41
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis dan Sifat Penelitian
Morgan melalui Sugiyono (2019, p. 32) mengatakan bahwa metode penelitian kuantitatif dapat digunakan dalam suatu penelitian jika peneliti ingin mencari tahu apakah satu buah variabel atau lebih yang sifatnya independen, memiliki pengaruh terhadap variabel yang sifatnya dependen dengan situasi alamiah. Di sisi lain, penelitian dengan metode kuantitatif cocok jika peneliti ingin mendapatkan hasil yang akurat, yang berdasarkan fenomena empiris yang dapat diukur. Jaya (2020, p. 12) mengatakan bahwa melalui penelitian yang sifatnya kuantitatif, hasil temuan baru dapat diperoleh dengan menggunakan prosedur yang sifatnya statistik. Hasil juga bisa didapatkan melalui cara lain, yaitu dengan pengukuran. Penelitian ini menganut paradigma positivistik yang berlandaskan filsafat positivisme, dimana filsafat positivisme berpandangan bahwa fenomena yang akan diteliti dapat diamati, diukur, diklasifikasikan, sifatnya kasual, nilainya bebas dan relatif tetap (Sugiyono, 2019, p. 15).
Penelitian ini bersifat kuantitatif eksplanatif. Maksud dari penelitian yang
bersifat kuantitatif eksplanatif adalah untuk menjelaskan status variabel yang
sedang dianalisis, melihat hubungan atau pengaruh antar variabel, atau
perbandingan antara variabel-variabel yang sedang diteliti (Siregar, 2017, p. 7).
42
3.2 Metode Penelitian
Metode penelitian diartikan sebagai sebuah cara yang sifatnya ilmiah, yang dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi berupa data yang akan dimanfaatkan untuk tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2019, p. 1). Jaya mengelompokkan metode penelitian menjadi dua, yaitu penggunaan metode survei dan eksperimental. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Saat melakukan penelitian menggunakan metode survei, seorang peneliti dapat mengumpulkan informasi lewat pertanyaan yang telah disusun dan diajukan pada calon responden (Jaya I. , 2020, p. 20). Pengambilan data dalam penelitian sendiri dapat diperoleh dengan menggunakan metode kuesioner dan wawancara. Untuk mendapatkan data, peneliti memilih untuk melakukan penyebaran kuesioner dari responden yang sesuai kriterianya dengan penelitian ini.
Tujuan dari dilakukannya metode survei pada penelitian kuantitatif adalah
untuk mendapatkan data para responden mengenai suatu hal yang diyakini oleh
seseorang, pendapat yang dimiliki oleh seseorang, karakteristik responden, perilaku
responden, hubungan variabel, dan juga untuk melakukan pengujian dari sampel
yang diambil pada populasi tertentu pada hipotesis tentang variabel sosiologis serta
psikologis. (Sugiyono, 2019, p. 36). Kegiatan survei akan diawali dengan
menyusun pertanyaan yang sesuai dan dapat menjadi indikator untuk menjawab
masalah penelitian, serta melakukan penyebaran kuesioner yang dilakukan secara
online. Kuesioner akan disampaikan kepada sampel yang kriterianya sesuai dengan
kebutuhan penelitian.
43
3.3 Populasi dan Sampel
Jaya (2020, p. 73) mengartikan populasi sebagai jumlah keseluruhan dari satuan atau jumlah individu yang bentuknya dapat berupa orang, institusi, atau benda yang karakternya hendak diteliti. Populasi yang menjadi target penelitian adalah followers akun TikTok Dear Me Beauty. Pemilihan populasi ini dirasa tepat, karena baik Dear Me Beauty dan TikTok mempunyai target user pada rentang usia generasi Z, yaitu lahir antara tahun 1995-2015.
Dalam press release yang dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa munculnya potensi pasar domestik di bidang kosmetik karena adanya peningkatan jumlah populasi penduduk usia muda. Pernyataan ini mendukung pemilihan generasi Z sebagai populasi yang akan diteliti. Per 15 November 2020, populasi yang akan diteliti berjumlah 339,5 ribu.
Gambar 3. 1 Jumlah Pengikut TikTok @dearmebeauty Per 15 November 2020
Sumber: TikTok @dearmebeauty, 2020
44
Jika penelitian dilakukan dengan menggunakan seluruh populasi sebagai responden, akan dibutuhkan waktu yang banyak, tenaga dan dana yang sangat besar. Maka dari itu, di ambil sejumlah sampel sebagai perwakilan dari populasi yang akan diteliti. Sampel didefinisikan oleh Jaya (2020, p. 4) sebagai bagian yang dianggap mewakili sejumlah populasi responden yang akan diteliti. Pengambilan sampel akan dilakukan melalui non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Artinya, tidak semua anggota populasi memiliki peluang yang sama
untuk menjadi bagian dari sampel pada penelitian. Selain itu, terdapat pertimbangan dan kriteria tertentu untuk penentuan sampel (Sugiyono, 2019, p. 136).
Agar hasil yang didapatkan sesuai, penyebaran kuesioner harus dilakukan kepada responden dengan kriteria yang cocok dengan penelitian ini. Maka dari itu, ditentukanlah kriteria sampel yang akan diteliti, yaitu:
1. Usia 16-24 tahun
2. Mengenal brand Dear Me Beauty
3. Mengikuti akun @dearmebeauty di TikTok
Penggunaan rumus sampling Taro Yamane dipilih untuk menghitung
jumlah sampel. Dikutip dari Riduwan (2013) melalui Rochmah (2016)
menjabarkan rumus Taro Yamane sebagai berikut:
45 Gambar 3. 2 Rumus Taro Yamane
Sumber: Rochmah (2016)
Dengan rumus Taro Yamane yang tertera, akan didapatkan jumlah sampel untuk penelitian, yaitu:
Penghitungan di atas menentukan bahwa 400 orang responden adalah jumlah sampel yang akan diteliti.
3.4 Operasionalisasi Variabel
Operasional di definisikan oleh Jaya (2020, p. 205) sebagai keterangan
maksud dari istilah yang digunakan dalam penelitian. Sugiyono (2019, p. 57)
menerangkan bahwa ada dua jenis variabel penelitian dalam operasional variabel,
yaitu:
46
1. Variabel Dependen
Merupakan variabel yang memiliki sifat terikat. Karena variabel bebas akan mempengaruhi variabel ini, maka variabel ini akan terpengaruh dan menjadi akibat.
2. Variabel Independen
Merupakan variabel dengan sifat bebas. Variabel independen akan mempengaruhi terjadinya perubahan yang timbulnya variabel dependen.
Tabel 3. 1 Tabel Operasionalisasi Konsep Variabel Social Media Marketing (X)
Variabel Dimensi Indikator Pernyataan
4 Pilar Media Sosial (Gunelius, 2011, p. 17)
Read
Memberikan informasi
terkini
Video pada akun Tiktok
@dearmebeauty menampilkan informasi terkini mengenai tren di bidang kecantikan yang sedang populer
Caption pada akun Tiktok
@dearmebeauty menampilkan informasi terkini mengenai tren di bidang kecantikan yang sedang populer
Hashtag pada akun Tiktok
@dearmebeauty berkaitan dengan informasi terkini mengenai tren di bidang kecantikan yang sedang populer
Video pada akun Tiktok
@dearmebeauty menampilkan informasi tentang diskon produk yang sedang berlangsung
Caption pada akun Tiktok
@dearmebeauty menampilkan informasi tentang sales promotion (diskon)diskon produk yang sedang berlangsung
Hashtag pada akun Tiktok
@dearmebeauty berkaitan dengan diskon produk yang sedang berlangsung
Video pada akun TikTok
@dearmebeauty memberikan
47 Memberikan
informasi yang relevan
informasi yang berhubungan dengan produk Dear Me Beauty
Caption pada akun TikTok
@dearmebeauty memberikan informasi yang berhubungan dengan produk Dear Me Beauty
Hashtag pada akun TikTok
@dearmebeauty berkaitan tentang informasi mengenai produk Dear Me Beauty
Video pada akun TikTok
@dearmebeauty memberikan informasi tentang cara mendapatkan produk Dear Me Beauty
Caption pada konten TikTok
@dearmebeauty memberikan informasi tentang cara mendapatkan produk Dear Me Beauty
Hashtag pada akun TikTok
@dearmebeauty berkaitan tentang informasi cara mendapatkan produk Dear Me Beauty
Create
Disajikan secara menarik
Video pada konten TikTok
@dearmebeauty menampilkan visual yang menarik
Caption pada akun TikTok
@dearmebeauty menampilkan caption yang menarik
Mudah dipahami
Video pada akun TikTok
@dearmebeauty menampilkan visual yang mudah dipahami
Caption pada akun TikTok
@dearmebeauty menampilkan caption dengan bahasa yang mudah dipahami Diunggah
secara konsisten
Akun TikTok @dearmebeauty selalu mengunggah konten video setiap hari
Memberikan informasi yang sifatnya
transparan
Video pada akun TikTok
@dearmebeauty memberikan informasi yang jujur
Caption pada akun TikTok
@dearmebeauty memberikan informasi yang jujur
Video pada akun TikTok
@dearmebeauty memberikan informasi yang berasal dari sumber terpercaya
Caption pada akun TikTok
@dearmebeauty memberikan informasi yang berasal dari sumber terpercaya
48 Share
Membagikan informasi
yang bermanfaat
Video pada akun TikTok
@dearmebeauty membagikan informasi yang bermanfaat tentang produk Dear Me Beauty.
Video pada akun TikTok
@dearmebeauty membagikan informasi yang bermanfaat tentang diskon produk yang sedang berlangsung
Mengunggah kembali konten yang
diunggah oleh viewers
Akun TikTok @dearmebeauty
memberikan akses kepada viewers-nya untuk membagikan konten videonya melalui media sosial lain
Akun TikTok @dearmebeauty selalu mengunggah kembali konten video TikTok yang berkaitan dengan produk Dear Me Beauty
Discuss
Membangun interaksi
dengan viewers
Akun TikTok @dearmebeauty memberikan akses untuk berkomentar dengan tidak membatasi kolom komentarnya
Akun TikTok @dearmebeauty aktif mengajak viewers-nya untuk
berpartisipasi melalui kolom komentar Akun TikTok @dearmebeauty aktif memberikan balasan terhadap
komentar yang ditinggalkan di kolom komentar
Sumber: Hasil Olahan Penelitian, 2020
Tabel 3. 2 Tabel Operasionalisasi Konsep Variabel Minat Beli (Y)
Variabel Dimensi Indikator Pernyataan
Minat Beli (Ferdinand,
2014, p.
188)
Eksploratif
Melakukan pencarian informasi terkait dengan produk
Saya tertarik mencari informasi tentang harga produk Dear Me Beauty Saya tertarik mencari informasi tentang berbagai produk kecantikan yang diluncurkan oleh Dear Me Beauty
Saya tertarik mencari informasi tentang pilihan varian warna dari produk Dear Me Beauty yang sesuai dengan keinginan saya
Saya tertarik mencari informasi tentang kandungan bahan dalam produk Dear Me Beauty
Transaksional
Munculnya keinginan
untuk
Saya tertarik menggunakan produk Dear Me Beauty setelah melihat konten TikTok @DearMeBeauty
49 membeli
sebuah produk
Saya tertarik menggunakan produk Dear Me Beauty setelah melihat penawaran promo diskon melalui konten TikTok @DearMeBeauty
Preferensial
Menjadikan produk tertentu sebagai pilihan utama
Saya akan memilih menggunakan produk kosmetik dari Dear Me Beauty dibandingkan produk dari merek kosmetik lainnya
Saya akan memilih menggunakan produk perawatan tubuh (skin care) dari Dear Me Beauty dibandingkan produk dari merek perawatan tubuh lainnya
Saya merasa produk Dear Me Beauty dapat memenuhi kebutuhan kosmetik saya
Saya merasa Dear Me Beauty dapat memenuhi kebutuhan produk perawatan tubuh (skin care) saya Sumber: Hasil Olahan Penelitian, 2020
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Yaitu sebuah cara yang dilakukan dalam sebuah penelitian yang bertujuan menggali informasi dari responden yang sifatnya kuantitatif, dan sesuai dengan lingkup penelitian (Jaya I. , 2020, p. 88). Jika dilihat berdasarkan sumbernya, ada dua sumber yang dapat memenuhi kebutuhan data pada penelitian, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.
3.5.1
Data PrimerSugiyono (2019, p. 213) menjabarkan bahwa sumber data utama dari
sebuah penelitian adalah sesuatu yang disebut data primer. Pengumpul data akan
mendapatkan data secara langsung. Untuk mengambil data primer pada metode
kuantitatif, penyebaran kuesioner, observasi, wawancara narasumber, atau
gabungan dari ketiga cara tersebut adalah solusinya. Pengumpulan data utama
penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara online.
50
Kuesioner merupakan sebuah teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam bentuk sebuah survei, dimana telah tersedia pernyataan yang telah merepresentasikan masing-masing variabel yang akan diukur dan responden akan diminta pendapatnya dengan mengisi kuesioner. Setelah dijawab, rangkaian pertanyaan akan diberikan kembali kepada peneliti untuk diolah hasilnya. Pengambilan data dengan menggunakan penyebaran kuesioner dinilai cocok untuk jika jumlah responden yang ingin diteliti cukup besar dan area cakupan responden cukup besar. Penyebaran kuesioner dapat dilakukan secara langsung, atau disebar dengan bantuan internet.
Penelitian ini menggunakan skala Likert sebagai skala pengukuran terhadap pendapat responden mengenai variabel yang diteliti. Sugiyono (2019, p. 152) dalam bukunya mengatakan bahwa penggunaan skala Likert dirasa cocok untuk mengukur persepsi, sikap, maupun pendapat terhadap sebuah fenomena sosial yang terjadi. Dalam penelitian menggunakan skala Likert, ada 5 tingkatan penilaian, yaitu:
a. Sangat setuju b. Setuju
c. Netral d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
Pilihan netral ditiadakan dalam kuesioner penelitian. Hal ini dikarenakan
pilihan netral memberikan makna yang rancu, yang artinya responden tidak
dapat mengambil sikap dan ragu akan jawaban penilaian yang akan diberikan.
51
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 4 angka dalam skala penilaian Likert dengan status nilai:
Tabel 3. 3 Skor Penilaian dengan Skala Likert
Sumber: Sugiyono (2019, p. 153)
3.5.2
Data SekunderData sekunder merupakan data yang diambil secara tidak langsung dari sumbernya. Penggunaan data yang berasal dari sumber lain ini dapat digunakan untuk mendukung hasil sebuah penelitian. Contohnya adalah dengan pengambilan data melalui studi pustaka (Sugiyono, 2019, p. 213). Pengambilan data menggunakan studi pustaka bertujuan untuk mempelajari sumber bacaan yang relevan dengan penelitian sebagai informasi dan bahan pendukung untuk masalah yang sedang diteliti.
3.6 Uji Validitas dan Reliabilitas
3.6.1 Uji Validitas
Pengujian validitas dan reliabilitas harus dilakukan sebelum penelitian
dimulai. Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi, apakah alat ukur yang
telah disediakan dapat mengukur respon dalam penelitian ini secara valid dan
dapat menggambarkan pendapat responden dengan baik. Instrumen yang valid
52
menurut Sugiyono (2019, p. 193) berarti dapat digunakan sebagai alat ukur untuk variabel yang akan diteliti. Harapannya, instrumen yang telah teruji valid dan reliabel dapat membuahkan hasil yang sifatnya juga valid dan reliabel.
Untuk langkah awal, validitas instrumen penelitian dapat diukur dengan melakukan pre-test. Kuesioner disebarkan pada 30 orang responden yang sesuai dengan kriteria sampel, yaitu berusia 16-24 tahun, mengetahui brand Dear Me Beauty, dan merupakan followers dari akun TikTok @dearmebeauty.
Uji validitas dilakukan dengan analisis Pearson Correlation menggunakan software SPSS versi 24. Adapun beberapa poin yang menjadi ukuran apakah instrumen yang digunakan untuk mengukur respon adalah valid (2017, p. 48), yaitu:
• Korelasi product moment memiliki nilai koefisien yang lebih besar daripada r tabel (α; n-2) dimana n merupakan jumlah sampel.
• Nilai signifikansi lebih besar atau sama dengan α.
53 Tabel 3. 4 Tabel Nilai r Product Moment
Sumber: Siregar (2017, p. 515)
Dalam pre-test, pernyataan dalam sebuah kuesioner akan terhitung valid
apabila nilai r tabel didapati lebih kecil daripada r hitung. Dengan jumlah sampel
30, sebuah pernyataan akan valid dan dapat menjadi alat ukur jika nilai r hitung
lebih besar daripada 0,361. Berikut adalah uraian dari hasil uji validitas terhadap
variabel social media marketing dan minat beli:
54 Tabel 3. 5 Tabel Nilai Pre-Test Uji Validitas Variabel X
Sumber: Hasil Olahan Penelitian, 2020
Variabel Social Media Marketing akan diukur melalui 28 pernyataan.
Dari tabel di atas, pernyataan yang tidak valid berjumlah 4 pernyataan. Sebab,
nilai r hitung dengan signifikansi 5% keempat variabel memiliki nilai kurang
dari 0,361. 24 pernyataan lainnya bernilai positif dan memiliki nilai di atas
55
0,361. Maka dari itu, diketahui terdapat 24 pernyataan yang bernilai valid untuk mewakili variabel X.
4 buah pernyataan yang dinyatakan tidak valid dalam penghitungan uji validitas variabel X adalah butir pernyataan X7, X13, X15, X17. Untuk variabel X7, bunyi pernyataannya adalah “Video pada akun TikTok @dearmebeauty memberikan informasi yang berhubungan dengan produk Dear Me Beauty”.
Pernyataan ini diperkirakan tidak valid karena interpretasinya yang terlalu umum. Sebelumnya, sudah ada pernyataan yang membahas tentang video TikTok Dear Me Beauty yang dapat menggambarkan dengan lebih spesifik pendapat responden. Pernyataan yang dimaksudkan adalah pernyataan yang membahas tentang video cara mendapatkan produk, informasi yang sedang populer di bidang kecantikan, serta diskon yang sedang berlangsung.
Untuk variabel X13, bunyi pernyataannya adalah “Video pada konten TikTok @dearmebeauty menampilkan visual yang menarik”, sedangkah untuk variabel X15, bunyi pernyataannya adalah “Video pada akun TikTok
@dearmebeauty menampilkan visual yang mudah dipahami”. Menurut
blog.hootsuite.com (Sehl, 2019), salah satu syarat yang harus dimiliki oleh
visual dalam konten media sosial adalah pembuat konten harus menjaga agar
visual yang disajikan tetap sederhana agar tetap mudah dipahami. Jika dilihat
dari video yang disajikan di TikTok Dear Me Beauty, tidak semua video
menyajikan informasi dengan tujuan yang jelas. Selain itu, visual yang terdapat
pada video yang kurang menarik dapat terlihat seperti contoh di bawah ini:
56 Gambar 3. 3 Contoh Visual Video Pada Konten TikTok Dear Me Beauty
Sumber: TikTok @dearmebeauty, 2021
Untuk variabel X17, bunyi pernyataannya adalah “Akun TikTok
@dearmebeauty selalu mengunggah konten video setiap hari”. Menurut TikTok (2020), ketika kita membuka TikTok, yang akan muncul adalah laman For You Page atau FYP. Konten yang muncul dalam FYP merupakan konten yang
berasal dari sistem yang direkomendasikan oleh TikTok, yang sesuai dengan ketertarikan dari masing-masing pengguna. Hal ini membuat tidak semua unggahan dari Dear Me Beauty tidak dapat selalu terdeteksi oleh pengikutnya.
Konten dari kreator yang diikuti akan masuk di laman Following Page, yang mana lebih jarang diakses oleh pengguna TikTok menurut penelitian dari Yang
& Zilberg (2020).
57 Tabel 3. 6 Tabel Nilai Pre-Test Uji Validitas Variabel Y
Sumber: Hasil Olahan Penelitian, 2020
Variabel minat beli ini diukur menggunakan 10 pernyataan. Dari tabel di atas, kesepuluh pernyataan memiliki nilai r hitung lebih besar daripada 0,361.
Dari tabel tersebut, diperoleh informasi bahwa terdapat 10 pernyataan yang bernilai valid untuk mewakili variabel Y.
3.6.2 Uji Reliabilitas
Teknik Alpha Cronbach pada SPSS versi 24 digunakan untuk menguji
reliabilitas pernyataan pada penelitian ini. Penggunaan rumus ini sesuai untuk
menguji reliabilitas suatu pernyataan apabila jawaban yang diberikan oleh
responden berbentuk skala, misalnya 1-5 atau jawaban yang menunjukkan
penilaian sikap (Siregar, 2017). Uji reliabilitas akan dinyatakan reliabel hasilnya
apabila nilai koefisien yang dimiliki lebih besar dari 0,6. Setelah dihitung,
diperoleh hasil uji reliabilitas untuk variabel Social Media Marketing (X):
58 Tabel 3. 7 Nilai Pre-Test Uji Reliabilitas Variabel (X)
Sumber: Hasil Olahan Penelitian, 2020
Nilai Cronbach’s Alpha untuk variabel X yang tertera pada tabel adalah 0,929. Nilai tersebut menyatakan variabel X bersifat reliabel. Alasannya adalah karena nilai Cronbach Alpha terhitung lebih besar daripada 0,6.
Tabel 3. 8 Nilai Pre-Test Uji Reliabilitas Variabel (Y)
Sumber: Hasil Olahan Penelitian, 2020
Nilai Cronbach’s Alpha untuk variabel Y yang tertera pada tabel adalah 0,870. Nilai tersebut menyatakan variabel Y bersifat reliabel. Alasannya adalah karena nilai Cronbach Alpha terhitung lebih besar daripada 0,6.
3.7 Teknik Analisis Data 3.7.1 Uji Normalitas
Tujuan yang ingin dicapai dari pengujian normalitas adalah untuk
melihat apakah terdapat variabel pengganggu dalam model regresi, atau apakah
residual berdistribusi secara normal (Jaya I. , 2020). Salah satu cara menguji
normalitas adalah dengan teknik uji Kolmogorov-Smirnov dengan ketentuan:
59
• Apabila nilai signifikansi yang ditunjukkan dalam hasil uji Kolmogorov-Smirnov memiliki nilai lebih besar atau sama dengan 0,05, artinya data yang diperoleh dari responden berdistribusi secara normal.
• Apabila nilai signifikansi yang ditunjukkan dalam hasil uji Kolmogorov-Smirnov memiliki nilai lebih kecil dari 0,05, artinya data yang diperoleh dari responden tidak berdistribusi secara normal.
3.7.2 Uji Korelasi
Dalam sebuah penelitian, kekuatan atau arah hubungan antara variabel
independen dengan variabel dependen perlu diukur. Hal itulah yang menjadi
latar belakang dilakukannya uji korelasi. Manfaat lain dari uji korelasi juga
adalah untuk mengungkap besaran pengaruh variabel independen terhadap
variabel dependen (Siregar, 2017). Uji korelasi dilaksanakan dengan metode
Pearson Product Moment atau teknik korelasi Pearson. Uji korelasi dengan
teknik Pearson dapat dilihat melalui rumus:
60 Gambar 3. 4 Rumus Uji Korelasi Pearson
Sumber: Siregar (2017, p. 252)
Sugiyono (2019, p. 274) menjabarkan tingkat hubungan antar variabel dalam beberapa kategori:
Tabel 3. 9 Interpretasi Koefisien Korelasi
Sumber: Sugiyono (2019, p. 274)
3.7.3 Uji Regresi Linear Sederhana
Dua jenis uji regresi yang dapat dilakukan dalam sebuah penelitian
adalah yaitu uji regresi linear sederhana dan uji regresi linear berganda. Analisis
regresi dilakukan dengan tujuan meneliti seperti apa pengaruh yang diakibatkan
oleh variabel X yang sifatnya independen kepada variabel Y yang memiliki sifat
dependen (Sugiyono, 2019). Menurut Sugiyono, hubungan variabel yang
sifatnya kausal atau fungsional antara variabel independen dengan dependen
61
menjadi dasar dari regresi linear sederhana (2019, p. 300). Adapun rumus persamaan yang menunjukkan uji regresi linear sederhana adalah:
Gambar 3. 5 Rumus Regresi Linear Sederhana
Sumber: Siregar (2017, p. 284)