkan oleh Keputusan Bupati Tegal Nomor 591/0091/2006 tentang Penetapan Lokasi Untuk Pembangunan/Peningkatan Puskesmas Suradadi di Desa Sidaharja Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal Seluas ±15.000M² (Lebih Kurang Lima Belas Ribu Meter Persegi);
b. Tahun 2009 Peningkatan Puskesmas Rawat Inap menjadi RSUD Suradadi melalui Keputusan Bupati Tegal Nomor 445/672/2009 tentang Peningkatan Rawat Inap Puskesmas Suradadi Menjadi Rumah Sakit Type D Suradadi Kabupaten Tegal;
c. Tahun 2010, RSUD Suradadi Kabupaten Tegal mendapatkan Izin Sementara oleh Bupati Tegal melalui Keputusan Bupati Tegal Nomor 445/268/2010 tentang Pemberian Izin Operasional Sementara Rumah Sakit Umum Daerah Suradadi Kabupaten Tegal;
d. Tahun 2012 RSUD Suradadi Kabupaten Tegal Lulus akreditasi oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) status akreditasi Lulus Tingkat Dasar dengan Sertifikat Akreditasi Nomor KARS-SERT/835/ VI/2012 yang berlaku sampai dengan 29 Juni 2015;
e. Tahun 2013 ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia sebagai Rumah Sakit Umum Kelas D melalui Keputusan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia dan Sertifikat Penetapan Kelas Rumah Sakit Nomor HK.02.03/I/2263/2013 tentang Penetapan Kelas Rumah Sakit Umum Daerah Suradadi Kabupaten Tegal;
f. Tahun 2013 mendapatkan Izin Operasional Sementara oleh Bupati Tegal melalui Keputusan Bupati Tegal Nomor 445/349/2013 tentang Pemberian Izin Operasional Sementara Rumah Sakit Umum Daerah Suradadi Kabupaten Tegal;
g. Keputusan Bupati Tegal Nomor 445/976/2014 tentang Penetapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) penuh kepada Badan Pengelola RSUD Suradadi Kabupaten Tegal; h. Pada Bulan Januari 2015 Keputusan Bupati Tegal Nomor : 13 Tahun
2015 tentang Pola Tata Kelola Rumah Sakit Umum Daerah Suradadi Kabupaten Tegal;
i. Pada Tahun 2015 RSUD Suradadi Kabupaten Tegal ditetapkan sebagai Lembaga Rehabilitasi Rawat Jalan bagi Pecandu Narkoba dan/atau Korban Penyalahgunaan Narkotika melalui Keputusan Bupati Tegal Nomor 558 Tahun 2015;
j. Tahun 2015, RSUD Suradadi Kabupaten Tegal mendapatkan Izin Operasional Tetap oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Tegal dengan Keputusan Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Tegal Nomor 440/01/2015 tentang Izin Operasional Tetap Rumah Sakit Umum Kelas D.
a. Meningkatkan kinerja pelayanan yang berorientasi kepada pelanggan dan kinerja keuangan yang efisien dan akuntabel; b. Meningkatkan sarana prasarana dan sumber daya manusia
rumah sakit untuk menunjang layanan unggulan traumatik dan rehabilitasi medik;
c. Menyediakan sarana prasarana dan fasilitas untuk mendukung pelayanan unggulan berbasis terapi wisata bahari.
3.3.3. Motto Kabupaten Tegal memiliki struktur organisasi sebagai berikut : Gambar 3.1. Struktur Organisasi RSUD Suradadi Kabupaten Tegal
Sumber : RSUD Suradadi Kabupaten Tegal, 2017.
3.4.2. Uraian Tugas, Fungsi dan Tanggung Jawab 3.4.2.1. Direktur
a. Fungsi
Direktur mempunyai fungsi sebagai berikut:
KASI
1) Penyusunan dan penetapan perencanaan pengelolaan rumah sakit;
2) Perumusan kebijakan umum dan teknis dibidang pengelolaan rumah sakit;
3) Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang pelayanan kesehatan perumahsakitan;
4) Pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang pelayanan kesehatan perumahsakitan;
5) Penyelenggaraan koordinasi dan fasilitas dibidang pelayanan kesehatan perumahsakitan;
6) Pembinaan pengelolaanurusan ketatausahaan rumah sakit;
7) Pengendalian, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas pengelolaan rumah sakit.
b. Tugas
Direktur mempunyai tugas melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan penyembuhan (kuratif), pemulihan
(rehabilitatif), upaya peningkatan (promotif),
pencegahan terjadinya penyakit (preventif) dan melaksanakan upaya rujukan serta pelayanan yang bermutu sesuai standar pelayanan di RSUD Suradadi Kabupaten Tegal, dengan rincian uraian tugas sebagai berikut:
2) Merumuskan dan menetapkan kebijakan teknis bidang pelayanan kesehatan dengan mengolah bahan dan data, koordinasi, serta mempelajari peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk kelancaran tugas dan kegiatan untuk dilaksanakan oleh Sekretariat dan masing-masing bidang yang terkait; 3) Melaksanakan koordinasi dankerjasama dibidang
pelayanan kesehatan denganinstansi pemerintah daerah, swasta dan organisasi masyarakat agar diperoleh sinkronisasi dalam pelaksanaan program; 4) Mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai
tugas dan fungsi dengan metode kerja yang jelas agar bawahan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, tepat dan benar;
5) Merencanakan kegiatan dan program pelayanan kesehatan dengan menjabarkan danmemadukan program dari tingkat pusat dan tingkat provinsiuntuk menjadi pedoman kegiatan antar unit kerja di bawahnya;
6) Melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan ketatausahaan, pelayanan administratrasi umum, kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan perbekalan melalui pembinaan dan motifasi untuk kelancaran dan ketertiban administrasi RSUD Suradadi Kabupaten Tegal;
8) Melaksanakan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pekerjaan dengan monitoring dan evaluasi agar pelaksanaan pekerjaan tidak menyimpang;
9) Melaksanakan pembinaan dan penilaian daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP-3) kepada bawahan sesuai ketentuan yang berlaku untuk peningkatan prestasi kerja;
10) Melaporkan pelaksanaan kegiatan dibidang tugasnya baik lisan maupun tertulis guna dijadikan bahan pertimbangan Bupati dalam mengambil kebijakan; dan
11) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan langsung yaitu Bupati baik lisan maupun tertulis sesuai dengan tugasnya.
c. Tanggung Jawab
1) Tersusunnya perencanaan pengelolaan rumah sakit; 2) Terumuskannya kebijakan umum dan teknis
dibidang pelayanan kesehatan masyarakat;
3) Terlaksanakannya pemberian dukungan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di bidang pelayanan kesehatan perumahsakitan; Terlaksanakannya pembinaan dan pelaksanaan tugass dibidang pelayanan kesehatan perumahsakitan;
4) Terselenggaranya koordinasi dan fasilitas dibidang pelayanan kesehatan perumahsakitan;
6) Terselenggaranya pengendalian, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas pengelolaan rumah sakit;
7) Terwujudnya keteraturan, kelancaran dan ketepatan waktu dalam pelaksanaan tugas.
3.4.2.2. Dewan Pengawas
a. Tugas
Dewan Pengawas mempunyai tugas yaitu:
1) Memberikan pendapat dan saran kepada Bupati mengenai Rencana Bisnis Anggaran (RBA) yang diusulkan oleh pejabat pengelola;
2) Mengikuti perkembangan kegiatan RSUD Suradadi Kabupaten Tegal dan memberikan pendapat serta saran kepada Bupati mengenai setiap masalah yang dianggap penting bagi pengelolaan BLUD RSUD Suradadi Kabupaten Tegal;
3) Melaporkan kepada Bupati Tegal tentang kinerja BLUD RSUD Suradadi Kabupaten Tegal;
4) Memberikan nasehat kepada pejabat pengelola dalam melaksanaka pengelolaan BLUD RSUD Suradadi Kabupaten Tegal;
5) Melakukan evaluasi dan penilaian kinerja baik keuangan dan non keuangan serta memberikan saran dan catatan penting untuk ditindak lanjuti oleh pejabat pengelola BLUD RSUD Suradadi kabupaten Tegal; dan
3.4.2.3. Kepala Sub Bagian Tata Usaha
a. Fungsi
1) Penelahaan data/ informasi sebagai bahan penyusunan rencana kerja;
2) Pelaksanaan koordinasi penyiapan bahan penyusunan perencanaan rumah sakit;
3) Penelahaan koordinasi penyiapan bahan perumusan kebijakan umum dan teknis operasional pengelolaan ketatausahaan;
4) Pelaksanaan koordinasi penyiapan bahan perumusan kebijakan umum dan teknis operasional pengelolaan rumah sakit;
5) Penyiapan data sebagai bahan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan rumah sakit; 6) Pengelolaan urusan umum, keuangan, kepegawaian
dan rekam medik;
7) Pengelolaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas ketatausahaan.
b. Tugas
Kepada Sub bagian Tata usaha mempuyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian, urusan hukum, kehumasan, keuangan dan umum dengan rician uraian tugas sebagai berikut:
1) Menyusun rencana dan program kerja tahunan bagian Tata Usaha dengan mengolah bahan sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
3) Mengurus perjalanan dinas melalui penyediaan surat perintah perjalanan dinas (SPPD) dan kendaraan dinas agar kegiatan berjalan baik dan lancar;
4) Mengatur perlengkapan rumah tangga melalui penyusunan dan perekapan rencana kebutuhan peelengkapan rumah tangga berdasarkan usulan masing-masing seksi agar terdapat kesesuaian antara persediaan dan kebutuhan;
5) Mengolah data kepegawaian, buku induk pegawai melalui pengumpulan, penataan dan kelengkapan data pegawai agar diperoleh data pegawai yank dinamis; 6) Melaksanakan penatausahaan keuangan dengan
koordinasi, meneliti kelengkapan surat permintaan pembayaran (SPP), verifikasi, menyiapkan surat perintah membayar (SPM), melakukan akuntansi serta menyajikan data dan realisasi keuangan guna tertib administrasi keuangan;
7) Menyusun perencanaan, pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi program/kegiatan agar diperoleh hasil yang diharapkan;
8) Melakukan koordinasi lintas program untuk menunjang kelancaran tugas terutama tugas-tugas yang kompleks;
9) Menjabarkan tugas dari Direktur untuk ditindaklanjuti bawahan dengan metode kerja yang jelas agar bawahan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan benar;
bawahan sesuai ketentuan yang berlaku untuk peningkatan prestasi kerja;
11)Melaporkan pelaksanaan kegiatan di bidang tugasnya baik lisan maupun tertulis guna dijadikan bahan pertimbangan atasan dalam mengambil kebijakan; dan 12)Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan
baik lisan maupun tertulis sesuai bidang tugasnya.
c. Tanggung Jawab
1) Tersedianya data/informasi sebagai bawahan penyusunan rencana kerja;
2) Terlaksananya koordinasi penyiapan bahan penyusunan perencanaan rumah sakit;
3) Tersedianya data/informasi sebagai bahan perumusan kebijakan umum dan teknis operasional pengelolaan ketatausahaan;
4) Terlaksananya koordinasi penyiapan bahan perumusan kebijakan umum dan teknis operasional pengelolaan rumah sakit;
5) Tersedianya data sebagai bahan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan rumah sakit; 6) Terkelolanya urusan umum, keuangan, kepegawaian
dan rekam medik;
7) Terlaksananya pengendalian, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas ketatausahaan;
8) Terwujudnya keteraturan, kelancaran dan ketepatan waktu dalam pelaksanaan tugas.
3.4.2.4. Kepala Seksi Pelayanan
a. Fungsi
2) Penelahaan data/informasi dan penyimpan bahan penyusunan perumusan kebijakan umum dan teknis operasional pelayanan medis dan non medis serta pengelolaan penunjang medis maupun non medis; 3) Pelaksanaan pelayanan medis dan non medis, serta
pengelolaan penunjang medis maupun non medis; 4) Pengendalian, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
tugas seksi pelayanan medis. b. Tugas
Bidang pelayanan medis mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rawat inap dan rawat jalan serta penunjang medik dan non medik dengan rincian uraian tugas sebagai berikut:
3) Menyusun perencanaan kebutuhan pelayanan medis dan penunjang medis dengan berkoordinasi pada masing-masing bidang agar pelayanan di RSUD Suradadi Kabupaten Tegal dapat sesuai dengan yang diharapkan;
4) Melaksanakan pemantauan, pengawasan dan evaluasi penggunaan fasilitas-fasilitas pelayananmedis dan penunjang medis agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan tugasnya; 5) Menyusun prosedur tetap (protap) untuk pelayanan
meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan RSUD Suradadi Kabupaten Tegal;
6) Melakukan koordinasi lintas program untuk menunjang kelancaran tugas terutama tugas-tugas yang kompleks dengan pembekalan dan sosialisasi agar pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
7) Menjabarkan tugas dari Direktur untuk ditindaklanjuti bawahan dengan metode kerja yang jelas agar bawahan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan benar; tugasnya baik lisan maupun tertulis guna dijadikan bahan pertimbangan atasan dalam mengambil kebijakan dan keputusan; dan
10) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan baik lisan maupun tertulis sesuai dengan bidang yugasnya.
c. Tanggung Jawab
1) Tersedianya data/informasi dan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja;
3) Terlaksananya pelayanan medis dan nom medis, serta pengelolaan penunjang medis dan non medis; 4) Terlaksananya pengendalian, evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan tugas seksi pelayanan;
5) Terwujudnya keteraturan, kelancaran dan ketepatan waktu dalam pelaksanaan tugas. pelayanan keperawatan dan asuhan keperawatan; 3) Pelaksanaan pelayanan keperawatan dan asuhan
keperawatan;
4) Pengendalian, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas seksi keperawatan.
b. Tugas
Seksi keperawatan mempunyai tugas melaksnakan pembinaan asuhan keperawatan dan kebidanan serta etika mutu dan keperawatan/kebidanan, dengan rincian Uratian tugas sebagai berikut:
1) Menyusun rencanadan program kerja tahunan dan lima tahunan bidang keperawatan dengan mengolah bahan sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
2) Menyusun konsep petunjuk teknis bidang keperawatan dengan mempelajari bahan dan data sebagai bahan pertimbangan pimpinan;
tercapainya pelayanan keperawatan dan kebidanan di RSUD Suradadi Kabupaten tegal yang bermutu; 4) Memberikan pengarahan dan bimbingan
pelaksanaan asuhan keperawatan/kebidanan melalui pendidikan dan pelatihan serta seminar-seminar agar dapat dipahami tugas dari masing-masing tenaga perawat/bidan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya;
5) Menyusun prosedur tetap bidang keperawatan dengan mempelajari peraturan, mengolah bahan dan data agar pelaksanaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
6) Melaksanakan perencanaan, penggerakan dan pelaksanaan serta pengawasan, pengendalian dan penilaian terhadap tenaga perawat,prasarana dan peralatan keperawatan, etika dan mutu keperawatan, bimbingan siswa/mahasiswa intitusi pendidikan keperawatan/kebidanan, orientasi perawat/bidan baru, pelaksanaan prosedur tetap yang ada dijajaran keperawatan dan pelayanan bimbingan rohani melalui koordinasi, pembinaan, pemantauan dan pemberian fasilitas untuk mewujudkan pelayanan RSUD Suradadi Kabupaten Tegal yang profesional; 7) Melaksanakan fungsi koordinasi dengan instalasi
terkait berkaitan dengan bidang tugas kepala bidang keperawatan untuk kelancaran pelaksanaan tugas; 8) Menjabarkan tugas dari Direktur untuk
9) Melaksanakan pembinaan dan penilaian Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) kepada bawahan sesuai ketentuan yang berlaku untuk peningkatan prestasi kerja;
10) Melaporkan pelaksanaan kegiatan di bidang ketatausahaan tugasnya baik lisan maupun tertulis guna dijadikan bahan pertimbangan atasna dalam mengambil kebijakan; dan
11) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan baik lisan maupun tertulis sesuai bidang tugasnya.
c. Tanggung Jawab
1) Tersedianya data/informasi dan penyiapan penyusunan rencana kerja;
2) Tersedianya data/informasi dan penyiapan bahan perumusan kebijakan umum serta teknis operasional pelayanan medis dan non medis dan pengelolaan penunjang medis serta non medis;
3) Terlaksananya pengendalian, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas seksi keperawatan;
4) Terwujudnya keteraturan, kelancaran dan ketepatan waktu dalam pelaksanaan tugas.
3.4.2.6. Satuan Pengawas Internal (SPI)
a. Tugas
Tugas Pokok Satuan Pengawas Internal (SPI) adalah melaksanakan pengawasan dan penilaian terhadap pelaksanaan kegiatan semua unsur di Rumah Sakit agar dapat berjalan sesuai rencana dan ketentuan yang berlaku.
1) Pelaksanaan pengawasan/pemeriksaan terhadap segala kegiatan di lingkungan Rumah Sakit baik keuangan maupun Operasional Rumah Sakit;
2) Merancang dan melaksanakan pengawasan pengendalian intern;
3) Penelusuran kebenaran laporan atau informasi tentang penyimpangan yang terjadi; dan
4) Pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawas fungsional.
3.4.2.7. Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga kerja fungsional yang terbagi atas berbagai kelompok Jabatan Fungsional tertentu sesuai bidang keahliannya. Jumlah tenaga fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja yang ada. Kelompok Jabatan Fungsional bertugas melakukan kegiatan sesuai jabatannya.
Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional diatur sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pada masing-masing jabatan fungsional yang bersangkutan.
Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari:
a. Kelompok Staf Medis merupakan kelompok profesi medis yang terdir dari dokter, dokter spesialis, dokter gigi. Dokter gigi spesialis serta dokter spesialis konsultan yang melaksanakan tugas profesi meliputi diagnosis, pengobatan, pencegahan akibat penyakit, peningkatan dan pemulihan kesehatan, penyuluhan kesehatan, pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan pengembangan di instalasi dalam jabatan fungsional. b. Staf keperawatan fungsional merupakann kelompok
dalam memberikan asuhan keperawatan di instalasi dalam jabatan fungsional.
c. Staf fungsional lainnya merupakan tenaga fungsional di luar kelompok tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b diatur sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pada masing-masing jabatan fungsional yang bersangkutan.
2) Membantu Direktur menyusun Peraturan Internal Staf Medik dan memantau pelaksanaannya;
3) Membantu Direktur menyusun kebijakan dan prosedur yang terkait medico-legal
dan etico-legal;
4) Melakukan koordinasi dengan Direksi dalam melaksanakan pemantauan dan pembinaan pelaksanaan tugas SMF;
5) Mengatur kewenangan profesi dan SMF;
6) Melaksanakan pembinaan etika profesi, disiplin profesi dan mutu profesi;
7) Melakukan pemantauan dan evaluasi mutu pelayanan medis;
dalam pelaksanaannya dapat dibantu oleh tenaga lain secara ex officio;
Menyusun anggaran kebutuhan dana operasional dan biaya tersebut dibebankan pada Anggaran Rumah Sakit.
b. Fungsi
Fungsi Komite Medik adalah sebagai pengarah dalam pemberian pelayanan medis, sedangkan untuk SMF adalah pelaksana pelayanan medis.
c. Kewenangan
1) Memberikan usul rencan kebutuhan dan peningkatan kualitas tenaga medis;
2) Memberikan pertimbangan tentang rencana pengadaan, penggunaan dan pemeliharaan peralatan pelayanan medis dan peralatan penunjang medis serta pengembangan pelayanan medis;
3) Membentuk Tim Klinis yang mempunyai tugas mengenai kasus-kasus pelayanan medis yang memerlukan koordinasi lintas profesi;
4) Memantau dan mengevaluasi penggunaan obat di Rumah Sakit;
6) Melaksanakan pembinaan Etika Profesi serta mengatur kewenangan profesi anggota Staf Medik Fungsional;
7) Memberikan rekomendasi tentang kerjasama antara Rumah Sakit dan Fakultas Kedokteran/Kedokteran Gigi/ instalasi pendidikan lain;
8) Menetapkan tugas dan kewajiban Sub Komite dalam lingkungan Komite Medik.
3.4.2.8.2. Komite Keperawatan
a. Tugas
1) Membantu Direktur dalam hal menyusun, menetapkan Standar Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit;
2) Membantu Direktur memantau pelaksanaan Asuhan Keperawatan;
3) Membantu Direktur menyusun model praktek Keperawatan Profesional;
4) Memantau dan membina perilaku Etik dan Profesional Tenaga Keperawatan; 5) Meningkatkan Profesionalisme
Keperawatan melalui peningkatan pengetahuan dan ketrampilan seiring kemajuan IPTEK yang terintregasi dengan perilaku yang baik;
7) Mengkoordinir kegiatan-kegiatan Tenaga Keperawatan dan menyampaikan laporan kegiatan Komite Keperawatan secara berkala (setahun sekali) kepada seluruh tenaga keperawatan Rumah Sakit.
b. Fungsi
Fungsi Komite Keperawatan adalahmemberikan masukan kepada Direktur dalam hal yang berkaitan dengan mutu pelayanan perawat, perencanaan program pelayanan, penelitian dan pengembangan pelayanan perawat.
3.4.2.9. Instalasi – Instalasi
Instalasi adalah unit kerja yang menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan/penunjang pelayanan kesehatan, pendidikan, penelitian dan pendukung pelayanan lainnya yang dilaksanakan di rumah sakit.
4.1. Analisis Sistem
4.1.1. Analisis Keluaran
4.1.1.1. Nama Keluaran : Slip Gaji Pegawai
Fungsi : Sebagai bukti telah terjadinya transaksi penerimaan gaji pegawai.
Media : Kertas
Distribusi : Pegawai
Rangkap : Satu
Frekuensi : Setiap terjadinya proses penggajian pegawai
Format : Lampiran A1
Keterangan : dibuat berdasarkan hasil informasi bendahara gaji RSUD Suradadi Kabupaten Tegal
Hasil Analisis : Proses perhitungan gaji pegawai selama ini dikerjakan secara manual, sering terdapat kesalahan dan terlalu memakan banyak waktu.
4.1.1.2. Nama Keluaran : Laporan Gaji
Fungsi : Buti atas terjadinya proses penerimaan gaji pegawai.
Media : Kertas
Distribusi : Direktur, Kepala BPKAD Kab. Tegal, Arsip.
Rangkap : Tiga
Frekuensi : Setipa terjadinya proses penggajian pegawai.
Format : Lampiran A2
Keterangan : dibuat berdasarkan hasil informasi bendahara gaji RSUD Suradadi Kabupaten Tegal
Hasil Analisis : Proses perhitungan gaji pegawai selama ini dikerjakan secara manual, sering terdapat kesalahan dan terlalu memakan banyak waktu.
4.1.2. Analisis Masukan
4.1.2.1. Nama Masukan : Data Pegawai
Fungsi : Sebagai pendukung terjadinya proses penggajian pegawai
Media : Kertas
Sumber : Pegawai
Rangkap : Satu
Frekuensi : Setiap ada perubahan data pegawai
Volume : 63
Format : Lampiran B1
Keterangan : Dibuat berdasarkan riwayat pegawai Hasil Analisis : Proses perhitungan gaji pegawai selama ini dikerjakan secara manual, sering terdapat kesalahan dan terlalu memakan banyak waktu.
4.1.2.2. Nama Masukan : Data Golongan
Fungsi : Sebagai pendukung terjadinya proses penggajian pegawai
Media : Kertas
Sumber : Pegawai
Rangkap : Satu
Frekuensi : Jika dibutuhkan
-Format : Lampiran B2
Keterangan : Dibuat berdasarkan data golongan pegawai
Hasil Analisis : Proses perhitungan gaji pegawai selama ini dikerjakan secara manual, sering terdapat kesalahan dan terlalu memakan banyak waktu.
4.1.3. Analisis Proses
Adapun hasil analisis proses yang telah dilakukan peneliti sebagai berikut :
A. Dokumen yang digunakan a. Data Pegawai
b. Tunjangan Pegawai c. Potongan/Beban Pegawai B. Bagian / Elemen yang terkait
1. Pegawai yang bersangkutan
2. Bendahara Gaji RSUD Suradadi Kabupaten Tegal
3. Bendahara Pengeluaran RSUD Suradadi Kabupaten Tegal 4. PPHP RSUD Suradadi Kabupaten Tegal
5. PPKom RSUD Suradadi Kabupaten Tegal 6. Bendahara Daerah BPKAD Kabupaten Tegal 7. Direktur RSUD Suradadi Kabupaten Tegal 8. Pihak Bank BPD Jateng
C. Arus Informasi
1. Prosedur Proses Gaji
b. Setelah selesai menghitung gaji, Bendahara Gaji mencetak laporan penggajian setiap bulannya yang dilaporkan kepada Direktur dan Slip gaji yang akan diterima oleh setiap pegawai;
c. Direktur RSUD Suradadi Kabupaten Tegal menerima laporan penggajian setiap bulannya;
2. Flow Of Document Sistem yang Sedang Berjalan
Gambar 4.1. Flow Of Document Sistem Penggajian yang Sedang Berjalan
Sistem Penggajian yang sedang berjalan
Bendahara Gaji Direktur Pegawai
Slip Gaji
Login
Mencetak Slip Gaji Mencetak Laporan Penggajian
Slip Gaji
Laporan Penggajian
Laporan Penggajian
4.1.4. Identifikasi Kebutuhan
Dari analisis diatas dapat di identifikasikan kebutuhan sistem sebagai berikut :
1. Identifikasi Kebutuhan Informasi
Kebutuhan : Sebuah sistem informasi untuk membantu meminimalisasi kesalahan dalam kegiatan penggajian.
Kebutuhan : Adanya Komputer/Laptop untuk Bendahara Gaji. Masalah : Tidak ada masalah dalam kebutuhan perangkat
keras dikarenakan saat ini Bendahara Gaji sudah menggunakan sistem komputer.
Usulan : Untuk kebutuhan perangkat keras atau hardware
sebaiknya perlu disediakan :
Prosesor minimal Core i3 Memory RAM 1 GB.
Space hardisk 320 GB atau lebih. Laptop.
Pemrograman : Enterprise Architect
Usulan : Perlu adanya pelatihan penggunaan aplikasi ini dan pelatihan computer pada bendahara gaji.
4.2. Perancangan Sistem
4.2.1. Rancangan Database
A. Rancangan Konseptual Entity Relationship Diagram (ERD)
Gambar 4.2. Entity Relationship Diagram Penggajian Pegawai RSUD Suradadi
nip
Sumber : Pengolahan Data Primer Penggajian Pegawai RSUD Suradadi, 2017
B. Normalisasi
yang telah dibuat sehingga tidak menimbulkan masalah saat data diperbaharui maupun saat dihapus. Suatu tabel dikatakan normal jika memenuhi kondisi-kondisi tertentu.
a. Bentuk Ubnormal
Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi.
Ubnormal : NIP, nama, jenis kelamin, tempat lahir, tanggal lahir, jabatan, golongan, status, jumlah anak, NIP, nama pegawai, jabatan, golongan, gaji pokok, tunjungan, potongan, total gaji, kode, nama jabatan, tunjangan jabatan, kode, nama golongan, gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan kesehatan, tunjangan beras, tunjangan anak, kode nama tunjangan, golongan, besar tunjangan.
b. Bentuk Normal Pertama
Bentuk normalisasi pertama dapat dipenuhi, apabila tabel tidak memiliki atribut bernilai banyak atau lebih dari satu atribut dengan domain bernilai sama seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini :
{NIP, nama, jenis kelamin, tempat lahir, tanggal lahir, jabatan, golongan, kode, nama jabatan, tunjangan jabatan, kode, nama golongan, gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan kesehatan, tunjangan anak, kode, nama tunjangan, golongan, besar tunjangan, NIP, gaji pokok, tunjangan, tunjangan, potongan, ppn, total gaji}
c. Bentuk Normalisasi Kedua
tabel, membentuk tabel berdasarkan primary key dan mengelompokkan data pada tabel-tabel yang sudah dibentuk. Berikut merupakan bentuk normalisasi kedua :
Pegawai : NIP, nama, jenis kelamin, tempat lahir, tanggal lahir, jabatan, golongan, kode, nama jabatan, tunjangan jabatan, kode, nama golongan, gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan kesehatan, tunjangan beras, tunjangan anak, kode, nama tunjangan, golongan, besar tunjangan.
Penggajian : NIP, gaji pokok, tunjangan, potongan, ppn, total gaji.
Lap.Gaji : NIP, nama pegawai, gaji pokok, tunjangan, potongan, total gaji.
d. Bentuk Normalisasi Ketiga
Bentuk tahap ketiga terpenuhi jika pada sebuah tabel, semua atribut yang tidak termasuk pada primary key memiliki ketergantungan fungsional primary key secara utuh.
Pegawai : NIP*, nama, jenis kelamin, tempat lahir, tanggal lahir, jabatan, golongan.
Jabatan : kode jabatan*, nama jabatan, tunjangan jabatan. Golongan : kode golongan*, golongan, gaji.
Tunjangan : kode tunjangan*, nama tunjangan, besar tunjangan, tunjangan keluarga, tunjangan kesehatan, tunjangan anak, tunjangan beras. Penggajian : NIP*, gaji pokok, tunjangan, potongan, total
gaji.
Lap. Gaji : NIP*, nama pegawai, gaji pokok, tunjangan, potongan, ppn, total gaji.
Tabel 4.1. Tabel Pegawai
No. Nama Field Type Lebar Desimal Keterangan
1. NIP int 12 Primary key
2. Nama Varchar 40
3. Jenis Kelamin Varchar 20 4. Tempat lahir Varchar 20 5. Tanggal lahir Varchar 10 6. Jabatan Varchar 20 7. Golongan Varchar 20
Sumber : Pengolahan Data Pegawai RSUD Suradadi Kab. Tegal, 2017
Tabel 4.2. Tabel Jabatan
No. Nama Field Type Lebar Desimal Keterangan
1. Kode jabatan Varcha
r 12 Primary key
2. Nama jabatan Varcha
r 40
3. Tunjangan jabatan Int 20
Sumber : Pengolahan Data Jabatan RSUD Suradadi Kab. Tegal, 2017
Tabel 4.3. Tabel Golongan
No. Nama Field Type Lebar Desimal Keterangan
1. Kode golongan Varcha
r 12 Primary key
2. Golongan Varcha
r 40
3. Gaji Pokok Int 20
Sumber : Pengolahan Data Golongan RSUD Suradadi Kab. Tegal, 2017
Tabel 4.3. Tabel Tunjangan
No. Nama Field Type Lebar Desimal Keterangan
1. Kode tunjangan Varcha
r 12 Primary key
2. Golongan Varcha
3. Nama tunjangan Int 20 4. Tunjangan keluarga Int 20 5. Tunjangan
kesehatan Int 20
6. Tunjangan anak Int 20 7. Tunjangan beras Int 20
Sumber : Pengolahan Data Tunjangan RSUD Suradadi Kab. Tegal, 2017
Tabel 4.3. Tabel Penggajian
No. Nama Field Type Lebar Desimal Keterangan
1. NIP Int 12 Primary key
2. Gaji Pokok Int 20
3. Tunjangan Int 20
4. Potongan Int 20
5. Total Gaji Int 20
Sumber : Pengolahan Data Penggajian RSUD Suradadi Kab. Tegal, 2017
Tabel 4.3. Tabel Laporan Gaji
No. Nama Field Type Lebar Desimal Keterangan
1. NIP Int 12 Primary key
2. Nama pegawai. Varcha
r 50
3. Gaji pokok Int 20
4. Tunjangan Int 20
5. Potongan Int 20
6. ppn Int 20
7. Total gaji Int 20
Sumber : Pengolahan Data Laporan gaji RSUD Suradadi Kab. Tegal, 2017
D. Tabel Relationshiop
Gambar 4.3. Relationship Diagram Sistem Informasi Penggajian