163
I. REFERENSI
1. ASTM 1018.– 94B, Test Methode For Flexural Thoughnees And First – Crack Strength Of Fiber – Rainforce Concrete
2. ACI 363R – 92, State Of The Art Report On High Strength Concrete
II. TUJUAN
Untuk menentukan kuat tarik beton tidak langsung sesuai dengan prosedur pengujian
III. DASAR TEORI
Beberapa komponen beton disyaratkan untuk dapat menahan tegangan tarik yang ditimbulkan oleh perlawanan beton, terhadap konstruksi akibat faktor lingkungan seperti penyusutan akibat beban suhu. Menentukan tarik dalam beton dengan cara langsung lebih sulit dilakukan, oleh karena itu telah dikembangkan cara – cara pengujian kuat tarik tidak langsung.
Dari cara – cara yang telah dikembangkan, cara yang paling mudah dan sering dilakukan adalah percobaan membelah silinder tersebut ( Spilt Cylinder Test ). Dengan membelah sylinder ini, maka terjadi pengalihan tegangan – tegangan tarik melalui bidang tempat salah satu diameter dari silinder beton tersebut terbelah sepanjang diameter yang dibebani.
Besarnya tegangan tarik tidak langsung yang dialihkan saat beton itu belah, dapat dihitung menggunakan rumus :
164
= 22/7 = 3,14
Kuat tarik tidak langsung menurut ACI 318 – 89 adalah sebagai berikut: f’sp = 6.5 f'c ( Psi)
f’c = kuat tekan beton karakteristik ( Psi ) f’sp = Kuat tarik teoritis ( Psi )
P
D
165
IV. ALAT DAN BAHAN A.Peralatan
No Nama
Peralatan Gambar Keterangan
1 Mesin Tekan Kapasitas maks 2500
KN
2
Rangka Penahan Benda Uji
Menahan benda uji agar tidak bergerak saat
pembebanan
3 Timbangan
Kapasitas 20000 gr dengan ketelitian 0,001
gram
4 Jangka
Sorong Ketelitian 0.01 mm
B.Bahan
166
V. LANGKAH KERJA
Ukur dimensi benda uji (D dan L ) dan timbang berat benda uji tersebut (w ).
1. Keluarkan benda uji dari tempat perendaman,kemudian lap permukaan dengan lap lembab.
2. Timbang berat dan ukur dimensi benda uji,lalu masukkan data pengukuran dalam tabel.
3. Silinder beton yang digunakan sebagai benda uji kuat tarik diberi tanda garis silang diatas permukaan beton .
4. Di atas dan di bawah benda uji diletakkan pelat besi dengan ukuran 15 15 cm, kemudian benda uji diletakkan di dalam landasan dengan posisi membujur.
5. Jalankan mesin tekan dengan kecepatan pembebanan 1,4 kg/cm² sampai 3,5 kg/cm² (20-25 psi) untuk setiap detiknya
6. Catat besar gaya maksimum (Pmaks).
7. Hitung kekuatan tarik tidak langsung dan rata-ratakan hasilnya. 8. Bersihkan benda uji dan mesin tekan.
VI. DATA DAN PERHITUNGAN 6.1 Data
167
Rata-rata kuat tarik belah =
2
838 , 21 185 ,
25
= 23,5115 kgf / cm2 = 2,306 MPa
Kuat tarik belah teoritis = 6,5 = 457,724 Psi = 3,16 Mpa
Berdasarkan hasil pengujian split test terhadap beton berumur 28 hari dengan f‘c = 34,19 MPa didapat nilai rata-rata kuat tarik belah = 2,306 MPa dan kuat tarik belah teoritis = 3,62 MPa, yang berarti bahwa beton hasil pengujian tidak memenuhi syarat karena kuat tarik belah lebih kecil dari kuat tarik belah teoritis.
VII. KESIMPULAN
Nilai rata-rata kuat tarik belah = 2,306 Mpa < Kuat tarik belah teoritis = 3,16, maka beton yang diuji tidak memenuhi syarat.
168
UJI KUAT TEKAN TARIK TIDAK LANGSUNG ( SPLIT TEST )
Contoh : Beton Silinder Dikerjakan : Kelompok 1
Kelas : KG 2A Diperiksa : Nursyafril, ST.,SP1
Tanggal Uji : 18 Desember 2014 Tanggal : 18 Desember 2014
Diperiksa Dikerjakan
Nursyafril , ST, SP1 Kelompok 1 (KG2A)
NO. DATA BENDA UJI BERAT
(gr)
BEBAN MAKS. (KN)
KUAT TARIK BELAH (Umur 28 Hari)
D (mm) L (mm) Kgf/cm² (MPa)
1 149,01 302,72 1258,99 175 25,185 2,470
2 146,38 300,55 1248 148 21,838 2,142
RATA-RATA KUAT TARIK BELAH