• Tidak ada hasil yang ditemukan

EKSISTENSI HUKUM PIDANA ADAT DALAM MENANGANI DELIK ADAT PADA MASYARAKAT HUKUM ADAT DAYAK PANGKODAN DI DESA LAPE KECAMATAN SANGGAU KAPUAS KABUPATEN SANGGAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EKSISTENSI HUKUM PIDANA ADAT DALAM MENANGANI DELIK ADAT PADA MASYARAKAT HUKUM ADAT DAYAK PANGKODAN DI DESA LAPE KECAMATAN SANGGAU KAPUAS KABUPATEN SANGGAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT."

Copied!
14
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Dampak kedudukan kelembagaan adat Dayak Kedamangan dalam Peraturan Daerah Provinsi Nomor 16 Tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak Di Kalimantan Tengah

Eksistensi hak ulayat masyarakat hukum adat Dayak Ma’anyan di Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah dengan berlakunya Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 juncto PMNA/KBPN

Diana Arma, 2001, Eksistensi Sistem Hukum Adat Pidana Minangkabau dalam Kehidupan Masyarakat, Praktek Penegakan Hukum dan Pembaharuan Hukum Pidana di Indonesia,

(2) Pemenuhan kewajiban adat setempat dan/ atau kewajiban menurut hukum yang hidup dalam masyarakat sebagaimana di- maksud pada ayat (1) merupakan pidana pokok atau yang

Bahwa delik pidana adat apakah itu delik zina maupun delik nedosa sangat penting dalam kaidah-kaidah hukum Adat yang masih di hormati dan di taati hingga kini oleh masyarakat

Dalam pidana adat suku Dayak disini, Jika ada wanita yang melahirkan anak ngampang yang perbuatannya itu terbukti dengan adanya saksi, maka suku (kerabat) wanita

Yaitu penelitian yang mengacu pada pengaturan tujuan pemidanaan dalam hukum positif atau yang berlaku saat ini serta dalam pembaruan hukum pidana nasional terkait delik adat..

Dalam artikel ini yang dibahas adalah terkait dasar hukum kewenangan lembaga adat Dayak Ngaju dalam penyelesaian delik adat di Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah