• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemeriksaan JVP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pemeriksaan JVP"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG 1.1 LATAR BELAKANG Distensibilitas vena-vena di

Distensibilitas vena-vena di leher dapat memperlihatkan adanya perubahanleher dapat memperlihatkan adanya perubahan volume dan tekanan di dalam atrium kanan. Terdapat 2 buah vena jugularis volume dan tekanan di dalam atrium kanan. Terdapat 2 buah vena jugularis pada leher yaitu vena jugularis interna dan vena jugularis eksterna. pada leher yaitu vena jugularis interna dan vena jugularis eksterna. Pemeriksaan JVP menunjukkan keadaan ‗input‘ jantung. Vena jugularis yang Pemeriksaan JVP menunjukkan keadaan ‗input‘ jantung. Vena jugularis yang biasa digunakan yakni vena jugluaris interna karena berhubungan langsung biasa digunakan yakni vena jugluaris interna karena berhubungan langsung dengan vena cava superior dan atrium kanan. (Waskito, 2008)

dengan vena cava superior dan atrium kanan. (Waskito, 2008)

Tekanan normal pada atrium kanan ekuivalen dengan tekanan kolom Tekanan normal pada atrium kanan ekuivalen dengan tekanan kolom darah setinggi 10-12 cm. Jadi, apabila pasien berdiri atau duduk tegak, vena darah setinggi 10-12 cm. Jadi, apabila pasien berdiri atau duduk tegak, vena  jugularis interna akan kolaps dan bila pas

 jugularis interna akan kolaps dan bila pasien berbaring, vena terisi penuh. Bilaien berbaring, vena terisi penuh. Bila pasien berbaring sekitar 45°, maka pulsasi vena jugularis akan tampak tepat di pasien berbaring sekitar 45°, maka pulsasi vena jugularis akan tampak tepat di atas klavikula; maka posisi ini digunakan untuk pemeriksaan denyut vena atas klavikula; maka posisi ini digunakan untuk pemeriksaan denyut vena  jugularis

 jugularis (JVP) (JVP) (Gambar (Gambar 1). 1). Kepala Kepala pasien pasien diletakkan diletakkan pada pada bantal, bantal, dengandengan leher fleksi dan pandangan lurus ke depan. Sebaiknya tidak menegangkan leher fleksi dan pandangan lurus ke depan. Sebaiknya tidak menegangkan muskulus sternomastoid, karena vena jugularis interna tepat berada di muskulus sternomastoid, karena vena jugularis interna tepat berada di bawahnya

bawahnya. (. (Waskito, 2008)Waskito, 2008)

1.2 RUMUSAN MASALAH 1.2 RUMUSAN MASALAH

Bagaimana cara melakukan pemeriksaan JVP? Bagaimana cara melakukan pemeriksaan JVP?

1.3 TUJUAN 1.3 TUJUAN

1.3.1 Tujuan umum 1.3.1 Tujuan umum

mahasiswa mampu melakukan demonstrasi pengukuran JVP mahasiswa mampu melakukan demonstrasi pengukuran JVP 1.3.2 Tujuan khusus:

1.3.2 Tujuan khusus: a.

a. Mahasiswa mampu menyebutkan pengertian pengukuran JVPMahasiswa mampu menyebutkan pengertian pengukuran JVP b.

b. Mampu menyebutkan tujuan pengukuran JVPMampu menyebutkan tujuan pengukuran JVP c.

(2)

d.

d. Mampu menyebutkan alat-alat yang diperlukan untuk Mampu menyebutkan alat-alat yang diperlukan untuk prosedurprosedur pengukura

pengukuran n JVPJVP e.

(3)

BAB II

BAB II

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

2.1 DEFINISI 2.1 DEFINISI  Jugular vena

 Jugular vena pressurepressure (JVP) atau tekanan system vena yang dapat diamati(JVP) atau tekanan system vena yang dapat diamati secara tidak langsung. Pengukuran system sirkulasi vena sendiri dapat secara tidak langsung. Pengukuran system sirkulasi vena sendiri dapat dilakukan dengan metode invasive

dilakukan dengan metode invasive memasukkan kateter yang dihubungkanmemasukkan kateter yang dihubungkan dengan sphygmomanometer melalui

dengan sphygmomanometer melalui vena subclavia dextravena subclavia dextra yang diteruskanyang diteruskan hingga ke

hingga ke vena centralisvena centralis((vena cava superior vena cava superior ).). Namun, karena pertimbang

Namun, karena pertimbangan harga dan risiko yang besar, maka an harga dan risiko yang besar, maka dilakukandilakukan metode non-invasif dengan menggunakan

metode non-invasif dengan menggunakan vena jugularisvena jugularis ((externa dexter externa dexter )) sebagai pe

sebagai pengganti ngganti sphygmomanomsphygmomanometer dengan titik eter dengan titik nol (nol ( zero  zero point point ) di tengah) di tengah atrium kanan. Titik ini kira-kira berada pada perpotongan antara garis tegak  atrium kanan. Titik ini kira-kira berada pada perpotongan antara garis tegak  lurus dari

lurus dari angulus Ludovici ke bidang yang dibentuk keduangulus Ludovici ke bidang yang dibentuk keduaa linea midaxillarislinea midaxillaris.. Vena jugularis tidak terlihat pada orang normal dengan posisi tegak. Ia baru Vena jugularis tidak terlihat pada orang normal dengan posisi tegak. Ia baru terlihat

terlihat pada pada posisi posisi berbaring berbaring di di sepanjang sepanjang permukaanpermukaan musculusmusculus sternocleidomastoideus

sternocleidomastoideus. JVP yang meningkat adalah tanda klasik hipertensi. JVP yang meningkat adalah tanda klasik hipertensi vena (seperti gagal jantung kanan). Peningkatan JVP dapat dilihat sebagai vena (seperti gagal jantung kanan). Peningkatan JVP dapat dilihat sebagai distensi vena jugularis, yaitu JVP tampak hingga setinggi leher; jauh lebih distensi vena jugularis, yaitu JVP tampak hingga setinggi leher; jauh lebih tinggi daripada normal.

tinggi daripada normal.

Distensibilitas vena-vena di

Distensibilitas vena-vena di leher dapat memperlihatkan adanya perubahanleher dapat memperlihatkan adanya perubahan volume dan tekanan di dalam atrium kanan.Vena jugular merupakan salah volume dan tekanan di dalam atrium kanan.Vena jugular merupakan salah satu vena yang terdapat di area leher. Terdapat 2 buah vena jugular yaitu vena satu vena yang terdapat di area leher. Terdapat 2 buah vena jugular yaitu vena  jugular internal

 jugular internal dan dan vena vena jugular jugular eksternal eksternal Untuk Untuk mendeteksi mendeteksi tekanan tekanan venavena sentral (CVP) lebih reliabel melalui vena jugular interna dari pada vena sentral (CVP) lebih reliabel melalui vena jugular interna dari pada vena  jugular

 jugular eksterna. eksterna. Namun Namun vena vena jugular jugular interna interna terletak terletak lebih lebih dalamdalam —  —  dibelakang musculus

dibelakang musculus sternokleidomastoideusternokleidomastoideuss —  — sehingga sering tidak tampak sehingga sering tidak tampak  dari permukaan kulit.

dari permukaan kulit. SedangkaSedangkan vena n vena jugular jugular eksterna dapat lebih eksterna dapat lebih mudahmudah melebar/membesar walaupun hanya dengan sedikit provokasi seperti dengan melebar/membesar walaupun hanya dengan sedikit provokasi seperti dengan menahan

menahan napas, napas, menengokan menengokan leher, leher, dan dan dengan dengan pemakaian pemakaian pakaian pakaian yangyang sempit didaerah leher atau diatas area thorak. JVP normal adalah < 4 cm H2O sempit didaerah leher atau diatas area thorak. JVP normal adalah < 4 cm H2O di atas sendi manubriosternal (angulus sternalis), saat pasien berbaring di atas sendi manubriosternal (angulus sternalis), saat pasien berbaring

(4)

setengah

setengah tidur tidur telentang telentang (30°-40°), (30°-40°), di di mana mana ujung ujung atas atas kolom kolom vena vena sistemik sistemik  berada di bawah atau hannya kelihatan sedikit di atas angulus sternalis. Uj berada di bawah atau hannya kelihatan sedikit di atas angulus sternalis. Uj ungung atas kolom vena akan terlihat lebih mudah jika pasien mengubah posisi lebih atas kolom vena akan terlihat lebih mudah jika pasien mengubah posisi lebih horizontal dan ada

horizontal dan ada yang menganjurkayang menganjurkan menggunakan refluks hepato n menggunakan refluks hepato jugularis.jugularis.

2.2 TUJUAN PENGUKURAN JVP 2.2 TUJUAN PENGUKURAN JVP

Tujuan pengukuran JVP adalah untuk melihat adanya distensi vena Tujuan pengukuran JVP adalah untuk melihat adanya distensi vena  jugularis

 jugularis dan memperkirakadan memperkirakan tekanan ven tekanan vena na sentral sentral (CVP). Distensi (CVP). Distensi vena-venavena-vena dileher dapat memperlihatkan adanya perubahan volume dan tekanan di dalam dileher dapat memperlihatkan adanya perubahan volume dan tekanan di dalam atrium kanan.Vena jugularis merupakan salah satu vena yang terdapat di area atrium kanan.Vena jugularis merupakan salah satu vena yang terdapat di area leher. Di leher terdapat 2 buah vena jugular yaitu

leher. Di leher terdapat 2 buah vena jugular yaitu vena jugular internalvena jugular internal dandan vena jugular eksternal.

vena jugular eksternal.

Vena jugular interna terletak lebih dalam dibelakang otot Vena jugular interna terletak lebih dalam dibelakang otot sternokleidomastoideus sehingga sering tidak tamapk dari permukaan kulit. sternokleidomastoideus sehingga sering tidak tamapk dari permukaan kulit. padahal tekanan vena sentral (CVP) lebih reliabel melalui vena jugular interna padahal tekanan vena sentral (CVP) lebih reliabel melalui vena jugular interna dari pada vena jugular eksterna. Sedangkan vena jugular eksterna dapat lebih dari pada vena jugular eksterna. Sedangkan vena jugular eksterna dapat lebih mudah

mudah melebar/membesamelebar/membesar r saat saat menahan nmenahan napas, apas, menengokamenengokan n leher, leher, dandan dengan pemakaian paka

dengan pemakaian pakaian yang sempit didaerah leher atau ian yang sempit didaerah leher atau diatas area thorak.diatas area thorak.

2.3 INDIKASI, KONTRAINDIKASI, DAN KOMPLIKASI PADA 2.3 INDIKASI, KONTRAINDIKASI, DAN KOMPLIKASI PADA

PENGUKURAN JVP PENGUKURAN JVP

1)

1)  Indikasi Indikasi a.

a. Pasien yang menerima operasi jantung sehingga statussirkulasiPasien yang menerima operasi jantung sehingga statussirkulasi sangat penting diketahui

sangat penting diketahui b.

b. Pasien yang mendapat obat vasoaktif, nutrisi Pasien yang mendapat obat vasoaktif, nutrisi parenteral, atauparenteral, atau  jika vena pe

 jika vena perifer tidak adekuatrifer tidak adekuat c.

c. Pasien dengan distensi unilateralPasien dengan distensi unilateral d.

d. Pasien dengan trauma mayorPasien dengan trauma mayor e.

e. Pasien yang sering diambil darah venanya untuk sampel tesPasien yang sering diambil darah venanya untuk sampel tes laboratorium

laboratorium f.

(5)

Sumber lain menyebutkan bahwa indikasi

Sumber lain menyebutkan bahwa indikasi pengukuran JVPpengukuran JVP

diklasifikasikan berdasarkan jenis masalahnya apakah faktor kardiak atau diklasifikasikan berdasarkan jenis masalahnya apakah faktor kardiak atau non-kardiak, berikut adalah

non-kardiak, berikut adalah klasifikasinya:klasifikasinya:  Karena masalah c

 Karena masalah cardiac :ardiac : a.

a. Gagal jantung kanan sekunder, selanjutnya gagal Gagal jantung kanan sekunder, selanjutnya gagal jantung kiri.jantung kiri. b.

b. Gagal jantung kananGagal jantung kanan c.

c. Cor pulmunalCor pulmunal d.

d. Stenosis katup trikuspid atau Stenosis katup trikuspid atau pulmonalpulmonal e.

e. Efusi perikardial atau tamponadeEfusi perikardial atau tamponade f.

f. Restriktif cardiomiopati atau constriktif perikarditisRestriktif cardiomiopati atau constriktif perikarditis g.

g. Lesi pada jantung kananLesi pada jantung kanan  Masalah non car

 Masalah non cardiac :diac : a.

a. Obstruksi vena kava superiorObstruksi vena kava superior b.

b. Peningkatan volume darahPeningkatan volume darah c.

c. Peningkatan intrathorax sampai dengan tekanan positif Peningkatan intrathorax sampai dengan tekanan positif ventilasiventilasi mekanik, manuver valsava, peny. Obstruksi jalan

mekanik, manuver valsava, peny. Obstruksi jalan nafas, tensionnafas, tension pneumothorax

pneumothorax d.

d. Peningkatan tek.intra abdomen Peningkatan tek.intra abdomen s.d kehamilan,obesitas,ascitess.d kehamilan,obesitas,ascites

2)

2) KontraindikasiKontraindikasi

Pengukuran JVP tidak dilakukan pada pasien

Pengukuran JVP tidak dilakukan pada pasien dengan :dengan : a.

a. SVC sindrom.SVC sindrom. b.

b. Infeksi pada area insersi.Infeksi pada area insersi. c.

c. Koagulopati.Koagulopati. d.

d. Insersi kawatInsersi kawat pacemaker pacemaker  e.

e. Disfungsi kontralateral diafragmaDisfungsi kontralateral diafragma f.

f. Pembedahan leherPembedahan leher

3)

3) Komplikasi yang Mungkin TerjadiKomplikasi yang Mungkin Terjadi a.

a. Hematoma localHematoma local b.

b. SepsisSepsis c.

(6)

d.

d. Tamponade perikardTamponade perikard e.

e. BakteriemiaBakteriemia f.

f. Emboli udaraEmboli udara g.

g. PneumotoraksPneumotoraks

2.4 KOMPETENSI DASAR YANG HARUS DIMILIKI OLEH PERAWAT 2.4 KOMPETENSI DASAR YANG HARUS DIMILIKI OLEH PERAWAT

DALAM MELAKUKAN PENGUKURAN JVP DALAM MELAKUKAN PENGUKURAN JVP

a.

a. Mengetahui anatomi dan fisiologi tubuh, khususnya tentang venaMengetahui anatomi dan fisiologi tubuh, khususnya tentang vena  jugularis. Vena yang

 jugularis. Vena yang paling mudah dijangpaling mudah dijangkau adalah vena jukau adalah vena jugularis internagularis interna dan eksterna di leher. Kedua vena mengalir secara bilateral dari kepala dan dan eksterna di leher. Kedua vena mengalir secara bilateral dari kepala dan leher ke dalam vena kava superior. Jugularis interna terletak lebih dalam, leher ke dalam vena kava superior. Jugularis interna terletak lebih dalam, sepanjang arteri carotid. Normalnya, pada saat pososo klien berbaring sepanjang arteri carotid. Normalnya, pada saat pososo klien berbaring terlentang, vena jugularis eksterna terdistensi sehingga mudah terlihat. terlentang, vena jugularis eksterna terdistensi sehingga mudah terlihat. Sebaliknya saat posisi duduk, vena jugularis eksterna biasanya tenggelam. Sebaliknya saat posisi duduk, vena jugularis eksterna biasanya tenggelam. Tetapi klien dengan penyakit jantung dapat mengalami distensi vena Tetapi klien dengan penyakit jantung dapat mengalami distensi vena  jugularis

 jugularis saat saat duduk. duduk. Vena Vena yang yang paling paling mudah mudah dijangkau dijangkau adalahadalah vena

vena jugularis jugularis interna interna dan dan eksterna eksterna di di leher. leher. Kedua Kedua vena vena mengalirmengalir secara

secara bilateral bilateral dari dari kepala kepala dan dan leher leher ke ke dalam dalam vena vena kava kava superior.superior. Jugularisinterna terletak lebih dalam , sepanjang arteri carotid. Normalnya, Jugularisinterna terletak lebih dalam , sepanjang arteri carotid. Normalnya, padasaat posisi klien berbaring telentang, vena jugularis eksterna padasaat posisi klien berbaring telentang, vena jugularis eksterna terdistensisehingg

terdistensisehingga a mudah mudah terlihat. terlihat. Sebaliknya Sebaliknya saat saat posisi posisi duduk, duduk, venavena  jugularis

 jugularis eksterna eksterna biasanya biasanya tenggelam. tenggelam. Tetapi Tetapi klien klien dengan dengan penyakitpenyakit  jantung dapa

 jantung dapatmengalami distensi vetmengalami distensi vena jugularis saana jugularis saat duduk.t duduk. b.

b. Mengetahui patofisiologi terkait vena jugularis, misal terkait masalahMengetahui patofisiologi terkait vena jugularis, misal terkait masalah  jantung

 jantung (CHF, (CHF, infark, infark, serosis serosis hati, hati, penyakit penyakit ginjal ginjal yng yng terkait terkait dengandengan overload cairan).

overload cairan). c.

c. Mengetahui penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan keabnormalanMengetahui penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan keabnormalan vena jugularis.

vena jugularis. d.

d. Point tertinggi pulsasi venaPoint tertinggi pulsasi vena disebut ―kepala‖. Tinggi kepala inidisebut ―kepala‖. Tinggi kepala ini bervariasi pada respirasi: menurun pada inspirasi ketika tekanan negative bervariasi pada respirasi: menurun pada inspirasi ketika tekanan negative (tekanan intrathorax meningkatkan kembalinya aliran vena ke jantung) dan (tekanan intrathorax meningkatkan kembalinya aliran vena ke jantung) dan meningkat pada inspirasi saat tekanan positif (intratoraks ‗impedes‘ alir  meningkat pada inspirasi saat tekanan positif (intratoraks ‗impedes‘ alir anan

(7)

vena ke jantung

vena ke jantung). Rata-rata dari aliran ini (antara inspirasi dan ). Rata-rata dari aliran ini (antara inspirasi dan ekspirasi)ekspirasi) mencerminkan tekanan hidrostatik di atrium kanan, nilai normalnya 6-11 mencerminkan tekanan hidrostatik di atrium kanan, nilai normalnya 6-11 cmH2O

cmH2O e.

e.  Jugular venous pres Jugular venous pressuresure (JVP) biasanya diperlihatkan sebagai tinggi(JVP) biasanya diperlihatkan sebagai tinggi vertical pembuluh vena (cm) dihubungkan dengan sudut sternum (

vertical pembuluh vena (cm) dihubungkan dengan sudut sternum ( angel of angel of   Louis)

 Louis) f.

f. Dengan bantuan 2 buah penggaris, tinggi vertikal Dengan bantuan 2 buah penggaris, tinggi vertikal yang dihubungyang dihubungkan sudutkan sudut sternum dapat ditentukan dengan

sternum dapat ditentukan dengan “method of triangulation”“method of triangulation”.. g.

g. Sudut sternum terletak 5 cm diatas atrium kanan pada dewasa (tidak Sudut sternum terletak 5 cm diatas atrium kanan pada dewasa (tidak  berubah meskipun pada posisi supinasi, semifowler, fowler atau duduk). berubah meskipun pada posisi supinasi, semifowler, fowler atau duduk). h.

h. Tekanan hidrostatik di atrium kanan (cm H2O) setara dengan tinggiTekanan hidrostatik di atrium kanan (cm H2O) setara dengan tinggi vertical (cm)

vertical (cm) ―kepala‖ vena diatas sudut sterna dit―kepala‖ vena diatas sudut sterna ditambah 5cm.ambah 5cm. i.

i. Pada kondisi klien yang normal, ―kepala‖ pulsasi vena jugular biasanyaPada kondisi klien yang normal, ―kepala‖ pulsasi vena jugular biasanya terlihat setinggi klavikula saat posisi t

terlihat setinggi klavikula saat posisi tubuh dinaikkan dengan sudut 45°ubuh dinaikkan dengan sudut 45°  j.

 j. JVP JVP dengan dengan nilai nilai lebih lebih dari dari 5cm 5cm diatas diatas sudut sudut sterna sterna disebut disebut terjaditerjadi peningkatan

peningkatan

2.5 ASPEK KEAMANAN DAN KESELAMATAN YANG HARUS 2.5 ASPEK KEAMANAN DAN KESELAMATAN YANG HARUS

DIPERHATIKAN DIPERHATIKAN

1)

1) Posisi pasien, nyaman atau belumPosisi pasien, nyaman atau belum 2)

2) Memastikan leher dan thoraks telah terbukaMemastikan leher dan thoraks telah terbuka 3)

3) Menghindari hiperekstensi atau fleksi leherMenghindari hiperekstensi atau fleksi leher 4)

4) Mengkaji tingkat kesadaran pasienMengkaji tingkat kesadaran pasien 5)

5) Memasang restrainMemasang restrain

2.6 PROSEDUR PENGUKURAN JVP 2.6 PROSEDUR PENGUKURAN JVP

1)

1) PeralatanPeralatan

 2 buah penggaris (skala centimeter) dan alat tulis2 buah penggaris (skala centimeter) dan alat tulis

 SenterSenter

 Bed pasienBed pasien

 Bantal sesuai kebutuhanBantal sesuai kebutuhan

2)

(8)

a.

a. Atur klien pada posisi supine dan rAtur klien pada posisi supine dan rileksileks b.

b. Tempat tidur bagian kepala Tempat tidur bagian kepala ditinggikan:ditinggikan:

 15° - 30° (Luckman & Sorensen, 1993, p 1112; Lanros &15° - 30° (Luckman & Sorensen, 1993, p 1112; Lanros &

Barber, 1997, p. 141) Barber, 1997, p. 141)

 30° - 45° (30° - 45° (LeMone & Burke, 2000, p. 1188)LeMone & Burke, 2000, p. 1188)

 45° - 90° pada klien yg mengalami peningkatan tekanan45° - 90° pada klien yg mengalami peningkatan tekanan

atrium kanan yang cukup bermakna (Luckman & Sorensen, atrium kanan yang cukup bermakna (Luckman & Sorensen, 1993, p 1112).

1993, p 1112). c.

c. Gunakan bantal untuk menopang kepala klien dan hindari fleksiGunakan bantal untuk menopang kepala klien dan hindari fleksi leher yang tajam untuk memastikan bahwa vena tidak teregang leher yang tajam untuk memastikan bahwa vena tidak teregang atau keriting, pastikan bahwa leher dan toraks atas

atau keriting, pastikan bahwa leher dan toraks atas sudah terbukasudah terbuka d.

d. Kepala menengok menjauhi arah pemeriksaKepala menengok menjauhi arah pemeriksa e.

e. Lepaskan pekaian yang sempit/menekan leher atau thorak bagianLepaskan pekaian yang sempit/menekan leher atau thorak bagian atas.

atas. f.

f. Gunakan lampu Gunakan lampu senter senter dari dari arah arah miring miring untuk untuk melihat melihat bayanganbayangan ((shadowsshadows) vena jugularis. Identifikasi pulsasi vena jugular interna,) vena jugularis. Identifikasi pulsasi vena jugular interna,  jika tidak tampak g

 jika tidak tampak gunakan vena unakan vena jugular eksternajugular eksterna

g.

g. Tentukan titik tertinggi di Tentukan titik tertinggi di mana pulsasi vena jugularmana pulsasi vena jugular interna/eksterna dapa

(9)

h.

h. Pakailah sudut sternum (sendi manubrium) sebagai tempat untuk Pakailah sudut sternum (sendi manubrium) sebagai tempat untuk  mengukur tinggi pulsasi vena. Titik ini ± 4

mengukur tinggi pulsasi vena. Titik ini ± 4 –  – 5 cm di atas pusat5 cm di atas pusat dari atrium kanan.

dari atrium kanan. i.

i. Gunakan penggaris.Gunakan penggaris.

 Penggaris ke-1 diletakan secara tegak (vertikal), dimanaPenggaris ke-1 diletakan secara tegak (vertikal), dimana

salah satu ujungnya menempel pada sudut

salah satu ujungnya menempel pada sudut sternumsternum

 Penggaris Penggaris ke-2 ke-2 diletakan diletakan mendatar mendatar (horizontal), (horizontal), dimanadimana

ujung yang satu tepat di titik tertinggi pulsasi vena ujung yang satu tepat di titik tertinggi pulsasi vena

(meniscus), sementara ujung lainnya ditempelkan pada (meniscus), sementara ujung lainnya ditempelkan pada penggaris ke-1. Angulus ludocivi (patokan jarak dari vena penggaris ke-1. Angulus ludocivi (patokan jarak dari vena cava superior + 5 cm /selanjutnya disebut R cm). Bila cava superior + 5 cm /selanjutnya disebut R cm). Bila permukaan titik kolaps vena jugularis berada 5 cm permukaan titik kolaps vena jugularis berada 5 cm di bawah bidang horizontal yang melalui angulus ludovici, di bawah bidang horizontal yang melalui angulus ludovici, maka tekanan vena jugularis (CVP) sama dengan R-5 cm maka tekanan vena jugularis (CVP) sama dengan R-5 cm H2O, sedang bila titik kolapsnya berasa 2 cm diatas berarti H2O, sedang bila titik kolapsnya berasa 2 cm diatas berarti CVP R + 2 cm H2O. Bila hasil CVP kiri dan kanan CVP R + 2 cm H2O. Bila hasil CVP kiri dan kanan berbeda, maka diambil CVP yang lebih rendah

berbeda, maka diambil CVP yang lebih rendah

 j.

 j. Ukurlah jarak vertikal (tinggi) antara sudut sternum dan titik Ukurlah jarak vertikal (tinggi) antara sudut sternum dan titik  tertinggi pulsasi vena (m

tertinggi pulsasi vena (meniscus)eniscus) k.

k. Nilai normal: kurang dari 3 atau 4 cm diatas sudut sternum, padaNilai normal: kurang dari 3 atau 4 cm diatas sudut sternum, pada posisi tempet tidur bagian kepala ditinggikan 30° - 45° (Luckman posisi tempet tidur bagian kepala ditinggikan 30° - 45° (Luckman & Sorensen,1993, p. 1113)

& Sorensen,1993, p. 1113) l.

l. Catat hasilnya. Menulis dan membaca hasil. Misal = 5+25: adalahCatat hasilnya. Menulis dan membaca hasil. Misal = 5+25: adalah  jarak dari atrium ka

(10)

 Hal-hal penting yang h

 Hal-hal penting yang harus diperhatikaarus diperhatikan perawat dalan perawat dalam melakukanm melakukan  tindakan:

 tindakan: a.

a. Kebersihan diri perawat saat Kebersihan diri perawat saat melakukan pengukuranmelakukan pengukuran b.

b. Privacy klienPrivacy klien c.

c. KenyamanaKenyamanan, keselatamatan n, keselatamatan dan keamanan pasiendan keamanan pasien d.

d. Ketelitian dalam melakukan inpeksi dan Ketelitian dalam melakukan inpeksi dan pengukuranpengukuran e.

e. Keruntutan prosedur dan tindakanKeruntutan prosedur dan tindakan

 Hal-hal penting yang

 Hal-hal penting yang harus didokuharus didokumentasikan sementasikan setelah melakukantelah melakukan  tindakan:

 tindakan: a.

a. Tingkat kesadaran klienTingkat kesadaran klien b.

b. PernapasaPernapasan n klienklien c.

c. Suhu klienSuhu klien d.

d. PenampakaPenampakan fisik klien n fisik klien : dilihat : dilihat keabnormakeabnormalan yang terjadi, misallan yang terjadi, misal edema.

edema. e.

e. Bentuk, dan penampakan fisik vena jugularisBentuk, dan penampakan fisik vena jugularis f.

f. Hasil pengukuran :tekanan bilateral yang diperolehHasil pengukuran :tekanan bilateral yang diperoleh

2.7 INTERPRETASI HASIL PENGUKURAN JVP 2.7 INTERPRETASI HASIL PENGUKURAN JVP

Ada beberapa penyebab peningkatan JVP, yaitu: Ada beberapa penyebab peningkatan JVP, yaitu:

1.

1. Masalah kardiovaskuler :Masalah kardiovaskuler :

 Gagal jantung kanan atau kiriGagal jantung kanan atau kiri 

 Cor pulmunalCor pulmunal

 Stenosis katup trikuspid atau Stenosis katup trikuspid atau pulmonalpulmonal

 Efusi perikardial atau tamponadeEfusi perikardial atau tamponade

  Restriktif cardiomiopa Restriktif cardiomiopatiti atauatau constriktif perikarditisconstriktif perikarditis 

 Lesi pada jantung kanan.Lesi pada jantung kanan.

 Regurgitasi tricuspidRegurgitasi tricuspid

 Perikardial tamponadePerikardial tamponade

2.

2. Masalah non-kardiovaskuler :Masalah non-kardiovaskuler :

(11)

 Peningkatan volume darahPeningkatan volume darah

 Peningkatan tekanan intrathoraksPeningkatan tekanan intrathoraks

 Peningkatan tekanan intraabdomenPeningkatan tekanan intraabdomen. Sebaliknya JVP . Sebaliknya JVP bisa tidak bisa tidak 

terlihat (selain normal), bisa pada pasien

terlihat (selain normal), bisa pada pasien yang mengalami deplesiyang mengalami deplesi volume eksternal.

volume eksternal.

 Perbedaan

 Perbedaan antara denyut vantara denyut vena jugularis deena jugularis dengan arteri carongan arteri carotis Venoustis Venous

Vena

Vena Jugularis Jugularis Arteri Arteri KarotisKarotis Berdenyut

Berdenyut ke ke dalam dalam Berdenyut Berdenyut keluarkeluar Dua puncak dalam satu siklus (pada

Dua puncak dalam satu siklus (pada irama sinus)

irama sinus)

Satu puncak dalam satu siklus Satu puncak dalam satu siklus

Dipengaruhi

Dipengaruhi oleh oleh kompresi kompresi abdomen abdomen Tidak Tidak dipengaruhi dipengaruhi oleh oleh kompresikompresi abdomen

abdomen Dapat menggeser earlobes (bila

Dapat menggeser earlobes (bila tekanan vena meningkat)

tekanan vena meningkat)

Tidak menggeser earlobes Tidak menggeser earlobes

(12)

BAB III

BAB III

PENUTUP

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN 3.1 KESIMPULAN

Tujuan pengukuran JVP adalah untuk melihat adanya distensi vena Tujuan pengukuran JVP adalah untuk melihat adanya distensi vena  jugularis

 jugularis dan memperkirakadan memperkirakan tekanan ven tekanan vena na sentral sentral (CVP). Distensi (CVP). Distensi vena-venavena-vena dileher dapat memperlihatkan adanya perubahan volume dan tekanan di dalam dileher dapat memperlihatkan adanya perubahan volume dan tekanan di dalam atrium kanan.Vena jugularis merupakan salah satu vena yang terdapat di area atrium kanan.Vena jugularis merupakan salah satu vena yang terdapat di area leher. Di leher terdapat 2 buah vena jugular yaitu

leher. Di leher terdapat 2 buah vena jugular yaitu vena jugular internalvena jugular internaldandan vena jugular eksternal.

vena jugular eksternal.

Ada beberapa penyebab peningkatan JVP, yaitu: Ada beberapa penyebab peningkatan JVP, yaitu:

3.

3. Masalah kardiovaskuler :Masalah kardiovaskuler :

 Gagal jantung kanan atau kiriGagal jantung kanan atau kiri

 Cor pulmunalCor pulmunal

 Stenosis katup trikuspid atau Stenosis katup trikuspid atau pulmonalpulmonal 

 Efusi perikardial atau tamponadeEfusi perikardial atau tamponade

  Restriktif cardiomiopa Restriktif cardiomiopatiti atauatau constriktif perikarditisconstriktif perikarditis

 Lesi pada jantung kanan.Lesi pada jantung kanan.

 Regurgitasi tricuspidRegurgitasi tricuspid

 Perikardial tamponadePerikardial tamponade

4.

4. Masalah non-kardiovaskuler :Masalah non-kardiovaskuler :

 ObstruksiObstruksi vena cava superior vena cava superior 

 Peningkatan volume darahPeningkatan volume darah

 Peningkatan tekanan intrathoraksPeningkatan tekanan intrathoraks

 Peningkatan tekanan intraabdomen. SebaliknyPeningkatan tekanan intraabdomen. Sebaliknya JVP a JVP bisa tidak bisa tidak 

terlihat (selain normal), bisa pada pasien

terlihat (selain normal), bisa pada pasien yang mengalami deplesiyang mengalami deplesi volume eksternal.

(13)

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

Luckmann & Sorensen. (1993).

Luckmann & Sorensen. (1993). Medical surgical nur Medical surgical nursing a sing a psychophysiologpsychophysiologyy capproach.

capproach.(Ed ke 4.).Philadelphia:(Ed ke 4.).Philadelphia: W.B.

W.B. Saunder Company.Potter&Perry.(2005).Saunder Company.Potter&Perry.(2005).Fundamental Keperawatan:Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik Vol.1

Konsep, Proses, dan Praktik Vol.1.(Ed. ke-4).Jakarta:EGC..(Ed. ke-4).Jakarta:EGC. Rokhaeni H. (2001). Buku

Rokhaeni H. (2001). Buku Ajar Keperawatan Kardiovaskuler, Jakarta:Ajar Keperawatan Kardiovaskuler, Jakarta: Bidang Diklat RS Jantung Harapan Kita Altman: Nursing Skills.

Bidang Diklat RS Jantung Harapan Kita Altman: Nursing Skills. Hendria 1971.

Hendria 1971. Apa yang Dimaksud dengan Ju Apa yang Dimaksud dengan Jugularis Venous Pressurgularis Venous Pressure (JVP)?e (JVP)? .http://hendria71.wordp

.http://hendria71.wordpress.com/2010/06/28ress.com/2010/06/28/apa-saja-peny/apa-saja-penyebab-peningkaebab-peningkatan-jvp/ tan-jvp/  (8 Oktober 2010)

Referensi

Dokumen terkait

 Vena Jugularis interna kanan atau kiri (lebih umum pada kanan)  Vena subklavia kanan atau kiri, tetapi duktus toraks rendah pada kanan  Vena brakialis, yang mungkin tertekuk

Karena rintangan pada aliran dan tekanan- tekanan tinggi dalam vena portal, darah dalam vena portal mencari vena-vena lain untuk mengalir kembali ke jantung, vena-vena

Tekanan darah juga memiliki korelasi dengan tekanan vena episklera. Tekanan darah yang tinggi akan meningkatkan resistensi tekanan vena episklera.. dan berkorelasi

Pengukuran tekanan vena sentral dan ekokardiografi yang tidak dilakukan secara simultan. Walaupun kecil kemungkinanya, perubahan hemodinamik dapat ter- jadi dalam interval

Latar belakang dan Objektif : Tekanan Vena Sentral, pada beberapa penanganan kasus  sangat  diperlukan  untuk  mendukung  diagnosa,  mengetahui  kondisi  pasien, 

used in bed-bound patients only.. KATETER VENA SENTRAL : KATETER DOUBLE LUMEN KATETER DOUBLE LUMEN.. Akses Kateter Vena Sentral.. 1.

Target yang dicapai selama 6 jam pertama resusitasi pada hipoperfusi yang dinduksi oleh sepsis yaitu: tekanan vena sentral 8- 12 mmHg, tekanan arteri (MAP) ≥ 65 mm Hg, Urin

PEMBAHASAN Posisi Supine atau Datar dengan Tekanan Vena Central Hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa nilai CVP rata-rata pada responden sebelum diberikan posisi supine