• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA - BRASIL PERIODE : JANUARI JUNI 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA - BRASIL PERIODE : JANUARI JUNI 2015"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA - BRASIL PERIODE : JANUARI – JUNI 2015

A. Perkembangan perekonomian dan perdagangan Brasil

Total perdagangan Brasil dengan Dunia pada periode Januari - Juni 2015 sebesar US$ 186,44 milyar atau turun sebesar 16,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014, yang tercatat sebesar US$ 223,58 milyar. Total perdagangan tersebut terdiri dari ekspor sebesar US$ 94,33 milyar, atau turun sebesar 14,7% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 yang tercatat sebesar US$ 110,53 milyar, dan impor sebesar US$ 92,11 milyar atau turun sebesar 18,5% apabila dibandingkan dengan nilai impor periode yang sama tahun 2014, yang tercatat sebesar US$ 113,05 milyar. Pada periode ini, neraca perdagangan Brasil dengan Dunia surplus sebesar US$ 2,22 milyar, atau turun sebesar 188,3% dibanding periode yang sama tahun 2014, yang tercatat defisit sebesar US$ 2,52 milyar.

 Pertumbuhan GDP Brasil pada tahun 2014 sebesar : 1,388% ;  Sementara itu, inflasi bulan Juni 2015, naik menjadi : 8,89% ;  Tingkat pengangguran bulan Mei 2015, naik menjadi : 6,70% ;

 Nilai tukar Real Brasil (BRL) terhadap US Dollar, bulan Mei 2015, naik yaitu : BRL 3,00 / US$ 1 ;

 Tingkat suku bunga Bank Sentral Brasil, sebesar : 15,75% per tahun .

B. Perkembangan Perdagangan Bilateral Brasil dengan Indonesia

1. Ekspor Brasil ke Indonesia periode Januari-Juni 2015 sebesar US$ 1.063,97 juta, atau naik 6,6% apabila dibandingkan dengan nilai ekspor periode Januari-Juni 2014, sedangkan impor Brasil dari Indonesia sebesar US$ 727,96 juta, turun 16,4% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014, sehingga neraca perdagangan Indonesia dengan Brasil pada periode ini, tercatat defisit bagi Indonesia sebesar US$ 336,01 juta.

2. Komoditi ekspor Indonesia ke Brasil periode Januari-Juni 2015, antara lain :

 Coconut (copra), Palm Kernel or Babassu Oil & Fractions (HS 1513) sebesar US$ 75,10 juta, turun sebesar 22,20% dibanding periode yang sama tahun 2014, dengan pangsa pasar 78,82% ;

(2)

 Natural Rubber, Balata, Gutta-Percha, Guayule (HS 4001) sebesar US$ 73,81 juta, turun sebesar 21,71% dibanding periode yang sama tahun 2014, dengan pangsa pasar 39,13% ;

 Parts and Accessories Of The Motor Vehicles (HS 8708) sebesar US$ 70,47 juta, naik 27,85% dibanding periode yang sama tahun 2014, pangsa pasarnya 2,42% ;  Yarn (other than sewing thread) Of Synthetic Staple Fibres (HS 5509) sebesar

US$ 61,61 juta, turun sebesar 25,11% dibanding periode yang sama tahun 2014, dengan pangsa pasar 55,43% ;

 Yarn (other than sewing thread) Of Artificial Staple Fibres (HS 5510) sebesar US$ 59,97 juta, turun 6,43% dibanding periode yang sama tahun 2014, dengan pangsa pasar 54,86% ;

 Palm Oil and Its Fractions (HS 1511) sebesar US$ 56,43 juta, turun sebesar 30,80% dibanding periode yang sama tahun 2014, dengan pangsa pasar 79,78% . Sementara itu, impor Indonesia dari Brasil antara lain :

 Soybean Oil Cake & Other Solid Residue, Wh/Not Ground (HS 2304) sebesar US$ 417,33 juta, meningkat sebesar 2,37%, dengan pangsa pasar 14,03% ;

 Cane Or Beet Sugar And Chemically (HS 1701) sebesar US$ 110,67 juta, naik 78,67% dibanding periode yang sama tahun 2014, dengan pangsa pasar 3,12% ;  Corn (maize) (HS 1005) sebesar US$ 107,20 juta, naik sebesar 96,67% dibanding

periode yang sama tahun 2014, dengan pangsa pasar 10,38% ;

 Cotton, Not Carded Or Combed (HS 5201) sebesar US$ 77,55 juta, turun sebesar 12,24%, dengan pangsa pasar 20,45% ;

 Semi-finished Products Of Iron Or Non-alloy Steel (HS 7207) sebesar US$ 64,78 juta, naik sebesar 45,98% , dengan pangsa pasar 5,51% ;

 Unmanufactured Tobacco; Tobacco Refuse (HS 2401) sebesar US$ 39,74 juta, turun sebesar 15,97% dibanding periode yang sama tahun 2014, dengan pangsa pasar 4,33% .

C. Informasi lainnya

1. CAMEX perpanjang pengurangan bea impor produk Alumunium Lembaran. Resolusi CAMEX No. :52/2015, memperpanjang pengurangan bea masuk Alumunium lembaran dan gulungan sampai 30 Januari 2016, karena persediaan di

(3)

dalam negeri menipis. Produk dengan CNM kode 7606.12.90 dan 7607.11.90 bea masuknya dikurangi dari 12% menjadi 2%.

Produk ini digunakan sebagai pelapis/ penahan korosi suatu permukaan, dalam produksi AC, Radiator, kondensator, pemanas, dan untuk industri otomotif. Dan akan digunakan dalam industri perkereta-apian, dan tanki-tanki industri sebagai penukar panas.

Total impor Brasil tahun 2014 untuk produk dengan kode NCM 7606.12.90 sebesar US$ 184,07 juta, dimana China merupakan pengekspor terbesar mencapai US$ 36,37 juta.

2. SECEX melarang impor produk Tableware dengan SKA palsu.

Sekretariat Perdagangan Luar Negeri (SECEX), Kementerian Pembangunan, Industri, dan Perdagangan Luar Negeri Brasil (MDIC) telah melakukan investigasi terhadap SKA palsu yang digunakan Porselain impor dengan klasifikasi HS Code 69.11 atau 69.12. Kesimpulannya, Vector Pristine Industry dan CNF Industries Co., dari Malaysia, menyalahi proses manufaktur yang diatur dalam Non Preverential Origin of Brasil, dan menolak lisensi impornya.

SECEX telah menginvestigasi 28 kasus produk impor porcelain. Dari 28 kasus, hanya 8 (delapan) yang membuktikan SKA-nya sesuai standar Brasil. Sedang, 5 kasus lagi masih diinvestigasi.

Impor HS Code 69.11 Brasil tahun 2014 mencapai US$ 20,11 juta, dan pemasok terbesar adalah China sebesar US$ 9,44 juta. Indonesia pengekspor ke-5 terbesar tahun 2014 dengan nilai US$ 893,95 ribu, dan diatas negara ASEAN lainnya. Untuk HS Code 69.12, tahun 2014 total impor Brasil mencapai US$10,40 juta, dan China menguasai sekitar 30% pangsa pasar. Nilai ekspor Indonesia tahun 2014 sebesar US$1,03 ribu, dibawah Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

3. CAMEX mengurangi bea impor empat produk.

Pemerintah Brasil melalui Camara de Comercio Exterior (CAMEX) mengurangi bea masuk 2 (dua) produk, Lignosulfonates, NCM 3804.00.20, dari 10% menjadi 2% selama 12 bulan, dan Iron Molybdenum NCM 2921. 11.21 bea 6% menjadi 2% selama 12 bulan dengan kuota 2 juta ton.

Dua produk yang diperpanjang masa berlaku pengurangan bea masuknya adalah Monoisopropylamine (NCM 2921.19.23) sebesar 2 % (dari 14%) dan dimethylamine (NCM 2921.11.21) sebesar 2 % (dari 12%) untuk 12 bulan ke depan sejak tanggal 23 Juli 2015.

(4)

Lignosulfonates digunakan dalam industri palstik additive untuk keperluan konstruksi, industri kimia, makanan dan pestisida.

Iron molybdenum memiliki ketahanan tinggi terhadap panas dalam konduksi listrik, digunakan dalam industri penerbangan, mesin, dan penggilingan di ladang garam. Monoisopropilamine digunakan dalam sintesa glyphosate, untuk melindungi pertanian dari gulma, sementara dimethylamine juga digunakan dalam industri herbisida untuk mengontrol gulma.

4. CAMEX perpanjang bea masuk anti dumping produk jarum suntik (disposable).

Pemerintah Brasil memperpanjang pengenaan bea masuk antidumping untuk impor produk jarum suntik dari China. Masa berlaku perpanjangan sampai 5 tahun ke depan, dengan bea sebesar US$ 4,55/Kg.

Total impor Brasil tahun 2014 untuk produk ini mencapai US$ 36,65 juta didominasi produk dari Paraguay dan India, sementara ekspor Indonesia tahun 2014 mencapai US$ 133,24 ribu.

5. CAMEX menetapkan dumping untuk tabung karet.

Brasil menerapkan pengenaan bea masuk anti dumping impor Tabung karet elastomeric dari Jerman, Emirate Arab, Israel, Italy, dan Malaysia. Produk dengan kode NCM 4009.11.00 digunakan untuk pipa, tanki, pipa AC, kulkas, proses pemanasan dalam industri, namun bukan untuk otomotif.

Total impor kode NCM 4009.11.00 Brasil tahun 2014 mencapai US$ 30,18 juta, dimana China dan Jepang sebagai eksportir utama. Ekspor Indonesia tahun 2014 mencapai US$ 338,92 ribu, berada di atas negara-negara ASEAN lainnya.

6. Brasil mencegah produk impor yang menyalahi ketentuan SKA.

Investigasi pelanggaran SKA produk barang pecah belah (table objects) telah selesai menyimpulkan bahwa produk impor asal China tidak memenuhi ketentuan Brasil tentang SKA. Langkah ini diambil karena telah ter-identifikasi ada perusahaan yang mengekspor ke Brasil dengan menghindari bea masuk antidumping. Bea masuk yang dikenakan berkisar US$1,84 s/d US$ 5,14 per Kilogram.

Deklarasi impor palsu ditemukan atas barang impor pecah belah yang berasal dari perusahaan Yitong Industries dan Gigih Juara Sdn, Bhd, keduanya dari Malaysia, dan Kwality Ceramic Manufacturing dari India. Ketiga perusahaan tersebut tidak dapat menunjukkan proses dan bukti yang sesuai dengan non-preferential origin Brasil.

(5)

7. Business Meeting PT. Selatan Jadi Jaya dengan Paulo Importadora.

PT Selatan Jadi Jaya (PT SJJ) Surabaya eksportir produk battery kendaraan dan power listrik bertemu dengan calon importir yang berminat membeli produk battery untuk dipasarkan di Brasil. Pertemuan dilakukan di kantor ITPC Sao Paulo antara Alexandre Njoto, Direktur Marketing PT SJJ dengan Mr. Paulo Camiz. Produk yang diminati buyer tersebut adalah Lighting Battery.

Produk PT SJJ pernah diekspor ke Brasil melalui sebuah perusahaan dari China. Kini, pihak PT SJJ berniat menjual langsung kepada Buyer di Brasil. ITPC Sao Paulo memfasilitasi pertemuan dengan mempertemukan importir langsung dengan pihak PT SJJ.

8. Business Meeting PT. Selatan Jadi Jaya dengan Carvalho Importadora.

PT SJJ juga bertemu Mr. Orlando dan Mr. Toni dari Beacon Grupo yang berminat mengimpor produk lighting Battery. Pertemuan dilakukan di kantor ITPC Sao Paulo. Mr. Orlando menyatakan pasar lighting battery sangat besar di Brasil.

Brasil belum memproduksi lighting battery, dan baru memproduksi automotive battery. Seluruh kebutuhan lighting battery masih diimpor dari luar Brasil, kebanyakan diimpor dari China.

PT. SJJ mampu menawarkan produk yang berkualitas dengan margin harga yang sangat bersaing. Untuk itu sangat memungkinkan produk PT SJJ ini mampu bersaing di pasar Brasil.

ITPC Sao Paulo merencanakan ikut dalam pameran yang menampilkan produk ini bulan April tahun 2016, mengingat besarnya kebutuhan Brasil akan lighting battery. 9. Inquiries (offer to buy and offer to sell).

Pada bulan Juni 2015 terdapat 26 (duapuluh enam) Inquiries yaitu 11 (sebelas) offer to buy (dari Brasil) dan 15 (lima belas) offer to sell (dari Indonesia). Inquiries tersebut sudah ditindaklanjuti, dengan menghubungkan masing-masing eksportir maupun importir melalui email untuk korespondensi selanjutnya.

Referensi

Dokumen terkait

 Khusus mengenai TPP, diinformasikan Jepang masih banyak masalah yang belum disepakati antara lain mengenai hak milik intelektual dan paten, produk susu dan gula, yang

Selama periode Januari-Juni 2013, Indonesia menjadi negara ke-8 terbesar asal impor Thailand dengan pangsa sebesar 3,39%, menunjukkan peningkatan dari pangsa impor : 3,16%

Dari Thailand, untuk semua perusahaan dikenakan BAMD yang sama sebesar US$ 550,52 / ton serta untuk semua perusahaan dari Taiwan, dikenakan BAMD yang sama sebesar US$ 723,62

Sebagai response atas larangan impor Rusia tersebut, produsen buah-buahan, sayur- sayuran, produk susu dan daging di Perancis menyuarakan perlunya kebijakan pemerintah guna

Resolusi Camex menyetujui pengurangan dari 14% menjadi 2% untuk pembelian barang modal asing 494, dan dari 14% menjadi 0% untuk impor item yang

Pada saat pameran para importir kopi yang berasal dari Polandia, Slovakia, Turki, Belanda, German, Italia, Saudi Arabia, Inggris, Chile, China, Swiss, Ceko,Taiwan,

Pada saat pameran berlangsung, dilakukan juga berbagai pertemuan dengan beberapa buyer yang sudah membuat janji untuk menanyakan berbagai informasi berkaitan dengan

Dalam laporan 30 Juli 2014, New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) menyatakan Jepang sudah sangat berdaya saing di bidang bahan bakar