LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2010 NOMOR 4 SERI E
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA NOMOR 4 TAHUN 2010
TENTANG
PENYELENGGARAAN DAN LAYANAN
PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI BANJARNEGARA,
Menimbang : a. bahwa perpustakaan merupakan institusi pelayanan publik yang berfungsi sebagai penyedia informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka upaya memberdayakan dan mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diatur dalam Undang- Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang
b .
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Banjarnegara tentang Penyelenggaraan dan Layanan Per- pustakaan Daerah Kabupaten Banjarnegara;
Mengingat : 1
.
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Jawa Tengah;
2 .
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (Lembaran Negara RI Tahun 1990 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3418);
3 .
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara RI Tahun 2003, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4301);
4
. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4389);
5 .
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembar- an Negara RI Nomor 4437), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 2008 Nomor 108,
Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4548);
6 .
Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan (Lembaran Nagara RI Tahun 2007 Nomor 129), Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4774);
7. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara RI Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 5038);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1950 tentang Penetapan Mulai Berlakunya Undang- Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Jawa Tengah;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembar- an Negara RI Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4737);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, (Lembaran Negara RI Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4741);
11. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan, Pengundangan dan Penyebarluasan Peraturan Perundang-undangan;
12. Peraturan Daerah Kabupaten Banjarnegara Nomor 14 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah Kabupaten Banjarnegara (Lembaran Daerah Kabupaten Banjarnegara Tahun 2008 Nomor 106);
13. Peraturan Daerah Kabupaten Banjarnegara Nomor 17 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Banjarnegara (Lembaran Daerah Kabupaten Banjarnegara Tahun 2008 Nomor 17 Seri D, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Banjarnegara Nomor 109);
Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA
dan
BUPATI BANJARNEGARA MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PENYELENG- GARAAN DAN LAYANAN PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA.
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah daerah Kabupaten Banjarnegara.
2. Pemerintah Daerah adalah pemerintah daerah kabupaten Banjarnegara
3. Bupati adalah Bupati Banjarnegara.
4. Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.
5. Perpustakaan Daerah adalah Perpustakaan pada kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Banjarnegara dan Perpustakan yang ada di Kabupaten Banjarnegara.
6. Warung Internet/Warnet adalah Warung Internet/Warnet pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Banjarnegara.
7. Pelayanan adalah jasa yang diberikan oleh perpustakaan kepada pemustaka.
8. Pemustaka adalah pengguna jasa perpustakaan yang meliputi anak-anak PAUD/Kelompok Belajar (Play Group), TK, Pelajar, Mahasiswa, Pegawai/Karyawan dan masyarakat umum di lingkungan kabupaten Banjarnegara yang memanfaatkan fasilitas layanan perpustakaan.
9. Layanan Keanggotaan adalah pelayanan kepada pemustaka (pengguna perpustakaan) untuk menjadi anggota perpustakaan dengan syarat-syarat yang telah ditentukan.
10. Layanan Sirkulasi meliputi pembuatan Kartu Tanda Anggota Perpustakaan, Layanan peminjaman dan pengembalian bahan perpustakaan.
11. Layanan Bimbingan Pemakai Perpustakaan adalah layanan yang diberikan kepada pemustaka tentang tata cara pemanfaatan bahan perpustakaan/koleksi dan layanan yang tersedia.
12.Layanan bercerita (Story Telling) adalah layanan bercerita kepada anak-anak TK/PAUD/Play Group dan murid Sekolah Dasar (SD).
13. Layanan Pemutaran Film adalah layanan pemutaran film (VCD/DVD) tentang ilmu pengetahuan dan teknologi serta karya- karya audio visual lainnya yang tersedia dan menunjang program perpustakaan.
14.Layanan Perpustakaan Keliling (Mobil Pintar) adalah layanan penyediaan bahan perpustakaan yang diperuntukkan bagi siswa Sekolah Dasar/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MAN serta masyarakat umum yang letaknya jauh dari jangkauan Perpustakaan Daerah.
15.Layanan Perpustakaan Keliling (Motor Pintar) adalah layanan perpustakaan yang diperuntukkan bagi anak-anak TK/PAUD/Play Group serta masyarakat umum.
16. Layanan konsultasi adalah layanan informasi yang memerlukan jawaban lebih mendalam dan khusus kepada pemustaka dalam rangka penyusunan karya ilmiah ataupun untuk kepentingan penelitian.
BAB II
FUNGSI DAN TUJUAN PERPUSTAKAAN Pasal 2
(1) Perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan, keberdayaan masyarakat dan pengetahuan masyarakat.
(2) Perpustakaan bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
BAB III
HAK, KEWAJIBAN DAN KEWENANGAN Bagian Kesatu
Hak dan Kewajiban Masyarakat/Pemustaka Pasal 3
(1) Masyarakat/Pemustaka mempunyai hak yang sama untuk :
a. Memperoleh layanan serta memanfaatkan dan mendayagunakan fasilitas perpustakaan;
b. Mendirikan dan /atau menyelenggarakan perpustakaan;
c. Berperan serta dalam evaluasi terhadap penyelenggaraan perpustakaan.
(2) Masyarakat yang memiliki cacat dan/atau kelainan fisik, emosional, mental, intelektual dan/atau sosial berhak memperoleh layanan perpustakaan yang disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan masing-masing.
(3) Layanan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), disesuaikan dengan kemampuan perpustakaan dan ketersediaan sarana dan prasarana perpustakaan.
Pasal 4 Masyarakat/pemustaka berkewajiban :
a. Menjaga dan memelihara kelestarian koleksi perpustakaan;
b. Menyimpan, merawat dan melestarikan naskah kuno yang dimilikinya dan mendaftarkannya ke perpustakaan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan;
c. Menjaga kelestarian dan keselamatan sumber daya perpustakaan dan lingkungannya;
d. Mendukung upaya penyediaan fasilitas perpustakaan di lingkungannya;
e. Mematuhi seluruh ketentuan dan peraturan dalam pemanfaatan fasilitas perpustakaan; dan
f. Menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan lingkungan perpustakaan.
Pasal 5
(1) Setiap penerbit dan pengusaha rekaman di Daerah yang menghasilkan karya cetak dan/atau rekaman wajib menyerahkan karya cetaknya sebanyak 1 (satu) eksemplar/keping setiap judul kepada Perpustakaan Daerah.
(2) Tata Cara penyerahan karya cetak dan/atau rekaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diatur lebih lanjut dengan Peraturan Bupati.
Bagian Kedua
Kewajiban dan Kewenangan Pemerintah Daerah Pasal 6
Pemerintah Daerah berkewajiban :
a. Menjamin penyelenggaraan dan pengembangan perpustakaan di Daerah;
b. Menjamin ketersediaan layanan perpustakaan secara merata di Daerah;
c. Menjamin kelangsungan penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar masyarakat;
d. Menggalakkan promosi gemar membaca dengan memanfaatkan perpustakaan;
e. Memfasilitasi penyelenggaraan perpustakaan di daerah;
f. Menyelenggarakan dan mengembangkan perpustakaan umum daerah berdasarkan kekhasan daerah sebagai pusat penelitian dan rujukan tentang kekayaan budaya daerah;
g. Menjalin kerja sama dan jaringan perpustakaan;
h. Menyelenggarakan pendidikan perpustakaan;
i. Melakukan pengawasan atas penyelenggarakan perpustakaan di daerah.
Pasal 7 Pemerintah Daerah berwenang :
a. Menetapkan kebijakan dalam pembinaan dan pengembangan perpustakaan di daerah;
b. Mengatur, mengawasi dan mengevaluasi penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakan di daerah;
c. Mengalihmediakan naskah kuno yang dimiliki masyarakat untuk dilestarikan dan didayagunakan;
d. Mengkoordinasikan penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan di daerah;
e. Membina kerja sama dalam pengelolaan berbagai jenis perpustakaan;
f. Menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk meningkatkan layanan kepada Pemustaka.
g. Mengembangkan sistem jejaring perpustakaan yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi
BAB IV
PEMBENTUKAN DAN PENYELENGGARAAN PERPUSTAKAAN Bagian Kesatu
Pembentukan Perpustakaan Pasal 8
(1) Pembentukan perpustakaan dilakukan oleh pemerintah daerah dan/atau masyarakat.
(2) Dalam rangka menjamin ketersediaan layanan perpustakaan secara merata setiap penyelenggara tempat dan/atau fasilitas umum wajib menyediakan perpustakaan, taman bacaan atau sudut baca.
(3)Perpustakaan, taman bacaan atau sudut baca sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang dibentuk oleh masyarakat wajib didaftarkan pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah.
(4)Pendaftaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak dipungut biaya.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pendaftaran perpustakaan, taman bacaan dan sudut baca sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dengan peraturan Kepala Daerah.
Pasal 9
(1) Pembentukan perpustakaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat (1) paling sedikit memiliki :
a. Koleksi perpustakaan seseuai dengan jenis perpustakaan;
b. Tenaga perpustakaan;
c. Sarana dan prasarana perpustakaan; dan d. Sumber pendanaan.
(2) Pembentukan taman bacaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (2) paling sedikit memiliki :
a. Koleksi taman bacaan;
b. Sarana dan prasarana taman bacaan; dan c. Tenaga pengelola.
(3) Pembentukan sudut baca sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (2) paling sedikit memiliki :
a. Koleksi sudut baca;
b. Sarana dan prasarana sudut baca; dan c. Tenaga pengelola.
Bagian Kedua
Penyelenggaraan perpustakaan Pasal 10
(1) Penyelenggaraan perpustakaan berdasarkan kepemilikan terdiri atas :
a. Perpustakaan Kabupaten;
b. Perpustakaan Kecamatan;
c. Perpustakaan Kelurahan/Desa;
d. Perpustakaan Perguruan Tinggi;
e. Perpustakaan Sekolah;
f. Perpustakaan Masyarakat;
g. Perpustakaan Keluarga;
h. Perpustakaan Pribadi; dan i. Perpustakaan Rumah Ibadah.
(2) Setiap penyelenggaraan perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikelola sesuai standar nasional perpustakaan berdasarkan peraturan perundang-undangan.
(3) Perpustakaan Kabupaten sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a adalah perpustakaan daerah.
(4) Untuk menjadi anggota perpustakaan daerah diwajibkan mencukupi persyaratan yang berlaku.
(5) Penyelenggara perpustakaan daerah dapat mengenakan biaya perawatan dan pemeliharaan.
(6) Biaya perawatan dan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) diatur dengan peraturan Bupati.
(7)Khusus pemustaka yang berasal dari luar daerah, apabila menjadi anggota perpustakaan dan meminjam bahan perpustakaan wajib mencantumkan alamat alternatif di daerah.
BAB V
JENIS DAN LAYANAN PERPUSTAKAAN DAERAH Bagian Kesatu
Jenis layanan perpustakaan Daerah Pasal 11
(1)Jenis Layanan perpustakaan daerah terdiri dari : a. Layanan sirkulasi;
b. Layanan bimbingan pemakai perpustakaan;
c. Layanan bahan rujukan/referensi;
d. Layanan story telling;
e. Pemutaran film pendidikan untuk anak-anak (Children Education);
f. Layanan perpustakaan keliling (mobil dan motor pintar);
g. Warung internet (warnet);
h. Layanan hotspot area;
i. Layanan konsultasi; dan j. Layanan audio visual.
(2) Pelaksanaan teknis layanan sebagaimana tersebut pada ayat (1), selanjutnya diatur dalam Peraturan Bupati.
Bagian Kedua
Layanan Perpustakaan Daerah Pasal 12
(1)Dalam memberikan layanan perpustakaan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dilakukan secara prima dan berorientasi pada kebutuhan pemustaka.
(2)Layanan perpustakaan dikembangkan melalui pemanfaatan sumber daya perpustakaan selaras dengan kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan, informasi dan komunikasi.
(3) Layanan perpustakaan daerah diselenggarakan sesuai dengan standar nasional perpustakaan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada pemustaka.
BAB VI LARANGAN
Pasal 13
Dalam menyelenggarakan perpustakaan setiap orang atau badan dilarang
a. Bahan perpustakaan yang isinya dapat mengganggu ketertiban umum dan ketentraman masyarakat;
b. Bahan perpustakaan yang isinya berupa bahan perpustakaan terlarang.
BAB VII
SANKSI ADMINISTRASI Pasal 14
(1)Setiap peminjam yang terlambat mengembalikan buku/bahan perpustakaan lainnya dari jangka waktu yang telah ditentukan dikenakan sanksi keterlambatan.
(2) Setiap anggota perpustakaan yang merusak dan atau menghilangkan buku/bahan perpustakaan lainnya yang dipinjam dikenakan kewajiban penggantian senilai harga buku/bahan perpustakaan yang dipinjam, atau mengganti dengan buku baru yang sama judulnya atau sama subyeknya.
(3) Bagi Pemustaka yang dengan sengaja atau tidak dengan sengaja merusak atau menghilangkan kartu tanda anggota perpustakaan sehingga tidak dapat dimanfaatkan lagi, dikenakan biaya pengganti cetak kartu.
(4) Sanksi administrasi sebagaimana tersebut pada ayat (1) dan (3) diatur dalam peraturan Bupati.
BAB VIII
KETENTUAN PENUTUP Pasal 15
Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini, sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Bupati.
Pasal 16
Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Banjarnegara.
Ditetapkan di Banjarnegara Pada tanggal 5 Pebruari 2010 BUPATI BANJARNEGARA,
Cap ttd, D J A S R I Diundangkan di Banjarnegara
Pada tanggal 5 Pebruari 2010 SEKRETARIS DAERAH,
Cap ttd, S Y A M S U D I N
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2010 NOMOR 4 SERI E
Sekretaris Daerah,
Syamsudin, S.Pd., M.Pd.
Pembina Utama Muda NIP. 19530207.197501.1.003
PENJELASAN ATAS
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA NOMOR 4 TAHUN 2010
TENTANG
PENYELENGGARAAN DAN LAYANAN
PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA
I. PENJELASAN UMUM
Perpustakaan memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang pembangunan utamanya dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penyebaran informasi. Perpustakaan sebagai institusi pengelola koleksi karya tulis, karya rekam dan atau karya cetak harus dikelola secara profesional agar optimal dalam memenuhi kebutuhan pemustaka. Dalam rangka penyediaan informasi dimaksud perpustakaan selalu berupaya menyajikan informasi yang akurat ,lengkap, dan aktual dalam upaya peningkatan kecerdasan masyarakat.
Bahwa untuk meningkatkan peranan yang sangat penting tersebut, perlu didukung dengan peran serta masyarakat, ketersedian dana yang cukup memadai, sumberdaya manusia yang berkualitas,serta sarana dan prasarana yang mendukung pencerdasan masyarakat.
Atas dasar hal tersebut maka perlu ditetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Banjarnegara tentang Penyelenggaraan dan Pelayanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banjarnegara.
II. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL Pasal 1
Cukup Jelas Pasal 2
Cukup Jelas Pasal 3
Cukup Jelas Pasal 4
Cukup Jelas Pasal 5
Ayat (1)
Karya cetak yang wajib disetor ke perpustakaan Daerah adalah setiap judul karya cetak yang dihasilkan oleh peneribit yang ada di daerah, dan diserahkan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah diterbitkan.
Ayat (2) Cukup Jelas Pasal 6
Pasal 7
Cukup Jelas Pasal 8
Cukup Jelas Pasal 9
Cukup Jelas Pasal 10
Cukup Jelas Pasal 11
Cukup Jelas Pasal 12
Cukup Jelas Pasal 13
Cukup Jelas Pasal 14
Ayat (1)
Sanksi keterlambatan adalah biaya yang dikenakan kepada anggota perpustakaan atas keterlambatan pengembalian buku/bahan perpustakaan lainnya yang dipinjam dari batas waktu yang telah ditentukan.
Ayat (2)
Kewajiban penggantian adalah biaya yang dikenakan kepada anggota perpustakaan atas kerusakan atau hilangnya buku/bahan perpustakaan lainnya yang dipinjam.
Ayat (3) Cukup Jelas Ayat (4)
Cukup Jelas Pasal 15
Cukup Jelas Pasal 16
Cukup Jelas
TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA NOMOR 126