• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Pendahuluan Askep Abses

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Pendahuluan Askep Abses"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENDAHULUAN

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN ABSES

ASUHAN KEPERAWATAN ABSES

A.

A. KONSEP DASAR PENYAKITKONSEP DASAR PENYAKIT 1.

1. PengertianPengertian

Abses (Latin:

Abses (Latin: abscessusabscessus) merupakan kumpulan nanah (netrofil yang telah) merupakan kumpulan nanah (netrofil yang telah mati) yang terakumulasi di sebuah kavitas jaringan karena adanya proses infeksi mati) yang terakumulasi di sebuah kavitas jaringan karena adanya proses infeksi (biasanya oleh bakteri atau parasit) atau karena adanya benda asing (misalnya (biasanya oleh bakteri atau parasit) atau karena adanya benda asing (misalnya serpihan, luka peluru, atau jarum suntik). Proses ini

serpihan, luka peluru, atau jarum suntik). Proses ini merupakan reaksi perlindungamerupakan reaksi perlindungann oleh jaringan untuk mencegah penyebaran/perluasan infeksi ke bagian tubuh yang oleh jaringan untuk mencegah penyebaran/perluasan infeksi ke bagian tubuh yang lain. Abses adalah infeksi kulit dan subkutis dengan gejala berupa kantong berisi lain. Abses adalah infeksi kulit dan subkutis dengan gejala berupa kantong berisi nanah. (Siregar, 2004)

nanah. (Siregar, 2004)

Abses adalah pengumpulan nanah yang terlokalisir sebagai akibat dari

Abses adalah pengumpulan nanah yang terlokalisir sebagai akibat dari infeksiinfeksi yang melibatkan organisme piogenik, nanah merupakan suatu campuran dari yang melibatkan organisme piogenik, nanah merupakan suatu campuran dari  jaringan nekrotik, bakteri, dan sel

 jaringan nekrotik, bakteri, dan sel darah putih darah putih yang sudah mati yang dicairkan olehyang sudah mati yang dicairkan oleh enzim autolitik. (Morison, 2003)

enzim autolitik. (Morison, 2003)

Abses (misalnya bisul) biasanya merupakan ti

Abses (misalnya bisul) biasanya merupakan ti tik “mata”, yang kemudiantik “mata”, yang kemudian pecah, rongga abses kolaps dan terjadi obliterasi karena fibrosis, meninggalkan pecah, rongga abses kolaps dan terjadi obliterasi karena fibrosis, meninggalkan  jaringan parut yang

 jaringan parut yang kecil. (Underwookecil. (Underwood, 2000)d, 2000)

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa abses adalah terbentuknya Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa abses adalah terbentuknya kantong berisi nanah pada jaringan kutis dan subkutis akibat infeksi kulit yang kantong berisi nanah pada jaringan kutis dan subkutis akibat infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri/parasit atau karena adanya benda asing.

disebabkan oleh bakteri/parasit atau karena adanya benda asing.

2.

2. Anatomi dan FisiologiAnatomi dan Fisiologi Kulit ada

Kulit adalah slah suatu ouatu organ pergan pembungkus mbungkus seluruh seluruh permukaan permukaan luar tubuluar tubuh,h, merupakan organ terberat dan terbesar dari tubuh. Seluruh kulit beratnya sekitar merupakan organ terberat dan terbesar dari tubuh. Seluruh kulit beratnya sekitar 16% berat tubuh, pada orang dewasa sekitar 2,7

16% berat tubuh, pada orang dewasa sekitar 2,7  –  – 3,6kg 3,6kg dan dan luasnya luasnya sekitar sekitar 1,51,5 –  –  1,9 meter persegi. Tebalnya kulit bervariasi mulai 0,5 - 6 mm tergantung dari letak, 1,9 meter persegi. Tebalnya kulit bervariasi mulai 0,5 - 6 mm tergantung dari letak, umur dan jenis kelamin. Kulit tipis seperti : kelopak mata, penis, labium minus dan umur dan jenis kelamin. Kulit tipis seperti : kelopak mata, penis, labium minus dan kulit bagian medial lengan atas. Sedangkan kulit tebal seperti pada telapak tangan, kulit bagian medial lengan atas. Sedangkan kulit tebal seperti pada telapak tangan, telapak kaki, punggung, bahu dan bokong.

telapak kaki, punggung, bahu dan bokong.

Secara embriologis kulit berasal dari dua l

(2)

 Lapisan luar adalah epidermis yang merupakan Lapisan epitel berasal dariLapisan luar adalah epidermis yang merupakan Lapisan epitel berasal dari ectoderm

ectoderm 

 Lapisan dalam yang berasal dari mesoderm adalah dermis atau korium yangLapisan dalam yang berasal dari mesoderm adalah dermis atau korium yang merupakan suatu lapisan jaringan ikat.

merupakan suatu lapisan jaringan ikat.

Epidermis terdiri atas lima lapisan (dari lapisan yang paling atas sampai yang Epidermis terdiri atas lima lapisan (dari lapisan yang paling atas sampai yang terdalam), yaitu :

terdalam), yaitu : 1)

1) Stratum Korneum (lapisan tanduk)Stratum Korneum (lapisan tanduk)

Merupakan lapisan epidermis paling atas, terdiri atas beberapa lapis sel pipih, Merupakan lapisan epidermis paling atas, terdiri atas beberapa lapis sel pipih, tidak memiliki inti, tidak

tidak memiliki inti, tidak mengalami prosmengalami proses metabolisme, tidak bes metabolisme, tidak berwarna danerwarna dan sangat sedikit mengandung air. Terdiri dari sel keratinosit yang bisa sangat sedikit mengandung air. Terdiri dari sel keratinosit yang bisa mengelupas dan berganti.

mengelupas dan berganti. 2)

2) Stratum Lusidum (lapisan bening)Stratum Lusidum (lapisan bening)

Disebut juga lapisan barrier terletak dibawah lapisan tanduk dengan lapisan Disebut juga lapisan barrier terletak dibawah lapisan tanduk dengan lapisan berbutir.

berbutir. Lapisan Lapisan bening bening terdiri terdiri dari dari protoplasma protoplasma sel-sel sel-sel jernih jernih yg yg kecil- kecil-kecil, tipis, dan bersifat translusen sehingga dapat dilewati sinar (tembus kecil, tipis, dan bersifat translusen sehingga dapat dilewati sinar (tembus cahaya). Lapisan ini sangat tampak jelas pada telapak tangan dan telapak kaki. cahaya). Lapisan ini sangat tampak jelas pada telapak tangan dan telapak kaki. 3)

3) Stratum Granulosum (lapisan berbutir)Stratum Granulosum (lapisan berbutir) Tersusun oleh sel-sel keratonosit

Tersusun oleh sel-sel keratonosit berbentuk kumparan yang mengandung butir-berbentuk kumparan yang mengandung butir-butir di dalam

butir di dalam protoplsmanya, berbutir kasar dan berinti mengkerut. Lapisan iniprotoplsmanya, berbutir kasar dan berinti mengkerut. Lapisan ini tampak paling jelas pada kulit t

tampak paling jelas pada kulit telapak tangan dan telapak kaki.elapak tangan dan telapak kaki. 4)

4) Stratum Spinosum (lapisan bertaju)Stratum Spinosum (lapisan bertaju)

Disebut juga lapisisan malphigi terdiri atas sel-sel yang saling berhubungan Disebut juga lapisisan malphigi terdiri atas sel-sel yang saling berhubungan dengan perantaraan jembatan-jembatan protoplasma berbentuk kubus. Jika dengan perantaraan jembatan-jembatan protoplasma berbentuk kubus. Jika sel- sel-sel lapisan saling berlepasan, maka seakan-akan sel-selnya bertaju. Setiap sel-sel berisi sel lapisan saling berlepasan, maka seakan-akan selnya bertaju. Setiap sel berisi filamen-filamen kecil yang terdiri atas serabut protein. Sel-sel pada lapisan taju filamen-filamen kecil yang terdiri atas serabut protein. Sel-sel pada lapisan taju normal, tersusun menjadi beberapa baris.

normal, tersusun menjadi beberapa baris. 5)

5) Stratum Basale /Stratum Germinativum (lapisan benih)Stratum Basale /Stratum Germinativum (lapisan benih)

Merupakan lapisan terbawah epidermis, dibentuk oleh satu baris sel torak  Merupakan lapisan terbawah epidermis, dibentuk oleh satu baris sel torak  (silinder) dengan ke

(silinder) dengan kedudukan tegadudukan tegak lurus terhadap permuk lurus terhadap permukaan kaan dermis. Alas sel-dermis. Alas sel-sel torak ini bergerigi dan bersatu dengan lamina basalis di bawahnya. Lamina sel torak ini bergerigi dan bersatu dengan lamina basalis di bawahnya. Lamina basalis yaitu struktur halus

basalis yaitu struktur halus yang membatasi epidermis dengan dermis. Terdapatyang membatasi epidermis dengan dermis. Terdapat aktifitas

aktifitas mitosis mitosis yang yang hebat hebat dan dan bertanggung bertanggung jawab jawab dalam dalam pembaharuanpembaharuan sel epidermis secara konstan. Epidermis diperbaharui setiap 28 hari untuk  sel epidermis secara konstan. Epidermis diperbaharui setiap 28 hari untuk 

(3)

migrasi kepermukaan, hal ini tergantung letak, usia

migrasi kepermukaan, hal ini tergantung letak, usia dan faktor lain. Merupakandan faktor lain. Merupakan satu lapis sel yg mengandung melanosit.

satu lapis sel yg mengandung melanosit.

Epidermis mempunyai fungsi sebagai berikut, yaitu : Epidermis mempunyai fungsi sebagai berikut, yaitu : 

 Proteksi barierProteksi barier 

 Organisasi selOrganisasi sel 

 Sintesis vitamin D dan sitokinSintesis vitamin D dan sitokin 

 Pembelahan dan mobilisasi selPembelahan dan mobilisasi sel 

 Pigmentasi (melanosit) dan pengenalan alergen (sel Pigmentasi (melanosit) dan pengenalan alergen (sel LangerhaLangerhans).ns).

Dermis merupakan bagian yang paling penting di kulit yang sering dianggap Dermis merupakan bagian yang paling penting di kulit yang sering dianggap sebagai

sebagai “True “True Skin” Skin” karena karena 95% 95% dermisdermis membentuk ketebalan kulit. Terdiri atasmembentuk ketebalan kulit. Terdiri atas  jaringan ikat

 jaringan ikat yang menyokong epidermis yang menyokong epidermis dan menghubungkannya dengan jaringandan menghubungkannya dengan jaringan subkutis. Tebalnya bervariasi, yang paling tebal pada telapak kaki sekitar 3 mm. subkutis. Tebalnya bervariasi, yang paling tebal pada telapak kaki sekitar 3 mm. Kulit jangat a

Kulit jangat atau dermis tau dermis menjadi tempamenjadi tempat ujung sat ujung saraf perasa, tempraf perasa, tempat keberadat keberadaanaan kandung rambut, kelenjar keringat, kelenjar-kelenjar palit atau kelenjar minyak, kandung rambut, kelenjar keringat, kelenjar-kelenjar palit atau kelenjar minyak, pembuluh-pembuluh darah dan getah bening, dan otot penegak rambut (muskulus pembuluh-pembuluh darah dan getah bening, dan otot penegak rambut (muskulus arektor pili).

arektor pili).

Lapisan Dermis terdiri dua lapisan, yaitu : Lapisan Dermis terdiri dua lapisan, yaitu : 

 Lapisan papiler, tipis mengandung jaringan ikat jarang.Lapisan papiler, tipis mengandung jaringan ikat jarang. 

 Lapisan retikuler, tebal terdiri dari jaringan ikat padatLapisan retikuler, tebal terdiri dari jaringan ikat padat

Subkutis merupakan lapisan di bawah dermis atau hipodermis yang terdiri Subkutis merupakan lapisan di bawah dermis atau hipodermis yang terdiri dari lapisan lemak. Lapisan ini terdapat jaringan ikat yang menghubungkan kulit dari lapisan lemak. Lapisan ini terdapat jaringan ikat yang menghubungkan kulit secara longgar dengan jaringan di bawahnya. Jumlah dan ukurannya berbeda-beda secara longgar dengan jaringan di bawahnya. Jumlah dan ukurannya berbeda-beda menurut daerah di tubuh dan keadaan nutrisi individu. Berfungsi menunjang suplai menurut daerah di tubuh dan keadaan nutrisi individu. Berfungsi menunjang suplai darah ke dermis untuk regenerasi. Subkutis/hipodermis mempunyai fungsi sebagai darah ke dermis untuk regenerasi. Subkutis/hipodermis mempunyai fungsi sebagai berikut :

berikut : 

 Melekat ke struktur dasarMelekat ke struktur dasar 

 Isolasi panasIsolasi panas 

 Cadangan kaloriCadangan kalori 

 Kontrol bentuk tubuhKontrol bentuk tubuh 

 Mechanical shock absorber.Mechanical shock absorber.

Suplai darah dan nutrisi untuk kulit diperoleh dari arteri yang membentuk  Suplai darah dan nutrisi untuk kulit diperoleh dari arteri yang membentuk  pleksus terletak antara lapisan papiler dan retikuler dermis dan selain itu antara pleksus terletak antara lapisan papiler dan retikuler dermis dan selain itu antara dermis dan jaringan subkutis. Cabang kecil meninggalkan pleksus ini dermis dan jaringan subkutis. Cabang kecil meninggalkan pleksus ini

(4)

memperdarahi papilla dermis tiap papilla dermis punya satu arteri asenden dan satu memperdarahi papilla dermis tiap papilla dermis punya satu arteri asenden dan satu cabang vena. Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah tapi mendapat nutrient cabang vena. Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah tapi mendapat nutrient dari dermis melalui membran epidermis

dari dermis melalui membran epidermis pembuluh darah kulit.pembuluh darah kulit.

Kulit merupakan organ yang berfungsi sangat penting bagi tubuh,

Kulit merupakan organ yang berfungsi sangat penting bagi tubuh, yaitu :yaitu : 1)

1) Memungkinkan bertahan dalam berbagai kondisi lingkunganMemungkinkan bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan 2)

2) Sebagai barier infeksiSebagai barier infeksi 3)

3) Mengontrol suhu tubuh (termoregulasi)Mengontrol suhu tubuh (termoregulasi) 4) 4) SensasiSensasi 5) 5) EskresiEskresi 6) 6) Metabolisme.Metabolisme.

Fungsi proteksi kulit adalah melindungi dari kehilangan cairan dan elektrolit, Fungsi proteksi kulit adalah melindungi dari kehilangan cairan dan elektrolit, trauma mekanik, ultraviolet dan sebagai barier dari

trauma mekanik, ultraviolet dan sebagai barier dari invasi mikroorganisme patogen.invasi mikroorganisme patogen. Sensasi telah diketahui merupakan salah satu fungsi kulit dalam merespon Sensasi telah diketahui merupakan salah satu fungsi kulit dalam merespon rangsang raba karena banyaknya akhiran saraf seperti pada daerah bibir, putting rangsang raba karena banyaknya akhiran saraf seperti pada daerah bibir, putting dandan ujung jari.

ujung jari.

Kulit berperan pada pengaturan suhu & keseimbangan cairan elektrolit. Kulit berperan pada pengaturan suhu & keseimbangan cairan elektrolit. Termoregulasi dikontrol oleh hipothalamus. Temperatur perifer mengalami proses Termoregulasi dikontrol oleh hipothalamus. Temperatur perifer mengalami proses keseimbangan melalui keringat, insessible loss dari kulit, paru-paru dan mukosa keseimbangan melalui keringat, insessible loss dari kulit, paru-paru dan mukosa bukal. Temperatur kulit dikontrol dengan dilatasi atau kontriksi pembuluh darah bukal. Temperatur kulit dikontrol dengan dilatasi atau kontriksi pembuluh darah kulit. Bila temperatur meningkat terjadi vasodilatasi pembuluh darah, kemudian kulit. Bila temperatur meningkat terjadi vasodilatasi pembuluh darah, kemudian tubuh akan mengurangi temperatur dengan melepas panas dari kulit dengan cara tubuh akan mengurangi temperatur dengan melepas panas dari kulit dengan cara mengirim sinyal kimia yang dapat meningkatkan aliran darah di kulit. Pada mengirim sinyal kimia yang dapat meningkatkan aliran darah di kulit. Pada temperatur yang menurun, pembuluh darah kulit akan vasokontriksi yang kemudian temperatur yang menurun, pembuluh darah kulit akan vasokontriksi yang kemudian akan mempertahankan panas.

akan mempertahankan panas.

Gambar 1. Struktur Kulit Gambar 1. Struktur Kulit

(5)

3.

3. EtiologiEtiologi

Menurut Siregar (2004) suatu infeksi bakteri

Menurut Siregar (2004) suatu infeksi bakteri bisa menyebabkan abses melaluibisa menyebabkan abses melalui beberapa cara :

beberapa cara : a)

a) Bakteri masuk ke bawah kulit akibat luka Bakteri masuk ke bawah kulit akibat luka yang berasyang berasal dari tusukan jarum yangal dari tusukan jarum yang tidak steril

tidak steril b)

b) Bakteri menyebar dari suatu infeksi di Bakteri menyebar dari suatu infeksi di bagian tubuh yang lainbagian tubuh yang lain c)

c) Bakteri yang dalam keadaan normal hidup di dalam tubuh manusia dan tidak Bakteri yang dalam keadaan normal hidup di dalam tubuh manusia dan tidak  menimbulkan gangguan, kadang bisa menyebabkan terbentuknya abses.

menimbulkan gangguan, kadang bisa menyebabkan terbentuknya abses. Peluang terbentuknya suatu abses akan meningk

Peluang terbentuknya suatu abses akan meningkat jika at jika :: a)

a) Terdapat kotoran atau benda asing di daerah tempat tTerdapat kotoran atau benda asing di daerah tempat terjadinya infeksierjadinya infeksi b)

b) Daerah yang terinfeksi mendapatkan aliran darah Daerah yang terinfeksi mendapatkan aliran darah yang kurangyang kurang c)

c) Terdapat gangguan sistem kekebalanTerdapat gangguan sistem kekebalan Bakteri tersering penyebab abses adalah

Bakteri tersering penyebab abses adalah Staphylococus AureusStaphylococus Aureus

4.

4. Tanda dan GejalaTanda dan Gejala

Abses bisa terbentuk diseluruh bagian tubuh, termasuk paru-paru, mulut, Abses bisa terbentuk diseluruh bagian tubuh, termasuk paru-paru, mulut, rektum, dan otot. Abses yang sering ditemukan di dalam kulit atau tepat dibawah rektum, dan otot. Abses yang sering ditemukan di dalam kulit atau tepat dibawah kulit terutama jika timbul di wajah.

kulit terutama jika timbul di wajah.

Menurut Smeltzer & Bare (2001), gejala dari abses tergantung kepada lokasi Menurut Smeltzer & Bare (2001), gejala dari abses tergantung kepada lokasi dan pengaruhnya terhadap fungsi suatu organ saraf.

dan pengaruhnya terhadap fungsi suatu organ saraf. Gejalanya bisa berupa:Gejalanya bisa berupa: a)

a) NyeriNyeri b)

b) Nyeri tekanNyeri tekan c)

c) Teraba hangatTeraba hangat d) d) PembengkakanPembengkakan e) e) KemerahanKemerahan f) f) DemamDemam

Suatu abses yang terbentuk tepat dibawah kulit biasanya tampak sebagai Suatu abses yang terbentuk tepat dibawah kulit biasanya tampak sebagai benjolan. Adapun lokasi abses antara lain ketiak, telinga, dan tungkai bawah. Jika benjolan. Adapun lokasi abses antara lain ketiak, telinga, dan tungkai bawah. Jika abses akan pecah, maka daerah pusat benjolan akan lebih putih karena kulit abses akan pecah, maka daerah pusat benjolan akan lebih putih karena kulit diatasnya menipis. Suatu abses di dalam tubuh, sebelum menimbulkan gejala diatasnya menipis. Suatu abses di dalam tubuh, sebelum menimbulkan gejala seringkali terlebih tumbuh lebih besar. Paling sering, abses akan menimbulkan seringkali terlebih tumbuh lebih besar. Paling sering, abses akan menimbulkan Nyeri tekan deng

Nyeri tekan dengan an massa yang massa yang berwarna merah, haberwarna merah, hangat pada ngat pada permukaan absepermukaan abses,s, dan lembut.

(6)

Nyeri Nyeri

Pr

Pre Oe O eerrasasii

Nyeri Nyeri (Post Operasi) (Post Operasi) 5. 5. FatofisiologiFatofisiologi

Bakteri Gram Positif  Bakteri Gram Positif 

((Staphylococcus aureus Streptococcus mutans)Staphylococcus aureus Streptococcus mutans)

Mengeluarkan enzim

Mengeluarkan enzim hyaluronidase danhyaluronidase dan enzimenzim koagulasekoagulase

merusak jembatan antar sel merusak jembatan antar sel

transpor nutrisi antar sel

transpor nutrisi antar sel tergangguterganggu

Jaringan rusak/mati/nekrosis Jaringan rusak/mati/nekrosis

Media bakteri yang baik  Media bakteri yang baik 

Jaringan terinfeksi Jaringan terinfeksi Peradangan

Peradangan

Sel darah putih mati Sel darah putih mati Demam

Demam

Jaringan menjadi abses Jaringan menjadi abses

& berisi PUS & berisi PUS

Pecah Pecah

Reaksi Peradangan Reaksi Peradangan (Rubor, Kalor, Tumor,

(Rubor, Kalor, Tumor, Dolor, Fungsiolaesea)Dolor, Fungsiolaesea)

Sumber : Hardjatmo Tjokro Negoro, PHD dan Hendra Utama, 2001 Sumber : Hardjatmo Tjokro Negoro, PHD dan Hendra Utama, 2001

Pembedahan Pembedahan

Luka Insisi Luka Insisi

Resiko Penyebaran Infeksi Resiko Penyebaran Infeksi

(Pre dan Post Operasi) (Pre dan Post Operasi)

Gangguan Gangguan Thermoregulator Thermoregulator (Pre Operasi) (Pre Operasi)

(7)

6.

6. Pemeriksaan PenunjangPemeriksaan Penunjang 1)

1) Pemeriksaan laboratorium : Peningkatan jumlah sel darah putih.Pemeriksaan laboratorium : Peningkatan jumlah sel darah putih. 2)

2) Untuk menentukan ukuran dan lokasi abses dilakukan pemeriksaan rontgen,Untuk menentukan ukuran dan lokasi abses dilakukan pemeriksaan rontgen, USG, CT Scan, atau MRI.

USG, CT Scan, atau MRI.

7.

7. KomplikasiKomplikasi

Komplikasi mayor dari abses adalah penyebaran abses ke jaringan sekitar Komplikasi mayor dari abses adalah penyebaran abses ke jaringan sekitar atau jaringan yang jauh dan kematian jaringan setempat yang ekstensif (gangren). atau jaringan yang jauh dan kematian jaringan setempat yang ekstensif (gangren). Pada sebagian besar bagian tubuh, abses jarang dapat sembuh dengan sendirinya, Pada sebagian besar bagian tubuh, abses jarang dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga tindakan medis secepatnya diindikasikan ketika terdapat kecurigaan akan sehingga tindakan medis secepatnya diindikasikan ketika terdapat kecurigaan akan adanya abses. Suatu abses dapat menimbulkan konsekuensi yang fatal. Meskipun adanya abses. Suatu abses dapat menimbulkan konsekuensi yang fatal. Meskipun  jarang,

 jarang, apabila apabila abses abses tersebut tersebut mendesak mendesak struktur struktur yang yang vital, vital, misalnya misalnya abses abses leherleher dalam yang dapat menekan trakea.

dalam yang dapat menekan trakea. (Siregar, 2004)(Siregar, 2004)

8.

8. PenatalaksanaanPenatalaksanaan

Menurut Morison (2003), Abses luka biasanya tidak membutuhkan Menurut Morison (2003), Abses luka biasanya tidak membutuhkan penanganan menggunakan antibiotik. Namun demikian, kondisi tersebut butuh penanganan menggunakan antibiotik. Namun demikian, kondisi tersebut butuh ditangani dengan intervensi bedah, debridement dan kuretase.

ditangani dengan intervensi bedah, debridement dan kuretase.

Suatu abses harus diamati dengan teliti untuk mengidentifikasi penyebabnya, Suatu abses harus diamati dengan teliti untuk mengidentifikasi penyebabnya, terutama apabila disebabkan oleh benda asing, karena benda asing tersebut harus terutama apabila disebabkan oleh benda asing, karena benda asing tersebut harus diambil. Apabila tidak disebabkan oleh benda asing, biasanya hanya perlu dipotong diambil. Apabila tidak disebabkan oleh benda asing, biasanya hanya perlu dipotong dan diambil absesnya, bersamaan dengan pemberian obat analgetik

dan diambil absesnya, bersamaan dengan pemberian obat analgetik dan antibiotik.dan antibiotik. Drainase abses dengan menggunakan pembedahan diindikasikan apabila Drainase abses dengan menggunakan pembedahan diindikasikan apabila abses telah berkembang dari peradangan serosa yang keras menjadi tahap nanah abses telah berkembang dari peradangan serosa yang keras menjadi tahap nanah yang lebih lunak. Drain dibuat dengan tujuan mengeluarkan cairan abses yang yang lebih lunak. Drain dibuat dengan tujuan mengeluarkan cairan abses yang senantiasa diproduksi bakteri.

senantiasa diproduksi bakteri.

Apabila menimbulkan risiko tinggi, misalnya pada area-area yang kritis, Apabila menimbulkan risiko tinggi, misalnya pada area-area yang kritis, tindakan pembedahan dapat ditunda atau dikerjakan sebagai tindakan terakhir yang tindakan pembedahan dapat ditunda atau dikerjakan sebagai tindakan terakhir yang perlu dilakukan. Memberikan kompres hangat dan meninggikan posisi anggota perlu dilakukan. Memberikan kompres hangat dan meninggikan posisi anggota gerak dapat dilakukan untuk membantu

(8)

9.

9. PencegahanPencegahan

Menjaga kebersihan kulit dengan sabun cair yang mengandung zat Menjaga kebersihan kulit dengan sabun cair yang mengandung zat anti-bakteri merupakan cara terbaik untuk mencegah terjadinya infeksi atau mencegah bakteri merupakan cara terbaik untuk mencegah terjadinya infeksi atau mencegah penularan.

penularan.

B.

B. DAMPAK PENYAKIT TERHADAP KEBUTUHAN DASAR MANUSIADAMPAK PENYAKIT TERHADAP KEBUTUHAN DASAR MANUSIA 1.

1. Gangguan thermoregulatorGangguan thermoregulator 2.

2. Gangguan rasa nyaman : nyeriGangguan rasa nyaman : nyeri 3.

3. Kerusakan integritas kulitKerusakan integritas kulit 4.

4. Resiko penyebaran infeksiResiko penyebaran infeksi

C.

C. ASUHAN KEPERAWATANASUHAN KEPERAWATAN 1.

1. PengkajianPengkajian a.

a. IdentitasIdentitas

Abses bisa menyerang siapa saja dan dari golongan usia berapa saja, Abses bisa menyerang siapa saja dan dari golongan usia berapa saja, namun yang paling sering diserang adalah

namun yang paling sering diserang adalah bayi dan anak-anak.bayi dan anak-anak. b.

b. Riwayat KesehatanRiwayat Kesehatan 1.

1. Keluhan utamaKeluhan utama

Nyeri, panas, bengkak, dan kemerahan pada area abses. Nyeri, panas, bengkak, dan kemerahan pada area abses. 2.

2. Riwayat kesehatan sekarangRiwayat kesehatan sekarang a)

a) Abses di kulit atau dibawah kulit sangat mudah dikenali, sedangkanAbses di kulit atau dibawah kulit sangat mudah dikenali, sedangkan abses dalam seringkali sulit

abses dalam seringkali sulit ditemukan.ditemukan. b)

b) Riwayat trauma, seperti tertusuk jarum yang tidak steril atau terkenaRiwayat trauma, seperti tertusuk jarum yang tidak steril atau terkena peluru, dll.

peluru, dll. c)

c) Riwayat infeksi (suhu tinggi) sebelumnya yang secara cepatRiwayat infeksi (suhu tinggi) sebelumnya yang secara cepat menunjukkan rasa sakit diikuti adanya eksudat tetapi tidak bisa menunjukkan rasa sakit diikuti adanya eksudat tetapi tidak bisa dikeluarkan.

dikeluarkan. 3.

3. Riwayat kesehatan keluargaRiwayat kesehatan keluarga

Riwayat penyakit menular dan kronis, seperti TBC

Riwayat penyakit menular dan kronis, seperti TBC dan diabetes mellitus.dan diabetes mellitus. c.

c. Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik  1.

1. Sistem Sistem pernafasapernafasann Dalam batas normal Dalam batas normal 2.

2. Sistem Sistem kardiovaskulekardiovaskulerr Dalam batas normal Dalam batas normal

(9)

3.

3. Sistem persarafanSistem persarafan Dalam batas normal Dalam batas normal 4.

4. Sistem perkemihanSistem perkemihan Dalam batas normal Dalam batas normal 5.

5. Sistem Sistem pencernaapencernaann Dalam batas normal Dalam batas normal 6.

6. Sistem Sistem muskuloskeletamuskuloskeletall Dalam batas normal. Dalam batas normal. 7.

7. Sistem integumenSistem integumen

Bengkak, kemerahan dan luka pada daerah abses Bengkak, kemerahan dan luka pada daerah abses 8.

8. Sistem endokrinSistem endokrin Dalam batas normal Dalam batas normal 9.

9. Sistem reproduksiSistem reproduksi Dalam batas normal. Dalam batas normal.

2.

2. Diagnosa keperawatan yang sering munculDiagnosa keperawatan yang sering muncul 1)

1) Nyeri Akut berhubungan dengan agen injuri biologi atau iNyeri Akut berhubungan dengan agen injuri biologi atau i nsisi pembedahannsisi pembedahan 2)

2) Hipertermi berhubungan dengan proses pHipertermi berhubungan dengan proses penyakitenyakit 3)

3) Kerusakan Intergritas kulit Kerusakan Intergritas kulit berhubungaberhubungan dengan trauma n dengan trauma jaringan.jaringan. 4)

4) Resiko penyebaran infeksi berhubungan dengan luka terbukaResiko penyebaran infeksi berhubungan dengan luka terbuka 3.

3. Intervensi keperawatanIntervensi keperawatan 1)

1) Nyeri berhubungan dengan reaksi Nyeri berhubungan dengan reaksi peradangan/insisi pembedahaperadangan/insisi pembedahann Tujuan

Tujuan : : Setelah Setelah dilakukan dilakukan tindakan tindakan keperawatan keperawatan diharapkandiharapkan ganggua

gangguan rasa nn rasa nyaman nyeri teratasi.yaman nyeri teratasi. Kriteria

Kriteria Hasil Hasil : : Klien Klien mengungkamengungkapkan pkan secara verbal secara verbal rasa rasa nyerinyeri berkurang, klien dapat rileks, klien mampu berkurang, klien dapat rileks, klien mampu mendemonstrasikan keterampilan relaksasi dan aktivitas mendemonstrasikan keterampilan relaksasi dan aktivitas sesuai dengan kemampuannya, TTV dalam batas normal; sesuai dengan kemampuannya, TTV dalam batas normal; TD : 120 / 80 mmHg, Nadi : 80 x / menit, pernapasan : 20 TD : 120 / 80 mmHg, Nadi : 80 x / menit, pernapasan : 20 x / menit.

(10)

Intervensi Rasional

Intervensi Rasional

1)

1) Observasi TTVObservasi TTV 2)

2) Kaji skala, lokasi, dan karakteristik Kaji skala, lokasi, dan karakteristik  nyeri.

nyeri. 3)

3) Observasi reaksi non verbal dariObservasi reaksi non verbal dari ketidaknyamanan.

ketidaknyamanan. 4)

4) Dorong Dorong menggunakan menggunakan teknik teknik  manajemen relaksasi.

manajemen relaksasi. 5)

5) Kolaborasikan obat analgetik sesuaiKolaborasikan obat analgetik sesuai indikasi.

indikasi.

1)

1) Sebagai data awal untuk melihat keadaanSebagai data awal untuk melihat keadaan umum klien

umum klien 2)

2) Sebagai data dasar mengetahui seberapa hebatSebagai data dasar mengetahui seberapa hebat nyeri yang dirasakan klien sehingga nyeri yang dirasakan klien sehingga mempermudah intervensi selanjutnya

mempermudah intervensi selanjutnya 3)

3) Reaksi non verba menandakan nyeri yangReaksi non verba menandakan nyeri yang dirasakan klien hebat

dirasakan klien hebat 4)

4) Untuk mengurangi ras nyeri yang dirasakanUntuk mengurangi ras nyeri yang dirasakan klien dengan non farmakologis

klien dengan non farmakologis 5)

5) Mempercepat penyembuhan terhadap nyeriMempercepat penyembuhan terhadap nyeri

2)

2) Gangguan thermoregulator berhubungan dengan prGangguan thermoregulator berhubungan dengan proses peradanganoses peradangan Tujuan

Tujuan : : Setelah Setelah dilakukan dilakukan tindakan tindakan keperawatan keperawatan diharapkandiharapkan hipertermi dapat teratasi.

hipertermi dapat teratasi. Kriteria

Kriteria hasil hasil : : Suhu Suhu tubuh tubuh dalam dalam batas batas normal normal (36(36 00CC –  – 3737 00C).C).

Intervensi Rasional

Intervensi Rasional

1)

1) Observasi TTV, terutama suhuObservasi TTV, terutama suhu tubuh klien.

tubuh klien. 2)

2) Anjurkan Anjurkan klien klien untuk untuk banyak banyak  minum, minimal 8 gelas / hari.

minum, minimal 8 gelas / hari. 3)

3) Lakukan kompres hangat.Lakukan kompres hangat. 4)

4) Kolaborasi Kolaborasi dalam dalam pemberianpemberian antipiretik.

antipiretik.

1)

1) Untuk data awal dan memudahkan intervensiUntuk data awal dan memudahkan intervensi 2)

2) Untuk mencegah dehidrasi akibat penguapanUntuk mencegah dehidrasi akibat penguapan tubuh dari demam

tubuh dari demam 3)

3) Membantu Membantu vasodilatasi vasodilatasi pembuluh pembuluh darahdarah sehingga mempercepat hilangnya demam sehingga mempercepat hilangnya demam 4)

4) Mempercepat penurunan demamMempercepat penurunan demam

3)

3) Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan trauma jaringanKerusakan integritas kulit berhubungan dengan trauma jaringan Tujuan

Tujuan : : Dapat Dapat tercapainya tercapainya proses proses penyembupenyembuhan han lukaluka tepat waktu.

tepat waktu. Kriteria

Kriteria hasil hasil : : Luka Luka bersih, bersih, tidak tidak bau, bau, tidak tidak ada ada pus/sekret,pus/sekret, udema disekitar luka berkurang.

udema disekitar luka berkurang.

Intervensi Rasional

Intervensi Rasional

1)

1) Kaji luas dan keadaan luka sertaKaji luas dan keadaan luka serta proses penyembuhan.

proses penyembuhan. 2)

2) Rawat luka dengan baik dan benarRawat luka dengan baik dan benar dengan teknik aseptik 

dengan teknik aseptik  3)

3) Kolaborasi dengan dokter untuk Kolaborasi dengan dokter untuk  pemberian anti biotik.

pemberian anti biotik.

1)

1) Pengkajian yang tepat terhadap luka dan prosesPengkajian yang tepat terhadap luka dan proses penyembuhan akan membantu dalam penyembuhan akan membantu dalam menentukan tindakan selanjutnya.

menentukan tindakan selanjutnya.

2)

2) Merawat luka dengan teknik aseptik, dapatMerawat luka dengan teknik aseptik, dapat menjaga kontaminasi luka.

menjaga kontaminasi luka.

3)

3) Menghilangkan infeksi penyebab kerusakanMenghilangkan infeksi penyebab kerusakan  jaringan.

(11)

4)

4) Resiko penyebaran infeksi berhubungan dengan luka terbukaResiko penyebaran infeksi berhubungan dengan luka terbuka

Tujuan

Tujuan : : PenyebaraPenyebaran n infeksi infeksi tidak tidak terjaditerjadi Kriteria

Kriteria hasil hasil : K: Klien lien bebas bebas tanda tanda dan dan gejala gejala penyebaran penyebaran infeksiinfeksi

Intervensi Rasional

Intervensi Rasional

1)

1) Observasi tanda-tanda infeksiObservasi tanda-tanda infeksi 2)

2) Lakukan perawatan luka dengan teknik Lakukan perawatan luka dengan teknik  aseptik dan antiseptik 

aseptik dan antiseptik  3)

3) Kolaborasi Kolaborasi dengan dengan dokter dokter untuk untuk  pemberian antibiotik 

pemberian antibiotik 

1)

1) Deteksi dini terhadap infeksiDeteksi dini terhadap infeksi 2)

2) Menurunkan terjadinya resiko infeksi danMenurunkan terjadinya resiko infeksi dan penyebaran bakteri

penyebaran bakteri 3)

3) Menghilangkan infeksi penyebab kerusakanMenghilangkan infeksi penyebab kerusakan  jaringan.

(12)

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

Harrison. Prinsip-prinsip

Harrison. Prinsip-prinsip ilmu penyakit dalamilmu penyakit dalam. Editor dalam bahasa Inggris : kurt J.. Editor dalam bahasa Inggris : kurt J. Lessebacher. Et. Al : editor bahasa Indnesia Ahmad H. Asdie. Edisi 13. jakarta : Lessebacher. Et. Al : editor bahasa Indnesia Ahmad H. Asdie. Edisi 13. jakarta : EGC. 1999.

EGC. 1999. Siregar, R,S.

Siregar, R,S.  Atlas  Atlas Berwarna Berwarna Saripati Saripati Kulit Kulit . Editor Huriawati Hartanta. Edisi 2.. Editor Huriawati Hartanta. Edisi 2. Jakarta:EGC,2004.

Jakarta:EGC,2004.

Suzanne, C, Smeltzer, Brenda G Bare.

Suzanne, C, Smeltzer, Brenda G Bare.  Buku Ajar Keperawat Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedahan Medikal-Bedah Bruner andBruner and Suddarth. Ali Bahasa Agung Waluyo. ( et,al) Editor bahasa Indonesia :Monica Suddarth. Ali Bahasa Agung Waluyo. ( et,al) Editor bahasa Indonesia :Monica Ester. Edisi 8 jakarta : EGC,2001.

Ester. Edisi 8 jakarta : EGC,2001. NANDA, 2005 NANDA, 2005 NIC, 2005 NIC, 2005 NOC, 2005 NOC, 2005

Gambar

Gambar 1. Struktur KulitGambar 1. Struktur Kulit

Referensi

Dokumen terkait

Abses leher dalam adalah terkumpulnya nanah di dalam ruang potensial diantara fasia leher dalam akibat penjalaran berbagai sumber infeksi, seperti gigi, mulut,

Abses leher dalam adalah terkumpulnya nanah (pus) di dalam ruang potensial diantara fasia leher dalam akibat penjalaran berbagai sumber infeksi, seperti gigi, mulut,

Kesimpulan: Abses otak multipel dapat merupakan penyulit dari sindrom Eisenmenger pada pasien dewasa dengan penyakit jantung bawaan yang tidak dikoreksi.. Kata kunci : Abses

Komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah ruptur dari abses paravertebra torakal ke dalam pleura sehingga menyebabkan empiema tuberkulosis, sedangkan pada vertebra lumbal maka

Abses paru merupakan salah satu penyakit infeksi paru yang didefinisikan sebagai kematian jaringan paru-paru dan pembentukan rongga yang berisi sel-sel mati

Aki bat  bermigrasi ini adalah ter  bentuk rongga a bses yang penuh dengan cairan yang  berisi leukosit yang mati dan hidup, sel-sel hati yang mencair  serta

Abses perianal mudah diraba pada batas anus dengan kulit perianal, sebaliknya abses anorektal yang terletak lebih dalam dapat diraba melewati dinding rectum atau

Pemeriksaan dengan “Computerized Tomography Scanning”(CT Scan) dapat terlihat lokasi yang tepat dari abses dan juga fase dari abses tersebut, apakah pada fase cerebritis atau