1 1.1 Latar Belakang Masalah
Dewasa ini perkembangan teknologi informasi semakin maju dan modern. Hal ini terjadi karena dipicu oleh semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi berbasis jaringan internet. Hampir disegala bidang membutuhkan internet sebagai sumber informasi dan telekomunikasi yang cepat dan efisien sehingga penggunaan internet saat ini sudah menjadi suatu kebutuhan yang sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian maka pemakaian internet di bidang sistem informasi memberikan manfaat yang sangat besar seperti penyajian informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh secara cepat, tepat dan akurat.
dinamis, karena dilihat dari segi pemakaiannya yang dapat di akses dimanapun dan kapanpun.
PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) adalah salah satu anak perusahaan yang dimiliki oleh PT. Krakatau Steel yang bergerak di bidang kawasan industri, kawasan komersial, serta kawasan hunian. PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) memiliki beberapa kegiatan dalam menunjang usahanya, salah satu bagian yang ada yaitu pada ruang lingkup karyawan, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) untuk meningkatkan kinerja para karyawan dengan memberikan tunjangan kesehatan bagi karyawan atau menanggung semua biaya pengobatan dengan menggunakan surat pengantar jaminan pemeliharaan kesehatan (SPJPK) yang bisa didapatkan dari Divisi Sumber Daya Manusia dengan prosedur yang telah ditentukan. Adapun yang berhak mendapatkan jaminan kesehatan adalah karyawan dan keluarga karyawan dengan jumlah anak yang di tanggung maksimal tiga orang.
sebanyak tiga lampir setalah mendapatkan form surat penghantar jaminan kesehatan tersebut pemohon menyerahkan form tersebut ke pihak rumah sakit yang telah bekerjasama dengan perusahaan sebagia bahan pengajuan jaminan kesehatan. Setelah analisa kesehatan oleh dokter yang bersangkutan selesai, pihak rumah sakit akan mencatat hasil analisa beserta rinciaan biaya pada form yang diajukan, setelah form tersebut diisi, pihak rumah sakit mengambil satu lampir form sebagi bukti pengajuan kesehatan, dan dua lampir form lagi diserahkan kembali kepada pemohon, kemudian oleh pemohon diserahkan kembali kebagian SDM sebanyak satu lampir dan sisanya disimpan oleh pemohon sebagai bukti telah melakukan proses jaminan kesehatan. Dari hasil analisa sistem yang sedang berjalan, memungkinkan adanya keluhan dari karyawan karena prosedur yang cukup panjang dan belum terintegrasinya database tunjangan kesehatan antara perusahaan dengan pihak rumah sakit sehingga sering terjadi keterlambatan di dalam pembuatan laporan
Dengan ini penulis tertarik untuk merancang sistem informasi berbasis website sebagai bahan penyusunan skripsi dengan mengangkat judul : âSistem Informasi Pelayanan Jaminan Kesehatan (SIPJK) Berbasis Website pada PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC)â.
1. 2 Identifikasi Dan Rumusan Masalah 1.2.1 Identifikasi Masalah
Adapun hasil identifikasi permasalahan berdasarkan latar belakang diatas, dapat dikemukakan sebagai berikut :
1. Adanya keluhan dari karyawan mengenai prosedur yang panjang dalam mengajukan jaminan kesehatan.
2. Data belum terintegrasi dengan baik karena pencatatan masih bersifat semi komputer yaitu pencatatannya terlebih dahulu menggunakan form Surat Pengantar Jaminan Kesehatan (SPJPK) sehingga menyebabkan kesulitan dalam pencarian data dan pembuatan laporan.
3. Belum terintegrasinya data tunjangan kesehatan antara perusahaan dengan pihak rumah sakit yang telah bekerjasama sehingga terjadi keterlambatan di dalam pembuatan laporan
1.2.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan masalahnya sebagai berikut :
1. Bagaimana sistem informasi yang sedang berjalan di PT. KIEC untuk mengatasi panjang prosedur dalam mengajukan surat pengantar jaminan pemeliharaan kesehatan?
2. Bagaiamana perancangan sistem informisi pelayanan jaminan kesehatan (SIPJK) pada divisi sumber daya manusia PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC)?
3. Bagaimana implementasi sistem informasi pelayanan jaminan kesehatan (SIPJK) pada PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC)?
4. Bagaimana pengujian sistem informasi pelayanan jaminan kesehatan (SIPJK) pada PT. Krakatau industrial Estate Cilegon.
1. 3 Maksud Dan Tujuan Penelitian 1.3.1 Maksud Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah, sebagai berikut :
1. Untuk memperoleh data dan informasi dalam rangka penyusunan skripsi
pembelajaran di Jurusan Manajemen Informatika Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung.
3. Untuk memberikan solusi dari permasalahan yang teridentifikasi selama melakukan penelitian.
1.3.2 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penulisan penelitian ini antara lain:
1. Mengetahui prosedur penanganan data manual dan elektronik yang saat ini sedang berjalan di PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC). 2. Untuk merancang sistem informasi pelayanan jaminan kesehatan
berbasis website di PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC). 3. Untuk mengimplementasikan sistem informasi pelayanan jaminan
kesehatan berbasis wabsite di PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC)
4. Untuk menguji sistem informasi pelayanan tunjangan kesehatan karyawan berbasis website di PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon.
1.4 Kegunaan Penelitian 1.4.1 Kegunaan Akademis
Kegunaan akademis diharapkan penelitian ini dapat memberikan beberapa manfaat, berikut pemaparannya :
informasi, khususnya sistem informasi pelayanan tunjangan kesehatan yang berbasis website
2. Untuk peneliti, dapat mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan selama kuliah, serta menambah wawasan mengenai sistem informasi pelayanan tunjangan kesehatan di tingkat perguruan tinggi.
3. Bagi peneliti lain, dapat dijadikan sebagai acuan terhadap pengembangan ataupun pembuatan dalam penelitian yang sama.
1.4.2 Kegunaan Praktis
Bagi PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC).dengan penelitian ini, dapat mengembangkan sistem surat penghantar tunjangan kesehatan yang sedang berjalan menjadi sistem informasi pelayanan jaminan kesehatan berbasis wabsite yang terintegrasi, sehingga dapat memberikan informasi secara cepat, akurat, dan relevan agar dapat membantu dalam proses cetak laporan, dan dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada pegawai secara efektif.
1.5 Pembatasan Masalah
1. Penulis hanya membatasi masalah pada proses sistem infornasi pelayanan jaminan kesehatan (SIPJK) berbasis website di PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon.
2. Data karyawan beserta keluarga dengan jumlah satu istri atau suami dan anak yang ditanggung maksimal tiga orang.
3. Analisa biaya transaksi berobat dengan batas maksimal yang telah ditentukan oleh PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon.
4. Hak Akses dalam sistem informasi pelayanan jaminan kesehatan (SIPJK) berbasis website di PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon. Adalah Adm.Perusahaan dan Operator Adm.Rumah Sakit yang telah Bekerjasama. Diantaranya RS.Krakatau Steel, RS.Internasional Sari Asih, RS.Bersalin Mutiara Bunda, RS.Advent
5. Tidak membahas proses pembayaran tunjangan kesehatan perusahaan kepada pihak rumah sakit yang bekerjasama.
6. Tidak membahas perhitungan biaya obat
1.6 Lokasi Dan Waktu Penelitian a. Lokasi Penelitian
b. Waktu Penelitian
Penelitian pertama dilaksanakan pada Bulan Pebruari 2010 dengan melakukan pengumpulan data seperti observasi dan wawancara pada bagian Divisi SDM PT. KIEC yang menjabat sebagai Kadis.ADM _REM. Dan pada Rumah Sakit Krakatau Steel yang menjabat sebagai Operator administrasi. Kemudian peneliti menetapkan perencanaan untuk jadwal penelitian, yaitu sebagai berikut :
Tabel 1.1Jadwal Penelitian
KEGIATAN
WAKTU
Pebruari Maret April Mei Juni Juli
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Identifikasi Kebutuhan
a. Observasi
b. Wawancara
c. Pengumpulan Data
d. Analisis Dokumen
2. Membuat Prototype
a. Perancangan Proses
c. Perancangan Basis Data
d. Pembuatan Program
10
LANDASAN TEORI
2.1 Konsep Dasar Sistem 2.1.1. Definisi Sistem
Pengertian sistem terbagi dua yaitu dilihat dari pendekatan yang menekankan pada prosedur dan pendekatan yang menekankan pada elemen atau komponennya.
Menurut Jogiyanto (2005:1) pendekatan sistem yang menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai jaringan kerja dan prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan sasaran tertentu.
Adapun pendekatan sistem yang menekankan pada elemen atau komponennya mendefinisikan sistem sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Dari kedua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian sistem adalah kumpulan elemen-elemen atau jaringan kerja dan prosedur-prosedur yang saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu.
2.1.1.1 Karakteristik Sistem
Suatu sistem terdiri dari kumpulan komponen atau subsistem yang saling berinteraksi atau bekerja sama satu sama lain untuk membentuk satu kesatuan. Setiap komponen atau subsistem tersebut memiliki sifat-sifat dan fungsi tertentu yang mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. b. Batas Sistem (Boundary)
Batas sistem yaitu daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan lingkungan luarnya atau dengan sistem yang lainnya. Batas suatu sistem merupakan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut. Dan batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan.
c. Lingkungan Luar Sistem (environments)
Environments dari suatu sistem adalah apapun yang berada diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem yang harus dijaga dan dipelihara. Sedangkan lingkungan luar sistem yang bersifat merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
d. Penghubung Sistem (Interface)
membentuk satu kesatuan. e. Masukan (Input)
Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh di dalam istem komputer, program adalah maintaenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputer dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
f. Keluaran (Output)
Keluaran merupakan hasil dari energi yang diolah. Keluaran ini dapat berupa keluaran yang berguna atau keluaran yang tidak berguna. Sebagai contoh panas yang dikeluarkan dari sistem komputer merupakan keluaran yang tidak berguna dan merupakan sisa pembuangan. sedangkan informasi adalah keluaran yang berguna dan dibutuhkan.
g. Pengolah (process)
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.
2.1.1.2 Klasifikasi Sistem
Menurut Jogiyanto (2005:6) sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Sistem abstrak dan sistem fisik.
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik, misalnya sistem teologi. Adapun sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik, misalnya sistem komputer.
b. Sistem alamiah dan sistem buatan manusia.
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi. Adapun sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Misalnya, sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin yang disebut human machine system.
c. Sistem tertentu dan sistem tak tertentu.
depannya tidak dapat di prediksi karena mengandung unsur probabilitas. d. Sistem tertutup dan sistem terbuka.
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannnya tidak ada sistem yang sifatnya tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup). Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Karena sistemnya terbuka dan terpengaruh lingkungan luarnya, maka suatu sistem harus mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik.
2.1.2. Definisi Informasi
Menurut Jogiyanto (2005:8) informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
Menurut Abdul kadir (2003:31) informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang.
pada kenyataannya memiliki kualitas yang berbeda. Menurut Jogiyanto (2005:10) kualitas informasi tergantung dari tiga hal yaitu informasi harus akurat (accurate), tepat waktu (timeliness) dan relevan (relevance).
a. Akurat
Berarti informasi harus bebas dari kekurangan atau kesalahan-kesalahan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan keadaan yang sebenarnya.
b. Tepat waktu
Berarti informasi harus selalu ada pada saat dibutuhkan pengguna dan tidak datang terlambat. Karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. Jadi bila terlambat, informasi tersebut tidak mempunyai nilai lagi dan dapat berakibat fatal bagi organisasi.
c. Relevan
Informasi untuk tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Maka informasi yang relevan adalah informasi yang berguna dan sesuai dengan kebutuhan setiap pemakainya.
2.1.3. Definisi Sistem Informasi
masa yang akan datang.
Menyangkut pemahaman tentang pengertian sistem informasi ini, dalam bukunya Abdul kadir (2003:11) mengutip beberapa pendapat para ahli, diantaranya :
Menurut Hall sistem Informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal di mana data dikelompokkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan kepada pemakai.
Menurut Alter sistem Informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja,informasi,orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.
Dari ketiga pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud sistem informasi sesungguhnya tidak harus melibatkan komputer ketika proses mengolah data menjadi sebuah informasi. Adapun Sistem informasi yang melibatkan komputer biasa disebut sistem informasi berbasis komputer (Computer-Based Information Systems atau CBIS). Akan tetapi, pada umumnya kata sistem informasi diartikan sebagai sistem informasi berbasis komputer, meskipun tidak ditambahkan kata berbasis komputer. Begitupun pada pembahasan skripsi ini, sistem informasi yang dimaksud adalah sistem informasi berbasis komputer.
2.2. Definisi â Definisi Dari Kasus yang di Teliti 2.2.1 Pelayanan
dijelaskan pelayanan sebagai usaha melayani kebutuhan orang lain. Sedangkan melayani adalah membantu menyiapkan (mengurus) apa yang diperlukan seseorang. Kep. MenPan No. 81/93 menyatakan bahwa pelayanan umum adalah segala bentuk pelayanan yang diberikan oleh pemerintah pusat /' daerah, BUMN / BUMD, dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat, dan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Servis berasal dari orang-orang bukan dari perusahaan. Tanpa memberi nilai pada diri sendiri, tidak akan mempunyai arti apa-apa. Demikian halnya pada organisasi atau perusahaan yang secara esensial merupakan kumpulan orang-orang. Oleh karena itu, harga diri yang tinggi adalah unsur yang paling mendasar bagi keberhasilan organisasi yang menyediakan jasa pelayanan yang berkualitas.
http://www.damandiri.or.id/file/nurhasyimadunairbab2.pdf 28/3/2010
2.2.2 Pengertian Jaminan
a. Pelayanan pemeriksaan kesehatan berkala untuk karyawan (General Check UP).
b. Pengobatan / Rawat jalan yang di tanggung penuh oleh perusahaan. c. Pemeriksaan kehamilan dan bersalin bagi karyawan dan istri (anak
pertama dan seterusnya). d. Pengobatan dan perawatan gigi. e. Kacamata dan alat bantu pendengaran.
f. Keluarga Berencana sesuai dengan program pemerintah. g. Keluarga Berencana sesuai dengan program pemerinta
2.2.3 Pengertian Kesehatan
pengertian âKesehatan adalah keadaan sehat, kebaikan keadaan (badan, dan sebagainya)â.
Bentuk pelayanan Jaminan Kesehatan yaitu :
a. Pelayanan kesehatan bagi karyawan dan keluarga, jaminan kesehatannya dapat di berikan dalam bentuk pelayanan kesehatan langsung melalui Rumah Sakit yang ditunjuk perusahaan maupun Rumah Sakit lainnya. b. Bentuk Jaminan kesehatan di tanggung seluruhnya oleh perusahaan, dan
dapat di mungkinkan untuk dilakukan dalam bentuk asuransi kesehatan. c. Pelayanan kesehatan yang bersifat emergency atau sedang melaksanakan
kesehatan pada subbab sebelumnya, maka sistem informasi pelayanan jaminan kesehatan dapat didefinisikan sebagai bentuk perhatian perusahaan kepada setiap karyawan, untuk menjamin dan memberikan fasilitas pelayanan kesehatan (âtunjangan kesehatanâ) secara terkomputerisasi dengan tujuan memberikan kemudahan - kemudahan dalam mengajukan tunjangan kesehatan
2.3. Pengertian Internet
2.3.1.1 ISP (Internet Service Provider)
Menurut Budhi Irawan (2005:79) ISP (Internet Service Provider) adalah suatu perusahaan atau badan baik pemerintah maupun swasta yang dapat memberikan fasilitas layanan koneksi ke jaringan internet bagi jaringan yang terhubung kepadanya. ISP yang ada saat ini dapat berupa ISP yang bersifat tertutup dan ISP yang bersifat umum. ISP yang bersifat tertutup adalah lembaga atau badan yang hanya melayani atau dapat memberikan fasilitas jaringan internet kepada jaringan lokal dari lembaga atau badan tersebut. Contohnya terdapat pada beberapa departemen pemerintahan, lembaga penelitian, perusahaan ataupun lembaga. Pemakai dan computer yang terhubung ke ISP ini biasanya terbatas, selain dari pada itu saat ini telah banyak tedapat ISP yang bersifat umum atau dapat memberikan layanan kepada masyarakat luas baik pribadi maupun lembaga yang ingin terkoneksi dengan jaringan internet. ISP jenis ini bersifat komersial, yaitu menjual jasa layanan koneksi dengan jaringan internet . saat ini telah cukup banyak ISP seperti ini, contohnya adalah Indointernet, Indosatnet, Radnet, dan sebagainya. Tidak semua ISP ini mempunyai hubungan langsung dengan jaringan internet diluar negeri, hanya ISP yang besar yang mempunyai hubungan langsung karena memang bisa koneksi langsung ke luar negeri ini cukup mahal.
2.3.1.2 Bandwidth
komunikasi data dengan jaringan Ethernet mempunyai kecepatan 10-100 Mbps, modem telepon mempunyai beberapa jenis dengan kecepatan transmisi mulai dari 14,4 Kbps - 56 Kbps, leased line, microwave radio, satelite dapat mempunyai kecepatan transmisi yang besar lagi.
Perlu diingat bahwa semakin besar bandwidth maka semakin besar biaya yang harus dikeluarkan karena tariff sewa bandwidth tidak bias dibilang murah. Sebagai gambaran paling sederhana adalah jika kita ingin menggunakan saluran telepon sebagai media komunikasi maka bandwidth modem yang digunakan tarif biaya sewanya adalah sama dengan tarif menggunakan telepon lokal selama waktu yang digunakan untuk koneksi
2.3.1.3 Mail Server
Fungsi kerja dari Mail Server mirip dengan kantor pos, yang akan melayani surat keluar dan surat masuk. Jika pemakai mengirimkan e-mail maka e-mail tersebut dikirimkan ke server ini lalu diteruskan ke tujuannya jika tujuannya mempunyai account di server tersebut dan akan ditujukan ke mail server yang lain jika tujuan e-mail tersebut tidak terdapat pada mail server pengirim. Begitu juga jika e-mail yang ditujukan kepada pemakai yang mempunyai account di mail server ini maka akan disimpan pada mail server ini sampai saat pemakai tersebut mengambilnya secara elektronis.
2.3.1.4 File Transfer Protocol (FTP)
computer pada jaringan (download). FTP server ini juga dimungkinkan untuk dapat diakses dari jaringan internet sehingga pemakai lain dari jaringan internet dapat melakukan upload dan download dari tempat lain yang berbeda di jaringan internet.
2.3.1.5 Domain Name Service (DNS)
Komputer ini berfungsi sebagai identitas nama domain yang dimiliki oleh jaringan tersebut dan juga memelihara informasi data dari domain yang lain. Jika ada komputer dari jaringan internet ingin menghubungi jaringan dengan nama domain yang kita miliki maka komputer itu akan mencari komputer ini dijaringan internet dan begitu pula sebaliknya jika suatu komputer dari jaringan dalam kita ingin menghubungi komputer dengan domain lain maka komputer itu akan melihat informasi nama domain meneruskan informasi kepada alamat tersebut. Jika nama domain yang dituju tidak terdapat pada DNS server ini maka informasi akan dicarikan pada DNS server yang lain
2.3.1.6 E-mail
Menurut Azhar Susanto (2004:307) e-mail adalah media untuk saling mengirimkan pesan atau surat. Pengiriman surat melalui jaringan internet memungkinkan siapapun saling memberikan ide, informasi, bahkan dokumen.
disebelah kanan adalah nama domain, nama domain ini harus menunjukan nama yang unik (tunggal). Nama domain menunjukan sekumpulan computer yang berhubungan dengan internet.
Gambar 2.1 Komponen alamat e-mail di internet
(Sumber : Azhar Susanto, Sistem Informasi Manajemen konsep dan pengembangannya 2004, Linggajaya: Bandung)
2.4. Arsitektur Jaringan
Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai pengertian jaringan komputer, jenis-jeni jaringan komputer dan topologi jaringan komputer.
2.4.1. Pengertian Jaringan Komputer
Menurut Abdul Kadir (2003:348) jaringan komputer adalah hubungan dua buah simpul (umumnya berupa komputer) atau lebih yang tujuan utamanya adalah untuk melakukan pertukaran data.
Dalam prakteknya, jaringan komputer memungkinkan untuk melakukan berbagi (sharing) perangkat lunak, perangkat keras, dan bahkan berbagi (sharing) kekuatan pemrosesan
Nama Individu
Menurut Budhi Irawan (2005:19) ada empat kategori utama jaringan komputer, yaitu :
1. LAN (Local Area Network)
LAN digunakan untuk menghubungkan komputer yang berada dalam suatu area yang kecil, jarak antara komputer yang dihubungkannya hanya bisa mencapai 5 sampai 10 km. Suatu LAN biasanya bekerja pada kecepatan 10 sampai 100 Mbps. LAN menjadi populer karena memungkinkan banyak pengguna untuk memakai sumber daya secara bersama-sama.
2. MAN (Metropolitan Area Network)
MAN merupakan suatu jaringan yang cakupannya meliputi suatu kota. MAN menghubungkan LAN-LAN yang lokasinya berjauhan. Jangkauan MAN bisa mencapai 10 sampai beberapa ratus km. Suatu MAN biasanya bekerja pada kecepatan 1,5 sampai 150 Mbps.
3. WAN (Wide Area Network)
4 . GAN (Global Area Network)
GAN merupakan jaringan yang menghubungkan negara-negara di seluruh dunia. Kecepatan GAN bervariasi mulai dari 1,5 Mbps sampai 100 Gbps dan cakupannya mencapai ribuan kilometer.
2.4.3 Topologi Jaringan Komputer
Menurut Budhi Irawan (2005:26) topologi fisik jaringan yang digunakan dalam jaringan diantaranya:
1. Linear Bus (Garis Lurus)
Topologi linear bus terdiri dari satu jalur kabel utama dimana masing-masing ujungnya diberikan sebuah terminator. Semua nodes pada jaringan (file server, workstation, dan perangkat lainnya) terkoneksi sebuah kabel utama (backbone).
Gambar 2.1 Topologi Linear Bus
(Sumber: Budhi Irawan, Jaringan Komputer 2005,Graha Ilmu:Yogyakarta)
lainnya) terkoneksi ke jaringan melalui sebuah concentrator.
Gambar 2.2 Topologi Star
(Sumber: Budhi Irawan, Jaringan Komputer 2005,Graha Ilmu:Yogyakarta)
3. Ring (Cincin)
Topologi ring menggunakan teknik konfigurasi yang sama dengan topologi star tetapi pada topologi ini terlihat bahwa jalur media transmisi menyerupai suatu lingkaran tertutup.
Gambar 2.3 Topologi Ring
(Sumber: Budhi Irawan, Jaringan Komputer 2005,Graha Ilmu:Yogyakarta)
4. Tree (Pohon)
Topologi ini memungkinkan untuk perkembangan jaringan yang telah ada dan memungkinkan untuk mengkonfigurasi jaringan sesuai dengan kebutuhan.
2.5. Perangkat Lunak Pendukung
2.5.1 PHP
PHP diperkenalkan pertama kali oleh J Wynia adalah seorang pria yang memiliki dasar yang matang tentang pemrograman, khususnya pemrograman pada sisi server. PHP adalah bahasa pemrograman berbasis web. Bahasa ini mempunyai kelebihan yaitu kompabilitasnya dengan berbagai macam jenis database, dukungan dengan berbagai macam jenis sistem operasi. PHP lebih cocok dan umum digunakan jika digabungkan dengan database MySQL. MySQL dengan PHP seakan-akan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Tentunya untuk dapat menggunakan keduanya dibutuhkan tingkat kemampuan programming tertentu.
2.5.2 Mysql
MySQL merupakan RDBMS (Relational Data Base Management Sistem). MySQL didistribusikan secara open source dan gratis mulai tahun 1996, tetapi mempunyai sejarah pengembangan sejak tahun 1979.
lain, MySQL juga dilengkapi dengan perintah-perintah dan sintaks-sintaks SQL, dengan keunggulan sebagai berikut.
a. Konsep database MySQL berkecepatan tinggi tentang system penyajian data.
b. Harga yang relatif murah, karena ada yang dapat diperoleh secara gratis c. Sintaks bahasanya menggunakan perintah yang sederhana.
d. Dapat bekerja dalam beberapa system operasi seperti Windows, Linux, MacOs, Unix (Solaris, AIX, dan DEC Unix), FreeBSD, OS/2, Irix. e. Dukungan penggunaan banyak tersedia (Swastika, 2006:5).
2.5.3 Dreamweaver
Menurut Bunafit Nugroho (2004:91) dreamweaver adalah editor yang komplit yang dapat digunakan untuk membuat animasi sederhana yang berbentuk layer.
Dreamweaver merupakan program profesional editor HTML visual yang digunakan untuk mengelola situs dan menata layout halaman web. Saat ini versi terbaru dari Dreamweaver yang dikeluarkan oleh Macromedia adalah Dreamweaver MX 2004. pada versi ini, tampilannya mengalami perubahan yang kaya akan warna dan area kerjanya menjadi lebih ringkas dan efisien. Hal ini dapat dilihat dengan peletakan tombol-tombol dan panel-panel yang dapat minimize (disembunyikan) untuk menghemat area kerja.
dokumen-panel snippets yang berfungsi untuk menyunting dan menyimpan blok kode yang sering digunakan, serta fasilitas penanganan berbagai database
2.5.4 UML (Unified Modeling Language)
30 BAB III ANALISA SISTEM
3.1 Objek Penelitian
3.1.1 Sejarah Singkat PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) adalah anak perusahaan dari PT. Krakatau Steel yang berdiri sejak tanggal 16 Juni 1982. Pada awalnya PT. KIEC hanya bergerak di bidang kawasan industri berupa pengurusan jasa sewa dan jual lahan industri untuk industri hilir produk baja PT. Krakatau Steel saja, tetapi pada tahun 1995 PT. KIEC memperoleh tanggung jawab dari PT. Krakatau Steel untuk mengelola lapangan Golf, Sarana Olah Raga (SOR), hotel dan Perkantoran. Saat ini PT. KIEC telah bergerak di bidang kawasan industri, kawasan komersial serta kawasan hunian.
Bidang usaha atau bisnis PT. KIEC meliputi : 1) Properti Industri
2) Kawasan Industri, Standar Factory Building (SFB), dan Gudang 3) Hotel, Perkantoran, Golf, dan SOR
4) Properti Residen 5) Real Estate
Kegiatan PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) selaku perusahaan kawasan industri adalah :
1). Membangun kawasan industri dengan mempersiapkan dan menyediakan lahan industri siap bangun yang telah di lengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang.
2). Melaksanakan kegiatan perawatan atas prasarana, sarana serta fasilitas lainnya yang di sediakan.
3). Memberikan bantuan dan mengurus permintaan perizinan bagi perusahaan industri yang ada di dalam kawasan industri.
4). Memberikan pelayanan kepada para penanam modal dalam bentuk pengamanan kawasan industri.
5). Mengarahkan pelaksanaan pembangunan di dalam kawasan industri sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan.
6). Membantu pemerintah daerah dalam memantau kegiatan industri yang ada di dalam kawasan industri.
3.1.2 Visi dan Misi PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon visi
Pemain Properti Nasional yang Terkemuka Dan dengan misi :
âMenyediakan Properti Industri, Komersial, Hunian dan Infrastruktur terkait
yang memberikan Solusi bagi Investor, Pelanggan dan Pihak-Pihak terkait lainnya â
3.1.3 Struktur Organisasi
[image:32.612.125.506.388.688.2]Berdasarkan Rapat Dewan Direksi struktur orgaanisasi NO.SK.01/0804/2003 pada PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon sebagai b
3.1.4.Tugas dan Wewenang 1) Direktur Utama
Mempunyai tugas dan wewenang mengelola dan merumuskan kebijakan perusahaan secara menyeluruh dan terintegrasi sesuai dengan kebijakan umum yang di gariskan oleh Rapat umum pemegang. Serta menetapkan kebijakan dan sasaran rencana jangka panjang perusahaan, sasaran jangka menengah dan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) untuk tercapainya misi dan sasaran perusahaan sehingga memperoleh laba dalam arti yang luas.
2) Staf Ahli
Mempunyai tugas dan wewenang mengkoordinasikan, menganalisa dan merekomendasikan berbagai kebijakan mengenai administrasi keuangan, SDM dan Logistik agar di peroleh aktivitas operasional dan tujuan perusahaan yang terkendali dan berkembang.
3) Direktorat Operasi dan Komersil
4) Direktorat Operasi dan Komersial
Mempunyai tugas dan wewenang merencanakan dan mengandalikan kegiatan penyusunan rencana jangka panjang dan jangka menengah perusahaan, pengembangan bisnis perusahaan, perencanaan tata ruang dan prasarana, pengelolaan properti industri, perawatan kawasan dan pengawasan pembangunan seluruh unit bisnis perusahaan dalam mendukung sasaran jangka panjang dan jangka menengah.
a) Subdit Operasi
Mempunyai tugas dan wewenang merencanakan dan mengendalikan kegiatan penyusunan rencana jangka panjang dan jangka menengah perusahaan, pengembangan bisnis perusahaan, perencanaan tata ruang dan prasarana, pengelolaan properti industri, perawatan kawasan dan pengawasan pembangunan seluruh unit bisnis perusahaan dalam mendukung sasaran jangka panjang dan jangka menengah perusahaan.
(1) Divisi Perencanaan & Pengembangan Bisnis
(2) Divisi Pengelolaan Properti Industri
Mempunyai tugas dan wewenang mengorganisasikan dan mengkoordinasikan kegiatan pengendalian lingkungan kawasan industri, pelayanan kepada investor, perawatan properti industri dan pengawasan pembangunannya guna meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan/investor.
b) Subdit Komersil
Mempunyai tugas dan wewenang merencanakan dan mengendalikan kegiatan pemasaran kawasan dan properti, pengelolaan hotel, pengelolaan sport center, pengelolaan perkantoran dan pergudangan serta keuangan hotel dan sport center sesuai dengan sasaran perusahaan.
(1) Divisi Pemasaran
Mempunyai tugas dan wewenang mengorganisasikan dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan pemasaran dan penjualan properti industri (Lahan industri, SFB, Pergudangan), riset dan pengembangan pasar dan strategi untuk pemasaran industri.
(2) Divisi Hotel
(3) Divisi Perkantoran & Pergudangan
Mempunyai tugas dan wewenang mengorganisasikan dan mengkoordinasikan kegiatan penjualan dan pengelolaan jasa perkantoran, gudang SFB dan depo secara efisien dan efektif. c) Kepala Unit Otonom WBBM
Mempunyai tugas dan wewenang membantu kepala Direktorat Operasi & Komersial dalam mengelola dan mengembangkan unit usaha WBBM yang meliputi : pengelolaan personil, pengelolaan keuangan, pengoperasian serta pemeliharaan sarana dan prasarana gedung wisma baja sesuai dengan kebijakan perusahaan dengan memperhatikan efektifitas dan efisiensi biaya.
5) Direktorat SDM dan Keuangan
Mempunyai tugas dan wewenang merencanakan, merumuskan dan menggambarkan kebijakan keuangan baik fungsi perbendaharaan maupun akuntansi, SDM, hukum & administrasi, humas & keamanan, logistik agar tercipta kelancaran serta kondisi yang sehat sehingga mampu mendukung kegiatan operasional dan tujuan perusahaan. a) Sub Direktorat Keuangan
b) Divisi SDM
Mempunyai tugas dan wewenang mengatur, mengorganisasikan, mengkoordinasikan dan mengendalikan perencanaan, penyusunan, pengembangan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi dan hubungan sumber daya manusia sesuai dengan kebijakan perusahaan.
c) Divisi Perbendaharaan
Mempunyai tugas dan wewenang mengatur, mengorganisasikan, mengkoordinasikan, dan mengendalikan fungsi Dinas Pendanaan dan Penagihan serta Dinas Pajak Asuransi dan Faktur tagihan sedemikian rupa sehingga sumber dana dapat di kelola secara efektif dan efisien untuk dapat menjamin tersedianya dana pada saat diperlukan oleh perusahaan dan kewajiban perpajakan dapat di penuhi tepat pada waktunya.
d) Divisi Akuntansi
e) Divisi Keamanan
Mempunyai tugas dan wewenang menyelenggarakan dan mengatur kegiatan pengamanan terhadap harta kekayaan perusahaan maupun personil dengan mengkoordinir penjagaan, patroli, penyelidikan/perizinan agar terjamin keamanan dan ketertiban di seluruh kawasan dan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) sehingga terjamin ketenangan berusaha dan menumbuhkan kepercayaan konsumen dalam menggunakan produk perusahaan.
3.2. Metode Penelitian 3.2.1. Desain Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rancangan penelitian berdasarkan metode deskriptip yaitu suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu obyek, suatu set kondisi,suatu system pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang.
3.2.2. Jenis dan Metode Pengumpulan Data 3.2.2.1. Jenis Data
Dalam penelitian ini, terdapat dua jenis data yang digunakan yaitu sebagai berikut :
1. Sumber Data Primer
2. Sumber Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang digunakan untuk mendukung data primer, merupakan jenis data yang sudah diolah terlebih dahulu oleh pihak pertama.
3.2.2.2. Metode Pengumpulan Data 1. Sumber Data Primer
Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data primer dengan menggunakan teknik. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah :
a. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Yaitu penelitian dengan membaca literature yang berhubungan dengan masalah yang akan di bahas.
b. Penelitian Lapangan (Field Research)
Yaitu penelitian langsung ke perusahaan dan instansi yang bersangkutan, teknik yang di lakukan yaitu dengan cara :
a). Wawancara
b). Observasi Lapangan
Dengan teknis ini, maka penulis mengharapkan dapat mengetahui keadaan sistem yang sedang berjalan saat ini, sehingga dapat ditarik kesimpulan mengenai permasalahan yang timbul atau kebutuhan-kebutuhan apa saja yang dapat dipenuhi dalam pengembangan sistem yang dilakukan.
c). Metode Pengamatan
Dengan cara melakukan pengamatan langsung terhadap sistem yang kerja secara langsung terhadap objek yang sedang diteliti. 2. Sumber Data Sekunder
Adapun data yang berasal dari sumber data sekunder diperoleh dengan teknik dokumentasi. Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan obyek penelitian. Dalam hal ini, dokumen-dokumen yang diperoleh dianalisis sehingga diperoleh data-data yang sesuai untuk kegiatan pengembangan sistem.
3.2.3. Metode Pendekatan dan Pengembangan
pendekatan berorientasi objek (object oriented) dan pengembangan sistem dengan menggunakan metode Prototype.
3.2.3.1. Metode Pendekatan
Metode pendekatan sistem yang di gunakan adalah pendekatan dengan Object Oriented yang di visualisasikan dengan UML dan di antara nya adalah sebagai berikut : Use Case, , Sequence Diagram, Class Diagram, Collaboration Diagram, Component Diagram dan Deployment Diagram.
3.2.3.2. Metode Pengembangan
Metode pengembangan sistem yang penulis gunakan yaitu menggunakan metode Prototype karena metode ini menawarkan bagi pengembang sistem apabila tidak memiliki kepastian terhadap efisiensi algoritma, kemampuan penyesuaian dari sebuah sistem operasi atau bentuk-bentuk yang harus dilakukan oleh interaksi manusia dengan mesin. Dilihat dari situasi tersebut metode prototype menawarkan pendekatan yang terbaik.
berfokus pada penyajian dari aspek-aspek perangkat lunak tersebut yang akan nampak bagi pelanggan/pemakai. Perancangan ini menuntun pembangunan perangkat lunak yang akan diberikan kepada pemakai. Selanjutnya prototype itu dievaluasi oleh pemakai dan digunakan sebagai landasan untuk memperbaiki spesifikasi kebutuhan. Proses ini akan berulang sampai prototype yang dikembangkan memenuhi seluruh kebutuhan pemakai.
(Sumber : Abdul Kadir, Pengenalan Sistem Informasi 2003, Andi: Yogjakarta)
Tahapan dalam metode Prototype : 1. Identifikasi kebutuhan (Data)
Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan buat.
2. Membangun prototyping
Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format output).
a. Merancang sistem
Dalam tahap ini prototipe dirancang secara terstuktur dari proses basis data hingga rancangan menu program.
b. Mengkodekan sistem
Dalam tahap ini prototyping yang sudah dirancang diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai.
3. Menguji sistem
Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak, harus diuji dahulu sebelum digunakan.
4. Evaluasi Sistem
diulang kembali hingga sesuai dengan yang diharapkan oleh pelanggan dan lanjut ke tahap berikutnya.
5. Penerapan sistem
Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan.
3.2.3.3. Alat Bantu Analisis dan Perancangan 1) Actor
Dalam pemodelan sistem dengan UML, actor adalah seseorang atau sesuatu yang berinteraksi dengan system yang sedang kita kembangkan. Aktor berada di luar lingkupan sistem/perangkat lunak yang sedang kita kembangkan dan bersifat eksternal.
Secara prinsip dapat kita kenali 3 jenis actor untuk hampir semua sistem/perangkat lunak yang kita kembangkan, yaitu sebagai berikut :
1. Aktor yang pertama yaitu orang-orang yang hadir secara fisik, atau para pengguna. Mereka adalah actor yang paling umum dan hadir di setiap system/perangkat lunak. 2. Aktor yang kedua yaitu sistem lain.
3. Aktor yang ke tiga yaitu waktu mengadi actor ketika ia memicu event-event tertentu bagi system/perangkat lunak yang kita kembangkan.
Use-case Diagrams digunakan untuk mendeskripsikan apa yang seharusnya dilakukan oleh sistem.
Menurut Martin Fowler (2005 : 141), Use Case adalah âteknik untuk merekam persyaratan fungsional sebuah sistemâ.
Use-case Diagrams menyediakan cara medeskripsikan pandangan eksternal terhadap sistem dan interaksi-interaksinya dengan dunia luar. Dengan cara ini diagram use-case menggantikan diagram konteks pada pendekatan konvensional. Untuk penciptaan model use-case melibatkan pendefinisian sistem, pencarian aktor-aktor dan use-case, mendeskripsikan use-case dan mendefinisikan hubungan antar use-case dan terakhir adalah melakukan validasi model.
Use-case bertindak sebagai mekanisme terstuktur untuk diagram-diagram interaksi. Umumnya, satu diagram-diagram interaksi digambarkan untk masing-masing use-case diagram. Salah satu bahaya use-case merupakan bagian vital dari pengembangan berorientasi objek. Kita seharusnya menggunakannya setiap ingin memahami kebutuhan-kebutuhan sistem.
3) Class Diagrams
Class menggambarkan keadaan (atribut / properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda / fungsi).
Diagram juga menunjukkan property dan operasi sebuah class dan batasan-batasan yang terdapat dalam hubungan-hubungan objek tersebut. UML menggunkan istilah fitur sebagai istilah umum yang meliputi property dan operasi sebuah class.
Class diagrams menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, agregasi dan hubungan dinamis. Class memiliki tiga area pokok, yaitu:
a) Nama b) Atribut c) Metoda
Class dapat merupakan implementasi dari sebuah interface, yaitu class abstrak yang hanya memiliki metoda. Interface tidak dapat langsung diinstansiasikan, tetapi harus diimplementasikan dahulu menjadi sebuah class. Dengan demikian interface mendukung resolusi metoda pada saat run-time
Hubungan antar Class:
a. Asosiasi, yaitu hubungan statis antar class. Umumnya menggambarkan class yang memiliki atribut berupa class lain. b. Agregasi, yaitu hubungan yang menyatakan bagian.
class asalnya dan menambahkan fungsionalitas baru, sehingga ia disebut anak dari class yang diwarisinya.
d. Hubungan dinamis, yaitu rangkaian pesan yang di-passing dari satu class kepada class lain.
4) Object Diagrams
Object diagrams memodelkan pandangan statik terhadap sistem untuk memodelkan struktur objek.
Menurut Martin Fowler (2005 : 125), Object Diagram merupakan âsebuah gambaran tentang objek-objek dalam sebuah sistem pada satu titik waktu. Karena lebih menonjolkan perintah-perintah dari pada class, object diagram lebih sering disebut sebagai sebuah diagram perintahâ.
Pemodelan struktur objek melibatkan snapshot dari objek-objek sistem pada suatu waktu. Object diagrams merepresentasikan satu frame statik papn cerita dinamis dari diagram interaksi.
5) Component Diagrams
Component Diagrams menunjukan organisasi dan kebergantungan di antara sekumpulan komponen. Diagram ini memodelkan pandangan implementasi fisik dari sistem. Component diagrams berisi:
a. Komponen b. Antarmuka
c. Dependency, generalisasi, asosiasi dan realisasi
d. Paket, untuk mengelompokkan elemen-elemen model menjadi potongan-potongan besar.
6) Deployment Diagrams
Deployment Diagrams digunakan untuk memodelkan aspek fisik dari sistem berorientasi objek, yaitu memodelkan konfigurasi node-node pengolahan waktu jalan dan komponen-komponen yang tinggal di node-node itu.
Deployment Diagram menunjukkan susunan fisik sebuah sistem, menunjukkan bagian perangkat lunak mana yang berjalan pada perangkat keras mana. Deployment diagram sangatlah sederhana.
Deploy Diagrams bisa juga berisi komponen-komponen, masing-masing komponen itu berada di suatu node. Juga dapat berisi paket atau subsistem yang digunakan mengelompokkan elemen-elemen di model menjadi potongan-potongan.
a. Memodelkan embedded system b. Memodelkan sistem client/server c. Memodelkan sistem tersebar penuh 7) Sequence Diagrams
Sequence diagram terdiri antar dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait).
Sebuah Sequence diagram, secara khusus, menjabarkan behavior sebuah scenario tunggal. Diagram tersebut menunjukkan sebuah objek contoh dan pesan-pesan yang melewati objek-objek ini di dalam use case.
Sequence diagrams biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu.
8) Collaboration Diagrams
Collaboration diagrams mendefinisikan peran-peran yang dimainkan letika satu tugas dilakukan. Peran-peran dimainkan oleh instan-instan yang berinteraksi.
Collaboration diagrams menyatakan komunikasi diantara objek-objek yang menunjukan pesan-pesan yang ada, urutan pesan dan hubungan antar objek-objek.
Collaboration diagrams digunakan untuk:
b. Ilustrasi dari suatu diagram use-case
c. Menyatakan objek-objek yang diperlukan untuk merealisasikan suatu layanan
d. Memeriksa jalur-jalur pengaksesan.
Collaboration diagrams menekankan pada organisasi objek yang berpartisipasi di interaksi. Sequence diagrams dan collaboration diagrams sama-sama menunjukkan interaksi (aspek dinamis). Sequence diagrams fokus pada waktu sedangkan collaboration diagrams fokus pada ruang. Sebagaimana sequence diagrams, collaboration diagrams juga dapat digunakan untuk mengilustrasikan eksekusi satu operasi, use-case atau skenario interaksi di sistem.
9) Statechart Diagrams
Statechart merupakan perluasan State diagrams. Statechart diperkenalkan oleh Harel, kemudian dipopularkan oleh Rumbaugh dan kawan-kawan di OMT. Statechart mempermudah pemodelan perilaku sistem secara tidak ambigu.
Statechart menyediakan notasi dan sekumpulan konvensi fasilitas dekomposisi hirarki mesin-mesin finite state dan mekanisme berkomunikasi di antara mesin-mesin finite state konkuren.
model dinamis tunggal lewat kejadian bersama (shared events). Statechart mendeskripsikan objek berupa state-state yang dimilikinya, kejadian-kejadian yang dapat berlangsung beserta transisi.
10)Activity Diagrams
Activity diagrams adalah diagram flowchart yang diperluas yang menunjukkan aliran kendali satu aktivitas ke aktivitas lain. Kita menggunakan diagram ini untuk memodelkan aspek dinamis sistem. Aktivitas adalah eksekusi nonatomik yang berlangsung di state machine. Diagram aktivitas mendeskripsikan aksi-aksi dan hasilnya. Diagram aktivitas berupa operasi-operasi dan aktivitas-aktivitas di use-case.
Activity diagram dapat digunakan untuk:
a. Pandangan dalam yang dilakukan di operasi. b. Pandangan dalam bagaimana objek-objek bekerja.
c. Pandangan dalam di aksi-aksi dan pengaruhnya pada objek-objek. d. Pandangan dalam dari suatu use-case.
e. Logik dari proses bisnis.
3.4 Pengujian Software Black Box Testing
yang terjadi. Pengujian ditujukan untuk menghasilkan perangkat lunak (software) yang bebas kesalahan, paling tidak secara teknik.
Pengujian black box adalah pengujian aspek fundamental sistem tanpa memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak. Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah perangkat lunak berfungsi dengan benar.
Pada pengujian black-box, kasus-kasus pengujian berdasarkan pada spesifikasi sistem. Rencana pengujian dapat dimulai sedini mungkin di proses pengembangan perangkat lunak.
Pada pengujian black box, mencoba beragam masukan dan memeriksa keluaran yang dihasilkan. Teknik pengujian black box juga dapat digunakan untuk pengujian berbasis skenario, dimana isi dalam sistem mungkin tidak tersedia untuk diinspeksi tapi masukan dan keluaran yang didefinisikan dengan use case dan informasi analisis yang lain.
Adapun faktor-faktor pengujian black-box adalah : 1. File integrity
Menekankan pada data yang dimasukkan melalui aplikasi akan tidak bias diubah. Prosedur yang akan memastikan bahwa file yang digunakan benar dan data dalam file tersebut akan disimpan sekuensial dan benar.
2. Service levels
dilakukan penyesuaian antara keinginan user dengan sumber daya yang ada.
3. Ease of use
Menekankan perluasan usaha yang diminta untuk belajar, mengoprasikan dan menyiapakan inputan, dan menginterpretasikan output dari sistem. Faktor ini tersangkut dengan usability system terhadap interaksi antara manusia dan system.
4. Authorization
Menjamin data diproses sesuai dengan ketentuan manajemen. Authorization menyangkut proses transaksi secara umum dan khusus.
Fokus Pengujian Black boxtesting yaitu sebagai berikut : a) Menguji fungsi-fungsi khusus dari aplikasi.
b) Test input dan output untuk fungsi yang ada tanpa memperhatikan prosesnya.
Beberapa jenis kesalahan yang dapat di identifikasi : 1) Fungsi tidak benar atau hilang,
2) Kesalahan antar muka,
3) Kesalahan pada struktur data (pengaksesan basis data), 4) Kesalahan inisialisasi dan akhir program, dan
54
BAB IV
ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
4.1
Analisa Sistem Yang Berjalan
4.1.1
Analisis Dokumen
.
Analisis dokumen ini di lakukan guna untuk mengetahui dokumen apa
saja yang menjadi input, proses, dan output dari sistem ini. Dokumen input
adalah dokumen yang akan diproses oleh sistem yang bisanya dilakukan oleh
entitas luar system (pegawai), Dokumen proses adalah dokumen yang
diperlukan oleh sistem dalam melakukan kegiatan pemprosesan data,
sedangkan yang menjadi Dokumen output adalah dokumen yang dihasilkan
oleh proses olahan sistem, yang berasal dari dalam sistem ke entitas luar (surat
pengantar).
Dokumen yang di gunakan dalam system ini adalah :
1.
Dokumen Surat Pengantar Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (SPJPK)
Nama Dokumen
: Surat Pengantar Jaminan Pemeliharaan .
Kesehatan
Deskripsi
: Surat Pengantar Dari perusahaan ke RS
Fungsi
: Sebagai syarat untuk pemakaian tunjangan
Sumber
: SDM
Atribut : No_surat, Nama_pasien, Jenis_kelamin
Nampenanggung, No_reg, Status_perawatan
Diagnosa
2.
Dokumen Update Medical Data Berobat
Nama dokumen : Update Medical data berobat
Deskripsi : Form penghantar dari admin rumah sakit
kepada dokter
Fungsi : Sebagai bukti dan syarat pemeriksaan oleh
dokter
Sumber
: Admin Rumah Sakit
Atribut : No_surat, Nama_dokter, Nama_penanggung,
Nama_pasien,No_reg, Status_perawatan,
4.1.1.1
Analisis Prosedur Yang Sedang Berjalan
Ketentuan perusahaan dalam memberikan tunjangan kesehatan di PT.
Krakatau Industrial Estate Cilegon, Dalam memberikan tunjangan kesehatan
ada beberapa ketentuan
1.
Tunjangan kesehatan hanya diberikan kepada karyawan tetap
2.
Tunjangan kesehatan hanya berlaku di rumah sakit yang telah ditunjuk
dan bekerjasama dengan PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon
3.
Adapun Rumah Sakit yang telah bekerjasama
a.
RS. Krakatau Steel Cilegon
b.
RS. Internasional Sari Asih Serang
c.
RS. Bersalin Mutiara Bunda Cilegon
d.
RS. Advent
4.
Keluaraga yang mendapatkan hak tunjangan adalah 1 istri/suami dan 3
anak.
5.
Untuk kepala Devisi dan keluarga mendapatkan tunjangan kesehatan
sebesar Rp.700.000,00/bln
6.
Untuk staf atau karyawan yang sejajar dan keluarga mendapatkan
7.
Batas maksimal tunjangan kesehatan yang diterima yaitu selama satu
bulan dari tunjangan kesehatan yang didapatkan, sesuai jabatan yang
diemban.
8.
Sisa tunjangan yang tidak dipakai akan diakumulasi selama satu tahun
dan dapat diambil dengan potongan 10%
4.1.1.2
Use Case
Gambar4.1 Usecase Analisis Yang Sedang Berjalan
Memberikan Surat Pengantar
Cek Tunjangan <<Incude>>
SDM
ADM RS
Transaksi Pegawai
Mengajukan Permohonan
Dokter Diagnosa
Dari
usecase
di atas tampak ada 4 orang actor yang berperan di dalamnya
yaitu : Pegawai, SDM (pada bagian perusahaan), ADM RS (bagian administrasi
Rumah sakit), dan Dokter. Actor yang berperan utama di dalam system ini adalah
SDM dan ADM RS sedangkan Pegawai dan Dokter merupakan entitas luar.
Prosedur Pelayanan Jaminan Kesehatan Karyawan (PJKK) di PT. Krakatau
Industrial Estate Cilegon (KIEC).
1.
Dimulai pegawai yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan mengurus
surat permohonan SPJPK(Surat Pengantar Jaminan Pemeliharaan Kesehatan)
ke bagian SDM.
2.
Setelah itu bagian SDM akan memproses dan membuat Surat pengantar
(SPJPK) untuk Rumah Sakit yang sudah di tunjuk bekerja sama dengan PT
Krakatau Industrial Estate Cilegon.
3.
Lalu Pegawai akan memberikan surat tersebut ke bagian administrasi rumah
sakit.
4.
Bagian administrasi RS(ADM RS) akan memproses surat tersebut, mengecek
tunjangan , membuat form medical record, setelah itu memberikan Form
5.
formulir medical record tersebut dibawa saat pemeriksaan dokter(diagnosa
dokter), lalu dokter akan menuliskan hasil diagnosa.
6.
Form Medical record yang sudah diisi dokter tadi akan di update kembali oleh
bagian ADM RS, dan diperiksa apakah jumlah tunjangan kesehatan pegawai
masih ada atau sudah tidak tersisa.
7.
ADM RS akan membuat 3 rangkap laporan berdasarkan medical record serta
jumlah bill payment, laporan 3 rangkap ini akan di berikan kepada, pegawai
dan bagian SDM(pegawai membawa 2 rangkap laporan yang diberikan oleh
bagian ADM RS ), sedangkan rangkap yang 1 lagi di simpan oleh bagian
ADM RS sebagai bukti fisik.
8.
Dan Proses pun selesai
4.1.1.3
Diagram Activity
Visualisasi dari activity yang digambarkan disini merupakan bentuk
Swimlane (partisi), dimana didalamnya digambarkan serta dijelaskan proses bisnis
yang memasukkan beberapa Use Case sekaligus. Kenapa pada activity diagram yang
disini tidak di gambar kan secara satu persatu dari masing use case seperti yang
terdapat pada gambar Use case Diagram diatas, karena untuk lebih memudahkan
Berikut Penjelasan Gambar diagram activity nya :
Gambar 4.2 Diagram Activity Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan
Memberikan Hasil Laporan mulai Mengajukan Surat Permohonan SPJPK Menerima Surat Pengantar Mendatangi RS Memberikan surat pengantar Menerima Form Medical Record Melakukan Pemeriksaan Menerima Laporan Memproses surat permohonan SPJPK Membuat Surat Pengantar Memberikan Surat Pengantar Menerima Laporan Seles ai menerima surat pengantar Cek Jumlah Tunjangan Print Form Medical Record Memberikan Form Medical Record Update Data Medical Record Membuat Laporan 3 rangkap Memberikan Laporan
Menulis Hasil Diagnosa di Form Medical Record
4.1.1.4
Evaluasi Sistem yang Sedang Berjalan
Tabel 4.1 Evaluasi Sistem yang Sedang Berjalan
No
Permasalahan
Bagian
Pemecahan
1
Adanya
keluhan
dari
karyawan tentang prosedur
yang berbelit â belit untuk
mendapatkan
hak
tunjangan kesehatan
Karyawan
Membangun website
berbasis intranet,
sehingga dalam
mengajukan tunjangan
kesehatan dapat langsung
ke pihak rumah sakit
yang telah bekerja sama.
2
Belum terintegrasinya data
base
antara
pihak
perusahaan dengan pihak
rumah
sakit,
sehingga
tidak
bisa
melakukan
sering data
SDM Perusahaan
dan Adm. Rumah
Sakit
Membangun sistem
informasi yang
real time
dan terintegrasi dengan
baik.
3
Belum
adanya
sistem
informasi
pengecekan
tunjangan secara
real time
SDM Perusahaan
dan Adm. Rumah
Sakit
Membangun sistem
informasi pengecekan
time
4
Belum
adanya
sistem
informasi Update Medical
Record secara
real time
SDM perusahaan
Membangun sistem
informasi Update
Medical Record secara
real time
4.2
Perancangan Sistem
Perancangan sistem adalah gambaran, perancangan dan pembuatan
skema atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu
kesatuan yang utuh dan mempunyai fungsi dan tujuan. Elemen-elemen sistem
informasi dirancang dengan tujuan untuk dikomunikasikan kepada
user
. Dalam
pengembangan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk
menggantikan sistem yang ada, baik secara keseluruhan maupun memperbaiki
sistem yang telah ada. Proses pengembangan sistem melewati beberapa tahapan,
mulai dari sistem diterapkan, dioperasikan dan dipelihara.Bila sistem yang sudah
dikembangkan masih timbul kembali permasalahan-permasalahan yang kritis
serta dapat diatasi dalam tahap pemeliharaan sistem, maka perlu dikembangkan
kembali suatu sistem untuk mengatasinya dan proses ini kembali ketahap yang
pertama yaitu perencanaan sistem. Siklus ini disebut juga dengan siklus hidup
4.2.1
Tujuan Perancangan Sistem
Tujuan utama dari perancangan sistem adalah untuk memberikan gambaran
secara umum kepada pemakai mengenai sistem informasi yang baru. Adapun
tujuan dari perancangan sistem yang diusulkan yaitu :
1.
Memperbaiki sistem yang lama dengan yang baru.
2.
Meningkatkan sumber daya manusia dan peralatan yang ada untuk
mendapatkan hasil yang lebih baik.
3.
Mengelola dan memberikan informasi yang cepat kepada yang
membutuhkan.
Dalam tahap perancangan sistem ini akan diuraikan mengenai hal-hal berikut :
1.
Perancangan prosedur kerja yang diusulkan
2.
Perancangan basis data
3.
Perancangan input output
4.2.2 Gambaran Umum Sistem Yang Di Usulkan
Perancangan website Sistem Informasi Pelayanan Jaminan Kesehatan ini
menggunakan bahasa pemodelan UML
(Unified Modeling Language).
Mulai dari
pembuatan rancangan
Usecase
nya hinggan
Deployment Diagramnya
. Secara umum,
proses tersebut dimulai dari penentuan arsitektur utama dari sistem yang ingin
dirancang hingga pendaftaran sebagai
Admin
(Administrator/Operator).
a.
Rancangan Alur Akses User ke Server Web
Perancangan ini, di fungsikan sebagai model koneksi alur akses antar
User ke server Web. Prosesnya dimulai dari akses client dengan melakukan
browse ke Server web, yang kemudian request dari user/client tersebut
dikirim ke Server database. Setelah itu Server menjawab/merespon segera
permintaan dari Clien oleh Server web tadi. Dan setelah menerima respon
dari server
database
yang berisi konten/informasi yang terdapat dalam
database, kemudian server web langsung menjawab/merespon request dari
user/client tadi.
b.
Rancang-Bangun Sistem Kerja Sistem Informasi Pelayanan Jaminan
Kesehatan
Untuk alur kerja sistem Sistem Informasi Pelayanan Jaminan
Kesehatan juga sama halnya seperti pada Rancangan alur kerja antara User
ke Server, hanya saja pada rancang-bangun ini lebih detail, dan visualisasi
Kesehatan ini dan siapa saja yang berperan didalam menjalankan sistem
tersebut. Pada prakteknya, Actor yang mengakses websitenya :
1.
Dengan mengetikkan URL / alamat
2.
Kemudian URL yang dialamatkan tadi, masuk ke website
SIPJK (Sistem Informasi Pelayanan Jaminan Kesehatan )
yang terhubung dengan server, begitu juga dengan
Admin, namun yang berbeda adalah Admin ini memilki
akses bebas pada website dan masing-masing mereka
mempunyai username serta password untuk mengakses
sistem tersebut. Ada dua jenis admin di dalam sistem ini
yaitu admin bagian SDM perusahaan dengan penilaian
Level tertinggi(Level 1) dan admin ADM RS(level 2).
Hal ini demi menjaga keamanan dari sistem yang di
jalankan.
4.2.3 Perancangan Prosedur Yang Di Usulkan
Pada tahapan perancangan proses ini akan dibuat suatu
Use case, Diagram
Sequence, Collaboration Diagram, Class Diagram
. Tahapan perancangan ini akan
memberikan gambaran mengenai aliran informasi dan proses yang berjalan dalam
4.2.3.1
Use Case Sistem Perancangan Di Usulkan
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan sebelumnya, maka
perancangan yang diusulkan pada Sistem Informasi Pelayanan Jaminan Kesehatan
Karyawan Pada PT Krakatau Industrial Estate Cilegon dapat dilihat pada gambar
4.3
Dokter
Diagnosa
Update Medical Record Cek tunjangan
Transaksi
<<include>>
Login
<<include>>
SDM
ADM RS Pendaftaran
Pegawai
[image:66.612.178.510.266.628.2]
Usecase
diagram merupakan gambaran aktivitas sistem yang dilihat dari
kebutuhan
actor.
Pada tahapan ini menggambarkan hubungan antara actor
dengan sistem. Usecase diagram diatas menggambarkan dimana user (ADM RS
dan SDM) sebelum memasuki page SIPJK harus melakukan Login terlebih
dahulu, di butuhkan validasi berupa Username dan password. Setelah itu user
akan mengolah data sesuai kebutuhan. Dari gambar di atas dapat dijelaskan
setelah berhasil melakukan login maka ADM RS akan mengecek status tunjangan
pegawai apakah masih sisa atau sudah habis, lalu ADM RS akan menprint Form
medical Record sebagai kartu bawaan pada pemeriksaan, diasumsikan bahwa
pegawai sudah melakukan pemeriksaan ke Dokter maka Form medical record tadi
akan di update datanya oleh ADM RS , setelah data di update maka laporan akan
otomatis tersimpan di database RS maupun database perusahaan.
Website
Sistem Informasi Pelayanan Jaminan Kesehatan ini berbasis intnet
yang dibatasi hakkses nya, dimana penggunanya bukanlah pengguna umum,
melainkan hanya pihak SDM perusahaan dan Bagian Administrasi perusahaan
saja yang dapat mengakses nya, Dalam segi alur sistem tidak terjadi perubahan
yang signifikan, yang menjadi pembeda utama adalah media sistem tersebut,
media yang lama masih menggunakan media manual, dimana datanya masih
berupa kertas, sedangkan media baru yang di usulkan adalah berupa digital yaitu
4.2.3.2
Diagram Activity Yang Di Usulkan
Gambar 4.4
Diagram Activity
Usulan PerancanganStar
Datang Ke RS
Melakukan Pendaftaran
Menerima Kartu Berobat
Diagnosa dan Melakukan Pemeriksaan Memproses pendaftaran Login Memberikan Kartu Berobat Mengupdate Medical Record Laporan
Gambar
Dokumen terkait
EVALUASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN PRIMARY CARE. DI PUSKESMAS
Berdasarkan kesimpulan mengenai pengertian sistem dan informasi pada sub bab sebelumnya, sistem informasi dapat didefinisikan sebagai kumpulan elemen-elemen yang
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat telah menggunanakan Sistem Informasi Berbasis Website untuk menyampaikan informasi akan tetapi masih ada keterbatasan dalam
Sistem Informasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Cabang Utama Palembang merupakan sistem informasi yang dibuat untuk membantu
Sistem pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan terhadap pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan sudah cukup baik, hal tersebut
Secara umum, informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang
Hubungan Empathy Perhatian Pelayanan jaminan Rawat Jalan dengan Kepuasan Pasien Jaminan Kesehatan Nasional Di Puskesmas Gajahan Surakarta empathy * kepuasan Crosstabulation Empathy
Perekrutan Latar Belakang Perekrutan Wawancara Usia Keahlian Kesehatan Pendidikan Bakat Pengalaman Kerja Kejujuran Kerjasama Inisiatif & Kreatif Kedisiplinan - Muda - Tua