• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pokja PPSP Kabupaten OKU TIMUR II - 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pokja PPSP Kabupaten OKU TIMUR II - 1"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Pokja PPSP Kabupaten OKU TIMUR II - 1

2.1. Geografis, Administratif dan Kondisi Fisik

Kabupaten OKU TIMUR di bentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003 Tentang Pembentukan Kabupaten OKU TIMUR, Kabupaten OKU SELATAN, dan Kabupaten OGAN ILIR Provinsi Sumatera Selatan, dan diresmikan oleh Gubernur Sumatera Selatan pada tanggal 17 Januari 2004 dengan ditunjuk Pejabat Sementara Bupati OKU TIMUR.

2.1.1 Kondisi Geografis dan Administratif

Sesuai dengan UU Nomor 37 Tahun 2003 luas wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU TIMUR) adalah 3.370 Km², dimana sebagian besar dari wilayah tersebut adalah dataran rendah dan cenderung rata kecuali di wilayah Kecamatan Martapura dan sekitarnya yang cenderung berbukit.

Kabupaten OKU TIMUR secara geografis terletak pada 1030 40’ Bujur Timur – 1040 33’ Bujur Timur dan 30 45’ Lintang Selatan – 40 55’ Lintang Selatan.

Adapun secara administrasi wilayah Kabupaten OKU TIMUR memiliki batas-batas sebagai berikut :

• Sebelah Utara : Kabupaten Ogan Komering Ilir (Kecamatan Tanjung Lubuk dan Lempuing) dan Kabupaten Ogan Ilir (Kecamatan Muara Kuang)

• Sebelah Timur : Kabupaten Ogan Komering Ilir (Kecamatan Lempuing dan Kecamatan Mesuji)

• Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Provinsi Lampung (Kabupaten Way Kanan) dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (Kecamatan Simpang).

• Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu (Kecamatan Lengkti, Sosoh Buay Rayap, Baturaja Timur dan Peninjauan )

Kabupaten OKU TIMUR Tahun 2012 terdiri dari 20 kecamatan dan 293 desa dengan kecamatan terluas adalah Kecamatan Belitang I dengan luas wilayah 354,50 Ha atau 10,53 % dari total luas wilayah kabupaten, sementara itu Kecamatan Belitang Jaya memiliki luas wilayah terkecil diantara kecamatan lainnya dengan luas 45,97 % atau hanya 1,36 % dari luas total wilayah Kabupaten.

(2)
(3)
(4)

Pokja PPSP Kabupaten OKU TIMUR II - 4

2.1.2 Kondisi Fisik Dasar Kabupaten 2.1.2.1 Topografi

Topografi dan ketinggian di wilayah Kabupaten OKU TIMUR berkisar antara 35 – 67 meter di atas permukaan laut. Bentuk lapangan (topografi), keadaan tanah di wilayah Kabupaten dapat digolongkan ke dalam wilayah datar (peneplain zone), bergelombang (piedmont zone) dan berbukit (hilly zone).

2.1.2.2 Kondisi Geologi

Wilayah Kabupaten OKU TIMUR termasuk dalam cekungan Sumatera Selatan (Gafur dkk, 1994 Cekungan sedimentasi ini kaya akan endapan batu bara. Batuan yang yang mengisi Sumatera Selatan ini dapat dikelompokkkan kedalam formasi talangkar, formasi baturaja,formasi gumai,formasi air benakat,formasi muara enim dan formasi kasai (Dinas Pertambangan 2010).

A. Formasi Baturaja

Yang termasuk dalam formasi ini terdiri dari batu gamping terumbu, kalkarenit,napal dan serpih gampingan.

B. Formasi Gumai

Formasi Gumai terdiri dari serpih, napal, batu lempung yang berselingan dengan batu pasir dan batu lanau. Batu pasir umumnya terdapat dalam lapisan-lapisan tipis antara 20-50 cm.

C. Formasi Air Benakat

Terdiri dari perselingan antara batu lempung, batu pasir tufaan, napal dan serpih. Lapisan batuan pada umumnya tipis-tipis antara 20 - 30 cm.

D. Formasi Muara Enim

Terdiri dari batu lempung berlapis tipis, batu lanau, batu pasir tufaan dengan sisipan lapisan batu bara.

E. Formasi Kasai

Batuan ini terdiri dari konglomerat batu pasir kuarsa, batu lempung tufaan dan tufa batu apung. Batuan pada umumnya bersifat lepas dan mudah diremas. Pada tempat-tempat tertentu dijumpai lapisan liknig dan kumpulan sisa daun dan tumbuhan.

F. Endapan Teras Komering

Dalam dataran ini mengalir sungai yang relatif kering sebagian besar berhulu pada dataran tersebut. Sebaran satuan ini umumnya searah dengan aliran Sungai Komering. G. Endapan Komering Tua

Dataran Komering tua dibatasi oleh Sungai Belitang disebelah Timur dan Sungai Muncak disebelah Baratnya. Bekas Sungai Komering Tua diperlihatkan oleh jejak alur yang bermiander yang sekarang dipakai sebagai lahan permukiman. Sebagian besar dataran rendah terdiri dari lempung kecuali bekas dari aliran sungai yang terdiri dari pasir dan kerikil.

H. Endapan Sungai Purba

Jejak aliran sungai Purba ditemui di dataran Komering Tua dan dataran Alluvial Komering Muda. Di dataran Komering Tua yang hampir seluruhnya dimanfaatkan sebagai lahan usaha bekas aliran sungai ini dipakai sebagai daerah permukiman. Hal ini disebabkan karena peduduk lebih mudah mendapatkan air bersih dengan membuat sumur gali dari bekas alur sungai tersebut disamping itu daerah ini tidak banjir karena relatif lebih tinggi dari daerah sekitarnya.

(5)

Pokja PPSP Kabupaten OKU TIMUR II - 5 I. Endapan Alluvial Komering Muda

Dataran rendah ini merupakan dataran banjir yang disebabkan oleh erosi kesamping (lateral) dari sungai. Dibagian hulu dataran berukuran sempit, makin kehilir makin melebar. Dibagian Hilir dataran Komering Muda berupa rawa-rawa yang diisi oleh endapan lempung yang dibawa oleh aliran sungai.

J. Tubuh Intrusi

Batuan intrusi ini oleh penduduk digunakan sebagai bahan bangunan disamping berfungsi sebagai sumber air yang muncul dari rekahannya.

K. Satuan Vulkanik Ranau

Terdiri dari endapan Piroklastik bersusunan Riolit, Tufa dengan sisipan batu lempung.

2.1.2.3 Kemiringan Lereng

Secara topografis, wilayah Kabupaten OKU TIMUR dapat digolongkan ke dalam wilayah datar (Peneplain Zone), bergelombang (Piedmont Zone), dan sebagian lagi merupakan daerah berbukit yang memiliki ketinggian elevasi bervariasi, yaitu antara 42 meter sampai elevasi tertinggi mencapai 87 meter diatas permukaan laut (dpl) dan kemiringan lereng bervariasi antara 0-2% dan 2-15%. Wilayah datar terdapat di Kecamatan Belitang dan Kecamatan Buay Madang, sedangkan wilayah berbukit terdapat di sebagian Kecamatan Martapura.

Fisiografi Kabupaten OKU TIMUR merupakan bagian dari Zona Pegunungan Barisan dan Zona Cekungan. Zona Pegunungan Barisan dicirikan oleh bentang alam kerucut gunung api, pegunungan dan perbukitan bergelombang yang dibentuk oleh batuan terobosan berkomposisi andesitik – granitis, piroklastik dan batuan sedimen Tersier; sedang Zona Cekungan dicirikan oleh bentang alam dataran berundulasi rendah dan landai yang sebagian besar dibentuk oleh endapan aluvial sungai; di beberapa tempat terdapat batuan sedimen Tersier dan setempat endapan rawa dan batugamping terumbu.

Morfologi wilayah Kabupaten OKU TIMUR terbagi kedalam 3 satuan, terdiri dari pegunungan, perbukitan bergelombang dan dataran rendah.

Morfologi pegunungan menempati area hampir 8% luas wilayah Kabupaten OKU TIMUR yang berada di bagian Timur dan memanjang Barat laut – Tenggara. Bentuk topografi bertimbulan kasar dengan lereng terjal, ketinggian berkisar 100 m – 200 m diatas permukaan laut. Satuan ini dibentuk oleh batuan produk gunung api dan sedimen Tersier. Sungai – sungainya berpola aliran paralel dan dendritik dan lembah sungai umumnya berbentuk ”V”.

Morfologi perbukitan bergelombang menempati area hampir 30% luas wilayah Kabupaten OKU TIMUR, terletak dibagian tengah dan memanjang barat laut – tenggara; satuan ini dicirikan oleh pebukitan membulat dengan lereng agak terjal – landai, terbentuk oleh batuan sedimen tersier, ketinggian berkisar 40 meter hingga 100 meter diatas muka laut. Sungai–sungainya berpola aliran rektangular dan dendritik dengan lembah–lembahnya berbentuk ”U” hingga bentuk ”V”. Tingkat erosi ke arah horisontal dan vertikal relatif seimbang.

Morfologi dataran rendah menempati area hampir 65% luas wilayah Kabupaten OKU TIMUR, terletak di bagian Timur dan memanjang Barat laut – Tenggara; satuan ini dicirikan oleh topografi halus dan datar dengan ketinggian mencapai 40 meter diatas muka laut. Satuan ini terbentuk oleh endapan aluvial Kuarter, di beberapa tempat sedimen Tersier dan setempat batugamping terumbu. Sungai- sungainya berfase dewasa – tua dan bermeander dengan lembah – lembahnya landai, tingkat erosi ke arah horizontal besar.

(6)

Pokja PPSP Kabupaten OKU TIMUR II - 6

2.1.2.4 Iklim

Curah hujan yang terjadi dapat dipengaruhi oleh kondisi iklim, kondisi geografis dan perputaran arus udara. Akibatnya jumlah curah hujan yang tercatat dimasing-masing stasiun pengamatan ataupun BPP/BIP tidak sama. Sebagai akibat dari letak geografis dan kondisi topografis wilayah yang berbukit–bukit, maka berdasarkan klasifikasi iklim menurut Schmidt dan Ferguson, daerah Kabupaten OKU TIMUR tergolong tipe iklim C dengan tingkat kelembapan 60 – 70 %. Jumlah bulan basah 3,6 dan bulan kering 3,2 dengan rata – rata dimulai dari bulan Oktober dan berakhir pada bulan Juli.

Kondisi iklim di Kabupaten OKU TIMUR termasuk tropis basah dengan variasi curah hujan antara 2.554 – 3.329 mm/tahun. Bulan terkering adalah bulan Juli dengan curah hujan sekitar 280 mm. Periode kering antara bulan Mei – Agustus dengan curah hujan antara 113 – 175 mm. Suhu bervariasi dengan rata-rata 22 – 31oC. Angin bertiup antara 15 – 20 km/jam. Ditinjau dari jumlah hari hujan menurut data yang diperoleh dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten OKU TIMUR pada tahun 2010 jumlah hari hujan berkisar anatara satu hingga 11 hari, dengan rata– rata setiap bulannya sebanyak 5,67 hari.

2.1.2.5 Tutupan Lahan

Pola Penggunaan Lahan di Kabupaten OKU TIMUR dapat dikelompokan menjadi beberapa jenis, yaitu Pemukiman, Industri Pertambangan, Sawah, Perkebunan, Hutan, Jalan dan Sungai dan lain-lain. Penggunaan Lahan Eksisting di Kabupaten OKU TIMURdidominasi oleh Sawah Non Irigasi dengan luas areal mencapai 82.388 Ha atau mencapai 24,45 % dari luas total wilayah Kabupaten, disusul oleh Perkebunan Rakyat dengan luas areal mencapai 78.896 Ha yang berkontribusi sebesar 23,41% dari luas total wilayah Kabupaten

2.1.2.6 Daerah Rawan Bencana

Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten, Potensi Bencana Alam perlu diidentifikasi terlebih dahulu sebelum merekomendasikan pengembangan. Bencana geologi seperti gempa bumi, letusan gunung api, banjir dan gerakan tanah, sangat berkaitan dengan kondisi geologi setempat. Dengan mengetahui potensi bencana, maka dapat dilakukan upaya mitigasinya, sehingga dampak yang ditimbulkannya dapat ditekanan seminimal mungkin.

Kabupaten OKU TIMUR memiliki kawasan rawan bencana, yaitu banjir dan longsoran tebing sungai. Banjir yang melanda kawasan ini, hampir terjadi setiap tahun pada musim penghujan. Pada kurun waktu 2002 -2009 menunjukan bahwa pada bulan-bulan November hingga April curah hujan tinggi, yaitu berkisar antara 266-364 mm.

2.2.2.7 Potensi Rawan Banjir

Kawasan yang berpotensi banjir di Kabupaten OKU TIMUR berada dibagian utara yaitu sepanjang aliran Sungai Komering dan di kawasan antara pertemuan Sungai Macak, Sungai Belitang dan Sungai Hitam. Daerah banjir ini morfologinya datar dan kondisi batuannya didominasi oleh batu lempung yang tingkat resapannya rendah.

Data curah hujan, kondisi morfologi dan geologi merupakan faktor-faktor yang memegang peranan penting dalam terjadinya banjir. Jenis banjir yang terdapat di Kabupaten OKU TIMUR adalah banjir luapan sungai, karena semua air genangan berasal dari sungai yang tidak tertampung pada alirannya. Banjir ini sifatnya musiman yang dapat berlangsung selama berhari-hari atau mingguan tergantung intensitas curah hujan.

(7)

Pokja PPSP Kabupaten OKU TIMUR II - 7

2.1.2.8 Longsoran

Bencana longsoran di wilayah Kabupaten OKU TIMUR terdapat di sekitar aliran Sungai Komering yang memiliki tebing yang curam. Longsoran terjadi akibat kuatnya pengikisan aliran sungai atau erosi. Hal ini menjadi kendala bila pengikisan yang terjadi berdekatan dengan sarana jalan atau wilayah permukiman penduduk. Lokasi rawan longsoran tebing sungai terdapat disebelah selatan Desa Sabalio, Desa Banumas dan selatan Desa Rasuan. Upaya pencegahannya dapat dilakukan dengan memasang bronjong-bronjong kawat yang berisi bongkah batu pada dinding sungai.

2.2 Demografi

2.2.1 Jumlah dan Kepadatan Penduduk

Berdasarkan kondisi eksisting Jumlah Penduduk Kabupaten OKU TIMUR tercatat 609.982 jiwa dengan jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan di Kecamatan Buay Madang Timur yakni 53.450 jiwa, sedangkan jumlah penduduk terendah Kecamatan berada di Kecamatan Buay Pemuka Bangsa Raja dengan jumlah penduduk 11.055 jiwa.

2.2.2 Laju Pertumbuhan Penduduk

Laju pertumbuhan penduduk selama 7 tahun terakhir (2003–2010) tercatat semakin meningkat seiring dengan meningkatnya pembangunan yang giat dilaksanakan. Laju pertumbuhan penduduk dari tahun 2003 – 2010 adalah sebesar 8,65% yang berarti mengalami pertumbuhan 1,58% per tahunnya.

2.2.3 Proyeksi Penduduk Kabupaten OKU TIMUR

Pertumbuhan penduduk pada interval tahun 2003–2010 menunjukkan peningkatan positif

pada masing-masing kecamatan, namun pertumbuhan penduduk di wilayah Kabupaten OKU TIMUR memiliki kecenderungan pertumbuhan yang berbeda-beda pada setiap kecamatan sehingga terdapat perbedaan rumus persamaan garis. Pertumbuhan penduduk yang berbeda-beda disebabkan oleh perberbeda-bedaan prasarana dan sarana wilayah dan banyak faktor lainnya. Oleh karena itu untuk menentukan persamaan garisnya yang digunakan sebagai alat memproyeksikan penduduk dilakukan analisis kesesuaian rumus dengan skenario rencana yang ditentukan berdasarkan fakta empiris dan teoritis.

Fakta empiris diketahui berdasarkan tren eksisting dan potensi pengembangan masing-masing kecamatan. Sedangkan kerangka teoritis dibutuhkan untuk menentukan asumsi dari fakta-fakta eksisting serta potensi pengembangan wilayah sehingga tahap awal skenario rencana dapat ditentukan. Rumusan tren eksisting dan potensi wilayah disesuaikan dengan skenario rencana sehingga dapat ditentukan kebijakan estimasi proyeksi penduduk yang sesuai dengan struktur dan pola ruang.Berdasarkan analisis estimasi pertumbuhan penduduk Kabupaten OKU TIMUR tahun 2003 – 2010.

Berdasarkan hasil proyeksi jumlah penduduk Kabupaten OKU TIMUR sampai tahun 2017, didapatkan perkiraan jumlah penduduk 679. 984 jiwa. Jumlah penduduk tertinggi pada tahun 2017 terdapat pada Kecamatan Buay Madang Timur dengan jumlah penduduk 59.663 jiwa sedangkan jumlah penduduk terendah terdapat pada Buay Pemuka Bangsa Raja dengan jumlah penduduk yaitu 12.328 jiwa. Proyeksi penduduk untuk 5 tahun dapat dilihat pada tabel 2.3.

(8)

Pokja PPSP Kabupaten OKU TIMUR II - 8

Tabel 2.3. Jumlah dan Kepadatan Penduduk Saat Ini dan Proyeksinya Untuk 5 tahun

Jumlah Penduduk Jumlah KK Tingkat Pertumbuhan

Tahun Tahun Tahun (%)

No Nama Kecamatan

2012 2013 2014 2015 2016 2017 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2012 2013 2014 2015 2016 2017

1 Martapura 49.630 50.414 51.209 52.018 52.839 53.673 12.539 12.737 12.938 13.142 13.349 13.560 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57

2 Bunga Mayang 16.427 16.687 16.950 17.218 17.489 17.765 4.041 4.105 4.169 4.235 4.302 4.370 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 3 Jayapura 11.996 12.186 12.378 12.574 12.772 12.974 11.816 12.002 12.192 12.384 12.579 12.778 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57

4 Buay Pemuka Peliung 32.473 32.985 33.506 34.035 34.572 35.118 8.558 8.693 8.830 8.970 9.111 9.255 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 5 Buay Madang 36.817 37.398 37.989 38.588 39.197 39.816 9.979 10.137 10.297 10.459 10.624 10.792 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57

6 Buay Madang Timur 55.169 56.040 56.925 57.823 58.736 59.663 14.827 15.061 15.299 15.541 15.786 16.035 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57

7

Buay Pemuka Bangsa

Raja 11.399 11.579 11.762 11.948 12.136 12.328 3.448 3.502 3.557 3.613 3.670 3.728 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57

8 Madang Suku II 29.356 29.820 30.290 30.768 31.254 31.747 7.287 7.402 7.519 7.638 7.758 7.881 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57

9 Madang Suku III 24.319 24.703 25.093 25.489 25.891 26.300 8.987 9.129 9.273 9.419 9.568 9.719 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 10 Madang Suku I 35.164 35.720 36.283 36.856 37.438 38.029 9.087 9.231 9.376 9.524 9.675 9.827 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57

11 Belitang Madang Raya 42.210 42.876 43.553 44.240 44.939 45.648 10.229 10.390 10.554 10.721 10.890 11.062 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 12 Belitang 51.971 52.791 53.624 54.471 55.331 56.204 14.102 14.325 14.551 14.781 15.014 15.251 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57

13 Belitang Jaya 18.770 19.066 19.367 19.673 19.983 20.299 5.493 5.580 5.668 5.758 5.849 5.941 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 14 Belitang III 33.925 34.461 35.005 35.557 36.118 36.689 8.987 9.129 9.273 9.419 9.568 9.719 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57

(9)

Pokja PPSP Kabupaten OKU TIMUR II - 9

15 Belitang II 41.003 41.650 42.308 42.976 43.654 44.343 10.819 10.990 11.163 11.340 11.519 11.700 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 16 Belitang Mulya 20.466 20.789 21.117 21.451 21.789 22.133 5.603 5.692 5.781 5.873 5.965 6.059 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57

17 Semendawai Suku III 37.839 38.436 39.043 39.659 40.285 40.921 9.666 9.819 9.974 10.131 10.291 10.454 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 18 Semendawai Timur 33.660 34.191 34.731 35.279 35.836 36.402 9.184 9.329 9.476 9.626 9.777 9.932 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57

19 Cempaka 25.987 26.397 26.814 27.237 27.667 28.104 6.830 6.938 7.047 7.159 7.272 7.386 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57 1,57

(10)

Pokja PPSP Kabupaten OKU TIMUR II - 10

2.2.4 Struktur Penduduk

2.2.4.1 Struktur Penduduk Menurut Jenis Kelamin

Berdasarkan data penduduk menurut jenis kelamin tahun 2010 diketahui bahwa perbandingan penduduk laki-laki lebih besar dibandingkan dengan penduduk perempuan. Dari data tahun 2010 tersebut, penduduk Kabupaten OKU TIMUR memiliki komposisi menurut jenis kelamin sebagai berikut: jumlah laki – laki sebanyak 312.315 jiwa, dan perempuan 297.667 jiwa.

2.2.4.2 Struktur Penduduk Berdasarkan Golongan Umur

Struktur penduduk menurut kelompok umur di Kabupaten OKU TIMUR pada tahun 2010, menunjukkan kelompok umur antara 0 – 4 tahun mendominasi jumlah penduduk dengan jumlah sebesar 59.678 jiwa . Selanjutnya diikuti kelompok umur 10 – 14 tahun dan kelompok umur 5 – 9 tahun dengan jumlah penduduk sebesar 59.317 jiwa dan 58.923 jiwa .

2.2.4.3 Struktur Penduduk Berdasarkan Lapangan Usaha

Sebagian besar masyarakat Kabupaten OKU TIMUR bekerja pada sektor Pertanian, termasuk sub-sektor peternakan dan perikanan, hal ini ditandai dengan aktivitas ekonomi yang didominasi oleh sektor tersebut, jumlah penduduk yang bekerja pada sektor pertanian dan terdaftar adalah sebanyak 2.270 jiwa, disusul oleh sektor pertambangan sebanyak 259 jiwa, dan sektor bangunan sebanyak 371 jiwa.

2.2.4.4 Struktur Penduduk Berdasarkan Agama

Penduduk Kabupaten OKU TIMUR menurut agama dan kepercayaan yang dianut pada tahun 2010 sebagian besar beragama Islam yaitu sebanyak 592.842 jiwa (99 %), sementara itu pemeluk agama Kristen Protestan sebanyak 10.846 jiwa yang tersebar hampir di setiap kecamatan.

2.3 Keuangan dan Perekonomian Daerah

Indikator perkembangan Perekonomian daerah dapat dilihat dari: PDRB, PDRB Perkapita dan Struktur PDRB, Investasi dan Pendapatan Daerah. Ringkasan APBD 5 Tahun Terakhir dapat dilihat pada tabel 2.4.

Tabel 2.4. Ringkasan APBD 5 Tahun Terakhir

No Anggaran 2008 2009 2010 2011 2012

A Pendapatan

1

Pendapatan Asli Daerah

(PAD) 11.329.512.300,61 9.971.458.867,09 22.069.029.766,68 30.527.649.454,02 3.416.273.536,00 2 Dana Perimbangan (Transfer) 515.884.745.320,00 515.006.947.010,00 590.849.869.920,00 666.524.877.665,00 208.845.368.732,00 3 Lain-Lain Pendapatan yang Sah 37.239.880.485,25 79.339.520.325,78 101.942.029.232,00 165.106.408.611,00 22.894.587.500,00 Jumlah Pendapatan 564.454.138.105,86 604.317.926.202,87 714.860.928.918,68 862.158.935.730,02 235.156.229.768,00 B Belanja

1 Belanja Tidak Langsung 252.041.150.159,00 322.594.672.805,00 421.943.936.969,97 478.147.797.013,95 93.693.725.373 2 Belanja Langsung 315.361.708.938,00 224.259.152.056,00 233.064.774.540,00 360.799.479.172,00 20.953.722.120,00 Jumlah Belanja 567.402.859.097,00 546.853.824.861,00 645.008.711.509,97 838.947.276.185,95 114.647.447.493,00 surplus/Defisit Anggaran 2.948.720.991,14 57.464.101.341,87 69.852.217.408,71 23.211.659.544,07 120.508.782.275,00

(11)

Pokja PPSP Kabupaten OKU TIMUR II - 11

2.3.1 Ringkasan Anggaran dan Belanja Modal Sanitasi

PDRB menurut lapangan usaha menggambarkan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang diproduksi/dihasilkan berbagai unit produksi dalam suatu daerah/wilayah dalam jangka waktu tertentu. PDRB juga dapat menggambarkan struktur perekonomian suatu daerah secara menyeluruh.

Tabel 2.5. Ringkasan anggaran Sanitasi dan Belanja Modal Sanitasi per Penduduk 5 Tahun

Terakhir

No Sub Sektor/SKPD 2007 2008 2009 2010 2011

A Air Limbah

1 DPU Pengairan - 1.303.400.163 1.241.544.684 9.575.480.000 36.817.500 2 DPU Cipta Karya - 1.303.400.163 1.241.544.684 9.575.480.000 - 3 Bapedalda - - - - 36.817.500

B Persampahan 365.957.600 574.925.000 265.825.000 99.640.000 233.160.000

C Drainase - 1.376.845.450 1.474.683.800 267.380.500 735.438.100

D Aspek phbs (Pelatihan, Sosialisasi, - 106.541.050 126.700.000 338.926.635 77.552.783

Komunikasi, Pendampingan)

E Total Belanja Modal Sanitasi (A s/d D) 365.957.600 3.361.711.663 3.108.753.484 10.281.427.135

1.082.968.383

F Total Belanja Modal Sanitasi dari APBD 365.957.600 3.361.711.663 3.108.753.484 10.281.427.135

1.082.968.383

murni (bukan pendamping)

G Total Belanja APBD 306.284.276.346 567.402.859.097 546.853.824.861 645.008.711.509

838.947.276.185

H Proporsi Belanja Modal Sanitasi (F : G) 0,12 0,59 0,57 1,59 0,13

Terhadap Belanja Total

I Jumlah Penduduk 584.834 590.092 599.904 609.982 618.995

J Belanja Modal Sanitasi per Penduduk (E : I) 625,75 5.696,93 5.182,08 16.855,30 1.749,56

Sumber : BPAKD Kab.OKU TIMUR

2.3.2 Ruang Fiskal

Tabel 2.6. Data Mengenai Ruang Fiskal 5 Tahun Terakhir

No Tahun Indek Kemampuan Fiskal/Ruang Fiskal Daerah (IRFD)

1 2008 - - 2 2009 - - 3 2010 0,4420 Rendah 4 2011 0,4636 Rendah 5 2012 0,3579 Rendah 2.3.3 Perkembangan PDRB

Kabupaten OKU TIMUR dapat diketahui berdasarkan harga konstan trend perkembanganya positif. Sektor Pertanian dan Perdagangan menjadi beberapa sektor unggulan di kabupaten OKU TIMUR. Sektor Pertanian merupakan sektor terbesar di Kabupaten OKU TIMUR untuk setiap tahunnya. Sektor pertanian Unggulan Kabupaten OKU TIMUR terdiri dari sektor pertanian padi, dan perkebunan karet, serta holtikultura. Selain kedua sektor diatas sektor yang menjadi

(12)

Pokja PPSP Kabupaten OKU TIMUR II - 12 unggulan kabupaten OKU TIMUR adalah sektor sektor jasa-jasa. Kelima sektor tersebut setiap tahunnya memiliki angka pertumbuhan lebih atau sama dengan satu sehingga kelima sektor tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Data perekonomian daerah dapat dilihat pada table 2.7.

Tabel 2.7. Data Perekonomian Umum Daerah 5 Tahun Terakhir

No Deskripsi 2008 2009 2010 2011 2012

1 PDRB harga Konstan (Struktur Perekonomian) (Rp) 2.104.805 2.216.931 2.340.814 - -

2 Pendapatan Per Kapita Kabupaten/Kota (Rp) 3.566.910 3.695.479 3.837.514 - -

3 Upah Minimum Regional Kabupaten/Kota (Rp) 807.000 824.730 927.825 974.216 1.195.220

4 Inflasi (%) 11.88 4.78 7.73 - -

5 Pertumbuhan Ekonomi (%) - - - - -

Sumber : BPAKD Kab.OKU TIMUR

2.3.4 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten OKU TIMUR

Laju Pertumbuhan Ekonomi per sektor setiap tahunnya cenderung meningkat, kecuali ditahun 2007-2008, akan tetapi penurunan itu dari tahunnya tidak terlalu signifikan karena pada tahun berikutnya laju pertumbuhan ekonomi setiap sektornya meningkat kembali.

Dari Tabel diatas dapat dilihat bahwa Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten OKU TIMUR sempat mengalami penurunan pada tahun 2008, namun meningkat kembali di tahun 2009, hal itu diduga terjadi karena adanya pemekaran Wilayah Kabupaten menjadi 20 kecamatan di tahun tersebut.

2.3.4 Pendapatan Per Kapita Kabupaten OKU TIMUR

PDRB Kabupaten OKU TIMUR dari tahun 2002 – 2010 terus mengalami peningkatan yang diikuti oleh meningkatnya jumlah penduduk. Berdasarkan PDRB Harga Konstan Tahun 2000 dan Harga Berlaku, pendapatan per kapita penduduk Kabupaten OKU TIMUR tahun 2002 – 2010 berturut-turut terus mengalami peningkatan seperti yang diperlihatkan pada tabel berikut ini :

2.4 Tata Ruang Wilayah

Kebijakan dan strategi penataan ruang terdiri dari :

2.4.1 Kebijakan Penataan Ruang

1. Pengembangan sarana dan prasarana wilayah yang fungsional, efisien dan terintegrasi. 2. Pengembangan kawasan sektor pertanian berbasis agropolitan yang didukung

pengembangan dan peningkatan fungsi infrastruktur pendukung kegiatan agropolitan sebagai pendorong pengembangan wilayah.

3. Peningkatan pelayanan pusat-pusat kegiatan perkotaan dan perdesaan yang merata, berhierarki dan menarik pengembangan investasi.

4. Pemeliharaan kelestarian fungsi lingkungan hidup yang dapat mencegah dampak negatif kegiatan manusia yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup.

5. Peningkatan keterpaduan antar sektor kegiatan budidaya.

6. Pengembangan kawasan strategis untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan pertumbuhan antar wilayah.

(13)

Pokja PPSP Kabupaten OKU TIMUR II - 13

2.4.2 Strategi Penataan Ruang

1. Strategi untuk kebijakan pengembangan sarana dan prasarana wilayah yang fungsional, efisien dan terintegrasi meliputi ;

a. Mewujudkan pusat-pusat pelayanan dan keterkaitan antara pusat-pusat pelayanan di wilayah Kabupaten OKU TIMUR.

b. Pengembangan prasarana dan sarana pada pusat-pusat pelayanan agar lebih kompetitif dan mampu menarik investasi.

2. Strategi untuk kebijakan pembangunan dan peningkatan fungsi infrastruktur pendukung kegiatan agropolitan sebagai pendorong pengembangan wilayah meliputi:

a. Membangun sistem jaringan pemasaran komoditi dan jalur transportasi.

b. Membangun dan mengembangkan kawasan industri pengolahan agropolitan, sehingga menambah added value.

c. Menyediakan prasarana dan sarana pendukung pertanian agropolitan, termasuk industri pengolahan hasil pertanian.

d. Mendukung persediaan akan informasi yang berbasis teknologi terhadap kegiatan pertanian.

e. Mempertahankan lahan pertanian tanaman pangan agar tidak terkonversi untuk peruntukan lain.

f. Mengembangkan kawasan agropolitan dan industri pengolahan yang terintegrasi dengan kawasan lainnya.

3. Strategi untuk kebijakan Peningkatan pelayanan pusat-pusat kegiatan perkotaan dan perdesaan yang merata, berhierarki dan menarik pengembangan investasi meliputi :

a. Meningkatkan keterkaitan antar pusat-pusat kegiatan di wilayah Kabupaten OKU Timur dengan pusat-pusat kegiatan di kawasan sekitarnya.

b. Mendorong berfungsinya pusat-pusat kegiatan baru di wilayah Kabupaten OKU Timur. c. Mengembangkan kawasan perkotaan baru yang strategis dan berkerarifan lokal. d. Membangun sentra perdagangan dan jasa hasil industri lokal dan hasil agropolitan. 4. Strategi untuk Kebijakan pemeliharaan kelestarian fungsi lingkungan hidup yang dapat

mencegah dampak negatif kegiatan manusia yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup meliputi :

a. Mempertahankan kawasan berfungsi lindung sesuai dengan kondisi ekosistemnya. b. Mengembalikan dan meningkatkan fungsi kawasan lindung yang telah menurun akibat

pengembangan kegiatan budi daya, dalam rangka mewujudkan dan memelihara keseimbangan ekosistem wilayah.

c. Rehabilitasi kawasan-kawasan konservasi yang telah mengalami kerusakan.

d. Mengendalikan pemanfaatan sumberdaya alam secara bijaksana untuk menjamin kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan.

(14)

Pokja PPSP Kabupaten OKU TIMUR II - 14 e. Mengelola sumberdaya alam yang efektif efisien dan berdaya guna untuk menjamin

kesinambungan dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai serta keanekaragamannnya.

f. Mengembangkan kegiatan budidaya yang mempunyai daya adaptasi bencana di kawasan rawan bencana.

5. Strategi untuk kebijakan peningkatan keterpaduan antar sektor kegiatan budidaya meliputi : a. Menetapkan kawasan budidaya dan memanfaatkan sumberdaya alam di ruang darat

dan ruang udara termasuk ruang di dalam bumi secara sinergis untuk mewujudkan keseimbangan pengembangan wilayah.

b. Mengembangkan kegiatan-kegiatan budidaya unggulan beserta prasarananya.

c. Memperbaiki dan membangun sarana dan prasarana pendukung kawasan permukiman. d. Mengembangkan dan meningkatan sektor pemukiman yang layak dan terjangkau oleh

masyarakat.

6. Strategi untuk kebijakan pengembangan kawasan strategis untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan pertumbuhan antar wilayah meliputi :

a. Memberikan dukungan penataan ruang pada kawasan-kawasan yang mengakomodasikan kepentingan sektor-sektor strategis.

b. Meningkatkan kapasitas ekonomi, sosial, budaya dan prasarana fisik pada kawasan yang relatif tertinggal agar terpacu pertumbuhan dan perkembangannya.

c. Meningkatkan pengembangan pada kawasan potensial berkembang dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada di dalam kawasan, baik aksesibilitas maupun aktor-aktor ekonomi potensial.

2.5 Sosial dan Budaya 2.5.1 Fasilitas Pendidikan

Fasilitas pendidikan di Kabupaten OKU TIMUR tersedia lengkap mulai dari prasekolah, pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi. Demikian juga pendidikan keagamaan berkembang baik di kabupaten ini. Jumlah fasilitas pendidikan prasekolah tahun 2010, untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah 197 sekolah dengan jumlah murid 6.292, semuanya berstatus sekolah swasta. Untuk taman kanak-kanak (TK), terdapat 23 TK negeri dan 107 TK swasta. Sedangkan Sekolah Dasar (SD) yang ada baik sekolah dasar negeri maupun swasta di kabupaten ini , yaitu 421 SD negeri dan 24 SD swasta.

Jumlah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) terdiri dari sekolah negeri berjumlah 51 unit yang tersebar di seluruh kecamatan dan sekolah swasta berjumlah 48 unit. Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur yaitu berjumlah 16 unit SMA negeri dan 19 unit SMA swasta. Sedangkan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terdapat 3 unit SMK negeri dan 22 unit SMK swasta. Walaupun di Kabupaten OKU TIMUR belum ada universitas, tapi kabupaten ini telah memiliki 4 Sekolah Tinggi dan 1 Akademi. Bahkan STIE Trisna Nagara yang terdapat di Kecamatan Belitang telah membuka jenjang studi pascasarjana (magister manajemen). Data fasilitas pendidikan di Kabupaten OKU TIMUR dapat dilihat pada table 2.8.

(15)

Pokja PPSP Kabupaten OKU TIMUR II - 15

Tabel 2.8. Fasilitas Pendidikan Yang Tersedia di Kabupaten OKU TIMUR

Jumlah Sarana Pendidikan

Umum Agama No Nama Kecamatan SD SLTP SMA SMK MI MTs MA 1 Martapura 28 5 6 4 3 2 1 2 Bunga Mayang 11 2 - - 1 1 - 3 Jayapura 9 2 1 - 1 1 1

4 Buay Pemuka Peliung 19 4 3 - 9 4 1

5 Buay Madang 25 8 3 3 7 3 2

6 Buay Madang Timur 37 10 2 5 12 7 3

7 Buay Pemuka Bangsa Raja 11 1 - - 1 1 -

8 Madang Suku II 26 4 2 - 1 1 1

9 Madang Suku III 18 3 1 - 4 4 1

10 Madang Suku I 24 6 2 - 8 1 -

11 Belitang Madang Raya 30 6 - - 3 4 4

12 Belitang 34 9 6 8 5 6 3

13 Belitang Jaya 14 2 - - 1 - -

14 Belitang III 24 2 1 2 3 3 -

15 Belitang II 21 2 1 - 6 2 1

16 Belitang Mulya 16 4 - - 2 2 1

17 Semendawai Suku III 30 3 1 2 8 4 4

18 Semendawai Timur 23 3 1 - 5 2 1

19 Cempaka 23 3 2 - - 2 1

20 Semendawai Barat 21 3 3 - 1 2 1

Sumber : Diknas/Depag Kab.OKU TIMUR

2.5.2 Kemiskinan

Merujuk pada data yang dihimpun oleh BKBKS Kab.OKU TIMUR diketahui bahwa 166.382 keluarga di OKU TIMUR, sebanyak 13.906 keluarga adalah keluarga Pra Sejahtera, 29.247 keluarga Pra Sejahtera I dan selebihnya merupakan keluarga sejahtera. Sementara hasil survey Susenas menunjukkan bahwa presentase penduduk miskin di Kabupaten OKU TIMUR selalu menunjukkan tren menurun. Tahun 2006 penduduk miskin di OKU TIMUR 18,26 persen, tahun 2008 turun menjadi 12,12 persen dan 2010 turun menjadi 9,81 persen. Jumlah penduduk miskin per kecematan dapat dilihat pada table 2.9.

Tabel 2.9. Jumlah penduduk miskin per kecamatan

No Nama Kecamatan Jumlah Keluarga

Miskin (KK)

1 Martapura 3.202

2 Bunga Mayang 984

3 Jayapura 1.065

4 Buay Pemuka Peliung 2.020

5 Buay Madang 2.035

6 Buay Madang Timur 4.491

(16)

Pokja PPSP Kabupaten OKU TIMUR II - 16

8 Madang Suku II 1.915

9 Madang Suku III 1.776

10 Madang Suku I 2.532

11 Belitang Madang Raya 2.526

12 Belitang 2.912

13 Belitang Jaya 1.303

14 Belitang III 1.453

15 Belitang II 2.762

16 Belitang Mulya 1.199

17 Semendawai Suku III 1.540

18 Semendawai Timur 2.516

19 Cempaka 3.594

20 Semendawai Barat 2.170

Sumber : OKU TIMUR dalam Angka Tahun 2011

2.5.3. Perumahan

Tabel 2.10. Jumlah Rumah per Kecamatan

No Nama Kecamatan Jumlah Rumah

1 Martapura 232

2 Bunga Mayang 115

3 Jayapura 88

4 Buay Pemuka Peliung 148

5 Buay Madang 190

6 Buay Madang Timur 253

7 Buay Pemuka Bangsa Raja 73

8 Madang Suku II 148

9 Madang Suku III 197

10 Madang Suku I 204

11 Belitang Madang Raya 165

12 Belitang 199

13 Belitang Jaya 126

14 Belitang III 201

15 Belitang II 216

16 Belitang Mulya 94

17 Semendawai Suku III 139

18 Semendawai Timur 178

19 Cempaka 76

20 Semendawai Barat 98

(17)

Pokja PPSP Kabupaten OKU TIMUR II - 17

2.6 Kelembagaan Pemerintah Daerah

2.61. Kelembagaan dan Aparatur Pemerintah Daerah

Keberhasilan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten OKU TIMUR yang telah dicapai pada saat ini merupakan refleksi dari keberhasilan pelaksanaan tata pemerintahannya. Keberhasilan pelaksanaan pemerintahan dapat tergambar dari kemampuan dan kualitas aparatur pemerintah, dengan sarana dan prasarana yang digunakan dan kemampuan keuangan daerah dalam usahanya melakukan pembangunan dan melakukan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam upaya peningkatan pelayanan pada masyarakat, telah dibentuk beberapa lembaga di lingkungan Kabupaten OKU TIMUR yaitu berdasarkan pada Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2005 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2005 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Susunan organisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKU TIMUR adalah sebagai berikut:

1. Sekretaris Daerah (Sekda), yang dibantu oleh 4 (empat) orang Asisten, yaitu :

• Asisten I, Tata Pemerintahan, membawahi 3 orang Kepala Bagian, yaitu :Bagian Tata Pemerintahan, Bagian Pemerintahan Desa/Kelurahan dan Bagian Hukum.

 Asisten II, Perekonomian dan Pembangunan membawahi 3 orang Kepala Bagian, yaitu : Bagian Administrasi Pembangunan, Bagian Perekonomian dan Bagian Organisasi dan Tata Laksana.

 Asisten III, Administrasi Umum dan Keuangan membawahi 3 Bagian, Yaitu : Bagian Rumah Tangga, Bagian Umum dan Bagian Perlengkapan.

 Asisten IV, Kesejahteraan Rakyat membawahi 3 Bagian Yaitu : Bagian Kesejahteraan Rakyat, Bagian Pemberdayan Perempuan dan Bagian Humas Protokol.

2. Sekretaris DPRD yang terdiri dari 3 bagian.  Bagian Tata Usaha

 Bagian Persidangan dan Dokumentasi  Bagian Keuangan

3. Dinas-dinas, sebanyak 18 dinas, yaitu : • Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga

• Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang • Dinas Pekerjaan Umum Pengairan

• Dinas Kesehatan • Dinas Perhubungan

• Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi • Dinas Pendapatan Daerah

• Dinas Pertambangan dan Energi • Dinas Kehutanan dan Perkebunan • Dinas Pendidikan Nasional

• Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura • Dinas Peternakan dan Perikanan

(18)

Pokja PPSP Kabupaten OKU TIMUR II - 18 • Dinas Koperasi, UKM dan Penanaman Modal

• Dinas Perindustrian dan Perdagangan • Dinas Kebersihan, Keindahan dan Pasar • Dinas Kesejahteraan Sosial

• Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa • Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil 4. Badan-badan, sebanyak 10 badan, yaitu :

 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah  Badan Kepegawaian dan Diklat

 Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah  Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan  Badan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera  Badan Pariwisata dan Seni Budaya

 Badan Pengelola Administrasi Keuangan Daerah  Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat  Badan Pengelola Aset Daerah

 Badan Penanggulangan Bencana Daerah 5. Inspektorat, sebanyak satu Inspektorat, yaitu :

 Inspektorat Daerah

6. Kantor-kantor, sebanyak 4 kantor, yaitu :  Kantor Satuan Polisi Pamong Praja  Kantor Pemuda dan Olahraga  Kantor Informasi dan Komunikasi  Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah

7. Rumah Sakit Umum Daerah, sebanyak 2 Rumah sakit, yaitu:  Rumah Sakit Umum Daerah Belitang

Gambar

Tabel 2.3. Jumlah dan Kepadatan Penduduk Saat Ini dan Proyeksinya Untuk 5 tahun
Tabel 2.4. Ringkasan APBD 5 Tahun Terakhir
Tabel 2.5. Ringkasan anggaran Sanitasi dan Belanja Modal Sanitasi per Penduduk 5 Tahun  Terakhir
Tabel 2.7. Data Perekonomian Umum Daerah 5 Tahun Terakhir
+3

Referensi

Dokumen terkait

!ujuan pemeriksaan untuk memperkirakan umur korban salah satunya mengacu pada pasal 28' KUHP bahwa@ barang siapa yang bersetubuh dengan.. seorang wanita diluar perkawinan)

Pada intinya, peningkatan kompetensi professional guru melalui supervisi akademik di SMP Negeri 1 Lolowau masih tergolong kurang, sehingga masih perlu dilakukan

Alam sebagai Rahmat Tuhan Yang Maha Esa yang harus dapat dimanfaatkan untuk memenuhi hajat hidup orang banyak,.dan dengan semakin meningkatnya kegiatan pembuangan limbah ke sumber air

Reaksi responden terhadap program pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat tuna rungu wicara adalah efektif dengan jumlah rata-rata 0.64 responden menerima dengan

(1996) pada dasarnya sebuah robot bawah laut yang dikendalikan oleh operator ROV, untuk tetap dalam kondisi yang aman, pada saat ROV bekerja di lingkungan yang berbahaya [11]..

Pejabat struktural eselon I yang bukan Pejabat Pembina Kepegawaian, selain menetapkan penjatuhan hukuman disiplin sebagaimana dimaksud pada ayat (3) juga berwenang

(Yasin verdi, 2012) Dengan menggunakan UML kita dapat membuat model untuk semua jenis aplikasi piranti lunak, dimana aplikasi tersebut dapat berjalan pada piranti keras,

Pengendalian selektif ini bekerja agar suatu proses bisa berjalan dengan baik misal untuk suatu tangki yang akan akan dialirkan dengan suatu pompa,