• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Sejarah Ensemble The Label

Ensemble The label didirikan pada tahun 2011 oleh Bonnie Arief sebagai sebuah perusahaan start-up dalam bidang fashion di Indonesia. Bonnie memutuskan untuk membuat brand ini atas dasar keresahan pribadi, dari kekurangan dan kelebihan fisik perempuan, dari obrolan santai sesama perempuan, dan pengalaman mengunjungi suatu negara atau tempat. Tujuan utama dari berdiri nya adalah untuk mengedukasi perempuan tentang body positivity,awarness dan concious living.

Pada awal nya Ensemble The Label merupakan perusahaan yang memberikan pelayanan dalam bentuk toko online dengan menggunakan website dan sosial media Instagram untuk memasarkan dan menjual produk dari brand tersebut. Pada tahun 2011 ENSEMBLE THE LABEL mulai mengikuti brightspot Jakarta yang akhirnya memberikan peluang untuk ENSEMBLE THE LABEL memiliki distributor untuk brand mereka masuk ke dalam toko offline THE GOODS DEPT. Website dari ENSEMBLE THE LABEL telah melakukan worldwide shipping dan sekarang mereka sudah menjadi official stockist di beberapa negara di luar negeri seperti: Amerika serikat dan Vietnam. Sampai tahun 2018 ini ENSEMBLE THE LABEL telah menjadi fashion e-commerce brand yang berkembang pesat.

1.1.2 Profil Ensemble The Label

Ensemble The Label merupakan perusahaan fashion yang fokus nya bergerak di bidang e-commerce yang memiliki website sendiri untuk menawarkan produk mereka. ENSEMBLE THE LABEL sendiri menawarkan produk pakaian untuk perempuan .Mereka memberikan wadah untuk perempuan indonesia untuk memenuhi kebutuhan perempuan Indonesia dalam hal pakaian. Sejak tahun 2011 setelah didirikan mereka terus memperluas bisnis yang bermula dari e-commerce ini dengan mengikuti pameran serta membuat fashion show untuk memperlihatkan produk mereka. Produk mereka memiliki musim tertentu sesuai dengan periode di

(2)

2 dalam tahun tersebut, setiap periode menyesuaikan dengan trend yang sedang berkembang pada saat itu.

Biasa nya dalam 1 tahun di bagi menjadi 2 kategori sesuai dengan musim fashion yaitu S/S Spring dan Summer serta S/S Fall dan Winter dimana hal tersebut mengikuti 4 musim karena e-commerce ENSEMBLE THE LABEL sendiri bisa di akses seluruh dunia , hal ini dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan dari seluruh perempuan yang menjadi konsumen. Mereka juga merupakan perusahan yang sedang melakukan usaha untuk mengurangi sampah produksi dengan melakukan pengelolaan limbah agar dapat di daur ulang.

1.1.3 Visi, Misi dan Logo perusahaan Ensemble The Label a. Visi

“Menjadi sebuah brand yang dapat meningkatkan kesadaran akan lingkungan dan dapat mengedukasi perempuan tentang body positivity,awarness dan conscious living"

b. Misi

1) Memberikan pengalaman berbelanja yang baik terhadap konsumen. 2) Mencapai posisi stabil di dalam pasar.

3) Menciptakan lingkungan kerja terbaik.

4) Menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan 5) Menjaga lingkungan dalam proses produksi.

c. Logo Perusahaan

Gambar 1.1 Logo Ensemble the label

Sumber:www.ensemblethelabel.com, diakses 30 april 2018

Simbol menjadi lebih penting bagi perusahaan yang bergerak di sektor jasa yang menjaga pelayanan, kredibilitas dan keramahan manusia di dalamnya, Simbol-simbol tersebut dimaksud agar lebih mudah diingat oleh konsumen, juga agar dijiwai oleh segenap karyawan. Pemakaian logo pada perusahaan dapat memberikan arti sebagai identitas untuk memisahkan hal pengenalan dan kekhususan suatu perusahaan.

Logo Ensemble The Label yang menggunakan bold huruf kapital memiliki makna sebagai berikut:

(3)

3 1) Warna hitam yang memiliki arti percaya diri

2) Huruf kapital melambangkan efek ketegasan.

3) Ensemble sendiri merupakan brand yang memiliki produk spesifik simple dan sophisticated.

1.1.4 Struktur Organisasi Ensemble The Label

Setiap organisasi perusahaan mempunyai cita-cita dan berorientasi pada tujuannya. Hal ini tertuang kedalam struktur organisasi dimana dengan adanya struktur organisasi tercipta pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas dan tegas antara suatu bagian dengan bagian lainnya sehingga setiap anggota mengetahui kedudukan tugas dan tanggung jawabnya serta batas - batas wewenang masing - masing didalam pelaksanaan tugas sistem organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan atau organisasi. Ensemble The label sebagai sebuah perusahaan yang masih berada di tahap growing menggunakan struktur organisasi garis yang sesuai dengan kondisi perusahaan tersebut yaitu:

a. Pembagian tugas dapat dibedakan secara tegas dan jelas.

b. Wewenang dari puncak pimpinan dilimpahkan pada bawahannya dalam bidang pekerjaan yang sudah ditentukan berdasarkan spesialisasi tugas dimana spesialisasi tidak membuat personel hanya memikirkan tugasnya saja namun saling bekerjasama untuk mencapai tujuan dan target yang telah ditetapkan. c. Jenjang manajemen mempunyai wewenang mengemukakan pendapat dan

bertanggung jawab kepada jenjang manajemen yang membawahinya.

Untuk saat ini Ensemble masih di pimpin oleh Bonnie Arief sebagai Founder, Kepala desainer dan Diva Arief sebagai Co-founder desainer dan illustrator dalam proses produksi, serta bagian Marketing Sales dan di bantu oleh 10 orang penjahit dalam proses produksi pakaian siap pakai perempuan. Di karena kan ensemble masih merupakan brand yang di anggap start-up maka manajemen nya saat ini pun masih sesuai dengan kebutuhan pokok dan masih menggunakan bantuan keluarga.

(4)

4 1.2 Latar Belakang Penelitian

Perkembangan teknologi dan informatika pada era globalisasi ini memberikan dampak yang positif disegala bidang. Internet menjadi faktor utama dalam keseharian masyarakat yang dapat saling terhubung diseluruh dunia sehingga pertukaran informasi mulai dari proses penyampaian sampai penerimaan informasi dapat terjadi secara global. Berdasarkan riset Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesi((APJII) di akses 10 April 2018 )data yang di ambil survei terakhir di tahun 2017, negara Indonesia merupakan negara yang produktif dalam menggunakan internet, hal ini ditandai dengan jumlah pengguna internet yang terus meningkat setiap tahunnya. Dapat di lihat pada gambar 1.3 dibawah ini.

Gambar 1.2 Chart Pengguna Internet

Sumber:www.APJII.com, diakses 10 april 2018

Berdasarkan chart tersebut bahwa pengguna internet di Indonesia 143,7 juta. Berdasarkan gambar 1.2 Penggunaan internet di Indonesia merupakan potensi yang baik untuk kemajuan ekonomi digital Indonesia. Pertumbuhan pengguna internet juga berimbas pada peningkatan bisnis e-commerce dan bisnis online lainnya. Hal ini tentunya dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja yang dapat menurunkan angka pengangguran di Indonesia.

(5)

5 Gambar 1.3

Chart Penetrasi E-commerce Diberbagai Negara

Sumber:Wearesocial.com diakses 02 Mei 2018

Dari gambar 1.3 kita ketahui 41% masyarakat indonesia melakukan proses jual beli secara online dengan menggunakan e-commerce dari data tersebut dapat kita ketahui bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia sudah menggunakan e-commerce dalam kehidupan sehari-hari. Berikut lampiran kunjungan website Ensemble The label pada gambar 1.5 dibawah ini:

Gambar 1.4

Kunjungan Website Ensemble The label

Sumber: website-visit.com diakses 01 Mei 2018

Salah satu e-commerce yang ada di Indonesia, peneliti mengambil objek Ensemble The Label yang merupakan salah satu e-commerce international yang

(6)

6 telah hadir di Indonesia pada awal tahun 2011 yang membawa pengalaman berbelanja Business to Customer (B2C) dengan memfasilitasi pembeli dengan proses pembayaran yang aman dan pengaturan logistik yang terintegrasi. Hal ini dapat membuktikan bahwa Ensemble The Label telah mampu bersaing dengan berbagai e-commerce lainnya yang sudah ada di Indonesia, berikut gambar dari beberapa website e-commerce dengan jenis bisnis yang sama.

Gambar 1.5

Perbandingan Kunjungan Zalora dan Sociolla

Sumber: ipricehighnet.com diakses 30 April 2018

Dari gambar 1.4 di atas zalora dan sociolla merupakan e-commerce dari perusahaan Internasional dengan jumlah pengunjung rata-rata 2000-4000 pengunjung setiap bulan dapat kita katakan Ensemble The Label dapat bertahan walaupun merupakan bisnis Start-up dari Indonesia.

Seiring dengan berkembangnya e-commerce yang sangat pesat, mendorong berbagai perusahaan untuk melakukan inovasi baru dalam melakukan pembelian secara online, contohnya pada matahari mall yang kini telah mengeluarkan situs e-commerce dengan tujuan memudahkan konsumennya.

Seperti yang dibahas didalam (Hafif, 2013) terdapat beberapa keuntungan online shopping yang menjadi alasan konsumen beralih pada sistem online shopping ini dan menjadikan cara berbelanja yang baru, karena berbagai alasan seperti berikut: a. Konsumen dapat dengan mudah membandingkan harga, kualitas dan biaya

pengiriman barang atau jasa dari sebuah toko online dengan toko lainnya. b. Konsumen dapat dengan mudah mencari informasi diskon atau promo.

c. Konsumen dengan mudah menemukan barang–barang yang diinginkan tanpa dengan memasukkan kata kunci barang.

d. Online shop menawarkan pilihan yang lebih beragam daripada toko offline

e. Konsumen bisa menghemat tenaga dan waktu dengan belanja online dari pada offline.

(7)

7 Dikutip dalam (Majalah Marketing edisi Agustus 2016), terdapat beberapa karakter yang mewakili karakteristik konsumen Indonesia yang sering melakukan impulse buying, yaitu:

a. Konsumen Indonesia cenderung masih belum memiliki perencanaan yang baik. Itulah sebabnya tingkat impulse buying di Indonesia masih tinggi. b. Pikiran jangka pendek masih tetap dimiliki oleh konsumen Indonesia seperti

sifat tergesa-gesa, ingin cepat, dan instan.

c. Adaptif dengan teknologi, dengan hadirnya teknologi baru konsumen Indonesia mampu dengan cepat menyerap.

Produk fashion merupakan salah satu kebutuhan sandang manusia, dan termasuk dalam kategori durable goods diantaranya adalah pakaian, sepatu, tas dan sebagainya. Barang ini dikonsumsi dengan jarak frekuensi yang panjang dan biasanya dikonsumsi kembali di waktu yang cukup lama atau pada waktu tertentu saat dibutuhkan. Namun kebutuhan fashion saat ini hampir menjadi kebutuhan pokok sebagian orang khususnya wanita. Terkadang untuk memenuhinya calon konsumen memerlukan kecepatan dan kemudahan dalam mencari informasi dan melakukan pembelian. Dengan adanya perkembangan teknologi internet, telah menghadirkan kemudahan bagi setiap orang, bukan sekedar untuk berkomunikasi namun juga melakukan transaksi bisnis kapan saja dan dimana saja. Aktivitas perdagangan (trading activities) sekarang dapat dilakukan melalui dunia maya yang saat ini dikenal dengan e-commerce.

Menurut Kotler & Keller (2016:48) Promosi merupakan aktivitas yang menyampaikan manfaat produk dan membujuk atau menarik perhatian pelanggan untuk membelinya. Pada saat ini dalam perilaku konsumen terdapat perubahan perilaku yaitu perilaku orang yang berbelanja dengan terencana menjadi tidak terencana. Keadaan ini melibatkan faktor Hedonic Shopping Motivation yang dimiliki seseorang yang dapat dipengaruhi oleh adanya berbagai penawaran menarik sehingga dapat mendorong dan mempermudah konsumen dalam memenuhi kebutuhannya dengan berbelanja secara hedonis tanpa memperdulikan manfaat produk yang di beli, demi memenuhi kesenangannya (Alba dan Williams 2012). Menurut (Darma & Japarianto, 2014:80) sebagian orang menganggap kegiatan belanja dapat menjadi alat untuk menghilangkan stress, dan menghabiskan uang dapat mengubah suasana hati seseorang berubah secara signifikan.

(8)

8 Gambar 1.6

Kunjungan Website Ensemble The label

Sumber: Owner Ensemble 8 Januari 2018

Data dari Gambar 1.5 di atas adalah traffic yang terjadi di website Ensemble The Label pada saat pergantian musim untuk launching F/W 2018 yang dapat di lihat terjadi peningkatan dalam kunjungan website sebesar 70,03% .Dimana hal tersebut terjadi setelah Ensemble melakukan upload di Instagram dan website. Dapat di simpulkan Ensemble meningkatkan Impulse Buying dan Hedonic Shopping Motivation kategori Adventure Shopping,Idea Shopping dan Value Shopping serta Shopping Lifestyle kategori Interest pada saat melakukan promosi. Dari hasil wawancara dengan Bonnie Arief sebagain Owner Ensemble The Label peningkatan Traffic seperti contoh tersebut juga terjadi di saat Ensemble melakukan pemberian potongan harga.

Alasan lain yang akan menimbulkan impulse buying diantaranya karena harga rendah, kebutuhan untuk memiliki produk, emosi, kontrol diri yang rendah, dan juga dikarenakan oleh kespoontanan perilaku individu saat berbelanja (Ozen dan Engizek, 2013). Dari hasil wawancara peneliti dengan 3 orang konsumen Ensemble The Label yang bernama Riza seorang karyawan perusahaan swasta, Adis seorang mahasiswa dan Putri seorang wirausaha yang ketiga nya merupakan konsumen dari Ensemble The Label yang telah melakukan lebih dari 8 kali transaksi dalam 4 tahun terakhir, dimana dipertimbangkan bahwa Ensemble mengeluarkan 2 koleksi dalam satu tahun sehingga dapat di katakan mereka merupakan pelanggan setia yang melakukan transaksi hampir di setiap hadir nya koleksi baru dari Ensemble. Dari ketiga konsumen ini mereka mengatakan bahwa mereka melakukan pembelian didasari oleh keinginan untuk mengikuti trend terbaru, Ensemble juga merupakan brand yang mencerminkan gaya hidup mereka dimana ketiga konsumen memiliki satu persamaan yaitu mereka menyukai desain dari produk Ensemble The Label dan

(9)

9 pandangan dari Ensemble The Label itu sendiri terhadap woman empowerment, dan mereka merasa senang pada saat melakukan pembelian.

Mereka juga melakukan transaksi didasari oleh dorongan yang terjadi akibat aktivitas brand tersebut melakukan promosi melalui influencer di sosial media yang menyebabkan mereka memiliki dorongan untuk melakukan pembelian karena hal tersebut. Khusus konsumen yang bernama Adis mengatakan bahwa dia melakukan transaksi atau kegiatan belanja di dasari kebiasaan untuk menghabiskan waktu, sebagai karyawan berusia 24 tahun yang masih di support orangtua nya dia melakukan transaksi untuk menghilangkan kejenuhan dari pekerjaan nya sehari-hari dengan gaji yang dimiliki nya sebagian besar masih belum digunakan untuk kehidupan sehari-hari karena masih hidup dengan orang tua nya.

Dengan melihat kondisi ini, dapat kita simpulkan dari keterangan 3 orang konsumen dalam sesi wawancara bahwa keterangan yang mereka sampaikan masuk ke dalam kategori Hedonic shopping menurut Ozen dan Engizenk (2013:81) yang terdiri dari Adventure shopping, Idea Shopping, Value Shopping, dan Social Shopping. dimana keterangan dari 3 konsumen tersebut memenuhi kriteria dari teori ini. Begitu pun dengan teori Shopping lifestyle menurut (Japarianto dan Sugiharto, 2011:46), Shopping lifestyle menggambarkan aktivitas seseorang dalam menghabiskan waktu dan uang. Dengan adanya ketersediaan waktu, konsumen akan memiliki banyak waktu untuk berbelanja dan dengan uang konsumen akan memiliki daya beli yang tinggi, hal ini merupakan sebuah peluang bagi para markeeter khususnya pada e-commerce Ensemble The Label untuk membantu konsumen dalam memenuhi gaya hidupnya sehingga dapat mendorong terjadinya perilaku impulse buying yang juga dapat memberikan profit bagi suatu perusahaan.

Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai hal tersebut secara lebih umum dengan melakukan penelitian terhadap konsumen lain nya, maka peneliti memutuskan untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Hedonic Shopping Motivation dan Shopping Lifestyle Terhadap Impulse Buying Pada Konsumen Ensemble The Label”.

(10)

10 1.3 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Bagaimana Hedonic shopping motivation pada konsumen Ensemble The Label ? b. Bagaimana Shopping Lifestyle pada konsumen Ensemble The Label ?

c. Bagaimana Impulse buying pada konsumen Ensemble The Label ?

d. Seberapa besar pengaruh Hedonic shopping motivation dan Shopping Lifestyle terhadap Impulse buying pada konsumen Ensemble The Label secara simultan? e. Seberapa besar pengaruh Hedonic shopping motivation dan Shopping Lifestyle

terhadap Impulse buying pada konsumen Ensemble The Label secara parsial?

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan pada rumusan masalah yang tertera diatas, adapun tujuan dari penelitian ini yaitu:

a. Untuk mengetahui Hedonic shopping motivation pada konsumen Ensemble The Label.

b. Untuk mengetahui Shopping Lifestyle pada konsumen Ensemble The Label. c. Untuk mengetahui Impulse buying pada konsumen Ensemble The Label.

d. Untuk mengetahui seberapa pengaruh Hedonic shopping motivation dan Shopping Lifestyle terhadap Impulse buying pada konsumen Ensemble The Label secara simultan.

e. Untuk mengetahui seberapa pengaruh Hedonic shopping motivation dan Shopping Lifestyle terhadap Impulse buying pada konsumen Ensemble The Label secara parsial.

1.5 Kegunaan Penelitian 1.5.1 Aspek Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan meningkatkan pemahaman dalam kajian hedonic shopping motivation dan Shopping Lifestyle pada commerce serta keilmuan dalam teori pemasaran, seiring dengan perkembangan e-commerce dalam dunia bisnis, yang awalnya menekankan interaksi secara fisik antara penjual dan pembeli, menjadi menekankan pada pemanfaatan media internet

(11)

11 dalam mendorong pembelian secara impulsif pada toko online. Penelitian ini sebagai referensi yang dapat menjadi bahan perbandingan dalam penelitian selanjutnya di masa yang akan datang.

1.5.2 Aspek Praktis

Aspek praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikandan menjadi bahan pengambilan keputusan bagi masyarakat untukmendapatkan rasa aman dalam melakukan pembelian secara impulsif akibat dari faktor hedonic shopping motivation dan shopping lifestyle pada toko online terkhusus pada Ensemble The Label. Penelitian ini juga sebagai masukan bagi pihak yang terkait pada toko online Ensemble The Label.

1.6 Waktu dan Periode Penelitian

Gambar

Gambar 1.1  Logo Ensemble the label
Gambar 1.2  Chart Pengguna Internet

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak Perusahaan khususnya perusahaan-perusahaan yang bergerak di Sektor Pertambangan untuk mengetahui

Melihat pentingnya analisis yang harus dilakukan oleh bisnis e-commerce aplikasi online grocery, mengolah data review pengguna adalah analisis persepsi dominan pengguna aplikasi

Dalam sebuah perusahaan kualitas produk sangat penting untuk dapat mempertahankan konsumen Menurut Hidayat (2009) kualitas produk menjadi salah satu faktor penting yang

Industri transportasi membutuhkan armada yang memadai, sehingga bagi perusahaan yang ingin bergerak pada industri tersebut dibutuhkan kemampuan dan kekuatan

PT Angkasa Pura II (Persero), merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang usaha pelayanan jasa kebandarudaraan dan pelayanan jasa terkait bandar udara

Padahal bila bercermin dari perusahaan yang bergerak pada bidang yang sama, seperti Hooch, perusahaan ini dapat menjadi start-up global pada bidang food & beverage yang

merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi makanan, dari hasil produksi tersebut disebar dan dijual hingga akhirnya dikonsumsi oleh masyarakat,

Ketika tingginya tingkat persaingan e-commerce di Indonesia terus meningkat, Blibli.com yaitu satu-satunya situs commerce dengan konsep online shopping mall di Indonesia ini