ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. E
DENGAN GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN :
EFUSI PLEURA SINISTRA
DI RUANG DAHLIA PERJAN RUMAH SAKIT
DR. HASAN SADIKIN BANDUNG
TINJAUAN KASUS
I. PENGKAJIAN
1. Pengumpulan data 1) Identitas
a) Identitas Klien
Nama : Ny. E Umur : 27 Tahun Jenis Kelamin : Perempuan Status marital : Kawin Pendidikan : SD
Pekerjaan : Karyawati Agama : Islam Suku Bangsa : Sunda
Tanggal masuk RS : 24 April 2005 Tanggal Pengkajiaan : 28 April 2005 No Medrec : 0000356655
Diagnosa Medis : Efusi Pleura Sinistra
Alamat : Kp. Jati Rt 01/Rw 03 Majalaya.
b) Identitas Penanggung Jawab
Pekerjaan : Karyawan
Alamat : Kp. Jati Rt 01/Rw 03 Majalaya Hubungan dengan klien : Suami
2) Riwayat Kesehatan
I. Riwayat Kesehatan Sekarang
a) Keluhan utama saat masuk rumah sakit
± seminggu sebelum masuk Rumah Sakit klien mengeluh sesak nafas yang dirasakan semakin lama semakin berat. Sesak nafas dirasakan tiba-tiba tanpa disertai bunyi mengi. Sesak nafas tidak dipengaruhi cuaca atau aktifitas dan tidak berkurang dengan istirahat. Keluhan disertai nyeri dada yang hilang timbul pada dada sebelah kiri.
b) Keluhan utama saat dikaji
Pada saat dilakukan pengkajian pada tanggal 28 April 2005 pukul 07.30 Klien mengeluh sesak di daerah dada sebelah kiri. Keluhan ini dirasakan bertambah berat bila ia beraktivitas dan posisi tidur telentang, berkurang dengan posisi tidur ½ duduk, diganjal oleh dua bantal atau duduk. Keluhan sesak dirasakan seperti tertindih benda yang berat. Sesak dirasakan terus menerus.
II. Riwayat Kesehatan Dahulu
Klien mengatakan sebelumnya pernah di rawat di RS Al-ihsan dengan typus dan 2 minggu setelah keluar dari RS, klien kembali di rawat di RSU Majalaya terus diambil cairan dari paru-paru sebelah kiri dengan warna kuning sebanyak 5 liter
III. Riwayat Kesehatan Keluarga
Menurut klien dan keluarga anggota keluarganya tidak ada yang menderita penyakit TBC, hepatitis, hipertensi dan Diabetes Melitus.
3) Pemeriksaan Fisik a) Sistem Pernafasan
pembesaran kelenjar getah bening, tidak ada deviasi trakea,terpasang O2 BC 3 liter/
menit, dada simetris, Pergerakan dada tidak simetris, Diameter anterior : posterior 1: 2, tampak adanya retraksi interkostal, ekspansi paru kiri menurun, vocal premitus paru kiri menurun, bunyi nafas saat diperkusi suara paru bagian apek kiri dulnes, dan bagian basal pekak, Suara paru ronchi, frekuensi nafas 36 x/menit,
b) Sistem Cardiovaskuler
Konjungtiva pucat, terdapat peningkatan JVP 5 + 3 cmH2O, akral teraba dingin ,
tidak ada cyanosis pada ujung-ujung ekstrimitas, tidak terdapat clubbing finger, CRT kembali dalam 3 detik, tidak ada pembesaran KGB, palpasi arteri radialis teraba berdenyut cukup kuat dan regular dengan frekuensi Nadi 112 x/ menit, Bunyi jantung S1 dan S 2 murni dan regular, point of maksimal impuls antara ICS 4 dan 5 Mid klavikula kiri. tekanan darah 120/70 mmHg.
c) Sistem Pencernaan
Sklera putih, mata tidak cekung, bentuk bibir simetris, mukosa bibir kering, tidak terdapat iritasi pada rongga mulut, gigi lengkap, tidak terpasang gigi palsu, tidak terdapat caries, bentuk lidah simetris. Susuna gigi lengkap, Abdomen tampak cekung pada saat klien terlentang, bising usus 6 x/menit, pada saat diperkusi terdengar timpani, pada saat dipalpasi tidak ada nyeri tekan dan nyeri lepas
d) Sistem Perkemihan
Tidak ada oedema periorbital, tidak ada bunyi bruit pada aorta dan arteri renalis, pada saat diperkusi klien tidak mengeluh nyeri, Tidak ada pembesaran ginjal, tidak ada distensi pada suprapubis, tidak ada nyeri tekan. Pada saat diraba blass teraba kosong, klien terpasang kateter output 250 cc, BAK terasa sedikit perih, klien merasa sedikit lega dengan terpasang kateter karena urin bias keluar, warna urin kuning jernih.
e) Sistem Muskuloskeletal
menutupnya, Rom servikal dapat, kien tidak dapat melakukan Rom lumbal Spine karena pada ICS 2 terpasang drain, klien dapat melakukan ROM bahu, ROM siku, Rom tangan, ROM panggul, ROM lutut, ROM Angkle.
Kekuatan otot tangan 4 / 4, kekuatan otot kaki 4/4.
f) Sistem Integumen
Kulit kepala tampak bersih, rambut tidak lengket, distribusi rambut merata, tidak mudah dicabut. Kuku tangan panjang kuku kaki pendek,kulit lengket dan berkeringat, suhu 380C. Turgor kulit baik, bila dicubit kembali dalam waktu waktu
3 detik, klien mengatakan nyeri pada dada kirinya. Tampak lingkaran hitam di kelopak mata.
g) Sistem Endokrin
Tidak ada edema, kelenjar tiroid tidak teraba dan tidak mengalami pembesaran. klien tidak ada keluhan polipagi, polidipsi dan poliuri.
h) Sistem Persarafan I. Tes Fungsi Cerebral
a) Tingkat Kesadaran
Kualitas : composmentis klien dapat berespon dengan tepat terhadap stimulus yang diberikan melalui suara, taktil dan visual
Kuantitas ; GCS 15 E = 5, M = 6, V= 4
b) Status mental
Orientasi klien terhadap orang waktu dan tempat baik terbukti dengan klien mampu menjawab dimana dia berada, kapan masuk RS dan siapa yang menemaninya.
Daya ingat : klien mampu menjawab kapan dia menikah
II. Tes Fungsi kranial
a) N I ( olfaktorius )
Fungsi penciuman baik klien dapat membedakan bau kayu putih dan kopi b) N II ( optikus)
Klien dapat membaca papan nama perawat dalam jarak kurang lebih 30 cm tanpa alat bantu
Respon cahaya terhadap pupil + Bola mata dapat digerakan kesegala arah , tidak terdapat nistagmus atau diplopia
d) N V (trigeminus )
Mata klien berkedip pada saat pilinan kapas diusapkan pada kelopak mata, klien merasakan sentuhan saat kapas diusapkan kemaksila dengan mata tertutup
e) N VII ( Fasialis )
Klien dapat membedakan rasa manis dan asin, klien dapat mengerutkan dahi, wajah klien tampak simetris saat klien tersenyum.
f) N VIII (auditorius )
Kien dapat menjawab pertanyaan perawat dengan baik tanpa harus diulang g) N IX, X ( glosofaringeus, vagus )
Uvula bergetar simetris saat kien mengatakan “Ah”, reflek menelan bagus, h) N XI (asesorius )
Klien dapat menoleh kekanan dan kekiri i) N XII ( hipoglosus )
Lidah klien dapat digerakan secara bebas kesegala arah
III. Fungsi Motorik
Tidak terdapat kontraktur pada ekstrimitas atas dan bawah, tonus otot cukup baik untukmenahan gravitasi, reflek bisep ++/++, reflek trisep ++/++, reflek patella ++/++ reflek babinski
--/--IV. Fungsi Sensorik
Klien dapat membedakan sensasi tumpul dan tajam.
4) Pola Aktivitas Sehari-hari
NO AKTIVITAS SEBELUM SAKIT SETELAH SAKIT
1 Nutrisi a. Makan
Frekuensi Nafsu makan
Jenis
2 x/hari porsi kecil Baik, 1 porsi habis
Nasi,lauk pauk, sayuran
3x/hari porsi kecil Baik, 1 porsi habis
b. Minum Jenis Jumlah
Air putih,air the dan kopi 6 -7 gelas/hari
ayam, pisang.
Air putih dan air teh 6 -7 gelas /hari 2 Eliminasi
a. BAB Frekuensi Konsistensi Warna b. BAK
Frekuensi
Warna
1 x/hari Lembek Kuning
3-4 x/hari
Kuning jernih
1 x/hari Lembek Kuning
Terpasang DC (Dower Catheter)
Kuning jernih 3 Istirahat tidur
a. Siang b. Malam c. Kualitas
Tidak/jarang tidur siang 21.00-05.00
Nyenyak
Jarang 00.00-04.00
Sering terbangun karena sesak
4 Personal hygine a. Mandi b. Keramas c. Gosok gigi d. Gunting kuku
2 x/ hari 3x / minggu 2 x / hari Kalau panjang
diseka tanpa sabun Belum
Setiap bangun tidur pagi Belum
5 Aktivitas Sehari-hari klien bekerja dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti : memasak dan mencuci
Klien hanya tidur di tempat tidur
Penampilan klien tampak murung, tempramen tenang dan dapat mengendalikan emosinya, klien dapat mengungkapkan perasaannya. Klien menanyakan tentang keadaan penyakitnya dan bagaimana proses penyembuhannya.
b) Konsep Diri
Klien optimis dengan kesembuhannya walaupun belum tahu apa yang akan terjadi nanti.Klien juga bertanya pada perawat mungkinkah penyakitnya akan sembuh
1. Gambaran Diri
Klien mengatakan bahwa dirinya tidak malu dengan penyakit yang dideritanya saat karena itu merupakan suatu penyakit yang akan ditangani oleh tenaga kesehatan yang lebih ahli.
2. Identitas Diri
Klien menyadari identitasnya sebagai perempuan dan dapat melakukan tugas sesuai perannya
3. Peran
Klien berperan sebagai seorang istri dan sebagai ibu rumah tangga. Klien merasa tidak terganggu dengan keadaannya sekarang.
4. Ideal Diri
Klien berharap penyakitnya cepat sembuh dan berharap ingin cepat pulang agar dapat melakukan kegiatannya seperti biasanya.
5. Harga Diri
Klien sadar sebagai manusia biasa klien memiliki banyak kekurangan dan sadar bahwa semuanya ini merupakan cobaan dari tuhan
c) Gaya komunukasi
Klien mampu berkomunikasi dengan baik secara verbal ataupun nonverbal, Pada waktu diajak berkomunikasi Klien menjawab jika ditanya saja.
d) Pola Interaksi
Klien kooperatif dapat berinteraksi dengan orang lain dan tim kesehatan Hubungan klien dengan keluarga, tetangga baik tidak ada masalah dengan pasien lain.
Dalam menghadapi masalah biasanya klien selalu berdoa dan bercerita kepada suaminnya dan anak-anaknya serta berusaha untuk menghadapinya secara bersama-sama.
f) Data Sosial
Klien dalam kesehariannya bekerja sebagai seorang karyawati sebuah perusahaan yang mempunyai kebiasaan merokok. Klien mengatakan hubungan dengan anggota keluarga dan masyarakat dilingkungan klien terjalin dengan baik begitu juga dengan hubungan klien dengan pasien lain dan tim kesehatan tampak baik
g) Data Spiritual
Klien beragama islam, dalam kondisinya sekarang ibadah sholat klien terganggu. Klien meyakini sakitnya adalah cobaan dari Allah. Sebagai manusia biasa klien hanya bisa berusaha dan berdoa
h) Data Penunjang
Pemeriksaan labolatorium tanggal 26 April 2005
Pemeriksaan Hasil Nilai normal Satuan
Hematologi
Hemoglobin 8.4 12 - 16 gr/dl Leukosit 23.700 8.8 – 10.6 rb /mm 3
Hematokrit 36 40-52 %
Trombosit 204.000 150 - 440 ribu/mm 3
Kimia klinik
Klorida 110 98 - 108 MEq /L Magnesium 1.9 1.9 – 2.5 mg /dl Natrium 138 135 - 145 MEq/L Kalium 4.0 3,6 - 5,5 MEq/L Calsium (Ca
bebas)
4.45 4.7- 5.2 mg/dl
25 April 2005
- Hasil photok thorax :
Terdorong mediastinum pleura membentuk bayangan dengan cairan dan Permukaan cairan
Terapi
Baring ½ duduk (semi Fowler) Diit TKTP
O2 BC 3 liter/menit
2. Analisa Data
NO DATA KEMUNGKINAN PEYEBAB
DAN DAMPAK
MASALAH
1 2 3 4
1
2
DS :
- Klien mengeluh sesak
DO :
- Pola nafas cepat dan dangkal
- Terpasang O2 BC 3
liter/menit
- Frekuensi nafas 36 x/ menit
- Tampak peningkatan kerja otot pernapasan - Terdapat retraksi
interkostalis
- Pergerakkan dada tidak simetris
- Hasil Foto Thoraks : terdorong
mediastinum pleura membentuk bayangan dengan cairan dan permukaan cairan - Pada perkusi dada kiri
dullness
DS :
- Klien
mengeluh nyeri pada dada kiri terutama bila batuk
- Nyeri seperti ditusuk-tusuk
DO :
- Klien tampak
Payah jantung kongesti ↓
Bendungan paru ↓
Peningkatan tekanan vena pulmonalis
↓ Transudasi
↓
Penumpukkan cairan dalam rongga pleura
↓
Daya kembang paru menurun ↓
Pola nafas tidak efektif ↓
O2 tidak dapat masuk kedalam rongga paru
↓ Sesak nafas
↓
Gangguan oksigenasi : ventilasi
Akumulasi cairan dalam rongga pleura
↓
Menekan pleura parietal ↓
Merangsang reseptor serabut syaraf sekitar untuk mengeluarkan
bradikinin dan serotinin ↓
Impuls dihantarkan ke
Gangguan oksigenasi : Ventilasi
3
- klien mengatakan lemah untuk beraktifitas
DO :
- klien tampak lemah - Klien hanya berbaring
tanpa banyak beraktifitas
- Kebutuhan sehari hari dibantu
- Konjungtiva pucat - Haemoglobin 8.4
DS :
- Klien mengeluh tidurnya sering terbangun karena sesak
DO :
- Tampak bayangan hitam dikelopak mata - Klien tampak lemah - Konjungtiva pucat - Klien tampak lemas
DS :
- Klien menanyakan keadaan penyakitnya dan bagaimana proses penyembuhannya
DO :
- Ekspresi wajah klien
hypothalamus, cotex cerebri ↓
Nyeri dipersepsikan
Penurunan suplay O2 dalam darah
↓
Kompensasi tubuh untuk mendapatkan suplai O2 yang cukup
kejaringan yaitu denganpeningkatan usaha bernapas
↓
Kontraksi otot pernapasan ↓
Energi banyak digunakan untuk bernapas
↓
Kondisi tubuh klien jadi lemah ↓
Keterbatasan gerak
Stimulasi sesak ↓
Merangsang susunan saraf pusat otonom mengaktivasi noreefineprin
↓
Merangsang saraf simpatis untuk mengaktivasi RAS
↓
Mengaktifkan kerja organ tubuh ↓
REM menurun ↓
Klien terjaga ↓
Pemenuhan istirahat tidur klien terganggu
Klien dengan efusi pleura ↓
Kurangnya penegtahuan klien tentang keadaan penyakitnya dan
proses penyembuhannya ↓
Merepakan stressor psikologis bagi klien
↓
Keterbatasan gerak
Ganguan pemenuhan istirahat tidur
tampak cemas - Klien tampak
murung
Ko[ping klien tidak efektif ↓
Cemas
II. DIAGNOSA KEPERAWATAN
NO DIAGNOSA KEPERAWATAN DITEMUKAN DIPECAHKAN TANGGAL PARAF TANGGAL PARAF 1
2
3 4
5
Gangguan oksiganasi : ventilasi b.d penurunan ekspansi paru akibat akumulasi cairan di dalam rongga pleura
Gangguan rasa nyaman nyeri b.d akumulasi cairan di rongga pleura Keterbatasan gerak b.d kelemahan Ganguan pemenuhan istirahat tidur b.d terakstivasinya RAS Gangguan rasa aman : cemas b.d kurangnya pngetahuan tentang penyakit dan proses penyembuhannya
28-04- 2005
28-04- 2005
28-04- 2005 28-04- 2005
28-04- 2005
28-04- 2005
Harli
Harli
Harli Harli
Harli
III. PERENCANAAN
No Keperawatan Diagnosa PERENCANAAN
Tujuan Intervensi Rasional
1 2 3 4 5 dalam rongga pleura ditandai dengan : DS :
peningkatan kerja otot pernapasan - Terdapat retraksi
interkostalis - Pergerakkan dada
tidak simetris - Hasil Foto
Thoraks : terdorong mediastinum pleura membentuk
bayangan dengan cairan dan hari oksigenasi ventilasi klien lancar napas efektif criteria evaluasi :
- Klientidak terutama pada area dada kiri - Tidak terdapat dengan miring kearah yang terkena
2. Bimbing dan latih teknik nafas dalam secara teratur, monitor dan catat TTV
3. Monitor fungsi pernapasan : cepat, dangkal, dyspneu dan perkembangan dada
4. Berikan O2 BC
3
rongga pleura ditandai dengan : DS :
- Klien mengeluh nyeri pada dada kiri terutama bila batuk - Nyeri
seperti ditusuk-tusuk
DO :
- Klien tampak meringis - Skala
nyeri 3 pada skala 0 - 5
Keterbatasan gerak b.d kelemahan ditandai dengan :
- Klien hanya berbaring tanpa banyak beraktifitas nyeri berkurang dengan criteria evaluasi
berkurang jadi 2 pada skala 0 kebutuhan gerak klien terpenuhi
anjurkan klien untuk
melakukan teknik distraksi dan relaksasi
4. Anjurkan dan Bantu klien untuk menahan dada dengan
aktifitas yang dapat
dilakukan oleh klien
4
5
- Kebutuhan sehari hari dibantu
- Konjungtiva pucat - Haemoglobin 8,4
Gangguan
pemenuhan istirahat tidur b.d teraktivasinya RAS ditandai dengan : DS :
- Klien mengeluh tidurnya sering terbangun karena sesak
DO :
- Tampak bayangan hitam dikelopak mata
- Klien tampak lemah
- Konjungtiva pucat - Klien tampak lemas
dengan kriteria : - Klien tidak
Istirahat tidur klien terpenuhi dapat istirahat tidur dengan criteria evaluasi : - Klien penyebab klien tidak bisa tidur
2. Meganjurk kan klien untuk melakukan triptopan yang mempunyai efek sedative
3. dapat
meningkatkan ekspansi paru yang
maksimal 4. meningkatkan
relaksasi dan kesiapan tidur
Gangguan rasa aman : cemas b.d kurangnya pngetahuan tentang penyakit dan proses penyembuhannya, ditandai dengan : DS :
- Klien menanyakan keadaan
penyakitnya dan bagaimana proses penyembuhannya dengan criteria evaluasi : an perasaannya
3. Jelaskan pada klien tentang penyakitnya dan prosedur pengobatannya
IV, V Implementasi,Evaluasi
Tanggal Waktu DP Tindakan Keperawatan dan Evaluasi Paraf
1 2 3 4 5
28 -04-2005 08.00
08.10
08.15
08.18
08.25
08.35
09.00
09.05
09.11 1
1
1
1
2
2
2
2
3
Mengatur posisi tidur semi fowler dengan diganjal 2 bantal.
Hasil evaluasi :
Dengan posisi 2 bantal klien mengatakan sesak berkurang.
Melatih klien teknik nafas dalam
Hasil evaluasi :
Klien mengatakan nyaman dan sesak berkurang Mengobservasi, mencatat, dan melaporkan bila timbul pernafasan yang cepat, dangkal, dyspneu dan perkembangan dada
Hasil evaluasi :
Tidak ada pernafasan yang cepat, dangkal, dyspneu dan perkembangan dada
Memberikan O2 BC sesuai program yaitu 3
liter/menit
Hasil evaluasi :
O2 diberikan sesuai program 3 liter/menit
Mengobservasi tanda-tanda vital
Hasil evaluasi :
TD : 120/80 mmHg Suhu : 37 º C RR : 36 x/menit Nadi : 112 x/menit
Mengajarkan dan menganjurkan klien untuk melakukan teknik distraksi dan relaksasi
Hasil evaluasi :
Klien mau melakukan teknik distraksi dan relaksasi dengan dibantu oleh keluarga
Menganjurkan dan membantu klien untuk menahan dada dengan bantal saat batuk
Hasil evaluasi :
Klien mengatakan akan melakukan anjuran perawat
Menganjurkan pada klien untuk menghindari aktifitas yang memberatkan bagi klien
Hasil evaluasi :
Klien mau melakukan anjuran perawat Mengkaji aktifitas yang memerlukan bantuan
Hasil evaluasi :
09.21
09.25
09.31
09.35
09.40
12.00
12.05
12.06
12.10
12.14 3
3
3
4
4
4
4
4
5
5
barang-barang yang jauh dari klien
Membantu klien dalam memenuhi kebutuhan ADLnya
Hasil evaluasi :
Mengantarkan makan pada klien
Menjelaskan aktifitas yang dapat dilakukan oleh klien
Hasil evaluasi :
Klien mendengarkan penjelasan dari perawat dan mengatakan akan melakukan anjuran perawat. Melibatkan keluarga dalam memnuhi kebutuhan dasar klien
Hasil evaluasi :
Keluarga membantu klien untuk makan
Mengidentifikasi penyebab klien tidak bisa tidur
Hasil evaluasi :
Klien mengatakan sulit untuk tidur karena napasnya terasa sesak dan tidak terbiasa tidurdengan banyak orang disekelilingnya
Menganjurkan klien untuk berelaksasi dengan minum segelas susu hangat sebelum tidur
Hasil evaluasi :
Klien mengatakan kalau dirumah klien sekali-kali suka minum susu tapi sekarang suka mual
Menganjurkan klien untuk tidur dengan posisi yang nyaman
Hasil evaluasi :
Klien mau mengatur posisinya sendiri
Menganjurkan klien untuk melakukan kebiasaannya sebelum tidur
Hasil evaluasi :
Klien mengatakan biasanya sebelum tidur klien biasa nonton TV dulu
Menciptakan lingkungan yang nyaman bagi klien
Hasil evaluasi :
Lingkungan rapih dan bersih
Mengkaji sejauh mana klien mengetahui tentang penyakitnya
Hasil evaluasi :
Klien mengatakan hanya tahu sedikit tentang penyakitnya yaitu adanya penumpukan cairan diparu-parunya
Beri kesempatan klien untuk mengekspresikan perasaannya
Hasil evaluasi :
12.10
13.12 5
5
Menjelaskan pada klien tentang penyakitnya dan prosedur pengobatannya
Hasil evaluasi :
Klien memperhatikan penjelasan dari perawat Menganjurkan pada keluarga untuk memberikan support dan motivasi kepada klien
Hasil evaluasi :
V. Catatan Perkembangan
No Tanggal Dp Catatan Perkembangan Paraf
1 2 3 4 5
1
2
3
4
30-04-2005 1
2
3
4
S :
- Klien mengatakan sesaknya berkurang
O :
- Klien tampak lebih tenang - RR : 28 x/menit
A : Masalah teratasi sebagian P : Lanjutkan intervensi
- Mengatur posisi klien semi fowler - Memberikan terapi O2 BC 3 liter/menit
S:
- Klien mengatakan nyeri dada berkurang O :
- Klien tidak tampak kesakitan - Skala nyeri 2 dari skala 0 - 5 A : Masalah teratasi sebagian P : Lanjutkan intervensi
- Melatih teknik distraksi dan relaksasi napas dalam - Menahan dada saat batuk
- Mengatur posisi semifowler
- Hindari aktifitas yang memberatkan bagi klien
S :
- Klien mengatkan sudah dapat melakukan aktivitas yang ringan seperti makan secara mandiri namun belum dapat beraktifitas berat
O :
- Klien dapat makan sendiri
- Klien dapat merubah posisi sendiri A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
- Membantu kebutuhan klien yang bek=lum dapat dilakukan secara mandiri
S :
5 5
- Klien mengatakan tidurnya mulai dari jam 21.00-04.30
O :
- Tidak tampak lingkar hitam pada kelopak mata - Klien tampak lebih segar
A : Masalah teratasi
S:
- Klien mengatakan sekarang klien sudah tahu tentang penyakitnya dan cara penyembuhannya
- Klien mengatakan tidak cemas lagi
- Klien cuma bisa berdoa untuk kesembuhannya
O: