• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAHASA INDONESIA SECARA BAIK DAN BENAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAHASA INDONESIA SECARA BAIK DAN BENAR"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

BAHASA INDONESIA

T

E

M

P

E

Nama Anggota Kelompok :

(2)

Kata Pengantar

Segala puja dan puji

Dalam perkembanganya Indonesia kini menjadi salah satu Negara yang menjadi

perhatian banyak Negara, hal ini disebabkan karena beragam budaya yang sangat menarik yang sangat akan mendatangkan income untuk Negara kita yaitu Indonesia.

(3)

DAFTAR ISI

Cover : ……… !

Kata Pengantar : ……… !

Daftar isi : ………... !

Bab 1 Pendahuluan : ………. 1

1.1 Latar Belakang : ………. 2

1.2 Tujuan : ……….. 3

1.3 manfaat : ………. 4

1.4 rumusan masalah : ……… 5

Bab II Pembahasaan : ………. 6

Bab III Penutup : ………. 7

Daftar pustaka : ………... 8

(4)

BAHASA INDONESIA SECARA BAIK DAN BENAR

MenggunakanBahasa Indonesia secarabaikdanbenar,

Bahasa yang benaradalahbahasa yang sesuai dengankaidahbahasabaku, baikkaidahuntukbahasabakutertulismaupunbahasabakulisan.

Ciri – cirri ragambahasabakuadalahsebagaiberikut : 1.Penggunaankaidahtatabahasanormatif.

Misalnyadenganpenerapanpolakalimat yangbaku: acaraitusedang kami ikutidanbukanacaraitu kami sedangikuti.

2. Penggunaan kata-kata baku. Misalnyacantiksekalidanbukancantikbanget; uangdanbukanduit; sertatidakmudahdanbukannggakgampang.

3. Penggunaanejaanresmidalamragamtulis. Ejaan yang

kiniberlakudalambahasa Indonesia adalahejaan yang disempurnakan (EYD). Bahasabakuharusmengikutiaturanini.

4. Penggunaanlafalbakudalamragamlisan.

Meskipunhinggasaatinibelumadalafalbaku yang sudahditetapkan,

secaraumumdapatdikatakanbahwalafalbakuadalahlafal yang bebasdariciri-cirilafaldialeksetempatataubahasadaerah. Misalnya: /atap/ danbukan /atep/; /habis/ danbukan /abis/; serta /kalaw/ danbukan /kalo/.

5. Penggunaankalimatsecaraefektif. Di luarpendapatumum yang mengatakanbahwabahasa Indonesia itubertele-tele,

bahasabakusebenarnyamengharuskankomunikasiefektif:

pesanpembicaraataupenulisharusditerimaolehpendengarataupembacapersis sesuaimaksudaslinya.

ContohmenggunakanBahasa Indonesia secaraBaikdan Benar Olehpryger

ContohMenggunakanBahasa Indonesia SecaraBaikdan Benar BagaimanamenggunakanBahasa Indonesia denganbaikdanbenar

(5)

baikdanbenar.Pernyataan “bahasa Indonesia yang baikdanbenar” mengacupadaragambahasa yang

dimanamemenuhipersyaratankebaikandankebenaran.Bahasa yang diucapkanbiasanyaadalahdalambentukbahasa yang baku.

Menggunakanbahasa Indonesia

denganbaikdanbenarmempunyaibeberapakonsekuensilogisterkaitdenganpe makaiannya yang sesuaidengansituasidankondisi.Padasuatukondisitertentu, yaitupadasituasi formal, penggunaanbahasa Indonesia yang

benarmenjadipilihanatauprioritasutamadalamberbahasa. Sepertisudahsayajelaskantadi,

penggunaanbahasasepertiiniseringmenggunakanbahasabaku. Masalah yang harusdihindaridalampemakaianbahasabakuantara lain

adalahdisebabkanolehadanyagejalabahasasepertiinterferensi, integrasi, campurkode, alihkodedanbahasagaul yang

tanpakitasadariseringdigunakandalamkomunikasiresmi. Hal sepertiinimengakibatkanbahasa yang

digunakanmenjaditidaksesuaidantidakbaik.

Contohnyatadalampertanyaansehari-haridenganmenggunakanbahasa yang baku:

Apakahkamusedangmengerjakantugasrumahsaatini? Apa yang kamukerjakantadi di sekolah?

Contohketikadalam dialog antaraseorangOrangtuadengananaknya. Orangtua : Gerald! Apa yang sedangkamulakukan?

Gerald :Sayasedangbermain game. Ada apa, bu? Orangtua :Apakahkamutidakbelajaruntukujianbesok?

Gerald :Ya, akansayalakukansetelahsayaselesaibermain game, bu. Kata-kata diatasadalah kata yang

sesuaiuntukdigunakandalamlingkungansosial

Contoh lain yang sayakutipadalahpadaPembukaanUndang-UndangDasarantaralain :

Undang-undangdasar 1945

pembukaanbahwasesungguhnyakemerdekaanituialahhaksegalabangsadanol ehsebabitupenjajahandiatasduniaharusdihapuskankarenatidaksesuaidengan perikemanusiaandanperkeadilan.

Dari beberapakalimatdidalamundang-undangdasartersebutmenunjukkan bahwabahasa yang digunakanadalahbahasa yang sangatbaku,

danitumerupakanpemakaianbahasasecarabaikdanbenar.

Contohlain, sepertikegiatansosialisasi yang dilakukanantaramasyarakat. Contohnya, pemakaianragambakuakanmenimbulkankeheranan,

keraguanataukecurigaan.

(6)

(1) BerapakahBapakmaumenjualharga game ini?

(2) Apakahsayurinimasihsegar, berapaharganyabu, untuksayuranini? Contoh di atasmerupakancontohbahasa Indonesia yang bakudanbenar, tetapitidakbaikdantidakefektifkarenatidakcocokdengansituasipemakaiankali mat-kalimatitu. Untuksituasiseperti di atas, kalimat (3) dan (4)

berikutakanlebihtepat.

(3) Jualberapapak? Game ini?

(4) Masihsegar, bu? Berapaharganya?

Contohperbedaanantarabahasaindonesia yang benardenganbahasagaul Bahasa Indonesia Bahasa Gaul (informal)

Aku, Saya Gue Kamu Elo

Di masadepan kapan-kapan Apakahbenar? Emangnyabener? Tidak Gak

TidakPeduli Emangguepikirin! Dari contohdiatas yang

didapatadalahperbedaanpenggunaanbahasaantarabahasa yang bakudan non baku,

dandapatterlihatdaripengucapandandaritatacarapenulisanbahasatersebut. Bahasaindonesia yang baikdanbenarmerupakanbahasa yang

mudahdipahamidandimengerti, bentukbahasabaku yang sahdibuat agar secaraluasmasyarakatindonesiadapatberkomunikasimenggunakanbahasanas ional.

Contohnyata, padakutipanteks “SumpahPemuda” adalahsebagaiberikut : “Kami, putradanputri Indonesia menjunjungbahasapersatuan, bahasa Indonesia”,

demikianlahbunyidarialeniaketigasumpahpemuda yang

telahdirumuskanolehparapemuda yang kemudianmenjadisalahsatu factor pentingpendiribangsadannegara Indonesia.

(7)

sudahsepatutnyamenjunjungtinggibahasa Indonesia dalamkehidupansehari-hari. Makadariituberterimakasihlahkitaterhadap “BAHASA”,

karenabahasajugamerupakanfaktorpentingdidalamkontekssumpahpemuda, olehkarenabahasamerupakansesuatuhal yang bersifat universal,

sehinggapemakainyamenjadimudahdantepatpadasaatsepertidiatas. Dan penerimaannyajugabaik, karenaadanyapemakaian kata-kata yang

baikdanbenar.

Contoh lain adalah paragraph dibawahini,

merupakansebagiandarigayabahasa yang dipakaisesuaidengan EYD danmenggunakanbahasabakuataubahasailmiahdanbukan kata popular danbersifatobjektif, denganpenyusunankalimat yang cermatdantepat. Dalamparadigmaprofesionalismesekarangini, adatidaknyanilai informative dalamjaringkomunikasiternyataberbandinglurusdengancakaptidaknyakitame nulis.Pasalnya, selainharusbisamenerima,

kitajugaharusmampumemberi.Inilahefekjurnalisme yang

kinisudahmenyesakihidupkita.Olehkarenaitu, kita pun dituntutdalamhaltulis-menulis demi penyebaraninformasi.Namunpersoalannya,

apakahkitapeduliterhadaplarastulisbahasakita. Sementaraitu, yakinilah, tabiatdantutur kata seseorangmenunjukkanasal-usulnya,

ataudalampenegasanlain, bahasa yang

kacaumencerminkankekacauanpolapikirpemakainya.Bukuinimemperkenalkan langkah-langkah pragmatic yang Andaperlukan agar

tulisanAndabisatampilwajar, segar, danenakdibaca Dan yang menjadikesimpulanadalahbahwa yang

bisakitapelajaridarisemuainiadalahBahasamerupakansebuahsuatukarunia yang diberikanTuhanpadamanusia agar

manusiabisamemahamidanmengertisatusamalain, menjadikannyasebagaialatkomunikasi yang

dasardansentraldandisampingitubisamenjadikekuatantersembunyidalamme mpersatukansuatuhaldalampenggunaannya.

(8)

nya masih ba nyak kekurangan dan kelemahan nya,

kerena terbatas nya pengetahuan dan kurang nya

rujukan atau referensi yang ada hubungan nya dengan

judul makalah ini.

Referensi

Dokumen terkait

Analysis of the iron slag chemical content of PT Inti Jaya Iron Steel, Jrakah Semarang showed that this material is included as pozzolan material, with contents of

Upaya peningkatan minat belajar dan prestasi belajar siswa melalui metode mendongeng dilaksanakan dengan langkah-langkah yakni (1) Pemilihan cerita yang sesuai dengan

Meninjau analisis singkat tentang penggalan-penggalan puisi di beberapa bab dalam buku Jakarta Estetika Banal, dapat disimpulkan bahwa setiap penggalan puisi memiliki

Mak DIAMBIL DARI 4078.032.521219 Belanja Barang non-operasional lainnya (PNBp) Layanan

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran kepala ruangan dalam pelaksanaan fungsi manajemen keperawatan; persepsi perawat pelaksana di ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum

Socioeconomic, spatiotemporal and geographical explanatory variables are identified at district and grid scales of the study area by using Geographically Weighted

[r]

Pengawasan (controlling) merupakan bagian akhir dari fungsi pengelolaan/manajemen. Fungsi manajemen yang dikendalikan adalah perencanaan, pengorganisasian, penggerakan