STATISTIK TEBU INDONESIA
Indonesian Sugar Cane Statistics
2015
Nomor ISSN/ISSN Number: 2338-6991
Nomor Publikasi/Publication Number: 05130.1608
Katalog/Catalog: 5504004
Ukuran Buku/Book Size: 8,2 cm x 25,7 cm
Jumlah Halaman/Total Pages: xiv + 72 halaman/pages
Naskah/Manuscript:
Sub Direktorat Statistik Tanaman Perkebunan
Sub Directorate of Estate Crops Statistics
Gambar Kulit/Cover Design:
Sub Direktorat Statistik Tanaman Perkebunan
Sub Directorate of Estate Crops Statistics
Diterbitkan oleh/Published by:
© Badan Pusat Statistik - BPS - Statistics Indonesia
Dicetak oleh - Printed by:
...
Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau
menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersial
tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik
Prohibited to announce, distribute, communicate, and/or copy part or all of this
book for commercial purposes without permission from BPS-Statistics Indonesia
Statistik Tebu Indonesia
KATA PENGANTAR
Publikasi Statistik Tebu Indonesia 2015 ini merupakan seri publikasi tahu Badan Pusat Statistik. Data yang disajikan adalah luas areal dan produksi tebu men provinsi dan kategori pengusahaan serta data ekspor dan impor yang dirinci men negara tujuan dan negara asal. Sumber data yang digunakan adalah data hasil Su Perusahaan Perkebunan Triwulanan dan Tahunan, data hasil kompilasi dokumen ek dan impor dari Direktorat Jenderal Bea Cukai, dan data sekunder dari Asosiasi Indonesia.
Diharapkan publikasi ini dapat bermanfaat bagi para pengambil kebijaka instansi pemerintah dan swasta, peneliti, mahasiswa, serta pengguna data lainnya.
Kami sampaikan penghargaan kepada semua pihak yang telah membantu d persiapan publikasi ini. Kritik dan saran dari pengguna data sangat diharapkan perbaikan publikasi ini dimasa yang akan datang.
Jakarta, Agustus 2016 KEPALA BADAN PUSAT STATIST
REPUBLIK INDONESIA
Dr. Suryamin, M.Sc
Indonesian Sugar Cane Statistics 2015
PREFACE
The publication of Indonesian Sugar Cane Statistics 2015 is a serial of annua publication of BPS-Statistics Indonesia. This publication presents data of area an production on Sugar Cane by province and by category of producers, and the export an import of Sugar Cane by both country of destination and country of origin. The dat sources are the result of the Quarterly and Annually Plantation Estate Survey, dat compilation of custom documents from Directorate General of Customs, and secondary data from Indonesian Sugar Association.
Hopefully this publication will be useful for the decision makers in governmen and private institutions, researches, students, and other users.
Many thanks and apreciation addressed to all parties who had been involved i the preparation of this publication. Comments and suggestions to improve thi publication in the future are always welcome.
Jakarta, August 2016 BPS - STATISTICS INDONESIA
Dr. Suryamin, M.Sc Chief Statistician
Statistik Tebu Indonesia 2015
DAFTAR ISI
CONTENTS
Halaman/Page
KATA PENGANTAR / PREFACE ... iii
DAFTAR ISI / CONTENTS ... v
DAFTAR TABEL / LIST OF TABLES ……… vi
DAFTAR GAMBAR / LIST OF FIGURES ………. xi
PENJELASAN UMUM / EXPLANATORY NOTES …….………... xii
INFOGRAFIS / INFOGRAPHICS …….………... xiii PETA LUAS AREAL PERKEBUNAN TEBU /MAP OF SUGAR CANE AREA .…… xiv
I. PENDAHULUAN / INTRODUCTION 1.1 Latar Belakang / Background ………. 1
1.2 Ruang Lingkup / Coverage ……… 2
1.3 Metodologi / Methodology ………. 2
1.4 Konsep dan Definisi / Concepts and Definitions ………... 3
II. ULASAN RINGKAS / BRIEF REVIEW 2.1 Perkembangan Luas Areal Perkebunan Tebu / Trend of Sugar Cane Plantation Area……… 5
2.2 Perkembangan Produksi Tebu / Trend of Sugar Cane Production……… 7
2.3 Perkembangan Ekspor Impor Gula dan Tetes Tebu / Trend of Sugar Cane and Cane Molasses Exports Imports………. 8
2.3.1 Perkembangan Ekspor Gula dan Tetes Tebu / Trend of Sugar Cane and Cane Molasses Exports………. 9
2.3.2 Perkembangan Impor Gula dan Tetes Tebu / Trend of Sugar Cane and Cane Molasses Imports………. 11
Indonesian Sugar Cane Statistics 2015
DAFTAR TABEL
LIST OF TABLES
Tabel/Table Halaman/Page 1.1 Luas Areal Perkebunan Tebu Indonesia menurut Status Pengusahaan
(Ha), 1986 – 2015*
Sugar Cane Area by Category of Producers (Ha), 1986 – 2015*... 17 1.2 Produksi Perkebunan Tebu Indonesia menurut Status Pengusahaan
(Ton), 1986 – 2015*
Sugar Cane Production by Category Producers (Ton), 1986 – 2015*… 18 1.3 Ekspor Gula Indonesia 1986-2015
Sugar Cane Export of Indonesia 1986-2015... 19 1.4 Impor Gula Indonesia 1986-2015
Sugar Cane Import of Indonesia 1986-2015... 20 2.1 Luas Areal dan Produksi Tebu Indonesia menurut Provinsi dan Status
Pengusahaan, 2013
Sugar Cane Area and Production by Province and Category of
Producers, 2013………. 21
2.2 Luas Areal dan Produksi Tebu Indonesia menurut Provinsi dan Status Pengusahaan, 2014
Sugar Cane Area and Production by Province and Category of
Producers, 2014………. 22
2.3 Luas Areal dan Produksi Tebu Indonesia menurut Provinsi dan Status Pengusahaan, 2015*
Sugar Cane Area and Production by Province and Category of
Producers, 2015*……….. 23
3.1 Produksi Tebu Indonesia menurut Provinsi dan Bulan (Ton), 2014
Sugar Cane Production by Province and Month (Ton), 2014 ... 24 3.2 Produksi Tebu Indonesia menurut Provinsi dan Bulan (Ton), 2015*
Sugar Cane Production by Province and Month (Ton), 2015 ... 26 4.1 Produksi Tebu Perkebunan Rakyat menurut Provinsi dan Bulan (Ton),
2014
Sugar Cane Production of Smallhaolder by Province and Month (Ton), 2014... 28
Statistik Tebu Indonesia 2015
Tabel/Table Halaman/Page 4.2 Produksi Tebu Perkebunan Rakyat menurut Provinsi dan Bulan (Ton),
2015*
Sugar Cane Production of Smallhaolder by Province and Month (Ton),
2015……….. 30
5.1 Produksi Tebu Perkebunan Besar Negara menurut Provinsi dan Bulan (Ton) , 2014
Sugar Cane Production of Government Plantation by Province and
Month (Ton), 2014 ……… 32
5.2 Produksi Tebu Perkebunan Besar Negara menurut Provinsi dan Bulan (Ton), 2015*
Sugar Cane Area and Production of Government Plantation by
Province and Month (Ton), 2015*………. 34
6.1 Produksi Tebu Perkebunan Besar Swasta menurut Provinsi dan Bulan (Ton), 2014
Sugar Cane Production of Government Plantation by Province and
Month (Ton), 2014……… 36
6.2 Produksi Tebu Perkebunan Besar Swasta menurut Provinsi dan Bulan (Ton), 2015*
Sugar Cane Area and Production of Government Plantation
by Province and Month (Ton), 2015*……… 38
7 Perkembangan Ekspor Gula menurut Jenis Komoditi, 2013-2015
Trend of Sugar Cane Exports by Type of Commidty, 2013-2015... 40 8 Perkembangan Ekspor Tetes Tebu menurut Jenis Komoditi, 2013-2015
Trend of Cane Molasses Exports by Type of Commidty, 2013-2015…… 41 9 Perkembangan Ekspor Gula menurut Bulan, 2013-2015
Trend of Sugar Cane Exports by Month, 2013-2015... 42 10 Perkembangan Ekspor Tetes Tebu menurut Bulan, 2013-2015
Trend of Cane Molasses Exports by Month, 2013-2015... 43 11 Volume dan Nilai Ekspor Gula Bulanan menurut Jenis Komoditi, 2015
Monthly Volume and Value Exports of Sugar Cane by Type of
Commodity, 2015... 44
Indonesian Sugar Cane Statistics 2015
Tabel/Table Halaman/Page 12 Volume dan Nilai Ekspor Gula menurut Negara Tujuan, 2014 dan 2015
Volume and Value of Sugar Cane Exports by Country of Destination,
2014 and 2015... 46 13 Volume dan Nilai Ekspor Tetes Tebu menurut Negara Tujuan, 2014 dan
2015
Volume and Value of Cane Molasses Exports by Country of
Destination, 2014 and 2015... 47 14 Volume dan Nilai Ekspor Gula Tebu Lainnya menurut Negara Tujuan,
2014 dan 2015
Volume and Value Exports of Other Sugar Cane by Country of
destination, 2014 and 2015... 48 15 Volume dan Nilai Ekspor Gula Tebu Tidak Mengandung Tambahan
Bahan Perasa/Pewarna menurut Negara Tujuan, 2014 dan 2015
Volume and Value of Exports of Cane Sugar Not Containing Added Flavouring Or Colouring Matter by Country of Destination, 2014 and
2015... 49 16 Volume dan Nilai Ekspor Gula Murni Putih menurut Negara Tujuan,
2014 dan 2015
Volume and Value of Exports of White Refined Sugar by Country of
Destination, 2014 and 2015... 50 17 Volume dan Nilai Ekspor Gula Murni Lainnya menurut Negara Tujuan,
2014 dan 2015
Volume and Value of Exports of Other Refined Sugar by Country of
Destination, 2014 and 2015... 51 18 Volume dan Nilai Ekspor Tetes Tebu Mengandung Bahan Pemberi
Rasa/ Perwarna Tambahan menurut Negara Tujuan, 2014 dan 2015
Volume and Value of Exports of Cane Molasses Containing Added Flavouring or Colouring Matter by Country of Destination, 2014 and
2015... 52 19 Volume dan Nilai Ekspor Tetes Tebu Mengandung Bahan Pemberi
Rasa/ Perwarna Tambahan Lainnya menurut Negara Tujuan, 2014 dan 2015
Volume and Value of Exports of Other Cane Molassesby Country of
Destination, 2014 and 2015... 53
Statistik Tebu Indonesia 2015
Tabel/Table Halaman/Page 20 Volume dan Nilai Ekspor Tetes Tebu Lainnya menurut Negara Tujuan,
2014 dan 2015
Volume and Value of Exports of Other Cane Molasses by Country of
Destination, 2014 and 2015... 54 21 Volume dan Nilai Ekspor Tetes Tebu Lainnya menurut Negara Tujuan,
2014 dan 2015
Volume and Value of Exports of Other Cane Molasses by Country of
Destination, 2014 and 2015... 55 22 Perkembangan Impor Gula menurut Jenis Komoditi, 2013-2015
Trend of Sugar Cane Imports by Type of Commidty, 2013-2015... 56 23 Perkembangan Impor Tetes Tebu menurut Jenis Komoditi, 2013-2015
Trend of Cane Molasses Imports by Type of Commidty, 2013-2015... 57 24 Perkembangan Impor Gula menurut Bulan, 2013-2015
Trend of Sugar Cane Imports by Month, 2013-2015... 58 25 Perkembangan Impor Tetes Tebu menurut Bulan, 2013-2015
Trend of Cane Molasses Imports by Month, 2013-2015... 59 26 Volume dan Nilai Impor Gula Bulanan menurut Jenis Komoditi, 2015
Monthly Volume and Value of Sugar Cane Import by Type of
Commodity, 2015... 60 27 Volume dan Nilai Impor Gula menurut Negara Asal, 2014 dan 2015
Volume and Value of Sugar Cane Imports by Country of Origin,
2014 and 2015... 62 28 Volume dan Nilai Impor Tetes Tebu menurut Negara Asal, 2014 dan
2015
Volume and Value of Cane Molasses Imports by Country of Origin,
2014 and 2015... 63 29 Volume dan Nilai Impor Gula Tebu Lainnya menurut Negara Asal,
2014 dan 2015
Volume and Value Imorts of Other Sugar Cane by Country of Origin,
2014 and 2015... 64
Indonesian Sugar Cane Statistics 2015
Tabel/Table Halaman/Page 30 Volume dan Nilai Impor Gula Tebu Tidak Mengandung Tambahan
Bahan Perasa/Pewarna menurut Negara Asal, 2014 dan 2015
Volume and Value Imports of Cane Sugar Not Containing Added Flavouring Or Colouring Matter by Country of Origin, 2014 and
2015... 65 31 Volume dan Nilai Impor Gula Murni Putih menurut Negara Asal, 2014
dan 2015
Volume and Value of Imports of White Refined Sugar by Country of
Origin, 2014 and 2015... 66 32 Volume dan Nilai Impor Gula Murni Lainnya menurut Negara Asal,
2014 dan 2015
Volume and Value of Imports of Other Refined Sugar by Country of
Origin, 2014 and 2015... 67 33 Volume dan Nilai Impor Tetes Tebu Mengandung Bahan Pemberi
Rasa/ Perwarna Tambahan menurut Negara Asal, 2014 dan 2015
Volume and Value of Imports of Cane Molasses Containing Added
Flavouring or Colouring Matter by Country of Origin, 2014 and 2015... 68 34 Volume dan Nilai Impor Tetes Tebu Mengandung Bahan Pemberi Rasa/
Perwarna Tambahan Lainnya menurut Negara Asal, 2014 dan 2015
Volume and Value of Imports of Other Cane Molasses by Country of
Origin, 2014 and 2015………. 69
35 Volume dan Nilai Impor Tetes Tebu Lainnya menurut Negara Asal, 2014 dan 2015
Volume and Value of Imports of Other Cane Molasses by Country of
Origin, 2014 and 2015………. 70
36 Volume dan Nilai Impor Tetes Tebu Lainnya Menurut Negara Asal, 2014 dan 2015
Volume and Value of Imports of Other Cane Molasses by Country of
Origin, 2014 and 2015………. 71
37 Produksi Gula dari Beberapa Negara (Ton), 2010-2014
Sugar Production from Several Countries (Ton), 2010-2014... 72
Statistik Tebu Indonesia 2015 DAFTAR GAMBAR
LIST OF FIGURES
Gambar/Figure
Halaman/Page A Perkembangan Luas Areal Perkebunan Tebu Indonesia (Ha),
2011-2015*
Trend of Sugar Cane Plantation Area (Ha), 2011-2015*………. 5 B Perkembangan Luas Areal Perkebunan Tebu menurut Status
Pengusahaan (Ha), 2013-2015*
Trend of Sugar Cane Production by Category of Producers (Ha),
2013-2015*………... 6
C Perkembangan Produksi Tebu Indonesia (000 Ton), 2011-2015*
Trend of Sugar Cane Production (000 Ton), 2011-2015*……….. 7 D Produksi Tebu menurut Status Pengusahaan, 2015*
Sugar Cane Production by Category of Producers, 2015*... 8 E Perkembangan Volume Ekspor Gula Dan Tetes Tebu Indonesia,
2013-2015*
Trend of Sugar Cane and Molasses Exports, 2013-2015*……… 10 F Persentase Volume Impor Gula menurut Negara Asal, 2015*
Percentage of Sugar Cane Imports by Country of Origin, 2015* ………. 12 G Perkembangan Volume Impor Gula Dan Tetes Tebu Indonesia,
2013-2015*
Trend of Sugar Cane and Molasses Imports, 2013-2015* ………. 13
Indonesian Sugar Cane Statistics 2015
PENJELASAN UMUM
EXPLANATORY NOTES
Publikasi ini belum disajikan dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris) secara lengkap, namun agar pembaca yang hanya dapat berbahasa Inggris dapat memahami buku ini, judul Tabel dan Gambar dilengkapi dengan kalimat atau kata bahasa Inggris.
Tanda-tanda, satuan-satuan dan lain-lainnya yang digunakan dalam publikasi ini, adalah sebagai berikut :
Symbols, measurement units, and acronyms which are used in this publication, are as follows:
1. TANDA-TANDA / SYMBOLS
Angka sementara / Preliminary figures ……… : * Nilai kosong / Null .……….. : - Nilai kurang dari 1 ton atau US $ 1 000 (Tabel Ekspor Impor) /
Values less than 1 ton or US $ 1 000 (Export Import Tables) ………. : 0 Data tidak tersedia / Data not available……… : NA
2. SINGKATAN / ACRONYMS
Perkebunan Rakyat / Smallholder ………. : PR Perkebunan Besar Negara / Government Plantation ……… : PBN Perkebunan Besar Swasta / Private Plantation ………. : PBS
Statistik Tebu Indonesia INFOGRAFIS
INFOGRAPHICS
Indonesian Sugar Cane Statistics 2015
PETA LUAS AREAL PERKEBUNAN TEBU INDONESIA TAHUN 2015
Keterangan dalam satuan Hektar (Ha) : Tidak ada ≤ 10.000 10.001 – 50.000 50.001 – 100.000 100.001 – 150.000 > 150.000
http://www.bps.go.id
I. PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Sektor pertanian mempunyai peranan yang cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia, hal ini dapat dilihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang cukup besar yaitu sekitar 13,52 persen pada tahun 2015 atau merupakan urutan kedua setelah sektor Industri Pengolahan. Pada waktu krisis ekonomi, sektor pertanian merupakan sektor yang cukup kuat menghadapi goncangan ekonomi dan ternyata dapat diandalkan dalam pemulihan perekonomian nasional.
Salah satu sub sektor yang cukup besar potensinya adalah sub sektor perkebunan. Kontribusi sub sektor perkebunan dalam PDB yaitu sekitar 3,57 persen pada tahun 2015 atau merupakan urutan pertama di sektor Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian. Sub sektor ini merupakan penyedia bahan baku untuk sektor industri, penyerap tenaga kerja, dan penghasil devisa.
Tebu sebagai bahan baku industri gula merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mempunyai peran strategis dalam perekonomian di Indonesia. Dengan luas areal sekitar 455,82 ribu hektar pada tahun 2015, industri gula berbahan baku tebu merupakan salah satu sumber pendapatan bagi ribuan petani tebu dan pekerja di industri gula. Gula juga merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi sebagian besar masyarakat dan sumber kalori yang relatif murah.
Peningkatan konsumsi gula di Indonesia dari tahun ke tahun memberikan peluang yang luas bagi peningkatan kapasitas produksi pabrik gula. Selain itu dari jumlah produksi gula di dalam negeri saat ini dirasakan belum mampu memenuhi kebutuhan gula
di Indonesia. Di masa mendatang, pemerintah berupaya agar Indonesia dapat mencapai swasembada gula sebagai salah satu langkah menuju Ketahanan Pangan Nasional.
Dalam rangka menunjang peningkatan pembangunan perkebunan tebu dan industri gula Indonesia diperlukan informasi mengenai potensi tebu di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mempublikasikan buku publikasi Statistik Tebu Indonesia 2015.
I.2 Ruang Lingkup
Publikasi ini memuat data dan ulasan ringkas tentang perkembangan luas dan produksi tebu di Indonesia per provinsi yang dirinci menurut status pengusahaannya yaitu Perkebunan Rakyat, Perkebunan Besar Negara dan Perkebunan Besar Swasta. Perkembangan ekspor dan impor tebu Indonesia disajikan menurut jenis komoditi (kode
HS-Harmony System) dan negara tujuan/asal. Selain itu juga disajikan data
perkembangan produksi gula dari beberapa negara penghasil gula yang bersumber dari data yang dihimpun oleh Food and Agriculture Organization (FAO).
I.3 Metodologi
Data yang disajikan dalam publikasi ini berupa tabel-tabel, gambar/grafik dan ulasan ringkas yang berupa analisis diskriptif dengan melihat pada pertumbuhan, distribusi, dan kontribusi atau persentase.
Sumber data yang dipergunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang dihasilkan dari hasil pengolahan survei-survei yang dilaksanakan oleh BPS. Data primer yang digunakan yaitu data luas areal dan produksi yang diperoleh dari Subdirektorat Statistik Tanaman Perkebunan, sedangkan data ekspor impor diperoleh dari
dari sumber lain seperti dari Asosiasi Gula Indonesia, FAO, dan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.
Data luas areal dan produksi perkebunan rakyat, perkebunan besar negara dan swasta diperoleh dari hasil Survei Perusahaan Perkebunan yang dilakukan dengan pencacahan secara lengkap terhadap seluruh Administratur Perkebunan di seluruh Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung oleh petugas BPS ke kantor Administratur Perkebunan sesuai periode survei. Periode survei yang dilakukan oleh BPS adalah triwulanan dan tahunan. Sedangkan series data luas dan produksi perkebunan tebu Indonesia periode tahun 1986 - 2007 diperoleh dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.
Data Ekspor diperoleh dengan cara pengumpulan data berdasarkan dokumen ekspor yaitu Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dan Pemberitahuan Ekspor Barang Tertentu (PEBT) yang diisi oleh eksportir dan telah diberikan ijin muat oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan selanjutnya mengirimkannya ke BPS.
Data Impor diperoleh dengan cara pengumpulan data berdasarkan dokumen impor yaitu Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang diisi oleh importir dan telah diberikan ijin bongkar oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan selanjutnya mengirimkan dokumen tersebut ke BPS.
I.4 Konsep dan Definisi
Perusahaan Perkebunan adalah suatu perusahaan berbentuk badan usaha/badan hukum
yang bergerak dalam kegiatan budi daya tanaman perkebunan di atas lahan yang dikuasai, dengan tujuan ekonomi/komersial dan mendapat izin usaha dari instansi yang berwenang dalam pemberian izin usaha perkebunan. Perusahaan perkebunan yang
diusahakan oleh pemerintah (BUMN) disebut Perkebunan Besar Negara (PBN) dan perusahaan perkebunan yang diusahakan oleh swasta disebut Perkebunan Besar Swasta
(PBS).
Perkebunan Rakyat (PR) adalah usaha budi daya tanaman perkebunan yang diusahakan
oleh rumah tangga dan tidak berbentuk badan usaha/badan hukum.
Produksi tebu yang disajikan pada publikasi ini berupa produksi olahan yaitu produksi
primer yang telah diolah menjadi suatu bentuk barang jadi atau barang setengah jadi, sehingga nilai ekonomisnya lebih tinggi, dalam hal ini gula.
II.
ULASAN RINGKAS
2.1 Perkembangan Luas Areal Perkebunan Tebu
Perkembangan luas areal perkebunan tebu di Indonesia selama tiga tahun terakhir cukup fluktuatif (lihat Tabel 1.1). Pada tahun 2013 luas areal perkebunan tebu Indonesia tercatat seluas 470,94 ribu hektar, kemudian mengalami kenaikan pada tahun 2014 sekitar 0,37 persen menjadi 472,68 ribu hektar. Sedangkan pada tahun 2015 luas areal perkebunan tebu Indonesia mengalami penurunan menjadi 455,82 ribu hektar atau turun sekitar 3,57 persen. Perkembangan luas areal perkebunan tebu selama lima tahun terakhir dapat dilihat pada Gambar A.
Gambar A. Perkembangan Luas Areal Perkebunan Tebu Indonesia, 2011-2015*
Selama periode tahun 2013-2015 luas areal perkebunan tebu tersebar di sembilan provinsi yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan. Dari ke sembilan provinsi tersebut, Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi dengan luas areal perkebunan tebu yang terluas di Indonesia. Pada tahun 2015 luas areal perkebunan tebu yang berada
410 420 430 440 450 460 470 480 2011 2012 2013 2014 2015* (000 Ha)
http://www.bps.go.id
di Provinsi Jawa Timur tercatat seluas 207,15 ribu hektar atau merupakan 45,44 perse dari total luas areal perkebunan tebu di Indonesia. Sementara itu provinsi lain yang jug memiliki luas areal perkebunan tebu yang cukup besar yaitu Lampung (27,34%), Jaw Tengah (10,33%), dan Sumatera Selatan (4,88%). Luas areal tebu menurut provinsi dapa dilihat pada Tabel 2.3.
Pada tahun 2015 luas areal perkebunan tebu di Indonesia seluas 455,82 ribu hektar dengan luas areal sekitar 213,44 ribu hektar (46,80%) diusahakan oleh perkebuna rakyat, sedangkan yang diusahakan oleh perkebunan besar negara seluas 104,08 rib hektar (22,83%) dan perkebunan besar swasta seluas 138,40 ribu hektar (30,36%) Perkembangan luas areal perkebunan tebu menurut status pengusahaan tahun 2013-201 disajikan pada Gambar B.
Gambar B. Perkembangan Luas Areal Perkebunan Tebu menurut Status Pengusahaan (Ha), 2013-2015* 0 100 200 300 400 500 2013 2014 2015* (000 Ha) PR PBN PBS Jumlah
http://www.bps.go.id
2.2 Perkembangan Produksi Tebu
Perkembangan produksi tebu di Indonesia selama tiga tahun terakhir terlihat cukup fluktuatif (lihat Tabel 1.2). Pada tahun 2013 produksi Tebu (setara gula) mencapai 2,55 juta ton dan mengalami kenaikan sebesar 0,86 persen pada tahun 2014 menjadi sebesar 2,58 juta ton. Sementara tahun 2015 produksi tebu mengalami penurunan sebesar 1,57 persen atau menjadi 2,53 juta ton. Perkembangan produksi tebu Indonesia selama lima tahun terakhir dapat dilihat pada Gambar C.
Gambar C. Perkembangan Produksi Tebu Indonesia (000 Ton), 2011-2015*
Pada tahun 2015, produksi tebu yang terbesar berasal dari Provinsi Jawa Timur yaitu sebesar 1,24 juta ton atau sekitar 48,75 persen dari total produksi tebu Indonesia. Sementara itu provinsi lainnya yang juga merupakan penghasil tebu yang cukup besar yaitu Lampung dengan produksi sebesar 756,55 ribu ton (29,85%), Jawa Tengah sebesar 206,25 ribu ton (8,14%), dan Sumatera Selatan 102,03 ribu ton (4,03%). Produksi tebu tahun 2015 menurut provinsi dapat dilihat pada Tabel 2.3.
2 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7 2011 2012 2013 2014 2015* (000 Ton)
http://www.bps.go.id
Gambar D. Produksi Tebu menurut Status Pengusahaan, 2015*
Dilihat dari status pengusahaan, produksi tebu Indonesia tahun 2015 sebesar 2,5 juta ton adalah berasal dari perkebunan rakyat sebesar 1,16 juta ton (45,85%) perkebunan besar negara sebesar 0,55 juta ton (21,79%) dan perkebunan besar swast sebesar 0,82 juta ton (32,36%).
2.3 Perkembangan Ekspor Impor Gula dan Tetes Tebu
Ekspor dan impor tebu Indonesia secara umum dibagi dalam dua jenis yaitu gul dan tetes tebu, yang dirinci berdasarkan kelompok kode Harmony System (HS) sebaga berikut :
Untuk gula terdapat 4 kode HS, yaitu gula tebu tidak mengandung tambahan baha perasa/pewarna (kode HS 1701.13.00.00), gula tebu lainnya (kode HS 1701.14.00.00) gula murni putih (kode HS 1701.99.11.00), dan gula murni putih lainnya (kode H 1701.99.19.00).
Untuk tetes tebu terdapat 4 kode HS, yaitu tetes tebu mengandung baha perasa/pewarna (kode HS 1703.10.10.00), tetes tebu mengandung bahan perasa/pewarn lainnya (kode HS 1703.10.90.00), tetes tebu lainnya (kode HS 1703.90.10.00), dan tete tebu lainnya (kode HS 1703.90.90.00).
Perkebunan Rakyat (46%) Perkebunan Besar Negara (22%) Perkebunan Besar Swasta (32%)
http://www.bps.go.id
2.3.1 Perkembangan Ekspor Gula dan Tetes Tebu
Perkembangan volume ekspor gula pada tahun 2013 mencapai 514 ton dengan nilai ekspor sebesar US$ 764 ribu, dan pada tahun 2014 mengalami peningkatan sekitar 56,81 persen atau menjadi 806 ton dengan nilai sebesar US$ 1,11 juta, demikian juga pada tahun 2015 mengalami peningkatan, meskipun hanya meningkat sebesar 0,99 persen atau menjadi 814 ton dengan nilai mencapai sebesar US$ 1,27 juta (lihat Tabel 7).
Produksi gula Indonesia sebagian besar dikonsumsi di dalam negeri dan hanya sebagian kecil saja yang diekspor ke manca negara. Pangsa pasar untuk produk gula telah menjangkau ke berbagai negara di benua Asia, Australia, Amerika dan Eropa.
Pada tahun 2015 sekitar 28 negara yang menjadi pangsa pasar ekspor gula Indonesia. Negara yang menjadi pengimpor gula terbesar dari Indonesia berturut-turut yaitu Jepang yang volume ekspornya mencapai 239 ton atau sebesar 29,36 persen terhadap total volume ekspor gula Indonesia dengan nilai sebesar US$ 86 ribu, Malaysia dengan volume ekspor sebesar 195 ton atau memiliki kontribusi 23,96 persen dengan nilai ekspornya sebesar US$ 102 ribu, Amerika Serikat dengan kontribusi 10,93 persen atau volume ekspornya sebesar 89 ton dengan nilai ekspor US$ 226 ribu, Singapura mencapai 48 ton atau sekitar 5,90 persen dengan nilai ekspor sebesar US$ 45 ribu, dan Kanada sebesar 44 ton atau 5,41 persen dengan nilai ekspor mencapai US$ 99 ribu. Volume dan nilai ekspor gula menurut negara tujuan dapat dilihat pada Tabel 12.
Perkembangan ekspor tetes tebu memiliki pola yang berbeda dengan ekspor gula sepanjang tahun 2013-2015, dimana pada tahun 2013 volume ekspor tetes tebu mencapai 537,57 ribu ton dengan nilai sebesar US$ 66,42 juta, dan pada tahun 2014 mengalami peningkatan sekitar 74,61 persen, menjadi 938,66 ribu ton dengan nilai US$ 111,87 juta. Namun pada tahun 2015 ekspor tetes tebu mengalami penurunan sebesar 53,01 persen
dibanding tahun 2014 dan volume menjadi 441,11 ribu ton dengan nilai sebesar US 52,74 juta (lihat Tabel 8).
Produksi tetes tebu Indonesia pada tahun 2015 diekspor ke 23 negara. Diantar negara tersebut terdapat lima negara pengimpor terbanyak yaitu Filipina dengan volum sebesar 190,89 ribu ton atau 43,27 persen dari total ekspor tetes tebu Indonesia denga nilai sebesar US$ 23,16 juta, Korea Selatan dengan volume 151,36 ribu ton (34,31%) da nilai ekspornya sebesar US$ 16,88 juta, Jepang dengan volume 40,98 ribu ton (9,29% dengan nilai ekspor US$ 5,20 juta, Taiwan dan Vietnam masing-masing volume 15,3 ribu ton (3,47%) dan 14,50 ribu ton (3,29%) dengan nilai ekspor US$ 1,94 juta dan US 1,70 juta. Volume dan nilai ekspor tetes tebu menurut negara tujuan dapat dilihat pad Tabel 13.
Perkembangan volume ekspor gula dan tetes tebu Indonesia tahun 2013-2015 dapa dilihat pada Gambar E.
Gambar E. Perkembangan Volume Ekspor Gula Dan Tetes Tebu Indonesia (Ton), 2013-2015* 514 806 814 537.57 938.66 441.11 2013 2014 2015* Gula (Ton) Tetes Tebu (000 Ton)
http://www.bps.go.id
2.3.2 Perkembangan Impor Gula dan Tetes tebu
Pada tahun 2013 volume impor gula Indonesia mencapai 3,34 juta ton dengan nilai impor sebesar US$ 1,73 miliar dan pada tahun 2014 mengalami penurunan sekitar 12,26 persen atau menjadi 2,93 juta ton dengan nilai sebesar US$ 1,31 miliar. Pada tahun 2015 volume impor gula mengalami peningkatan menjadi 3,37 juta ton atau naik sekitar 14,87 persen dan nilainya mencapai US$ 1,25 miliar (lihat Tabel 22).
Kekurangan pasokan gula dalam negeri mengharuskan Indonesia melakukan impor gula dari berbagai negara, pada tahun 2015 tercatat sebanyak sembilan negara yang menjadi pemasok gula Indonesia. Pada tahun 2015, lima negara terbesar yang menjadi pemasok gula Indonesia berturut-turut Thailand dengan volume impornya mencapai 1,79 juta ton atau sebesar 53,19 persen terhadap total volume impor gula Indonesia dengan nilai sebesar US$ 649,08 juta, Australia dengan volume impor sebesar 1,02 juta ton atau memiliki kontribusi 30,27 persen dan nilai impornya sebesar US$ 374,38 juta, Brazil dengan kontribusi 13,60 persen atau volume impornya sebesar 458,17 ribu ton dengan nilai impor US$ 189,95 juta, Guatemala sebesar 43,00 ribu ton atau sekitar 1,28 persen dengan nilai impor sebesar US$ 18,26 juta, sedangkan untuk Hongkong sebesar 29,80 ribu ton atau 0,88 persen dengan nilai impor mencapai US$ 9,84 juta. Besarnya volume dan nilai impor menurut negara asal dapat dilihat pada Tabel 27.
Besarnya persentase volume impor tebu Indonesia dari lima negara terbesar pengekspor tebu Indonesia tahun 2015 disajikan pada Gambar F.
Gambar F. Persentase Volume Impor Gula menurut Negara Asal, 2015*
Impor tetes tebu Indonesia pada tahun 2013 mencapai 94,71 ribu ton dengan nila impor sebesar US$ 20,64 juta dan pada tahun 2014 mengalami penurunan sebanya 22,37 persen dan volume menjadi sebesar 73,52 ribu ton dengan nilai sebesar US$ 19,2 juta. Pada tahun 2015, impor tetes tebu mengalami peningkatan sekitar 31,93 persen ata menjadi 97,00 ribu ton dengan nilai sebesar US$ 18,71 juta (lihat Tabel 23).
Pada tahun 2015, tetes tebu diimpor dari 14 negara. Lima negara pemasok terbesa tetes tebu ke Indonesia adalah Mesir dengan volume sebesar 74,22 ribu ton atau sekita 76,52 persen dari total impor tetes tebu Indonesia, dengan nilai sebesar US$ 13,70 juta Kemudian India dengan volume 12,00 ribu ton (12,37%) dan nilai sebesar US$ 1,75 juta Peringkat ketiga adalah Rusia dengan volume sebesar 10,50 ribu ton (10,82%) denga nilai sebesar US$ 2,02 juta. Kemudian peringkat keempat adalah Thailand denga volume 153,00 ton atau 0,16 persen, dengan nilai US$ 352,00 ribu. Selanjutnya adala Filipina dengan mengekspor tetes tebu ke Indonesia sebesar 99,00 ton atau sebesar 0,1 persen dengan nilai US$ 357,00 ribu. Besarnya volume dan nilai impor tetes teb menurut negara asal dapat dilihat di Tabel 28.
Thailand (53,19%) Australia (30,27%)
Brazil (13,60%) Guatemala (1,28%) Hongkong (0,88%) Lainnya (0,78%)
Perkembangan volume impor gula dan tetes tebu Indonesia tahun 2013-2015 d dilihat pada Gambar G.
Gambar G. Perkembangan Volume Impor Gula dan Tetes Tebu Indonesia, 2013-2015* 3343.8 2933.82 3369.94 94.71 73.52 97.00 2013 2014 2015* Gula (000 Ton) Tetes Tebu (000 Ton)
http://www.bps.go.id
Tabel – Tabel
Tables
Statistik Tebu Indonesia 2015
Tabel Luas Areal Perkebunan Tebu Indonesia menurut Status Pengusahaan (Ha), 1986-2015** ——— 1.1
Table Sugar Cane Area by Category of Producers (Ha), 1986-2015**
Sumber : Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian (1986-2007) *) Angka Sementara / Preliminary Figures
Tahun/ Year Status Pengusahaan Category of Producers Jumlah/ Total Perkebunan Rakyat Smallholder Perkebunan Besar Negara Government Plantation Perkebunan Besar Swasta Private Plantation (1) (2) (3) (4) (5) 1986 238 509 69 168 18 026 325 703 1987 241 169 75 926 17 823 334 918 1988 254 669 92 368 18 492 365 529 1989 249 933 77 378 30 441 357 752 1990 259 877 71 252 32 839 363 968 1991 255 934 96 625 33 745 386 304 1992 262 092 105 905 36 065 404 062 1993 280 504 104 460 40 689 425 653 1994 276 581 107 570 44 585 428 736 1995 263 157 120 162 52 718 436 037 1996 304 047 79 269 63 217 446 533 1997 218 201 85 086 83 591 386 878 1998 195 048 83 069 98 972 377 089 1999 176 733 82 106 83 372 342 211 2000 171 279 64 133 105 248 340 660 2001 178 887 87 687 77 867 344 441 2002 196 509 79 975 74 238 350 722 2003 172 015 87 251 76 459 335 725 2004 184 283 78 205 82 305 344 793 2005 211 479 80 383 89 924 381 786 2006 213 876 87 227 95 338 396 441 2007 249 487 81 655 96 657 427 799 2008 241 704 84 568 108 268 434 540 2009 235 789 74 896 112 182 422 867 2010 247 960 74 691 113 919 436 570 2011 242 473 84 601 107 888 434 962 2012 247 750 80 890 114 018 442 658 2013 262 280 89 015 119 646 470 941 2014 262 996 88 056 121 624 472 676 2015* 213 344 104 077 138 398 455 819
http://www.bps.go.id
Indonesian Sugar Cane Statistics 2015
Tabel Produksi Perkebunan Tebu Indonesia menurut Status Pengusahaan (Ton), 1986-2015** ——— 1.2
Table Sugar Cane Production by Category of Producers (Ton), 1986-2015**
Wujud Produksi / Production : Gula hablur / Sugar
Sumber : Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian (1986-2007) *) Angka Sementara / Preliminary Figures
Tahun/ Year Status Pengusahaan Category of Producers Jumlah/ Total Perkebunan Rakyat Smallholder Perkebunan Besar Negara Government Plantation Perkebunan Besar Swasta Private Plantation (1) (2) (3) (4) (5) 1986 1 567 552 346 130 100 892 2 014 574 1987 1 742 677 322 758 109 439 2 174 874 1988 1 575 083 339 541 89 427 2 004 051 1989 1 621 468 305 847 181 033 2 108 348 1990 1 609 041 306 263 204 281 2 119 585 1991 1 612 240 450 561 189 866 2 252 667 1992 1 652 685 475 804 177 995 2 306 484 1993 1 684 614 393 720 251 477 2 329 811 1994 1 673 246 509 047 271 588 2 453 881 1995 1 350 476 422 300 286 800 2 059 576 1996 1 512 131 316 660 265 404 2 094 195 1997 1 196 409 365 313 630 264 2 191 986 1998 759 094 305 332 423 843 1 488 269 1999 738 893 284 782 470 258 1 493 933 2000 790 573 234 288 665 143 1 690 004 2001 813 538 310 949 600 980 1 725 467 2002 967 160 297 685 490 509 1 755 354 2003 839 028 370 476 422 414 1 631 918 2004 1 028 681 383 892 639 071 2 051 644 2005 1 193 653 423 421 624 668 2 241 742 2006 1 028 681 383 892 639 071 2 051 644 2007 1 514 529 424 692 684 565 2 623 786 2008 1 377 594 400 575 773 344 2 551 513 2009 1 254 573 356 074 723 238 2 333 885 2010 1 208 897 331 400 748 438 2 288 735 2011 1 284 229 375 001 584 924 2 244 154 2012 1 445 053 407 944 739 564 2 592 561 2013 1 368 208 431 310 754 033 2 553 551 2014 1 379 136 425 094 771 162 2 575 392 2015* 1 162 202 552 437 820 233 2 534 872
http://www.bps.go.id
Statistik Tebu Indonesia 2015
Tabel Ekspor Gula Indonesia, 1986-2015 ——— 1.3
Table Sugar Cane Export of Indonesia, 1986-2015
Tahun/ Year Ekspor/ Export Gula Sugar Cane Tetes Tebu Cane Molasses Volume Volume (Ton) Nilai Value (000 US$) Volume Volume (Ton) Nilai Value (000 US$) (1) (2) (3) (4) (5) 1986 - - 714 712 39 759 1987 - - 737 512 36 817 1988 - - 521 415 27 203 1989 - - 447 490 19 819 1990 8 19 622 645 32 992 1991 - - 386 391 22 495 1992 46 57 555 087 48 806 1993 42 44 788 983 33 196 1994 77 11 799 362 46 335 1995 17 163 14 851 436 743 33 433 1996 231 225 185 270 17 803 1997 6 140 5 475 331 281 20 018 1998 5 856 603 167 931 9 070 1999 16 904 1 447 179 075 6 623 2000 5 385 583 131 368 5 343 2001 5 155 694 89 417 5 594 2002 513 267 124 624 7 822 2003 289 344 81 370 4 269 2004 255 252 195 316 11 144 2005 965 515 227 704 19 399 2006 1 450 912 553 278 49 479 2007 1 494 974 525 191 47 675 2008 1 543 754 945 858 72 447 2009 750 644 496 342 61 810 2010 581 866 468 907 68 348 2011 686 788 528 667 61 404 2012 487 818 388 112 44 849 2013 514 764 537 572 66 421 2014 806 1 114 938 662 111 874 2015 814 1 266 441 111 52 737
http://www.bps.go.id
Indonesian Sugar Cane Statistics 2015
Tabel Impor Gula Indonesia, 1986-2015 ——— 1.4
Table Sugar Cane Import of Indonesia, 1986-2015
Tahun/ Year
Impor/ Import
Gula
Sugar Cane Cane Molasses Tetes Tebu
Volume Volume (Ton) Nilai Value (000 US$) Volume Volume (Ton) Nilai Value (000 US$) (1) (6) (7) (8) (9) 1986 79 879 16 387 53 18 1987 129 756 25 657 82 26 1988 130 260 35 059 71 28 1989 325 479 112 120 451 121 1990 280 978 123 350 - - 1991 73 986 26 677 - - 1992 294 226 98 935 - - 1993 167 988 52 114 13 346 2 033 1994 15 207 5 868 6 000 482 1995 544 300 237 055 34 219 14 655 1996 1 099 306 463 578 186 776 23 430 1997 578 025 231 702 95 874 10 762 1998 844 852 310 995 105 289 8 999 1999 1 398 950 346 452 185 007 12 368 2000 1 538 519 278 605 139 092 11 494 2001 1 284 469 237 463 184 775 16 754 2002 970 926 198 638 142 851 17 703 2003 997 204 215 777 82 388 8 001 2004 1 119 790 262 813 61 607 6 677 2005 1 980 487 585 263 52 861 8 038 2006 1 405 942 537 130 47 014 7 301 2007 2 972 788 1 040 194 54 635 8 075 2008 983 944 352 385 60 056 11 120 2009 1 373 527 567 034 80 289 18 839 2010 1 382 525 803 114 105 994 20 020 2011 2 371 250 1 638 729 57 028 11 238 2012 2 743 778 1 618 307 102 437 20 513 2013 3 343 803 1 730 392 94 712 20 636 2014 2 933 823 1 312 691 73 523 19 232 2015 3 369 941 1 254 473 97 001 18 714
http://www.bps.go.id
Statistik Tebu Indonesia 2015
Luas Areal dan Produksi Tebu Indonesia menurut Provinsi dan Status Pengusahaan, Tabel 2013
——— 2.1
Table Sugar Cane Area and Production by Province and Category of Producers, 2013
No Province Propinsi
Perkebunan Rakyat
Smallholder Government Plantation Perk. Besar Negara Perk. Besar Swasta Private Plantation Jumlah Total Luas Areal Area (Ha) Produksi Production (Ton) Luas Areal Area (Ha) Produksi Production (Ton) Luas Areal Area (Ha) Produksi Production (Ton) Luas Areal Area (Ha) Produksi Production (Ton) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 1 Aceh - - - - - - - - 2 Sumatera Utara 1 511 5 431 8 024 31 916 - - 9 535 37 347 3 Sumatera Barat - - - - - - - - 4 Riau - - - - - - - - 5 Jambi - - - - - - - - 6 Sumatera Selatan 443 1 524 11 425 41 205 10 750 53 018 22 618 95 747 7 Bengkulu - - - - - - - - 8 Lampung 7 427 38 238 6 771 38 618 100 974 667 786 115 172 744 642 9 Bangka Belitung - - - - - - - - 10 Kepulauan Riau - - - - - - - - 11 D.K.I Jakarta - - - - - - - - 12 Jawa Barat 9 794 35 151 13 711 64 111 - - 23 505 99 262 13 Jawa Tengah 55 012 224 802 1 772 9 191 878 3 941 57 662 237 934 14 D.I. Yogyakarta 7 352 35 930 - - - - 7 352 35 930 15 Jawa Timur 180 149 1 026 092 36 159 215 932 250 1 362 216 558 1 243 386 16 Banten - - - - - - - - 17 Bali - - - - - - - - 18 Nusa Tenggara Barat - - - - - - - - 19 Nusa Tenggara Timur - - - - - - - - 20 Kalimantan Barat - - - - - - - - 21 Kalimantan Tengah - - - - - - - - 22 Kalimantan Selatan - - - - - - - - 23 Kalimantan Timur - - - - - - - - 24 Sulawesi Utara - - - - - - - - 25 Sulawesi Tengah - - - - - - - - 26 Sulawesi Selatan 592 1 040 11 153 30 337 - - 11 745 31 377 27 Sulawesi Tenggara - - - - - - - - 28 Gorontalo - - - - 6 794 27 926 6 794 27 926 29 Sulawesi Barat - - - - - - - - 30 Maluku - - - - - - - - 31 Maluku Utara - - - - - - - - 32 Papua Barat - - - - - - - - 33 Papua - - - - - - - - Indonesia 262 280 1 368 208 89 015 431 310 119 646 754 033 470 941 2 553 551 Wujud Produksi / Production : Gula hablur / Sugar
Indonesian Sugar Cane Statistics 2015
Luas Areal dan Produksi Tebu Indonesia menurut Provinsi dan Status Pengusahaan, Tabel 2014
——— 2.2
Table Sugar Cane Area and Production by Province and Category of Producers, 2014
No Province Propinsi
Perkebunan Rakyat
Smallholder
Perk. Besar Negara
Government Plantation
Perk. Besar Swasta
Private Plantation Jumlah Total Luas Areal Area (Ha) Produksi Production (Ton) Luas Areal Area (Ha) Produksi Production (Ton) Luas Areal Area (Ha) Produksi Production (Ton) Luas Areal Area (Ha) Produksi Production (Ton) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 1 Aceh - - - - 2 Sumatera Utara 1 341 4 715 7 119 27 712 - - 8 460 32 427 3 Sumatera Barat - - - - 4 Riau - - - - 5 Jambi - - - - 6 Sumatera Selatan 486 2 233 12 530 60 319 11 064 53 501 24 080 116 053 7 Bengkulu - - - - 8 Lampung 6 530 37 295 5 953 37 665 102 169 674 284 114 652 749 244 9 Bangka Belitung - - - - 10 Kepulauan Riau - - - - 11 D.K.I Jakarta - - - - 12 Jawa Barat 9 676 29 332 13 546 53 500 - - 23 222 82 832 13 Jawa Tengah 54 025 227 772 1 628 7 942 908 4 250 56 561 239 964 14 D.I. Yogyakarta 7 500 31 336 - - - - 7 500 31 336 15 Jawa Timur 182 878 1 045 547 36 724 211 550 182 1 102 219 784 1 258 199 16 Banten - - - - 17 Bali - - - - 18 Nusa Tenggara Barat - - - - 19 Nusa Tenggara Timur - - - - 20 Kalimantan Barat - - - - 21 Kalimantan Tengah - - - - 22 Kalimantan Selatan - - - - 23 Kalimantan Timur - - - - 24 Sulawesi Utara - - - - 25 Sulawesi Tengah - - - - 26 Sulawesi Selatan 560 906 10 556 26 406 - - 11 116 27 312 27 Sulawesi Tenggara - - - - 28 Gorontalo - - - - 7 301 38 025 7 301 38 025 29 Sulawesi Barat - - - - 30 Maluku - - - - 31 Maluku Utara - - - - 32 Papua Barat - - - - 33 Papua - - - - Indonesia 262 996 1 379 136 88 056 425 094 121 624 771 162 472 676 2 575 392 Wujud Produksi / Production : Gula Hablur / Sugar
Statistik Tebu Indonesia 2015
Luas Areal dan Produksi Tebu Indonesia menurut Provinsi dan Status Pengusahaan, Tabel 2015*
——— 2.3
Table Sugar Cane Area and Production by Province and Category of Producers, 2015*
No Province Propinsi
Perkebunan Rakyat
Smallholder
Perk. Besar Negara
Government Plantation
Perk. Besar Swasta
Private Plantation Jumlah Total Luas Areal Area (Ha) Produksi Production (Ton) Luas Areal Area (Ha) Produksi Production (Ton) Luas Areal Area (Ha) Produksi Production (Ton) Luas Areal Area (Ha) Produksi Production (Ton) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 1 Aceh - - - - 2 Sumatera Utara - - 7 758 29 680 - - 7 758 29 680 3 Sumatera Barat - - - - 4 Riau - - - - 5 Jambi - - - - 6 Sumatera Selatan 283 795 9 509 43 018 12 459 58 220 22 251 102 033 7 Bengkulu - - - - 8 Lampung 7 807 38 559 8 101 46 311 108 724 671 676 124 632 756 546 9 Bangka Belitung - - - - 10 Kepulauan Riau - - - - 11 D.K.I Jakarta - - - - 12 Jawa Barat 5 093 22 571 16 360 66 235 - - 21 453 88 806 13 Jawa Tengah 41 216 178 463 1 178 6 357 4 710 21 428 47 104 206 248 14 D.I. Yogyakarta 7 272 31 773 - - 2 5 7 274 31 778 15 Jawa Timur 150 901 884 928 50 689 325 929 5 556 24 870 207 146 1 235 727 16 Banten - - - - 17 Bali - - - - 18 Nusa Tenggara Barat - - - - 19 Nusa Tenggara Timur - - - - 20 Kalimantan Barat - - - - 21 Kalimantan Tengah - - - - 22 Kalimantan Selatan - - - - 23 Kalimantan Timur - - - - 24 Sulawesi Utara - - - - 25 Sulawesi Tengah - - - - 26 Sulawesi Selatan - - 10 482 34 907 - - 10 482 34 907 27 Sulawesi Tenggara - - - - 28 Gorontalo 772 5 113 - - 6 947 44 034 7 719 49 147 29 Sulawesi Barat - - - - 30 Maluku - - - - 31 Maluku Utara - - - - 32 Papua Barat - - - - 33 Papua - - - - Indonesia 213 344 1 162 202 104 077 552 437 138 398 820 233 455 819 2 534 872 Wujud Produksi / Production : Gula Hablur / Sugar
*) Angka Sementara / Preliminary Figures
Indonesian Sugar Cane Statistics 2015
Tabel Produksi Tebu Indonesia menurut Provinsi dan Bulan (Ton), 2014 ——— 3.1
Table Sugar Cane Production by Province and Month (Ton), 2014
No. Propinsi Province Januari January Pebruari February Maret March April April Mei May (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Aceh - - - - - 2 Sumatera Utara 781 3 703 4 167 7 648 7 947 3 Sumatera Barat - - - - - 4 Riau - - - - - 5 Jambi - - - - - 6 Sumatera Selatan 244 490 857 2 632 6 672 7 Bengkulu - - - - - 8 Lampung - - - 44 832 125 430 9 Bangka Belitung - - - - - 10 Kepulauan Riau - - - - - 11 D.K.I Jakarta - - - - - 12 Jawa Barat - - - - 10 970 13 Jawa Tengah - - - - 19 884 14 D.I. Yogyakarta - - - 713 4 041 15 Jawa Timur - - - 117 34 259 16 Banten - - - - - 17 Bali - - - - -
18 Nusa Tenggara Barat - - - - -
19 Nusa Tenggara Timur - - - - -
20 Kalimantan Barat - - - - - 21 Kalimantan Tengah - - - - - 22 Kalimantan Selatan - - - - - 23 Kalimantan Timur - - - - - 24 Sulawesi Utara - - - - - 25 Sulawesi Tengah - - - - - 26 Sulawesi Selatan - - - - - 27 Sulawesi Tenggara - - - - - 28 Gorontalo - - - - - 29 Sulawesi Barat - - - - - 30 Maluku - - - - - 31 Maluku Utara - - - - - 32 Papua Barat - - - - - 33 Papua - - - - - Indonesia 1 025 4 193 5 024 55 942 209 203
Wujud Produksi / Production : Gula Hablur / Sugar
Statistik Tebu Indonesia 2015 Juni Juni Juli July Agustus August September September Oktober October Nopember November Desember December Jumlah Total (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) - - - - 4 479 1 525 1 196 982 - - - 32 427 - - - - - - - - - - - - 18 703 24 160 32 668 25 892 1 836 1 836 62 116 053 - - - - 126 121 137 956 157 781 114 467 34 807 6 153 1 697 749 244 - - - - - - - - - - - - 18 200 22 531 17 804 6 314 3 507 3 507 - 82 832 48 715 54 486 55 862 49 991 11 026 - - 239 964 7 622 9 184 6 002 3 775 - - - 31 336 179 872 262 201 218 623 254 642 210 871 97 614 - 1 258 199 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 460 3 027 8 584 4 294 7 880 3 067 - 27 312 - - - - 459 625 1 450 1 240 26 272 5 007 2 972 38 025 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 404 631 515 695 499 970 461 597 296 199 117 184 4 731 2 575 392
http://www.bps.go.id
Indonesian Sugar Cane Statistics 2015
Tabel Produksi Tebu Indonesia menurut Provinsi dan Bulan (Ton), 2015* ——— 3.2
Table Sugar Cane Production by Province and Month (Ton), 2015*
No. Propinsi Province Januari January Pebruari February Maret March April April Mei May (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Aceh - - - - - 2 Sumatera Utara 139 1 336 1 943 5 753 6 237 3 Sumatera Barat - - - - - 4 Riau - - - - - 5 Jambi - - - - - 6 Sumatera Selatan 266 533 932 2 864 7 261 7 Bengkulu - - - - - 8 Lampung - - - 24 998 103 203 9 Bangka Belitung - - - - - 10 Kepulauan Riau - - - - - 11 D.K.I Jakarta - - - - - 12 Jawa Barat - - - - 4 871 13 Jawa Tengah - - - - 4 976 14 D.I. Yogyakarta - - - - 2 722 15 Jawa Timur 2 766 16 316 - 1 432 6 141 16 Banten - - - - - 17 Bali - - - - -
18 Nusa Tenggara Barat - - - - -
19 Nusa Tenggara Timur - - - - -
20 Kalimantan Barat - - - - - 21 Kalimantan Tengah - - - - - 22 Kalimantan Selatan - - - - - 23 Kalimantan Timur - - - - - 24 Sulawesi Utara - - - - - 25 Sulawesi Tengah - - - - - 26 Sulawesi Selatan - - - - 37 27 Sulawesi Tenggara - - - - - 28 Gorontalo - - - 3 442 9 627 29 Sulawesi Barat - - - - - 30 Maluku - - - - - 31 Maluku Utara - - - - - 32 Papua Barat - - - - - 33 Papua - - - - - Indonesia 3 171 18 185 2 875 38 489 145 075
Wujud Produksi / Production : Gula Hablur / Sugar *) Angka Sementara / Preliminary Figures
Statistik Tebu Indonesia 2015 Juni Juni Juli July Agustus August September September Oktober October Nopember November Desember December Jumlah Total (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) - - - - 10 149 2 232 1 321 240 111 110 109 29 680 - - - - - - - - - - - - 10 992 13 259 27 366 22 133 14 420 1 940 67 102 033 - - - - 117 576 138 564 182 957 138 786 45 161 5 301 - 756 546 - - - - - - - - - - - - 21 492 20 370 21 939 14 872 5 262 - - 88 806 43 432 56 955 47 117 47 703 6 045 20 - 206 248 6 455 4 171 7 465 7 070 3 895 - - 31 778 95 338 160 295 222 197 322 038 272 147 125 395 11 662 1 235 727 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 199 1 770 11 345 5 725 11 243 4 588 - 34 907 - - - - 8 069 5 219 12 105 10 685 - - - 49 147 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 313 702 402 835 533 812 569 252 358 284 137 354 11 838 2 534 872
http://www.bps.go.id
Indonesian Sugar Cane Statistics 2015
Tabel Produksi Tebu Perkebunan Rakyat menurut Provinsi dan Bulan (Ton), 2014 ——— 4.1
Table Sugar Cane Production of Smallholder by Province and Month (Ton), 2014
No. Propinsi Province Januari January Pebruari February Maret March April April Mei May (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Aceh 2 Sumatera Utara - 242 1 018 1 032 1 366 3 Sumatera Barat - - - - - 4 Riau - - - - - 5 Jambi - - - - - 6 Sumatera Selatan - - - - - 7 Bengkulu - - - - - 8 Lampung - - - 3 231 6 206 9 Bangka Belitung - - - - - 10 Kepulauan Riau - - - - - 11 D.K.I Jakarta - - - - - 12 Jawa Barat - - - - 3 636 13 Jawa Tengah - - - - 19 755 14 D.I. Yogyakarta - - - 713 4 041 15 Jawa Timur - - - 86 26 719 16 Banten - - - - - 17 Bali - - - - -
18 Nusa Tenggara Barat - - - - -
19 Nusa Tenggara Timur - - - - -
20 Kalimantan Barat - - - - - 21 Kalimantan Tengah - - - - - 22 Kalimantan Selatan - - - - - 23 Kalimantan Timur - - - - - 24 Sulawesi Utara - - - - - 25 Sulawesi Tengah - - - - - 26 Sulawesi Selatan - - - - - 27 Sulawesi Tenggara - - - - - 28 Gorontalo - - - - - 29 Sulawesi Barat - - - - - 30 Maluku - - - - - 31 Maluku Utara - - - - - 32 Papua Barat - - - - - 33 Papua - - - - - Indonesia 0 242 1 018 5 062 61 723
Wujud Produksi / Production : Gula Hablur / Sugar
Untuk Perkebunan Rakyat digunakan pola produksi bulanan perkebunan besar, karena tidak tersedia data produksi bulanan.
Statistik Tebu Indonesia 2015 Juni Juni Juli July Agustus August September September Oktober October Nopember November Desember December Jumlah Total (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) 345 263 7 443 - - - 4 715 - - - - - - - - - - - - 196 759 694 583 - - - 2 233 - - - - 5 850 6 125 5 387 3 691 2 900 3 061 844 37 295 - - - - - - - - - - - - 7 779 8 130 6 981 2 807 - - - 29 332 45 869 51 104 52 533 47 513 10 998 - - 227 772 7 622 9 184 6 002 3 775 - - - 31 336 148 644 225 867 187 948 218 184 162 319 75 780 - 1 045 547 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 70 464 372 - - 906 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 216 305 301 432 259 622 277 460 176 589 78 841 844 1 379 136
http://www.bps.go.id
Indonesian Sugar Cane Statistics 2015
Tabel Produksi Tebu Perkebunan Rakyat menurut Provinsi dan Bulan (Ton), 2015* ——— 4.2
Table Sugar Cane Production of Smallholder by Province and Month (Ton), 2015*
No. Propinsi Province Januari January Pebruari February Maret March April April Mei May (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Aceh - - - - - 2 Sumatera Utara - - - - - 3 Sumatera Barat - - - - - 4 Riau - - - - - 5 Jambi - - - - - 6 Sumatera Selatan - - - - - 7 Bengkulu - - - - - 8 Lampung - - - - 7 314 9 Bangka Belitung - - - - - 10 Kepulauan Riau - - - - - 11 D.K.I Jakarta - - - - - 12 Jawa Barat - - - - 2 477 13 Jawa Tengah - - - - 4 957 14 D.I. Yogyakarta - - - - 2 722 15 Jawa Timur 2 383 16 129 - 86 494 16 Banten - - - - - 17 Bali - - - - -
18 Nusa Tenggara Barat - - - - -
19 Nusa Tenggara Timur - - - - -
20 Kalimantan Barat - - - - - 21 Kalimantan Tengah - - - - - 22 Kalimantan Selatan - - - - - 23 Kalimantan Timur - - - - - 24 Sulawesi Utara - - - - - 25 Sulawesi Tengah - - - - - 26 Sulawesi Selatan - - - - - 27 Sulawesi Tenggara - - - - - 28 Gorontalo - - - 115 714 29 Sulawesi Barat - - - - - 30 Maluku - - - - - 31 Maluku Utara - - - - - 32 Papua Barat - - - - - 33 Papua - - - - - Indonesia 2 383 16 129 0 201 18 678
Wujud Produksi / Production : Gula Hablur / Sugar
Untuk Perkebunan Rakyat digunakan pola produksi bulanan perkebunan besar, karena tidak tersedia data produksi bulanan. *) Angka Sementara / Preliminary Figures
Statistik Tebu Indonesia 2015 Juni Juni Juli July Agustus August September September Oktober October Nopember November Desember December Jumlah Total (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 70 270 247 208 - - 795 - - - - 7 195 5 675 8 265 7 117 2 993 - - 38 559 - - - - - - - - - - - - 6 025 6 211 5 130 2 728 - - - 22 571 41 133 48 821 37 995 39 521 6 036 - - 178 463 6 452 4 171 7 465 7 068 3 895 - - 31 773 59 666 116 194 168 427 250 896 196 445 63 327 10 881 884 928 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 685 402 1 470 1 727 - - - 5 113 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 121 156 181 544 229 022 309 304 209 577 63 327 10 881 1 162 202
http://www.bps.go.id
Indonesian Sugar Cane Statistics 2015
Tabel Produksi Tebu Perkebunan Besar Negara menurut Provinsi dan Bulan (Ton), 2014 ——— 5.1
Table Sugar Cane Production of Government Plantation by Province and Month (Ton), 2014
No. Propinsi Province Januari January Pebruari February Maret March April April Mei May (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Aceh - - - - - 2 Sumatera Utara 781 3 461 3 149 6 616 6 581 3 Sumatera Barat - - - - - 4 Riau - - - - - 5 Jambi - - - - - 6 Sumatera Selatan - - - - - 7 Bengkulu - - - - - 8 Lampung - - - 3 263 6 267 9 Bangka Belitung - - - - - 10 Kepulauan Riau - - - - - 11 D.K.I Jakarta - - - - - 12 Jawa Barat - - - - 7 334 13 Jawa Tengah - - - - 129 14 D.I. Yogyakarta - - - - - 15 Jawa Timur - - - 31 7 496 16 Banten - - - - - 17 Bali - - - - -
18 Nusa Tenggara Barat - - - - -
19 Nusa Tenggara Timur - - - - -
20 Kalimantan Barat - - - - - 21 Kalimantan Tengah - - - - - 22 Kalimantan Selatan - - - - - 23 Kalimantan Timur - - - - - 24 Sulawesi Utara - - - - - 25 Sulawesi Tengah - - - - - 26 Sulawesi Selatan - - - - - 27 Sulawesi Tenggara - - - - - 28 Gorontalo - - - - - 29 Sulawesi Barat - - - - - 30 Maluku - - - - - 31 Maluku Utara - - - - - 32 Papua Barat - - - - - 33 Papua - - - - - Indonesia 781 3 461 3 149 9 910 27 807
Wujud Produksi / Production : Gula Hablur / Sugar
Statistik Tebu Indonesia 2015 Juni Juni Juli July Agustus August September September Oktober October Nopember November Desember December Jumlah Total (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) - - - - 4 134 1 262 1 189 539 - - - 27 712 - - - - - - - - - - - - 8 406 16 790 18 078 17 045 - - - 60 319 - - - - 5 908 6 186 5 440 3 727 2 929 3 092 853 37 665 - - - - - - - - - - - - 10 421 14 401 10 823 3 507 3 507 3 507 - 53 500 1 608 2 130 1 569 2 478 28 - - 7 942 - - - - 31 112 36 147 30 526 36 272 48 308 21 658 - 211 550 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 460 3 027 8 514 3 830 7 508 3 067 - 26 406 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 62 049 79 943 76 139 67 398 62 280 31 324 853 425 094
http://www.bps.go.id
Indonesian Sugar Cane Statistics 2015
Tabel Produksi Tebu Perkebunan Besar Negara menurut Provinsi dan Bulan (Ton), 2015* ——— 5.2
Table Sugar Cane Production of Government Plantation by Province and Month (Ton), 2015*
No. Propinsi Province Januari January Pebruari February Maret March April April Mei May (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Aceh - - - - - 2 Sumatera Utara 139 1 336 1 943 5 753 6 237 3 Sumatera Barat - - - - - 4 Riau - - - - - 5 Jambi - - - - - 6 Sumatera Selatan - - - - - 7 Bengkulu - - - - - 8 Lampung - - - - 6 158 9 Bangka Belitung - - - - - 10 Kepulauan Riau - - - - - 11 D.K.I Jakarta - - - - - 12 Jawa Barat - - - - 2 394 13 Jawa Tengah - - - - - 14 D.I. Yogyakarta - - - - - 15 Jawa Timur 383 187 - 31 2 948 16 Banten - - - - - 17 Bali - - - - -
18 Nusa Tenggara Barat - - - - -
19 Nusa Tenggara Timur - - - - -
20 Kalimantan Barat - - - - - 21 Kalimantan Tengah - - - - - 22 Kalimantan Selatan - - - - - 23 Kalimantan Timur - - - - - 24 Sulawesi Utara - - - - - 25 Sulawesi Tengah - - - - - 26 Sulawesi Selatan - - - - 37 27 Sulawesi Tenggara - - - - - 28 Gorontalo - - - - - 29 Sulawesi Barat - - - - - 30 Maluku - - - - - 31 Maluku Utara - - - - - 32 Papua Barat - - - - - 33 Papua - - - - - Indonesia 522 1 523 1 943 5 784 17 774
Wujud Produksi / Production : Gula Hablur / Sugar *) Angka Sementara / Preliminary Figures
Statistik Tebu Indonesia 2015 Juni Juni Juli July Agustus August September September Oktober October Nopember November Desember December Jumlah Total (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) - - - - 10 149 2 232 1 321 240 111 110 109 29 680 - - - - - - - - - - - - - 5 995 11 975 12 893 12 155 - - 43 018 - - - - 7 914 6 356 9 965 6 836 9 082 - - 46 311 - - - - - - - - - - - - 15 467 14 159 16 809 12 144 5 262 - - 66 235 1 007 1 444 1 249 2 628 9 20 - 6 357 - - - - 31 874 40 778 49 104 65 720 73 137 61 358 409 325 929 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 199 1 770 11 345 5 725 11 243 4 588 - 34 907 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 66 610 72 734 101 768 106 186 110 999 66 076 518 552 437
http://www.bps.go.id
Indonesian Sugar Cane Statistics 2015
Tabel Produksi Tebu Perkebunan Besar Swasta menurut Provinsi dan Bulan (Ton), 2014 ——— 6.1
Table Sugar Cane Production of Private Plantation by Province and Month (Ton), 2014 No. Propinsi Province Januari January Pebruari February Maret March April April Mei May (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Aceh - - - - - 2 Sumatera Utara - - - - - 3 Sumatera Barat - - - - - 4 Riau - - - - - 5 Jambi - - - - - 6 Sumatera Selatan 244 490 857 2 632 6 672 7 Bengkulu - - - - - 8 Lampung - - - 38 338 112 957 9 Bangka Belitung - - - - - 10 Kepulauan Riau - - - - - 11 D.K.I Jakarta - - - - - 12 Jawa Barat - - - - - 13 Jawa Tengah - - - - - 14 D.I. Yogyakarta - - - - - 15 Jawa Timur - - - - 44 16 Banten - - - - - 17 Bali - - - - -
18 Nusa Tenggara Barat - - - - -
19 Nusa Tenggara Timur - - - - -
20 Kalimantan Barat - - - - - 21 Kalimantan Tengah - - - - - 22 Kalimantan Selatan - - - - - 23 Kalimantan Timur - - - - - 24 Sulawesi Utara - - - - - 25 Sulawesi Tengah - - - - - 26 Sulawesi Selatan - - - - - 27 Sulawesi Tenggara - - - - - 28 Gorontalo - - - - - 29 Sulawesi Barat - - - - - 30 Maluku - - - - - 31 Maluku Utara - - - - - 32 Papua Barat - - - - - 33 Papua - - - - - Indonesia 244 490 857 40 970 119 673
Wujud Produksi / Production : Gula Hablur / Sugar
Statistik Tebu Indonesia 2015 Juni Juni Juli July Agustus August September September Oktober October Nopember November Desember December Jumlah Total (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 10 101 6 611 13 896 8 264 1 836 1 836 62 53 501 - - - - 114 363 125 645 146 954 107 049 28 978 - - 674 284 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 238 1 252 1 760 - - - - 4 250 - - - - 116 187 149 186 244 176 - 1 102 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 459 625 1 450 1 240 26 272 5 007 2 972 38 025 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 126 277 134 320 164 209 116 739 57 330 7 019 3 034 771 162