• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian Paleoklimatologi dan Perubahan Suhu Global

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kajian Paleoklimatologi dan Perubahan Suhu Global"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1 Data iklim Jakarta (http://worldweather.wmo.int)
Tabel 2 Informasi stasiun observasi
Tabel  4 Lokasi observasi inti es di dunia ( Bradley 1999)
Gambar 2 Bagian melintang batang pohon berkambium (Bradley 1999).
+7

Referensi

Dokumen terkait

Karena ada gas rumah kaca di atmosfer, di antaranya karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitro oksida (N2O), sebagian panas tetap ada di atmosfer sehingga Bumi menjadi hangat pada

Pada kolektor surya plat datar, radiasi matahari yang datang akan diteruskan oleh kaca sehingga dapat diserap oleh plat absorber panas yang dihasilkan oleh

Atmosfer semakin penuh dengan gas-gas rumah kaca ini dan ia semakin menjadi insulator yang menahan lebih banyak pantulan panas Matahari dari Bumi.. Dampak pemanasan gelobal

Ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari dan menyalurkan panasnya ke udara..

1) Efek rumah kaca yang terjadi di permukaan bumi adalah proses tertahannya/terserapnya sinar infra merah dari matahari yang dipantulkan kembali oleh bumi oleh gas

Karena temperatur rata-rata tahunan Bumi secara keseluruhan konstan, artinya Bumi tidak bertambah panas atau bertambah dingin, maka 65 % dari radiasi Matahari yang diserap atmosfer

Pada malam hari penurunan suhu muka bumi akan bertambah lagi, panas yang diterima melalui radiasi muka bumi akan bertambah lagi, panas yang diterima melalui radiasi dari matahari

Sebagian panas sinar matahari yang dipantulkan itu akan diserap oleh gas-gas di atmosfer yang menyelimuti bumi disebut gas rumah kaca seperti : uap air, karbon-dioksida / CO2 dan metana