• Tidak ada hasil yang ditemukan

herpes zoster

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "herpes zoster"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

ASUHAN

KEPERAWATAN

HERPES ZOSTER

(2)

PENGERTIAN

 Herpes zoster adalah radang kulit akut, mempunyai sisfat khas yaitu

vesikel-vesikel yang tersusun berkelompok sepanjang persarafan sensorik kulit sesuai dermatom (Siregar, 2005).

 Herpes zoster (dampa, cacar ular)

adalah penyakit yang disebabkan infeksi virus varisela zoster yang menyerang

(3)

PATOFISIOLOGI

Masa tunasnya 7-12 hari. Masa aktif penyakit berupa lesi baru yang tetap timbul berlangsung kira-kira 1-2

minggu. Virus berdiam di ganglion posterior susunan saraf tepi dan

kranialis. Lokasi kelainan kulit setingkat dengan daerah persarafan ganglion.

Kadang-kadang virus ini juga

(4)

ETIOLOGI

 Herpes zoster disebabkan oleh Varicella Zoster Virus

(VZV). VZV mempunyai kapsid yang tersusun dari 162 subunit protein dan bebrbentuk simetri ikosehedral dengan diameter 100 nm. Virion lengkapnya berdiameter 150-200 nm dan hanya virion yang berselubung yang bersifat infeksius.

 Herpes zoster terjadi karena reaktivasi dari virus

(5)

MANIFESTASI KLINIS

GEJALA

 Demam  Pusing  Lemas

 Nyeri otot tulang  Gatal

 pegal

(6)

KOMPLIKASI

1. Sikatrik

(7)

CARA PENULARAN

 Terjadi  setelah kita mengalami cacar air, jika orang yang sudah menderita cacar air, cairan dari lepuhan HZ

menyebabkan kita akan tertular HZ.

(8)

JENIS-JENIS HERPES

ZOSTER

Menurut daerah penyerangannya di kenal ada 6 tempat yaitu :

(9)

PENGOBATAN

1. Terapi sistemik hanya bersifat simtomatik

2. Lokal

3. Pemberian secara oral prednisone atau triamsinolon

(10)

PENATALAKSANAAN

Istirahat

Untuk mengurangi neuralgia dapat diberikan analgesik Supaya vesikel tidak pecah usahakan untuk

menghindari infeksi sekunder, yaitu dengan bedak

salisil 2%.

Pengobatan spesifik belum ada sehingga vitamin B1,

suntikan hipofisis 0,5-1 cc/hari dan untuk mengurangi

neuralgia pascaherpatika dapat diberikan

(11)

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA

(12)

PENGKAJIAN

1. Riwayat

 Riwayat menderita penyakit cacar

 Riwayat immunocompromised (HIV/AIDS,

leukimia)

 Adanya keluhan demam, pusing,

malaise, nyeri otot-tulang, gatal dan pegal

2. Riwayat psikososial

(13)

PEMERIKSAAN FISIK

(14)

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Gangguan rasa nyaman nyeri b.d infeksi

virus.

Gangguan integritas kulit b.d vesikel yang

mudah pecah.

Cemas b.d adanya lesi pada wajah.

Potensial terjadi penyebaran penyakit b.d

(15)

INTERVENSI

1.Gangguan rasa nyaman nyeri b.d infeksi virus ditandai dengan pusing, nyeri otot, tulang, pegal, erupsi kulit berupa papul eritema, vesikel, pustula, dan krusta. Tujuan : Rasa nyaman terpenuhi setelah tindakan keperawatan.

Intervensi :

Kaji kualitas dan kuantitas nyeri

Kaji respon klien terhadap nyeri

Jelaskan tentang proses penyakitnya

Ajarkan teknik distraksi dan relaksasi

Hindari rangsangan nyeri

Libatkan keluarga untuk menciptakan lingkungan yang

terapeutik

(16)

2.Gangguan integritas kulit b.d vesikel

yang mudah pecah ditandai dengan

kulit eritema vesikel, dan krusta

pustula.

Tujuan : Integritas kulit tubuh kembali

dalam waktu 7-10 hari

Intervensi :

Kaji tingkat kerusakan kulit

Jauhkan lesi dari manipulasi dan

kontaminasi

Kelola tx topical sesuai program

(17)

3. Cemas b.d adanya lesi pada wajah

ditandai dengan merasa takut kulit wajah cacat dan tampak khawatir lesi pada

wajah.

Tujuan : Setelah dilakukan tindakan

keperawatan cemas akan hilang/berkurang Intervensi :

 Kaji tingkat kecemasan klien

 Jelaskan tentang penyakitnya dan

prosedur perawatan

 Tingkat hubungan terapeutik

 Libatkan keluarga untuk sumber dukungan

(18)

4. Potensial terjadi penyebaran penyakit b.d infeksi virus

Tujuan : Setelah perawatan tidak terjadi penyebaran penyakit

Intervensi :

 Isolasikan klien

 Gunakan teknik aseptik dalam perawatannya

 Batasi pengunjung dan minimalkan kontak

langsung

 Jelaskan pada klien/keluarga proses

(19)

EVALUASI

Tidak terjadi ganggguan pasien merasa

nyaman dan nyeri berkurang/hilang

Tidak terjadi gangguan pada integritas

kulit

Keyakinan pasien akan sembuh dari

penyakitnya.

(20)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

dengan kebutuhan dasar gangguan rasa nyaman (nyeri) dengan diagnosa “Nyeri. berhubungan dengan penimbunan kristal urat ditandai dengan

Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan penurunan darah ke jaringan otak dan peningkatan tekanan intrakranial ditandai dengan nyeri kepala dan tangan dextra dan sinistra,

Meski sebelumnnya tidak mengeluhkan rasa nyeri di lidah, namun nyeri ini kemungkinan berasal dari sisa lesi terdahulu dan bukan merupakan lesi baru yang kurang dirasakan

Gangguan rasa aman nyaman: nyeri berhubungan dengan hiperurisema ditandai dengan pasien tampak meringis, pasien mengatakan nyeri dibagian lutut dan pergelangan kak, intensitas

a) Gangguan Rasa Nyaman Nyeri berhubungan dengan luka operasi uretrolothotomy ditandai dengan istri klien mengatakan klien nyeri pada luka operasi sebelah kanan diperut,

Ulkus multipel disertai rasa sakit, sebelumnya didahului dengan vesikel; pada kulit dan daerah perioral mungkin terdapat lesi yang serupa; biasanya dijumpai

Gangguan rasa nyaman : nyeri yang berhubungan dengan iritasi pada mukosa gaster yang ditandai dengan klien mengeluh nyeri seperti terbakar pada area epigastrium dan nyeri

a) Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan kerusakan inkontinuitas jaringan sekunder. Tindakan atau kontraksi otot uterus yang ditandai dengan wajah klien ekspresi