Efektivitas Fototerapi Tunggal Dibandingkan Fototerapi Ganda Pada Neonatus Dengan Hiperbilirubinemia Indirek
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Tujuan: Melakukan Perubahan Posisi Pada Neonatus Dengan Masalah Hiperbilirubinemia Dengan Tindakan Fototerapi Di Ruang Melati Rsud Prof.. Margono
Kadar BIS >14,68 mg/dL, infeksi dan hiperbili- ribumia yang tidak mendapat terapi merupakan 3 faktor yang dinilai paling berperan terhadap risiko GPN bayi dengan
Pada kondisi tersebut, lebih dari 99,9% kadar bilirubin total serum terikat dengan albumin atau apolipoprotein D, dan hanya sedikit bilirubin tidak terikat (kurang dari 0,1%) yang
Hiperbilirubinemia bisa disebut juga dengan ikterus neonatorum merupakan terjadinya peningkatan pada total serum bilirubin dalam darah yaitu diatas 5 mg/dl yang biasa terjadi pada
Dari penelitian didapatkan gambaran kadar C-Reaktif Protein pada neonatus berdasarkan klasifikasi sepsis yaitu EONS memiliki nilai median 12,8 mg/dl dan LONS 192 mg/dl..
Pengujian dengan teknik radiogtafi sinar-X menggunakan metode Ketebalan Ganda Bayangan Tunggal terbukti dapat digunakan untuk mengetahui eacat atau diskontinuitas pada las
Pada kondisi tersebut, lebih dari 99,9% kadar bilirubin total serum terikat dengan albumin atau apolipoprotein D, dan hanya sedikit bilirubin tidak terikat (kurang dari 0,1%)
Pemberian ASI pada bayi dengan neonatus harus dihentikan apabila bilirubin mencapai kadar yang mengkhawatirkan (Yuliarti, 2010). Penelitian yang dilakukan oleh Pratita,