MAKALAH POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA
STUDI KASUS: PERAN INDONESIA DALAM UPAYA PERDAMAIAN KONFLIK ISRAEL - PALESTINA
Dosen Pengampu: Ni Komang Desy Arya Pinatih, MSi.
Disusun Oleh:
Kelompok Timur Tengah
Muhammad Reyhansyah Fauzi 155120400111023
Zena Alyssha Fidarijanthy 155120400111049
Ulfa Ekarini Choirunnisa 155120401111015
Aldo Caesario Al Asyari 155120401111076
Aditya Restu Dewangga 155120407111065
PROGRAM STUDI ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNya tugas kelompok mata kuliah Politik Luar Negeri Republik Indonesia tentang “Politik Luar Negeri Indonesia dengan Studi Kasus: Peran Indonesia dalam Upaya Perdamaian Konflik Israel-Palestina” dapat kami selesaikan. Terima kasih juga kami ucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Ucapan terima kasih juga kami haturkan kepada dosen pengampu mata kuliah Politik Luar Negeri Republik Indonesia program studi Hubungan Internasional Universitas Brawijaya, Ibu Ni Komang Desy Arya Pinatih, MSi.
Harapan kami semoga makalah ini dapat memberikan manfaat baik bagi penulis, pembaca, maupun dosen pengampu. Kami sadar bahwa tiada gading yang tak retak, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat kami butuhkan guna memperbaiki kekurangan dalam makalah ini.
Malang, 8 Mei 2017
DAFTAR ISI
COVER...1
KATA PENGANTAR...2
DAFTAR ISI...3
BAB I PENDAHULUAN...4
1.1. LATAR BELAKANG...4
1.2. RUMUSAN MASALAH...6
1.3. TUJUAN PENELITIAN...6
BAB II PEMBAHASAN...7
2.1. DEFINISI KONSEPTUAL...7
2.1.1. FOREIGN POLICY BEHAVIOR...7
2.1.2. DOMESTIC POLITICS...8
2.1.3. ECONOMY MILITARY FACTORS...10
2.1.4. INTERNATIONAL CIRCUMSTANCES...10
2.2. GAMBARAN UMUM KAWASAN TIMUR TENGAH...12
2.3. KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA TERHADAP KAWASAN TIMUR TENGAH...14
2.4. STUDI KASUS: PERAN INDONESIA DALAM UPAYA PERDAMAIAN ISRAEL-PALESTINA...14
2.5. ANALISA FAKTOR DETERMINAN...16
2.5.1. FOREIGN POLICY BEHAVIOR...16
2.5.2. DOMESTIC POLITICS...17
2.5.3. ECONOMY-MILITARY FACTORS...18
2.5.4. INTERNATIONAL CIRCUMTANCES...21
2.5.4.1 Perjanjian dalam Aliansi...22
2.5.4.2 Masalah Bersama Berujung pada Isu Internasional...23
BAB III KESIMPULAN...25
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Indonesia memiliki peranan penting dalam proses memperjuangkan kemerdekaan negara-negara di kawasan Asia – Afrika. Hal tersebut dapat dilihat melalui peran serta Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) untuk memperjuangkan kemerdekaan bagi negara-negara di kawasan Asia-Afrika. Keterlibatan Indonesia dalam KAA juga sekaligus menunjukkan rasa anti imperialisme dan kolonialisme terhadap bangsa barat. Pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Indonesia pada bulan April 2015 yang lalu, telah disepakati “Declaration on Palestine… pada intinya menggaris bawahi dukungan negara-negara Asia dan Afrika terhadap perjuangan bangsa Palestina dalam rangka memperoleh kemerdekaannya dan upaya menciptakan two-state solution yang hidup berdampingan secara damai dengan Israel”1. Hal ini
menunjukkan komitmen Indonesia untuk terus menngupayakan perdamaian atas konflik tersebut.
Adanya rasa persamaan nasib sebagai bangsa yang pernah dijajah membuat Indonesia merasa perlu untuk memperjuangkan kemerdekaan bagi seluruh bangsa di dunia. Hal ini dapat dilihat melalui isi pembukaan UUD 1945 yaitu "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan." Maka dari itu pula Indonesia menganut sebuah prinsip politik luar negeri “bebas-aktif”. Bebas, artinya Indonesia dalam menjalankan politik luar negerinya tidak memihak pada kekuatan manapun. Sedangkan aktif, artinya Indonesia turut berperan aktif dalam berbagai
1 Kemlu.go.id. 2016. Isu Palestina. Diakses dari http://www.kemlu.go.id/id/kebijakan/isu-khusus/
peristiwa dan kerjasama internasional. Dengan prinsip bebas-aktif, Indonesia mampu untuk turut berperan dalam berbagai upaya perwujudan perdamaian dunia.
Timur Tengah merupakan kawasan yang penuh dengan konflik yang kompleks. Beberapa konflik terjadi seperti konflik Suriah antara kelompok-kelompok pemberontak dengan pemerintah, pemberontakan-pemberontakan di Turki, jaringan terorisme, termasuk konflik yang terjadi antara Palestina – Israel. Dikatakan kompleks karena konflik-konflik tersebut tidak hanya melibatkan negara-negara yang bertikai, tetapi melibatkan beberapa negara lain seperti Russia dan Amerika serikat dalam konflik Suriah serta kelompok-kelompok pemberontak. Sedangkan konflik perebutan wilayah antara Palestina – Israel menjadi persoalan yang berlarut-larut dan tak kunjung usai. Berbagai upaya diplomatik telah dilakukan mulai dari Madrid 1989, Oslo I 1993, Oslo II 1995, Camp David 2000, dan seterusnya2. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk
muslim terbesar di dunia, sudah seharusnya Indonesia turut serta berperan aktif dalam upaya menyelesaikan konflik antara Palestina dan Israel. Indonesia pun tercatat mengirimkan beberapa kali bantuan kemanusiaan ke Palestina. Seperti pengiriman pasukan perdamaian untuk menjaga perbatasan, pembangunan rumah sakit, bantuan medis, bantuan dana dan lain-lain.
Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, salah satu focus tujuan politik luar negerinya adalah mencari pengakuan kedaulatan dari negara lain. Hal ini karena syarat merdekanya suatu negara selain secara de facto seperti adanya wilayah, adanya pemerintah yang berdaulat, adanya masyarakat, adapula syarat de jure yaitu pengakuan kedaulatan oleh negara lain. Palestina merupakan salah satu negara yang mengakui kedaulatan Indonesia pada masa awal kemerdekaan. Pengakuan kedaulatan itu disiarkan Palestina melalui radio internasional yang dimilikinya.
Oleh karena itu, apabila ditelaah dari sisi sejarah, Indonesia dan Palestina telah memiliki hubungan sejarah yang sangat baik. Sehingga sudah sepantasnnya Indonesia juga turut membantu Palestina dalam memperjuangkan
2 Ibnu Burdah,. 2016. Peran RI di Timur Tengah. Diakses dari
kemerdekaannya sekaligus menyelesaikan konflik dengan Israel melalui jalur damai.
1.2. RUMUSAN MASALAH
Bagaimana 4 faktor determinan politik luar negeri menurut William D. Coplin melihat politik luar negeri Indonesia sebagai upaya perdamaian Israel-Palestina?
1.3. TUJUAN PENELITIAN
BAB II
PEMBAHASAN 2.1. DEFINISI KONSEPTUAL
2.1.1. FOREIGN POLICY BEHAVIOR
Coplin mempunyai dua pandangan dalam melihat perilaku pengambil kebijakan sebuah negara, yaitu dengan power politics dan issue politics.
Pandangan power politics terbagi lagi menjadi tiga, yaitu melihat dari power atau kekuatan negara sebuah negara, bagaimana kebijakan yang dikeluarkan, dan bagaimana cara penyampaian kebijakan tersebut3. Yang pertama
dilihat dari posisi negara tersebut dalam power struggle global, apakah negara tersebut termasuk small power, middle power, atau great power, menurut Coplin tingkat kekuatan negara tersebut mempengaruhi proses pembuatan kebijakannya. Negara yang terkategori great power akan memiliki pengaruh yang luas, bahkan melebihi daerah kawasannya, negara great power akan melakukan aktivitas-aktivitas di luar batas negaranya dan memimpin sebuah aliansi. Negara middle power merupakan negara yang kekuatannya tidak terlalu kuat dan tidak lemah, negara-negara middle power memiliki sedikit concern terhadap kekuatan tetangganya dalam mengeluarkan kebijakan dan tidak terlalu terlibat dengan konflik-konflik di luar batas negaranya. Dan yang terakhir negara small power yang harus mempertimbangkan kekuatan negara tetangganya dan rentan terhadap ancaman militer, baik secara langsung maupun terhadap negara tetangganya4.
Kemudian power politics juga melihat kebijakan yang dikeluarkan, apakah kebijakan tersebut termasuk status-quo atau revisionist. Kebijakan yang termasuk status-quo adalah apabila suatu negara merasa puas dengan keadaan yang sudah ada, negara tersebut merasa diuntungkan dan karena itu tidak menginginkan
3 William D. Coplin. 1971. Introduction to International Politics : a Theoretical Overview.
adanya perubahan. Sedangkan negara yang revisionist, merasa dirugikan dan terancam dengan keadaan yang ada, dan menginginkan adanya perubahan5.
Lalu power politics melihat gaya pengeluaran kebijakan yang diambil oleh sebuah negara, apakah secara aggressive atau passive. Cara yang aggressive adalah dengan menggunakan kekuatan milier, salah satu alasan mengapa sebuah negara akan menggunakan gaya ini adalah saat ingin melakukan intervensi. Dan cara yang passive adalah dengan menggunakan cara yang damai seperti menggunakan cara musyawarah, pidato, atau gerakan-gerakan sosial lain dalam mencapai tujuannya6.
Coplin juga melihat cara berperilaku sebuah negara dari pandangan issue politics, berbeda dengan power politics yang hanya melihat perilaku sebuah negara dari pandangan power struggle, issue politics melihat faktor-faktor lain yang mempengaruhi perilaku sebuah negara. Issue politcs melihat bahwa setiap isu internasional adalah hal yang unik dan membutuhkan perlakuan yang berbeda untuk mencari solus, juga faktor historis dan ekonomis akan berdampak pada kepentingan nasional negara tersebut. Pertama-tama dilihat dari sektor mana isu tersebut muncul, apakah masalah politik, militer, ekonomi, atau HAM. Setelah diklasifikasikan, issue politics mempertimbangkan 3 hal spesifik terhadap isu tersebut. Yang pertama adalah posisi yang akan diambil oleh suatu negara dalam isu tersebut, apakah akan pro, contra, atau tetap netral. Lalu melihat seberapa penting isu tersebut bagi kepentingan negara mereka, dan yang terakhir seberapa mampu atau sekuat apakah negara mereka dalam meyakinkan negara-negara lain mengenai posisi yang akan mereka ambil7.
2.1.2. DOMESTIC POLITICS
Coplin kemudian melihat politik domestik dalam sebuah negara, dikarenakan bentuk pemerintahan atau stabilitas politik didalam suatu negara akan memilik pengaruh terhadap pengeluaran kebijakan. Kemudian Coplin juga melihat politik domestik dari sudut pandang power politics dan issue politics8. 5 Ibid
6 Ibid 7 Ibid
Bentuk pemerintahan yang termasuk dari determinan Coplin adalah bentuk yang demokratis dan autokratis perbedaan bentuk tersebut akan mempengaruhi kepentingan nasional negara dan cara negara tersebut mendapatkannya. Negara yang memiliki bentuk pemerintahan demokratis biasanya dilihat sebagai negara yang cinta akan perdamaian, hal ini dikarenakan negara yang demokratis mempertimbangkan suara masyarakatnya dalam menangani atau mengeluarkan sebuah kebijakan. Negara yang demokratis juga akan cendrung lebih ingin untuk bergabung dengan organisasi dan hukum internasional, dan membentuk aliansi. Negara yang otokratis biasanya tidak keberatan untuk menggunakan kekerasan dalam pencapaian kepentingan nasionalnya, dikarenakan suara masyarakat tidak termasuk dalam pertimbangan pengeluaran kebijakan negara. Dan negara otokratis akan menggunakan organisasi dan hukum internasional untuk memperkuat negaranya9.
Dalam mata power politics pemerintah atau pengambil kebijakan didalam suatu negara dinilai lebih mengetahui kepentingan nasional negaranya dibanding dari masyarakatnya, jadi kepentingan nasional sebuah negara dinilai lebih penting dan mengesampingkan kepentingan individu-individu di negaranya. Dalam mata issue politics, kepentingan nasional merupakan gabungan dari kepentingan individu di negaranya, jadi kepentingan nasional masih menjadi prioritas namun kepentingan individu masih masuk kedalam pertimbangan.
Lalu stabilitas politik didalam negara tersebut, negara yang tidak stabil akan cenderung bersikap lebih agresif dalam gaya pengeluaran kebijakannya. Selain itu, negara yang tidak stabil akan mementingkan cara bagaimana untuk kembali menstabilkan negaranya terlebih dahulu dibandingkan menyelesaikan masalah-masalah yang lain.
Faktor ekonomi dan militer sebuah negara merupakan faktor penentu pengeluaran kebijakan sebuah negara, namun terdapat perbedaan bagaimana power politics dan issue poltics melihat faktor tersebut10.
Faktor ekonomi sebuah negara dapat dihitung dari GNP negaranya, kondisi perdagangan internasionalnya (ekpor-impor), depedensi negara tersebut terhadap suatu sumber daya, mata pencaharian di negara tersebut, dan juga mencakup hal-hal lain seperti populasi, lokasi geografis, dll. Lalu faktor militer mencakup jumlah pasukan aktif negara tersebut, tingkat kualitas pelatihan, dan teknologi persenjataan yang dimiliki. Faktor militer tidak menghitung kekuatan nuklir dikarenakan kekuatan nuklir itu sendiri tidak bisa dihitung, dan potensi gerilya suatu negara dikarenakan jumlah pasukan yang diimiliki tidak dapat ditentukan secara pasti11.
Power politics menganggap bahwa, negara akan terus menerus memperkuat kekuatan ekonomi dan militernya, menurut power politics kekuatan ekonomi dan militer merupakan satu-satunya cara bagi suatu negara untuk meningkatkan power, dan merupakan tujuan utama negara tersebut. Namun, issue politics melihat bahwa kekuatan ekonomi dan militer hanya salah satu dari berbagai cara untuk sebuah negara mendapatkan power, dan kekuatan ekonomi dan militer salah satu faktor bagi suatu negara untuk membuat kebijakan terkait isu-isu yang spesifik12.
2.1.4. INTERNATIONAL CIRCUMSTANCES
International circumstances atau keadaan internasional merupakan faktor eksternal atau keadaan-keadaan lain yang mempengaruhi proses pembuatan kebijakan suatu negara. Terdapat beberapa faktor yang menjadi pertimbangan sebuah negara dalam mengambil kebijakan yaitu :
1. Faktor geografis,
2. Kekuatan militer dan ekonomi tetangganya, 3. Adanya negara yang agresif atau pasif,
10 Ibid. hlm. 170-176 11 Ibid
4. Perjanjian aliansi dengan negara lain, dan
5. Persamaan masalah dengan negara lain yang memunculkan isu internasional13.
Faktor geografis merupakan kedekatan lokasi geografis, suatu negara akan lebih mungkin untuk berinteraksi dan terlibat dengan negara yang dekat daripada negara yang jauh. Kekuatan militer dan ekonomi tetangga, sebuah negara tidak dapat menghiraukan kekuatan militer dan ekonomi tetangganya dalam membuat suatu kebijakan, namun dapat menghiraukan kekuatan ekonomi dan militer negara yang berjauhan. Adanya negara yang agresif atau pasif, sebuah negara akan selalu mengadaptasikan kebijakannya berdasarkan agresifitas negara lain, dikarenakan membutuhkan perlakuan yang berbeda. Perjanjian aliansi dengan negara lain, keterlibatan suatu negara terhadap organisasi atau aliansi internasional dapat merubah kebijakan suatu negara. Dan yang terakhir persamaan masalah dengan negara lain yang memunculkan isu internasional, apabila terdapat kesamaan masalah terhadap suatu isu antara dua negara, mereka akan cenderung untuk mencoba untuk menyelesaikan masalah tersebut bersama14.
Power politics melihat keadaan internasional sebagai ancaman kelangsungan hidup bagi suatu negara, dan ancaman tersebut akan selalu bermunculan sehingga harus segera diselesaikan. Iissue politics juga melihat keadaan internasional sebagai hal yang harus segera diselesaikan, namun tidak melihatnya sebagai ancaman. Issue politcs melihat keadaan internasional sebagai stimulan terbentuknya aktifitas kebijakan kebijakan luar negeri15.
2.2. GAMBARAN UMUM KAWASAN TIMUR TENGAH
Timur Tengah memiliki posisi geografis yang unik, Timur Tengah merupakan wilayah yang terletak pada pertemuan Eropa, Asia dan Afrika, dan
dengan demikian ia menguasai jalan-jalan strategis yang menuju ke tiga benua tersebut. Jalan-jalan strategis tersebut antara lain; Selat Bosphorus yang menghubungkan Laut Mideterania (Laut Tengah) dengan Laut Hitam, Terusan Suez yang menghubungkan Laut Mediterania (Laut Tengah) dengan Laut Merah. Selain itu juga terdapat rute-rute perdagangan kuno via darat yang melewati kawasan ini16. Timur Tengah terdiri dari 15 negara yaitu Saudi Arabia, Bahrain,
Iran, Iraq, Kuwait, Lebanon, Syria, Mesir, Oman, Palestina, Qatar, Uni Emirat Arab, Yaman, Jordania dan Israel.
Selain memiliki keunikan geografis, Timur Tengah memiliki sifat lain yang khas. Timur Tengah merupakan pusat dunia Islam. Di Timur Tengah terdapat tempat-tempat paling suci Islam dan lembaga-lembaga keilmuan Islam tertinggi. Agama dan budaya Muslim telah meresap ke seluruh masyarakat Timur Tengah dan telah memenuhinya dengan sikap-sikap filosofis sehingga hanya revolusi radikal yang mungkin mengubah prilakunya. Namun, di tanah suci Palestina, Timur Tengah juga memiliki fokus aspirasi-aspirasi Yahudi serta Nasrani.17
Kawasan Timur Tengah pada zaman sekarang menempati kedudukan strategis dalam percaturan politik internasional karena beberapa alasan:
1. Kawasan ini menyimpan cadangan minyak yang paling besar dibandingkan dengan kawasan lain, sehingga ketika energi minyak menjadi barang yang langka, Timur Tengah memegang peranan sangat menentukan dalam percaturan politik dan ekonomi internasional
2. Negara-negara di Timur Tengah berkat kekayaan yang diperoleh dari cadangan minyak, telah menjadi negara-negara pengimpor senjata dari Timur maupun dari Barat. Kawasan ini sangat menarik bagi negara-negara pengekspor senjata yang dengan mudah dapat memperoleh devisa yang menguntungkan melalui lalu lintas perdagangan senjata mereka. Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, beberapa negara Eropa Timur dan sejumlah negara Amerika Latin serta Republik Rakyat
16 George Lenczowski. 1993. Timur Tengah di Tengah Kancah Dunia. Bandung: Sinar Baru
Algesindo
17 Alan R Taylor. 1990. Pergeseran-Pergeseran Aliansi dalam Sistem Perimbangan Kekuatan
China adalah negara-negara yang menaruh minat besar dalam perdagangan senjata di Timur Tengah.
3. Berkat kekayaan minyak itu, Timur Tengah telah menjadi wilayah ekonomis yang mampu menyedot berbagai komoditi dari luar. Negara-negara industri dari Barat maupun dari Asia, terutama Jepang, Korea Selatan, Hongkong dan Taiwan selalu mengincar kawasan Timur Tengah sebagai pasar yang cukup strategis untuk berbagai produk industri mereka. Oleh karena itu Timur Tengah tidak saja memiliki nilai strategis, tetapi juga bernilai ekonomis.
4. Konflik antar negara Timur Tengah, terutama antara Israel dan negara-negara Arab selalu mempunyai pengaruh internasional dan melibatkan campur tangan negara-negara superpower seperti Amerika dan Rusia. Perdamaian dan keamanan internasional dipengaruhi oleh konflik-konflik yang terjadi di kawasan ini. Dengan kata lain, hampir setiap konflik besar yang terjadi di Timur Tengah mengimbas ke kawasan lain dan ikut mengguncang stabilitas kawasan tersebut.
5. Timur Tengah secara geografis, geopolitis, dan geostrategis merupakan kawasan yang selalu menjadi pusat perhatian masyarakat internasional karena letaknya yang menghubungkan benua Eropa, Afrika, dan Asia. Beberapa negara Timur Tengah yang berbatasan langsung dengan wilayah Eropa juga menambah arti penting kawasan ini secara keseluruhan.
6. Timur Tengah terbukti dalam catatan historis telah menjadi the cradle of civilization (asal muasal peradaban). Bukan itu saja, bahkan semua agama wahyu diturunkan di kawasan Timur Tengah. Antara lain Yahudi, Nasrani dan Islam, semuanya dilahirkan di Timur Tengah.
2.3. KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA TERHADAP KAWASAN TIMUR TENGAH
pasukan. Tidak terkecuali Indonesia, Indonesia telah melakukan berbagai upaya sebagai bentuk dukungan perdamaian antara Israel-Palestina. Pada tahun 2014, Indonesia mengirimkan 1.900 pasukan perdamaian untuk menjaga perdamaian di Jalur Gaza18.
Mengutip dari www.viva.co.id, Menteri Pertahanan Indonesia pada tahun 2014, Purnomo Yugiantoro, menyatakan bahwa Indonesia telah mengirimkan pasukan perdamaian sebanyak 1.900 pasukan dan akan ditambah sebesar 1.000 pasukan lagi. Hal ini merupakan bentuk dukungan Indonesia untuk memunculkan perdamaian di antara Israel-Palestina. Ditambahkan lagi, pengiriman pasukan perdamaian oleh Indonesia ini mengusung misi perdamaian yang cukup besar.
2.4. STUDI KASUS: PERAN INDONESIA DALAM UPAYA PERDAMAIAN KONDLIK ISRAEL-PALESTINA
Konflik antara Israel dan Palestina merupakan isu yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah, konflik tersebut telah berlangsung dari perebutan jalur Gaza oleh Israel pada tahun 1967 setelah perang enam hari19. Pasca perang
tersebut PBB mengeluarkan resolusi yang berisi permintaan pelepasan wilayah rebutan Israel kepada negara-negara yang bersangkutan, namun permintaan tersebut masih merupakan perdebatan antara Israel dan Palestina hingga hari ini20.
Sengketa wilayah tersebut lama kelamaan menimbulkan konflik antara kedua negara. Pada tahun 1982, Israel melakukan invasi ke Lebanon yang membubarkan Palestine Liberation Organization (PLO), dan melakukan pembunuhan massal di kamp Sabra dan Shatila dimana rakyat Palestina mengungsi.
Kondisi pada saat ini pun tidak jauh berbeda, masih terdapat konflik bersenjata antara Israel dan Palestina. Salah satunya adalah pada tahun 2014
18 Siti Nuraisyah Dewi. 2014. Indonesia Kirim 1.900 Pasukan Jaga Perdamaian Demi Palestina.
diakses melalui http://nasional.news.viva.co.id/news/read/520089-indonesia-kirim-1-900-pasukan-jaga-perdamaian-demi-palestina pada 7 Mei 2017.
19 BBC News. 2017. Israel profile – Timeline. Diakses dari
http://www.bbc.com/news/world-middle-east-29123668 pada 4 Mei 2017
20 UN General Assembly Resolution. 1967. Security Council Resolution 242. Diakses dari
dimana Israel dan Palestina terlibat dalam perang, pada perang tersebut Israel melakukan bombardir besar-besaran terhadap jalur Gaza21. Didalam laporan PBB
pada tahun 2015 mengenai konflik tersebut, korban dari Palestina dilaporkan mencapai 2.629 yang terdiri dari masyarakat sipil dan militan sedangkan korban yang dialami Israel berjumlah 71, perang tersebut berlangsung selama 50 hari yang menghancurkan 20.000 rumah dan merebut tempat tinggal 500.000 rakyat Gaza22.
Dalam merespon konflik tersebut Indonesia mengirimkan pasukan yang berjumlah 1900 personel ke wilayah konflik pada tahun 2014, pengiriman pasukan ini merupakan bukti bahwa Indonesia peduli atas misi perdamaian. Menteri pertahan Indonesia Purnomo Yusgiantoro, mengatakan bahwa tujuan dikirimnya pasukan tersebut hanya untuk melindungi saja, dan menginginkan penyelesaian konflik yang damai antara Israel dan Palestina23
2.5. ANALISA FAKTOR DETERMINAN 2.5.1. FOREIGN POLICY BEHAVIOR
Menganalisis Foregin Policy Behavior (FPB) Indonesia pada kasus persengketaan Israel dan Palestina adalah dengan melihat bagaimana tindakan konkrit Indonesia dalam mengupayakan perdamaian bagi kedua negara yang berkonflik tersebut, dapat dilihat bahwa dalam memelihara perdamaian dan keamanan internasional, Indonesia melalui kebijakan luar negerinya pada tahun 2014 mengirimkan pasukan Garuda ke wilayah Palestina24. Pengiriman pasukan
ini bukan bermaksud untuk “mempersenjatai” warga Palestina, namun pengiriman
21 UN News Center. 2015. UN report cites possible war crimes by both Israel and Palestinian
groups in 2014 Gaza conflict. Diakses dari http://www.un.org/apps/news/story.asp? NewsID=51215#.WQ89C_mGO00 pada 7 Mei 2017
22 Ibid
23 Siti Nuraisyah Dewi. 2014. Indonesia Kirim 1.900 Pasukan Jaga Perdamaian Demi Palestina.
pasukan ini digunakan untuk menjaga stabilitas kawasan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam posisi revisionist.
Dalam upaya Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina dapat terlihat bahwa dalam mencapai tujuannya Indonesia menggunakan jalur diplomasi secara keseluruhan (passive), pemerintah berpikir bahwa jika Indonesia melakukan tindakan sepihak yang radikal akan menyebabkan banyak dampak buruk sehingga cara terbaik dalam mengupayakan kemerdekaan bangsa Palestina adalah menggalang dukungan dunia internasional untuk menekan Israel melakukan serangan dan mengutamakan perundingan untuk mencapai kemerdekaan.
Indonesia menganggap Palestina merupakan saudara jauhnya, hal ini dimulai ketika pada tahun 1945 saat Indonesia baru menyatakan kemerdekaannya. Palestina dan negara-negara Timur Tengah pada saat itu merupakan negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia, sehingga pemimpin kita beranggapan bahwa Indonesia mempunyai hutang budi terhadap bangsa Palestina. Hal ini yang membuat pemimpin Indonesia mulai saat kepemimpinan Presiden Soekarno hingga kepemimpinan Presiden Joko Widodo tetap bersikeras membuat kebijakan tentang dukungan terhadap kemerdekaan negara Palestina dan menentang berdirinya negara Israel.
2.5.2. DOMESTIC POLITICS
Berbicara tentang politik domestic sebuah negara, sesungguhnya situasi politik domestic di suatu negara tentunya tidak sama satu sama lain. Politik domestic sendiri dianggap menjadi factor yang penting dalam menjelaskan kebijakan luar negeri dalam suatu negara.25 Lalu seberapa penting politik domestic
dalam menentukan kebijakan suatu luar negeri ditentukan oleh (a) lewat negara kita dapat mengejar kebijakan luar negeri secara optimal, (b) saat ada perbedaan
25 John D. Roecher. 1998. Domestic Politics, Foreign Policy, and Theories of International
dalam institusi-institusi, budaya, struktur ekonomi, atau tujuan dari pemimpin yang menentukan arah kebijakan yang diambil26
Indonesia sendiri yang merupakan negara demokratis membiarkan warga negaranya bebas untuk berpendapat. Tujuannya tidak lain agar masyarakat bisa menyampaikan keluhan atau aspirasi mereka dan pemerintah sendiri jadi dapat mengetahui apa yang diinginkan oleh masyarakatnya itu sendiri. Berdasarkan kasus ini, Indonesia sendiri mendapat dukungsn dari public dalam membantu penyelesaian konflik Palestina – Israel itu sendiri khususnya bantuan kemanusiaan ke Palestina, seperti mengirimkan bantuan pasukan perdamaian dan bantuan pangan yaitu bahan baku makanan dan obat-obatan, lalu bantuan dana juga diberikan pemerintah Indonesia untuk membantu Palestina. Saking pedulinya pula dari Indonesia ke Palestina, ada lembaga yang secara resmi merupakan lembaga untuk membantu Palestina itu sendiri contohnya adalah http://www.bantupalestina.com/ yang disitus tersebut kita dapat membantu ikut berdonasi demi membantu saudara-saudara kita di Palestina dan juga disebutkan pula beberapa lembaga yang dapat menjadi tempat kita untuk berdonasi contohnya adalah KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina), Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Aksi Cepat Tanggap (ACT), dan Palang Merah Indonesia (PMI). Selain Bantu Palestine tersebut, juga ada Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) dan ada websitenya yaitu http://www.knrp.org/.
kedamaian dan juga karena Palestina merupakan salah satu negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia diawal kemerdekaan.
Indonesia juga secara jelas mendukung perdamaian antara Palestina dengan Israel dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan mengirimkan pasukan perdamaian yang berjumlah 1900 orang, tujuannya adalah bukan untuk menyerang namun untuk membantu perdamaian di jalur Gaza yang merupakan salah satu jalur untuk masuk ke Palestina selain jalur Tepi Barat.
2.5.3. ECONOMY-MILITARY FACTORS
Dalam kebijakan luar negerinya, sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim Indonesia turut terlibat dalam upaya penyelesaian konflik antara Palestina dan Israel. Indonesia mengirimkan pasukan perdamaian ke wilayah konflik di jalur gaza yang disebut dengan Pasukan Garuda. Tentunya pengiriman pasukan perdamaian tersebut juga ditentukan atas factor kekuatan ekonomi dan militer yang dimiliki Indonesia. Kekuatan militer dapat diukur melalui kapasitas militer yang meliputi jumlah personel, tingkat latihan, serta sarana dan prasarana militer yang dimiliki suatu negara. Sedangkan kekuatan ekonomi dapat diukur melalui Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Bruto (GNP) dan dapat pula diukur melalui neraca perdagangan ( ekspor – impor ) suatu negara. Neraca perdagangan dapat menunjukkan tingkat ketergantungan ekonomi suatu negara dengan pihak eksernal negaranya. Hal ini dapat menunjukkan tingkat kemandirian suatu negara dalam bidang ekonomi. PNB atau GNP sendiri menunjukkan jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara.
Kekuatan Militer Indonesia merupakan salah satu kekuatan militer terkuat di dunia. Mengutip dari harian online AECNewsToday.Com “The findings are in the latest Global Fire Power (GFP 2016 Ranking), which places the Indonesian National Armed Forces – Tentara Nasional Indonesia (TNI) – at number 14 in the world…”27 dari kutipan diatas menyatakan bahwa kekuatan militer Indonesia
27Jose Rodriguez T. 2017. GFP 2016 Ranks Indonesia as Asia Pacifics Military Might. Diakses
menduduki peringkat ke- 14 di seluruh dunia. Sedangkan di kawasan Asia Tenggara Indonesia menduduki peringkat pertama diatas negara-negara anggota ASEAN lainnya28. Indonesia memiliki 476.000 personel militer, 418 unit tank,
441 unit pesawat udara, dan 2 unit kapal selam dengan anggaran belanja pertahanan sekitar 6.900.000.000 USD.29 Indonesia juga memiliki pasukan elit
khusus yang terkenal di dunia, yaitu Komando Pasukan Khusus (KOPASSUS).
Sejumlah alutsista yang dimiliki Indonesia pun merupakan alutsista perang dengan kualitas terbaik.
“In the air the Indonesia’s Air Force is no less formidable Headlined by 16 top-of-the-line Russian-made Sukhoi-27/30 jets, which are among the best fighter jets in the world, complimented by 36 US-made F-16s that carry one of the best records among fighter-interceptors worldwide. The Indonesia Air Force is also equipped with South Korean-made KAI T-50 Golden Eagle trainers/light attack jets, Northrop F-5 Freedom fighters, British Aerospace (BAE) Hawk jet trainers, and Embraer EMB-314 Super Tucano turbo-prop trainers/light attack planes from Brazil.”
Selain itu, kekuatan militer Indonesia juga didukung dengan kekayaan minyak yang dimiliki yaitu sekitar 789.800 barel per hari dengan 3,6 miliar barrel yang masih tersimpan. Karena cadangan minyak juga menjadi factor pendukung kekuatan militer suatu negara. Minyak dibutuhkan untuk mendukung keperluan operasional alutsista.
Indonesia merupakan salah satu negara anggota G-20 yang terdiri dari negara-negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Indonesia pun menjadi satu-satunya negara kawasan asia tenggara yang tergabung dalam G-20.
28 Ibid
29 Ilyas I. Praditya. 2017. Militer Indonesia Masuk Peringkat 14 Dunia Berkat Produksi Minyak.
Dengan demikian, kekuatan militer dan kekuatan perekonomian Indonesia yang cukup kuat memungkinkan Indonesia untuk turut serta berperan aktif dalam menyelesaikan konflik Palestina dan Israel. Upaya-upaya tersebut diwujudkan melalui pengiriman bantuan dana, pasukan perdamaian, pembangunan rumah sakit dan lain-lain.
2.5.4. INTERNATIONAL CIRCUMTANCES
Salah satu dari 4 faktor determinan politik luar negeri Indonesia terhadap kawasan Timur Tengah khususnya dalam konflik Israel-Palestina adalah international circumstances atau situasi internasional. Dimana, menurut Coplin, terdapat lima poin di dalamnya yakni lokasi geografis, kekuatan ekonomi militer negara tetangga, bentuk pemerintahan (agresif atau pasif), perjanjian dalam aliansi, serta adanya masalah bersama yang berujung pada isu internasional. Penulis kemudian mencoba mengelaborasikan beberapa poin menurut Coplin kepada peran Indonesia terhadap konflik Israel-Palestina.
diusahakan sejak tahun 1948 baik dari kedua belah pihak maupun dari pihak eksternal sebagai mediator, namun tidak kunjung mencapai kata sepakat untuk berdamai hingga sekarang30. Upaya damai tersebut juga diusahakan oleh
Indonesia, sebagai negara yang memiliki tujuan untuk mendukung perdamaian dunia, Indonesia berperan aktif dalam upaya resolusi konflik Israel dan Palestina31.
2.5.4.1 Perjanjian dalam Aliansi
OKI atau Organisasi Kerjasama Islam adalah institusi internasional yang beranggotakan negara-negara Islam, meyakini agama Islam dan hormat kepada piagam PBB dan hak asasi manusia32. Indonesia dan Palestina merupakan negara
anggota OKI sejak dibentuknya OKI pada tahun 196933. Tujuan OKI adalah
meningkatkan solidaritas Islam antara negara anggota, mengkoordinasikan kerjasama antar negara anggota, mendukung keamanan dan perdamaian internasional, melindungi tempat-tempat suci Islam dan membantu pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat34.
Dalam berbagai kesempatan pertemuan negara anggota OKI, negara anggota OKI sepakat untuk terus mengupayakan kemerdekaan bagi Palestina. Tidak terkecuali Indonesia yang cukup vocal dalam menyuarakan kemerdekaan rakyat Palestina35. Dapat dilihat sejak awal pembentukannya, OKI telah
menuliskan salah satu tujuan pembentukannya adalah untuk membantu kemerdekaan Palestina36. Selain itu, dalam berbagai kesempatan, contohnya pada
KTM OKI ke-36 pada tahun 2009, KTM OKI ke-37 pada tahun 2010, KTT Luar Biasa OKI pada tahun 2012 banyak membahas soal Palestina dan upaya memerdekakan Palestina37.
30 Dina Tsalist Wildana. 2009. Konflik Israel Palestina (Studi terhadap Konsep Perdamaian di
Timur Tengah). Diakses dari http://digilib.uin-suka.ac.id/2595/ pada 3 Mei 2017.
31 Ibid. Kemlu.go.id, “Isu Palestina”.
32 Kemlu.go.id. Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Diakses dari
http://www.kemlu.go.id/id/kebijakan/kerjasama-multilateral/Pages/Organisasi-Kerja-Sama-Indonesia merupakan salah satu negara anggota OKI dan mendukung upaya-upaya OKI untuk memerdekakan Palestina. Berbagai cara Indonesia membantu Palestina dalam konflik Israel-Palestina yang berkepanjangan. Salah satunya adalah pengiriman pasukan perdamaian sebanyak 1900 pasukan38.
Pengiriman pasukan perdamaian ke Jalur Gaza pada tahun 2014 tersebut bertujuan untuk menjaga perdamaian39. Dari situlah, penulis menarik kesimpulan bahwa
Indonesia mengimplementasikan tujuan OKI dengan baik. Tujuan yang dimaksud adalah untuk membantu misi perdamaian Israel-Palestina. Dengan mengirimkan pasukan perdamaian, merupakan salah satu bentuk bahwa Indonesia mendukung upaya perdamaian Israel-Palestina.
2.5.4.2 Masalah Bersama Berujung pada Isu Internasional
Sesuai tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana tertera dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, Indonesia menjunjung tinggi perdamaian dunia dan menolak keras berbagai bentuk penjajahan. Negara-negara anggota ASEAN juga menjunjung tinggi perdamaian dan menolak penjajahan. Hingga kemudian isu perdamaian dan isu penjajahan menjadi salah satu isu internasional dan salah satu tujuan wajib dalam rezim atau institusi internasional.
Hal yang sama terjadi pada Palestina, terlibat konflik dengan Israel sejak tahun 1967, Palestina berkali-kali mengupayakan kemerdekaan dari jajahan Israel40. Upaya kemerdekaan Palestina tidak hanya datang dari dalam negeri,
melainkan juga datang dari berbagai belahan dunia, tidak terkecuali berbagai organisasi internasional. Adanya kesamaan ancaman, yakni penjajahan dan konflik, serta keinginan untuk berdamai mendorong Indonesia untuk berperan aktif dalam membantu mewujudkan kemerdekaan Palestina.
38 Ibid. Siti Nuraisyah Dewi. “Indonesia Kirim 1.900 Pasukan Jaga Perdamaian Demi Palestina” 39 Ibid.
40 Lida Puspaningtyas . 2017. Muak dengan Penjajahan Israel, Ini Surat Warga Palestina untuk
Kembali lagi, berbagai upaya dilakukan Indonesia untuk mewujudkan kemerdekaan bagi Palestina. Salah satu upayanya adalah dengan melakukan pengiriman 1.900 pasukan perdamaian pada tahun 201441.
BAB III
KESIMPULAN
Sesuai dengan penjelasan dan definisi konseptual menurut William D. Coplin, terdapat empat faktor determinan politik luar negeri suatu negara. Keempat faktor determinan tersebut telah dijelaskan baik secara konseptual maupun dengan studi kasus Peran Indonesia dalam Upaya Perdamaian KOnflik Israel-Palestina. Keempat faktor determinan menurut William D. Coplin dapat menjelaskan studi kasus yang diambil oleh penulis dengan baik.
Dapat disimpulkan pula bahwa factor yang paling dominan dalam studi kasus tersebut adalah factor Foreign Policy Behavior dan Economy – Military Factors.
DAFTAR PUSTAKA
Amanda, Gita. 2016. Lengkap, Isi Deklarasi Jakarta yang Dihasilkan KTT OKI. Diakses dari
o3o9i6394-lengkap-isi-deklarasi-jakarta-yang-dihasilkan-ktt-oki-part3 . Pada 3 Mei 2017.
Anonim. 2017. Israel Profile-Timeline. Diakses dari
http://www.bbc.com/news/world-middle-east-29123668. Pada 4 Mei 2017.
BBC Team. 2016. KTT OKI Siapkan Deklarasi Jakarta untuk Dukung Palestina. Diakses dari
http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160306_indonesia_oki. Pada 3 Mei 2017.
Burdah, Ibnu. 2016. Peran RI di Timur Tengah. Diakses dari
http://www.republika.co.id/berita/koran/opini-koran/16/04/16/o5qb001-peran-ri-di-timur-tengah. Pada 4 Mei 2017.
Coplin, William D. 1980. Introduction to International Politics. New Jersey: Prentice Hall Inc.
Dewi, Siti Nuraisyah. 2014. Indonesia Kirim 1.900 Pasukan Jaga Perdamaian Demi Palestina. Diakses dari http://nasional.news.viva.co.id/news/read/520089-indonesia-kirim-1-900-pasukan-jaga-perdamaian-demi-palestina pada 7 Mei 2017.
Kemlu.go.id. 2016. Isu Palestina. diakses dari
http://www.kemlu.go.id/id/kebijakan/isu-khusus/Pages/Isu-Palestina.aspx. Pada 3-4 Mei 2017.
Kemlu.go.id. 2017. , Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Tahun 2017. Diakses dari
http://www.kemlu.go.id/id/pidato/menlu/Documents/PPTM-2017-ID.pdf. Pada 3 Mei 2017.
Kemlu.go.id. Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Diakses dari
http://www.kemlu.go.id/id/kebijakan/kerjasama-multilateral/Pages/Organisasi-Kerja-Sama-Islam.aspx . Pada 3 Mei 2017.
Lenczowski, George. 1993. Timur Tengah di Tengah Kancah Dunia. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Mendoza, Terry. 2017. Six Day War Comprehensive Timeline. Diakses dari http:// www.sixdaywar.co.uk/timeline.htm. Pada 4 Mei 2017.
Praditya, Ilyas I. 2017. Militer Indonesia Masuk Peringkat 14 Dunia Berkat Produksi Minyak. DIakses dari http://bisnis.liputan6.com/read/2825829/militer-indonesia-masuk-peringkat-14-dunia-berkat-produksi-minyak. Pada 4 Mei 2017.
Puspaningtyas, Lida. 2017. Muak dengan Penjajahan Israel, Ini Surat Warga Palestina untuk Trump. Diakses dari
Roecher, John D. 1998. Domestic Politics, Foreign Policy, and Theories of International Relations. Diakses dari
http://www.rochelleterman.com/ir/sites/default/files/Fearon%201998.pdf pada 5 Mei 2017
Rodriguez T, Jose. 2017. GFP 2016 Ranks Indonesia as Asia Pacifics Military Might. Diakses dari https://aecnewstoday.com/2017/gfp-2016-ranks-indonesia-as-asia-pacifics-military-might/. Pada 4 Mei 2017
Taylor, Alan R. 1990. Pergeseran-pergeseran Aliansi dalam Sistem Perimbangan Kekuatan Arab. Amarpress.
UN General Assembly Resolution. 1967. Security Council Resolution 242. Diakses dari http://www.un.org/Depts/dpi/palestine/ch3.pdf. Pada 4 Mei 2017.