Studi tentang sebaran titik panas (HOTSPOT) sebagai penduga kebakaran hutan dan lahan di Propinsi Kalimantan Barat Tahun 2003 dan Tahun 2004
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
[r]
Model ini disusun oleh 5 faktor yaitu kedalaman gambut, jarak terhadap pusat desa, penutupan/penggunaan lahan, jarak terhadap jalan, dan jarak terhadap sungai,
[r]
Dengan demikian, penyediaan informasi yang memadai mengenai sebaran potensi kebakaran hutan dan lahan melalui sebaran hotspot menjadi hal yang terpenting dalam
Model ini disusun oleh 5 faktor yaitu kedalaman gambut, jarak terhadap pusat desa, penutupan/penggunaan lahan, jarak terhadap jalan, dan jarak terhadap sungai,
Kegiatan ini dititikberatkan pada analisis sebaran luasan bekas kebakaran hutan dan lahan, dan tumpang susun hasil analisis tersebut dengan peta-peta tematik
Salah satu pengaplikasiannya adalah dengan mengembangkan aplikasi pemetaan web untuk diseminasi informasi pemantauan sebaran titik panas yang akan berfungsi dalam
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara curah hujan dengan titik panas (hotspot) dan mengetahui sebaran kejadian kebakaran hutan dan lahan di Provinsi