• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi tentang sebaran titik panas (HOTSPOT) sebagai penduga kebakaran hutan dan lahan di Propinsi Kalimantan Barat Tahun 2003 dan Tahun 2004

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Studi tentang sebaran titik panas (HOTSPOT) sebagai penduga kebakaran hutan dan lahan di Propinsi Kalimantan Barat Tahun 2003 dan Tahun 2004"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Segitiga Api ( Clar dan Chatten, 1954 )
Tabel 2. Sebaran Titik Panas (Hotspot) Propinsi Kalimantan Barat
Tabel 3. Tipe Penggunaan Lahan.
Gambar 2. Grafik Jumlah Sebaran Titik Panas Bulanan Propinsi Kalimantan Barat Tahun 2003 dan Tahun 2004 (Sumber data titik panas : satelit NOAA, FFPMP2 - PHKA / JICA)
+7

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Model ini disusun oleh 5 faktor yaitu kedalaman gambut, jarak terhadap pusat desa, penutupan/penggunaan lahan, jarak terhadap jalan, dan jarak terhadap sungai,

[r]

Dengan demikian, penyediaan informasi yang memadai mengenai sebaran potensi kebakaran hutan dan lahan melalui sebaran hotspot menjadi hal yang terpenting dalam

Model ini disusun oleh 5 faktor yaitu kedalaman gambut, jarak terhadap pusat desa, penutupan/penggunaan lahan, jarak terhadap jalan, dan jarak terhadap sungai,

Kegiatan ini dititikberatkan pada analisis sebaran luasan bekas kebakaran hutan dan lahan, dan tumpang susun hasil analisis tersebut dengan peta-peta tematik

Salah satu pengaplikasiannya adalah dengan mengembangkan aplikasi pemetaan web untuk diseminasi informasi pemantauan sebaran titik panas yang akan berfungsi dalam

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara curah hujan dengan titik panas (hotspot) dan mengetahui sebaran kejadian kebakaran hutan dan lahan di Provinsi