• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keberadaan Hak Ulayat Dalam Masyarakat Hukum Adat Batak Toba Di Kecamatan Nassau Kabupaten Toba Samosir

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Keberadaan Hak Ulayat Dalam Masyarakat Hukum Adat Batak Toba Di Kecamatan Nassau Kabupaten Toba Samosir"

Copied!
150
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1: Luas Wilayah Menurut Desa/Kelurahan Tahun 2008
Tabel 2:Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk Dirinci Menurut
Tabel.4 Status Penguasaan Tanah Di Kecamatan Nassau Tahun 2008

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan hak ulayat di daerah Simalungun masih “ada” ditandai dengan adanya objek hak ulayat seperti : juma na bolak sawah na bolak di

Wawancara dengan Lasmaito Siagian (warga yang juga pemilik Hak Ulayat Dusun Sianggunon) Nama tersebut diberikan karena Tanah Ulayat Sianggunon diyakini akan dapat menjadi.

Surat-Surat Tanah, Berupa surat wajib bayr pajak penghasilan atas tanah, izin membakar rumput, izin membuka lahan, dan izin pemanfaatan wilayah Hak Ulayat

Landasan formil dalam Pasal 5 UUPA yang menyatakan bahwa: “Hukum agraria yang berlaku atas bumi, air dan ruang angkasa adalah hukum adat, sepanjang tidak

Pengakuan dan perlindungan terhadap keberadaan masyarakat hukum adat juga diisyaraatkan dengan disebutkannya istilah masyarakat hukum adat, masyarakat adat, hak

UUPA pada dasarnya memberikan pengakuan hutan adat (tanah ulayat) sebagai bagian dari Kawasan Hutan Negara dengan syarat keberadaan hak ulayat tersebut memang menurut

ulayat dan hak-hak yang serupa itu, dari masyarakat-masyarakat hukum adat, sepanjang kenyataannya masih ada, harus sedemikian rupa, sehingga sesuai dengan kepentingan nasional

Pengakuan hak∕hak ulayat masyarakat adat yang merupakan pengejawantahan dari hak - hak atas jabaran dalam pasal 5 UUPA dinyatakan: Hukum agraria yang berlaku atas bumi air dan ruang