• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Perbuatan Wanprestasi Pihak Penyewa Dalam Perjanjian Sewa-Menyewa Rumah (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung RI NO. 1507 K PDT 2010)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Perbuatan Wanprestasi Pihak Penyewa Dalam Perjanjian Sewa-Menyewa Rumah (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung RI NO. 1507 K PDT 2010)"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Dan pertimbangan Majelis Hakim Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam perkara ini adalah menolak permohonan kasasi dari para pemohon kasasi (ahli waris dari penyewa) dan mereka

membuat perikatan…. ”tidak konsisten, karena Pasal 1329 ini terkait dengan Pasal 1320 KUHPerdata mengenai syarat sahnya perjanjian bukan syarat sahnya perikatan. Sehingga

Satrio, J, Hukum Perikatan, Perikatan Yang Lahir Dari Perjanjian , Citra Aditya Bakti, Bandung, 1995.. Samudera, Teguh, Hukum Pembuktian dalam Acara Perdata , Alumni,

Perjanjian sewa menyewa, ialah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu mengikat dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lain kenikmatan dari suatu barang, selama suatu

pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lainya kenikmatan dari suatu barang, selama waktu tertentu dan dengan pembayaran suatu harga, yang oleh pihak

Dalam Buku III bab ketujuh tentan sewa-menyewa Pasal 1548 berbunyi .” Sewa -menyewa ialah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu mengikat dirinya

Pasal 1548 KUH Perdata merumuskan bahwa “sewa menyewa adalah suatu perjanjian, dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lainnya kenikmatan dari

Seperti halnya oper conter yang sering terjadi di perjanjian sewa menyewa.1 Hubungan hukum untuk memenuhi kebutuhan di mana pihak yang satu tidak memiliki barang yang dibutuhkan, dan