Strategi Peningkatan Volume Penjualan Produk dan Pengurangan Biaya Operasional dalam Meningkatkan Laba UKM Mamanaia

44 

Teks penuh

(1)

STRATEGI PENINGKATAN VOLUME PENJUALAN

PRODUK DAN PENGURANGAN BIAYA OPERASIONAL

DALAM MENINGKATKAN LABA UKM MAMANAIA

ELITA FEBRIANI SIPAYUNG

DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(2)

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN

SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA*

Dengan ini penulis menyatakan bahwa skripsi berjudul Strategi Peningkatan Volume Penjualan Produk dan Pengurangan Biaya Operasional dalam Meningkatkan Laba UKM Mamanaiaadalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor.

Bogor, Mei 2015

Elita Febriani Sipayung

(3)

ABSTRAK

ELITA FEBRIANI SIPAYUNG. Strategi Peningkatan Volume Penjualan Produk dan Pengurangan Biaya Operasional dalam Meningkatkan Laba UKM Mamanaia. Dibimbing oleh BUDI PURWANTO.

UKM Mamanaia cenderung memiliki biaya operasional dan volume penjualan produk yang fluktuatif, sehingga laba yang diperoleh tidak stabil. Tujuan utama penelitian ini adalah memberikan strategi analisis cost volume profit (CVP) yang cocok diterapkan dalam meningkatkan laba. Analisis tren, break even point, contribution margin, margin of safety, operating leverage, dan CVP digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini adalah: (1) Struktur biaya operasional periode September 2014-Februari 2015 terdiri dari biaya tetap dengan komponen utama biaya tenaga kerja langsung dan biaya variabel dengan komponen utama biaya bahan baku; (2) Volume penjualan produk yang dicapai rata-rata meningkat 0.36% per hari dan biaya operasional harian yang dikeluarkan rata-rata meningkat 0.23% per hari; (3) UKM Mamanaia telah mencapai keadaan break even point

dalam menjalankan bisnisnya pada periode September 2014-Februari 2015; (4) Nilai operating leverage usaha ini adalah 1.79, artinya jika terjadi peningkatan penjualan produk sebesar 10% maka laba bersih akan meningkat sebesar 17.9%; (5) Alternatif penerapan CVP yang dirumuskan adalah (a) mengurangi biaya variabel harian terpilih sebesar 0.25%, volume penjualan produk dan harga jual tetap; (b) meningkatkan volume penjualan produk harian sebesar 0.4%, biaya variabel harian terpilih dan harga jual tetap; dan (c) meningkatkan volume penjualan produk harian sebesar 0.4%, mengurangi biaya variabel harian terpilih 0.25%, dan harga jual tetap.

Kata kunci: analisis CVP, peningkatan laba, UKM

ELITA FEBRIANI SIPAYUNG. Strategies of Increasing Sales Volume Product and Decreasing Operational Cost to Increase SMEs Mamanaia’s Profits. Supervised by BUDI PURWANTO.

SMEs Mamanaia tends to have fluctuation on operational cost and sales volume product, so that achievement profits of this business is unstable. The main goal of this research is giving suitable strategy CVP analysis to be applied for increasing profit. Trend, break even point, contribution margin, margin of safety, operating leverage, andCVP analysis are applied on this research. The results of this research are: (1) Operational cost structure on period September 2014-Februari 2015 consist of fixed cost with direct labour cost as the main component and variable cost with direct material cost as the main component; (2) The sales volume product is increasing 0.359% per day and the operational cost is increasing 0.23% per day; (3) SMEs Mamanaia have reached break even point condition on period September 2014-Februari 2015; (4) The value of operating leverage in this business is 1.79, that means if sales volume product increases 10%, the net income will increase 17.9%; (5) Alternative application of CVP are (a) decrease 0.25% chosen variable cost, sales volume product and selling price are fixed; (b)increase 0.4% sales volume product, chosen variable cost and selling price are fixed; (c)increase 0.4% sales volume product, decrease 0.25% chosen variable cost, and selling price is fixed.

(4)

Skripsi

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi

pada

Departemen Manajemen

ELITA FEBRIANI SIPAYUNG

DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR 2015

STRATEGI PENINGKATAN VOLUME PENJUALAN PRODUK DAN PENGURANGAN BIAYA OPERASIONAL DALAM

(5)
(6)

PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan atas segala karunia-Nya, sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan September 2014 sampai Maret 2015 ini ialah akuntansi manajemen, dengan judul Strategi Peningkatan Volume Penjualan Produk dan Pengurangan Biaya Operasional dalam Meningkatkan Laba UKM Mamanaia.

Terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak Dr.Ir Budi Purwanto,ME selaku dosen pembimbing atas bimbingan, arahan dan inspirasinya selama proses penelitian ini. Penulis juga berterimakasih kepada Bapak Umar Sahab dan Ibu Usiah selaku pemilik UKM Mamanaia yang telah bersedia untuk memberikan informasi dan data terkait pengelolaan usahanya. Ungkapan terimakasih juga penulis sampaikan kepada Mama, Papa, keluarga, dan sahabat atas doa, semangat dan kasih sayangnya.

Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.

Bogor, Mei 2015

(7)

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL ix

DAFTAR GAMBAR ix

PENDAHULUAN 1

Latar Belakang 1

Perumusan Masalah 2

Tujuan Penelitian 3

Manfaat Penelitian 3

Ruang Lingkup Penelitian 3

TINJAUAN PUSTAKA 3

Biaya 3

Perilaku biaya 4

Cost Volume Profit Analysis 4

Trend Analysis 4

Contribution Margin 5

Break Even Point 5

Margin of Safety 5

Operating Leverage 5

Penelitian Terdahulu 6

METODE 6

Kerangka Penelitian 6

Lokasi dan Waktu Penelitian 8

Jenis dan Sumber Data 8

Pengolahan dan Analisis Data 8

HASIL DAN PEMBAHASAN 9

Gambaran Umum UKM Mamanaia 9

Volume Penjualan UKM Mamanaia 10

Biaya Operasional UKM Mamanaia 15

Laba UKM Mamanaia 15

Analisis Margin Kontribusi 20

Analisis Break Even Point 21

Analisis Margin of Safety 22

Analisis Operating Leverage 23

(8)

SIMPULAN DAN SARAN 26

Simpulan 26

Saran 27

DAFTAR PUSTAKA 28

LAMPIRAN 28

(9)

DAFTAR TABEL

1 Pertumbuhan industri kecil menengah besar kota Bekasi 1 2 Data nilai MAPE, MAD, dan MSD pada volume penjualan produk 11 3 Data penjualan UKM Mamanaia bulan September 2014 12 4 Data penjualan UKM Mamanaia bulan Oktober 2014 13 5 Data penjualan UKM Mamanaia bulan November 2014 13 6 Data penjualan UKM Mamanaia bulan November 2014 13 7 Data penjualan UKM Mamanaia bulan Januari 2015 14 8 Data penjualan UKM Mamanaia bulan Februari 2015 14 9 Data nilai MAPE, MAD, dan MSD pada biaya operasional produk 15 10 Data biaya bahan baku periode September 2014-Februari 2015 16

11 Biaya penyusutan peralatan UKM Mamanaia 16

12 Biaya Kualitas 17

13 Biaya operasional 18

14 Data nilai MAPE, MAD, dan MSD pada laba 19

15 Analisis margin kontribusi UKM Mamanaia 20

16 Analisis break even point UKM Mamanaia 21

17 Analisis margin of safety UKM Mamanaia 22

18 Analisis operating leverage UKM Mamanaia 23

DAFTAR GAMBAR

1 Laba UKM Mamanaia periode September 2014 – Februari 2015 2

2 Kerangka pemikiran penelitian 7

3 Struktur organisasi UKM Mamanaia 10

4 Analisis tren volume penjualan produk UKM Mamanaia 11

5 Pola pembelian produk harian UKM Mamanaia 12

6 Analisis tren biaya operasional UKM Mamanaia 15

7 Analisis tren laba UKM Mamanaia 19

8 Analisis tren break even point UKM Mamanaia 22

DAFTAR LAMPIRAN

1 Volume penjualan produk harian UKM Mamanaia 30

2 Biaya operasional harian UKM Mamanaia 31

3 Biaya kualitas harian UKM Mamanaia 32

(10)
(11)

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pelaku bisnis penting baik pada negara berkembang maupun negara maju. Menurut Tulus (2009), UMKM dapat menyerap tenaga kerja dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan produk domestik bruto lebih banyak dibandingkan usaha besar. Hal tersebut dapat di lihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2013 mencapai angka 5.78% dengan pendapatan nasional bruto (PDB) mencapai Rp2 770,3 triliun berdasarkan harga konstan (tahun 2000). Data pada Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2012 mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dicapai dengan kontribusi sebesar 59.08% dari usaha mikro kecil dan menengah. Perkembangan UMKM Indonesia pun semakin menunjukkan peningkatan yang berarti, khususnya pada salah satu kota besar di provinsi Jawa Barat yaitu Bekasi. Hal tersebut dapat terlihat pada Tabel 1 yang menunjukkan peningkatan jumlah usaha mikro kecil dan menengah di kota Bekasi pada periode tahun 2008-2013.

Tabel 1. Pertumbuhan industri kecil menengah besar kota Bekasi

Tahun Industri

Pertumbuhan jumlah UMKM di kota Bekasi pada Tabel 1, mengindikasikan adanya persaingan ketat antar entitas usaha. Strategi pengelolaan usaha yang tidak memadai dapat menurunkan daya saing UMKM dalam menjalankan bisnisnya. Maka, proses membantu UMKM dalam memecahkan masalah pada bisnisnya, dapat memberikan dampak positif pada usaha secara langsung. Terlebih lagi, hal tersebut dapat memberikan kontribusi yang lebih baik pada pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia.

(12)

2

Dalam menjaga keunggulan kompetitif dari pesaing industri sejenis, UKM Mamanaia dapat memperhatikan dua kebutuhan utama yang cenderung kontradiktif, yaitu kebutuhan bisnis dan kebutuhan konsumennya. Konsumen membutuhkan produk yang memiliki kualitas tinggi dengan harga yang terjangkau, sedangkan kebutuhan bisnis UKM adalah mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan biaya minimal. Ketika pihak UKM melakukan perhitungan yang kurang tepat dalam biaya operasional maupun harga jual produk, maka akan memberikan dampak negatif pada keuntungan yang didapatkan oleh pihak UKM. Akibatnya, perolehan keuntungan yang maksimal sebagai kebutuhan bisnis suatu UKM dan indikator keberhasilan suatu usaha tidak dapat terpenuhi.

Pihak UKM Mamanaia belum mengendalikan faktor-faktor yang menghambat terpenuhinya dua kebutuhan utama tersebut. Usaha ini belum menerapkan analisis perhitungan biaya yang dikeluarkan, harga jual produk, dan volume penjualan produk dalam memperoleh keuntungan yang maksimal. UKM Mamanaia cenderung memiliki biaya operasional dan volume penjualan produk yang fluktuatif., yang ditunjukkan pada Lampiran 1 dan Lampiran 2. Maka, laba yang diperoleh oleh pihak UKM (Gambar 1) pun cenderung tidak stabil.

Gambar 1. Laba UKM Mamanaia periode September 2014 – Februari 2015 Oleh karena itu, peneliti ingin membahas strategi cost-volume-profit (CVP) yang tepat dalam mencapai rencana peningkatan laba UKM Mamanaia pada periode selanjutnya secara stabil. Hal ini dilakukan agar UKM Mamanaia memiliki daya saing yang lebih baik daripada industri makanan siap saji sejenis di Bekasi. Ketika kebutuhan bisnis UKM dalam mencapai keuntungan maksimal terpenuhi, maka pihak UKM pun dapat mempertahankan keunggulan kompetitif serta mengembangkan usahanya menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Perumusan Masalah

(13)

3 mencapai keadaaan break even point?, (4) Bagaimana kondisi operating leverage

pada UKM Mamanaia? dan (5) strategi analisis CVP manakah yang cocok diterapkan pada UKM Mamanaia untuk meningkatkan laba ?

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi analisis yang cocok terkait dengan biaya operasional, volume penjualan, dan laba sehingga dapat meningkatkan pendapatan pihak UKM Mamanaia pada periode selanjutnya. Adapun dalam mencapai tujuan tersebut terdapat beberapa tujuan khusus yaitu (1) menganalisis pertumbuhan volume penjualan produk dan biaya operasional pada UKM Mamanaia pada periode bulan September 2014- Februari 2015, (2) menganalisis struktur biaya operasional UKM Mamanaia pada periode bulan September 2014-Februari 2015, (3) mengetahui keadaaan break even point pada UKM Mamanaia, (4) mengetahui kondisi operating leverage pada UKM Mamanaia, dan (5) memberikan strategi analisis CVP yang cocok diterapkan pada UKM Mamanaia untuk meningkatkan laba.

Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam menetapkan kebijakan manajerial yang optimal terkait hubungan antara biaya-volume-laba. Implikasi manajerial tersebut terkait dalam mencapai pertumbuhan penjualan produk yang lebih baik, menghindari kerugian, menghindari keputusan manajerial yang kurang tepat, serta mengambil strategi yang tepat dalam mencapai target laba yang diinginkan. Penelitian ini pun diharapkan dapat memberikan informasi dan menjadi bahan referensi terkait strategi implementasi cost volume profit analysis dan rencana peningkatan laba pada usaha mikro kecil dan menengah.

Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini berfokus pada data cost volume profit pada UKM Mamanaia selama periode bulan September 2014–Februari 2015. Dalam penelitian ini, akan diteliti produk yang ditawarkan oleh UKM Mamanaia yaitu ayam goreng tepung pada empat gerai yang dimiliki oleh pihak UKM.

TINJAUAN PUSTAKA

Biaya

(14)

4

Perilaku biaya

Menurut Samryn (2001), berdasarkan pola perilakunya, biaya dapat dibedakan menjadi tiga golongan yaitu :

1. Fixed cost

Fixed cost adalah suatu biaya yang konstan dalam total tanpa mempertimbangkan perubahan tingkat aktivitas dalam suatu relevant range

tertentu. Fixed cost selanjutnya dapat dikelompokkan sebagai committed fixed cost dan discretionary fixed cost. Committedfixed cost meliputi biaya tetap yang berhubungan dengan investasi dalam fasilitas, peralatan dan struktur dasar organisasi perusahaan. Discretionary fixed cost meliputi biaya tetap yang timbul dari keputusan tahunan manajemen dalam membelanjai bidang biaya tetap tertentu seperti iklan dan penelitian.

2. Variable cost

Variable cost adalah biaya yang secara total berubah secara proporsional dengan perubahan dalam tingkat aktivitas. Variable cost selanjutnya dapat dikelompokkan sebagai engineered variable cost dan discretionary variable cost. Engineered variable cost meliputi biaya yang memiliki spesifikasi hubungan fisik yang eksplisit dengan pelaksanaan suatu aktivitas seperti biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langung. Discretionaryvariable cost meliputi biaya yang memiliki pola grafis variabilitas yang berhubungan dengan otoritas manajemen dalam membelanjainya.

3. Mixed cost atau semivariable cost

Mixed cost atau semivariable cost adalah biaya yang di dalamnya terdiri dari elemen –elemen biaya tetap dan biaya variabel.

Cost Volume Profit Analysis

Cost Volume Profit Analysis merupakan alat yang berguna untuk perencanaan dan pengambilan keputusan, dengan penekanan pada keterkaitan antara biaya, kuantitas yang terjual, dan harga (Hansen dan Mowen 2005). Analisis biaya-volume-laba memiliki beberapa manfaat yaitu :

1. Mengidentifikasi cakupan dan besarnya kesulitan ekonomi yang dihadapi suatu divisi dan membantu pemecahan masalahnya

2. Mengetahui jumlah unit yang harus dijual untuk mencapai titik impas 3. Mengetahui dampak pengurangan biaya tetap terhadap titik impas 4. Mengetahui dampak kenaikan harga terhadap laba

5. Memungkinkan manajer dalam melakukan analisis sensivitas dengan menguji dampak dari berbagai tingkat harga atau biaya terhadap laba

Trend Analysis

(15)

5 analisis tren digunakan alat bantu analisis yang tersedia pada software (perangkat lunak) Minitab versi 16.

Perangkat lunak Minitab ini memiliki beberapa model umum digunakan untuk analisis tren, yaitu : model tren linier, model tren kuadratik, dan model tren eksponensial. Model Tren Linier menganalis kecenderungan data yang perubahannya berdasarkan waktu adalah tetap (konstan), model tren kuadratik menganalisis kecenderungan data yang kurvanya berupa lengkungan (curvature), sedangkan model tren eksponensial menganalisis kecenderungan perubahan data yang semakin lama semakin bertambah secara eksponensial

Setelah hasil peramalan diperoleh dengan menggunakan model yang telah dipilih, ketepatan hasil peramalan perlu diuji terlebih dahulu. Semakin kecil nilai yang diperoleh ketiga alat ukur dibawah ini , maka semakin baik peramalan yang digunakan. Alat ukur akurasi untuk menilai ketepatan model tersebut, yaitu :

a) Mean absolute percentage erorr (MAPE) merupakan rata-rata dari keseluruhan persentase kesalahan (selisih) antara data aktual dengan data hasil peramalan. Ukuran akurasi dicocokkan dengan data time series, dan ditunjukkan dalam persentase.

b) Mean absolute deviation (MAD) merupakan rata-rata dari nilai absolut simpangan.

c) Mean squared deviation (MSD) merupakan rata-rata dari nilai kuadrat simpangan data.

Contribution Margin

Menurut Rayburn (1999), contribution margin adalah hasil penjualan dikurangi semua beban variabel untuk produksi, pemasaran, dan administrasi. Marjin kontribusi merupakan hasil penjualan yang tersedia untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan laba, yang dapat dinyatakan dalam total, jumlah per unit, atau sebagai persentase.

Break Even Point

Menurut Hansen dan Mowen (2005), titik impas atau break even point

adalah titik di mana total pendapatan sama dengan total biaya dan titik di mana laba sama dengan nol.

Margin of Safety

Menurut Warindrani (2006), margin of safety adalah penjualan sesungguhnya di atas penjualan break even point yang memberikan petunjuk terkait seberapa banyak penjualan boleh turun sebelum perusahaan mengalami kerugian serta risiko usaha suatu perusahaan.

Operating Leverage

(16)

6

tinggi ketika aktivitas penjualan bertambah. Semakin besar tingkat operating leverage, semakin banyak pula perubahan dalam aktivitas penjualan yang akan mempengaruhi laba.

Penelitian Terdahulu

Penelitian yang dilakukan oleh Wulansari (2011) membahas penerapan cost volume profit analysis dalam menunjang rencana pencapaian laba Ka Nung Bakery. Metode dan pengolahan analisis data yang digunakan adalah cost volume profit.

Dengan analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa titik impas tercapai saat penjualan produk roti konde sebesar 1 579 unit, roti konde kacang hijau 316 unit, kulit pastry 16 unit, martabak 20 unit dan asyidah 18 unit. Produk yang memberikan keuntungan terbesar adalah Roti Konde dengan margin kontribusi sebesar Rp43 402 162,30, sedangkan produk yang memberikan keuntungan paling kecil terhadap adalah Asyidah atau dodol arab dengan margin kontribusi Rp377 559.18.

Penelitian yang dilakukan oleh Sembiring (2013) membahas penerapan cost voulume profit analysis sebagai perencanaan pencapaian laba dan penjualan pada PAPAPIA. Metode dan pengolahan analisis data yang digunakan adalah cost volume profit. Dengan analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa titik impas bulan Januari 2013 tercapai saat penjualan 3 229 buah, bulan Februari 2013 tercapai saat penjualan sebesar 2 842 buah. Bulan Maret sebesar 2 681 buah, bulan April sebesar 2 668 buah, dan bulan Mei sebanyak Jumlah 2 797 buah. Margin kontribusi terbesar selama bulan Januari 2013 yaitu pia isi keju dan margin terkecil yaitu pia isi durian, bulan Februari 2013-Mei 2013 margin terbesar yaitu pia isi kacang hijau dan margin terkecil yaitu pia isi durian. Alternatif penerapan CVP ialah menaikkan harga jual 5 persen, volume penjualan tetap dan biaya tetap akan tetap, kedua menaikkan volume penjualan 10 persen, harga jual tetap.

METODE

Kerangka Pemikiran

(17)

7 Mamanaia untuk dilakukan analisis tren untuk mengetahui keadaan tersebut dalam periode penjualan selanjutnya.

Hubungan antara biaya, volume penjualan, dan harga jual dapat dihitung dengan menggunakan metode break even point dimana total pendapatan sama dengan total biaya dan titik dimana laba sama dengan nol. Perhitungan titik impas dapat menunjukkan bahwa UKM Mamanaia telah memperoleh keuntungan atau kerugian. Produk UKM Mamanaia pun dianalisis seberapa banyak penjualannya dapat diturunkan, namun tetap memperhatikan kondisi break even point melalui analisis margin of safety. Pihak UKM Mamanaia pun dapat mengetahui sensitivitas perubahan penggunaan biaya tetap untuk mengetahui jumlah laba yang didapatkan ketika aktivitas penjualan ditingkatkan melalui analisis operating leverage. Dengan demikian dapat dilakukan cost volume profit analysis untuk mengambil keputusan yang terbaik demi pencapaian target laba yang telah ditentukan yaitu mengenai kebijakan harga jual dan volume penjualan yang harus dicapai oleh UKM Mamanaia.

Gambar 2. Kerangka pemikiran penelitian Total Pendapatan

Strategi CVP Analisis Tren

Cost Volume Profit Analysis

Break Even Point

Contribution Margin

Margin of Safety

Operating Leverage Tetap Variabel

Struktur Total Biaya

Biaya Operasional Volume Penjualan Harga Jual UKM

Jenis Produk

(18)

8

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di UKM Mamanaia yang terletak pada Grand Bekasi, Jalan Apel Merah VI Blok A3 No.2, Bekasi Timur. Penelitian dilakukan selama dua bulan yaitu Februari-Maret 2015. Pemilihan tempat penelitian didasarkan oleh pertimbangan bahwa bisnis ini termasuk salah satu UKM yang bergerak pada bidang makanan siap saji daerah Bekasi, masih memiliki masalah dalam menjalankan bisnisnya, serta ketersediaan pihak UKM memberikan data dan informasi yang diperlukan sesuai dengan penelitian.

Jenis dan Sumber Data

Sumber Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung melalui wawancara langsung dengan pemilik dan karyawan UKM Mamanaia. Data sekunder didapatkan melalui buku teks, makalah ilmiah, jurnal penelitian, internet, laporan keuangan dan arus kas UKM Mamanaia.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif yaitu data-data dan laporan yaitu data volume penjualan, biaya operasional, dan pendapatan yang dihasilkan. Data kualitatif yaitu data yang berupa penjelasan dan keterangan-keterangan terkait UKM Mamanaia.

Pengolahan dan Analisis Data

Langkah-langkah yang harus diambil dalam mengolah data dan informasi yang telah dikumpulkan adalah :

1. Menganalisa laporan volume penjualan produk dan biaya operasional UKM Mamanaia selama bulan September 2014 – Februari 2015.

2. Memisahkan semua biaya yang telah dikeluarkan menjadi biaya tetap dan biaya variabel.

3. Membuat peramalan atas besarnya biaya operasional, volume penjualan produk dan perolehan laba pada periode selanjutnya.

4. Membuat analisis break even point berdasarkan data penjualan dan biaya yang telah dikeluarkan sehingga dapat menghasilkan gambaran titik dimana perusahaan tidak mendapat laba maupun mengalami kerugian.

5. Membuat analisis operating leverage untuk mengetahui perubahan pada laba ketika aktivitas penjualan ditingkatkan atau diturunkan.

6. Membuat analisis CVP sehingga dapat diketahui langkah yang harus diambil UKM demi mencapai laba yang maksimum.

Analisis Cost Volume Profit

Cost Volume Profit Analysis menguji perilaku pendapatan total, biaya total, dan laba operasi ketika terjadi perubahan dalam tingkat output, harga jual, biaya variabel per unit, atau biaya tetap produk. Dengan demikian:

Pendapatan = Harga jual x Kuantitas yang terjual Atau,

(19)

9 Jumlah biaya = (Biaya variabel per unit x kuantitas unit yang dihasilkan )

+ Biaya tetap Atau,

JB = BV Q) + BT ... (2) Dalam analisis biaya-volume-laba, laba usaha adalah kelebihan pendapatan di atas biaya.

Laba usaha = Pendapatan – Jumlah biaya Atau,

LU = HJ − BV Q − BT ... (3) keterangan,

P = Pendapatan HJ = Harga Jual Q = Kuantitas JB = Jumlah Biaya BV= Biaya Variabel BT= Biaya Tetap LU = Laba usaha

Analisis Contribution Margin

Margin kontribusi = Penjualan – Biaya Variabel ... (4) Analisis Break Even Point Multiple Product

Terdapat dua perhitungan titik BEP: 1. Metode Persamaan

Penjualan = Biaya variabel + Biaya tetap + Laba bersih ... (5) 2. Metode Contribution Unit

Titik BEP dalam unit = H rg J l−Bi y V ri el er i Bi y Te ... (6)

Titik BEP dalam rupiah = ��� �Bi y Te�� � r i ... (7)

Analisis Margin of Safety

�� � � � = Total Penjualan – Penjualan BEP ... (8)

Analisis Operating Leverage

Tingkat � � � � � � =� ��� ���� ... (9)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum UKM Mamanaia Sejarah UKM Mamanaia

(20)

10

memilih untuk menekuni bidang usaha serupa. Beliau memutuskan untuk membeli resep produk ayam goreng tepung pada restoran tersebut dan menjalankan usaha mandiri dengan brand Ayam Goreng Tepung Mamanaia.

UKM Mamanaia memiliki pusat produksi pada rumah pribadi pemilik yaitu Perumahan Grand Bekasi. Pemilik UKM pun memilih meletakkan gerai usahanya pada tempat yang ramai pengunjung yaitu di depan usaha indomaret. Pemilihan lokasi didasarkan pada besarnya omset indomaret pada wilayah tersebut Sejauh ini UKM Mamanaia telah memiliki empat gerai, yang teletak di depan lokasi indomaret Grand Bekasi, Benda, Grand Regensi, dan Rawalumbu. Banyaknya peminat pada usaha ini pun mendatangkan peluang bagi pemilik UKM untuk melakukan franchise terhadap produknya.

Struktur Organisasi UKM Mamanaia

UKM Mamanaia masih memiliki struktur organisasi yang sederhana dalam menjalankan bisnisnya. Bapak Umar bertanggung jawab penuh pada kegiatan produksi dalam pemilihan bahan baku hingga pembuatan modul produk. Namun, kegiatan produksi tersebut masih dibantu oleh istri pemilik yaitu Ibu Usiah, terutama dalam proses pencucian bahan baku. Namun, proses penggorengan produk, penjagaan gerai dan pelayanan pengunjung dibantu oleh satu orang karyawan pada masing-masing gerainya. Struktur organisasi UKM Mamanaia dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3. Struktur organisasi UKM Mamanaia Deskripsi Produk

Produk ayam goreng tepung yang dijual oleh UKM Mamanaia terdiri atas bagian sayap, paha atas, paha bawah dan dada. Produk UKM Mamanaia memiliki bahan baku utama ayam dan tepung, namun bahan lain yang termasuk di dalamnya merupakan rahasia dari pihak UKM. Proses produksi pun masih dilakukan secara mandiri oleh pemilik UKM dengan istrinya. Maka, pemilik UKM pun masih ikut dalam proses pemilihan bahan baku hingga pembuatan modul produk yang akan didistribusikan pada masing-masing gerai.

Volume Penjualan Produk UKM Mamanaia

Pertumbuhan Volume Penjualan Periode September 2014-Februari 2015 Produksi ayam goreng tepung UKM Mamanaia periode bulan September 2014-Februari 2015 masih terdiri atas bagian dada, paha atas, paha bawah dan sayap.

(21)

11 Pertumbuhan volume penjualan produk UKM Mamanaia dan peramalan kondisi usaha di masa depan dapat dilihat melalui analisis tren. Gambar 4 menunjukkan peramalan volume penjualan UKM Mamanaia akan meningkat pada Maret 2015 dan menurun pada April 2015.

Gambar 4. Analisis tren volume penjualan produk UKM Mamanaia

Analisis tren volume penjualan produk UKM Mamanaia menggunakan model tren kuadratik karena memiliki ukuran akurasi terendah dari semua model. Ukuran akurasi semua model yang terdiri dari MAPE, MAD, dan MSD dapat dilihat pada Tabel 2. Semakin kecil hasil ukuran akurasi pada tiap model maka semakin akurat pula peramalan volume penjualan produk di masa depan.

Tabel 2. Data nilai MAPE, MAD, dan MSD pada volume penjualan produk Linier Kuadratik Eksponensial S-curve

MAPE 4.800 4.776 4.791 4.831

MAD 16.343 16.249 16.347 16.497

MSD 462.733 460.836 463.444 467.722

Analisis tren model kuadratik meramalkan volume penjualan UKM Mamanaia pada Maret 2015 akan meningkat sebesar 10.72% dibandingkan Februari 2015 yaitu sebesar 10 906 unit produk , dan menurun sebesar 3.34% pada April 2015 yaitu sebesar 10 542 unit. Hal ini mengindikasikan perlunya perhatian terhadap biaya operasional produk yang akan dikeluarkan akibat meningkatnya aktivitas penjualan agar tetap mencapai peningkatan laba.

(22)

12

dicapai pada 300 unit produk. Hal yang mempengaruhi volume penjualan produk pada UKM Mamanaia adalah kondisi cuaca. Ketika cuaca baik, pengunjung akan ramai mendatangi gerai. Namun, pengunjung akan jarang mendatangi gerai ketika cuaca buruk. Pola pembelian volume penjualan produk usaha harian dapat dilihat pada Gambar 5. Hal ini menunjukkan pembelian tertinggi dicapai pada hari Kamis sedangkan pembelian terendah dicapai pada hari Minggu.

Gambar 5. Pola pembelian produk harian UKM Mamanaia 1. Data penjualan UKM Mamanaia bulan September 2014

Data penjualan meliputi volume penjualan dan harga jual empat produk UKM Mamanaia pada periode bulan September 2014. Data penjualan UKM Mamanaia pada bulan September 2014 dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Data penjualan UKM Mamanaia bulan September 2014 Produk Volume penjualan (unit) Harga (Rp) Total pendapatan (Rp)

Dada 3 884 7 500 29 130 000

Paha atas 1 942 7 500 14 565 000

Paha bawah 1 942 6 000 11 652 000

Sayap 1 942 5 000 9 710 000

Total 9 710 65 057 000

Sumber : Data UKM Mamanaia (diolah), 2014

Tabel 3 menunjukkan total volume penjualan yang dicapai pada bulan September 2014 adalah sebesar 9 710 unit. Total volume penjualan dicapai melalui penjumlahan produk ayam goreng tepung Mamanaia bagian dada, paha atas, paha bawah, dan sayap. Total pendapatan yang diperoleh pada bulan September 2014 adalah sebesar Rp65 057 000. Total pendapatan dicapai melalui penjumlahan pada hasil perkalian antara volume penjualan produk dan harga jual masing-masing produk.

2. Data penjualan UKM Mamanaia bulan Oktober 2014

(23)

13 Tabel 4. Data penjualan UKM Mamanaia bulan Oktober 2014

Produk Volume penjualan (unit) Harga (Rp) Total pendapatan (Rp)

Dada 4 092 7 500 30 690 000

Paha atas 2 046 7 500 15 345 000

Paha bawah 2 046 6 000 12 276 000

Sayap 2 046 5 000 10 230 000

Total 10 230 68 541 000

Sumber : Data UKM Mamanaia (diolah), 2014

Tabel 4 menunjukkan total volume penjualan yang dicapai pada bulan Oktober 2014 mengalami kenaikan sebesar 5.35% dibandingkan bulan lalu. Peningkatan ini berpengaruh langsung dengan total pendapatan yang diperoleh usaha sehingga mengalami kenaikan yang serupa. Kenaikan volume penjualan dan total pendapatan mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas UKM pada bulan Oktober 2014.

3. Data penjualan UKM Mamanaia bulan November 2014

Produk yang terjual pada bulan November 2014 adalah sebanyak 10 280 unit. Data penjualan UKM Mamanaia pada bulan Oktober 2014 dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Data penjualan UKM Mamanaia bulan November 2014 Produk Volume penjualan (unit) Harga (Rp) Total pendapatan (Rp)

Dada 4 112 7 500 30 840 000

Paha atas 2 056 7 500 15 420 000

Paha bawah 2 056 6 000 12 336 000

Sayap 2 056 5 000 10 280 000

Total 10 280 68 876 000

Sumber : Data UKM Mamanaia (diolah), 2014

Tabel 5 menunjukkan total volume penjualan yang dicapai pada bulan November 2014 mengalami kenaikan sebesar 0.49% dibandingkan bulan lalu. Total pendapatan usaha ini pun mengalami peningkatan yang serupa. Namun, peningkatan volume penjualan produk dan total pendapatan bulan November 2014 mengalami penurunan sebesar 4.86% dibandingkan peningkatan bulan lalu. Hal ini mengindikasikan peningkatan aktivitas UKM tidak sebanyak pada bulan September 2014.

4. Data penjualan UKM Mamanaia bulan Desember 2014

Pada akhir tahun 2014, UKM Mamanaia mencapai volume penjualan produk tertinggi pada periode bulan September 2014-Desember 2014, yaitu sebanyak 10 800 unit. Data penjualan UKM Mamanaia pada bulan Oktober 2014 dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Data penjualan UKM Mamanaia bulan November 2014 Produk Volume penjualan (unit) Harga (Rp) Total pendapatan (Rp)

(24)

14

Produk Volume penjualan (unit) Harga (Rp) Total pendapatan (Rp)

Paha atas 2 160 7 500 16 200 000

Paha bawah 2 160 6 000 12 960 000

Sayap 2 160 5 000 10 800 000

Total 10 800 72 360 000

Sumber : Data UKM Mamanaia (diolah), 2014

Tabel 6 menunjukkan UKM Mamanaia mengalami peningkatan volume penjualan produk dan total pendapatan sebesar 5.06% dibandingkan bulan lalu. Bahkan, peningkatan volume penjualan produk dan total pendapatan tersebut mengalami kenaikan sebesar 4.57% dibandingkan peningkatan pada bulan November 2014. Hal ini mengindikasikan terjadinya peningkatan aktivitas UKM kembali pada akhir tahun 2014.

5. Data penjualan UKM Mamanaia bulan Januari 2015

Volume penjualan produk yang dicapai usaha ini pada awal tahun 2015 mencapai 10.770 unit. Data penjualan UKM Mamanaia pada bulan Januari 2015 dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7. Data penjualan UKM Mamanaia bulan Januari 2015 Produk Volume penjualan (unit) Harga (Rp) Total pendapatan (Rp)

Dada 4 308 7 500 32 310 000

Paha atas 2 154 7 500 16 155 000

Paha bawah 2 154 6 000 12 924 000

Sayap 2 154 5 000 10 770 000

Total 10 700 72 159 000

Sumber : Data UKM Mamanaia (diolah), 2015

Tabel 7 menunjukkan volume penjualan produk dan total pendapatan yang diperoleh oleh usaha ini mengalami penurunan sebesar 0.28% dibandingkan bulan lalu. Dengan demikian, penurunan volume penjualan produk dan total pendapatan mencapai 4.78% dibandingkan peningkatan pada akhir tahun 2014.

6. Data penjualan UKM Mamanaia bulan Februari 2015

Volume penjualan produk terendah dicapai pada bulan Februari 2015 yaitu sebesar 9 850 unit. Data penjualan UKM Mamanaia pada bulan Januari 2015 dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8. Data penjualan UKM Mamanaia bulan Februari 2015 Produk Volume penjualan (unit) Harga (Rp) Total pendapatan (Rp)

Dada 3 940 7 500 29 550 000

Paha atas 1 970 7 500 14 775 000

Paha bawah 1 970 6 000 11 820 000

Sayap 1 970 5 000 9 850 000

Total 9 850 65 995 000

(25)

15 Tabel 8, volume penjualan produk dan total pendapatan yang diperoleh oleh usaha ini mengalami penurunan hingga 7.94% dibandingkan bulan lalu. Maka, peningkatan terhadap penurunan volume penjualan produk dan total pendapatan terjadi pada usaha ini hingga 7.66% dibandingkan penurunan pada bulan Januari 2015.

Struktur Biaya Operasional UKM Mamanaia

Pertumbuhan Biaya Operasional Periode September 2014-Februari 2015 Biaya operasional UKM Mamanaia adalah biaya-biaya yang dikeluarkan oleh entitas usaha dalam menjalankan bisnisnya. Pertumbuhan dan peramalan biaya operasional produk UKM Mamanaia dapat dilihat melalui analisis tren. Gambar 6 menunjukkan peramalan biaya operasional harian UKM Mamanaia akan cenderung menurun. Namun, peramalan biaya operasional usaha dalam periode bulan akan meningkat pada Maret 2015 dan kembali menurun pada April 2015.

Gambar 6. Analisis tren biaya operasional UKM Mamanaia

Analisis tren biaya operasional pada UKM Mamanaia menggunakan model kuadratik. Ukuran akurasi yang terdiri dari MAPE, MAD, dan MSD pada model kuadratik memiliki nilai terkecil dibandingkan model linier dan eksponensial. Nilai alat ukur akurasi pada ketiga model tersebut dapat dilihat pada tabel 9.

Tabel 9. Data nilai MAPE, MAD, dan MSD pada biaya operasional produk

Linier Kuadratik Eksponensial S-curve

MAPE 4 4 4 4

MAD 71 846 69 206 71 943 74 410

(26)

16

Analisis tren meramalkan adanya peningkatan biaya operasional UKM Mamanaia pada Maret 2015 sebesar 9.47% dibandingkan bulan Februari 2015 yaitu Rp57 515 798.. Namun, biaya operasional produk pada bulan April 2015 diramalkan akan kembali menurun 0.05% pada April 2015 dengan jumlah Rp54 772 240 dibandingkan Maret 2015. Hal ini indikasi biaya operasional mengikuti tren pertumbuhan volume penjualan produk.

Biaya operasional UKM Mamanaia yang ditunjukkan pada Lampiran 2 memiliki pola yang fluktuatif. Biaya operasional harian tertinggi pada UKM Mamanaia mencapai Rp2 070 108, sedangkan biaya operasional harian terendah sebesar Rp1 597 878. Rata-rata biaya operasional harian pada usaha ini sebesar Rp1 818 232. Besarnya biaya operasional berbanding lurus dengan banyaknya volume penjualan produk. Ketika volume penjualan produk meningkat, maka biaya operasional pada UKM Mamanaia akan meningkat pula, demikian pula sebaliknya. Biaya Bahan Baku Periode September 2014-Februari 2015

Biaya pemakaian bahan baku dalam memproduksi ayam goreng tepung pada UKM Mamanaia dapat dilihat pada tabel 10.

Tabel 10. Data biaya bahan baku periode September 2014-Februari 2015 Bahan

Sumber : Data UKM Perusahaan (diolah), 2015

Biaya bahan baku pada UKM Mamanaia paling dipengaruhi oleh biaya pembelian ayam. Biaya pembelian ayam tertinggi dicapai pada bulan Desember 2014, yang dipengaruhi oleh pencapaian harga rata-rata ayam tertinggi yaitu Rp30 000. Bulan September 2014 mencapai biaya pembelian bahan baku ayam yang terendah karena harga ayam rata-rata pada bulan tersebut sebesar Rp26 921. Biaya Penyusutan Periode September 2014-Februari 2015

Peralatan yang dimiliki UKM Mamanaia mengalami penyusutan yang dapat dikonversikan ke dalam suatu biaya. Biaya penyusutan pada usaha ini dapat dilihat pada tabel 11.

Tabel 11. Biaya penyusutan peralatan UKM Mamanaia

(27)

17

Sumber : Data UKM Mamanaia (diolah), 2015

Tabel 11 menunjukkan biaya penyusutan peralatan UKM Mamanaia setiap bulannya sebesar Rp146 333. Biaya penyusutan yang terbesar dialami oleh gerobak yang besarnya Rp60 000 per bulan. Hal ini disebabkan oleh penggunaan gerobak tiap hari dalam penggorengan modul ayam goreng tepung dan tempat display

produk.

Biaya Kualitas Periode September 2014-Februari 2015

Biaya kualitas yang ditanggung oleh usaha ini hanya terdiri dari biaya kegagalan eksternal. Hal ini diakibatkan oleh biaya kualitas lain yang terdiri dari biaya pencegahan, biaya penilaian dan biaya kegagalan internal tidak ditemukan pada usaha ini. Biaya kegagalan eksternal pada UKM Mamanaia adalah besarnya biaya yang ditanggung akibat adanya produk cacat maupun pengembalian produk masing-masing gerai. Biaya kualitas tersebut dapat dilihat pada tabel 12.

Tabel 12. Biaya kualitas

Sumber : Data UKM Mamanaia (diolah), 2015

(28)

18

Klasifikasi biaya operasional UKM Mamanaia

Biaya operasional pada UKM Mamanaia diklasifikasikan berdasarkan perilaku biaya tetap dan biaya variabel. Biaya operasional yang dikeluarkan oleh UKM Mamanaia pada periode bulan September 2014-Februari 2015 dapat dilihat pada tabel 13.

Tabel 13. Biaya operasional

Jenis biaya Biaya variabel (Rp)

Sept'14 Okt'14 Nov’14 Des’14 Jan’14 Feb’14

Bahan baku

Sumber : Data UKM Mamanaia, 2015 (diolah)

Tabel 13 menunjukkan bahwa biaya operasional UKM Mamanaia cenderung fluktuatif, yang diiringi dengan naik turunnya biaya variabel pada periode bulan September 2014 - Februari 2015. Struktur biaya operasional usaha ini pada periode tersebut rata-rata disusun oleh 79.65% komponen biaya variabel dan 20,35% komponen biaya tetap. Biaya operasional UKM Mamanaia meningkat sejak bulan September 2014 hingga Desember 2014, namun di awal tahun 2015 mulai mengalami penurunan biaya.

Laba UKM Mamanaia

Pertumbuhan Laba Periode September 2014-Februari 2015

(29)

19 fluktuatif seperti pada Lampiran 4. Laba harian tertinggi yang diperoleh usaha ini adalah Rp705 456, sedangkan laba harian terendah yang diperoleh sebesar Rp241.456. Rata-rata laba harian yang diperoleh usaha ini adalah Rp463 470. Laba yang diperoleh usaha ini berbanding terbalik dengan besarnya volume penjualan dan biaya operasional produknya. Semakin tinggi biaya operasional dan volume penjualan produk maka semakin rendahlah laba yang dihasilkan, demikian pula sebaliknya.

Gambar 7. Analisis tren laba UKM Mamanaia

Alasan pemilihan model kuadratik masih berdasarkan rendahnya nilai ukur akurasi pada MAPE, MAD, dan MSD pada ketiga model lainnya. Besar nilai alat ukur akurasi pada analisis tren laba UKM Mamanaia dapat dilihat pada tabel 14.

Tabel 14. Data nilai MAPE, MAD, dan MSD pada laba

Linier Kuadratik Eksponensial

MAPE 14 14 14

MAD 61 704 60 678 62 263

MSD 6 382 503 572 6 317 962 230 6 434 559 216

(30)

20

Laba UKM Mamanaia Periode Bulan September 2014-Februari 2015

Laba UKM Mamanaia merupakan perolehan dari selisih total penjualan produk dengan biaya operasional produknya. Besarrnya laba usaha tersebut dapat dilihat pada tabel 15.

Tabel 15. Laba periode bulan September 2014-Februari 2015 Bulan Total penjualan Sumber : Data UKM Mamanaia, 2015 (diolah)

Tabel 15 menunjukkan laba tertinggi yang diperoleh usaha ini terjadi pada bulan Januari, sedangkan laba terendah diperoleh pada bulan Februari. Besarnya laba pada usaha ini pun dipengaruhi oleh faktor fluktuatifnya biaya variabel pada produk. Oleh karena itu, untuk tetap fokus dalam meningkatkan laba yang diperoleh, UKM Mamanaia harus mempersiapkan strategi khusus terkait dengan biaya operasional dan penjualan produknya.

Analisis Margin Kontribusi

Analisis Margin Kontribusi Periode Bulan September 2014-Februari 2015 Margin kontribusi adalah besarnya hasil penjualan dikurangi biaya variabel untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan laba. Analisis margin kontribusi pada UKM Mamanaia dapat dilihat pada tabel 16.

Tabel 16. Analisis margin kontribusi UKM Mamanaia

(31)

21

Tabel 16 menunjukkan besarnya margin kontribusi pada produk UKM Mamanaia kurang stabil. Margin kontribusi terbesar dicapai pada bulan Desember 2014 dan terkecil dicapai pada bulan Februari 2015. Margin kontribusi pada bulan September sebanyak Rp24 647 000, yang meningkat sebesar 1.91% pada bulan Oktober yaitu Rp25 117 000. Namun, adanya penurunan margin kontribusi sebesar 2.48% pada bulan November yaitu Rp24 494 000, yang diikuti peningkatan kembali sebesar 3.19% pada bulan Desember yaitu Rp25 275 000. Bulan Januari, margin kontribusi meningkat sebesar 1.40% yaitu Rp25 630 000, dan menurun sebesar 6.74% yaitu Rp23 903 000.

Analisis Break Even Point

Analisis Break Even Point Periode Bulan September 2014-Februari 2015

Break even point adalah titik di mana total pendapatan sama dengan total biaya dan titik di mana laba sama dengan nol. Analisis break even point pada usaha ini dapat dilihat pada tabel 17.

Tabel 17. Analisis break even point UKM Mamanaia

Bulan Margin

Tabel 17 menunjukkan besarnya break even point produk UKM Mamanaia yang kurang stabil. Break even point tertinggi dicapai pada bulan Desember 2014 yaitu sebesar Rp31 338 345, sedangkan break even point terkecil dicapai pada bulan Februari 2014 yaitu sebesar Rp28 841 809. Break even point dicapai melalui pembagian biaya tetap dengan rasio margin kontribusi produk UKM Mamanaia. Tabel 16 menunjukkan pula bahwa pada periode bulan September 2014-Februari 2015, UKM Mamanaia telah mencapai titik impasnya sehingga dapat menghasilkan laba bagi usahanya.

(32)

22

Gambar 8. Analisis tren break even point UKM Mamanaia

Gmabar 8 menunjukkan tren break even point harian pada usaha ini cenderung fluktuatif. Break even point harian tertinggi dicapai sebesar Rp1 234 813, sedangkan yang terendah dicapai sebesar Rp867 632. Rata-rata kondisi Break even point harian pada usaha ini adalah Rp1 002 077. Analisis tren pada Gambar 5 meramalkan adanya peningkatan kondisi break even point sebesar 12.11% pada bulan Maret 2015 dibandingkan bulan lalu dan akan kembali menurun sebesar 2.05% pada April 2015.

Analisis tren kondisi break even point UKM Mamanaia menggunakan model tren eksponensial karena memiliki ukuran akurasi terendah dari semua model. Ukuran akurasi semua model yang terdiri dari MAPE, MAD, dan MSD dapat dilihat pada Tabel 18.

Tabel 18. Data nilai MAPE,MAD, daN MSD pada kondisi break even point

Linier Kuadratik Eksponensial

MAPE 5 5 5

MAD 46 991 47 087 46 719

MSD 3 827 540 675 3 710 466 440 3 835 239 690

Analisis Margin of Safety

Analisis margin of safety dapat menunjukkan seberapa banyak penjualan sesungguhnya di atas penjualan break even point yang boleh turun sebelum perusahaan mengalami kerugian serta risiko bisnis. Analisis margin of safety UKM Mamanaia dapat dilihat pada tabel 19.

Tabel 19. Analisis margin of safety UKM Mamanaia

Bulan

Sept’14 Okt’14 Nov’14 Des’14 Jan’14 Feb’14

Total Penjualan

65 057 000 68 541 000 68 876 000 72 360 000 72 159 000 65 995 000

Penjualan BEP

(33)

23

Margin of safety diperoleh dari selisih total penjualan dengan penjualan saat

break even point. Analisis margin of safety UKM Mamanaia tertinggi dicapai pada bulan Januari 2015 sebesar Rp41 340 566, sedangkan margin of safety terendah dicapai pada bulan September 2015 sebesar Rp36 163 601. Risiko kerugian UKM Mamanaia cukup besar karena rata-rata besarnya penurunan penjualan harian yang dapat terjadi sebesar 55.86%. Semakin kecil nilai margin of safety ratio dalam suatu usaha, maka semakin besat risikonya untuk mengalami kerugian.

Analisis Operating Leverage

Analisis operating leverage menunjukkan besarnya penggunaan biaya tetap untuk menciptakan perubahan persentase laba yang lebih tinggi ketika aktivitas penjualan bertambah. Analisis operating leverage UKM Mamanaia dapat dilihat pada tabel 20.

Tabel 20. Analisis operating leverage UKM Mamanaia Bulan

Analisis operating leverage diperoleh melalui perbandingan margin contribution dengan laba bersih. Rata-rata nilai operating leverage UKM Mamanaia sebesar 1.79. Dengan nilai operating leverage tersebut, ketika terjadi peningkatan penjualan sebesar 10%, maka laba bersih akan meningkat sebesar 17,9%. Namun, ketika terjadi penurunan penjualan sebesar 10%, maka laba bersih akan menurun sebesar 17.9%. Semakin besar tingkat operating leverage, maka semakin banyak pula perubahan dalam aktivitas penjualan yang akan mempengaruhi laba.

Analisis Cost Volume Profit

Cost Volume Profit Analysis dapat digunakan sebagai alat perencanaan dan pengambilan keputusan yang erat kaitannya dengan biaya operasional, volume penjualan produk dan laba usaha. Maka, UKM Mamanaia harus mulai memperhatikan faktor pengendali laba usaha tersebut yaitu biaya operasional dan volume penjualan dalam rencana peningkatan laba pada usahanya.

(34)

24

342.85 unit, dengan rata-rata peningkatan volume penjualan produk harian sebesar 0.36%. Hal tersebut diiringi dengan rata-rata biaya operasional harian sebesar Rp1 818 232, dengan rata-rata peningkatan biaya operasional harian sebesar 0.23%. Berdasarkan data pemilik, UKM Mamanaia belum pernah menaikkan harga jual produknya selama periode usaha. Namun, pada bulan Februari 2015, UKM Mamanaia menurunkan sebesar 5.6% biaya tetap yang bersumber dari gaji karyawan sehingga menurunkan biaya operasional entitas usaha. Analisis break even point pada usaha ini pun menunjukkan adanya peningkatan rata-rata kondisi

break even point harian sebesar 0.31%, Dengan adanya perkembangan usaha tersebut, UKM Mamanaia harus memilih alternatif cost volume profit (CVP) yang paling rasional dilakukan untuk mencapai peningkatan laba pada periode selanjutnya,.

Namun, perkembangan usaha UKM Mamanaia di masa depan pun dapat dilihat melalui analisis tren. Analisis tren pada volume penjualan produk UKM Mamanaia (Gambar 3), meramalkan adanya penurunan rata-rata volume penjualan produk harian UKM Mamanaia sebesar 0.0037%. Sedangkan analisis tren biaya operasional produk usaha tersebut (Gambar 4), meramalkan adanya penurunan rata-rata biaya operasional harian sebesar 0,0527%.

Alternatif CVP yang diberikan pada UKM Mamanaia dalam mencapai peningkatan laba pada periode selanjutnya dipertimbangkan berdasarkan tiga landasan pokok yaitu asumsi peramalan faktor pengendali laba, laju perkembangan analisis tren faktor pengendali laba periode bulan September 2014-Februari 2015 dan target laba pemilik UKM. Volume penjualan produk UKM Mamanaia memiliki pertumbuhan harian meningkat, yang diiringi dengan peramalan penurunan kuantitas. Namun, biaya operasionalnya memiliki pertumbuhan harian yang meningkat dan diiringi peramalan penurunan atas biaya. Oleh karena itu, asumsi volume penjualan produk dan biaya operasional UKM Mamanaia pada alternatif CVP demi perolehan laba maksimaladalah sebagai berikut :

1. Mengurangi biaya variabel harian terpilih 0.25%, sedangkan volume penjualan produk dan harga jual tetap

2. Meningkatkan volume penjualan produk harian sebesar 0.4%, sedangkan biaya variabel harian terpilih tetap dan harga jual tetap.

3. Meningkatkan volume penjualan produk harian sebesar 0.4%, mengurangi biaya variabel harian terpilih 0.25%, dan harga jual tetap

Struktur biaya operasional UKM Mamanaia untuk periode selanjutnya diasumsikan sama dengan bulan Februari 2015. Maka alternatif CVP yang mungkin digunakan pada usaha ini demi menghasilkan laba yang maksimal dapat dilihat pada tabel 21.

Tabel 21. Analisis cost volume profit dalam pencapaian laba maksimal

(35)

25

Margin kontribusi 859 282.93 873 362 873 430.93

Rasio margin kontribusi 0.3652 0.3671 0.3672

Biaya tetap 383 083 383 083 383 083

Laba 476 199.93 490 279 490 347.93

BEP 1 048 967.69 1 043 538.55 1 043 254.36

Tabel 21 telah menunjukkan alternatif CVP yang dipilih akan menghasilkan perolehan laba dan kondisi break even point yang berbeda-beda. Adapun analisis CVP terkait perlakuan pada volume penjualan usaha ini tetap disesuaikan dengan keadaaan sesungguhnya yaitu dalam bentuk pembulatan ke atas. Variabel Y (biaya variabel yang tidak berubah) pada analisis ini dipengaruhi oleh variabel X (volume penjualan produk). Maka, perlakuan pada biaya variabel disesuaikan dengan asumsi model linear pada persamaan y = 3 682.3x + 170 349. Oleh karena itu, hasil olahan ketiga alternatif tersebut adalah sebagai berikut:

1. Mengurangi biaya variabel harian terpilih sebesar 0.25%, sedangkan volume penjualan produk dan harga jual tetap.

Alternatif ini melakukan pengurangan pada biaya pemasaran dan biaya kualitas yang termasuk dalam biaya variabel UKM Mamanaia. Berdasarkan simulasi alternatif pertama ini, perolehan laba yang dihasilkan adalah Rp476 199.93, dengan kondisi BEP pada Rp1 048 967.69. Berdasarkan hasil tersebut, laba yang dihasilkan belum meningkat dari periode sebelumnya, sehingga alternatif ini masih kurang baik.

2. Meningkatkan volume penjualan produk harian sebesar 0.4%, sedangkan biaya variabel harian terpilih tetap dan harga jual tetap.

(36)

26

355 unit. Alternatif CVP ini menghasilkan perolehan laba harian sebesar Rp490 279 dengan kondisi BEP pada Rp1 043 538.55. Alternatif ini lebih baik daripada alternatif pertama karena menghasilkan laba yang lebih tinggi dengan kondisi BEP yang lebih rendah.

3. Meningkatkan volume penjualan produk harian sebesar 0.4%, mengurangi biaya variabel harian terpilih 0.25%, dan harga jual tetap

Alternatif CVP ini merupakan simulasi kombinasi dari altenatif pertama dan kedua. Berdasarkan analisis yang dilakukan, laba yang dihasilkan adalah Rp490 347.93, dengan kondisi BEP pada Rp1 043 254.36. Alternatif ini merupakan pilihan yang terbaik karena menghasilkan perolehan laba yang tertinggi dari semua alternatif dengan kondisi BEP yang terendah pula. Hal ini mengindikasikan bahwa UKM Mamanaia sangat potensial untuk meningkatkan volume penjualan produknya, namun tetap memperhatikan pengeluaran biaya operasionalnya. Usaha ini pun perlu menerapkan usaha dengan fokus pada zero defect untuk memaksimumkan perolehan laba.

Implikasi Manajerial

Volume penjualan produk UKM Mamanaia sangat potensial untuk ditingkatkan. Analisis laju pertumbuhan volume penjualan dan peramalan yang telah dilakukan, menunjukkan kebutuhan konsumen akan produk ini cenderung meningkat setiap harinya. Maka, pihak UKM diharapkan dapat meningkatkan volume penjualan produk sesuai dengan alternatif CVP terbaik dengan tetap memperhatikan pola pembelian konsumen per hari. Namun, volume penjualan produk yang potensial harus diiringi dengan pengendalian pengeluaran biaya operasional produk. Usaha ini pun perlu menerapkan fokus zero defect dalam mengurangi besarnya biaya kualitas pada penanganan produk cacat atau retur. Terlebih lagi, pengendalian terhadap pengeluaran biaya pemasaran dengan memperhatikan asas kehati-hatian dalam memaksimumkan perolehan laba.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan analisis dan pembahasan terkait cost volume profit pada UKM Mamanaia, maka kesimpulan yang dapat diambil sebagai berikut:

1. Periode September 2014-Februari 2015, UKM Mamanaia memiliki pertumbuhan volume penjualan produk lebih besar daripada biaya operasionalnya. Volume penjualan produk rata-rata meningkat sebesar 0.359% per harinya atau meningkat 1.063% per bulan. Sedangkan biaya operasional pada usaha ini rata-rata meningkat sebesar 0.23% per hari atau meningkat sebesar 1.23% per bulan.

(37)

27 komponen utama pada biaya tetap. Biaya variabel terdiri dari biaya bahan baku langsung, saos, kemasan, plastik, gas, bonus karyawan, pemasaran, dan kualitas. Biaya bahan baku mendominasi struktur biaya variabel dengan komponen utama bahan baku ayam.

3. UKM Mamanaia telah mencapai keadaan break even point (BEP) dalam menjalankan bisnisnya pada periode bulan September 2014-Februari 2015. Keadaan BEP pada usaha ini cenderung mengalami peningkatan sebesar 0.3056% per hari atau meningkat 0.03% per bulannya. Rata-rata kondisi BEP harian pada usaha ini adalah Rp1 002 077 atau Rp30 090 614 per bulannya. BEP tertinggi dicapai pada bulan Desember 2014 yaitu sebesar Rp31 338 345, sedangkan BEP terendah dicapai pada bulan Februari 2015 yaitu sebesar Rp28 841 809.

4. Nilai operating leverage UKM Mamanaia pada periode bulan September 2014-Februari 2015 rata-rata sebesar 1.79. Dengan nilai operating leverage tersebut, ketika terjadi peningkatan penjualan sebesar 10%, maka laba bersih akan meningkat sebesar 17,9%. Namun, ketika terjadi penurunan penjualan sebesar 10%, maka laba bersih akan menurun sebesar 17.9%.

5. Dalam rencana mencapai peningkatan laba pada periode selanjutnya, maka dirumuskanlah alternatif cost volume profit (CVP) pada UKM Mamanaia terkait faktor pengendali laba yaitu volume penjualan produk dan biaya operasional. Alternatif CVP yang pertama adalah mengurangi biaya variabel harian terpilih sebesar 0.25%, sedangkan volume penjualan produk dan harga jual tetap. Alternatif CVP pertama menghasilkan perolehan laba sebesar Rp476 199.93 per hari, dengan kondisi BEP pada Rp1 048 967.69 per hari. Alternatif CVP yang kedua adalah meningkatkan volume penjualan produk harian sebesar 0.4%, sedangkan biaya variabel harian terpilih tetap dan harga jual tetap. Alternatif CVP kedua menghasilkan perolehan laba Rp490 279 per hari dan kondisi BEP pada Rp1 043 538.55. Alternatif CVP yang ketiga adalah meningkatkan volume penjualan produk harian sebesar 0.4%, mengurangi biaya variabel harian terpilih 0.25%, dan harga jual tetap. Alternatif ketiga menghasilkan perolehan laba sebesar Rp490 347.93, dengan kondisi BEP pada Rp1 043 254.36. Oleh karena itu, strategi analisis CVP yang cocok diterapkan pada UKM Mamanaia dalam memenuhi kebutuhan bisnis UKM adalah alternatif CVP yang ketiga. Alasannya adalah perolehan laba pada alternatif ini paling tinggi dibandingkan alternatif lainnya, dengan kondisi break even point yang paling rendah pula dibandingkan alternatif lainnya.

Pihak UKM Mamanaia hendaknya mulai memperhitungkan efektivitas dan efisiensi tiap aktivitas produksinya untuk dapat mengetahui lebih rinci titik temu dalam meningkatkan laba pada bisnisnya. Penggunaan biaya pemasaran pada produk pun harap diperhitungkan agar tidak terjadi pengeluaran biaya yang tidak diperlukan. Aktivitas produksi dengan fokus zero defect pun hendaknya dilakukan untuk mengurangi biaya operasional yang ada dan menciptakan laba usaha yang maksimal.

Saran

(38)

28

penjualan produk. Hal ini dilakukan untuk mencapai peningkatan perolehan laba secara stabil pada tiap periode yang diinginkan.

2. Dalam rencana peningkatan laba tiap periode, hendaknya UKM Mamanaia mempertimbangkan hasil analisis CVP yang telah dirumuskan pada penelitian ini. Pihak UKM pun hendaknya tetap meningkatkan volume penjualan produk per harinya karena kebutuhan konsumen akan produk pun cenderung meningkat. 3. UKM Mamanaia dapat meninjau penghitungan biaya operasional melalui

activity based costing dalam setiap proses bisnisnya. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan biaya operasional secara lebih spesifik dalam meningkatkan perolehan laba secara stabil.

4. Penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi untuk bidang industri makanan sejenis dalam pencapaian pendapatan yang maksimal pada usahanya.

5. Penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut menggunakan analisis tren dengan pola musiman, sesuai dengan faktor yang mempengaruhi fluktuatifnya faktor pengendali laba.

DAFTAR PUSTAKA

Budiwibowo S. 2012. Analisis estimasi cost volume profit (CVP) dalam hubungannya dengan perencanaan laba pada hotel tlogo mas sarangan.

Jurnal Akuntansi dan Pendidikan.Volume 1:13-23.

[Disperindagkop] Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Bekasi. 2014. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kota Bekasi Tahun 2013 [Internet]. [diunduh 2015 Jan 02]. Tersedia pada: http:// http://bekasikota.go.id/files/fck/lkpj%202013%20fix_.pdf Hansen DR, Mowen MM.. 2001. Manajemen Biaya: Akuntansi dan

Pengendalian. Penerbit Salemba Empat, penerjemah. Jakarta (ID): PT Salemba Emban Patria. Terjemahan dari: Cost Management: Accounting and Control. Ed ke-2.

Hansen DR, Mowen MM. 2004. Akuntansi Manajemen. Fitriasari D, Kwary DA, penerjemah; Nicodemus B, editor. Volume ke-1. Jakarta (ID): Penerbit Salemba Empat. Terjemahan dari: ManagementAccounting. Ed ke-7. Hansen DR, Mowen MM. 2005. Akuntansi Manajemen. Fitriasari D, Kwary DA,

penerjemah; Amelia V, Setyaningsih N, editor. Volume ke-2. Jakarta (ID): Penerbit Salemba Empat. Terjemahan dari: Management Accounting. Ed ke-7.

Harahap SS. 2008. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Jakarta (ID): PT. Rajagrafindo Persada

Horngren CT, Datar SM, Foster G. 2006. Akuntansi Biaya, Penekanan Manajerial. Lestari PA, penerjemah; Saat S, Hardani HW, editor. Jakarta (ID): Penerbit Erlangga. Terjemahan dari: Cost Accounting, A Managerial Emphasis. Ed ke-12.

(39)

29 Rayburn LG. 1999. Akuntansi Biaya : dengan Menggunakan Pendekatan Manajemen Biaya. Sirait A, penerjemah; Sumiharti Y, Saat S, editor. Jakarta (ID): Penerbit Erlangga. Terjemahan dari: Cost Accounting: Using A Cost Management Approach. Ed ke-6.

Samryn LM. 2001. Akuntansi Manajerial Suatu Pengantar. Jakarta (ID). PT Raja Grafindo Persada.

Sembiring B. 2013. Penerapan cost volume profit analysis sebagai perencanaan pencapaian laba dan penjualan pada PAPAPIA [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Tambunan, Tulus. 2009. Umkm di indonesia. Bogor (ID). Ghalia indonesia Warindrani AK. 2006. Akuntansi Manajemen. Yogyakarta (ID). Graha Ilmu. Wulansari W. 2011. Penerapan cost volume profit analysis dalam menunjang

(40)

30

LAMPIRAN

Lampiran 1 Volume penjualan produk UKM Mamanaia

Tanggal Volume penjualan produk (unit)

September Oktober November Desember Januari Februari

1 340 350 400 350 360 350

2 340 370 370 330 370 370

3 310 350 400 370 340 330

4 330 330 390 350 360 350

5 300 340 340 370 360 370

6 300 340 370 340 350 370

7 350 310 330 340 340 360

8 310 370 370 330 370 330

9 300 330 390 350 350 370

10 310 330 340 300 340 350

11 340 350 330 350 350 350

12 330 360 340 350 360 340

13 320 340 350 330 320 360

14 340 340 330 330 340 360

15 340 330 310 310 340 370

16 350 300 370 300 350 340

17 310 310 350 340 360 350

18 330 330 330 350 340 360

19 350 300 340 340 340 330

20 300 330 370 320 370 330

21 310 340 310 370 330 360

22 310 310 330 350 320 350

23 350 330 340 350 350 350

24 300 350 300 360 350 360

25 340 300 300 370 350 360

26 330 310 320 360 360 350

27 300 300 330 400 330 330

28 300 330 300 370 340 350

29 330 300 310 350 350

30 340 310 320 400 350

31 340 370 330

(41)

31 Lampiran 2 Biaya operasional UKM Mamanaia

Tanggal

Biaya operasional (Rp)

September Oktober November Desember Januari Februari

1 1.795.878 1.820.237 1.974.544 1.942.108 1.882.108 1.891.083

2 1.760.878 1.908.237 1.836.544 1.794.108 1.911.108 1.967.083

3 1.658.878 1.845.237 2.024.544 2.048.108 1.774.108 1.834.083

4 1.748.878 1.704.237 1.972.544 1.930.108 1.895.108 1.853.083

5 1.639.878 1.802.237 1.807.544 2.000.108 1.868.108 1.993.083

6 1.597.878 1.801.237 1.832.544 1.819.108 1.821.108 1.935.083

7 1.827.878 1.615.237 1.714.544 1.858.108 1.820.108 1.902.083

8 1.650.878 1.967.237 1.913.544 1.791.108 1.926.108 1.812.083

9 1.671.878 1.684.237 1.954.544 1.897.108 1.829.108 1.960.083

10 1.668.878 1.746.237 1.843.544 1.676.108 1.814.108 1.874.083

11 1.802.878 1.841.237 1.719.544 1.920.108 1.829.108 1.881.083

12 1.736.878 1.878.237 1.845.544 1.902.108 1.908.108 1.824.083

13 1.672.878 1.817.237 1.839.544 1.829.108 1.742.108 1.892.083

14 1.787.878 1.766.237 1.710.544 1.830.108 1.910.108 1.927.083

15 1.805.878 1.733.237 1.669.544 1.692.108 1.836.108 1.974.083

16 1.803.878 1.603.237 1.933.544 1.703.108 1.885.108 1.839.083

17 1.684.878 1.666.237 1.939.544 1.905.108 1.927.108 1.846.083

18 1.685.878 1.752.237 1.784.544 1.876.108 1.799.108 1.893.083

19 1.786.878 1.655.237 1.905.544 1.876.108 1.851.108 1.800.083

20 1.606.878 1.749.237 2.018.544 1.735.108 1.967.108 1.826.083

21 1.636.878 1.881.237 1.763.544 2.039.108 1.772.108 1.886.083

22 1.707.878 1.622.237 1.853.544 1.791.108 1.718.108 1.862.083

23 1.738.878 1.799.237 1.863.544 1.811.108 1.866.108 1.866.083

24 1.690.878 1.798.237 1.732.544 1.896.108 1.871.108 1.868.083

25 1.816.878 1.683.237 1.768.544 1.890.108 1.841.108 1.891.083

26 1.775.878 1.629.237 1.847.544 1.846.108 1.933.108 1.822.083

27 1.605.878 1.671.237 1.922.544 2.067.108 1.795.108 1.755.083

28 1.621.878 1.747.237 1.702.544 1.886.108 1.825.108 1.863.083

29 1.679.878 1.662.237 1.801.544 1.811.108 1.910.108

30 1.684.878 1.687.237 1.831.544 2.070.108 1.980.108

31 1.832.237 1.898.108 1.767.108

(42)

32

Lampiran 3 Biaya kualitas harian UKM Mamanaia

Tanggal Biaya kualitas (Rp)

September Oktober November Desember Januari Februari

1 17.000 35.000 40.000 40.000 23.000 15.000

2 57.000 27.000 37.000 25.000 27.000 20.000

3 34.000 50.000 70.000 67.000 15.000 32.000

4 43.000 40.000 80.000 25.000 18.000 30.000

5 25.000 37.000 25.000 30.000 20.000 20.000

6 25.000 65.000 25.000 25.000 10.000 27.000

7 37.000 25.000 30.000 40.000 15.000 18.000

8 42.000 60.000 70.000 13.000 25.000 15.000

9 53.000 18.000 60.000 35.000 17.000 17.000

10 32.000 35.000 45.000 37.000 20.000 32.000

11 32.000 47.000 35.000 20.000 15.000 10.000

12 38.000 56.000 60.000 19.000 35.000 12.000

13 18.000 73.000 40.000 17.000 40.000 13.000

14 41.000 37.000 30.000 45.000 37.000 13.000

15 33.000 40.000 35.000 40.000 30.000 31.000

16 63.000 24.000 90.000 25.000 25.000 20.000

17 41.000 35.000 35.000 37.000 15.000 12.000

18 45.000 47.000 37.000 30.000 25.000 14.000

19 31.000 35.000 30.000 30.000 43.000 27.000

20 15.000 60.000 65.000 40.000 15.000 21.000

21 37.000 71.000 47.000 30.000 15.000 10.000

22 45.000 25.000 50.000 15.000 20.000 15.000

23 27.000 45.000 30.000 10.000 10.000 20.000

24 60.000 47.000 35.000 24.000 25.000 15.000

25 55.000 36.000 70.000 15.000 24.000 25.000

26 40.000 20.000 45.000 10.000 10.000 10.000

27 25.000 40.000 60.000 17.000 20.000 10.000

28 43.000 71.000 35.000 13.000 25.000 15.000

29 18.000 26.000 60.000 10.000 17.000

30 37.000 60.000 50.000 10.000 150.000

31 20.000 25.000 10.000

Figur

Gambar 1. Laba UKM Mamanaia periode September 2014 – Februari 2015
Gambar 1 Laba UKM Mamanaia periode September 2014 Februari 2015 . View in document p.12
Gambar 2. Kerangka pemikiran penelitian
Gambar 2 Kerangka pemikiran penelitian . View in document p.17
Gambar 3. Pemilik
Gambar 3 Pemilik. View in document p.20
Gambar 4. Analisis tren volume penjualan produk UKM Mamanaia
Gambar 4 Analisis tren volume penjualan produk UKM Mamanaia . View in document p.21
Gambar 5. Pola pembelian produk harian UKM Mamanaia
Gambar 5 Pola pembelian produk harian UKM Mamanaia . View in document p.22
Tabel 3. Data penjualan UKM Mamanaia bulan September 2014
Tabel 3 Data penjualan UKM Mamanaia bulan September 2014 . View in document p.22
Tabel 4. Data penjualan UKM Mamanaia bulan Oktober 2014
Tabel 4 Data penjualan UKM Mamanaia bulan Oktober 2014 . View in document p.23
Tabel 5. Data penjualan UKM Mamanaia bulan November 2014
Tabel 5 Data penjualan UKM Mamanaia bulan November 2014 . View in document p.23
Tabel 6 menunjukkan UKM Mamanaia mengalami peningkatan volume
Tabel 6 menunjukkan UKM Mamanaia mengalami peningkatan volume . View in document p.24
Tabel 9. Data nilai MAPE, MAD, dan MSD pada biaya operasional produk
Tabel 9 Data nilai MAPE MAD dan MSD pada biaya operasional produk . View in document p.25
Gambar 6. Analisis tren biaya operasional UKM Mamanaia
Gambar 6 Analisis tren biaya operasional UKM Mamanaia . View in document p.25
Tabel 11. Biaya penyusutan peralatan UKM Mamanaia
Tabel 11 Biaya penyusutan peralatan UKM Mamanaia . View in document p.26
Tabel 12. Biaya kualitas
Tabel 12 Biaya kualitas . View in document p.27
Tabel 13. Biaya operasional
Tabel 13 Biaya operasional . View in document p.28
Gambar 7. Analisis tren laba UKM Mamanaia
Gambar 7 Analisis tren laba UKM Mamanaia . View in document p.29
Tabel 16. Analisis margin kontribusi UKM Mamanaia
Tabel 16 Analisis margin kontribusi UKM Mamanaia . View in document p.30
Tabel 15. Laba periode bulan September 2014-Februari 2015
Tabel 15 Laba periode bulan September 2014 Februari 2015 . View in document p.30
Gambar 8. Analisis tren break even point UKM Mamanaia
Gambar 8 Analisis tren break even point UKM Mamanaia . View in document p.32
Tabel 19. Analisis margin of safety UKM Mamanaia
Tabel 19 Analisis margin of safety UKM Mamanaia . View in document p.32
Tabel 20. Analisis operating leverage UKM Mamanaia
Tabel 20 Analisis operating leverage UKM Mamanaia . View in document p.33
Tabel 21. Analisis cost volume profit dalam pencapaian laba maksimal
Tabel 21 Analisis cost volume profit dalam pencapaian laba maksimal . View in document p.34

Referensi

Memperbarui...