• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian dari 7 Teknik Cara Penilaian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengertian dari 7 Teknik Cara Penilaian"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS KE TANGGAL PARAF DOSEN

4

Nama: Endang Listiani NIM: F05111017

Program Studi : Pendidikan Biologi

Pengertian dari 7 Teknik/ Cara Penilaian

1. Unjuk Kerja(performance) a. Menurut Danielson,

penilaian unjuk kerja adalah penilaian belajar siswa yang meliputi semua penilaian dalam bentuk tulisan, produk atau sikap kecuali bentuk pilihan ganda, menjodohkan, benar-salah, atau jawaban singkat.

b. Menurut Trespeces (1999)

Mengatakan bahwa “performance assessment” adalah berbagai macam tugas dan situasi dimana peserta tes diminta untuk

mendemonstrasikan pemahaman dan pengaplikasian pengetahuan yang mendalam, serta keterampilan di dalam berbagai macam konteks.

2. Penugasan (Proyek/project)

a.

menurut Sayiful Sagala adalah “ cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberikan tugas tewrtentu agar siswa melakukan kegiatan belajar, kemudian harus dipertanggungjawabkan.” Misalnya tugas yang

dilaksanakan oleh siswa dapat dilakukan di dalam kelas, di luar kelas, di Perpustakaan bahkan di Rumah kemudian tugas tersebut dipertanggung jawabkan.

b.

Pengertian metode penugasan/resitasi adalah cara penyajian bahan pelajaran di mana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar ( Sudirman.N, 1991: 141 ).

(2)

kontekstual, mengenai kemampuan siswa dalam menerapkan konsep dan pemahaman mata pelajaran tertentu.

d.

menurut Haryati penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang mencakup beberapa kompetensi yang harus diselesaikan oleh peserta didik dalam periode atau waktu tertentu. Tugas tersebut dapat berupa investigasi terhadap suatu proses atau kejadian yang dimulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan data, dan penyajian data.

3.

Hasil Kerja(produk/Product)

a. Penilaian hasil kerja siswa (Product Assessment) adalah penilaian

terhadap keterampilan siswa dalam membuat suatu produk benda tertentu dan kualitas produk tersebut. Jadi dalam penilaian hasil kerja siswa terdapat dua tahapan penilaian yaitu: (1) penilaian tentang pemilihan dan cara penggunaan alat serta prosedur kerja siswa; (2) penilaian tentang kualitas teknis maupun estetika hasil karya/ kerja siswa.

b. Kemudian menurut Ambar Teguh Sulistiyani (2003 : 223) “hasil kerja seseorang merupakan kombinasi dari kemampuan, usaha dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya”.

c. Maluyu S.P. Hasibuan (2001:34) mengemukakan hasil kerja adalah suatu yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas tugas yang

dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu”.

4. Penilaian Portofolio

Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai portofolio peserta didik. Portofolio adalah kumpulan karya-karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Setiap akhir periode pembelajaran hasil karya atau tugas belajar dikumpulkan dan dinilai bersama-sama antara guru dan peserta didik, sehingga penilaian portofolio dapat memberikan gambaran secara jelas tentang perkembangan/kemajuan belajar peserta didik. (Mimin Haryati, 2008: 59).

5. Penilaian Tertulis

(3)

dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya.

Teknik Penilaian

Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu:

1. memilih jawaban, yang dibedakan menjadi: a. pilihan ganda

b. dua pilihan (benar-salah, ya-tidak) c. menjodohkan sebab-akibat

2. mensuplai jawaban, dibedakan menjadi: a. isian atau melengkapi

b. jawaban singkat atau pendek c. uraian

6. Penilaian Sikap

Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadi perilaku atau tindakan yang diinginkan.

Sikap terdiri dari tiga komponen, yakni: afektif, kognitif, dan konatif. Secara umum, objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah sebagai berikut.

a) Sikap terhadap materi pelajaran.

Peserta didik perlu memiliki sikap positif terhadap materi pelajaran. Dengan sikap positif dalam diri peserta didik akan tumbuh dan berkembang minat belajar, akan lebih mudah diberi motivasi, dan akan lebih mudah menyerap materi pelajaran yang diajarkan.

b) Sikap terhadap guru/pengajar.

(4)

yang memiliki sikap negatif terhadap guru/pengajar akan sukar menyerap materi pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut.

c) Sikap terhadap proses pembelajaran.

Peserta didik juga perlu memiliki sikap positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Proses pembelajaran mencakup suasana pembelajaran, strategi, metodologi, dan teknik pembelajaran yang digunakan. Proses pembelajaran yang menarik, nyaman dan menyenangkan dapat menumbuhkan motivasi belajar peserta didik, sehingga dapat mencapai hasil belajar yang maksimal.

d) Sikap berkaitan dengan nilai atau norma yang berhubungan dengan suatu materi pelajaran.

Misalnya kasus atau masalah lingkungan hidup, berkaitan dengan materi Biologi atau Geografi. Peserta didik juga perlu memiliki sikap yang tepat, yang dilandasi oleh nilai-nilai positif terhadap kasus lingkungan tertentu (kegiatan pelestarian/kasus perusakan lingkungan hidup). Misalnya, peserta didik memiliki sikap positif terhadap program perlindungan satwa liar. Dalam kasus yang lain, peserta didik memiliki sikap negatif terhadap kegiatan ekspor kayu glondongan ke luar negeri. e) Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang

relevan dengan mata pelajaran. 7. Penilaian Diri

Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya berkaitan dengan kompetensi yang menjadi tujuan pembelajaran.

Menurut Mimin Haryati (2008: 67), menilai diri dapat memberikan manfaat/dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seorang peserta didik diantaranya:

a. menumbuhkan rasa percaya diri, karena peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri,

b. peserta didik dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan diri sendiri, metode ini merupakan ajang instropeksi diri,

c. memberikan motivasi untuk membiasakan dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur dalam menyikapi suatu hal.

(5)

http://hestyborneo.blogspot.com/2012/04/penilaian-hasil-kerja-product.html

http://ndukyati.blogspot.com/2012/08/pembelajaran-dengan-metode-penugasan.html

Referensi

Dokumen terkait

Kegiatan yang disenangi peserta didik di sekolah dipengaruhi oleh nilai (value) peserta didik terhadap kegiatan tersebut. Misalnya, ada peserta didik yang menyukai

Pelaksanaan Hukum Waris Islam dalam Lingkungan Adat Mandailing Godang (Studi pada Mandailing Godang Kabupaten Madina).. INTISARI Farida Hanum 1 Runtung Sitepu

- Pemangkasan Beta : Pencarian dapat dihentikan untuk simpul turunan selanjutnya jika setip simpul MAX memiliki nilai alpha lebih dari atau sama dengan nilai

• Dari skor hasil interprestasi pertanyaan sebesar 86%, maka dilihat dari Grafil Hasil Kuesioner Tingkat Kepuasan Mahasiswa MKN Pascasarjana Unpas dilihat dari

Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa bakteriosin yang diproduksi dari isolat bakteri probiotik UWH1, UWH2, UWH8, UWH9, dan UWH10 mampu

Alat Tubuh Bagian n Dalam Manusia dan Hewan Hasil yang harus kamu capai: mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan hewan...

Schultink mendefinisikan pembangunan pertanian merupakan upaya- upaya pengelolaan sumberdaya alam untuk memastikan kapasitas produksi.. pertanian jangka panjang

Belum memadainya komitmen pemerintah daerah untuk mendukung maturitas SPIP dan kapabilitas APIP (level 3). Selain itu, regulasi yang telah diterbitkan oleh