Optimalisasi Daya Koagulasi Serbuk Biji Kelor (Moringa Oleifera) Pada Limbah Cair Industri Tahu
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Skripsi berjudul ”Penggunaan Serbuk Biji Kelor ( Moringa oleifera ) Sebagai Koagulan dan Flokulan dalam Perbaikan Kualitas Air Limbah dan Air Tanah” yang ditulis oleh Indra
Ekstrak biji kelor dengan kulit ari yang dihasilkan kemudian digunakan sebagai koagulan untuk mengurangi kadar zat warna reaktif dalam larutan model limbah cair industri
Hasil yang ditunjukan pada sampel limbah cair mie ayam S2, penambahan biokoagulan biji kelor (Moringa oliefera) sebesar 1,25% terjadi perubahan kadar ammonia menjadi 80 mg/L.
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu dosis optimum koagulan biji kelor adalah 5 gram/500 mL
Antioksidan Pada Produk Tahu Hasil Koagulasi Menggunakan Biji Kelor (Moringa oleifera L.) 77 Penentuan Konsentrasi ekstrak untuk.
4.1 Pengaruh Dosis Koagulan Serbuk Biji Kelor Dan Lama Pengendapan Untuk Penurunan Kadar Air 9 % dengan Ukuran Partikel 50 mesh terhadap Persentase
rendah.Kemudian dari Tabel 4.1 setelah dilakukan penambahan serbuk biji kelor dengan jumlah berat (gram) yang berbeda hasil analisa menunjukkan bahwa pada
Dengan demikian, dari penelitian yang telah dilakukan hari paling efektif untuk mendegradasi limbah cair tahu dengan proses koagulasi-flokulasi menggunakan biji kelor dan