Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung
Program Strata Satu (S-1) – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) – Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Mata Kuliah : Manajemen Lembaga Pendidikan Islam (MLPI) – Kode : KUT 144 – Bobot : 2 sks – Semester Empat 2014-2015
Dosen : Drs. H. Ali Rohmad, M.Ag – NIP : 196111101990011001
PENILAIAN KOMPETENSI
DASAR HASIL BELAJAR INDIKATOR HASIL BELAJAR MATERI PEMBELAJARAN PENGALAMAN BELAJAR JENIS
PENILAIAN BENTUK PENILAIAN
ALOKASI
WAKTU SUMBER BELAJAR
Mahasiswa semakin mengapresiasi secara komprehensif mengenai konsep-konsep manajemen lembaga pendidikan Islamiy melalui pendekatan multidisipliner, agar memiliki wawasan dan skills sebagai guru dan manajer yang dinamik bagi penyelenggaraan pendidikan pada jalur informal, jalur formal, dan jalur nonformal demi efektivitas pencapaian tujuan pendidikan.
Mahasiswa dapat : 1. Memahami
konsep-konsep manajemen lembaga pendidikan Islamiy. 2. Memiliki sikap
kritis, obyektif, responsif, konstruktif, inovatif terhadap konsep-konsep manajemen lembaga pendidikan Islamiy. 3. Memiliki
ketrampilan meneliti konsep-konsep manajemen lembaga pendidikan Islamiy dan penerapannya dalam konteks kehidupan era globalisasi.
Mahasiswa dapat : 1. Mengekspresikan
perilaku yang signifikan di bidang kode etik mahasiswa. 2. Mendeskripsikan
secara komprehensif konsep-konsep manajemen lembaga pendidikan Islamiy.
3. Mempublikasikan hasil observasi atas konsep-konsep manajemen lembaga pendidikan Islamiy beserta penerapannya dalam konteks kehidupan era globalisasi ke dalam forum ilmiah dan/atau media ilmiah.
1. Seputar manajemen pendidikan Islamiy. 2. Kebijakan
pemerintah mengenai manajemen pendidikan pada madrasah dan sekolah. 3. Kepemimpinan
Islamiy kepala madrasah dan sekolah.
4. Manajemen ... pada madrasah dan sekolah.
a. perumusan visi, misi, tujuan, renstra b. perubahan c. konflik d. kesiswaan e. personalia f. pembelajaran g. sarana prasarana h. pembiayaan i. kemitraan j. dan lain-lain
1. Kontinuitas mentaati kode etik mahasiswa demi efektivitas perkuliahan.
2. Mendengarkan ceramah dosen.
3. Tanya jawab dan dialog secara akademis antara dosen-mahasiswa, dan antar mahasiswa. 4. Menelaah rujukan,
membuat resume sebagai data kutipan langsung.
5. Memanfaatkan website sebagai sumber belajar. 6. Menulis makalah
ilmiah mengenai suatu konsep manajemen lembaga pendidikan Islamiy.
7. Mengobservasi penerapan manajemen lembaga pendidikan Islamiy.
8. Menulis hasil observasi tersebut untuk
dipresentasikan ke dalam forum ilmiah dan/atau dipublikasikan dalam media ilmiah.
1. Ekspresi perilaku yang signifikan di bidang kode etik
mahasiswa. 2. Frekwensi
kehadiran dalam pekuliahan. 3. Kreatifitas
dalam perkuliahan : tanya jawab, dialog, debat, diskusi, presentasi. 4. Realisasi tugas
terstruktur. 5. Kemampuan
menyajikan artikel ilmiah bidang manajemen pendidikan Islamiy melalui forum ilmiah dan/ atau media ilmiah. 1. Observasi kehadiran mahasiswa dalam pekuliahan dan perilaku mensikapi kode etik mahasiswa. 2. Observasi kreatifitas mahasiswa dalam perkuliahan. 3. Observasi realisasi tugas terstruktur. 4. Observasi karya tulis ilmiah yang telah disajikan dalam forum ilmiah dan/ atau media ilmiah. 5. Ujian Tengah
Semster. 6. Ujian Akhir
Semester.
Minimal 100 menit kali 12 tatap muka.
Maksimal 100 menit kali 16 tatap muka.
1. Perpustakaan. 2. Internet.
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)
IAIN Tulungagung – Program Strata Satu (S-1) – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) – Semester Empat 2014-2015M
Mata Kuliah : Manajemen Lembaga Pendidikan Islam (MLPI) – KUT 144 – Bobot 2 sks Dosen : Drs. H. Ali Rohmad, M.Ag – NIP. 19611110-199001-1001
KE TEMA PERKULIAHAN TUJUAN SUBYEK
01 a. Recek tulisan tangan. b. Recek bacaan al-Qur’an c. Niat hadir di STAIN-TA. d. Silabus dan SAP.
Memperkokoh kerja sama sekaligus persaingan antara dosen dengan mahasiswa dan antar mahasiswa demi aktualisasi interaksi edukatif.
Dosen Mahasiswa
Manajemen lembaga pendidikan Islamiy
(suatu pengantar). Lebih memahami manajemen lembaga pendidikan Islamiy beserta landasan, tujuan, fungsi, urgensi, sasaran, sifat.
02
Kebijakan pemerintah era reformasi mengenai manajemen penyelenggaraan pendidikan pada jalur formal jenjang dasar dan menengah (madrasah dan sekolah) di Indonesia.
Lebih memahami arah kebijakan pemerintah era reformasi
mengenai manajemen penyelenggaraan pendidikan pada madrasah dan sekolah.
Dosen Mahasiswa
03 School Based Management pada
madrasah dan sekolah. Lebih memahami aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif konsep dan/atau kebijakan pemerintah.
Dosen Mahasiswa
04 Kepemimpinan Islamiy kepala madrasah
dan sekolah. Lebih memahami aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif konsep dan/atau kebijakan pemerintah.
Penyaji K 01 Pemband K 02 Dosen
05 Manajemen perumusan visi, misi, tujuan, rencana strategik, SOP pada madrasah dan sekolah.
Lebih memahami aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif konsep dan/atau kebijakan pemerintah.
Penyaji K 02 Pemband K 03 Dosen
06 Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan pada madrasah dan sekolah. Lebih memahami aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif konsep dan/atau kebijakan pemerintah.
Penyaji K 03 Pemband K 04 Dosen
07 Manajemen kesiswaan dan alumni pada
madrasah dan sekolah. Lebih memahami aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif konsep dan/atau kebijakan pemerintah.
Penyaji K 04 Pemband K 05 Dosen
08 Manajemen perubahan pada madrasah
dan sekolah. Lebih memahami aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif konsep dan/atau kebijakan pemerintah.
Penyaji K 05 Pemband K 06 Dosen
09 Manajemen konflik pada madrasah dan
sekolah. Lebih memahami aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif konsep dan/atau kebijakan pemerintah.
Penyaji K 06 Pemband K 07 Dosen
10 Manajemen kurikulum dan pembelajaran
pada madrasah dan sekolah. Lebih memahami aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif konsep dan/atau kebijakan pemerintah.
Penyaji K 07 Pemband K 08 Dosen
11 Manajemen sarana dan prasarana pada
madrasah dan sekolah. Lebih memahami aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif konsep dan/atau kebijakan pemerintah.
Penyaji K 08 Pemband K 09 Dosen
12 Manajemen keuangan dan pembiayaan
pada madrasah dan sekolah. Lebih memahami aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif konsep dan/atau kebijakan pemerintah.
13 Manajemen peran-serta masyarakat dan
kemitraan pada madrasah dan sekolah. Lebih memahami aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif konsep dan/atau kebijakan pemerintah.
Dosen Mahasiswa
14 Manajemen budaya dan lingkungan pada
madrasah dan sekolah. Lebih memahami aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif konsep dan/atau kebijakan pemerintah.
Dosen Mahasiswa
15 Manajemen keterbukaan informasi pada
madrasah dan sekolah. Lebih memahami aspek-aspek yang terkait dengan tema dalam perspektif konsep dan/atau kebijakan pemerintah.
Dosen Mahasiswa
16 Muhasabah Perjalanan Perkuliahan Satu
Semester. Untuk mendapatkan kritik dan saran dari mahasiswa demi perbaikan perkuliahan yad.
Dosen Mahasiswa
Catatan :
A. Deskripsi : Manajemen Lembaga Pendidikan Islam merupakan bagian dari jajaran nama Mata Kuliah Kompetensi Utama Tarbiyah (MKKUT) yang relatif signifikan untuk memperluas wawasan dan skill para mahasiswa dalam konteks “profesionalisme” sebagaimana diidealkan oleh jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan pemberian penekanan (stressing) pada urgensi apresiasi secara komprehensif mengenai seputar konsep manajemen lembaga pendidikan Islamiy dan kebijakan pemerintah seputar pengelolaan pendidikan, agar ketika mereka menjadi sarjana memiliki kompetensi sebagai guru plus sebagai manajer yang dinamik lagi produktif bagi pencapaian tujuan penyelenggaraan pendidikan di madrasah atau sekolah.
B. Tujuan : mahasiswa semakin menguasai aspek-aspek konsep manajemen lembaga pendidikan Islamiy dan kebijakan pemerintah seputar pengelolaan pendidikan sekaligus memiliki ancangan wawasan dan sikap profesional guna melaksanakan tugas-tugas sebagai guru plus sebagai manajer di madrasah atau sekolah.
C. Kode etik dosen dan kode etik mahasiswa menjadi perekat kerja-sama antar dosen, antara dosen dengan mahasiswa dan antar mahasiswa, sekaligus menjadi peroket persaingan antar mereka.
D. Perkuliahan juga mengacu pada ketentuan libur nasional dan cuti bersama (dalam file pdf).
E. Mata kuliah yang diampu oleh dosen ini untuk semester genap ini pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Tulungagung adalah seperti di bawah ini.
NO HARI JAM KE JAM WIB KELAS RUANG
01 Senin 0 05.20 – 07.00 MLPI-4E T-28 - PAI
02 Selasa 0 05.20 – 07.00 KSP-6A T-04 - PAI
03 Selasa 1 07.00 – 08.40 KSP-6D T-04 - PAI
04 Selasa 2 08.40 – 10.20 KSP-6C T-03 - PAI
05 Rabu 0 05.20 – 07.00 MLPI-4F T-05 - PAI
06 Rabu 1 07.00 – 08.40 KSP-6E T-05 – PAI
07 Kamis 0 05.20 – 07.00 KSP-6B T-20 – PAI
F. Aktivitas mahasiswa perminggu dihitung berdasarkan ketentuan 1 sks = 50 menit kegiatan terjadwal bersama dosen, 60 menit tugas terstruktur, 60 menit tugas mandiri.
G. Perkuliahan direalisasikan dengan ceramah, dialog, diskusi, pemberian tugas, dan ujian. Untuk diskusi terdiri dari dosen sebagai moderator, kelompok mahasiswa sebagai penyaji, kelompok mahasiswa sebagai pembanding, dan kelompok mahasiswa sebagai peserta.
H. Setiap realisasi dialog, diskusi, tanya jawab; mahasiswa harus menyebutkan nomor urut sebagai termaktub dalam daftar hadir.
I. Daftar rujukan :
03. Akdon, Strategic Management for Educational Management, Alfabeta, Bandung. 04. Barnawi dan M. Arifin, Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah, Ar-Ruzz Media,
Jogjakarta.
05. B. Suryosubroto, Manajemen Pendidikan di Sekolah, PT. Rineka Cipta, Jakarta.
06. Departemen Agama RI, Pengawasan dengan Pendekatan Agama untuk Penyuluh Agama, Guru, dan Widyaiswara.
07. E. Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung. 08. H.A.R. Tilaar, Manajemen Pendidikan Nasional, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung. 09. Husaini Usman, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, PT. Bumi Aksara,
Jakarta.
10. Imron Arifin, Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mengelola Sekolah Berprestasi, Aditya Media Publishing, Malang.
11. John Suprihanto, Perilaku Organisasional, Bagian Penerbitan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
12. Ketentuan Peraturan Perundangan-undangan yang berlaku : a. UUD RI 1945.
b. UU RI 20 – 2003 : Sisdiknas.
c. UU RI No. 14 – 2005 : Guru dan Dosen.
d. UU RI No. 14 – 2008 : Keterbukaan Informasi Publik; PP No. 61 – 2010; Permendagri No. 35 – 2010.
e. PP No. 19 – 2005 : SNP sebagai telah diubah dengan PP nomor 32-2013. f. PP No. 17 – 2010 : Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. g. Peraturan Presiden No. 54 – 2010 : Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
h. Permendiknas No. 19 – 2007 : Standar Pengelolaan Pendidikan oleh satpendasmen. 13. Marno, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Islam, PT. Refika Aditama, Bandung. 14. Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.
15. Muhammad Syafii Antonio, Muhammad saw : The Super Leader Super Manager, Tazkia Multimedia & ProLM Centre, Jakarta.
16. Mujamil Qomar, Manajemen Pendidikan Islam, Erlangga, Jakarta. 17. Mujamil Qomar, Strategi Pendidikan Islam, Erlangga, Jakarta.
18. Mujamil Qomar, Dimensi Manajemen Pendidikan Islam, Erlangga, Jakarta. 19. Mulyono, Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan, Ar-Ruzz Media,
Yogyakarta.
20. Nur Ahid, Pendidikan Keluarga dalam Perspektif Islam, Pustaka Pelajar, Yogyakarta. 21. Oemar Hamalik, Manajemen Pengembangan Kurikulum, PT. Remaja Rosdakarya,
Bandung.
22. Raihani, Kepemimpinan Sekolah Transformatif, LKiS, Yogyakarta.
23. Rhenald Kasali, Change (Manajemen Perubahan dan Manajemen Harapan), PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
24. Rhenald Kasali, RE-CODE, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 25. Sondang P. Siagian, Filsafat Administrasi, PT. Bumi Aksara, Jakarta.
26. Sondang P. Siagian, Manajemen Sumber Daya Manusia, PT. Bumi Aksara, Jakarta. 27. Sri Minarti, Manajemen Sekolah, Ar-Ruzz Media, Yogyakarta.
28. Sudarwan Danim, Visi Baru Manajemen Sekolah, PT. Bumi Aksara, Jakarta.
29. Syaiful Sagala, Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan, Alfabeta, Bandung.
30. Umar Tirtarahardja, Pengantar Pendidikan, PT. Rineka Cipta, Jakarta. 31. dan lain-lain.
I. Tugas terstruktur
1. Wajib : diskusi kelas
Tugas individual : membaca rujukan ilmiah terkait dengan masing-masing tema
perkuliahan sebagai termaktub dalam SAP (sebelum dibahas di kelas), dan menyusun suatu pertanyaan analitis untuk disampaikan dalam forum diskusi kelas, dan/atau menyusun suatu pemikiran yang relevan untuk disampaikan dalam forum diskusi kelas.
ditentukan sekaligus merespon pertanyaan, pemikiran, kritik dan saran dari peserta. Kalimat yang dibikin oleh kelompok ditulis dengan tinta warna hitam, sedang kalimat yang dikutip dari rujukan ilmiah ditulis dengan tinta warna biru.
Tugas kelompok pembanding : berkoordinasi internal masing-masing kelompok, menelaah hasil kerja kelompok penyaji untuk diperoleh sisi perbedaan pemikiran berdasarkan rujukan ilmiah dengan sajian tulisan tangan di atas kertas folio bergaris memakai model catatan kaki, mempresentasikan dalam forum diskusi kelas sesuai urutan waktu yang ditentukan sekaligus merespon pertanyaan, pemikiran, kritik dan saran dari peserta. Kalimat yang dibikin oleh kelompok ditulis dengan tinta warna hitam, sedang kalimat yang dikutip dari rujukan ilmiah ditulis dengan tinta warna biru.
.
Hasil kerja kelompok penyaji dan kelompok pembanding yang disertai foto-copy rujukan ilmiah (semisal : halaman judul buku ilmiah yang memuat identitas penulis, judul, penerbit, kota tempat penerbit, dan tahun diterbitkan , halaman yang dikutip diberi stabilo warna kuning-muda pada bagian teks yang dikutip dan di sebelah kanan luar diberi nomor urut sesuai nomor catatan kaki), dijilid-dibendel, dan diserahkan pada dosen paling lambat sehari sebelum hari H diskusi.
2. Sunnah : presentasi/publikasi karya ilmiah
Secara individual, mahasiswa yang telah mempresentasikan hasil karya ilmiahnya dalam forum ilmiah atau telah mempublikasikan hasil karya ilmiahnya melalui media ilmiah, disilakan menunjukkan bukti dan data pendukung kepada dosen untuk mendapatkan penilaian.
3. Mubah : pembuatan resume
Secara individual, mahasiswa membaca rujukan ilmiah terkait dengan masing-masing tema perkuliahan, kemudian membuat resume isi dan resume pendapat dalam file Word, dapat dengan model seperti di bawah ini.
E. Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah : Konsep, Strategi, dan Implementasi, 3rd ed, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2003
HAL RINGKASAN
iv … manajemen berbasis sekolah (MBS) tampil sebagai paradigma baru pengembangan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan sekolah dan kebutuhan daerah masing-masing.
6 Melalui otonomi pengelolaan pendidikan diharapkan pemenuhan kebutuhan masyarakat, lebih cepat, tepat, efisien dan efektif. Selain itu, diharapkan aparat yang bersih dan berwibawa, bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), terbentuk.
dst ...
J. Ujian Tengah Semester (UTS).
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini secara berurutan. Jawaban bersifat analitis berdasarkan data rujukan ilmiah melalui “kutipan langsung” model catatan kaki. Antar paragraf diberi jarak satu baris tanpa tulisan, dan paragraf terakhir sebagai kesimpulan yang hanya terdiri dari satu kalimat saja. Kalimat yang dibikin oleh mahasiswa ditulis dengan tinta warna hitam, sedang kalimat yang dikutip dari rujukan ilmiah ditulis dengan tinta warna biru.
Foto copy data rujukan ilmiah terlampir (halaman judul buku ilmiah yang memuat identitas penulis, judul, penerbit, kota penerbit, tahun diterbitkan); diberi stabilo warna kuning-muda pada bagian teks yang dikutip dan di sebelah kanan luar diberi nomor urut sesuai nomor catatan kaki.
Pada sampul bagian depan Hasil UTS harus disertai identitas diri mahasiswa secara lengkap : nama, NIM, kelas, dan nomor urut dalam daftar hadir.
Pernyataan :
Mujamil dalam bukunya Strategi Pendidikan Islam, Erlangga, Jakarta, 2013, pada halaman xviii antara lain menyatakan, bahwa :
Stigma negatif terhadap lembaga pendidikan Islam rasanya tidak perlu direspons secara reaktif karena mungkin saja stigma tersebut memang mencerminkan kebenaran subtansi pendidikan Islam. Respons yang terbaik adalah melakukan pembenahan, penggodokan, dan pengubahan strategi manajerial maupun leadership–nya. Perubahan yang dimaksud adalah merevisi strategi-strategi konvensional menjadi strategi-strategi transformatif, di mana strategi ini akan memberdayakan potensi-potensi yang dimiliki oleh lembaga pendidikan Islam menjadi kekuatan yang andal dalam mengawal, mengantarkan, dan mewujudkan keberhasilan dan kemajuan lembaga pendidikan Islam, baik secara fisik maupun kualitasnya.
Mujamil dalam bukunya Dimensi Manajemen Pendidikan Islam, Erlangga, Jakarta, 2015, pada halaman xii antara lain menyatakan, bahwa :
Dari sisi objek pembahasan, manajemen pendidikan Islam memiliki berbagai dimensi yang bersifat informal, nonformal, maupun formal. Masing-masing dimensi tersebut memiliki cakupan subdimensi yang terperinci dan lebih banyak lagi. ... Semua dimensi pendidikan Islam tersebut telah dilaksanakan baik yang berlangsung dalam keluarga, masyarakat maupun sekolah (madrasah) perguruan tinggi agama Islam. Namun, semua dimensi pendidikan Islam itu belum di-manage secara profesional.
Pertanyaan :
a. Apa yang dimaksud dengan “strategi-strategi konvensional” tersebut ?.
b. Apa yang menjadi karakteristik dari “strategi-strategi konvensional” tersebut ?.
c. Apa yang dimaksud dengan “strategi-strategi transformatif” tersebut ?.
d. Apa yang menjadi karakteristik dari “strategi-strategi transformatif” tersebut ?.
e. Adakah persamaan antara “strategi-strategi konvensional” dengan “strategi-strategi transformatif” ?.
f. Di mana letak perbedaan antara “strategi-strategi konvensional” dengan “strategi-strategi transformatif” ?.
g. Mengapa harus merevisi “strategi-strategi konvensional” menuju “strategi-strategi transformatif” ?.
h. Dari Lembaga Pendidikan Islam, apa yang sampai saat ini paling dirasakan masih ditangani dengan “strategi-strategi konvensional” sehingga layak dijadikan skala prioritas untuk ditangani dengan “strategi-strategi transformatif” ?.
i. Siapa yang paling harus bertanggung-jawab terhadap jawaban dari soal 08 tersebut ?.
j. Bagaimana yang harus ditempuh oleh ybs agar dapat berhasil dengan baik ?.
K. Ujian Akhir Semester (UAS).
Foto copy data rujukan ilmiah terlampir (halaman judul buku ilmiah yang memuat identitas penulis, judul, penerbit, kota penerbit, tahun diterbitkan); diberi stabilo warna kuning-muda pada bagian teks yang dikutip dan di sebelah kanan luar diberi nomor urut sesuai nomor catatan kaki.
Hasil UAS ditulis dengan tangan masing-masing mahasiswa pada kertas folio bergaris, kemudian dijilid-dibendel bersama lampiran dan dikumpulkan dalam perkuliahan yang ke 12. Pada sampul depan Hasil UAS harus disertai identitas diri mahasiswa secara lengkap : nama, NIM, kelas, dan nomor urut dalam daftar hadir.
Berita :
Sejumlah pemerintah daerah larangan merayakan Valentine bagi pelajar
http://plus.maok.biz/2014/02/sejumlah-pemerintah-daerah-larangan-merayakan-valentine-bagi-pelajar.html - diakses 14-02-2015
ONVSOFF.com, Mataram - Valentine Day, hari kasih sayang yang sebentar lagi di rayakan di
seluruh dunia, di anggap sebagian kalangan di Indonesia, bertentangan dengan kearifan lokal dan budaya Indonesia.
Mengingat hal itu sejumlah pemerintah daerah di berbagai tempat mengeluarkan kebijakan larangan merayakan Hari Valentine bagi pelajar.
Salah satu pemerintah daerah yang melarang Hari Valentine tersebut adalah Pemerintah Kota Mataram, Nusatenggara Barat.
Melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraganya, larangan itu telah dikeluarkan melalui surat imbauan tentang larangan perayaan Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang yang jatuh setiap tanggal 14 Februari.
“Kami sudah mengeluarkan surat larangan perayaan Valentine ke sekolah-sekolah, sebagai antisipasi digelarnya perayaan Hari Valentine di sekolah,” kata Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram Ruslan Effendy di Mataram, Ahad (9/2).
Ruslan mengatakan, larangan perayaan hari valentine atau hari kasih sayang itu sebagai upaya mencegah pelajar Kota Mataram tidak terjebak dalam hal-hal di luar kearifan lokal dan budaya Indonesia.
Karena itu, pemerintah melarang segala sifat dan bentuk apa pun pelaksanaan kegiatan Valentine di sekolah-sekolah.
“Hal itu juga sesuai dengan imbauan yang dikeluarkan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh pada tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Menurut dia, saat ini sekolah-sekolah diimbau tetap lebih memfokuskan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Terutama menghadapi persiapan ujian sekolah dan ujian nasional yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Di Kampar, Riau, para pelajar juga tidak bisa menggelar acara Valentine Day. Jika ketahuan,
akan diberikan sanksi oleh pemerintah setempat.
Kepala Sekolah SMU Negeri 2 Bangkinang Abdul Latif mengatakan, bagi siswa yang
ketahuan merayakannya akan diberikan sanksi penskorsan hingga dua hari . “Perayaan ini tak sesuai dengan adat Kampar dan agama Islam,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kampar Amri Salam mengimbau agar seluruh sekolah memberitahukan kepada siswa dan mohon dukungan masyarakat agar tidak merayakan Valentine Day. Perayaan hari kasih sayang dinilai merusak akhlak dan moral kaum muda. (*/rol)
Pertanyaan :
01. Isi berita tersebut cenderung menunjukkan ke fungsi manajemen yang mana ?. Tentukan di antara : Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Actuating (penggerakan), Controlling (pengendalian), Staffing (penyusunan pegawai), Directing (pemberian bimbingan), Assembling (perwakilan), Resources (penggalian sumber), Commanding (perintah), Coordinating (koordinasi), Creating (kreasi), Motivating (motivasi), Communicating (komunikasi), Reporting (pelaporan), Budgeting (penganggaran), Leading (pemimpinan), Evaluating (penilaian).
02. Wali Kota dan Bupati sebagai dimuat dalam berita tersebut menunjukkan ke level manajer yang mana ?. Tentukan di antara : Low Manager, Middle Manager, Top Manajer.
03. Kepala Sekolah sebagai dimuat dalam berita tersebut menunjukkan ke level manajer yang mana ?. Tentukan di antara : Low Manager, Middle Manager, Top Manajer.
04. Isi berita tersebut cenderung menunjukkan ke orientasi manajemen yang mana ?. Tentukan di antara : stabilitas, inovasi.
05. Isi berita tersebut cenderung menunjukkan tengah memanaj sumber daya yang mana ?. Tentukan di antara : man, money, material, machines, methods, marketing, minutes, information.
06. Dapatkah isi berita tersebut berimplikasi secara positif terhadap Manajemen Lembaga Pendidikan Islam ?.
L. Materi kuliah yang dalam bentuk file dapat dicopy oleh seluruh mahasiswa melalui seorang perwakilan dari setiap kelas pada perkuliahan perdana.
M. Bila diperlukan, mahasiswa dapat berkonsultasi dengan dosen di kampus.