• Tidak ada hasil yang ditemukan

MELATIH ANAK UNTUK TERBIASA BERBICARA YA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MELATIH ANAK UNTUK TERBIASA BERBICARA YA"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Warna-Warni PAUD RA/TK

 SKH Semester I Kelompok A

 Langkah Pembuatan RPP untuk Kemampuan Seni di RA/...

(2)

Contoh makalah PTK

Diposkan oleh wid surya , 15

Juli

Penelitian diambil dari laporan guru-guru RA. Bahrul Ulum di Jl.Mangga Besar XIII - Jakarta Pusat, walau secara sederhana dan mungkin jauh dari sempurna namun saya berharap makalah ini semoga dapat menjadi acuan bagi guru-guru yang baru mempelajari PTK. :

MELATIH ANAK UNTUK TERBIASA BERBICARA YANG SOPAN MELALUI METODE

BERCERITA PADA KELOMPOK B

RA. BAHRUL ULUM

Disusun oleh

1. Erawati

2. Reina Prihantini

3. Yuyun

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Undang undang no 2 thn 2003 tentang sikdinas bahwa tujuan pendidikan anak usia dini

untuk mengembangkan secara optimal agar terbentuk prilaku dan kemampuan dasar sesuai

(3)

Sebagaimana kita ketahui dalam dunia pendidikan salah satu pembelajaran yang

diberikan di RA adalah pembentukan karakter pada anak melalui pembentukan akhlak prilaku,

moral dan nilai-nilai agama, sosial, emosional dan kemandirian sesuai dengan tingkat

perkembangannya. Ciri dan bentuk pembelajaran yang diberikan untuk anak tk sebaiknya

dikondisikan bagi anak untuk bisa mengekspresikan secara bebas

Belajar sebagai suatu proses perubahan tingkah laku, pada dasarnya terjadi dan dihasilkan

karena adanya proses interaksi antara subjek belajar dengan sumber belajar.

Pada hakikatnya Proses interaksi yang baik adalah salah satu faktor terpenting untuk

mencapai hasil belajar yang optimal. Untuk itu seorang guru harus mempunyai kompetensi

bahasa yang baik agar dalam proses pembelajaran terjadi komunikasi yang interaktif antara guru

dan siswa.

Namun dalam prakteknya sering terjadi kesalahan dalam memahami maksud atau inti

dari materi yang disampaikan. Hal ini dapat terjadi karena minimnya kosakata yang dimiliki

anak, keterlambatan anak pada kemampuan berbahasa, pengaruh keluarga dan lingkungan

sekitarnya.

Untuk mengoptimalkan kemampuan anak dalam berbahasa sehingga ia mampu

berkomunikasi dengan baik diperlukan alat atau media yang mampu merangsang anak dalam

mengembangkan kemampuan berbahasa. Proses belajar pada hakikatnya sejalan dengan proses

komunikasi, yaitu proses penyampaian sumber pesan melalui saluran media tertentu ke penerima

pesan. Pesan, sumber pesan, saluran/media dan penerima pesan adalah komponen-komponen

proses komunikasi. Dalam hal ini, pesan dapat diartikan sebagai materi, sumber pesan dapat

diartikan sebagai buku, saluran/media misalnya, buku cerita, media film, alat peraga, media

(4)

Penggunaan media dalam belajar adalah tidak lain untuk mendukung proses penyampaian

pesan agar lebih tepat sasaran kepada penerima pesan. Penggunaan media yang seringkali

digunakan dalam proses belajar seperti; alat peraga, media film, media audio, media audio

visual, media grafis sederhana, slide, OHP, dll. Sumber belajar dapat diciptakan atau

memanfaatkan lingkungan yang ada untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran siswa.

Salah satu sumber belajar yang bisa dimanfaatkan adalah buku cerita atau, majalah. Buku

cerita atau majalah menjadi salah satu media yang memberikan kesempatan pada guru dan siswa

untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif. Hasil yang bisa didapatkan anak berupa

penambahan kosakata baru dan informasi tentang isi cerita yang ada dalam buku cerita tersebut.

Oleh Karena itu peneliti ingin mengetahui lebih dalam lagi apakah kegiatan bercerita

mampu meningkatkan kemampuan berbahasa anak sehingga anak dapat terlatih berbicara yang

sopan pada lingkungannya. Dalam hal ini, peneliti bertujuan untuk memberikan suatu masukan

terhadap permasalah-permasalahan yang terjadi sesuai gambaran di atas.

B. Rumusan Masalah

Dari uraian tersebut Berdasarkan uraian tersebut di atas dapatlah disusun permasalahan

sebagai berikut : “ Bagaimana melatih anak untuk berbicara yang sopan ? ”

C. Tujuan Penulisan

Dari rumusan masalah tersebut di atas maka akan diketahui tujuan dari penulisan masalah

ini yaitu: Mengetahui bagaimana cara melatih anak untuk berbicara yang sopan .

D. Manfaat Penulisan

Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini antara lain:

1. Perbendaharaan kosa kata anak meningkat.

(5)

3. Keaktifan anak dalam berkomunikasi meningkat.

4. Keberanian anak mengungkapkan kembali isi cerita meningkat

5. Anak terbiasa untuk berbicara yang sopan

E. Cara Pemecahan Masalah

Penulis mengambil metode bercerita sebagai cara pemecahan masalah tersebut diatas. Metode

bercerita diharapkan mampu menjadi motivator anak terbiasa berbicara yang sopan dengan

lingkungan yang dihadapinya.

BAB II

LANDASAN TEORI

1. Metode Bercerita

Metode digunakan sebagai suatu cara dalam menyampaikan suatu pesan ataumateri

pelajaran kepada anak didik. Metode mengajar yang tidak tepat guna akanmenjadi penghalang

kelancaran jalannya suatu proses belajar mengajar sehinggabanyak waktu dan tenaga terbuang

sia-sia. Oleh karena itu metode yang diterapkanoleh guru baru berhasil, jika mampu

dipergunakan untuk mencapai tujuan.Dr. Ahamad Tafsir memberikan pengertian metode adalah

Cara yang palingtepat dan cepat dalam melakukan sesuatu.. Sedangkan menurut Sukanto Cerita

adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru kepada murid-muridnya, ayah

kepadaanak-anaknya, guru bercerita kepada pendengarnya. Suatu kegiatan yang bersifat seni karena erat

kaitannya dengan keindahan dan bersandar kepada kekuatan kata-kata yang dipergunakan untuk

(6)

Metode bercerita merupakan salah satu metode yang banyak digunakan di Raudhatul

Athfal/Taman Kanak-kanak. Sebagai suatu metode bercerita mengundang perhatian anak

terhadap pendidik sesauai dengan tema pembelajaran. Bila isi cerita dikaitkan dengan dunia

kehidupan anak di Raudhatul Athfal/Taman Kanak kanak, maka mereka dapat memahami isi

cerita itu, mereka akan mendengarkannya dengan penuh perhatian, dan dengan mudah dapat

menangkap isi cerita. Menurut Abudin Nata .Metode bercerita adalah suatu metode yang

mempunyai daya tarik yang menyentuh perasaan anak. Islam menyadari sifat alamiah manusia

untuk menyenangi cerita yang pengaruhnya besar terhadap perasaan. Oleh karenanya dijadikan

sebagai salah satu teknik pendidikan. Dunia kehidupan anak-anak itu dapat berkaitan dengan

lingkungan keluarga, sekolah, dan luar sekolah. Kegiatan bercerita harus diusahakan menjadi

pengalaman bagi anak di Raudhatul Athfal/Taman Kanak-kanak yang bersifat unik dan menarik

yang menggetarkan perasaan anak dan memotivasi anak untuk mengikuti cerita sampai tuntas.

Dari pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan metode bercerita

adalah menuturkan atau menyampaikan cerita secara lisan kepada anak didik sehingga dengan

cerita tersebut dapat disampaikan pesan-pesan yang baik. Dengan adanya proses belajar

mengajar, maka metode bercerita merupakan suatu cara yang dilakukan oleh guru untuk

menyampaikan pesan atau materi pelajaran yang disesuaikan dengan kondisi anak didik.

2. Tujuan dan Fungsi Metode Bercerita

a. Tujuan Metode Bercerita

Tujuan metode bercerita adalah agar anak dapat membedakan perbuatan yang baik dan buruk

sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bercerita guru dapat

menanamkan nilai-nilai Islam pada anak didik, seperti menunjukan perbedaan perbuatan baik

(7)

membedakan perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk sehingga dapat diaplikasikan dalam

kehidupan sehari-hari. Menurut Hapidin dan Wanda Guranti, tujuan metode bercerita adalah

sebagai berikut :

a. Melatih daya tangkap dan daya berpikir

b. Melatih daya konsentrasi

c. Membantu perkembangan fantasi

d. Menciptakan suasana menyenagkan di kelas.

Dalam kegiatan bercerita anak dibimbing untuk mengembangkan kemampuan untuk

mendengarkan cerita dari guru, dengan jelas metode bercerita disajikan kepada anak didik

bertujuan agar mereka memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran al-Qur.an dalam

kehidupan sehari-hari dan menambahkan rasa cinta anak-anak kepada Allah, Rosul dan

Al-Qur.an.

b. Fungsi Metode Bercerita

Dalam hal ini penulis ingin menyampaikan beberapa fungsi metode cerita :

a. Menanamkan nilai-nilai pendidikan yang baik

b. Dapat mengembangkan imajinasi anak

c. Membangkitkan rasa ingin tahu

3. Teknik-teknik Metode bercerita

Cerita sebaiknya diberikan secara menarik dan membuka kesempatan bagi anak untuk bertanya

dan memberikan tanggapan setelah guru selesai bercerita. Cerita akan lebih bermanfaat jika

(8)

penggunaan dari masing-masing bentuk metode bercerita tersebut dapat dijelaskan sebagai

berikut:

1) Bercerita dengan alat peraga

2) Bercerita tanpa alat peraga

BAB III

PAPARAN HASIL

Menambah penbendaharaan kata anak didik melalui metode bercerita menjadi alternatif

guru untuk melatih anak terbiasa berbicara yang sopan pada lingkungannya. Guru pun

diharapkan mampu menjadi teladan dan motivator anak agar terbiasa menggunakan bahasa yang

baik. Dalam metode bercerita guru tetap memperhatikan aspek-aspek dalam memilih cerita:

a. Aspek religius

b. Aspek pedagogis/pendidikan

c. Aspek psikologis

Menurut penulis selain lingkungan sekolah, ada beberapa factor lagi yang ikut andil dalam

melatih anak terbiasa berbicara yang sopan yaitu :

a. Lingkungan keluarga

b. Lingkungan masyarakat

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

(9)

Dari uraian di depan penulis dapat menarik kesimpulan bahwa penbendaharaan kata sangat

diperlukan bagi anak dalam melatih berbicara yang sopan dengan lingkungannya. Terbiasa

berbicara dapat dilakukan dengan cara, antara lain :

1. Memberi ketauladan dan motivasi anak untuk terus berupaya melakukan kebiasaan berbahasa

yang baik

2. Pihak sekolah dan keluarga bekerjasama untuk membiasakan anak berbicara yang sopan

3. Ciptakan suasana yang membuat anak dapat mengerti bahasa yang baik dan bahasa yang tidak

baik untuk anak

2. SARAN

Dari paparan di depan penulis hanya bisa memberi sedikit saran yaitu memotivasi anak untuk

belajar dan terbiasa membaca serta memberi pemahaman tentang berbahasa yang baik dan

berbicara yang sopan dengan lingkungan yang dihadapinya.

6 Response to "Contoh makalah PTK"

1.

agus says:

24 November 2011 10.56

(10)

2.

Warna-warni PAUD RA/TK says:

17 Januari 2012 02.10

silahkan semoga berguna...

3.

brangkas handicraft says:

11 April 2013 22.05

izin copy ya.... thanks semoga mendapat berkah.amin

4.

lalu22baok says:

4 September 2013 09.01

mami, bunda, umi, ijin copy inggih

5.

Tk.Ahmad-Yani Binjai says:

18 Agustus 2014 15.14

tidak ada daftar pustakanya ya?

6.

kus zairi says:

31 Juli 2015 23.40

IZIN COPY BOZ..

Poskan Komentar

Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Designed by EZwpthemes

Referensi

Dokumen terkait

Jumlah pucuk peko memengaruhi tingginya mutu kering teh (Yuliana et al., 2013). Tambi 1 memiliki bobot P+2 paling rendah yang tidak berbeda nyata dengan RB 3 dan Kiara 8. Tambi

Untuk program pembangunan fisik, yang termasuk pada pengembangan infrastruktur Bidang Cipta Karya entitas regional antara lain adalah:.. Sistem Pengembangan Air Minum

Pada terorisme, seragnan yang ditujukan target adalah yang dapat dijadikan simbol (target antara) misalnya turis asing atau pejabat negara, atau perwakilan negara asing

Skripsi ini berjudul “Analisis Kritik Sosial Pada Film Warkop DKI Reborn (Menggunakan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough)”.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk

singkat sebagaimana dipaparkan di atas, tampak bahwa hipotesis yang diajukan yakni yang berkenan dengan upaya yang dilakukan guru pembelajaran dalam meningkatkan

Analisis jala (mesh) = analisis yang menetapkan arus pada setiap kalang dan lalu menerapkan KVL untuk menghasilkan persamaan rangkaian?. Persamaan rangkaian dapat diselesaikan

Penyelesaian perkara lalu lintas dengan tersangka anak melalui kearifan lokal di wilayah hukum Polres Way Kanan telah dilaksanakan dengan adanya itikad baik serta rasa tanggung

Penghematan biaya produksi memungkinkan terjadinya perdagangan internasional akibat dari harga yang murah suatu barang negara lain karena negara lain memproduksi dalam jumlah besar