• Tidak ada hasil yang ditemukan

Transformasi Genetik Kentang (Solanum tuberosum L.) Kultivar Agria dengan Gen Pembungaan Hd3a

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Transformasi Genetik Kentang (Solanum tuberosum L.) Kultivar Agria dengan Gen Pembungaan Hd3a"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2  Eksplan ruas batang kentang umur 2 MST sebagai hasil ko-kultivasi dengan A. tumefaciens di media seleksi
Gambar 4  Pengujian tunas transgenik putatif dan non-transgenik pada media  seleksi yang mengandung 20 mg/l higromisin
Gambar 6  Kentang transgenik putatif kultivar Agria galur StAHd3a-1 yang

Referensi

Dokumen terkait

Kalus yang tumbuh dan bersih dari kontaminasi menggunakan metode ini mencapai 90%. Hasil kalus yang dapat tumbuh pada media seleksi dapat dilihat pada gambar 4. Kalus PA 183 dan

Kalus yang tumbuh dan bersih dari kontaminasi menggunakan metode ini mencapai 90%. Hasil kalus yang dapat tumbuh pada media seleksi dapat dilihat pada gambar 4. Kalus PA 183 dan

Pada umur 6 MST, satu dari sepuluh tunas transgenic putatif menghasilkan umbi, sedangkan tunas non transgenik tidak menghasilkan umbi yang menunjukkan bahwa

Manfaat dari penelitian ini adalah bahwa tanaman transgenik yang mengandung gen Hd3a dapat menghasilkan umbi lebih banyak sehingga dapat meningkatkan

Hal ini menunjukkan nomor somaklon XF2.6- tanaman nomor somaklon XF2.10-B2 dan kultivar B 11 memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan induk Russet Burbank menyebar

Percobaan tentang pengaruh NAA dan BAP terhadap regenerasi kalus kentang (solanum tuberosum L.) hasil induksi mutasi ethyl methane sulphonate (EMS) telah

Eksplan kalus kentang kultivar Granola, Atlantik, Merbabu 17, Andina, Cipanas, dan Tenggo yang telah diinduksi mutasi menggunakan iradiasi sinar gamma selanjutnya

Hasil pengamatan terhadap warna kalus pada akhir pengamatan (33 HST) menunjukkan bahwa rata-rata kalus dari kedua kultivar yang dikulturkan berwarna putih