Analisis Keuntungan Petani Kopra di Kecamatan Tengakabupaten Minahasa Selatan
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Untuk menganalisis hubungan karakteristik sosial ekonomi (umur, tingkat pendidikan, pengalaman bertani, luas lahan, jumlah tanggungan) petani dengan tingkat adopsi terhadap
(2) Karakteristik petani anggota seperti umur, luas lahan, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan dengan dan lama keanggotaan mempunyai perbedaan dari setiap
Hasil yang didapatkan adalah omset, pendidikan, luas lahan, jumlah tanggungan keluarga dan umur berpengaruh terhadap minat petani untuk mengikuti kelompok tani di
luas lahan dari 0,5-1 yaitu dilakukan sendiri oleh petani kopra tetapi untuk luas lahan 2-8 dilakukan oleh seorang mandor yang telah dipercaya. Kegiatan pengarahan
Umur petani pemilik penggarap kelapa di Desa Pinamorongan Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan paling tinggi yaitu umur 71 tahun sedangkan umur petani paling
Begitu juga dengan hasil olahan kelapa, karena banyak lahan lahan kosong yang ditanami pohon kelapa dan dari pohon kelapa tersebut bisa diolah menjadi kopra,
Data Responden Petani Lada Putih di Desa Kemuja Tahun 2017 Nama Umur (Tahun) Tingkat Pendidikan Jumlah Tanggungan Keluarga (Orang) Luas lahan (ha) Pengalaman Usahatani (tahun)
Nilai Konstanta sebesar 8,010 yang berarti bahwa jika variabel independen yaitu Pengalaman X1, Tingkat Pendidikan X2, Umur Petani X3, Luas Lahan X4 dan Jumlah Tanggungan X5 bernilai