• Tidak ada hasil yang ditemukan

DETERMINAN KETERLAMBATAN DIAGNOSIS DAN TERAPI TUBERKULOSIS MULTIDRUG-RESISTANT DI FASILITAS KESEHATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DETERMINAN KETERLAMBATAN DIAGNOSIS DAN TERAPI TUBERKULOSIS MULTIDRUG-RESISTANT DI FASILITAS KESEHATAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

DETERMINAN KETERLAMBATAN DIAGNOSIS DAN TERAPI TUBERKULOSIS MULTIDRUG-RESISTANT DI

FASILITAS KESEHATAN

TESIS

Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Magister Program Studi Magister Kedokteran Keluarga

Minat Utama Biomedik

Oleh

Paulus Wisnu Kuncoromurti S501108062

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA 2018

(2)

commit to user ii

(3)

commit to user III

PERNYATAAN KEASLIAN DAN PERSYARATAN PUBLIKASI ISI TESIS

Saya sebagai penyusun menyatakan dengan sebenar- benarnya bahwa:

Tesis yang berjudul DETERMINAN KETERLAMBATAN DIAGNOSIS DAN TERAPI TB MDR DI FASILITAS KESEHATAN, ini adalah karya penelitian saya sendiri dan tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik serta tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang tertulis dengan acuan yang disebutkan sumbernya, baik dalam naskah karangan dan daftar pustaka. Apabila ternyata di dalam naskah tesis ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur plagiasi, maka saya bersedia menerima sanksi, baik tesis beserta gelar dokter spesialis saya dibatalkan serta diproses sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku (Permendiknas No. 17, tahun 2010).

Publikasi sebagian atau keseluruhan isi tesis pada jurnal atau forum ilmiah lain harus seizin dan menyertakan tim pembimbing sebagai author dan PPs UNS sebagai institusinya. Apabila dalam waktu sekurang-kurangnya satu semester sejak pengesahan tesis saya tidak melakukan publikasi dari sebagian atau keseluruhan tesis ini, maka Prodi Magister Kedokteran Keluarga UNS berhak mempublikasikannya pada jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Prodi Magister Kedokteran Keluarga PPs-UNS. Apabila saya melakukan pelanggaran dari ketentuan publikasi ini, maka saya bersedia mendapatkan sanksi akademik yang berlaku.

Surakarta, Maret 2018 Mahasiswa,

Paulus Wisnu K S 501108062

(4)

commit to user iv

KATA PENGANTAR

Pertama kali penulis mengucapkan Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas KuasaNya sehingga tesis ini dapat terselesaikan sebagai bagian persyaratan akhir mencapai derajat Magister Kesehatan dan pendidikan spesialis di bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Keberhasilan dalam menyelesaikan pendidikan dan tesis ini atas izin-Mu dan upaya kerjasama berbagai pihak. Pendidikan dan tesis ini merupakan hasil bimbingan, pengarahan dan bantuan dari para guru, keluarga, teman sejawat residen paru, karyawan medis dan non medis, serta para pasien selama penulis menjalani pendidikan. Penulis menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada:

1. Prof. Dr. Ravik Karsidi, Drs. MS

Selaku Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta.

2. Prof. Dr. Furqon Hidayatullah, MPd

Selaku Direktur Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

3. Prof. Dr. A. A. Subiyanto, dr., MS

Selaku Ketua Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan arahan, bimbingan, dorongan, saran dan kritik yang bermanfaat. Terima kasih penulis ucapkan setinggi-tingginya atas ilmu dan petunjuk yang telah diberikan selama penulis menjalani pendidikan dan menyelesaikan tesis ini.

4. Prof. Dr. Suradi, dr., Sp. P (K), MARS, FISR

Guru besar program studi PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan arahan, bimbingan, dorongan, saran dan kritik yang bermanfaat. Terima kasih penulis ucapkan setinggi-tingginya atas ilmu dan petunjuk yang telah diberikan selama penulis menjalani pendidikan dan menyelesaikan tesis ini.

5. Dr. Yusup Subagio Sutanto, dr., Sp.P (K), FISR

Selaku Kepala Bagian Pulmonologi RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan pengajar di bagian Pulmonologi yang telah memberikan petunjuk, bimbingan, saran dan kritik yang membangun. Nilai-nilai kedisiplinan, etika, dan saran konstruktif, ketulusan

(5)

commit to user v

hati demi kebaikan pasien dan penulis, Terima kasih penulis ucapkan atas ilmu dan nasihat yang telah diberikan selama menjalani pendidikan di bagian Pulmonologi.

6. Ana Rima Setijadi, dr., Sp.P (K), FISR

Selaku Ketua Program Studi PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta senantiasa membimbing, mendorong, dan memberi masukan yang baik selama pendidikan. Terima kasih penulis ucapkan atas bimbingan, saran, dan kritik yang telah diberikan selama menjalani pendidikan di bagian Pulmonologi..

7. Dr. Reviono, dr., Sp.P (K), FISR

Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta dan staf pengajar di bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi juga sebagai pembimbing utama yang senantiasa membimbing dengan penuh kesabaran dan ketulusan beliau, mendorong, dan memberi masukan yang baik selama pendidikan, disela kesibukannya. Terima kasih penulis ucapkan atas ilmu dan bimbingan yang telah diberikan selama menjalani pendidikan Pulmonologi.

8. Ari Natalia Probandari, dr., MPH., PhD

Selaku staf pengajar di bagian Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Universitas Sebelas Maret Surakarta, juga bertindak sebagai pembimbing II, beliau senantiasa membimbing, mendorong dan memberi masukan yang baik selama pendidikan. Terima kasih penulis ucapkan atas bimbingan, saran dan kritik yang telah diberikan selama penulis menjalani pendidikan di bagian Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Universitas Sebelas Maret Surakarta.

9. Dr. Harsini, dr., Sp.P (K), FISR

Selaku staf pengajar di bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta, juga bertindak sebagai penguji utama, beliau senantiasa membimbing, mendorong dan memberi masukan yang baik selama pendidikan. Terima kasih penulis ucapkan atas bimbingan, saran dan kritik yang telah diberikan selama penulis menjalani pendidikan di bagian Pulmonologi.

10. Dr. H. Endang Sutisna Sulaeman, dr., M.Kes

Selaku staf pengajar di bagian Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Universitas Sebelas Maret Surakarta, juga bertindak sebagai penguji II, beliau senantiasa membimbing, mendorong dan memberi masukan yang baik selama

(6)

commit to user vi

pendidikan. Terima kasih penulis ucapkan atas bimbingan, saran dan kritik yang telah diberikan selama penulis menjalani pendidikan di bagian Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Universitas Sebelas Maret Surakarta.

11. Hadi Subroto, dr., Sp.P (K), MARS

Beliau telah memberikan contoh dan panutan, saran dan kritik yang bermanfaat selama menjalani pendidikan. Terima kasih penulis ucapkan atas perhatian beliau untuk kemajuan pendidikan di bagian Pulmonologi dan penyelesaian tesis ini.

12. Dr. Eddy Surjanto, dr., Sp.P (K)

Beliau menanamkan nilai-nilai hakekat pendidikan kedokteran khususnya di bidang Pulmonologi yang memberikan makna dalam buat penulis. Penulis mengucapkan terima kasih atas nasehat dan saran beliau terhadap kemajuan ilmu Pulmonologi.

Penulis sangat bersyukur beliau dapat meluangkan waktu pada awal pendidikan untuk memberikan kuliah dan terus memberikan semangat agar bisa menjadi ahli paru yang baik.

13. Jatu Aphridasari, dr., Sp.P (K), FISR

Selaku staf pengajar di bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang dengan kebesaran hati dan kesabaran, ketulusan beliau memberikan arahan, bimbingan, serta kritik dan masukan di dalam penyusunan tesis ini. Terima kasih atas bimbingan dan panutan yang telah diberikan selama penulis menjalani pendidikan di bagian Pulmonologi.

14. A. Farih Raharjo, dr., Sp.P, M.Kes

Selaku staf pengajar di bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang dengan kebesaran hati dan kesabaran, ketulusan beliau memberikan arahan, bimbingan, serta kritik dan masukan di dalam penyusunan tesis ini. Terima kasih atas bimbingan dan panutan yang telah diberikan selama penulis menjalani pendidikan di bagian Pulmonologi.

15. Dewi Nurul Makhabah, dr., Sp.P, M.Kes

Selaku staf pengajar di bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang dengan kebesaran hati dan kesabaran, ketulusan beliau memberikan arahan, bimbingan, serta kritik dan masukan di dalam penyusunan tesis ini. Terima kasih atas bimbingan dan panutan yang telah diberikan selama penulis menjalani pendidikan di bagian Pulmonologi.

(7)

commit to user vii

Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada staf pengajar lain yaitu:

Juli Purnomo, dr., Sp.P, Hasto Nugroho, dr., Sp.P, IGN. Widyawati, dr., Sp.P, Windu Prasetya, dr., Sp.P, Imron, dr., Sp.P, Widayanto, dr., Sp.P, Eni, dr., Sp.P, Niwan, dr., Sp.P, Novita Eva, dr., Sp.P, Riana, dr., Sp.P, dr., Sp.P, Anita, dr., Sp.P, atas bimbingan dan pengarahan yang sangat berguna selama penulis mengikuti pendidikan keahlian maupun dalam pengambilan data di fasilitas kesehatan.

Penulis menyampaikan ucapan terima kasih juga kepada:

1. Direktur RSUD Dr. Moewardi Surakarta 2. Dekan Fakultas Kedokteran UNS Surakarta

3. Kepala Bagian Ilmu Bedah RSUD Dr. Moewardi/FK UNS

4. Kepala Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi/FK UNS 5. Kepala Bagian Radiologi RSUD Dr. Moewardi/FK UNS Surakarta 6. Kepala Bagian Kardiologi RSUD Dr. Moewardi/FK UNS Surakarta 7. Kepala Bagian Kesehatan Anak RSUD Dr. Moewardi/FK UNS Surakarta 8. Kepala Bagian Anestesi RSUD Dr. Moewardi/FK UNS Surakarta

9. Kepala Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. Moewardi Surakarta 10. Direktur RS Kasih Ibu Surakarta

11. Direktur RS Dr Oen Surakarta 12. Direktur RS Panti Waluyo Surakarta 13. Direktur RS Kustati Surakarta 14. Direktur RSUD Surakarta 15. Direktur RS FK UNS Surakarta 16. Direktur RS DKT Surakarta 17. Direktur RSIA Hermina Surakarta

18. Direktur Rumah Sakit Paru Dr. Ario Wirawan Ngawen Salatiga 19. Direktur RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen

20. Direktur RS Amal Sehat Sragen

21. Direktur RSUD Dr. Soeratno Gemolong Sragen 22. Direktur RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten 23. Direktur RSJD Dr. RM Soedjarwadi Klaten 24. Direkur RSUD Bagas Waras Klaten

25. Direktur RS Cakra Husada Klaten

(8)

commit to user viii

26. Direktur RS Khusus Bedah Diponegoro Dua Satu Klaten 27. Direktur RS PKU Muhammadiyah Delanggu Klaten 28. Direktur RSI Klaten

29. Direktur RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri 30. Direktur RSUD Pandan Arang Boyolali

31. Direktur RSUD Karanganyar 32. Direktur RSUD Sukoharjo

33. Kepala Balkesmas Wilayah Klaten

34. Kepala Puskesmas-puskesmas di kota Surakarta dan se-eks Karisidenan Surakarta beserta seluruh staf atas bimbingan dan ilmu pengetahuan yang diberikan selama penulis mengikuti tugas pendidikan.

Penghargaan, penghormatan, Jazakallaah khairan katsiran, terima kasih, yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada Ayahanda Dr. Agustinus Subandijo dan Ibunda tercinta Theresia Menuk Marjati di Surakarta atas pengorbanan, kesabaran tiada tara dan tak terhingga kepada ananda, dorongan semangat, dukungan yang luar biasa dalam doa dan tauladan beliau. Kepada adik penulis Lucia Ratih Restusari atas dukungan dan doa kepada penulis.

Kepada calon istri tercinta Sisilia Suhermi di Yogyakarta yang senantiasa setia menemani dalam suka dan duka selama pendidikan spesialis. Terima kasih, atas kesabaran, kesetiaan, doa, penantian dan semangat yang telah diberikan untuk mendukung kelancaran pendidikan,

Rasa hormat dan terima kasih penulis sampaikan kepada senior, teman-teman Ono Yass yang telah lebih dulu menyelesaikan pendidikan dan seluruh rekan PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK UNS/ RSUD Dr. Moewardi Surakarta.

Tidak lupa kepada teman-teman seperjuangan yang sedang bersama-sama menyelesaikan tesis ini terima kasih dukungannya.

Ucapan terima kasih setulusnya penulis ucapkan kepada rekan seangkatan yang telah menjadi dokter-dokter spesialis paru di tempat kerja masing-masing: Mayor CKM Agung Setiadi, dr., Sp.P, M.Kes, Dicky Harnanda Prihandono, dr., Sp.P, M.Kes, Leonardo H. Simanjuntak, dr., Sp.P, M.Kes, Magdalena Sutanto, dr., Sp.P, M.Kes, Dr Ardorisye Saptaty Fornia SpP M.Kes, Dr Sri Hartati Handayani SpP M.Kes, Dr Dina

(9)

commit to user ix

Okfina Ria SpP M.Kes, , kalian semua adalah tim yang hebat dan menyenangkan, penulis bangga telah menjadi bagian dari kalian semua.

Terima kasih pula penulis ucapkan kepada kepada semua perawat Poliklinik TB MDR ( Pak Wahyu Winoto, Pak Andre, Pak Trimanto, Pak Kuswanto ), yang sabar membantu peneliti dalam mengambil data. Penghargaan dan terima kasih penulis sampaikan kepada seluruh rekan perawat poliklinik paru (bu Krisni, Mbak Umi, Pak Ranto, Mas Sigit) dan bangsal rawat inap paru di RSUD Dr. Moewardi, RSP Dr. Ario Wirawan Salatiga, Balkesmas wilayah Klaten, fasilitas kesehatan di dalam kota Surakarta dan se-eks karisidenan Surakarta, serta rekan kerja di SMF paru (Pak Waluyo, Mbak Yamti, Mbak Anita, Mbak Nanda, Mas Arif dan Mbak Dea), juga kepada mas Harnoko atas bantuan dan kerjasamanya selama ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan tesis ini masih banyak terdapat kekurangan, untuk itu penulis mohon maaf dan sangat mengharapkan saran serta kritik dalam rangka perbaikan penulisan tesis ini. Semoga ilmu dan pengalaman yang penulis miliki dapat bermanfaat bagi sesama atas izin Tuhan.

Surakarta, Maret 2018

Penulis

(10)

commit to user x

Paulus Wisnu Kuncoromurti, 2018. Tesis. Determinan Keterlambatan Diagnosis dan Terapi Tuberkulosis Multidrug-Resistant di Fasilitas Kesehatan. Supervisor I; Dr.

Reviono, dr., Sp.P(K), FISR, II: Ari Natalia Probandari, dr., MPH., PhD. Program Studi Magister Kedokteran Keluarga, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

RINGKASAN

DETERMINAN KETERLAMBATAN DIAGNOSIS DAN TERAPI TUBERKULOSIS MULTIDRUG-RESISTANT DI FASILITAS KESEHATAN

Paulus Wisnu Kuncoromurti

Tatalaksana tuberkulosis multidrug-resistant (TB MDR) terdiri dari penegakkan diagnosis dan pelaksanaan terapi. Pada saat ini keterlambatan dalam tatalaksana TB MDR masih sering terjadi. Berbagai faktor dapat mempengaruhi pasien untuk memeriksakan kesehatannya, sehingga dapat menyebabkan keterlambatan dalam penegakkan diagnosis dan pelaksanakan terapi. Tujuan penelitian ini untuk melihat faktor-faktor yang berpengaruh dalam menimbulkan keterlambatan diagnosis dan terapi TB MDR.

Penelitian menggunakan data retrospektif dengan desain cross sectional.

Populasi target adalah pasien TB MDR di RS Dr Moewardi. Populasi terjangkau adalah pasien TB MDR yang di rujuk ke Poli TB MDR Maret tahun 2012 sampai dengan Maret 2017 sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Data diambil dari rekam medik RS Dr Moewardi dan fasilitas kesehatan se eks-karisidenan Surakarta. Variabel terikat adalah keterlambatan diagnosis dan terapi. Variabel bebas adalah usia, jenis kelamin, jarak, tipe fasilitas kesehatan, dan kriteria suspek TB MDR. Subjek penelitian 73. Data dianalisis dengan metode analisis regresi logistik ganda (multivariat). Titik potong atau cut off point data setelah ditentukan melalui uji normalitas dinyatakan sebagai batas keterlambatan.

Dari total sampel didapatkan ditetapkan batas keterlambatan diagnosis dari median data yaitu 4 sedangkan batas keterlambatan terapi adalah median data 12. Yang terlambat sebesar 47 dan yang tidak terlambat sebanyak 26. Dari semua variabel bebas tidak ada yang mempunyai hasil bermakna terhadap variabel terikat. Hasil analisis multivariat hubungan dari keterlambatan diagnosis dengan masing-masing variabel usia (p=0,328,OR=1,02,CI=0,982-1,057), jenis kelamin (p=0,328,OR=0,06,CI=0,189- 1,747), jarak (p=0,446,OR=1,50,CI=0,532-4,194), tipe fasilitas kesehatan (p=0,921,OR=0,97,CI=0,486-1,921), dan kriteria suspek TB MDR (p=0,623,OR=0,91,CI=0,609-1,345). Sedangkan analisis keterlambatan terapi dengan faktor usia (p=0,872,OR=0,99,CI=0,962-1,033), jenis kelamin (p=0,112,OR=0,42,CI=0,146-1,223), jarak (p=0,725,OR=1,2,CI=0,436-3,299), tipe fasiliats kesehatan (p=0,235,OR=1,50,CI=0,769-2,917), kriteria suspek TB MBR (p=0,600,OR=0,90,CI=0,618-1,320).

Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara usia, jenis kelamin, jarak, tipe fasilitas kesehatan, dan kriteria suspek TB MDR terhadap keterlambatan diagnosis dan terapi.

Kata kunci : Keterlambatan diagnosis, keterlambatan terapi, TB MDR

(11)

commit to user x

(12)

commit to user XI

Paulus Wisnu Kuncoromurti, 2018. Thesis. Determination of Diagnosis and Treatment Delay in Multidrug-Resistant Tuberculosis at Health Facilities. Supervisor I; Dr.

Reviono, dr., Sp.P (K), FISR, II: Ari Natalia Probandari, dr., MPH., PhD. Master Program in Family Medicine, Post-Graduate Program, Sebelas Maret University Surakarta.

ABSTRACT

DETERMINANT OF DIAGNOSIS AND TREATMENT DELAY

IN MULTIDRUG-RESISTANT TUBERCULOSIS AT HEALTH FACILITIES Paulus Wisnu Kuncoromurti

Management of multidrug-resistant tuberculosis (MDR TB) consists of the diagnosis and treatment. At this time the delay in the management of MDR TB is still common. Various factors can influence the patient to check his health, which may lead to delays in diagnosis and treatment. The purpose of this study was to look at the factors that influence the delay in diagnosis and treatment of MDR TB.

The study used retrospective data with cross sectional design. The target population is MDR TB patients in Dr Moewardi Hospital. Affordable populations are MDR TB patients who are referred to MDR TB Poly March 2012 until March 2017 in accordance with the inclusion and exclusion criteria. Data taken from the medical record of Dr. Moewardi Hospital and Surakarta residency health facility. The dependent variable is diagnosis delay and treatment delay. The independent variables were age, gender, distance, type of health facility, and suspected MDR TB criteria. The subjects of 73. Data were analyzed by multiple logistic regression (multivariate) method. Cut off point data determined through the normality test. Limit of delay is cut off point from data.

Median delay for diagnosis was 4 days, median delay of treatment was 12 days, and 26 cases had delay. The result of multivariate analysis correlation of diagnosis delay with each age variable (p = 0,328, OR = 1,02, CI = 0,982-1,057), gender (p = 0,328, OR

= 0,06, CI = 0,189-1,747) , p = 0,446, OR = 1,50, CI = 0,532-4,194), type of health facility (p = 0,921, OR = 0,97, CI = 0,486-1,921), and suspected criteria MDR TB (p = 0,623 , OR = 0.91, CI = 0.609-1.345). (P = 0,872, OR = 0,99, CI = 0,962-1,033). The result of multivariate analysis correlation of treatment delay with each gender (p = 0,112, OR = 0,42, CI = 0,146-1,223), distance (p = 0,725, OR = 1,2, CI = 0,436-3,299), type of health facility (p = 0,235, OR = 1,50, CI = 0,769-2,917), suspect criteria TB MBR (p = 0,600, OR = 0,90, CI = 0,618-1,320).

There is no significant relationship between sex, distance, type of health facility and suspected MDR TB criteria for late diagnosis and treatment.

Keywords: Diagnosis delay, treatment delay, MDR TB

(13)

commit to user

Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK UNS/ RS. Dr. Moewardi, 2018

xiii DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN………iii

KATA PENGANTAR………..v

RINGKASAN………..xi

ABSTRACT………xii

DAFTAR ISI………..xiii

DAFTAR GAMBAR………..xv

DAFTAR TABEL……….xvi

DAFTAR LAMPIRAN………xvii

DAFTAR SINGKATAN………xviii

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar belakang………..1

B. Rumusan masalah……….3

C. Tujuan penelitian………..3

D. Manfaat penelitian………4

BAB II. LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka………..5

1. Tuberkulosis………5

2. Patogenesis dan Penularan TB………..…..8

3. Definisi TB MDR………..10

4. Diagnosis TB MDR………...10

5. Definisi dan Konsep Keterlambatan atau Delay………13

6. Determinan keterlambatan...………..15

B. Penelitian-penelitian Keterlambatan………26

C. Kerangka Berpikir………...27

D. Hipotesis……….28

BAB III. METODE PENELITIAN A. Tempat Penelitian………....29

B. Waktu Penelitian………..29

C. Tatalaksana Penelitian……….29

A. Desain Penelitian………...29

(14)

commit to user

Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK UNS/ RS. Dr. Moewardi, 2018

xiv

B. Sampel Penelitian………29

C. Kriteria Inklusi dan Eksklusi………...29

D. Variabel Penelitian………..29

E. Definisi Operasional………...30

F. Prosedur Pengumpulan Data………..36

G. Alur Penelitian………37

H. Analisis data………37

I. Etika Penelitian………...38

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN………....39

A. Gambaran Data Penelitian………...39

B. Analisis Univariat...………....39

C. Analisis Bivariat...………...42

D. Analisis Multivariat………..……….46

PEMBAHASAN………....47

A. Karakteristik Subjek Penelitian………..47

B. Hubungan Usia dengan Keterlambatan Diagnosis……….…....51

C. Hubungan Jenis Kelamin dengan Keterlambatan Diagnosis…….……….52

D. Hubungan Jarak dengan Keterlambatan Diagnosis………..……...53

E. Hubungan Tipe Fasilitas Kesehatan dengan Keterlambatan Diagnosis….54 F. Hubungan Kriteria Suspek TB MDR dengan Keterlambatan Diagnosis…55 G. Hubungan Usia dengan Keterlambatan Terapi………..56

H. Hubungan Jenis Kelamin dengan Keterlambatan Terapi………...57

I. Hubungan Jarak dengan Keterlambatan Terapi……….…59

J. Hubungan Tipe Fasilitas Kesehatan dengan Keterlambatan Terapi……...59

K. Hubungan Kriteria Suspek TB MDR dengan Keterlambatan Terapi…….61

Kelebihan dan Keterbatasan Penelitian...62

BAB V. SIMPULAN DAN SARAN………..………..…64

DAFTAR PUSTAKA……….……….………..……65

LAMPIRAN...68

(15)

commit to user

Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK UNS/ RS. Dr. Moewardi, 2018

xv DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 : Alur Diagnosis TB MDR di Indonesia... 12

Gambar 2 : Konsep Keterlambatan atau Delay ... 13

Gambar 3 : Kerangka Berpikir ... 20

Gambar 4 : Matriks Pelaksanaan Penelitian ... 21

Gambar 5 : Alur Penelitian... 23

(16)

commit to user

Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK UNS/ RS. Dr. Moewardi, 2018

xvi DAFTAR TABEL

Tabel 1 : Penelitian-penelitian tentang keterlambatan ... 28

Tabel 2 : Gambaran karakteristik dasar pasien TB MDR ... 42

Tabel 3 : Keterlambatan diagnosis... 43

Tabel 4 : Keterlambatan terapi ... 45

Tabel 5 : Faktor-faktor keterlambatan diagnosis ... 46

Tabel 6 : Faktor-faktor keterlambatan terapi………..47

Tabel 7 : Perkiraan jumlah sampel ideal penelitian………....63

(17)

commit to user

Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK UNS/ RS. Dr. Moewardi, 2018

xvii DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Kelaikan etik...68

Lampiran 2. Hasil SPSS ... 71

Lampiran 3. Ijin Provinsi Jawa Tengah ... 88

Lampiran 4. Ijin SMF ... 90

Lampiran 5. Ethical clearance ... 91

Lampiran 6. Data dasar... 92

Lampiran 7. Surat Pernyataan ... 94

(18)

commit to user

Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK UNS/ RS. Dr. Moewardi, 2018

xviii DAFTAR SINGKATAN

AIDS : Acquired Immunodeficiency Syndrome BBKPM : Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat BKPM : Balai Kesehatan Paru Masyarakat BTA : Basil Tahan Asam

CNR : Case Notification Rate

DOTS : Directly Observed Treatment Short-course DST : Drugs Sensitivity Test

HIV : Human Immunodeficiency Virus

ISTC : International Standards for Tuberculosis Care MDG’s : Millennium Development Goals

MGIT : Mycobacteria Growth Indicator Tube MOTT : Mycobacterium other than tuberculosis Mtb : Mycobacterium tuberculosis

MTPTRO : Manajemen Terpadu Pengendalian Tuberkulosis Resistan Obat OAT : obat anti tuberkulosis

PMDT : Programmatic Management of Drug Resistant TB RT PCR : real time poly chain reaction

SDG’s : Sustainable Development Goals SLD : second line drug

TB : tuberkulosis

TB MDR : Tuberculosis Multi Drug Resistant TB RO : tuberculosis resistan obat

WHO : World Health Organization XDR : extensively drugs resistant

Referensi

Dokumen terkait

Penulis mengucapkan terima kasih kepada beliau sebagai pengajar di bagian Pulmonologi yang telah memberikan bimbingan, dorongan, dan saran yang baik selama menjalani

Terima kasih atas bimbingan, saran, kesabarannya, dan motivasi yang selalu diberikan kepada peneliti untuk menyelesaikan penelitian ini.. Segala masukan dan kritik

Penulis mengucapkan terima kasih kepada beliau sebagai pengajar di bagian Pulmonologi yang telah memberikan bimbingan, dorongan, dan saran yang baik selama

Penulis mengucapkan terima kasih kepada beliau sebagai pengajar di bagian Pulmonologi yang telah memberikan bimbingan, dorongan, dan saran yang baik selama

Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak dan ibu pembimbing, serta bapak penguji yang telah memberikan bimbingan, kritik dan saran yang membangun

Penulis mengucapkan terima kasih kepada beliau sebagai pengajar di bagian Pulmonologi yang telah memberikan bimbingan, dorongan, dan saran yang baik serta kritik

Buat teman-teman semuanya yang telah membantu penulis yang tidak dapat saya tuliskan satu-persatu, saya ucapkan terima kasih atas kritik dan saran yang membangun sehingga

Kepada teman-teman yang telah mendukung penulis yang tidak dapat saya tuliskan namanya satu persatu, saya ucapkan terima kasih atas kritik dan saran yang membangun sehingga