STRATEGI PENDEKATAN PEMBELAJARAN di PAUD

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

MAKALAH

MAKALAH

STRATEGI PENDEKATAN PEMBELAJARAN di PAU

STRATEGI PENDEKATAN PEMBELAJARAN di PAU

DAFTAR ISI DAFTAR ISI Kata Pengantar Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Isi BAB I : PENDAHULUAN BAB I : PENDAHULUAN A.

A. Latar belakangLatar belakang B.

B. Rumusan MasalahRumusan Masalah C.

C. TujuanTujuan BAB II : ISI BAB II : ISI

A.

A. Strategi Pendekatan Pembelajaran Melalui AreaStrategi Pendekatan Pembelajaran Melalui Area B.

B. Strategi Pendekatan Pembelajaran Melalui KelompokStrategi Pendekatan Pembelajaran Melalui Kelompok C.

C. Strategi Pendekatan Pembelajaran Melalui SentraStrategi Pendekatan Pembelajaran Melalui Sentra BAB III: PENUTUP

BAB III: PENUTUP A.

A. KesimpulanKesimpulan B.

(2)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN A.

A. Latar BelakangLatar Belakang

Anak usia dini adalah anak usia 0-8 tahun. Pada usia itu, anak mengalami Anak usia dini adalah anak usia 0-8 tahun. Pada usia itu, anak mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Masa ini juga di sebut masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Masa ini juga di sebut sebagai masa emas “golden periode” oleh karena itu

sebagai masa emas “golden periode” oleh karena itu orang tua dan guru harus bisaorang tua dan guru harus bisa mendidik anak secara tepat.

mendidik anak secara tepat.

Strategi pembelajaran yang diberikan kepada anak harus sesuai dengan usia Strategi pembelajaran yang diberikan kepada anak harus sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan anak, sehingga guru harus pandai-pandai memilih strategi dan tingkat kemampuan anak, sehingga guru harus pandai-pandai memilih strategi yang tepat sehingga perkembangan yang dialami anak

yang tepat sehingga perkembangan yang dialami anak akan optimal. Strategi akan optimal. Strategi yangyang  bisa guru berikan pada anak y

 bisa guru berikan pada anak yaitu melalui strategi pendekatan kelompok, area danaitu melalui strategi pendekatan kelompok, area dan sentra. Strategi ini

sentra. Strategi ini dapat di gunakan di TK untuk mengeksplor kemampuan anakdapat di gunakan di TK untuk mengeksplor kemampuan anak sesuai dengan minatnya.

sesuai dengan minatnya.

Pada umumnya kita mengetahui bahwa di TK m

Pada umumnya kita mengetahui bahwa di TK masih menggunakan caraasih menggunakan cara  belajar yang berpusat pada guru, dan

 belajar yang berpusat pada guru, dan dapat kita lihat bahwa dengan cara belajar yangdapat kita lihat bahwa dengan cara belajar yang seperti itu akan membuat anak pasif dan banyak aturan

seperti itu akan membuat anak pasif dan banyak aturan yang diberikan guru ketikayang diberikan guru ketika guru sedang bercerita di depan kelas. Hal

guru sedang bercerita di depan kelas. Hal yang diberikan tidak dapat dicerna olehyang diberikan tidak dapat dicerna oleh anak sehingga sekarang muncullah strategi pembelajaran yang berpusat pada anak anak sehingga sekarang muncullah strategi pembelajaran yang berpusat pada anak yaitu melalui strategi pendekatan kelompok, area dan sentra.

yaitu melalui strategi pendekatan kelompok, area dan sentra. B.

B. Rumusan MasalahRumusan Masalah

a. Strategi Pendekatan Pembelajaran Melalui Area? a. Strategi Pendekatan Pembelajaran Melalui Area?

 b. Strategi Pendekatan Pembelajaran Melalui Kelompok?  b. Strategi Pendekatan Pembelajaran Melalui Kelompok?

c. Strategi Pendekatan Pembelajaran Melalui Sentra? c. Strategi Pendekatan Pembelajaran Melalui Sentra? C. Tujuan

C. Tujuan

a. Strategi Pendekatan Pembelajaran Melalui Area a. Strategi Pendekatan Pembelajaran Melalui Area

 b. Strategi Pendekatan Pembelajaran Melalui Kelompok?  b. Strategi Pendekatan Pembelajaran Melalui Kelompok?

c. Strategi Pendekatan Pembelajaran Melalui Sentra? c. Strategi Pendekatan Pembelajaran Melalui Sentra?

(3)

BAB II BAB II

ISI ISI A.

A. Strategi Pendekatan Pembelajaran Melalui AreaStrategi Pendekatan Pembelajaran Melalui Area

Model ini lebih memberi kesempatan kepada anak didik untuk memilih Model ini lebih memberi kesempatan kepada anak didik untuk memilih kegiatan sendiri sesuai dengan minatnya. Pembelajarannya dirancang untuk kegiatan sendiri sesuai dengan minatnya. Pembelajarannya dirancang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik anak. Model ini merupakan pendekatan memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik anak. Model ini merupakan pendekatan yang sangat efektif yang dikembangkan dalam pembelajaran secara individu. yang sangat efektif yang dikembangkan dalam pembelajaran secara individu. Pendekatan ini sangat membantu anak dalam

Pendekatan ini sangat membantu anak dalam mengumpulkan benda-benda yang telahmengumpulkan benda-benda yang telah disusun dan anak dapat berinteraksi dengan media tersebut. Dengan demikian

disusun dan anak dapat berinteraksi dengan media tersebut. Dengan demikian

kemampuan anak dalam belajar lebih optimal, anak lebih sibuk bergerak melakukan kemampuan anak dalam belajar lebih optimal, anak lebih sibuk bergerak melakukan atau aktif belajar yang telah dipilihnya. Dengan sist

atau aktif belajar yang telah dipilihnya. Dengan sistem area ini pengalaman belajarem area ini pengalaman belajar anak lebih banyak dan anak lebih kreatif.

anak lebih banyak dan anak lebih kreatif. Muncul pertanyaan “

Muncul pertanyaan “mengmengapa menggunakan sistem area?”apa menggunakan sistem area?” Setiap anakSetiap anak yang dilahirkan itu unik dan punya banyak perbedaan, sa

yang dilahirkan itu unik dan punya banyak perbedaan, sa tu dengan yang lain ttu dengan yang lain tidakidak akan sama. Oleh karen itu muncullah pendekatan pembelajaran dengan menggunakan akan sama. Oleh karen itu muncullah pendekatan pembelajaran dengan menggunakan sistem area sebagai antisipasi terhadap perbedaan cara belajar, motivasi, kemampuan sistem area sebagai antisipasi terhadap perbedaan cara belajar, motivasi, kemampuan dan minat anak. Sehingga anak dapat membuat kesimpulan sendiri dari setiap hal dan minat anak. Sehingga anak dapat membuat kesimpulan sendiri dari setiap hal yang dipelajarinya. Sistem Area ini menuntut guru lebih kreatif dalam memilih yang dipelajarinya. Sistem Area ini menuntut guru lebih kreatif dalam memilih kegiatan. Peran guru hanya sebagai fasilitator, anak yang kurang mampu harus kegiatan. Peran guru hanya sebagai fasilitator, anak yang kurang mampu harus dimotivasi dan lebih diberi kegiatan sehingga memacu semangat belajar.

dimotivasi dan lebih diberi kegiatan sehingga memacu semangat belajar. Macam-macam area:

Macam-macam area: 1.

1. Area Pasir dan AIRArea Pasir dan AIR 2.

2. Area DramaArea Drama 3.

3. Area Membaca dan MenulisArea Membaca dan Menulis 4.

4. Area BahasaArea Bahasa 5.

5. Area IPA dan SAINSArea IPA dan SAINS 6.

6. Area MusikArea Musik 7.

7. Area AgamaArea Agama 8.

8. Area BalokArea Balok 9.

9. Area MatematikaArea Matematika 10.

10. Area SeniArea Seni

Langkah-langkah menyusun kegiatan pembelajaran berdasarkan minat: Langkah-langkah menyusun kegiatan pembelajaran berdasarkan minat:

1.

1. Kegiatan awal + 30 menit (klasikal)Kegiatan awal + 30 menit (klasikal) a. Berbaris, berdoa, salam.

a. Berbaris, berdoa, salam.

 b. Bercerita tentang pengalaman (3-4 anak) setiap hari dan setiap satu anak  b. Bercerita tentang pengalaman (3-4 anak) setiap hari dan setiap satu anak  bercerita, 3 atau 4 anak bertanya tentang cerita anak tersebut.

 bercerita, 3 atau 4 anak bertanya tentang cerita anak tersebut. c. Membicarakan tema / sub tema.

c. Membicarakan tema / sub tema.

d. Melakukan kegiatan fisik / motorik, dapat dilakukan diluar atau didalam kelas. d. Melakukan kegiatan fisik / motorik, dapat dilakukan diluar atau didalam kelas. 2.

2. Kegiatan IKegiatan Inti + nti + 60 60 menit (indmenit (individual dividual di Area)i Area)

a. Sebelum melaksanakan kegiatan inti, guru membicarakan tugas-tugas di area a. Sebelum melaksanakan kegiatan inti, guru membicarakan tugas-tugas di area

(4)

yang

yang diprogramkan diprogramkan pada pada hari hari itu.itu.

 b. Area yang dibuka setiap hari minimal 4

 b. Area yang dibuka setiap hari minimal 4 –  –  5 sesuai indikator yang akan 5 sesuai indikator yang akan dicapai/dikembangkan

dicapai/dikembangkan

c. Guru menjelaskan kegiatan-kegiatan didalam area

c. Guru menjelaskan kegiatan-kegiatan didalam area yang diprogramkan,yang diprogramkan, misalnya :

misalnya :

Area

Area KegiatanKegiatan Area

Area Berhitung/ Berhitung/ Matematika Matematika 1. 1. Pemberian Pemberian tugas tugas membilangmembilang 2.

2. Menyebut Menyebut urutan urutan bilangan bilangan 11 –  –  5 5 Area

Area Seni Seni / / Motorik Motorik Menggambar Menggambar bebas bebas dengan dengan krayonkrayon Area

Area IPA IPA Eksperimen Eksperimen membuat membuat air air teh teh manismanis Area

Area Balok Balok Menciptakan Menciptakan satu satu bangunan bangunan dari dari balokbalok

d. Anak dibebaskan memilih area mana yang disukai walaupun area itu tidak dibuka d. Anak dibebaskan memilih area mana yang disukai walaupun area itu tidak dibuka sesuai program guru.

sesuai program guru.

e. Anak dapat pindah sesuai dengan minatnya tanpa ditentukan oleh guru. e. Anak dapat pindah sesuai dengan minatnya tanpa ditentukan oleh guru. f. Apabila anak tidak mau melakukan kegiatan di 4

f. Apabila anak tidak mau melakukan kegiatan di 4 –  –  5 area  5 area yang diprogramkan, guruyang diprogramkan, guru diharuskan memotivasi anak tersebut agar mau melakukan kegiatan.

diharuskan memotivasi anak tersebut agar mau melakukan kegiatan. g. Guru

g. Guru dapat melayani anak dengdapat melayani anak dengan membawakan tugasnya kan membawakan tugasnya ke area yang sedange area yang sedang diminati.

diminati.

h. Guru dapat memberikan penilaian dengan memakai alat penilaian yang telah h. Guru dapat memberikan penilaian dengan memakai alat penilaian yang telah ditentukan.

ditentukan.

i. Guru membagi jumlah anak dikelas ke masing-masing area

i. Guru membagi jumlah anak dikelas ke masing-masing area yang diprogramkanyang diprogramkan (misal : 4

(misal : 4 –  –  5 Area). 5 Area).

 j. Bagi kegiatan yang memerlukan pem

 j. Bagi kegiatan yang memerlukan pemahaman atau membahayakan, dan pengamatanahaman atau membahayakan, dan pengamatan langsung, maka jumlah anak dibatasi agar guru dapat memperhatikan lebih mendalam langsung, maka jumlah anak dibatasi agar guru dapat memperhatikan lebih mendalam  proses dan hasil yang dicapai dapat lebih maksimal tanpa meng

 proses dan hasil yang dicapai dapat lebih maksimal tanpa mengabaikan anak yang adaabaikan anak yang ada di area lain.

di area lain.

k. Orangtua / keluarga dapat dilibatkan untuk berpartisipasi membantu guru pada k. Orangtua / keluarga dapat dilibatkan untuk berpartisipasi membantu guru pada waktu kegiatan pembelajaran

waktu kegiatan pembelajaran

l. Orangtua / keluarga dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk menambah l. Orangtua / keluarga dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan anak.

wawasan dan pengetahuan anak. 3. Istirahat

3. Istirahat

Kegiatan makan bersama menanamkan pembiasaan yang baik, misalnya Kegiatan makan bersama menanamkan pembiasaan yang baik, misalnya mencuci tangan, berdoa sebelum dan sesudah makan, tata tertib makan, mencuci tangan, berdoa sebelum dan sesudah makan, tata tertib makan, mengenalkan jenis makanan, menumbuhkan rasa sosial dan kerjasama, mengenalkan jenis makanan, menumbuhkan rasa sosial dan kerjasama, membereskan dan merapikan alat-alat makan dan sebagainya.

membereskan dan merapikan alat-alat makan dan sebagainya. 4. Kegiatan akhir +30 menit (klasikal)

4. Kegiatan akhir +30 menit (klasikal)

 Diskusi tentang kegiatan satu hariDiskusi tentang kegiatan satu hari 

 Menyanyi tentang kegiatan yang dilakukan dalam satu hariMenyanyi tentang kegiatan yang dilakukan dalam satu hari 

 Berdoa dan pulangBerdoa dan pulang

5. Penilaian 5. Penilaian

Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung guru hendaknya mencatat Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung guru hendaknya mencatat segala hal yang terjadi baik terhadap program kegiatannya maupun terhadap segala hal yang terjadi baik terhadap program kegiatannya maupun terhadap  perkembangan peserta didik sesuai dengan indikator dan yang

(5)

B.

B. Strategi Pendekatan Pembelajaran Melalui KelompokStrategi Pendekatan Pembelajaran Melalui Kelompok

Model pembelajaran ini menyediakan sudut-sudut kegiatan

Model pembelajaran ini menyediakan sudut-sudut kegiatan yang menjadiyang menjadi  pusat kegiatan pembelajaran berdasarkan minat anak. Alat-alat yang disediakan harus  pusat kegiatan pembelajaran berdasarkan minat anak. Alat-alat yang disediakan harus  bervariasi mengingat minat anak yang beragam. Alat-alat tersebut juga harus sering  bervariasi mengingat minat anak yang beragam. Alat-alat tersebut juga harus sering

diganti disesuaikan dengan tema dan subtema yang dibahas. Adapun strategi yang diganti disesuaikan dengan tema dan subtema yang dibahas. Adapun strategi yang dapat dilakukan dalam mengembangkan model pembelajaran berdasarkan sudut dapat dilakukan dalam mengembangkan model pembelajaran berdasarkan sudut kegiatan ini adalah sebagai berikut :

kegiatan ini adalah sebagai berikut : a. Pengelolaan Kelas

a. Pengelolaan Kelas

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas pada model Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas pada model  pembelajaran berdasarkan sudut-sudut Kegiatan adalah :

 pembelajaran berdasarkan sudut-sudut Kegiatan adalah : ·

· Pengaturan alat bermain dan Pengaturan alat bermain dan perabot ruangan, termasuk mperabot ruangan, termasuk meja, kursi, dan luasnyeja, kursi, dan luasnyaa ruangan, disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan, khusunya pada sudut ruangan, disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan, khusunya pada sudut --sudut kegiatan.

sudut kegiatan. ·

· Sumber belajar Sumber belajar dan hasil dan hasil kegiatan anak kegiatan anak dapat dipajang dapat dipajang dipapan atau dipapan atau dindingdinding ruangan. Hasil karya anak, dapat juga disimpan di laci masing-masing anak se

ruangan. Hasil karya anak, dapat juga disimpan di laci masing-masing anak se bagaibagai  portofolio.

 portofolio.

· Setelah digunakan untuk pembelajaran, alat bermain dirapikan dan disimpan · Setelah digunakan untuk pembelajaran, alat bermain dirapikan dan disimpan sedemikian rupa sehingga dapat melatih anak untuk pembiasaan yang ingin dicapai sedemikian rupa sehingga dapat melatih anak untuk pembiasaan yang ingin dicapai seperti kemadirian, tanggung jawab, membuat keputusan, kebiasaan mengatur seperti kemadirian, tanggung jawab, membuat keputusan, kebiasaan mengatur kembali peralatan dan sebagainya.

kembali peralatan dan sebagainya.  b. Langkah-langkah K

 b. Langkah-langkah Kegiatanegiatan 1.

1. Kegiatan Awal Kegiatan Awal (± 30 (± 30 menit).menit).

Kegiatan yang dilaksanakan adalah bernyanyi, berdoa, mengucapkan salam, Kegiatan yang dilaksanakan adalah bernyanyi, berdoa, mengucapkan salam, membicarakan tema/sub tema, diskusi kegiatan yang akan dilaksanakan, melakukan membicarakan tema/sub tema, diskusi kegiatan yang akan dilaksanakan, melakukan kegiatan fisik/motorik.

kegiatan fisik/motorik. 2.

2. Kegiatan Inti (± 60 Kegiatan Inti (± 60 menit) secara individual disudut-sudut kegmenit) secara individual disudut-sudut kegiatan.iatan.

Sebelum melaksanakan kegiatan inti, guru bersama anak membicarakan Sebelum melaksanakan kegiatan inti, guru bersama anak membicarakan tugas-tugas yang diprogramkan di sudut-sudut kegiatan. Setelah

tugas yang diprogramkan di sudut-sudut kegiatan. Setelah itu guru menjelaskanitu guru menjelaskan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan disetiap sudut

kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan disetiap sudut kegiatan yang diprogramkan.kegiatan yang diprogramkan. Sudut yang dibuka setiap hari di

Sudut yang dibuka setiap hari di sesuaikan dengan indikator yang dikembangkan dansesuaikan dengan indikator yang dikembangkan dan sarana/alat pembelajaran yang ada. Kemudian anak dibebaskan untuk memilih sudut sarana/alat pembelajaran yang ada. Kemudian anak dibebaskan untuk memilih sudut kegiatan yang disukai sesuai dengan minatnya. Anak dapat berpindah sudut kegiatan kegiatan yang disukai sesuai dengan minatnya. Anak dapat berpindah sudut kegiatan sesuai dengan minatnya tanpa ditentukan oleh guru.

sesuai dengan minatnya tanpa ditentukan oleh guru. 3. Istirahat (± 30 menit)

3. Istirahat (± 30 menit)

Kegiatan makan bersama menanamkan pembiasaan yang baik, misalnya Kegiatan makan bersama menanamkan pembiasaan yang baik, misalnya mencuci tangan, berdoa sebelum dan sesudah makan, tata tertib makan, mengenalkan mencuci tangan, berdoa sebelum dan sesudah makan, tata tertib makan, mengenalkan  jenis makanan, menumbuhkan rasa sosial dan kerjasama, membereskan d

 jenis makanan, menumbuhkan rasa sosial dan kerjasama, membereskan danan merapikan alat-alat makan dan sebagainya.

merapikan alat-alat makan dan sebagainya. 4. Kegiatan Akhir (± 30 menit)

(6)

Kegiatan akhir dilaksanakan secara klasikal, misalnya dengan bercerita, Kegiatan akhir dilaksanakan secara klasikal, misalnya dengan bercerita,  bernyanyi, gotong

 bernyanyi, gotong royong membersihkan kelas, diskusi kegiatan sehariyang telahroyong membersihkan kelas, diskusi kegiatan sehariyang telah dilakukan, informasi kegiatan esok hari, berdoa, dan mengucapkan salam.

dilakukan, informasi kegiatan esok hari, berdoa, dan mengucapkan salam.  b.

 b. PenilaianPenilaian

Penilaian yang dilakukan pada model pembelajaran ini yaitu selama kegiatan Penilaian yang dilakukan pada model pembelajaran ini yaitu selama kegiatan  pembelajaran berlangsung, guru

 pembelajaran berlangsung, guru mencatat segala hal yang terjadi baik terhadapmencatat segala hal yang terjadi baik terhadap  perkembangan peserta didik maupun pro

 perkembangan peserta didik maupun program kegiatan sebagai dasar bagi keperluangram kegiatan sebagai dasar bagi keperluan  penilaian.

 penilaian. C.

C. Strategi Pendekatan Pembelajaran Melalui SentraStrategi Pendekatan Pembelajaran Melalui Sentra

Model pembelajaran sentra adalah pendekatan pembelajaran yang dalam Model pembelajaran sentra adalah pendekatan pembelajaran yang dalam  proses pembelajarannya

 proses pembelajarannya dilakukan di dalam „lingkaran” (dilakukan di dalam „lingkaran” (circle timescircle times) ) dan dan sentrasentra  bermain. Lingkaran adalah saat dimana guru du

 bermain. Lingkaran adalah saat dimana guru duduk bersama anak dengan posisiduk bersama anak dengan posisi melingkar untuk memberikan pijakan sebelum dan sesudah bermain.

melingkar untuk memberikan pijakan sebelum dan sesudah bermain. Sentra bermain adalah zona atau area dengan seperangakat

Sentra bermain adalah zona atau area dengan seperangakat sebagai pijakansebagai pijakan lingkungan yang diperlukan untuk mengembangkan seluruh potensi dasar anak didik lingkungan yang diperlukan untuk mengembangkan seluruh potensi dasar anak didik dalam berbagai aspek perkembangan secara seimbang.

dalam berbagai aspek perkembangan secara seimbang.

Pembelajaran yang berpusat pada sentra dilakukan secara tuntas mulai a Pembelajaran yang berpusat pada sentra dilakukan secara tuntas mulai a walwal hingga akhir kegiatan. Setiap sentra mendukung perkembangan anak dalam tiga jenis hingga akhir kegiatan. Setiap sentra mendukung perkembangan anak dalam tiga jenis  bermainyaitu bermain sensorimotor, bermain peran dan bermain ko

 bermainyaitu bermain sensorimotor, bermain peran dan bermain konstruktifnstruktif (membangun pemikiran anak).

(membangun pemikiran anak).

Bermain sensorimotor adalah menangkap rangsangan melalui penginderaan Bermain sensorimotor adalah menangkap rangsangan melalui penginderaan dan menghasilkan gerakan sebagai reaksinya. Anak usia dini belajar melal

dan menghasilkan gerakan sebagai reaksinya. Anak usia dini belajar melal ui pancaui panca inderanya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungan mereka. Mi

inderanya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungan mereka. Mi salnya menakarsalnya menakar air, meremas kertas bekas, menggunting dan lain-lain. Bermain peranterdiri dari air, meremas kertas bekas, menggunting dan lain-lain. Bermain peranterdiri dari

 bermain makro (besar) bermain peran mikro (kecil), pura-pura, fantasi, imajinasi, atau  bermain makro (besar) bermain peran mikro (kecil), pura-pura, fantasi, imajinasi, atau  bermain drama. Anak bermain dengan b

 bermain drama. Anak bermain dengan benda untuk membantu mengenda untuk membantu menghadirkan konsephadirkan konsep yang telah dimilikinya.

yang telah dimilikinya.

Bermain konstruktif menunjukkan kemampuan anak

Bermain konstruktif menunjukkan kemampuan anak untuk mewujudkanuntuk mewujudkan  pikiran, ide, dan gagasannya

 pikiran, ide, dan gagasannya menjadi sebuah karya nyata. Ada dua jenis bermainmenjadi sebuah karya nyata. Ada dua jenis bermain konstruksi, yaitu bermain konstruksi sifat cair (air, pasir,

konstruksi, yaitu bermain konstruksi sifat cair (air, pasir, spidol, dll) dan bermainspidol, dll) dan bermain konstruksi terstruktur (balok-balok, dll).

konstruksi terstruktur (balok-balok, dll). Sentra bermain terdiri dari:

Sentra bermain terdiri dari: 1).

1). Sentra Bahan Sentra Bahan Alam dan Alam dan SainsSains

Bahan-bahan yang diperlukan di sentra ini adalah daun, ranting, kayu, pasir, air, Bahan-bahan yang diperlukan di sentra ini adalah daun, ranting, kayu, pasir, air,  bata, biji-bijian, dan lain-lain. Alat yang digunakan diantarany

 bata, biji-bijian, dan lain-lain. Alat yang digunakan diantaranya sekop, saringan,a sekop, saringan, corong, ember, dan lain-lain. Sentra ini memfasilitasi anak untuk mengembangkan corong, ember, dan lain-lain. Sentra ini memfasilitasi anak untuk mengembangkan dan memperluas pengalaman bermain sensorimot

dan memperluas pengalaman bermain sensorimotor dengan memberikan banyakor dengan memberikan banyak kesempatan pada anak untuk mengeksplorasi bahan-bahan alami dalam

kesempatan pada anak untuk mengeksplorasi bahan-bahan alami dalam mengembangkan kematangan motorik halus yang diperlukan dalam proses

mengembangkan kematangan motorik halus yang diperlukan dalam proses kesiapankesiapan menulis, keterampilan berolah tangan dan menstimulasi sistem kerja otak anak. menulis, keterampilan berolah tangan dan menstimulasi sistem kerja otak anak. 2).

(7)

Sentra balok berisi berbagai macam balok dalam berbagai bentuk, ukuran, warna, Sentra balok berisi berbagai macam balok dalam berbagai bentuk, ukuran, warna, dan tekstur. Disini anak

dan tekstur. Disini anak belajar banyak belajar banyak hal dengan cara menyusuhal dengan cara menyusun/menggunakann/menggunakan  balok, mengembangk

 balok, mengembangkan kemampuan logika matematika/berhitung permulaan,an kemampuan logika matematika/berhitung permulaan, kemampuan berpikir dan memecahkan masalah.

kemampuan berpikir dan memecahkan masalah.

3).

3). Sentra Sentra SeniSeni

Bahan-bahan yang diperlukan di sentra ini adalah kertas, cat air,

Bahan-bahan yang diperlukan di sentra ini adalah kertas, cat air, krayon, spidol,krayon, spidol, gunting, kapur, tanah liat, pasir, l

gunting, kapur, tanah liat, pasir, lilin, kain, daun, potong-potongan bahan/gambar.ilin, kain, daun, potong-potongan bahan/gambar. Sentra seni memfasilitasi anak untuk memperluas pengalaman dalam mewujudkan Sentra seni memfasilitasi anak untuk memperluas pengalaman dalam mewujudkan ide, gagasan dan pengalaman yang dimiliki anak ke dalam karya nyata (hasil karya) ide, gagasan dan pengalaman yang dimiliki anak ke dalam karya nyata (hasil karya) melalui metode proyek.

melalui metode proyek. 4).

4). Sentra Sentra Bermain Bermain PeranPeran

Sentra bermain peran terdiri dari : Sentra bermain peran terdiri dari :

a. Sentra bermain peran makro dapat menggunakan anak sebagai model a. Sentra bermain peran makro dapat menggunakan anak sebagai model  b. Sentra bermain peran mikro misalnya mengg

 b. Sentra bermain peran mikro misalnya menggunakan boneka, maket meja-kursi,unakan boneka, maket meja-kursi, rumah-rumahan dan sebagainya.

rumah-rumahan dan sebagainya. c. Sentra bermain peran

c. Sentra bermain peran merupakan wujud dari kehidupan nyata yang dimainkanmerupakan wujud dari kehidupan nyata yang dimainkan anak, membantu anak memahami dunia mereka dengan memainkan berbagai macam anak, membantu anak memahami dunia mereka dengan memainkan berbagai macam  peran. Pemilihan berbagai macam benda un

 peran. Pemilihan berbagai macam benda untuk bermain peran tergantung dari minattuk bermain peran tergantung dari minat anak pada saat itu. Misal, Tema “Keluarga” dengan alat

anak pada saat itu. Misal, Tema “Keluarga” dengan alat-alat yang dibutuhkan-alat yang dibutuhkan  peralatan dapur dan lain-lain.

 peralatan dapur dan lain-lain. 5).

5). Sentra Sentra PersiapanPersiapan

Bahan yang ada pada sentra ini adalah buku-buku, kartu kata, kartu huruf, kartu Bahan yang ada pada sentra ini adalah buku-buku, kartu kata, kartu huruf, kartu angka dan bahan-bahan untuk kegiatan menyimak, bercakapan persiapan m

angka dan bahan-bahan untuk kegiatan menyimak, bercakapan persiapan m enulisenulis serta beehitung. Kegiatan yang dilaksanakan adalah persiapan membaca permulaan, serta beehitung. Kegiatan yang dilaksanakan adalah persiapan membaca permulaan, menulis permulaan serta berhitung permulaan. Mendorong kemampuan intelektual menulis permulaan serta berhitung permulaan. Mendorong kemampuan intelektual anak, gerakan otot halus, koordinasi mata-tangan, belajar ketrampilan social (

anak, gerakan otot halus, koordinasi mata-tangan, belajar ketrampilan social ( berbagi,berbagi,  bernegosiasi dan memecahkan masalah).

 bernegosiasi dan memecahkan masalah). 6).

6). Sentra Sentra AgamaAgama

Bahan-bahan yang dipersiapkan adalah berbagai maket tempat ibadah, peralatan Bahan-bahan yang dipersiapkan adalah berbagai maket tempat ibadah, peralatan ibadah, gambar-gambar, buku-buku cerita keagamaan, dan seba

ibadah, gambar-gambar, buku-buku cerita keagamaan, dan seba gainya. Kegiatan yanggainya. Kegiatan yang dilaksanakan adalah menanamkan nilai-nilai kehidupan beragama, keimanan dan dilaksanakan adalah menanamkan nilai-nilai kehidupan beragama, keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Agama merupakan suatu konsep yangAgama merupakan suatu konsep yang abstrak yang perlu diterjemahkan menjadi aktivitas yang konkrit bagi anak.

abstrak yang perlu diterjemahkan menjadi aktivitas yang konkrit bagi anak. 7).

7). Sentra Sentra MusikMusik

Bahan yang dibutuhkan pada sentra musik, misal

Bahan yang dibutuhkan pada sentra musik, misalnya botol beling/kaca,nya botol beling/kaca, tempurung kelapa, rebana, tutup botol, triangle, dan lain-lain. Sentra music tempurung kelapa, rebana, tutup botol, triangle, dan lain-lain. Sentra music

(8)

memfasilitasi anak untuk memperluas

memfasilitasi anak untuk memperluas pengalamannya dalam menggunakan gagasanpengalamannya dalam menggunakan gagasan mereka melalui olah tubuh, bermain musik dan lagu yang dapat memperluas

mereka melalui olah tubuh, bermain musik dan lagu yang dapat memperluas  pengalaman dan pengetahuan anak

 pengalaman dan pengetahuan anak tentang irama, birama(ketukan), dan mengenaltentang irama, birama(ketukan), dan mengenal  berbagai bunyi-buny

 berbagai bunyi-bunyian dengan menggunakan alat-alat musik yang mendukuian dengan menggunakan alat-alat musik yang mendukung,ng, misalnya pianika, piano, rebana, dan lain-lain.

misalnya pianika, piano, rebana, dan lain-lain.

Dalam mengoptimalkan perkembangan anak disentra yang perlu diperhatikan Dalam mengoptimalkan perkembangan anak disentra yang perlu diperhatikan adalah densitas dan intensitas. Densitas

adalah densitas dan intensitas. Densitas berkaitan dengan keragaman kegiatan yangberkaitan dengan keragaman kegiatan yang disediakan, sedangkan intensitas berkaitan dengan waktu yang diperlukan.

disediakan, sedangkan intensitas berkaitan dengan waktu yang diperlukan. Untuk membangun konsep dan memberikan gagasan pada peserta didik

Untuk membangun konsep dan memberikan gagasan pada peserta didik dalamdalam model pembelajaran sentra, guru memberikan 4 pijakan. Pijakan (

model pembelajaran sentra, guru memberikan 4 pijakan. Pijakan ( scaffolding process scaffolding process)) adalah dukungan yang berubah-ubah yang disesuaikan dengan perkembangan untuk adalah dukungan yang berubah-ubah yang disesuaikan dengan perkembangan untuk mencapai perkembangan yang lebih tinggi.

mencapai perkembangan yang lebih tinggi.

Ada empat jenis pijakan yaitu pijakan lingkungan bermain, pijakan sebelum Ada empat jenis pijakan yaitu pijakan lingkungan bermain, pijakan sebelum  bermain, pijakan selama bermain, dan pijakan setelah bermain.

 bermain, pijakan selama bermain, dan pijakan setelah bermain. 1. Pijakan lingkungan bermain dilakukan dengan menata alat

1. Pijakan lingkungan bermain dilakukan dengan menata alat dan bahan bermain yangdan bahan bermain yang akandigunakan sesuai rencana dan jadwal kegiatan yang telah disusun untuk

akandigunakan sesuai rencana dan jadwal kegiatan yang telah disusun untuk memberikan gagasan kepada anak agar

memberikan gagasan kepada anak agar dapat mengembangkan semua potensinyadapat mengembangkan semua potensinya secara optimal.

secara optimal.

2.Pijakan sebelum bermain merupakan kegiatan awal dimana guru memberikan 2.Pijakan sebelum bermain merupakan kegiatan awal dimana guru memberikan gagasan sebelum anak melakukan kegiatan bermain di sentra.

gagasan sebelum anak melakukan kegiatan bermain di sentra.

3.Pijakan selama bermain adalah dukungan yang diberikan guru secara individual 3.Pijakan selama bermain adalah dukungan yang diberikan guru secara individual kepada anak sesuai kebutuhan dan

kepada anak sesuai kebutuhan dan tahap perkembangan, untuk meningkatkan padatahap perkembangan, untuk meningkatkan pada tahap perkembangan selanjutnya.

tahap perkembangan selanjutnya.

4.Pijakan pengalaman setelah bermain merupakan kegiatan dimana guru memperkuat 4.Pijakan pengalaman setelah bermain merupakan kegiatan dimana guru memperkuat konsep yang telah dipeoleh anak selama bermain.

(9)

BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP A. A. KesimpulanKesimpulan

Anak usia dini adalah anak

Anak usia dini adalah anak yang sedang melakukan tumbuh kembang yangyang sedang melakukan tumbuh kembang yang sangat pesat sehingga dibutuhkan strategi pembelajaran yang tepat, strategi sangat pesat sehingga dibutuhkan strategi pembelajaran yang tepat, strategi  pembelajaran yang dapat diberikan yaitu strategi pendekatan pemb

 pembelajaran yang dapat diberikan yaitu strategi pendekatan pembelajaran melaluielajaran melalui kelompok, area dan sentra.

kelompok, area dan sentra. B.

B. Kritik dan SaranKritik dan Saran

Kritik untuk orang tua dan guru, jangan terlalu memaksakan kehendak anak, Kritik untuk orang tua dan guru, jangan terlalu memaksakan kehendak anak,  pada umumnya apapun y

 pada umumnya apapun yang dikerjakan anak adalah proses ia belajar, dalamang dikerjakan anak adalah proses ia belajar, dalam  bermain dan aktivitas yang ia kerjakan terdapat sesuatu yang dap

 bermain dan aktivitas yang ia kerjakan terdapat sesuatu yang dapat memberikanat memberikan  pengetahuan bagi anak sehingg

 pengetahuan bagi anak sehingga anak akan belajar dengan apa yang ia mainkan.a anak akan belajar dengan apa yang ia mainkan. Saran bagi orang tua dan guru sebaiknya anak diberi kebebasan memilih apa Saran bagi orang tua dan guru sebaiknya anak diberi kebebasan memilih apa yang ia suka selama itu tidak membahayakan anak, namun orang tua dan guru yang ia suka selama itu tidak membahayakan anak, namun orang tua dan guru harus tetap mendampingi anak ketika anak sedang bermain, dengan demikian harus tetap mendampingi anak ketika anak sedang bermain, dengan demikian orang tua dan guru dapat mengetahui sejauh mana perkembangan anak yang orang tua dan guru dapat mengetahui sejauh mana perkembangan anak yang sedang dialami anak.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :