(Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index Periode Triwulan 1, 2011 – Triwulan 3, 2016)
SKRIPSI
Oleh: Syahrudin Anwar Nim: 20120730100
Ekonomi dan Perbankan Islam Fakultas Agama Islam
i
SYARIAH
(Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index Periode Triwulan 1, 2011 – Triwulan 3, 2016)
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh
Gelar Sarjana Ekonomi Islam (SEI) Strata Satu
Pada Prodi Ekonomi dan Perbankan Islam
Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Disusun Oleh
Syahrudin Anwar Nim: 20120730100
Ekonomi dan Perbankan Islam
Fakultas Agama Islam
ii
Lamp : 3 eks. Skripsi Yogyakarta, ……. ,……..2016
Hal : Persetujuan Kepada Yth.
Dekan Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta
Assalamu’alaikum wr.wb
Setelah menerima dan mengadakan perbaikan seperlunya, maka saya berpendapat bahwa skripsi saudara :
Nama : Syahrudin Anwar
NIM : 20120730100
Judul Skripsi : “PENGARUH RETURN ON EQUITY (ROE), DEBT TO EQUITY RATIO (DER), DAN EARNING PER SHARE (EPS) TERHADAPRETURN SAHAM SYARIAH”
Telah memenuhi syarat untuk diajukan pada ujian ahir tingkat Sarjana pada Fakultas Agama Islam Prodi Ekonomi dan Perbankan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Bersama ini saya sampaikan naskah skripsi tersebut, dengan harapan dapat diterima dengan segera dimunaqasyahkan.
Atas perhatiannya diucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum wr.wb
Dosen Pembimbing
iii
Judul Skripsi
PENGARUH RETURN ON EQUITY (ROE), DEBT TO EQUITY RATIO (DER), DAN EARNING PER SHARE (EPS) TERHADAP RETURN
SAHAM SYARIAH
(Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan yang Terdaftar
di JII Periode Triwulan 1, 2011 – Triwulan 3, 2016)
Yang dipersiapkan dan disusun oleh:
Nama : Syahrudin Anwar
NIM : 20120730100
Telah dimunaqasyahkan didepan sedang Munaqasyah Prodi Ekonomi dan
Perbankan Islam pada tanggal …..,………… 2016 dan dinyatakan memenuhi
syarat untuk diterima.
Sidang Dewan Skripsi
Ketua Sidang :
Pembimbing :
Penguji :
Yogyakarta,…., …………. 2016
Ekonomi dan Perbankan Islam
Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Dekan
iv
Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama Mahasiswa : Syahrudin Anwar
Nomor Mahasiswa : 20120730100
Progam Studi : Ekonomi dan Perbankan Islam
Judul Skripsi :” PENGARUH ROE, DER DAN EPS
TERHADAP RETURN SAHAM SYARIAH (Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan yang Terdaftar
di JII Periode Triwulan 1, 2011 – Triwulan 3, 2016).”
Dengan saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain, yang saya akui seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri, atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan penulis aslinya. Tulisan ini merupakan karya saya sendiri dan belum pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan disuatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya dalam skripsi ini tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam pustaka.
Yogyakarta, 29 Desember 2016
Yang Membuat Pernyataan
v
“ Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada
kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Alam Nasyrah 5 - 6)
laut yang tenang takkan menciptakan pelayar yang tangguh
vi
Dengan penuh kerendahan hati sebuah karya sederhana yang dapat saya persembahkan, hanya seuntai kata yang mampu saya ucapkan kepada:
ALLOH SWT
Tuhan semesta alam pemilik nyawa ini. Terima kasih atas semua kesempatan terbaik dalam hidup yang telah Engkau berikan, terima kasih atas keimanan, terima kasih selalu ada, terima kasih telah memberikan manusia luar biasa di sekitar saya. Terima kasih, biarkan aku terus mencintaimu hingga akhir nafas ini.
Nabi Muhammad SAW
vii
Bapak Abdul Basir dan Ibu Siti Syarifah, dua insan yang sangat saya cintai dan sayangi, semoga Allah SWT selalu memberi rahmat, taufik, dan hidayah-Nya pada kalian. Terima kasih atas curahan kasih sayangmu, pengorbanan besarmu, perhatianmu, keikhlasan cinta dan doa’mu yang slalu mengiringi
hari-hariku.
Kedua Adikku Tercinta
Terimakasih adikku tercinta Yudi Syahara dan Alfino Mubarroq yang telah memberikanku semangat dan menjadi penyejuk hati melalui senyum kalian.
Istriku Terkasih
Untuk adinda Apriliawati, Terimakasih atas support yang telah engkau berikan, kenangan manis dan pahit telah kita lalui bersama. Semoga kita selalu diberkahi ALLOH SWT dalam menjaga hubungan kita hingga ahir hayat nanti.
Dosen Prodi Ekonomi dan Perbankan Islam
viii
ix
Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat,
taufik dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini
yang berjudul: “PENGARUH RETURN ON EQUITY (ROE), DEBT TO EQUITY RATIO (DER), DAN EARNING PER SHARE (EPS) TERHADAP RETURN SAHAM SYARIAH (Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index Periode Triwulan 1, 2011 – Triwulan 3, 2016)”.
Skripsi ini disusun guna memenuhi tugas dan syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Strata Satu (S.1) dalam Jurusan Ekonomi Islam
Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IAIN Walisongo Semarang.
Ucapan terima kasih sedalam-dalamnya penulis sampaikan kepada
semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak
langsung terlibat, serta memberi saran maupun kritik selama penyususan
skripsi ini. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan
terimakasih yang terdalam kepada:
1. Prof. Dr. H. Bambang Cipto, M.A. Selaku Rektor Universitas
Muhammadiah Yogyakarta.
2. Dr. Mahli Zainudin Tago, M.Si. Selaku Dekan Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiah Yogyakarta.
3. Syarif As’ad S.E.I, M.S.I. Selaku Ketua Prodi Ekonomi dan
x
meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan pengarahan dan
bimbingan dalam penyusunan skripsi ini.
5. H. Asep Purnama Bahtiar, S.Ag. M.S.I. sebagai Dosen Pembimbing
Akademik (DPA) yang telah memberikan masukan-masukan dalam
penelitian ini.
6. Seluruh staf pengajar bapak dan ibu dosen Ekonomi dan Perbankan
Islam FAI UMY yang banyak memberi masukan dalam penelitian ini.
7. Kedua orang tua saya (Bapak Abdul Basir dan Ibu Siti Syarifah),
adik-adik tercinta dan seluruh keluarga yang telah memberikan dorongan
baik moril maupun materiil, serta do’a dan kasih sayangnya.
8. Pasangan hidup (Apriliawati) yang selalu memotivasi ketika lengah,
memberikan dorongan semangat yang tiada henti dan memberikan
peran penting dalam penulisan penelitian ini.
9. Teman-teman seperjuangan Ekonomi dan Perbankan Islam Fakultas
Agama Islam Universitas Muhammadiah Yogyakarta angkatan 2012
yang telahmenemani perjuangan penulis selama kuliah.
10. Semua pihak yang telah membantu dalam proses penulisan skripsi ini
yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu.
Semoga segala bantuan yang diberikan oleh semua pihak dalam
penulisan skripsi ini akan mendapatkan balasan pahala yang setimpal dari
ALLOH SWT.
Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan
xi
banyak kekurangannya. Oleh karena itu penulis dengan senang hati dan
terbuka bersedia menerima kritik dan saran demi perbaikan dan
penyempurnaan.
Yogyakarta, 29 Desember 2016
xii
HALAMAN JUDUL ... i
NOTA DINAS ... ii
PENGESAHAN ... iii
HALAMAN PERNYATAAN ORISINIL SKRIPSI... iv
HALAMAN MOTTO ... v
HALAMAN PERSEMBAHAN ... vi
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI ... xii
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ... xv
ABSTRACT ... xvi
ABSTRACT ... xvii
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
A.Latar Belakang ... 1
B.Rumusan Masalah ... 10
C.Tujuan Penelitian ... 10
xiii
A.Tinjauan Pustaka ... 12
B.Kerangka Teoritik ... 15
1. Pasar Modal Syariah ... 15
2. Saham Syariah dan Jakarta Islamic Index ... 19
3. Return saham ... 23
4. Analisis Laporan Keuangan ... 25
C.Hipotesis ... 28
D.Kerangka Penelitian ... 31
BAB III METODE PENELITIAN ... 32
A.Populasi dan Sampel ... 32
B.Jenis Penelitian dan Sumber Data ... 32
C.Teknik Pengambilan Sampel ... 33
D.Teknik Pengumpulan Data ... 34
E. Devinisi Operasional Variabel ... 34
F. Teknik Analisis Data ... 37
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 42
A.Gambaran Umum Obyek Penelitian ... 42
B.Uji Kualitas Instrumen Data ... 43
C.Hasil Uji Hipotesis ... 49
xiv
A.Simpulan ... 57
B.Saran ... 58
C.Keterbatasan Penelitian ... 59
DAFTAR PUSTAKA ... 61
xv
1.1 Grafik Index JII Periode 2011-2015 ... 3
3.1 Daftar Perusahaan yang Menetap di JII Periode Triwulan 1, 2011- Triwulan 3, 2016 ... 33
4.1 Karakter Sampel ... 42
4.2 Sampel Penelitian ... 43
4.3 Statistik Deskriptif Variabel Penelitian ... 44
4.4 Hasil Uji Normalitas ... 45
4.5 Hasil Uji Multikolinieritas... 46
4.6 Hasil Uji Autokorelasi ... 47
4.7 Hasil Uji Heterokedastisitas ... 48
4.8 Hasil Uji nilai F ... 49
4.9 Hasil Koefisien Nilai Regresi dan Uji Nilai t ... 51
xvi
1. Data Sampel Penelitian Perusahaan JII Periode Triwulan 1, 2011 – triwulan
3, 2016 ... 66
2. Data Variabel Independen dan Dependen ... 67
xviii listed in the Jakarta Islamic Index (JII) in quarter 1, 2011 until quarter 3, 2016. Sampling technique in this research using purposive sampling method is to be based on a companies that publishes the official financial statements and stock price information over the period of observation. The data were obtained come from the indonesian stock exchange (IDX), Yahoo Finance, and the Company’s official website. Analysis tool used in this research is the spss 16.0 progam. Furthermore, to test the effect of independent variable is used multiple linear regression analysis. The samples used in this research were 7 companies in quarter 1, 2011 –
xvii ABSTRACT
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh Return On Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER), dan Earning Per Share (EPS) terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII). Populasi yang digunkan dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index selama triwulan 1, 2011 – triwulan 3, 2016. Pengambilan sampel perusahaan dalam penelitian ini dilakukan dengan Purposive Sampling yaitu dengan didasarkan pada perusahaan-perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan resmi dan informasi harga saham selama periiode pengamatan. Data tersebut diperoleh dari Indonesia Stock Exchange (IDX), Yahoo Finance, dan situs resmi perusahaan. Alat analisa data dalam penelitian ini menggunakan progam spss 16.0. selanjutnya untuk menguji variabel dependen menggunakan analisis regresi linier berganda. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 7 perusahaan dalam jangka waktu triwulan 1, 2011 – triwulan 3, 2016.
Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel rasio keuangan yang menggunakan ROE, DER, dan EPS secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap return saham syariah. Hasil pengujian secara parsial pada variabel ROE yang memiliki pengaruh positif terhadap return saham syariah. Sedangkan pada variabel DER dan EPS tidak memiliki pengaruh terhadap return saham syariah.
1 BAB 1 PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Pasar modal adalah sebuah tempat yang memperjual belikan produk
berupa dana yang bersifat abstrak berupa surat-surat berharga dibursa efek.
Bursa efek merupakan suatu sistem yang nantinya akan mempertemukan
penjual dan pembeli sekuritas secara langsung maupun melalui perusahaan
yang mewakilinya. Tujuan dari pasar modal untuk menjembatani aliran dana
dari investor yang kelebihan dana kepada perusahaan yang membutuhkan dana.
Prinsip instrumen pasar modal syariah berbeda dengan pasar modal
konvensional. Sejumlah instrumen syariah dipasar modal sudah diperkenalkan
kepada masyarakat, misalanya saham yang berprinsipkan syariah dimana
kriteria saham syariah adalah saham yang dikeluarkan perusahaan yang
melakukan usaha yang sesuai dengan prinsip syariah. Demikian juga usaha
untuk merealiasasikan praktek obligasi syariah atau obligasi yang berprinsip
syariah (Sudarsono, 2008, Hal: 199).
Pertumbuhan ekonomi Islam dewasa ini menjadi fenomena yang
menarik terutama bagi penduduk indonesia yang mayoritas beragama islam.
Praktek ekonomi konvensional, khususnya dalam bidang pasar modal yang
mengandung unsur spekulasi di dalamnya nampaknya masih menjadi hambatan
psikologis bagi penduduk indonesia yang mayoritas beragama islam untuk ikut
2
secara umum antara pasar modal konvensional dan pasar modal syariah dapat
dilihat pada instrumen dan mekanisme transaksinya. Sedangkan perbedaan
nilai indeks saham syariah dengan nilai indeks saham konvensional terletak
pada kriteria saham emiten yang harus mematuhi prinsip-prinsip dasar syariah.
Secara umum konsep pasar modal syariah tidak jauh berbeda dengan pasar
modal konvensional, hanya saja dalam konsep pasar modal syariah disebutkan
bahwa saham yang diperdagangkan harus berasal dari perusahaan yang
bergerak dalam sektor yang sesuai dengan kriteria syariah dan terbebas dari
unsur ribawi, serta transaksi saham dilakukan dengan menghindarkan praktik
spekulasi.
Keberadaan kelompok saham-saham syariah dalam Jakarta Islamic
Index (JII) relatif masih baru, tetapi dari tahun ke tahun index saham syariah
dalam kelompok Jakarta Islamic Index (JII) menunjukan nilai yang terus naik .
Sebagai gambaran nilai index saham syariah dalam Jakarta Islamic Index (JII)
3 TABEL 1.1
Grafik Index JII Periode 2011-2015
Sumber: Data diolah
Pada tahun 2010 seluruh sektor mengalami kenaikan, kenaikan paling
tinggi ada pada sektor trade yaitu sebesar 67,94 %. Pada tahun 2011 tuju sektor
mengalami kenaikan harga saham sedangkan tiga sektor lainnya (Agriculture,
Mining dan Infrastucture) mengalami penurunan dari tahun sebelumnya
masing-masing 6,05 persen, 22,66 persen, 14,62 persen. Pada tahun 2012 dua
sektor yaitu Agriculture dan Mining masih mengalami penurunan harga saham
dengan masing-masing penurunan sebesar 3,87 persen dan 26,41 persen. Pada
tahun 2013 enam sektor mengalami pertumbuhan positif sedangkan empat
sektor lainnya yaitu Agriculture, Basic Industry, Miscelaneos Industry, dan
4
Mining mengalami penurunan masing-masing 14,69 persen, 10,82 persen,
11,37 persen, dan sektor Mining dengan penurunan tertinggi sebesar 23,02
persen. Pada tahun 2014 seluruh sektor mengalami kenaikan harga saham
kecuali sektor Mining dengan penurunan sebesar 4,52 persen. Pada semester 1
tahun 2015 hanya sektor Trade saja yang mengalami kenaikan, sendangkan
delapan sektor lainnya (Composite, Agriculture, Mining, Basic Industry, Misc
Industry, Consumer, Property, Infrastructure, dan Finance) mengalami
penurunan masing-masing 11,30 persen, 17,53 persen, 21,60 persen, 9,56
persen, 0,39 persen, 1,95 persen, 9,81 persen, 3,82 persen.
Dapat disimpulkan bahwa harga saham sektor pertambangan
sepanjang periode 2011-2015 merupakan sektor dengan harga saham terburuk
dibandingkan dengan sektor lainnya. Hal ini sesuai dengan fenomena juni 2013
saham sektor pertambangan melemah 19,14 persen. Hal ini didorong harga
komoditas batubara yang masih melemah ditambah wacana mengenai
kebijakan pembatasan impor batu bara oleh china. Setelah harga komoditas
batubara melemah, wacana pembatasan impor batubara yang digulirkan
pemerintah china juga menekan sektor batubara. Selain itu, pemerintah juga
menaikan pajak royalti dari tambang batubara yang memiliki ijin usaha
penambangan (IUP) (Wahyuni, 2014).
Dalam melakukan investasi di pasar modal para analis dan investor
dapat melakukan pendekatan investasi yang secara garis besar dapat dibedakan
menjadi dua pendekatan yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental.
5
mengamati perubahan harga saham tersebut di waktu lampau. Sedangkan
analisis fundamental merupakan teknik analisis saham yang mempelajari
tentang keuangan mendasar dan fakta ekonomi dari perusahaan sebagai
langkah penilaian nilai saham perusahaan (Halim, 2005). Analisis Fundamental
berlandaskan kepercayaan bahwa nilai suatu saham sangat dipengaruhi oleh
kinerja perusahaan yang menerbitkan saham tersebut. Ang (1997) menyatakan
bahwa analisis fundamental pada dasarnya adalah melakukan analisis historis
atas kekuatan keuangan dari suatu perusahaan, dimana proses ini sering juga
disebut sebagai analisis perusahaan (company analysis). Data historis
mencerminkan keadaan keuangan yang telah lalu yang digunakan sebagai
dasar untuk memproyeksikan keadaan keuangan perusahaan di masa
mendatang. Dalam company analysis para investor (pemodal) akan
mempelajari laporan keuangan perusahaan dengan tujuan untukmenganalisis
kinerja perusahaan dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan
perusahaan,mengidentifikasi kecenderungan dan mengevaluasi efisiensi
operasional serta memahami sifatdasar dan karakter operasional perusahaan.
Kinerja perusahaan yang baik akan memperoleh kepercayaan dari
pihak ketiga. Kinerja yang baik adalah kinerja yang sesuai dengan tujuan
perusahaan yakni menghasilkan tingkat keuntungan. Tingkat keuntungan ini
akan digunakan oleh perusahaan dalam pengembangan perusahaan. Selain itu,
dengan tingkat pertumbuhan yang positif maka akan ada ketertarikan dari
pihak ketiga untuk bergabung dalam perusahaan dengan cara menamkan
6
dari catatan kinerja perusahaan. Sebuah catatan ini dapat dilihat dari laporan
keuangan tahunan perusahaan. Laporan keuangan perusahaan digunakan untuk
mengetahui kinerja perusahan.
Didalam analisis fundamental terdapat beberapa rasio keuangan yang
dapat mencerminkan kondisi keuangan dan kinerja suatu perusahaan. Rasio
keuangan dihitung dengan menggabungkan angka-angka di neraca dengan
angka-angka pada laporan laba-rugi. Rasio-rasio keuangan tersebut digunakan
untuk menjelaskan kekuatan dan kelemahan dari kondisi keuangan suatu
perusahaan serta dapat memprediksi return saham di pasar modal. Menurut
Hanafi (2004:36) mengelompokkan rasio keuangan ke dalam lima rasio yaitu:
1. Rasio likuiditas yaitu rasio yang mengukur kemampuan perusahaan
memenuhi kewajiban jangka pendek.
2. Rasio aktivitas yaitu rasio yang mengukur kemampuan perusahaan
menggunakan asetnya dengan efisien.
3. Rasio solvabilitas yaitu rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam
memenuhi total kewajibannya.
4. Rasio profitabilitas yaitu rasio yang mengukur kemampuan perusahaan
menghasilkan profitabilitas.
5. Rasio pasar yaitu rasio yang mengukur prestasi pasar relatif terhadap nilai
buku, pendapatan, atau dividen.
Dari kelima rasio diatas ada 3 rasio utama yang sering digunakan oleh
investor atau calon investor sebagai alat ukur untuk menentukan pilihan
7
diharapkan. Tiga rasio tersebut adalah: Rasio Profitabilitas, jika perusahaan
dapat menghasilkan laba yang tinggi, maka permintaan saham akan meningkat
dan selanjutnya harga sahamnya juga akan meningkat. Jika harga saham
meningkat maka return saham tersebut juga akan meningkat. Rasio
Solvabilitas, semakin tinggi total hutang terhadap total ekuitas menunjukan
semakin besar ketergantungan perusahaan terhadap pihak luar sehingga tingkat
resiko perusahaan semakin besar. Hal ini akan berdampak pada menurunnya
harga saham dibursa, sehingga return saham akan menurun. Rasio Pasar,
semakin tinggi rasio pasar menunjukan kesejahteraan pemegang saham
perusahaan tersebut.
Dari uraian diatas rasio-rasio yang digunakan di dalam penelitian ini
meliputi rasio profitabilitas, solvabilitas dan rasio pasar. Rasio profitabilitas
yang berfungsi untuk memprediksi harga saham atau return saham adalah
Return On Equity (ROE).
Return on Equity (ROE) adalah rasio yang mengkaji sejauh mana
suatu perusahaan mempergunakan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan
untuk mampu memberikan laba atas ekuitas. Menurut Fransiska dan Titin
(2014), Return On Equity suatu perhitungan yang sangat penting pada suatu
perusahaan. Apabila suatu perusahaan memperlihatkan suatu ROE yang tinggi
dan konsisten, berarti perusahaan tersebut mengindikasikan mempunyai suatu
keunggulan yang tahan lama dalam persaingan. Jika perusahaan dapat
8
selanjutnya akan berdampak pada meningkatnya harga saham perusahan.
Ketika harga saham meningkat maka return saham juga akan meningkat.
Rasio lain yang diperkirakan dapat mempengaruhi return saham
adalah rasio solvabilitas yaitu Debt to Equity Ratio (DER). Debt to Equity
Ratio (DER) adalah perbandingan antara dana pinjaman atau hutang
dibandingkan dengan modal dalam upaya pengembangan perusahaan. Jika
Debt to Equity Ratio (DER) perusahaan tinggi, ada kemungkinan harga saham
perusahaan akan rendah karena jika perusahaan memperoleh laba, perusahaan
cenderung menggunakan laba tersebut untuk membayar hutangnya
dibandingkan dengan membagi dividen. (Itabillah, 2013). Semakin tinggi DER
menunjukkan semakin besar total hutang terhadap total ekuitas, juga akan
menunjukkan semakin besar ketergantungan perusahaan terhadap pihak luar
(kreditur) sehingga tingkat resiko perusahaan semakin besar. Hal ini akan
berdampak pada menurunnya harga saham di bursa, sehingga return saham
akan menurun. Pada penelitian yang dilakukan oleh Muhamad shadiq khairi
(2009) dan Nugroho (2009) menyatakan bahwa DER berpengaruh terhadap
return saham. Namun berbeda dengan hasil penelitian oleh Farkhan dan Ika
(2012), dan Padan (2012) yang menyatakan bahwa DER tidak berpengaruh
terhadap return saham.
Rasio selanjutnya adalah rasio pasar. Salah satu jenis rasio pasar yang
sering dikaitkan dengan return saham adalah Earning Per Share (EPS) atau
laba per lembar saham adalah perbandingan antara laba bersih setelah pajak
9
besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan semua pemegang saham
perusahaan. Hasil perhitungan rasio ini dapat digunakan untuk memperkirakan
kenaikan ataupun penurunan harga saham suatu perusahaan dibursa saham.
Rasio yang terendah berarti manajemen belum berhasil untuk memuaskan
pemegang saham, sebaliknya dengan rasio yang tinggi mengartikan
kesejahteraan pemegang saham meningkat (Desiana dan Hartini, 2014). Absari
dkk (2012) menyatakan bahwa EPS berpengaruh terhadap return saham.
Dalam penelitian yang lain tenteng EPS Nathaniel (2007) didapatkan hasil EPS
tidak berpengaruh terhadap return saham.
Penelitian mengenai return saham telah banyak dilakukan mengingat
pentingnya faktor fundamental dalam mempengaruhi nilai return saham.
Namun berdasarkan bukti empiris yang menghubungkan faktor-faktor
fundamental dengan return saham masih menunjukkan hasil yang
berbeda-beda sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk membuktikan
bagaimana pengaruh ketiga faktor fundamental tersebut (ROE, DER, dan EPS)
terhadap return saham.
Berdasarkan hal-hal tersebut maka dilakukan penelitian dengan judul
”PENGARUH ROE, DER, dan EPS TERHADAP RETURN SAHAM
SYARIAH (Studi Empiris pada Perusahaan-Perusahaan yang Terdaftar di
10 B.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah yang ingin
diteliti adalah:
1. Apakah ROE berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap return
saham syariah periode triwulan 1, 2011 - triwulan 3, 2016?
2. Apakah DER berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap return
saham syariah periode triwulan 1, 2011 - triwulan 3, 2016?
3. Apakah EPS berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap return saham
syariah periode triwulan 1, 2011 – triwulan 3, 2016?
C.Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh faktor
profitabilitas, solvabilitas, dan pemasaran terhadap return saham syariah yang
terdaftar dan menetap selama periode triwulan 1, 2011 - triwulan 3, 2016.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk membuktikan secara parsial dan simultan pengaruh ROE terhadap
return saham syariah.
2. Untuk membuktikan secara parsial dan simultan pengaruh DER terhadap
return saham syariah.
3. Untuk membuktikan secara parsial dan simultan pengaruh EPS terhadap
11 D.Kegunaan Penelitian
1. Manfaat Teoritis
a. Bagi Perusahaan diharapkan dapat menilai perusahaan dari laporan
keuangan dan mengambil keputusan yang tepat dalam pembuatan
keputusan berkaitan dengan kinerja perusahaan.
b. Bagi para investor, penelitian ini bisa dijadikan alat bantu analisis
terhadap saham yang diperjualbelikan di bursa melalui
variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini sehingga para investor
dapat menanamkan modalnya pada perusahaan yang terdaftar di JII
yang dinilai paing tepat.
c. Bagi masyarakat, penelitian ini bisa digunakan sebagai alat analisis
untuk mengukur kinerja perusahaan-perusahaan yang didasarkan pada
informasi laporan keuangan.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi peneliti, untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan pendidikan
program Strata 1 (S1) pada Program Studi Ekonomi dan Perbankan Islam
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
b. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini bisa digunakan sebagai referensi
12 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI
A.Tinjauan Pustaka
Sebelum melakukan penelitian ini, peneliti menelaah penelitian
sebelumnya yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti yaitu:
Jurnal dari Anisa ika hanani tahun 2008 dengan judul “ANALISIS
PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS), RETURN ON EQUITY (ROE),
DAN DEBT TO EQUITY RATIO (DER) TERHADAP RETURN SAHAM
PADA PERUSAHAANPERUSAHAAN DALAM JAKARTA ISLAMIC
INDEX (JII) Periode Tahun 2005-2007” penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Earning Per Share
(EPS), Return On Equity (ROE), dan Debt to Equity Ratio (DER) secara
simultan dengan taraf signifikansi 5% mempunyai pengaruh yang signifikan
terhadap return saham.
Jurnal dari Amaliah itabillah tahun 2012 dengan judul “PENGARUH
CR, QR, NPM, ROA, EPS, ROE, DER DAN PBV TERHADAP HARGA
SAHAM PERUSAHAAN PROPERTY DAN REAL ESTATE YANG
TERDAFTAR DI BEI Periode 2008-2011”. Hasil dari penelitian ini
didapatkan dari kedelapan variabel independen yang digunakan dalam
penelitian ini hanya variabel EPS, DER dan PBV yang berpengaruh secara
positif dan signifikan terhadap harga saham perusahaan Property dan Real
dibawah 0.05 yaitu masing-masing sebesar 0.000 < 0.05, 0.001 < 0.05, dan
0.000 < 0.05.
Jurnal dari Fransiska desiana dan Titin hartini tahun 2014 yang
berjudul “PENGARUH RETURN ON EQUITY, EARNING PER SHARE,
DAN PRICE EARNING RATIO TERHADAP RETURN SAHAM
PERUSAHAAN INDUSTRI BARANG KONSUMSI DI BURSA EFEK
INDONESIA” hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa secara simultan
variabel Return on Equity, Earning per Share, dan Price Earning Ratio berpengaruh terhadap return saham Perusahaan Industri Barang Konsumsi. Hal ini ditunjukkan nilai F hitung sebesar 2,870 dengan signifikasi sebesar 0,043.Secara parsial return on equity dan earning price ratio tidak berpengaruh secara terhadap return saham. Hanya variabel price earning ratio yang berpengaruh terhadap return saham saham Perusahaan Industri Barang Konsumsi. Hal ini ditunjukkan dengan t hitung (2,473) > t tabel (1,99601).
Jurnal dari Suriani ginting dan Edward tahun 2013 yang berjudul
“ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RETURN
SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI
BURSA EFEK INDONESIA” hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa
perubahan laba usaha, Net Profit Margin, Price Earning Ratio, dan Price to
Book Value berpengaruh signifikan terhadap Return saham perusahaan
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008 – 2011.
Secara parsial, hanya variabel Price to Book Value yang berpengaruh terhadap
Return saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
terhadap prospek perusahaan tersebut sehingga permintaan akan saham
perusahaan tersebut akan meningkat dan mendorong harga saham perusahaan
tersebut meningkat, akibatnya return yang diperoleh juga meningkat.
Penelitian lain dari Dewi marlina dan Eka nurmala sari melalui jurnal
akuntansi dan bisnis tahun 2009 yang berjudul “PENGARUH RASIO
PROFITABILITAS DAN LEVERAGE TERHADAP RETURN SAHAM Studi
Empiris Perusahaan Manufaktur Di Bei” dari hasil penelitian ini secara parsial
dapat disimpulkan bahawa hanya variabel Net Profit Margin (NPM) dan Debt
to Equity ratio (DER) yang berpengaruh terhadap return. Hal ini disebabkan
oleh semakin tinggi NPM mengindikasikan bahwa semakin tinggi laba
sehingga return yang diharapkan juga tinggi. Pengujian secara simultan dapat
disimpulkan bahawa variabel Net Profit Margin (NPM), Return On Assets
(ROA), Return On Equity (ROE) dan Debt to Equity ratio (DER) berpengaruh
terhadap return. Dari hasil uji determinasi diketahui bahwa nilai R sebesar
0,539 menunjukan bahwa korelasi atau pengaruh variabel bebas terhadap
variabel terikat dianggap cukup kuat karena berada di atas 0,5 dan nilai
Adjusted R Square sebesar 0,387 menunjukan bahwa kontribusi variabel bebas
dalam menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel terikat sebesar 38,7 % dan
sisanya sebesar 61,3 % dipengaruhi variabel lain yang tidak di teliti seperti
Earning Per share, Dividen Payout Ratio, tingkat inflasi, suku bunga dan
Penelitian dari Saniman Widodo tahun 2007 dengan judul
“ANALISIS PENGARUH RASIO AKTIVITAS, RASIO PROFITABILITAS,
DAN RASIO PASAR, TERHADAP RETURN SAHAM SYARIAH DALAM
KELOMPOK JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) TAHUN 2003 – 2005”.
Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa variabel TATO, ITO, ROA, dan
ROE berpengaruh positif terhadap return saham. Hanya variabel roe yang tidak
berpengaruh terhadap return saham.
Perbedaan dalam penelitian ini yaitu peneliti ingin menguji kembali
variabel independen yaitu rasio keuangan yang mengalami inkonsistensi serta
mengganti tahun penelitian menjadi triwulan 1, 2011 - triwulan 3, 2016.
B. Kerangka Teoritik
1. Pasar Modal Syariah
Pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan
jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang, ekuitas
(saham), instrumen derivatif, maupun instrumen lainnya. Pasar modal
merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun instansi lain (mislanya
pemerintah) dan sarana bagi kegiatan berinvestasi bagi para insvestor. Dengan
demikian, pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan
jual beli dan kegiatan terkait lainnya.
Pasar modal syariah adalah pasar modal yang dijalankan dengan
konsep syariah, dimana setiap perdagangan surat berharga mentaati ketentuan
dan berkembang di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain, seperti negara
Malaysia. Lembaga yang pertama kali menaruh perhatian di dalam
mengoperasikan portofolionya dengan manajemen portofolio syariah di pasar
syariah adalah Amanah Income fund yang didirikan pada bulan juni 1986 oleh
para anggota The North American Islamic Trust yang bermarkas di Indiana
Amerika Serikat (Khomariah, 2014).
Definisi pasar modal sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun
1995 tentang Pasar Modal (UUPM) adalah kegiatan yang bersangkutan dengan
Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan
dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan
dengan Efek.Berdasarkan definisi tersebut, terminologi pasar modal syariah
dapat diartikan sebagai kegiatan dalam pasar modal sebagaimana yang diatur
dalam UUPM yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Oleh karena itu,
pasar modal syariah bukanlah suatu sistem yang terpisah dari sistem pasar
modal secara keseluruhan. Secara umum kegiatan Pasar Modal Syariah tidak
memiliki perbedaan dengan pasar modal konvensional, namun terdapat
beberapa karakteristik khusus Pasar Modal Syariah yaitu bahwa produk dan
mekanisme transaksi tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah
(www.ojk.go.id).
Munculnya instrumen syariah di pasar modal indonesia dipelopori
oleh PT Danareksa Asset Management yang menerbitkan reksadana syariah
pada 3 juli 1997. Kemudian 3 juli 2000, PT Danareksa Investment
Indonesia) memunculkan Jakarta Islamic Index (JII) yang bisa dipergunakan
sebagai acuan dalam menilai perkembangan harga saham berbasis syariah. JII
yang merupakan index harga saham berbasis syariah terdiri dari 30 saham
emiten yang dianggap telah memenuhi prinsipprinsip syariah. Meski instrumen
pasar modal syariah telah diperkenalkan sejak 1997, namun secara formal,
peluncuran pasar modal dengan prinsipprinsip syariah Islam dilakukan pada 14
maret 2003. Pada kesempatan itu ditandatangani nota kesepahaman atau
kerjasama antara Bapepam-LK dengan Dewan Syariah Nasional-Majelis
Ulama Indonesia (DSN-MUI), yang dilanjutkan dengan nota kesepahaman
antara DSN-MUI dengan kalangan SRO. Lalu lahir beberapa fatwa MUI
tentang ketentuan operasional pasar modal syarish hasil kerja sama dengan
Bapepam-LK. Diantaranya fatwa No 20/DSN-MUI/IX/2000 tentang
pedomanpelaksanaan investasi untuk reksadana syariah.Fatwa no
33/DSNMUI/IX/2002 tentang obligasi syariah dan fatwa No
33/DSNMUI/IX.2002 tentang obligasi syariah mudharabah.
Indeks Syariah atau Jakarta Islamic Index (JII), menggunakan saham
yang memenuhi kriteria investasi dalam syariat islam. Pengertian JII sendiri
adalah Indeks yang dikeluarkan oleh BEJ dan merupakan subset dari Indeks
Harga Saham Gabungan (IHSG).JII mulai bisa diakses sejak tanggal 3 juli
2000 (tanggal pertama kali diluncurkan).Tujuan dibentuknya JII, kata product
Management PT Danareksa Invesment Management, sekurangnya ada dua
di pasar modal.Dan kedua, sebagai sarana untuk meningkatkan investasi di
pasar modal secara syariah.
Dengan memikul label syariah itulah saham-saham dari perusahaan
yang produksi untuk jasanya dinilaitidak sesuai dengan syariah Islam, otomatis
dikeluarkan. Saham-saham yang masuk dalam JII adalah emiten yang yang
kegiatannya usahanya tidak bertentangan dengan syariah islam.
Surat Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia
(DSN-MUI) Nomor: B-194/DSN-MUI/VI/2009 tanggal 25 Juni 2009 peihal
pernyataan DSN-MUI atas peraturan Bapepam dan LK menyatakan kegiatan
usaha yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah antara lain:
a. Perjudian dan permainan yang tergolong judi.
b. Perdagangan yang dilarang menurut syariah, antara lain:
i. Perdagangan yang tidak disertai dengan pebyerahan barang/jasa.
ii. Perdangan dengan penawaran/permintaan palsu.
c. Jasa keuangan ribawi, antara lain:
i. Bank berbasis bunga, dan
ii. Perusahaan pembiayaan berbasis bungan
d. Jual beli resiko yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar) dan/atau
judi (maisir), antara lain asuransi konvensional.
e. Memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan dan/atau menyediakan
antara lain:
ii. Barang atu jasa haram bukan karena zatnya (haram li-ghairihi).yang
ditetapkan oleh DSN-MUI, dan/atau
iii. Barang atau jasa yang merusak moral dan bersifat mudharat.
f. Melakukan transaksaksi yang mengandung unsur suap.
Syarat sesuai dengan syariah bukan satu-satunya yang ditetapkan.
Masih ada dua pertimbangan lain yang harus dipenuhi oleh emiten
(perusahaan). Pertama, emiten harus berkapitalisasi (Market Capitalization)
yang cukup besar.Itu bisa dilihat dari beberapa harga persahamnya.Kedua,
emiten tersebut juga harus likuid (volume transaksi tinggi).
Berdasarkan kategori tersebut, JII dibentuk semula disaring terlebih
dahulu usaha emiten yang tidak bertentangan dengan syariah.Saham yang
sudah dipilih itu harus sudah listing di BEJ minimal tiga bulan.Kecuali
saham-saham tersebut masuk dalam 10 besar kapitalisasi pasar.Langkah itu kemudian
dilanjutkan dalam memilih 60 saham dengan kapitalisasi pasar tinggi.Baru
kemudian dipilih 30 perusahaan dengan nilai transaksi rata-rata tertinggi
harian.Setelah itu barulah dilakukan evaluasi untul masing-masing emiten
setiap enam bulan sekali.
2. Saham Syariah dan Jakarta Islamic Index (JII)
Saham merupakan bukti kepemilikan suatu perusahaan.Pemegang
saham memperoleh pendapatan dari deviden dan capital gain (selisih antara
membayarkan pendapatan yang tetap.Berbeda dengan bunga, deviden tidak
harus dibayarkan apabila perusahaan tidak mempunyai kas. Kalaupun
perusahaan mempunyai kas, tetapi perusahaan memerlukan kas tersebut untuk
ekspansi, perusahaan juga tidak harus membayarkan deviden. (Hanafi,2004).
Menurut Umam dalam Khomariah (2014) Saham sendiri dibagi
menjadi dua, yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred
stock).
a. Saham biasa(common stock)adalah saham yang paling dikenal masyarakat. Diantara emiten, saham biasa juga merupakan yang paling banyak
dihunakan untuk menarik dana dari masyarakat. Jadi, saham biasa paling
menarik, baik bagi pemodal maupun bagi emiten.
b. Saham preferen (preferred stock) merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa
menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi juga bisa
tidak mendatangkan hasil seperti yang dikehendaki investor.
Saham-saham perusahaan yang listing di Bursa Efek Jakarta (BEJ)
keberadaaannya dikelompokkan berdasarkan suatu kriteria tertentu, salah
satunya adalah kelompok saham syariah. Saham syariah adalah saham dari
perusahaan(emiten) yang dalam operasionalnya sesuai dengan kaidah syariat
islam. Kriteria saham bisa dikategorikan tidak melanggar ketentuan syariah
a. Perusahaan yang keberadaannya tidak bertentangan dengan syariat islam.
Yangdimaksud dengan perusahaan yang tidak bertentangan dengan syariat
islamyaituperusahaan dengan bidang usaha dan manajemen yang tidak
bertentangan dengan syariat islam, serta memliliki produk yang halal.
Perusahaan yang memproduksi minuman keras atau perusahaan keuangan
konvensional tidak memenuhi kategoriini.
b. Semua saham yang diterbitkan memiliki hak yang sama. Saham adalah
bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan, maka peran setiap pemilik saham
ditentukan dari jumlah lembar saham yang dimilikinya. Namun pada
kenyataannya adaperusahaan yang menerbitkan 2 (dua) macam saham, yaitu
saham biasa dan saham preferen yang tidak punya hak suara namun punya
hak untuk mendapatkan deviden yang sudah pasti. Tentunya hal ini
bertentangan dengan aturan syariat islam tentang bagi hasil. Maka saham
yang sesuai dengan syariat islam adalahsaham yang setiap pemiliknya
mempunyai hak yang proporsional sesuai denganjumlah lembar saham yang
dimilikinya.
Dalam rangka pengembangan pasar modal syariah, PT Bursa Efek
Jakarta (BEJ) bersama dengan PT. Danareksa Investment Management (DIM)
telah meluncurkan indeks saham yang dibuat berdasarkan syariat islam, yaitu
Jakarta Islamic Index (JII). Saham-saham dalam Jakarta Islamic Index (JII)
terdiri atas 30 jenis saham yang dipilih dari saham-saham yang sesuai dengan
Jakarta Islamic Index (JII) dimaksudkan untuk digunakan sebagai
tolok ukur (benchmark) untuk mengukur kinerja suatu investasi pada saham
dengan basis syariah. Melalui indeks ini diharapkan dapat meningkatkan
kepercayaan investor untuk mengembangkan investasi dalam ekuiti secara
syariah. Penentuan kriteria pemilihan saham dalam Jakarta Islamic Index (JII)
melibatkan Dewan PengawasSyariah PT. Danareksa Invesment Management.
Sedangkan untuk menetapkansaham-saham yang masuk dalam perhitungan
Jakarta Islamic Index (JII) dilakukan dengan urutan seleksi sebagai berikut
(Ghozali, 2005) dalam (Widodo, 2007) :
a. Memilih kumpulan saham dengan jenis usaha utama yang tidak
bertentangandengan prinsip-prinsip syariah islam dan sudah tercatat lebih
dari 3 (tiga) bulan.
b. Memilih saham berdasarakan laporan keuangan tahunan atau tengah
tahunanyang memiliki risiko kewajiban terhadap aktiva maksimal sebesar
90 %.
c. Memilih 60 saham dari susunan saham di atas berdasarkan urutan
rata-ratakapitalisasi pasar terbesar selama satu tahun terakhir.
d. Memilih 30 saham dengan urutan berdasarkan tingkat likuiditas rata-rata
nilai perdagangan reguler selama 1 (satu) tahun terakhir.
Pengkajian ulang akan dilakukan dalam waktu 6 (enam) bulan sekali
denganpenentuan komponen indeks pada awal bulan Januari dan Juli setiap
secara terusmenerus berdasarkan data-data publik yang tersedia. Perhitungan
Jakarta IslamicIndex (JII) dilakukan oleh Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan
menggunakan metode perhitungan indeks yang telah ditetapkan oleh Bursa
Efek Jakarta (BEJ), yaitu denganbobot kapitalisasi pasar (market cap
weighted). Perhitungan indeks ini juga mencakup penyesuaian-penyesuaian
(adjustment) akibat berubahnya data emiten yang disebabkan oleh aksi
korporasi.Jakarta Islamic Index (JII) menggunakantanggal awal perhitungan 1
Januari 1995 dengan nilai awal 100 (seratus).
3. Return Saham
Return saham merupakan hasil atau keuntungan yang diperoleh
pemegangsaham sebagai hasil dari investasinya. Dalam melakukan investasi,
investor yang rasional akan mempertimbangkan 2 (dua) hal, yaitu expected
return (tingkat kembalian yang diharapkan) dan risk (resiko) yang terkandung
dalam altternatif investasi yang dilakukan.
Menurut Usman (2004), komponen return terdiri dari dua jenis:
current income (pendapatan lancar), dan Capital Gain (keuntungan selisih
harga). Current income merupakan keuntungan yang diperoleh melalui
pembayaran yang bersifat periode seperti: pembayaran bunga deposito, bunga
obligasi, dividen dan sebagainya. Current income disebut sebagai pendapatan
lancar, karena keuntungan yang diterima biasanya dalam bentuk kas, sehingga
dapat diuangkan secara cepat, seperti bunga atau jasa giro, dan dividen tunai;
dividen yang dibayarkan dalam bentuk saham dan dapat dikonversikan menjadi
uang kas.
Komponen kedua dari return adalah capital gain, yaitu keuntungan
yang diterima karena adnya selisih antara harga jual dengan harga beli saham
suatu instrumen investasi. Capital gain sangat bergantung dari harga pasar
instrumen investasi, yang berarti bahwa instrumen nvestasi harus
diperdagangkan dipasar. Dengan adanya perdagangan maka akantimbul
perubahan nilai suatu instrumen investasi yang memberikan captal gain.
Besarnya capital gain dilakukan dengan analisis return histories yang terjadi
pada periode sebelumnya, sehingga dapat ditentukan besarnya tingkat
kembalian (expected return).
Pengukuran atau penaksiran terhadap expected return E(R) dapat
dilakukan dengan model pasar dengan rumus sebagai berikut (padan, 2012).
RIT =
P
t–
P
t-1
P
t-1Keterangan:
R
it = Return saham 1 pada waktu tP
it = Harga saham 1 pada waktu t4. Analisis Laporan Keuangan
a. Return On Equity (ROE)
Return On Equity merupakan salah satu bagian dari Rasio
Profitabilitas yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba dengan kemampuan dan sumber yang dimiliki. Menurut
Hanafi (2004:42) rasio profitabilitas terdiri dari tiga rasio dan dari tiga rasio
profitabilitas tersebut rasio yang berkaitan dengan efisiensi perusahaan dalam
menghasilkan laba yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Return On Equity
(ROE).
Return On Equity (ROE) merupakan ukuran kemampuan perusahaan
untuk menghasilkan tingkat kembalian perusahaan atau efektivitas perusahaan
di dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan ekuitas (shareholder’s equity) yang dimiliki oleh perusahaan. Semakin tinggi nilai
ROE menunjukkan semakin efisien perusahaan menggunakan modal sendiri
untuk menghasilkan laba (Brigham, 2001) dalam (widodo, 2007).
ROE secara matematis dirumuskan sebagai berikut:
ROE = EAT x 100%
Equity
EAT = Earning After Tax (laba bersih sesudah pajak)
b. Debt to Equity Ratio (DER)
Debt to Equity Ratio digunakan sebagi tolak ukur kebijakan struktur
modal perusahaan. Rasio ini sering digunakan oleh para analisis dan para
investor untuk melihat seberapa besar hutang perusahaan dibandingkan equitas
yang dimiliki oleh perusahaan atau pemegang saham. Pada perusahaan yang
sedang berkembang sudah dapat dipastikan bahwa komposisi hutang akan
meningkat. Hutang tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan operasional
perusahaan selain dari modal perusahaan itu sendiri. Perusahaan yang sedang
dalam trend tumbuh dan berkembang ini akan dilirik oleh investor untuk
memberikan dananya dan pastinya investor mengharapkan pengembalian
keuntungan dalam bentuk return.
Selain itu, peningkatan hutang juga digunakan untuk pengembangan
perusahaan sehingga laba perusahaan dimasa mendatang akan bertambah
secara signifikan. Pengembangan perusahaan ini ditambah dengan harapan
tingkat laba yang akan diperoleh nantinya akan menambah minat investor
dalam menanamkan modalnya diperusahaan yang bersangkutan. Apabila
perusahaan tidak melakukan hutang maka sumber keuangan yang digunakan
perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya menjadi terbatas dan
hal tersebut akan mengakibatkan melambatnya laju pertumbuhan perusahaan.
Selain itu perusahaan yang tidak menggunakan sumber pemodalan dari hutang
akan dikenakan pajak. Tidak hanya perusahaan yang dikenakan pajak akan
tetapi deviden atau laba yang akan dibagikan kepada pemegang saham akan
Hal ini sesuai dengan teori Modigliani dan Miller (teori MM) yang
mengatakan bahwa perusahaan akan semakin baik apabila menggunakan utang
semakin besar. Berdasarkan konsep tersebut maka dimungkinkan adanya
pengaruh DER terhadap return saham.
Semakin tinggi DER maka diasumsikan perusahaan memiliki sinyal
yang baik bagi para investornya. DER dengan angka dibawah 1.00,
menunjukan bahwa perusahaan memiliki hutang lebih kecil dari ekuitas yang
dimilikinya. Tetapi beberapa perusahaan yang memiliki DER lebih dari 1 akan
memiliki tambahan modal yang maksimal.
Rumus DER adalah sebagai berikut (Padan, 2012).
DER = Total utang x 100%
Total ekuitas
c. Earning Per Share (EPS)
Rasio pasar adalah rasio yang digunakan untuk mengukur harga pasar
saham perusahaan, relatif terhadap nilai bukunya. Sudut pandang rasio ini lebih
banyak berdasar pada sudut pandang investor (atau calon investor), meskipun
pihak manajemen juga berkepentingan terhadap rasio ini. Menurut Hanafi
(2004:43) ada tiga rasio yang dapat digunakan untuk mengukur rasio pasar.dari
tiga rasio pasar tersebut rasio yang berkaitan dengan pengukuran harga saham
yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Earning Per Share (EPS).
Earning Per Share (EPS) merupakan perbandingan antara laba bersih
(Ang, 1997). Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2001) dalam Widodo (2007).
EPS merupakan rasio yang menunjukkan berapa besar keuntungan (return)
yang diperoleh investor atau pemegang saham per saham. Semakin tinggi nilai
EPS maka semakin besar pula laba yang disediakan untuk pemegang
saham.Earning Per Share (EPS) secara matematis dirumuskan sebagai berikut:
Earning Per Share (Rp) = EAT
Jumlah saham
C. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan penelitian,
dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat
pertanyaan (Sugiono, 2012:96). Dikatakan sementara karena jawaban yang
diberikan baru berdasarkan teori yang relevan, belum berdasarkan fakta-fakta
yang yang empiris yang diperloleh melalui pengumpulan data.
1. Pengaruh Return On Equity (ROE) terhadap Return Saham
Return On Equity (ROE) mengukur kemampuan perusahaan
menghasilkan laba bersih berdasarkan modal tertentu. rasio ini merupakan
ukuran profitabilitas dilihat dari sudut pandang pemegang saham. Semakin
tinggi nilai ROE menunjukan semakin efisien perusahaan menggunakan modal
menggunakan modal sendiri dalam menghasilkan laba akan memberikan
harapan kenaikan return sahamnya.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Widodo (2007), Hanani
(2008), dan Desiana (2014) menunjukan bahwa ROE berpengaruh terhadap
return saham. Sehingga hubungan ROE dan return saham dihipotesiskan
sebagai berikut :
H1 : ROE berpengaruh positif terhadap return saham
2. Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return Saham
Tingkat Debt to Equity Ratio (DER) yang tinggi menunjukan
komposisi total hutang semakin besar apabila dibandingkan dengan total modal
sendiri dalam kebijakan struktur modal perusahaan, sehingga hal ini akan
berdampak pada semakin besar pula beban perusahaan terhadap pihak
eksternal. Namun sampai batas tertentu besarnya debt dapat mengakibatkan tax
saving yang dapat digunakan untuk meningkatkan arus kas bagi perusahaan
yang berdampak pada meningkatnya performance dan kinerja perusahaan. Hal
ini sesuai dengan teori Modigliani dan Miller (teori MM) bahwa perusahaan
akan semakin baik apabila menggunakan utang semakin besar. Bila
peformance dan kinerja perusahaan meningkat maka minat investor terhadap
perusahaan menjadi tinggi dan dampaknya terhadap return saham akan
Selain itu peningkatan hutang juga akan digunakan untuk
pengembangan perusahaan sehungga laba perusahaan dimasa yang akan datang
akan bertambah secara signifikan.
Hal ini didukung Penelitian yang dilakukan oleh Prihantini (2009) dan
Susilowati dan Turyanto (2011) menunjukan bahwa DER berpengaruh
terhadap return saham. Sehingga hubungan DER dan return saham
dihipotesiskan sebagai berikut :
H2 : DER berpengaruh positif terhadap return saham
3. Pengaruh Earning Per Share terhadap Return Saham
Earning Per Share (EPS) merupakan perbandingan antara laba bersih
setelah pajak pada satu tahun buku dengan jumlah saham yang diterbitkan
(Ang, 1997) dalam (Widodo, 2007). EPS merupakan rasio yang menunjukkan
berapa besar keuntungan perusahaan yang didistribusikan utnuk setiap lembar
saham yang diterbitkan.Semakin tinggi nilai EPS menunjukkan semakin besar
laba yang disediakan untuk pemegang saham.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Widodo (2007), Indriana
(2009), menunjukan bahwa EPS berpengaruh positif terhadap return saham
sehingga hubungan EPS dengan return saham dapat dihipotesiskan sebagai
berikut :
D.Kerangka Penelitian
Berikut model penelitian dalam penelitian ini:
ROE (+)
DER (+)
EPS (+)
RETURN SAHAM H1
H2
32
BAB III
METODE PENELITIAN
A.Populasi dan Sampel
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 perusahaan
yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII).Sampel yang digunakan dalam
penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang terdaftar di JII pada periode
triwulan 1, 2011 - triwulan 3, 2016.
B.Jenis Penelitian dan Sumber Data
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian
kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada
filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel
tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random,
pegumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat
kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah
ditetapkan (Sugiyono, 2012:14).
Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder.Data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan periode triwulan 1,
2011 - triwulan 3, 2016 yang diperoleh melalui situs resmi JII seperti
indonesiaan stock exchanges, yahoo finance atau dari website resmi
33
C.Teknik Pengambilan Sampel
Untuk penentuan sample dalam penelitian ini menggunakan metode
purposive sampling dengan kriteria:
a. Perusahaan-perusahaan yang listing secara berturut-turut di Jakarta Islamic
Index pada periode triwulan 1, 2011 - triwulan 3, 2016.
b. Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan lengkap pada periode
triwulan 1, 2011 - periode triwulan 3, 2016.
c. Perusahaan emiten yang menerbitkan laporan keuangan tahunan yang
disajikan dalam rupiah.
Berikut sampel perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini:
TABEL 3.1
Data Sampel Perusahaan di Jakarta Islamic Index Tahun 2011 - September 2015
Sumber : data diolah
No Kode Nama Saham
1 AALI Astra Argo Lestari Tbk 2 ASII Astra Internasioanal Tbk
3 INTP Indo Cement Tunggal Prakasa Tbk 4 LPKR Lippo Karawaci Tbk
34
D.Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
dokumentasi.Metode ini digunakan untuk mendapatkan data laporan keuangan
perusahaan seperti laba-rugi, perubahan modal, neraca, arus kas, dan catatan
atas laporan keuangan perusahaan pada tahun penelitian.
E.Devinisi Operasional Variabel
1. Variabel dependen
Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau yang
menjadi akibat adanya variabel bebas. Variabel dependen dalam penelitian ini
adalah return saham syariah. Besarnya return ditentukan berdasarkan besarnya
return yang diharapkan. Pada penelitian ini tidak menggunakan dividen karena
tidak setiap tahun perusahaan membagikan dividen kepada pemegang
sahamnya. Untuk menghitung return yang diharapkan menggunakan model
pasar dengan rumus sebgai berikut (padan, 2012).
RIT =
P
t–
P
t-1
P
t-1Keterangan:
35
P
it = Harga saham 1 pada waktu tP
it-1 = Harga saham 1 pada waktu t-12. Variabel Independen
Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau
menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen. Dinamakan
variabel bebas karena bebas dalam mempengaruhi variabel lain. variabel
independen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
a. Rasio Profitabilitas (Return On Equity)
Return On Equity (ROE) mengukur kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan ekuitas yang dimilikinya.
Semakin tinggi nilai ROE menunjukan semakin efisien perusahaan dalam
menghasilkan laba dengan menggunakan modal sendiri. ROE dirumuskan
sebagai berikut:
ROE (%) = EAT x 100
Equity
EAT = Earning After Tax (laba bersih setelah pajak)
Equity = Total Modal Sendiri
b. Rasio Solvabilitas (Debt to Equity Ratio)
DER adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan memenuhi
kewajiban jangka panjangnya. Perusahaan yang tidak solvabel adalah
36
Semakin tinggi nilai DER, berarti semakin tinggi pula utang yang dimiliki oleh
perusahaan. Penggunaan utang utang yang tinggi akan meningkatkan
profitabilitas, di lain pihak, utang yang tinggi juga akan meningkatkan resiko.
Rumus DER adalah sebagai berikut (padan, 2012):
DER = Total Utang x 100% Total Ekuitas
c. Rasio Pasar (Earning Per Share)
Earning Per Share (EPS) adalah keuntungan perusahaan yang bisa
dibagikan kepada pemegang saham. Kemampuan sebuah perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih dalam per lembar saham merupakan indikator
fundamental keuangan perusahaan yang nantinya menjadi acuan para investor
dalam memilih saham.Oleh karena penilaian yang akurat dan cermat bisa
meminimalkan resiko sekaligus membantu investor dalam meraih
keuntungan.Tapi dalam prakteknya, tidak semua keuntungan ini dapat
dibagikan, ada sebagian yang ditahan sebagai laba ditahan. Secara matematis
nilai EPS dapat dirumuskan sebagai berikut (Putri, 2012):
EPS = EAT
37
F.Teknik Analisis Data
1. Uji Normalitas
Untuk mengetahui normalitas populasi suatu data dapat dilakukan
dengan menggunakan uji statistik Kolmogorov Smirnov (K-S) yang dilakukan
dengan membuat hipotesis nol (Ho) untuk data berdistribusi normal dan
hipotesis alternatif (Ha) untuk data tidak berdistribusi normal.(Ghazali, 2011).
Uji K-S untuk menguji normalitas data residual menyatakan jika
dalam uji K-S diperoleh nilai signifikansi Kolmogorof-Smirnov di bawah 0.05,
maka data residual terdistribusi secara normal dan sebaliknya jika dalam uji
K-S diperoleh nilai signifikansi Kolmogorof-K-Smirnov di atas 0.05 maka data
residual terdistribusi secara tidak normal (Widodo, 2007).
2. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model
regresi ditemukan adanya kolerasi antar variabel independen. Untuk
mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas dalam model regresi, dapat dilihat
dari tolerence value dan variance inflation factor (VIF). Tolerance mengukur
variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dapat dijelaskan oleh
variabel independen lainnya. Jadi jika nilai tolerance yang rendah sama dengan
38
dipakai untukmenunjukkan adanya multikolinearitas adalah nilai tolerance<
0,10 atau sama dengan nilaiVIF > 10 (Ghazali, 2011).
3. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastsiitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model
regresi ini terjadi ketidaksamaan variance dari resedual satu pengamatan
kepengamatan yang lain. model regresi yang baik adalah terjadi
homokesdastisitas. Untuk mendeteksi adanya Heteroskedastisitas dari tingkat
signifikasi dapat digunakan uji Glejser.Jika tingkat signifikasi berada diatas 5
% berarti tidak terjadi heteroskedastisitas tetapi jika berada dibawah 5 %
berarti terjadi gejala heteroskedastisitas (Ghazali, 2011).
4. Uji Autokorelasi
Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah terdapat korelasi
antara kesalahan pengganggu pada periode (t-1) dalam model regresi.Jika
terdapat korelasi maka model tersebut mengalami masalah autokorelasi.Model
regresi yang baik adalah model yang bebas dari autokorelasi.Untuk mendeteksi
autokorelasi dapat dilakukan uji statistik Durbin-waston (DW test).
Durbin-watson test dilakukan dengan membuat hipotesis : Ho : tidak ada autokorelasi
(r = 0) Ha : ada autokorelasi (r = 0) untuk mengambil keputusan ada tidaknya
autokorelasi, ada pertimbangan yang harus dipatuhi, antara lain:
a. Bila nilai DW terletak diantara batas atas (du) dan (4-du), maka koefisien
39
b. Bila nilai DW lebih rendah dari pada batas bawah (dl) maka koefisien
autokorelasi >0, berarti ada autokorelasi positif.
c. Bila nilai DW lebih besar dari (4-dl) maka koefisien autokorelasi <0, berarti
terjadi autokorelasi negatif.
d. Bila nilai DW terletak antara (du) dan (dl) atau DW terletak antara (4-du)
dan (4-dl), maka hasilnya tidak dapat disimpulkan.
5. Uji Regresi berganda
Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah
analisis regresi berganda. Analisis regresi berganda adalah teknik statistik
melalui koefisien parameter untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen. Pengujian terhadap hipotesis baik
secara parsial maupun simultan dilakukan setelah model regresi yang
digunakan bebas dari pelanggaran asumsi klasik. Tujuannya adalah agar hasil
penelitian dapat diinterpretasikan secara tepat dan efisien (Putri, 2012).
Persamaan regresi tersebut adalah sebagai berikut:
Y= α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + e
Keterangan:
Y = Return saham
a = konstanta
40
β = koefisien regresi
X1 = Return On Asset (ROA)
X2 = Debt to Equity Ratio (DER)
X3 = Earning Per Share (EPS)
a. Uji nilai t (Parsial)
Pengujian juga dapat dilakukan melalui pengamatan nilai signifikansi
pada tingkat α dan arah koefisiensi regresi yang digunakan (penelitian ini
menggunakan tingkat α sebesar 5%). Analisis didasarkan pada perbandingan
antara nilai signifikan t dengan nilai signifikansi 0,05 dan arah koefisien
regresi. Jika nilai signifikansi < 0,05 dan koefisiensi hasil regresi searah
dengan hipotesis, maka Ha diterima sehingga variabel independen berpengaruh
signifikan terhadap variabel dependen (Ghazali, 2011).
b. Uji nilai F (Simultan)
Uji statistik F pada dasarnya menunjukan apakah semua variabel
bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara simultan
terhadap variabel terikat. Uji F digunakan untuk menguji keberartian pengaruh
semua variabel independen secara bersama-sama dalam mempengaruhi
variabel dependen. Apabila nilai sig F < α (5%), maka terdapat pengaruh
secara bersama-sama variabel independen terhadap variabel dependen
41 c. Uji Koefisien Determinasi (Adj. R2)
Uji koefisien determinasi digunakan untuk menjelaskan tingginya
derajat hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai
koefisiensi determinasi yang mendekati nilai 1 menunjukan bahwa semakin