• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KESIAPAN GURU IPA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI SE- KECAMATAN STABAT.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS KESIAPAN GURU IPA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI SE- KECAMATAN STABAT."

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KESIAPAN GURU IPA DALAM IMPLEMENTASI

KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI

SE- KECAMATAN STABAT

TESIS

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan

dalam Memperoleh Gelar Magister Pendidikan pada

Program Studi Pendidikan Dasar

Oleh :

LAYIL SAFITRI

NIM: 8146182021

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

ABSTRAK

Layil Safitri. Analisis Kesiapan Guru IPA dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SMP Negeri se- Kecamatan Stabat. Tesis. Program Studi Pendidikan

Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Medan. 2017.

Analisis Kesiapan Guru IPA dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SMP Negeri ini bertujuan untuk mengetahui: kesiapan guru IPA SMP dalam menyiapkan pembelajaran dengan mengimplementasikan kurikulum 2013 di SMP Negeri se- kecamatan Stabat, kesiapan guru IPA SMP dalam menyiapkan perangkat pembelajaran dengan mengimplementasikan kurikulum 2013 di SMP negeri se- kecamatan Stabat. Subyek dalam penelitian ini adalah 2 orang guru IPA SMP negeri 1 Stabat, 4 orang guru IPA SMP negeri 2 Stabat, dan 5 orang Guru IPA SMP negeri 5 Stabat. Jenis penelitian ini adalah penelitian analisis deskriptif kuantitatif. Data tentang kesiapan guru IPA dalam implementasi kurikulum 2013 dikumpulkan melalui angket dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Guru IPA SMP Negeri se-Kecamatan Stabat dinyatakan siap dalam menyiapkan pembelajaran kurikulum 2013, hal ini dapat dilihat dari rata-rata persentase sebesar 79 % dengan kategori siap; Guru IPA SMP Negeri se-Kecamatan Stabat memiliki kategori siap dalam menyiapkan perangkat pembelajaran kurikulum 2013, hal ini dapat dilihat dari data sebagai berikut: Rata-rata persentase kesiapan guru IPA SMP negeri 1 Stabat sebesar 79 % dengan kategori siap. Rata-rata persentase kesiapan guru IPA SMP negeri 2 Stabat sebesar 70 % dengan kategori siap. Rata-rata persentase kesiapan guru IPA SMP negeri 5 Stabat sebesar 78 % dengan kategori siap.

(6)

ABSTRACT

Layil Safitri. Analysis of Science Teacher Readiness in Curriculum 2013 Implementation at District Stabat Junior High School. Thesis. Post Graduate

State University of Medan. 2017.

Analysis of science teacher readiness in curriculum 2013 implementation at district Stabat junior high school to know : science teacher readiness in preparing learning by implementing curriculum 2013 at district Stabat junior high school, science teacher readiness in preparing learning devices by curriculum 2013 implementations at district Stabat junior high school . Subject in this research is 2 persons of science teacher in junior high school 1 Stabat, 4 persons of science teacher in junior high school 2 Stabat, 5 persons of science teacher in junior high school 5. The type of this research is analysis descriptive of quantitative. Data about science teacher readiness in curriculum 2013 implementation were collected through questionnaires and observation sheets. The results showed that: science teachers in junior high school at dictrict Stabat otherwise prepared in preparing the learning curriculum 2013, it can be seen from the average percentage of 79% with category of ready; science teachers in junior high school at district Stabat has categories ready to prepare a curriculum 2013 learning device, it can be seen of the following data: average percentage of science teacher readiness in curriculum 2013 implementation at junior high school 1 Stabat is 79 % with category of ready. average percentage of science teacher readiness in curriculum 2013 implementation at junior high school 1 Stabat is 70 % with category of ready. average percentage of science teacher readiness in curriculum 2013 implementation at junior high school 1 Stabat is 78 % with category of ready.

(7)
(8)

i

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah S.W.T yang telah

memberikan rahmat dan hidayah-NYA sehingga tesis saya yang berjudul

"Analisis Kesiapan Guru IPA dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SMP Negeri se- Kecamatan Stabat” dapat diselesaikan. Tesis ini disusun dalam rangka memenuhi persyaratan dalam memperoleh gelar Magister Pendidikan pada

Program Studi Pendidikan Dasar di Program Pascasarjana Universitas Negeri

Medan.

Ucapan terima kasih yang tulus penulis sampaikan kepada Ibu Dr.

Sondang R. Manurung, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing I dan kepada Bapak

Prof. Dr. Mara Bangun Harahap, M.S., selaku Dosen Pembimbing II yang telah

membimbing dan mengarahkan penulis dalam menyelesaikan tesis ini. Ucapan

terima kasih kepada Bapak Dr. Ajat Sudrajat, M.Si., terima kasih juga kepada

Bapak Drs. Sriadhi, M.Pd., M.Kom., Ph.D., dan Ibu Prof. Dr. Anita Yus, M.Pd.,

selaku narasumber yang telah banyak memberikan saran-saran demi

penyempurnaan tesis ini.

Pada kesempatan ini juga penulis mengucapkan terima kasih dan

penghargaan kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd., selaku Rektor Universitas Negeri

Medan beserta pada pejabat di jajaran civitas akademika Unimed.

2. Bapak Prof. Dr. Bornok Sinaga, M.Pd., selaku direktur Program Pascasarjana

Universitas Negeri Medan beserta para Asisten Direktur, beserta semua staf

(9)

ii

3. Ibu Prof. Dr. Anita Yus, M.Pd., selaku ketua Prodi Pendidikan Dasar, Bapak

Dr. Daulat Saragi, M.Hum., selaku Sekretaris Prodi Pendidikan Dasar, dan

seluruh Bapak Ibu dosen yang telah memberikan motivasi serta membekali

penulis dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman.

4. Bapak Gito, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala SMP Negeri 1 Stabat, Bapak Suardi.,

M.Pd. selaku Kepala SMP Negeri 2 Stabat, Ibu Patini, S.Pd. selaku Kepala

SMP Negeri 3 Stabat, Bapak Rehmalem Tarigan, M.Pd. selaku Kepala SMP

Negeri 4 Stabat, dan Bapak H. Hasanuddin, S.Pd. selaku Kepala SMP Negeri

5 Stabat yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan

penelitian di SMP Negeri 5 Stabat.

5. Ibu Vivi Desfita, S.Pd., M.Si dan Ibu Elly Suryani, S.Pd. selaku guru IPA

SMP Negeri 1 Stabat, Ibu Sari Khairati, S.Pd., M.Pd., Bapak Drs. Iskandar

Zulkarnain, Ibu Dahliati, S.Pd., dan Bapak Sumardi, S.Pd. selaku guru SMP

Negeri 2 Stabat, Ibu Alfa Yolanda, S.Pd., Ibu Mari Astuti, S.Pd., Ibu Ferisya

Widyastuti, S.Pd., dan Bapak Yaiman, S.Pd. selaku Guru SMP Negeri 3

Stabat, Ibu Erniwaty, M.AP., Ibu Hj. Rostina, S.Pd., dan Ibu Yusnita, S.Pd.

selaku guru SMP Negeri 4 Stabat, dan Ibu Siti Hanum, S.Pd., Widya Astuti,

S.Pd., Ibu Febri Afni Utami, S.Pd., Ibu Erni Yusnita, S.Pd., dan Ibu Karni,

S.Pd. selaku guru SMP Negeri 5 Stabat yang telah memberikan kontribusi

sebagai fasilitator data penelitian di SMP tempat peneliti melakukan

penelitian.

6. Terkhusus kepada Bapak M. Yusuf, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah

(10)

iii

Stabat , dan Ibu Vivi Desfita yang telah banyak membantu peneliti dalam

melakukan proses penelitian.

7. Teristimewa kepada orang tua tercinta ayahanda Drs. Hasan dan ibunda

Jalilah yang telah mengasuh, membesarkan, mendidik, menyekolahkan, serta

memberikan semangat dan doa kepada penulis.

8. Teristimewa untuk Adinda Dani Ikhwansyah yang telah banyak memberikan

dukungan, motivasi, dan doa dalam menyelesaikan tesis ini.

9. Teristimewa kepada abangda Sahri Nova Yoga, M.Pd. yang selalu ada baik

suka maupun duka, meluangkan waktunya untuk penulis dalam mendampingi

dan memberikan motivasi.

10. Sahabat seperjuangan Indah Pratiwi, M.Pd., Dian Sriwahyu Utami, M.Pd.,

Sara Dewiola, M.Kes., Hayati Nurjannah, S.Pd., Amalia Nuraini, S.Pd., Siti

Yolanda Hazri, M.Psi., serta seluruh rekan-rekan mahasiswa Pascasarjana

khususnya kelas B- 1 dan kelas Konsentrasi IPA Stambuk 2014 Prodi

Pendidikan Dasar.

11. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebut satu persatu yang telah

memberikan bantuan baik materil maupun moril kepada penulis.

Kiranya seluruh perhatian, kebaikan, dan bantuan yang telah diberikan

kepada penulis menjadi amal kebajikan dan menjadi kemuliaan bagi Tuhan Yang

Maha Esa. Akhir kata, penulis menyampaikan semoga tesis ini dapat bermanfaat

dan menambah khasanah berpikir bagi pembaca.

Medan, Maret 2017 Penulis,

(11)

iv

2.1 Pengertian Belajar dan Pembelajaran ... 15

2.2 Mengajar yang efektif ... 16

2.3 Aspek-aspek Organisasi dari Pengajaran ... 16

(12)

v

3.8 Prinsip-prinsip Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik .. 31

(13)

vi

5. Teknik Pengumpulan Data ... 35

5.1 Angket ……….. 35

5.2 Observasi ……….. 36

5.3 Dokumentasi ………. 37

6. Teknik Analisis Data ... 37

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ………. 39

1. Hasil Penelitian ………. 39

1.1. Angket Kesiapan Guru IPA yang Mengimplementasikan Kurikulum 2013 ……… 39

1.2. Observasi Guru IPA SMP Negeri 1 Stabat ... 40

1.3. Observasi Guru IPA SMP Negeri 2 Stabat ... 41

1.4. Observasi Guru IPA SMP Negeri 5 Stabat ... 43

2. Pembahasan ... 46

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 52

1. Simpulan ... 52

2. Saran ... 53

(14)

vii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1. Indikator Keberhasilan Implementasi Kurikulum 2013 ……. ... 28

Tabel 2. Data Subjek Penelitian ... 34

Tabel 3. Persentase Kriteria Kesesuaian indikator Karakter ... 38

Tabel 4. Persentase Kesiapan Guru IPA yang Mengimplementasikan Kurikulum 2013 ... 43

Tabel 5 Hasil Persentase Kesiapan Guru IPA SMP Negeri 1 Stabat ... 40

Tabel 6 Hasil Pesentase Kesiapan Guru IPA SMP Negeri 2 Stabat ... 42

(15)

viii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar1. Tahap dan Lingkup Pengembangan Kurikulum ………. 18

Gambar 2. Siklus Pengajaran dan Pembelajaran ………. 19

Gambar 3. Kerangka Implementasi Kurikulum 2013 ……….. 27

Gambar 4. Hasil Belajar Saintifik ……… 30

Gambar 5. Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik . ... 32

Gambar 6. Persentase Kesiapan Guru IPA SMP Negeri 1 Stabat ... 41

Gambar 7. Persentase Kesiapan Guru IPA SMP Negeri 2 Stabat ... 43

(16)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Instrumen Angket Kesiapan Guru IPA dalam Implementasi

Kurikulum 2013 ... 54

Lampiran 2. Skala Penilaian Prota dan Prosem ... 58

Lampiran 3. Skala Penilaian Rincian Minggu Efektif (RME) . ... 59

Lampiran 4. Skala Penilaian Perencanaan ... 61

Lampiran 5. Skala Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran ... 63

Lampiran 6. Skala Penilaian Evaluasi Pembelajaran ... 65

Lampiran 7. Lembar Observasi ... 66

Lampiran 8. Data Induk Kesiapan Guru IPA dalam Implementasi ‘ Kurikulum 2013 di SMP Negeri se-Kecamatan Stabat ... 71

(17)

1 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah

Kurikulum adalah suatu hal yang esensial dalam suatu penyelenggaraan

pendidikan. Secara sederhana, kurikulum dapat dimengerti sebagai suatu

kumpulan atau daftar pelajaran yang akan diajarkan kepada peserta didik komplit

dengan cara pemberian nilai pencapaian belajar dikurun waktu tertentu.

Kurikulum harus mampu mengakomodasi kebutuhan peserta didik yang berbeda

secara individual, baik ditinjau dari segi waktu maupun kemampuan belajar.Oleh

karena itu, merumuskan suatu kurikulum sudah barang tentu bukan perkara

gampang. Banyak faktor yang menentukan dalam proses lahirnya sebuah

kurikulum.

Merancang kurikulum biasanya dibentuk suatu tim kerja khusus yang

dapat berupa lembaga resmi, misalnya Pusat Departemen Nasional Pusat

Kurikulum sampai saat ini sebagai satu-satunya lembaga resmi yang membentuk

kurikulum bagi sekolah penyelenggara pendidikan nasional Indonesia.

Sebagaimana penelitian yang dilakukan Qomariyah (2014) dalam penelitannya

Kesiapan Guru Dalam Menghadapi Implemetasi Kurikulum 2013, beliau

menyatakan bahwa “ tercatat sudah ada sebelas kurikulum, antara lain, kurikulum

tahun 1947, kurikulum tahun 1964 (rencana pendidikan sekolah dasar), kurikulum

tahun 1968 (kurikulum sekolah dasar), kurikulum tahun 1973 (kurikulum proyek

perintis sekolah pembangunan/ PPSP), kurikulum tahun 1975 (kurikulum sekolah

(18)

2

(kurikulum 1994), kurikulum tahun 1997 (revisi kurikulum 1994), kurikulum

tahun 2004 (rintisan kurikulum berbasis kompetensi/KBK), kurikulum tahun 2006

(kurikulum tingkat satuan pendidikan/KTSP), dan yang terakhir kurikulum 2013.

Masing-masing kurikulum memiliki warna dan ciri khas tersendiri. Warna dan ciri

khas kurikulum menunjukkan kurikulum berusaha menghadirkan sosok peserta

didik yang paling pas dengan zamannya.

Berdasarkan pernyataan di atas, terdapat beberapa kurikulum diantaranya

rencana pendidikan sekolah dasar kemudian mengalami perubahan menjadi

kurikulum sekolah dasar pada tahun 1968 dan dilanjutkan kepada kurikulum

proyek perintis sekolah pembangunan/PPSP yang dilaksanakan pada tahun 1973

kemudian mengalami perubahan kembali ke kurikulum awal yakni kurikulum

sekolah dasar pada tahun 1975 kemudian pada tahun 2004 dirintislah kurikulum

berbasis kompetensi/ KBK dan pada tahun 2006 diubah kembali ke kurikulum

tingkat satuan pendidikan/ KTSP dan berakhir pada tahun 2013 dengan hadirnya

kurikulum 2013. Perbedaan antar tiap kurikulum terdapat pada warna dan ciri

khasnya masing-masing dan masing-masing kurikulum memiliki kekurangan dan

kelebihan. Adapun warna dan ciri khas tiap kurikulum tersebut disesuaikan

dengan kebutuhan siswa tiap zamannya.

Perubahan kurikulum dari waktu ke waktu bukan tanpa alasan dan

landasan yang jelas, sebab perubahan ini disemangati oleh keinginan untuk terus

memperbaiki, mengembangkan, dan meningkatkan kualitas sistem pendidikan

nasional. Lembaga sekolah sebagai ujung tombak dalam implementasi kurikulum

(19)

3

kesungguhan, sebab mutu penyelenggaraan pendidikan salah satunya dilihat dari

hal tersebut. Namun di lapangan, perubahan kurikulum sering kali menimbulkan

persoalan baru, sehingga pada tahap implementasinya memiliki kendala teknis,

sehingga sekolah sebagai penyelenggara proses pendidikan formal sedikit

banyaknya pada tahap awal ini membutuhkan energi yang besar hanya untuk

mengetahui dan memahami isi dan tujuan kurikulum baru. Dalam teknik

pelaksanaannya pun sedikit terkendala disebabkan perlu adaptasi terhadap

perubahan atas kurikulum terdahulu yang sudah biasa diterapkan.

Struktur kurikulum juga gambaran mengenai penerapan prinsip kurikulum

mengenai posisi seorang siswa dalam menyelesaikan pembelajaran di suatu satuan

atau jenjang pendidikan. Dalam struktur kurikulum menggambarkan ide

kurikulum mengenai posisi belajar seorang siswa yaitu apakah mereka harus

menyelesaikan seluruh pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah

kurikulum memberi kesempatan kepada siswa untuk menetukan berbagai pilihan.

Dalam studi tentang ilmu mengajar dan kurikulum, pembahasan mengenai

permasalahan yang dialami guru senantiasa mendapat tempat tersendiri dan

mendapat perhatian yang sangat serius. Hal ini dikarenakan guru mengemban

peran yang sangat penting dalam keberhasilan proses pendidikan. Betapa bagus

dan indahnya kurikulum, keberhasilan kurikulum tersebut pada akhirnya

bergantung pada masing-masing guru. Qomariyah (2014) juga memberikan

pendapat tentang kurang siapnya guru pengajar dalam menghadapi implementasi

kurikulum 2013, hal ini dapat dilihat dari program kepala madrasah MTs Al

(20)

4

pengajar bisadinyatakan kurang siap dalam menghadapi implementasi kurikulum

ini. Hal ini disebabkan oleh beberapa guru belum mengerti dan belum paham akan

kurikulum 2013, guru jarang mengikuti kegiatan-kegiatan penataran dan

upgrading, dan guru jarang mengikuti pelatihan mengenai pengembangan

pembelajaran, model dan motivasi lain.

Kurikulum 2013 adalah salah satu kurikulum yang menerapkan

pembelajaran dengan pendekatan ilmiah (scientific approach) maka guru harus

memahami dan mengerti tentang pendekatan ilmiah tersebut.Dari permasalahan

tersebut dapat dilihat bahwa kemampuan pedagogik dapat memengaruhi

keberhasilan pembelajaran.Keberhasilan tersebut dapat terlihat dari persiapan

(RPP, silabus, sarana prasarana) dan proses (mengamati, menanya, menalar,

mencoba, membentuk jejaring) pembelajaran yang terlaksana. Sama halnya

seperti yang disampaikan oleh Retno dan Heriyatmi dengan penelitian yang

berjudul “ Kemampuan Guru IPA dalam Penerapan Kurikulum 2013 di SMP

Boyolali Tahun 2013/2014,” beliau mengatakan “kurikulum 2013 memiliki

komponen-komponen pengembangan kurikulum yang terdiri dari komponen

tujuan, komponen isi, komponen metode, dan komponen evaluasi.”

Berdasarkan pernyataan di atas, peneliti menarik kesimpulan bahwa

kurikulum 2013 sudah mengalami perkembangan dari segi komponen tujuan, isi,

metode, serta evaluasi. Adapun komponen tujuan terdiri dari KI (Kompetensi Inti)

dan KD (Kompetensi Dasar) ; indikator, tujuan pembelajaran. Pada komponen isi

meliputi materi pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan pembelajaran. Serta

(21)

5

berganda dan essay) dan non tes (PBK/ penilaian berbasis kelas). Pada tahap

evaluasi harus mencakup tiga ranah kompetensi siswa yakni sikap spiritual, sikap

sosial, dan pengetahuan.

Adanya penerapan kurikulum 2013, guru harus mulai terbiasa dengan

adanya peraturan yang telah ditetapkan tersebut, sehingga strategi yang digunakan

seperti mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring akan

terlaksana dengan baik dan maksimal. Kemampuan seorang guru dapat dilihat

pada saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung.Untuk menumbuhkan rasa

semangat dan ingin tau siswa, guru hendaknya memakai strategi yang menarik

dalam pembelajaran. Strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru yang

menyenangkan juga harus sesuai dengan kemampuan guru dan sesuai dengan

kurikulum yang telah diterapkan.

Dengan diberlakukannya kurikulum 2013, maka pemerintah mempunyai

harapan yang besar bagi dunia pendidikan terutama bagi guru yang diharapkan

mampu mengimplementasikan metode pembelajaran yang inovatif (student

-centered) karena hal ini disebabkan pembelajaran konvensional

(teacher-centered) dianggap tidak lagi mampu memenuhi harapan- harapan di atas. Agar

siswa mampu mengembangkan sikap dan pengalaman sesuai dengan perbedaan

potensinya, maka peran guru tidak lagi sebagai pentransfer ilmu, melainkan

sebagai fasilitator atau membantu siswa agar siswa mampu menguasai berbagai

(22)

6

Berdasarkan uraian tersebut di atas menjadi landasan bagi peneliti untuk

mengadakan penelitian dengan judul “Analisis Kesiapan Guru IPA Dalam

Implementasi Kurikulum 2013 di 5 SMP se-Kecamatan Stabat.”

2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka peneliti

mengidentifikasikan beberapa hal di bawah ini.

2.1. Kurangnya kesiapan guru pengajar dalam menghadapi implementasi

kurikulum 2013.

2.2.Guru jarang mengikuti kegiatan upgrading dan kegiatan penataran.

2.3.Guru jarang mengikuti pelatihan mengenai pengembangan pembelajaran,

model dan motivasi lain.

2.4.Komponen-komponen Kurikulum 2013 yang terdiri dari tujuan, isi, metode,

dan evaluasi belum sepenuhnya disiapkan oleh guru IPA SMP.

3. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka peneliti membatasi

masalah pada tiga bagian penting, antara lain:

3.1.Objek penelitian adalah kesiapan guru yang meliputi pemahaman guru

terhadap Kurikulum 2013. Pemahaman guru mengenai Kurikulum 2013 dapat

menunjukkan seberapa besar kesiapan guru mengimplementasikan

Kurikulum 2013. Pemahaman guru yang diteliti meliputi pengetahuan

mengenai pengaplikasian perangkat pembelajaran secara sistematis.

3.2.Subjek penelitian adalah guru IPA SMP.

(23)

7

4. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan penelitian di atas, maka peneliti merumuskan

masalah hanya pada:

4.1.Bagaimana kesiapan guru IPA SMP dalam menyiapkan pembelajaran dengan

mengimplementasikan kurikulum 2013?

4.2.Bagaimana kesiapan guru IPA SMP dalam menyiapkan perangkat

pembelajaran dengan mengimplementasikan kurikulum 2013?

5. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitiannya adalah

sebagai berikut:

5.1.Untuk mengetahui kesiapan guru IPA dalam menyiapkan pembelajaran

dengan mengimplementasikan kurikulum 2013?

5.2.Untuk mengetahui perangkat yang dipersiapkan guru IPA SMP dalam

mengimplementasikan kurikulum 2013?

6. Manfaat Penelitian

Pada penelitian ini terdapat dua manfaat penelitian yakni manfaat teoretis

dan manfaat praktis, berikut akan dipaparkan kedua manfaat tersebut.

6.1.Manfaat Teoretis

6.1.1. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan

baru tentang implementasi kurikulum 2013 pada guru dan tenaga pengajar.

6.1.2. Penelitian ini menjadi salah satu tolak ukur dalam menilai kesiapan guru

(24)

8

6.1.3. Penelitian ini menjadi bahan acuan bagi peneliti selanjutnya dalam

melakukan penelitian yang sama.

6.2.Manfaat Praktis

6.2.1. Penelitian ini memberikan pengalaman bagi peneliti tentang implementasi

kurikulum 2013 di sekolah tempat melakukan penelitian.

6.2.2. Penelitian ini memberikan pandangan baru pada guru dan tenaga pengajar

(25)

52 BAB V

SIMPULAN DAN SARAN 1. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh simpulan sebagai berikut.

1.1. Guru IPA SMP Negeri se-Kecamatan Stabat dinyatakan siap dalam

menyiapkan pembelajaran kurikulum 2013, hal ini dapat dilihat dari rata-rata

persentase sebesar 79 % dengan kategori siap.

1.2. Guru IPA SMP Negeri se-Kecamatan Stabat memiliki kategori bervariasi

dalam menyiapkan perangkat pembelajaran kurikulum 2013, hal ini dapat

dilihat dari data sebagai berikut:

1.2.1.Rata-rata persentase kesiapan guru IPA SMP negeri 1 Stabat antara lain: (a)

prota dan prosem sebesar 67% dengan kategori siap; (b) RME sebesar 85%

dengan kategori sangat siap; (c) perencanaan sebesar 95% dengan kategori

sangat siap; (d) pelaksanaan sebesar 76% dengan kategori siap; dan (e)

evaluasi sebesar 75% dengan kategori siap. Dan rata-rata persentase

keseluruhan sebesar 79% dengan kategori siap.

1.2.2.Rata-rata persentase kesiapan guru IPA SMP negeri 2 Stabat antara lain: (a)

prota dan prosem sebesar 54% dengan kategori cukup siap; (b) RME

sebesar 78% dengan kategori siap; (c) perencanaan sebesar 70% dengan

kategori siap; (d) pelaksanaan sebesar 66% dengan kategori siap; dan (e)

evaluasi sebesar 81% dengan kategori sangat siap. Dan rata-rata persentase

(26)

53

1.2.3.Rata-rata persentase kesiapan guru IPA SMP negeri 5 Stabat antara lain: (a)

prota dan prosem sebesar 72% dengan kategori siap; (b) RME sebesar 88%

dengan kategori sangat siap; (c) perencanaan sebesar 84% dengan kategori

sangat siap; (d) pelaksanaan sebesar 77% dengan kategori siap; dan (e)

evaluasi sebesar 75% dengan kategori siap. Dan rata-rata persentase

keseluruhan sebesar 76% dengan kategori siap.

2. Saran

2.1. Guru harus menggunakan perangkat pembelajaran yang dapat menunjang

penerapan kurikulum 2013. Salah satu perangkat pembelajaran yang

terpenting adalah materi yang berkenaan dengan mendeskripsikan tentang

penyebab terjadinya pemanasan global dan dampaknya bagi ekosistem,

mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan tuhan tentang aspek fisik

dan kimiawi kehidupan dalam ekosistem dan peranan manusia dalam

lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang

dianutnya, dan menerapkan konsep kemagnetan, induksi elektromagnetik dan

pemanfaatan medan magnet dalam kehidupan sehari-hari termasuk

pergerakan/ navigasi hewan untuk mencari makan dan migrasi. Tanpa

perangkat tersebut, siswa akan mengalami kesulitan dalam memahami materi

yang diajarkan.

2.2.Guru harus menyampaikan aspek - aspek yang menjadi fokus penilaian dalam

kurikulum 2013 kepada siswa. Dengan demikian, siswa akan berusaha

memaksimalkan aspek - aspek yang menjadi fokus penilaian dalam

(27)

54

2.3.Terkait proses pembelajaran, guru harus melakukan pendampingan dan

pengamatan secara intensif terhadap siswa (dalam kelompok maupun

individu) untuk bisa mengetahui kesulitan yang dialami siswa pada tahap

tertentu. Selain itu, guru dapat melakukan wawancara tak terstruktur untuk

menanyakan kesulitan - kesulitan yang dialami siswa guna menemukan solusi

(28)

58

DAFTAR PUSTAKA

Arends Richard I. 2008. Belajar Untuk Mengajar Learning to Teach.Edisi 7 buku

1.Jakarta: Salemba Humanika.

Arends, Richard I. 2013. Belajar Untuk Mengajar Learning to Teach.Edisi 9 buku

2.Jakarta: Salemba Humanika.

Daryanto. 2014. Pendekatan Pembelajran Saintifik Kurikulum. 2013. Yogyakarta : Gava Media.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Depdiknas- SEQIP. 2002. Buku IPA Guru Kelas 6. Jakarta: Departemen pendidikan Nasional.

Febriyaningrum, Retno. 2014. Kemampuan Guru IPA dalam Penerapan

Kurikulum di SMP Boyolali Tahun 2013/2014. Surakarta: http://www.http://eprints.ums.ac.id/30031/20/NASKAH_PUBLIKASI. pdf. Diunggah pada tanggal 03 Mei pukul 00.15 WIB.

Good. 2003. Divtionary of Education.

http://www.aomvanriest.worldpress.com/2014/10/15/kesiapan-guru-terhadap-implementasi-kurikulum-2013. Diunggah tanggal 21 Maret pukul 13.00 WIB.

Idi, Abdullah. 1999. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik.Jakarta : Gaya Media Pratama.

Kok, Lyn. 2014. a Science-Technology-Society Approach to Teacher Education

for the Foundation Phase: Student Empiricist Views. South.

Africa:http://www.sajce.co.za/index. php/ sajce/ article/ view/ 180. Diunggah pada tanggal 02 Mei 2016 pukul 20.12 wib.

Labrador, Newfoundland. 2013. Curriculum Guide: Science Grade 7. Canada: http://www.ed.gov.nl.ca/edu/k12/curriculum/guides/science.

(29)

59

Merriam, Sharan B. 1998. Qualitative Research and Case Study Applications in

Education.San Fransisco : Jossey- Bass Publisher.

Miles, Matthew B. and A. Michael Huberman.2007. Analisis Data

Kualitatif.Jakarta: UI Press.

Moleong, Lexy J. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Rosda.

Mulyasa, E. 2011.Menjadi Guru Profesional.Bandung : Rosda.

Mulyasa, H. E. 2013. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013.Bandung : Rosda.

Nasution. 2003. Model Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.

Purwanto, N. 2009. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Resda.

Sagala, Syaiful. 2011. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Slameto, Drs. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi.Jakarta : Rineka Cipta.

Soetjipto dan Raflis Kosasih. 2009. Profesi Keguruan. Jakarta: Rineka Cipta.

Sudjana, N. 2005. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru.

Sugiyono, A. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,

Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2012. Pengembangan Kurikulum Teori dan

Praktek.Bandung : Rosda.

(30)

60

Qomariyah.2014. Kesiapan Guru dalam Menghadapi Implementasi Kurikulum

2013.Semarang:http://download.Portalgaruda.org/article.php?article=26

7431&val=6770&title=KESIAPAN%20GURU%20DALAM%20MEN GHADAPI%20IMPLEMENTASI%20KURIKULUM%202013 Diunggah pada tanggal 12 April 2016 pukul 16.45 wib.

Gambar

Tabel 1. Indikator Keberhasilan Implementasi Kurikulum 2013 ……. ...
Gambar1. Tahap dan Lingkup Pengembangan Kurikulum …………….

Referensi

Dokumen terkait

 SK Tim Pengembang Kurikulum ( Tim pengembang kurikulum satuan pendidikan terdiri atas tenaga pendidik, konselor, dan kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota. Dapat

Lebih dari separuh contoh mengupayakan pembagian tugas dan kerjasama yang baik antara anggota keluarga dalam pengelolaan keuangan (65,0%), mendahulukan kebutuhan yang paling

Penadah barang bekas adalah mereka yang bekerja sebagai penadah barang bekas baik dari pemulung maupun dari yang lainnya untuk dijual. kembali dalam jumlah

The designated airline(s) of each Contracting Party shall be allowed to operate air passenger services from any designated point(s) in its territory to any

Burnet Institute akan menjamin bahwa pegawainya yang terlibat di dalam program dan proyek yang dilaksanakan dalam Memorandum Saling Pengertian ini tidak akan

Dengan demikian perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti pengaruh pemberian kombucha coffee terhadap struktur histologi hepar tikus putih (

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha pada pengelolaan hutan rakyat, mempelajari sistem pengelolaan hutan rakyat, mengetahui pola

Modul Guru Pembelajar Bahasa Inggris Kelompok Kompetensi Profesional F 39 Banyak contoh teks naratifyang dapat dilihat di cerita rakyat.. Berikut ini ada beberapa cerita