DAFTAR RIWAYAT HIDUP
DATA PRIBADI
Nama Lengkap : Yudha Pamungkas Tempat Tanggal Lahir : Bandung, 01 Juni 1994
Alamat :Jl. Raya KP Warung Lawang RT03 RW08 Desa Nagrog Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung
Telepon : 085720050906
Jenis Kelamin : Pria
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
DAFTAR PENDIDIKAN
Tahun 2000-2006 SDN 01 Nagrog Tahun 2006-2009 SMPN 01 Nagreg
Tahun 2009-2012 SMA Bina Muda Cicalengka
KONTAK
Alamat : Jl. Raya KP Warung Lawang RT03 RW08 Desa Nagrog Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung
HP : 085720050906
Website : www.yudhapamungkas.web.id
E-mail : [email protected]
Demikian Daftar Riwayat Hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya.
Hormat saya,
Laporan Pengantar Tugas Akhir
PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL MENJAGA KEBUGARAN TUBUHMELALUI VIDEO MOTION GRAPHIC
DK 38315 / Tugas Akhir Semester II 2015-2016
oleh:
Yudha Pamungkas NIM. 51912178
Program Studi Desain Komunikasi Visual
FAKULTAS DESAIN
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
vi DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ... i
LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
BAB II MENJAGA KEBUGARAN TUBUH PADA PEKERJA KANTORAN. 5 II.1 Kebugaran …... 5
II.1.1 Bugar Dengan Olahraga Singkat ... 5
II.1.1.1 Fungsi Kebugaran ... 6
II.1.2 Komponen Kebugaran ... ... 6
II.1.3 Faktor Yang Mempengaruhi Kebugaran ... 7
vii
II.2.1 Kuesioner Warga Secara Umum ... 20
II.2.2 Wawancara Mengenai Bidang Olahrag a ... 23
viii
III.2.7 Fotografi ... ... 52
III.2.8 Tata Letak Layout Buku ... 52
BAB IV KONSEP TEKNIS PRODUKSI DAN APLIKASI MEDIA ... . 54
IV.1 Media Utama …... ... 54
IV.2 Perangkat Produksi ... 54
IV.2.1 Teknis Produksi ... 54
IV.3 Teknik Cetak ... ... 58
IV.3.1 Buku ... ... 58
IV.3.2 Media Pendukung ... 59
DAFTAR PUSTAKA ………. ... 70
70 DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku
Dr. Komarudin, M.Pd. (2015). PSIKOLOGI OLAHRAGA. Bandung: Rosda J. Alter, Michael. (1999), 300 Teknik Peregangan Olahraga.
Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Sofwan, Rudianto. (2013). Bugar Selalu di Tempat Kerja. Jakarta: Bhuan Ibnu Populer.
Sumosardjuno, Sadoso. (2001). BUGAR TOTAL. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Wibawa, Agusta. (2000). BUGAR Dengan Jalan. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Kosasih, Engkos. (2006). Cerdas berbahasa Indonesia. Jakarta : Erlangga.
Sumber Jurnal Internet
Aliah, Siti. “Tes Kebugaran”. 08 November 2015. Pukul 13.23 wib. http://www.scribd.com/doc/91376456/MAKALAH-KEBUGARAN-JASMANI#scribd
Miftahuddin.”Kebugaran Jasmani”. 08 November 2015. Pukul 14.10 Wib. http://www.slideshare.net/miftahuddinsaja/makalah-kebugaran-jasmani Anonim.”Olahraga Ringan Yang Bisa Anda Lakukan Dikantor”.
08 November 2015. Pukul 14.20 Wib.
71 Sumber Artikel Internet
Efry. (2011).Pengertian Tata Letak ( Layout). Diabil dari :
http://efry-day.blogspot.co.id/2011/06/pengertian-plant-layout.html (16 Agustus 2016)
Keskerja. (2013). Senam Sehat Bugar di Tempat Kerja. Diambil dari: http://www.gizikia.depkes.go.id/senam-sehat-bugar-di-tempat-kerja/. (12 April 2016).
Hukumonline. (2012). Ketenagakerjaan. Diambil dari :
1 BAB 1. PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang Masalah
Menjaga kesehatan tubuh sangatlah penting, karena akan mentukan sehat atau tidaknya tubuh kita. Sehat merupakan kondisi normal seseorang yang merupakan hak hidupnya. Sehat berhubungan dengan hukum alam yang mengatur tubuh, jiwa, lingkungan yang berupa udara segar, kebiasaan dan gaya hidup yang baik. Dalam hidup yang sehat maka tidak terlepas dari adanya faktor-faktor pendukung yang dapat memenuhi kebutuhan tubuh, diantarnya dengan mengolah tubuh dengan melakukan aktivitas. Melakukan aktivitas terhadap tubuh yang dapat menghasilkan kegiatan fisik untuk mengatur dan mengontrol hubungan antara organ tubuh dengan lingkungan yaitu salahsatunya dengan melakukan kegiatan olahraga. Olahraga merupakan usaha gerak badan atau aktivitas fisik untuk mendapatkan kesenangan dan kepuasan dalam bentuk permainan. Dengan melakukan olahraga selain dapat membuat tubuh menjadi sehat, dalam hal lain juga terdapat bagian dari tubuh yang terporsir dan akan merasakan lelah karena melakukan aktivitas. Rasa lelah pada tubuh diakibatkan oleh faktor kebugaran, sehingga kebugaran menjadi hal utama dalam hidup sehat.
Kondisi kebugaran pada setiap orang berbeda-beda, karena dapat dilihat dari beberapa aspek diantarnya usia, jenis kelamin dan konsumsi makanan. Kondisi ideal kebugaran seseorang dapat disadari oleh dirinya sendiri dengan selalu memperhatikan pola hidup. Kebiasaan yang dilakukan dalam memilah asupan makanan yang dikonsumsi dan Pola istirahat yang cukup dengan beristirahat 8 jam dalam satu hari dapat mngembalikan kebugaran tubuh.
2 yang tidak mendukung karena beban kerja yang tinggi dan lingkungan pekerjaan yang penuh persaingan, Sehingga menjadi menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang di kalangan pekerja kantor.
Selain dari tuntutan pekerjaan faktor cuaca yang tidak menentu menjadi kendala ketika seseorang kurang memperhatikan kebugraan dirinya. Dalam menjaga kebugaran tubuh maka kesadaran diri atau perhatian merupakan langkah awal dalam menetapkan tujuan hidup. Dengan kondisi tubuh yang baik kita dapat menguasai fokus, reaksi, kepribadian dan merubah tingkah laku menjadi lebih baik. Karena kebugaran selain membuat tubuh menjadi ideal serta produktif dan meningkatkan hormon endorfin pada diri dalam berkerja.
Tidak hanya sebatas pada permasalahan itu saja melainkan penyampaian informasi mengenai panduan gerakan untuk menjaga kebugaran khususnya ditermpat kerja masih sulit untuk ditemukan. Sehingga masayarakat kurang menerima bahwa kesehatan itu menjadi prioritas utama dalam bekerja.
Dengan kondisi saat ini dengan kebiassaan pakerja kantoran yang lebih banyak menikmati alat elektronik cukup banyak dalam sehari-harinya. Maka
dibutuhkannya media informasi yang menarik dari visual yang dapat dengan mudah diterima dan diakses oleh pekerja kantoran dimanapun dan kapanpun. Penyampaian informasi video motion graphic atau yang banyak diketahui video animasi dan gaya ilustrasi Flat design lebih mudah diterima oleh masayarakat pada saat ini.
I.2 Identifikasi Masalah
Dari penjelasan latar belakang diatas di temukan adanya masalah yang terjadi di kondisi faktual sekarang, yang di harapkan bisa menjadi ideal. Maka dapat di ambil beberapa identifikasi masalah yang terjadi, diantaranya :
3 Kurang memanfaatkan waktu dikantor untuk melakukan olahraga
disela-sela pekerjaan.
Kurangnya kesadaran diri para pekerja kantoran terhadap kondisi kebugaran sehingga kebugaran tubuh terabaikan.
Sedikitnya panduan mengenai gerakan untuk menjaga kebugaran tubuh
agar tetap bugar ditempat kerja.
I.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian identifikasi masalah diatas dapat dirumuskan permasalahannya yaitu :
Bagaimana cara menimbulkan kesadaran diri untuk berpola hidup sehat dan menjaga serta meningkatkan kebugaran tubuh dalam manajemen waktu yang singkat dengan ruang yang terbatas ?.
Pengemasan video disesuaikan dengan perkembangan jaman yang lebih
simple.
I.4 Batasan Masalah
Objek penelitian di fokuskan pada pembahasan mengenai kebugaran
yang dijadikan sebagai suatu kebutuhan yang sangat penting dalam melakukan banyak aktivitas. Yang dibalik pembahasanya terdapat manfaat dari kebugaran serta pelaksanaan dalam kegiatan untuk menjaga kebugaran.
Waktu penelitian dimulai sejak bulan Oktober 2015 hingga pertengahan
Tahun 2016.
Audience yang terkait dari hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya
yaitu :
1. Ada dua golongan usia yang dihasilkan dari penelitian yang dilakukan sebelumnya yaitu dewasa awal 20-35, dewasa akhir 36-45 tahun
2. Para pekerja kantoran yang mengalami rutinitas atau kegiatan
4 I.5 Tujuan Perancangan
Perancangan Tugas Akhir ini bermaksud untuk memecahkan permasalahan dan mengatasi secara bidang ilmu Desain Komunikasi Visual dengan memberi solusi yang didapatkan dari hasil penelitian sehingga dapat memberikan pengetahuan untuk kesadaran diri, sehingga mampu memahami mengetahui manfaat dan menjaga kebugaran tubuh untuk mejalani tuntutan pekerjaan dan para pekerja kantoran dapat mengatasi kebugaran tubuh.
Tujuan Tugas Akhir ini agar para pekerja kantoran masa sekarang dapat mengetahui manfaat mejaga kebugaran tubuh dan bagaimana peran penting dari kebugaran tubuh dalam melakukan banyak aktivitas tanpa merasakan lelah berlebih. Serta tujuan lainnya dapat memperbaiki baik dari literatur yang sudah ada maupun panduan gerakan untuk mejaga kebugaran pada pekerja kantoran, dan dapat diperbaharui dikemudian hari disesuaikan dengan kebutuhan dan masa yang akan datang.
I.6 Manfaat yang Didapat
Dapat menghindari pada kondisi kebugaran tubuh yang kurang baik.
Menambah wawasan dan pengetahuan untuk para pekerja kantoran dari
manfaat mejaga kebutuhan kebugaran tubuh secara umum.
Mengetahui manfaat melakukan kegiatan olahraga disela-sela aktivitas
dalam bekerja baik itu didalam ruangan maupun diluar ruangan.
Menambah baik itu dalam media informasi murni maupun informasi
5 BAB II. MENJAGA KEBUGARAN TUBUH PEKERJA KANTORAN
II.1 Kebugaran
Kebugaran merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan tubuh agar tidak mudah lelah dalam melakukan suatu aktivitas. Kebugaran harus dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan tubuh yang diinginkan dalam melakukan kegiatan. Dilihat dari kesehatan dan pendidikan mengenai kebugaran bahwa menurut Depdikbud (1996 : 4). Kebugaran adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan aktifitas dalam keadaan yang sehat baik mental maupun fisik. Dan komponen bagi seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari dengan efisien tanpa mengalami kelelahan yang berarti sehingga masih memiliki cadangan tenaga untuk melakukan aktivitas selanjutnya.
II.1.1 Bugar Dengan Olahraga Singkat
Gambar II.1 Menjaga Kebugaran
Sumber : http://caloriecontrol.org/stay-active-all-day-even-during-work-hours/ (Diakses pada 22/12/2015)
6 II.1.1.1 Fungsi Kebugaran
Kebugaran mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kehidupan seseorang dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Kebugaran sama hal nya dengan kesegaran berfungsi untuk meningkatkan kemampuan kerja sehingga dapat melakukan tugas pekerjaan secara optimal dengan hasil yang lebih baik.
Menurut Miftah Farid (56) fungsi kebugaran adalah untuk mengembangkan kekuatan, kemampuan, dan kesanggupan daya untuk meningkatkan daya kerja. Bagi kalangan anak-anak untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan, dan kebugaran jasmani bagi orang tua untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dan kepadatan tulang untuk mengindari sakit.
II.1.2 Komponen Kebugaran
Kebugaran Terdiri dari beberapa Komponen diantanya:
1. Daya Tahan Kardiovaskuler atau daya tahan jantung dan paru-paru (cardiovascular endurance).
2. Daya tahan otot (muscle endurance). 3. Kekuatan otot (muscle strength). 4. Kelenturan (Flexibility).
5. Komposisi Tubuh (body Composition).
6. Kecepatan Gerak (speed of Movement). 7. Kelincahan (agility).
8. Keseimbangan (balance).
9. Kecepatan reaksi (reaction time). 10.Koordinasi (coordiation).
7 II.1.3 Faktor yang Mempengaruhi Kebugaran
Beberapa hal yang mempengaruhi perbedaan kebugaran seseorang anatara lain:
1. Usia
Daya tahan kardiorespiratori akan semakin menurun sejalan dengan bertambahnya umur, namun penurunan ini dapat berkurang, bila seseorang berolahraga teratur sejak dini (Moeloek, 1984 dalam Ruhayati dan Fatmah, 2011).
Kebugaran meningkat sampai mencapai maksimal pada usia 25 – 30 tahun, kemudin akan terjadi penurunan kapasitas fungsional dari seluruh tubuh, kira-kira sebesar 0,8 – 1% per tahun, tetapi bila rajin berolahraga penurunan ini dapat dikurangi sampai separuhnya (Buku Panduan Kesehatan Bagi Petugas Kesehatan, 2002 dalam Ruhayati dan Fatmah, 2011).
2. Jenis Kelamin
Perbedaan kebugaran antara laki-laki dan perempuan berkaitan dengan kekuatan maksimal otot yang berhubungan dengan luas permukaan tubuh, komposisi tubuh, kekuatan otot, jumlah hemoglobin, hormon, kapasitas paru-paru, dan sebagainya. Sampai pubertas biasanya kebugaran pada anak laki-laki hampir sama dengan anak perempuan, tapi setelah pubertas kebugaran laki-laki dan perempuan biasanya semakin berbeda, terutama yang berhubungan dengan daya kardiorespiratori. Hal ini dikarenakan perempuan memiliki jaringan lemak yang lebih banyak, adanya perbedaan hormone testosterone dan estrogen, dan kadar hemoglobin yang lebih rendah (Ruhayati dan Fatmah, 2011).
3. Genetik
8 tubuh seseorang dari sejak lahir. Sifat genetik mempengaruhi perbedaan dalam kekuatan, pergerakan anggota tubuh, fleksibilitas, dan keseimbangan pada setiap orang. Selain itu, sifat genetik mempengaruhi fungsi pergerakan anggota tubuh dan kontraksi otot. Hal ini berhubungan dengan perbedaan jenis serabut otot seseorang, dimana serabut otot skeletal memperlihatkan beberapa struktural, histokimiawi, dan sifat karakteristik yang berbeda-beda (Ruhayati dan Fatmah, 2011).
4. Aktivitas Fisik
Aktivitas jasmani merupakan fungsi dari kebugaran jasmani maka seseorang yang tidak memiliki kebugaran jasmani memadai, produktivitasnya juga tidak akan sebaik orang yang memiliki kategori kebugaran baik. Begitu juga sebaliknya seseorang yang tidak melakukan aktivitas jasmani memadai tidak akan memiliki kebugaran yang baik (Mahardika, 2009).
5. Keadaan Kesehatan
Kebugaran tidak dapat dipertahankan jika kesehatan badan tidak baik atau sakit. Karena pada kondisi tubuh saat itu berada pada kondisi tidak normal, sehingga apabila melakukan kebugaran tubuh pada kondisi kurang baik akan mengakibatkan badan menjadi drop. Keadaan tubuh dalam melakukan kebugaran harus berada dibatas normal yaitu tidak lebih dari 160 LDL (Low-density lipoprotein). LDL merupakn satuan tekanan sirkulasi darah pada tubuh atau dapat disebut kolesterol “jahat”, sehingga minimum seseorang dapat melakukan atau menjaga kebuagran berada pada 100 LDL.
6. Tidur dan istirahat
9 7. Berat badan
Berat badan yang berlebihan akan membuat aktivitas sedikit terhambat, begitu juga dengan kesehatan pada tubuh. Maka kita dapat merubah berat badan kita kedalam kondisi ideal dengan cara pola hidup sehat, menjaga makanan dan berolah raga.
Rumus BMI (Body Mess Index)
Cara menghitung berat badan ideal dengan rumus BMI (Body Mess Index)
Gambar II.2 Rumus BMI (Boody Mess Index)
Sumber : http://www.masbroo.com/cara-menghitung-berat-badan-idea.html (Diakses pada 11/04/2016)
Rumus online BMI (Body Mess Index)
Gambar II.3 Rumus online BMI (Body Mess Index)
Sumber : http://www.masbroo.com/cara-menghitung-berat-badan-idea.html (Diakse pada 11/04/2016)
10 Gambar II.5 Kondisi Tubuh Laki-laki
Sumber : http://www.masbroo.com/cara-menghitung-berat-badan-idea.html (Diakse pada 11/04/2016)
2. Wanita
Gambar II.4 Kondisi Tubuh Wanita
Sumber : http://www.masbroo.com/cara-menghitung-berat-badan-idea.html (Diakse pada 11/04/2016)
8. Kebiasaan Merokok
11 tubuh yang memerlukan (Astrand, 1992 dalam Ruhayati dan Fatmah, 2011).
9. Status Gizi
Ketersediaan zat gizi dalam tubuh dakan berpengaruh pada kemampuan otot berkontraksi dan daya tahan kardiovakuler. Untuk mendapatkan kebugaran yang baik, seseorang haruslah melakukan latihan-latihan olahraga yang cukup. Status gizi adalah suatu konsidis tubuh akibat keseimbangan dari kandungan makanan dan penggunaannyaa oleh tubuh yang dapat diukur dari berbagai dimensi (jellife, 1989 dalam fatmah, 2011). Menurut Almatsier (2009) dalam Ruhayati dan Fatmah (2011) statur nutrisi (nutritional status) adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi.
II.1.4 Indikator kebugaran
Menurut Dr. Riza Adriyani. M.Or indikator atau ciri fisik yang terlihat mengenai orang bugar dan tidaknya antaralain:
Mudah lelah dan tidak nya. Mudah ngantuk dan tidaknya.
Mudah merasakan sakit pada tulang punggung atau tidaknya.
II.1.5 Latihan kebugaran
Latihan kebugaran yang teratur dan sesuai panduan dapat meningkatkan kesegaran, antara lain:
1. Dampak Melatih Kebugaran terhadap tubuh
Meningkatkan Kemampuan jantung dan paru-paru Memperkuat Sendi dan otot
Menurunkan tekanan darah Mengurangi lemak
12 Mengurangi risiko penyakit jantung koroner
Memperlancar aliran darah Memperlancar pertukaran gas Memperlambat proses penuaan
2. Prinsip Latihan Kebugaran
Pembebanan lebih – untuk dapat menghasilkan kebugaran yang baik perlu diberikan beban kerja yang lebih dari yang biasa
dilakukan.
Pengkhususan – untuk tujuan tertentu diperlukan latihan yang
tertentu pula (penyesuaian jenis latihan).
Riverbilitas – Kemajuan hasil latihan dapat menjadi hilang, jika lama tidak aktif berlatih.
3. Dosis Latihan
Frekuensi : 3-5 kali dalam seminggu
Intensitas : 60-90 % dari Denyut Nadi Normal Lama latihan : 5-10 menit secara continue
Dikutip dari pernyataan Dr.Riza Adriyani. M.Or
II.1.6 Pekerja Kantoran
Pekerja kantoran merupakan orang yang mampu melakukan pekerjaan baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam hubungan ini maka pembinaan tenaga kerja merupakan peningkatan kemampuan efektivitas tenaga kerja untuk melakukan pekerjaan.
II.1.7 Sikap Dalam Bekerja
13 bagaimana pola tingkah laku ataupun perbuatan individu yang bersangkutan. Sama hal nya menurut Soetarno (1994) adalah pandangan atau perasaan yang disertai kecenderungan untuk bertindak terhadap obyek tertentu. Sikap senantiasa diarahkan kepada sesuatu artinya tidak ada sikap tanpa obyek. Sikap diarahkan kepada benda-benda, orang, peritiwa, pandangan, lembaga, norma dan lain-lain. Sikap Yang perlu diperhatikan diantarnya :
Melakukan Pekerjaan (Hak dan Kewajiban)
Tujuan utama berada ditempat kerja tentunya melakukan pekerjaan yang diberikan berdasarkan visi, misi dan target perusahaan. Selalu memperhatikan waktu dan hasil yang diharapkan perusahaan. Selain dari kewajiban sebagai pekerja perlu diperhatikan juga hak setelah bekerja namun hendaklah mendahulukan kewajiban daripada hak.
Menghadapi Masalah
Masalah merupakan kesenjangan antar harapan dan kenyataan, masalah dapat menimpa didalam kondisi bagaimanapun tanpa terkecuali didalam pekerjaan. Karena semakin baik kedudukan makan semakin banyak masalah yang akan didapat, baik itu masalah kelompok secara umum dan masalah pribadi secara khususnya.
Dalam dunia pekerjaan tidak akan terlepas dari yang dinamakannya tuntutan pekerjaan, Semakin banyak pekerjaan yang datang maka semakin lelah tubuh untuk bekerja. Kondisi kebugaran pada setiap orang berbeda-beda, kondisi ideal kebugaran seseorang seharusnya dapat disadari oleh dirinya sendiri dengan selalu memperhatikan pola hidup. Makanan yang memenuhi gizi, istirahat yang cukup dan berolahraga. Pekerjaan menjadi
faktor kebanyakan orang terlepas dari menjaga kebugarannya.
II.1.8 Menjaga Kebugaran Tubuh
14 bekerja, dengan kondisi tubuh yang baik dengan cara menjaga serta meningkatkan kebugaran tubuh kita dapat menyelesaikan pekerjaan dengan produktivitas dan efektivitas yang baik. Menjaga kondisi tubuh alangkah baiknya selalu memperhatikan kebutuhan, diantarnya :
1. Pelihara tanaman hijau
Tanaman dapat membantu memperlancar kebutuhan oksigen pada tubuh, karena ruangan yang terbatas dan jumlah pekerja yang banyak dapat mengurangi konsumsi oksigen pada tubuh.
2. Tidur singkat
Menurut Dr. Riza adriyani M.Or. bahwa tidur siang dalam jam istirahat dengan waktu singkat dapat membantu menyerap dan menyimpan informasi yang telah diterima sebelumnya, serta dapat meningkatkan kewaspadaan dalam bekerja. Hal ini diterapkan di negara jepang karena orang-orang dijepang lebih semangat dalam bekerja. Tetapi sebaliknya hal ini tidak dapat diterapkan di indonesia karena faktor kebiasaan yang berbeda.
3. Etika dalam bekerja
Mengatur jarak pandang (mata dan layar) Duduk secara tegak
Mengatur posisi duduk (kursi dan meja) Tempatkan tangan pada kondisi yang benar Tempatkan kaki pada kondisi yang benar Cara memegang keyboard dan mouse Batasi waktu duduk
4. Sediakan makanan ringan
15 5. Melakukan olahraga ringan
Lakukan olahraga ringan dengan benda yang berada disekitar tempat kerja. Hal tersebut terbukti bermanfaat baik bagi tubuh, salah satunya menjadi lebih tenang dan kondisi tubuh merasa baik. Lakukan denga waktu 7-12 menit secara berkala.
II.1.9 Bugar Dengan Olahraga Singkat
Menjaga kebugaran tidak harus memerlukan sarana dan prasarana yang serba ada, menjaga kebugaran dapat dilakukan dengan kegiatan yang praktis dan efisien tanpa memerlukan waktu yang lama. Menjaga dan meningkatkan kebugaran dapat dilakukan dari hal yang paling ringan sampai yang berat.
Berjalan Kaki
Jalan merupakan aktivitas fisik yang bertumpu pada kaki dan ayunan tangan serta badan sebagai penopangnya. Berjalan kakai merupakan olahrga yang dapat dilakukan oleh siapa saja. Selain tidak memerlukan keahlian khusu, berjalan kaki tidak perlu memakai peralatan ataupun pakaian olahraga seperti pada umumnya. Dengan berjalan kaki seluruh angota tubuh berjalan dan berfungsi baik yang diluar maupun didalam tubuh seperti jantung dan paru-paru. Seluruh organ tubuh saling berinteraksi satu sama lain untuk meningkatkan kesehatan.
Gambar II.6 Jalan Kaki
Sumber:http://www.travelmatekamu.com/wpcontent/uploads/2014/11/ tips_jalan_kaki_1.jpg
16 Warming Up
Gerakan pemanas dasar yang harus dilakukan sebelum masuk kepada gerakan inti atau gerakan yang berat, gerakan ini ditujukan agar pelaku tidak mendapatkan cedera dalam melakukan kegiatan tersebut.
Gambar II.7 Warming Up
Sumber: https://www.pinterest.com/amorefitness/office-desk-exercises-at-work-amore-fitness-brisba/
(Diakses Pada 22/12/2015)
Side Neck Stretches
Gambar II.8 Side Neck Stretches
Sumber : http://bkpd.jabarprov.go.id/olahraga-ringan-yang-bisa-anda-lakukan-di-kantor/
17 Sholuder Shrug
Gambar II.9 Sholuder Shrug
Sumber : http://bkpd.jabarprov.go.id/olahraga-ringan-yang-bisa-anda-lakukan-di-kantor/
(Diakses pada 19/11/2015)
Backside Stretch
Gambar II.10 Backside Stretch
Sumber : http://bkpd.jabarprov.go.id/olahraga-ringan-yang-bisa-anda-lakukan-di-kantor/
18 Middle Back Strech
Gambar II.11 Middle Back Strech
Sumber : http://bkpd.jabarprov.go.id/olahraga-ringan-yang-bisa-anda-lakukan-di-kantor/
(Diakses pada 19/11/2015)
Back and Leg Curl
Gambar II.12 Back and Leg Curl
Sumber : http://bkpd.jabarprov.go.id/olahraga-ringan-yang-bisa-anda-lakukan-di-kantor/
19 Leg Lift
Gambar II.13 Leg Lift
Sumber : http://bkpd.jabarprov.go.id/olahraga-ringan-yang-bisa-anda-lakukan-di-kantor/
(Diakses pada 19/11/2015
Chair Sit to Stand
Gambar II.14 Chair Sit to Stand
Sumber : http://bkpd.jabarprov.go.id/olahraga-ringan-yang-bisa-anda-lakukan-di-kantor/
20 II.2 Data Lapangan
Untuk mendapatkan data lapangan pada penelitian, untuk memecahakan masalah yang terjadi pada kebugaran tubuh, metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan menyebarkan kuisioner secara acak kepada warga yang telah bekerja, melakukan wawancara terhadap seseorang yang menempuh pendidikan pada bidang olahraga, baik itu secara medis maupun teknis. Dan melakukan observasi lapangan pada beberapa perusahaan besar diwilayah Kota Bandung dan pencarian sumber karya tulis dibeberapa toko buku dan perpustakaan umum di Kota dan Kabupaten Bandung.
II.2.1 Kuesioner Warga Secara Umum
Pembagian khalayak umum di tetapkan pada golongan usia masyarakat dengan total 40 orang dengan kisaran umur dari 17 tahun – 50 tahun, pertanyaan yang diajukan berupa pengetahuan masyarakat secara umum mengenai kesehatan dan kebugaran.
Berdasarkan data Depkes RI (2009), golongan usia dikategorikan menjadi empat golongan diantaranya:
Golongan 1 = Remaja akhir yang berusia 17-25 tahun Golongan 2 = Dewasa awal yang berusia 26-35 tahun Golongan 3 = Dewasa akhir yang berusia 36-45 tahun Golongan 3 = Dewasa akhir yang berusia 47-55 tahun
Pertanyaan: “Apakah anda mengetahui apa itu kebugaran tubuh?”
21 Pertanyaan: “Apakah anda mengetahui manfaat dan dampak dari kebugaran tubuh?”
Gambar II.16 Pengetahuan terhadapa manfaat dan dampak kebugaran tubuh Sumber: Dokumen Pribadi
Pertanyaan: “Apakah anda tahu etika dalam bekerja didepan komputer?”
Gambar II.17 Pengetahuan etika ketika bekerja Sumber: Dokumen Pribadi
22 Gambar II.18 Pengetahuan akan cara menjaga dan meningkatkan kebugaran
Sumber: Dokumen Pribadi
Dari beberapa hasil kuesioner dapat diketahui :
Dari hasil kuesioner pertama yang disebarkan menunjukan bahwa
seluruh para pekerja kantoran sangat mengetahui apa itu dari kebugaran tubuh .
Kebanyakan 93% dari responden sangat mengetahui sekali
manfaat dari kebugaran tubuh, yang dapat membuat tubuh menjadi sehat pada umumnya serta dapat meningkatkan produktivitas dan
efektivitas dalam bekerja. Dan 3% lainnya megetahui kekurangannya.
Kebanyakan dari responden dari kuesioner ke tiga banyak yang
tidak tahu bagaimana etika dan sikap dalam bekerja didepan layar komputer.
Salah satu yang dapat dilakukan dalam menjaga dan meningkatkan kebugaran tubuhbagi pekerja kantoran denga cara melakukan
23 II.2.2 Wawancara Mengenai Bidang Olahraga
Penelitian Kualitatif dilakukan untuk mengetahui pekerja yang masih menjaga kebugaran tubuh dalam waktu bekerja.
Suryana (37) yang dikenal dengan sapaan Nana, merupakan salah satu mantan pemain persib di era Robby Darwis menurut beliau Kesehatan dan Kebugaran dilihat dari fungsi memang sangatlah penting bagi kelangsungan hidup terutama untuk para pekerja yang memiliki waktu yang sedikit untuk beristirahat karena tuntutan pekerjaan. Dalam kondisi dilapangan menurut Nana “banyak sekali orang termasuk teman-teman saya sudah tidak mementingkan kesehatannya disamping pekerjaanya” karena selain dari waktu kesadaran diri terhadap apa yang dibutuhkan oleh tubuh tidak terperhatikan dengan baik. Dengan lebih detail diperhatikan teman-teman pekerjaan banyak yang terlihat mengeluh, hal itu terlihat dari gerak atau gesture tubuh mereka ketika bekerja.
Dari pengalaman saya yang lama bergerak dibidang olahraga terutama sepakbola, saya Alhamdulillah masih menerapkan ilmu-ilmu yang saya dapatkan ketika masih menjadi pemain. Hal itu terasa sekali oleh saya ketika bekerja. gerakan-gerakan walau hanya yang mudah saja dapat mebuat kondisi tubuh atau badan kita
menjadi baik terutama dapat merubah pola hidup kita menjadi lebih baik.
Miftah Farid (56) bahwa fungsi kebugaran adalah untuk mengembangkan kekuatan, kemampuan, dan kesanggupan daya kreasi serta daya tahan dari setiap manusia yang berguna untuk meningkatkan daya kerja. Bagi kalangan anak-anak untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan, dan kebugaran jasmani bagi orang tua untuk meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan kekuatan otot dan kepadatan tulang.
24 II.2.3 Observasi Lapangan
Observasi lapangan dilakukan untuk melihat kondisi faktual itu sendiri mengenai etika dan sikap para pekerja kantoran ditempat kerja. Kunjungan dilakukan pada bulan Oktober 2015 hingga sekarang, dimana beberapa perusahaan besar seperti BRI, Telkom Indoensia dan PT.POS Indonesia menjadi bahan untuk melakukan obeservasi. Walaupun tidak dapat melakukan dokumentasi baik itu foto maupun video dikarenakan suatu privasi dari perusahaan terssebut, dalam obsevasi terdapat beberapa pekerja kantoran yang masih beretika dan sikap yang kurang baik dan kebanyakan orang sangat fokus dalam pekerjaan.
Dalam pencarian literatur mengenai kebugaran mendapatkan kesuliatan karena tidak ada buku yang secara khusus membahas kebugaaran dengan olahraga singkat ditempat kerja. Kebanyakan buku yang didapat merupakan buku pendidikan bagi olahraga pada umumnya. Terdapat satu buku yang membahas bugar ditempat kerja namun kajian didalamnya hanya sebatas sikap dalam bekerja. Selebihnya yang menjadi sumber untuk perancangan informasi ini merupakan buku psikologi dan jenis-jenis olahraga modern yang telah dimodifikasi.
II.3 Analisis Masalah
Permasalahan yang terjadi pada pekerja kantoran akan menjaga dan meningkatkan kebugaran tubuh tentunya masih kurang diketahui. Para pekerja hanya sebatas mengetahui apa itu kebugaran dan manfaat dari kebugaran, tanpa melakukan suatu tindakan terhadap kebutuhan tubuhnya sendiri. Kesadaran diri merupakan langkah awal dalam mengetahui sebrapa mampu dan kuat tubuh kita dalam bekerja. Para pekerja hanya mengetahui bahwa dalam kondisi lelah mereka hanya memerlukan isitirahat yang cukup, tanpa disadari hal tersebut merupakan kondisi kebugaran tubuh mulai kurang baik. Kurangnya kesadaran dapat terbaikannya kebugaran tubuh.
25 baiknya kebugaran tubuh maka diperlukannya aktivitas yang dapat menjaga dan meningkat kebugaran tubuh yaitu dengan berolahraga dengan singkat dengan ruangan terbatas dan objek yang berada disekitarnya.
II.4 Mandatory
Menurut JDIH (Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum) Mandatory merupakan kata perintah, mandat atau amanat yang bersifat wajib. Kata ini digunakan untuk memberi amanat yang mana didalam mengandung kalimat perintah yang dapat dipertanggung jawabkan, kalimat pada mandatory diberikan oleh seseorang yang berwenang dibidangnya.
Pada Hari Kesehatan Nasional ke-49 tahun bertemakan “Indonesia Cinta Sehat” dengan sub tema “Masayarakat Sehat, Jaminan Kesehatan Nasional Bermanfaat”, pada tanggal 17 November 2013 di JIExpo kemayoran. Menteri Kesehatan Rakyat Indonesia, Ibu Dr.Nafsiah Mboi, SpA, MPH Mensosialisasikan dan sekaliagus meresmikan kegiatan “Senam Sehat Bugar di Tempat Kerja”.
Gerakan senam ini merupakan gerakan senam yang dirancang dan direkomendasi oleh Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga bekerja sama dengan
Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) dan Asosiasi Senam Kebugaran Indonesia (ASKI). Senam ini berdurasi 12 menit ini ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani pekerja dan dapat dilaksanakan serta disosialisasikan oleh insan kesehatan di seluruh Indonesia. Senam yang terdiri dari gerakan latihan pemanasan, gerakan latihan inti dan gerakan latihan pendinginan perlu dilakukan secara baik, benar, terukur dan teratur sebagai upaya promotif dan preventif perilaku sehat. Dengan keadaan tubuh yang sehat dan bugar sehingga dapat melakukan tugas sehari-hari dengan baik dan produktif tanpa merasa lelah yang berlebihan dan tidak mudah jatuh sakit.
II.5 Informasi
26 penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi yang diberikan berupa informasi persuasi, dimana pada informasi ini dilakukan secara bertahap.
II.6 Resume dan Solusi Perancangan
Pada masa dewasa awal menjadi kategori yang terlihat semakin kurang pekanya terhadap kesehatan, terutama kebugaran. Karena pada dasarnya semakin bertambahnya usia maka akan berkurangnya gerak fisik atau aktivitas, semakin berkurangnya aktivitas gerak maka semakin terasa cepatnya rasa lelah pada diri serta dengan banyaknya tuntutan pekerjaan menjadi kurang diperhatikan kesehatan dan kebugaran maka semakin dekat pada resiko sakit.
Hasil analisa dari penelitian lapangan bahwa perlu mengsosialisasikannya sikap dan perilaku dalam bekerja didepan komputer serta menjaga kebugaran tubuh dalam bekerja untuk mengurangi rasa lelah yang berlebihan dalam bekerja terhadap para pekerja kantoran. Maka salah satu solusi yang baik ialah membuat sebuah kampanye sosial yang memberikan informasi serta mengajak para pekerja kantoran untuk melakukan tindakan dengan beretika yang baik dalam bekerja,
27 BAB III. STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP DESAIN
III.1 Strategi Perancangan
Strategi merupakan penentuan dasar goal jangka panjang dan tujuan perusahaan serta pemakaian cara-cara dan alokasi sumber-sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Sumarno, (2001, 139). Kebugaran merupakan hal terpenting untuk melakukan suatu kegiatan terutama untuk pekerja kantoran, karena dengan keadaan tubuh yang bugar maka dalam melakukan kegiatan pekerjaan menjadi lebih baik. Permasalahan yang dimiliki pekerja kantoran yaitu kurangnya ruang dan waktu untuk melakukan olahraga. Didukung dengan kurangnya media informasi mengenai kebugaran, yang khusus mengenai kegiatan kebugaran untuk pekerja kantoran. Strategi perancangan yang dibuat mengenai kebugaran (bugar dengan olahraga singkat) adalah memberikan informasi singkat mengenai kebugaran dan peran kebugaran dalam kehidupan terutama dalam bekerja yang diantaranya meliputi penyebab kebugaran dan cara mengatasi kebugaran dengan olahraga yang singkat. Media yang digunakan adalah motion graphic atau yang sering diketahui animated infographic/ Video infografis, media ini dipakai karena penyesuaian dan perkembangan jaman pada saat ini, dimana video menjadi media yang populer digunakan diberbagai media sosial lainnya. Dan media ini dipilih
disesuaikan dengan kebiasaan pekerja kantoran.
III.1.1 Khalayak Sasaran
Khalayak merupakan penerima, sasaran, pembaca, pendengar, audiens atau komunikan. Khalayak sasaran merupakan penerima atau yang menjadi sasaran suatu kegiatan komunikasi secara tepat.
a. Consumer Insight
28 Perancangan informasi mengenai kebugaran ini lebih diutamakan kepada pekerja kantoran, dikarenakan sistem kerja 8-10 jam yang membuat jadwal mereka padat dengan aktifitas kantor, kebiasaan terlalu lama dalam duduk mengakibatkan peredaran darah pada tubuh tehambat sehingga akan lebih mudah cepat pegal/merasa sakit pada tulang punggung dan mengakibatkan beberapa gangguan penyakit. Sehingga kebugaran terhadap tubuh semakin turun.
Berikut insight dari target audien: Rutinitas.
Ingin terlepas dari stress, kejenuhan, tekanan pekerjaan. Mental/ pikiran terhadap suatu pekerjaan
Membutuhkan hiburan.
Berdasarkan insight dari target audiens diatas, maka dapat disimpulkan
bahwa informasi yang disampaikan haruslah mudah diterima, dan tidak menyita banyak waktu dari aktifitas target audiens serta mudah diakses atau dilakukan dimanapun target audiens berada.
b. Consumer Journey
Tabel III.1 Consumer Journey
Jam Kegiatan Tempat Point of contact 04.00 – 05.00 tangga, gedung, trotoar, Zebra cross
Istirahat Kantin, Kafe, Restoran,
29
Tabel III.I Table Consumer Journey Sumber: Dokumen Pribadi
III.1.1.1 Target Audiens a. Demografis
Menurut Donald J. Boague (1973), demografi adalah ilmu yang mempelajari secara statistika dan matematika tentang besar, komposisi dan distribusi penduduk serta perubahan-perubahannya sepanjang masa melalui bekerjanya 5 komponen demografi, yaitu kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), perkawinan, migrasi dan mobilitas sosial
Usia
Usia menurut Depkes RI adalah satuan waktu yang mengukur keberadaan suatu benda atau makhluk, baik yang hidup maupun yang mati. Batasan usia pada makhluk hidup dapat ditentukan melalui usia kronologis, mental dan biologis.
Adapun kategori usia menurut Depkes RI (2009) : Masa balita = 0-5 tahun
30 Target audiens yang dipilih adalah pegawai kantoran dikarenakan pegawai kantoran memiliki rutinitas yang terus berulang merupakan salah satu penyebab berkurangnya kebugaran terhadap pegawai kantoran dan hal tersebut berdampak pada pikiran dan pekerjaan dan waktu libur untuk beristirahat lebih digunakan untuk bersama keluarga. Dari hasil kuesioner tersebut didapatkan bahwa usia pegawai kantoran yang memliki kebugaran yang semakin menurun yaitu di usia 30-45 Tahun. Ditambah data yang didapat dari BKOM Bandung (Balai Kebugaran Olahraga Masyarakat Bandung) menunjukan yang hampir sama. Kategori usia yang mencakup di dua kategori yaitu masa dewasa awal dan masa dewasa akhir maka diambilah dua kategori usia tersebut.
Namun adanya target sekunder yang digunakan maka penelitian ini yaitu dipilihlah kategori remaja akhir yaitu 17-25 tahun, karena pada remaja akhir fase remaja sudah bisa berfikir secara benar dan mengenali dirinya, pada fase ini remaja sudah menggariskan bagaimana pola hidup dan tujuan yang aka dijalaninya. Dan pada fase ini kebanyakan remaja sudah siap dan mampu untuk bekerja.
Status Ekonomi : Kalangan menengah ke atas.
Namun adanya target sekunder tidak menutup kemungkina semua kalangan dapat menerima informasi ini.
Jenis Kelamin : Laki-laki dan perempuan Pendidikan : Pekerja
Tempat : PT. Adi Putra Jaya
Jl. Terusan Tarumanega No. 57-59 Status : Belum menikah dan Menikah
b. Psikografis
31 konsumen. Psikografik memuat beberapa pernyataan yang menggambarkan kegiatan, minat dan pendapat konsumen atau gaya hidup konsumen.
Motion Graphic yang akan dibuat ditunjukan kepada pekerja kantoran yang
padat akan jadwal kegiatan dan rutinitas yang terus berulang serta gaya hidup dari pegawai kantoran terebut seperti apa, sehingga media yang dibuat harus dapat diakses dimana saja dan kapan saja.
c. Geografis
Menurut Prof. Bintarto (1981) Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.
Masyarakat Indonesia lebih khususnya pegawai kantoran yang berada diwilayah Kota Bandung.
d. Target Sekunder
Target sekunder merupakan target sasaran selain dari target utama yang diincar. dari media ini mengenai bugar dengan olahraga singkat adalah semua kalangan, karena lebih sering dilakukan dari mulai kandungan, anak-anak, remaja, dewasa dan lansia maka akan terjaga kebugaran tubuh dan dapat meminimalisir penyakit kronis (penyakit bawaan dari hormon keluarga)
III.1.2 Strategi Komunikasi Strategi komunikasi AISAS
a. Attention (Perhatian)
32 Contoh Kalimat yang digunakan pada perancangan informasi mengenai kebugaran adalah :
“Sering mengalami lelah yang amat sangat ?!!” “Sering mengantuk ditempat kerja ?!!”
“Merasakan rasa sakit ditulang punggung ?!!” “Yakin sudah bugar ?!!”
“Ada waktu untuk keluarga ??” “Mudah lelah !??”
“Waktumu untuk keluarga berkurang karena kelelahan ?!!” “Masih punya waktu untuk keluarga setelah pulang kerja?!” “Mudah hilang semangat dalam bekerja ??!”
“Selalu malas dalam bekerja ?!!” “Sering sakit ??!”
“Kondisi tubuh tidak stabil ?!!”
b. Interest (Minat)
Menumbuhkan minat untuk ingin tahu lebih dalam dari target audiens setelah target audiens mendapatkan perhatian. Penggunaan kalimat untuk lebih tergugah dan hashtag menambah keleluasaan dalam memperkenalkan program ini yaitu dengan media jejaring sosial karena tidak terkendala oleh waktu. Semakin banyak hashtag kemungkinan semakin banyak orang membaca.
Berikut contoh kalimat pada penerapan interest: “Ada cara untuk membuat tubuhmu fit” “mengatasi lelah dengan mudah”
“cara mengatasi rasa kantuk ditempat kerja”
33 Selanjutnya adalah penyebaran poster dan flyer mengenai kebuagran untuk meningkatkan popularitas hashtag yang telah menyebar di sosial media. Penyebaran poster dilakukan di tempat umum seperti halte, stasiun, mading dan lain-lain
c. Search
Pada tahap search memungkinkan target audiens semakin ingin tergerak perasaannya mengenai kebugaran. Pada penyampaian ini dilakukan melalui mobil BKOM keliling dan sosialisasi mengenai kebugaran pada kunjungan Instansi BKOM dan video singkat ini diputar dan diperlihatkan kepada pekerja kantoran dan penyebaran video melaui website.
d. Action
Pada tahap action BKOM mengadakan kunjungan instansi yang akan mendapatkan pengecekan kebugaran, khususnya untuk pekerja kantoran. dalam kegiatan ini BKOM akan menyebar buku mengenai panduan menjaga kebugaran tubuh untuk pekerja kantoran. dan memberikan gift kepada pekerja kantoran yang dapat dikatakan kebugarannya baik setelah dilakukannya pengecekan oleh tim dokter BKOM diantarnya adalah buku, mug dan kaos.
Video Motion graphic dan buku merupakan media dalam kampanye ini, didalam video ini berisikan tindakan yang dapat dilakukan ditempat kerja agar mendapat kebugaran yang baik, terutama untuk menghindari otot tegang pada saat bekerja danmudah terserangnya penyakit akibat dari kondisi tubuh yang tidak stabil.
34 e. Share
Memanfaatkan media yang sering digunakan yaitu Handphone, Komputer yang memungkinkan dapat dikases selama 24 jam tanpa ada batasan waktu. Maka dengan membagikan melalui Media sosial lainnya seperti facebook, instagram, path, untuk menarik perhatian. Konten yang berisi pada sosial media berupa potongan video gerakan dan informasi mengenai kebugaran tubuh.
III.1.2.1 Tujuan Komunikasi
Tujuan komunikasi perancangan kampanye sosial bugar dengan olahraga singkat ini antara lain:
a. Mengajak pekerja kantoran untuk menjaga dan melakukan kebugaran ditempat kerja dan memberikan informasi mengenai kebugaran secara ringan sehingga dapat dengan mudah dipahami.
III.1.2.2 Pendekatan Komunikasi
Menurut Raymond Ross komunikasi adalah suatu proses yang menyortir, memilih dan mengirim simbol - simbol yang sedemikian rupa sehingga dapat membantu pendengar dalam membangkitkan daya respon atau pemaknaan dari sebuah
pemikiran yang selaras dengan yang dimaksud oleh komunikator.
35 a. Pendekatan Komunikasi Secara Visual
Pendekatan visual yang akan digunakan adalah visual dan warna yang menarik dikarenakan hal yang sering dilihat pegawai kantoran terlalu monoton. Dari visual tersebut tidak dititik beratkan khusus untuk pekerja kantoran namun visual dan warna pun dapat dilihat oleh semua kalangan.
b. Pendekatan Komunikasi Secara Verbal
Bahasa yang digunakan dalam video infografis mengenai kebugaran adalah bahasa indonesia yang baku dan sering dipakai sehari – hari. Bertujuan agar informasi yang disampaikan tidak terdengar terlalu berat, mudah dipahami, namun memberikan kesan serius.
III.1.2.3 Sifat Pesan
Pesan yang disampaikan dalam kampanye ini adalah memberi ajakan kepada pekerja kantoran untuk melakukan olahraga didalam sela pekerjaan walau dengan ruang dan waktu yang singkat.
III.1.2.4 Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang digunakan adalah gaya bahasa persuasif, yang betujuan untuk
mengajak pekerja kantoran melakukan olahraga ditempat kerja. Karena sesuai dengan kampanye ini merupakan kampanye sosial.
III.1.2.5 Materi Pesan
Materi pesan yang akan diberikan pada media video kampanye sosial ini berisikan Pemahaman mengenai kebuagran.
Gerakan yang bisa dilakukan ditempat kerja.
Materi informasi yang akan disampaikan pada media buku: Pemahaman dasar dan indikator mengenai kebugaran Cara mencegah dan mengatasi kebugaran
36 III.1.2.5.1 Statement problem
Kondisi bugar memberikan kenyamanan dalam hidup. Dengan tubuh yang bugar dan sehat, terhindar dari penyakit. Serta menumbuhkan hormon endorfin yang membuat tubuh menjadi bebas beraktivitas dan lebih produktif.
III.1.2.5.2 Keyword dan Key visual a. Keyword dan key visual
Bugar, Kerja, hidup, nyaman, bebas, Penyakit, Aktivitas, produktif.
b. Key visual
Gambar III.1 Key Visual Sumber: Dokumen Pribadi
III.1.2.6 Copywriting a. Tagline
BUGAR PASTI SEHAT
b. Headline
“BUGAR ... KERJA PRODUKTIF” “BUGAR BEBAS PENYAKIT” “BUGAR BEBAS BERAKTIVITAS” “BADAN BUGAR UNTUK KELUARGA”
37 “BUGAR HIDUP NYAMAN”
“BUGAR BERAKTIVITAS NYAMAN”
III.1.3 Mandatory
Pada Hari Kesehatan Nasional ke-49 tahun bertemakan “Indonesia Cinta Sehat” dengan sub tema “Masayarakat Sehat, Jaminan Kesehatan Nasional Bermanfaat”, pada tanggal 17 November 2013 di JIExpo kemayoran. Menteri Kesehatan Rakyat
Indonesia, Ibu Dr.Nafsiah Mboi, SpA, MPH Mensosialisasikan dan sekaligus meresmikan kegiatan “Senam Sehat Bugar di Tempat Kerja”.
III.1.4 Strategi Kreatif
Strategi kreatif pada penyampaian motion graphic mengenai bugar dengan olahraga singkat ini adalah berupa pernyampaian informasi persuasif. Yang akan membuat target audiens menjadi berfikir bahwa bugar itu sangatlah penting dalam melakukan suatu aktivitas/kegiatan dan menerapkannya dikehidupan sehari-hari.
a. Storyline
38 b. Gaya Ilustrasi
Gaya ilustrasi yang digunakan yaitu flat design karena disesuaikan dengan zaman yang lebih simple. Dan pekerja kantoran yang menjadi target primer nya maka dari itu harus dapat menghibur dan tidak membosankan baik dilihat dari bentuk dan warna.
Gambar III.3 Referensi visual chris philips Sumber: www.Crispe.com
III.1.5 Strategi Media
Berdasarkan pada objek perancangan yang akan dibuat, maka dalam pemilihan suatu media dibuatlah mapping media, media yang dipilih diharapakan dapat menjadi solusi yang baik untuk permasalahannya. Media yang digunakan terdapat dua jenis yaitu media utama dan pendukung. Namun pada kampanye sosial ini merupakan hal yang sangat penting karena semua media yang digunakan merupakan utama.
a. Video infografis merupakan salah satu media yang dianggap cukup efektif untuk penyampain pesan kampanye sosial. Karena video infografis merupakan kombinasi dari bahasa film, animasi dan desain grafis dan menyatukan beberapa elemen kreatif seperti typografi, ilustrasi, bentuk dan video. Menurut Doug Newsom and Jim Haynes (2004:236 Bentuk video infografis hampir semua videonya dapat dikonsumsi oleh masyarakat umum.
Media akan menggunakan motion graphic berupa gerakan bugar dengan
39 kondisi dilapang baik itu ruang, waktu dan jenis kelamin. Motion graphic ini ditunjukan untuk target primer yaitu pakerja kantoran yang berusia 30-45 tahun, karena pada kondisi lapangan usia tersebut mengalami penurunan kondisi tubuh yang signifikan, dan informasi disajikan dengan menarik dan baik secara visual maupun verbal.
Gambar III.4 Video motion graphic Sumber: Dokumen Pribadi
b. Media pendukung
Kunjungan instansi BKOM merupakan program dari BKOM untuk
melakukan sosialisai ataupun mengecek kebugaran instansi yang bersangkutan. Program ini diadakan setiap tahun sesuai jadwal program yang telah dibuat. Pada akhir tahun ini terdapat kunjungan Instansi pada tanggal 24 Agustus 2016 bertempat di PT. Indah Karya jl. Golf Raya No. 2A, Cisaranten Bina Harapan, Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat. Merupakan perusahaan yang bergerak di BUMN. Edukasi yang diberikan membuang pikiran olahraga itu sulit , perlu banyak pertimbangan.
Penberian edukasi terhadap para pekerja mengenai kebuagran lebih
40 kebutuhan pekerja, buku ini disesuaikan dengan target pekerja untuk yang lebih menyukai membaca.
Gambar III.5 Buku Sumber: Dokumen Pribadi
Hashtag
Hashtag merupakan kata atau frasa (tanpa spasi) yang diawali dengan
41 Gambar III.6 Contoh Penggunaan Hashtag
Sumber: https://www.drupal.org/files/2013-10-01_1921.png
a. Tahap informasi Flyer
Media ini media yang luas dalam penyebarannya, serta dapat memberikan informasi secara detail tanpa perlu banyak konten dan space.
42 Poster A3
Poster yang disebarkan melalui jejaring sosial maupun media cetak diharapkan mampu menjadi media persuasi yang efektif untuk target audiens.
Gambar III.8 Contoh Poster A3 Sumber : Dokumen Pribadi
Baliho
Baliho ditempatkan ditempat-tempat yang strategis didaerah pusat Kota Bandung, yang bertujuan agar dapat menyampaikan pesan kepada audiens
43 Gambar III.10 Baliho Fotografi
Sumber : Dokumen Pribadi
44 X Banner
Gambar III.12 X Banner Sumber : Dokumen Pribadi
b. Merchandise
Menjadi pengingat dalam media, tujuannya sebagai pengingat target audiens mengenai kebugaran. Merchandise yang akan digunakan diantaranya Gantungan, Pin, Mug, Kalender, Kaos, Stiker.
45 Ambient media
Gambar III.14 Contoh Ambient media lift Sumber : Dokumen Pribadi
III.1.6 Strategi Distribusi
Gambar III.15 Tabel Distribusi Sumber: Dokumen Pribadi
III.2 Konsep Desain
46 III.2.1 Format Desain
Format video infografis ini menggunakan resolusi widescreen 16:9 mempertimbangkan pandangan mata seseorang yang bersifat horizontal, sehingga akan mendapatkan kenyamanan saat menonton, dengan spesifikasi format sebagai berikut :
Custom video for windows Frame size: 1920 x 1080 px Frame rate: 25 fps
Aspect ratio: PAL widescreen square pixel 16 : 9 Channel: RGB
Color: Millions of Colors+ Format video: Movie (.avi) Video Codec: Animation Duration: 00:02:26
Audio sample rate: 48 kHz Audio channels: Stereo Format audio: mp3
III.2.2 Tata letak
Penyusunan elemen-elemen pada media perancangan ini menggunakan penekanan pada bagia tengah layar, karena fokus point konsumen terhadap media yang ditampilkan tidak berubah dan tidak lelah dalam melihat.
47 Berikut tata letak penerapan pada video motion graphic kampanye sosial
berdasarkan konsep dan referensi yang telah ditentukan.
Gambar III.17 Penerapan tatan letak pada video Sumber: Dokumen Pribadi
III.2.3 Huruf
Untuk menyesuaikan gaya karakter dan suasana maka jenis tipografi yang digunakan untuk penerapan pada media kampanye sosial ini adalah font yang memiliki bentuk lurus tegas dan simple. Maka jenis yang digunakan adalah Roboto dari keluarga Sans-serif. Jenis ini digunakan unruk media utama (Video) karena untuk kemudahan membaca dalam pergerakan animasi teks.
Gambar III.18 Jenis font pada Video Sumber: Dokumen Pribadi
48 Gambar III.19 Jenis font yang digunakan pada Buku
Sumber: Dokumen Pribadi
III.2.4 Warna
Warna yang digunakan pada media perancangan ini adalah kombinasi antara warna flat design. Diantaranya warna cool, yaitu warna yang terhindar dari warna blok atau warna primer. Warna ini digunakan untuk menciptakan suasana yang nyaman dan fresh.
Gambar III.20 Referensi warna
Sumber: http://repository.binus.ac.id/2006-1/moduleplan/U0094.Teori_Warna_
49 Gambar III.21 warna
Sumber : Dokumen Pribadi
III.2.5 Illustrasi
Gaya ilustrasi yang sigunakan untuk video dan buku dalam kampanye ini adalah desain datar atau yang lebih dikenal dengan flat design. Dengan gaya yang minimalis akan terkesan mudah dan warna yang dipakai mudah diterima oleh mata.
Gambar III.22 Penerapan Warna Sumber : Dokumen Pribadi
A. Tokoh Utama
50 Gambar III.23 Karakter Utama
Sumber : Dokumen Pribadi
B. Suasana
Suasana atau background yang digunakan pada video yaitu hijau, karena hijau mencirikan bahwa hal tersebut lebih dekat dengan alam dan kesehatan.
Gambar III.24 Suasana ruangan Sumber : Dokumen Pribadi
C. Infographic
51 Gambar III.25 Elemen Grafis
Sumber : Dokumen Pribadi
D. Logo Kampanye
Logo ini diterapkan pada setiap emdia yang digunakan. Tujuannya agar masayarakat paham bahwa kampanye ini merupakan kampanye resmi atau yang sering disebut event identity.
Gambar III.26 Logo Kampanye Sumber : Dokumen Pribadi
III.2.6 Audio
52 Audio digunakan didapatkan dari situs Evanto.com yaitu situs berbayar, sehingga audio yang digunakan original milik pribadi.
III.2.7 Fotografi
Fotografi digunakan pada media buku, karena pada media buku menggunakan ilustrasi dan fotografi.
Gambar III.27 Fotografi Sumber : Dokumen Pribadi
Buku yang digunakan berukuran 25 cm x 17 cm meter, ukuran ini tepat sebagai buju pegangan dan panduan untuk target audiens. Sesuai dengan konsep bahwa buku ini dibuat untuk mempermudah.
III. 2.8 Tata Letak (layout)
Layout yang digunakan dalam buku informasi burung gereja ini dibuat sesederhana mungkin, namun tetap mengindahkan standar layout sebuah buku informasi, terutama dalam hal penempatan teks dan tingkat keterbacaan. Layout yang digunakan tidak memberatkan bagi pembaca.
Menurut Sofjan Assauri (2004;57) pengertian plant layout adalah fase yang
53 Gambar III.28 Referensi Layout buku
Sumber : http://markos-esther.com/_include/img/work/05project/img/jpeg/03.jpg
54 BAB IV. KONSEP TEKNIS PRODUKSI DAN APLIKASI MEDIA
IV.1 Media Utama
Sesuai dengan strategi perancangan dan konsep visual, media utama yang dibuat dalam perancangan kampanye sosial ini adalah video motion graphic.
IV.2 Perangkat Produksi
Pembuatan video motion graphic serta media kampanye lainnya ini dibuat dengan Personal Computer dengan spesifikasi berikut:
Processor : Interl(R) Core(TM i7-4790
Motherboard : MSI B85-G43 GAMING <MS-7816> Harddisk : 1000 Gb / 1Tb
VGA : RADEON MSI R9 270
Memory/RAM :4096 Mb
Monitor : SAMSUNG LCD SyncMaster943 Speaker : Custom
Berikut Software yang digunakan dalam melakukan editing, baik itu video
maupun ilustrasi lainnya: Adobe Illustrator CC 2015 Adobe After Effect CC 2015 Adobe Premiere CC 2015 Sony Vegas Pro 13
IV.2.1 Teknis Produksi a. Pra Produksi
Pada tahap pra produksi dilakukan beberapa tahapan yang aka menunjang pada media/aplikasi yang akan diproduksi, diantaranya:
Storyline, merupakan konsep tertulis yang akan diterapkan pada
55 Gambar IV.1 : Storyline
Sumber: Dokumen Pribadi
Storyboard, merupakan konsep visual manual yang akan diterapkan pada
penggaplikasiannya, baik itu dari ceerita, karakter, suasana, angle, efek dan transisi.
Study Character, merupaka pengolahan karakter yang akan digunakan harus disesuaikan dengan target audiens. Pembuatan karakter menggunakan Software adobe illustrator CC 2015.
56 b. Produksi
Pada tahapan produkasi, dilkaukan proses compositing, animating visual effect, dan juga transisi menggunakan software Adobe After Effect CC 2015.
Gambar IV.3 : Proses pembuatan opening Sumber: Dokumen Pribadi
Gambar IV.4 : Proses animasi Sumber: Dokumen Pribadi
57 c. Pasca produksi
Setelah proses produksi selesai, maka dilakukan tahap rendering.
Gambar IV.6 : Proses rendering Sumber: Dokumen Pribadi
Render Setting :
Format : HD Movie (.MP4) Video Codec : Animation Video Channel : RGB
58 Setelah proses pasca produksi selesai, maka video pun siap untuk dipertontonkan.
Gambar IV.7 : Hasil Akhir Video motion graphic Sumber: Dokumen Pribadi
IV.3 Teknik Cetak IV.3.1 Buku
Buku ini berisikan cara penyampaian informasi menggunakan ilustrasi flat desain dan fotografi, kedua bagian dari desain ini diterapkan agar pembaca tidak mudah bosan ketika melihat dan membukanya. Ukuran pada buku ini tidak terlalu besar dan tabal karena buku ini didesain seminimlis mungkin agar memudahkan pembaca dapat mebawanya kemanapun.
59 Gambar IV.8 cover buku depan dan belakang
Sumber : Dokumen Pribadi
- Ukuran : 25 cm x 17cm
- Material : Art Papper 260 gsm Laminasi doff - Teknis Produksi : Cetak Offset
-IV.3.2 Media Pendukung
Untuk mendukung media utama, maka dibuat media pendukung yang terdiri dari : a. Ambient media
60 Gambar IV.9 : ambient media lift
Sumber : Dokumen Pribadi
- Ukuran : 25o cm x 120cm
- Material : Vinyl 210 gsm Laminasi doff - Teknis Produksi : Cetak Offset
b. Flyer
Gambar IV.10 Contoh Flyer Sumber Sumber Pribadi
Flyer memudahkan target audiens untuk mendapatkan informasi yang nantinya akan berhubungan, dengan media utama
61 c. Poster A3
Gambar III.11 Contoh Poster Sumber : Dokumen Pribadi
Poster berisi tentang pengertian bugar dan bagian detak gerakan serta tagline.. Poster dicetak dalam ukuran A3 yang nantinya akan disebar dan ditempel di tempat umum seperti halte bus, stasiun dan sebagainya
62 d. X Banner
Gambar IV.12 X Banner Sumber : Dokumen Pribadi
X banner berisi informasi menjaga kebugaran tubuh ditempat kerja dan suasana ideal ditempat kerja .
Ukuran : 60 x 160
Material : PET Neutra Indoor Teknis produksi : Cetak offset
e. Baliho
63 Gambar III.13 Baliho Tipografi
Sumber : Dokumen Pribadi
Ukuran : 2,9 M x 4,1 M Material : Flexi China Teknis produksi : Cetak offset
64 Ukuran : L 1,5 M x 3,1 M
P 1,9 M x 3,1 M Material : Flexi China Teknis produksi : Cetak offset
Gambar IV.15 :Baliho Ilustrasi Sumber : Dokumen Pribadi
65 f. Pin
Gambar IV.16 Pin Sumber : Dokumen Pribadi
Pin dijadikan sebagai hadiah ketika telah melakukan pengecekan kebugarandan sebagai media pengingat yang bisa dibawa kemana-mana, sehingga konsumen akan melihatnya dan mengingatkan kepada media utama.
Ukuran : Diameter 5,8 cm
Material : Art papper laminasi Doff, Teknis produksi : Cetak Printer
g. Mug
66 Mug dijadikan sebagai hadiah ketika telah melakukan pengecekan kebugaran dan sebagai media pengingat ketika berada ditempat kerja, sehingga konsumen akan melihatnya dan mengingatkan kepada media utama.
Ukuran : Diameter 8,2 cm. Tinggi 9,5 Cm Material : Keramik
Teknis produksi : Offset
h. T-Shirt
Gambar IV.18 T-Shirt Sumber : Dokumen Pribadi
T-Shirt dijadikan sebagai hadiah ketika telah melakukan pengecekan kebugaran
dan pekerja tersebut memiliki kebugaran yang baik. dan sebagai media pengingat ketika berada diluar jam kerja.
67 i. Kalender
Gambar IV.19 Topi Sumber : Dokumen Pribadi
Topi dijadikan sebagai hadiah ketika telah melakukan pengecekan kebugaran dan pekerja tersebut memiliki kebugaran yang baik. dan sebagai media pengingat ketika berada diluar jam kerja.
Ukuran : 21 Cm x 15 Cm Material : Art Paper (150 gram) Teknis produksi : Printing
j. Stiker
68 Ukuran : 6 Cm x 6 Cm
Material : Stiker Vinyl Teknis produksi : Offset Printing
k. Penerapan media
Gambar IV.20 :penerapan Baliho ditempat parkir Sumber : Dokumen Pribadi
.
69 Gambar IV.22 :Penerapan Posster
Sumber : Dokumen Pribadi