1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai salah satu daerah otonom dalam kerangka wilayah Propinsi Kalimantan Tengah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Perintahan Daerah, dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, pemerintah daerah melaksanakan pembangunan di daerah masing-masing harus menyusun rencana pembangunan. Rencana pembangunan menurut undang-undang tersebut terbagi menjadi rencana pembangunan jangka panjang, rencana pembangunan jangka menengah dan rencana kerja pemerintah daerah untuk rencana kerja tahunan.
Sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ) wajib menyusun Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah ( Renstra SKPD ) yang berisikan perumusan visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya selaras dengan program prioritas Kepala Daerah terpilih yang tertuang dalam RPJMD.
Dengan demikian Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar Kabupaten Kotawaringin Barat perlu menyusun Renstra Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2012 – 2016.
1.2 Landasan Hukum
Sebagai landasan hukum Penyusunan Renstra Pembangunan Jangka Menengah Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar Kabupaten Kotawaringin Barat adalah :
a. Undang-undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat 3.
b. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
c. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.
d. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara RI tahun 2004 Nomor 126, tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4438),
e. Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional,
2 f. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Kauangan Daerah, g. Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2005 tentang Desa,
h. Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota,
i. Peraturan Pemerintah Nomor 39 tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Negara/
Daerah,
j. Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, k. Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi
Penyelenggaraan Pemerintah Daerah,
l. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah,
m. Permendagri Nomor 59 tahun 2007 tentang Perubahan Permendagri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
n. Peraturan Daerah No. 18 Tahun 2008 tentang Pembentukan organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat.
o. Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2007 tentang Pengaturan, Penertiban dan Pengawasan PKL.
p. Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Pasar.
q. Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Pasar.
1.3 Maksud dan Tujuan
Maksud dan Tujuan penyusunan Rencana Strategi Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2012 – 2016 adalah sebagai berikut :
Maksud :
1. Sebagai pedoman bagi unsur pimpinan dalam rangka mengatur dan pengambilan keputusan di bidang Koperasi, Usaha mikro, Kecil, Menengah dan Pasar.
2. Memberikan arah dan panduan kerja bagi penyusunan rencana operasional kegiatan dalam rangka pencapaian target dan sasaran pembinaan.
3. Sebagai salah satu sarana pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kegiatan lima
tahunan.
3 Tujuan :
Dengan adanya rencana strategis lima tahunan yang dituangkan dalam program/
kegiatan tahunan, maka segala kegiatan yang dilakukan akan lebih terarah. Melalui Program kerja lima tahunan ini dapat diharapkan adanya koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik antar Dinas/Lembaga kegiatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat maupun di lingkungan Intern Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Pasar Kabupaten Kotawaringin Barat, sehingga secara bersama-sama melangkah menuju sasaran yang telah ditetapkan.
1.4 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan Renstra SKPD ini memuat 6 (enam) Bab yaitu terdiri dari :
BAB I PENDAHULUAN – menguraikan; Latar Belakang, Landasan Hukum, Maksud dan Tujuan, dan Sistematika Penulisan.
BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD – menggambarkan tugas, fungsi dan Struktur Organisasi serta menguraikan Sumber daya yang dimiliki Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar dan menguraikan Kinerja Pelayanan yang telah dicapai dan oleh Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar.
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI – menguraikan; Tugas dan Fungsi yang terkait dengan visi, misi serta program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih dan penentuan Isu-isu Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah.
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN.
Visi dan Misi SKPD.
Tujuan merupakan penjabaran Visi dan SKPD yang lebih spesifik dan terukur sebagai upaya mewujudkan visi dan misi pembangunan jangka menengah dan dilengkapi dengan rencana sasaran yang hendak dicapai.
Sasaran adalah tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan
kegiatan yang telah terprogram dalam Renstra.
4
Kebijakan arah yang diambil oleh SKPD dalam mencantumkan bentuk konfigurasi program dan kegiatan untuk mencapai tujuan.
Strategi adalah cara untuk mewujudkan tujuan, dirancang secara konseptual, analitis, realistis, rasional dan komprehensip. Strategi diwujudkan dalam kebijakan dan program oleh SKPD yang bersangkutan.
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN INDIKATOR KINERJA KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF.
Merupakan penjelasan yang bersifat umum dari Program dan Kegiatan beserta indikasi pendanaan dan sumbernya.
BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD (Yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD) Merupakan Perumusan Indikator Kinerja Hasil SKPD.
BAB VII PENUTUP.
LAMPIRAN
5
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN SKPD
2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Perda No. 18 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat dan Peraturan Bupati Kotawaringin Barat Nomor 17 Tahun 2009 tentang tugas pokok dan Fungsi Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar, struktur organisasi Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar Kabupaten Kotawaringin Barat adalah seperti pada lampiran 1, adapun uraian tugas dan fungsi nya adalah sebagai berikut :
1. Kepala Dinas
Kepala Dinas bertugas memimpin, membina, mengkoordinasikan, merencanakan serta menetapkan program kerja, tata kerja dan mengembangkan semua kegiatan perkoperasian dan Pasar serta bertanggungjawab atas terlaksananya tugas pokok dan fungsi Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar, menyelenggarakan fungsi :
a. Perumusan kebijakan teknis di Bidang Perkoperasian, UMKM dan Pasar sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Bupati berdasarkan peratutan perundang- undangan yang berlaku.
b. Pengkoordianasian dan pelaksanaan kegiatan di Bidang Perkopersian, UMKM dan Pasar.
c. Pengawasan dan pembinaan pelaksanaan kegiatan perkoperasian, UMKM dan Pasar.
d. Pengembangan, sosialisasi dan evaluasi pencapaian keberhasilan perkoperasian, UMKM dan Pasar.
e. Penyelenggaraan pelatihan dan promosi bagi koperasi dan UMKM
f. Pengevaluasian pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar.
g. Penyelenggaraan urusan kesekretariatan.
h. Penghimpunan dan mengelola PAD.
i. Pemeliharaan dan Pengembangan sarana dan prasaran pasar dan PKL.
6 j. Pemberian ijin skala tertentu dan penempatan pedagang dan PKL.
k. Melaksanakan tugas lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh Bupati.
2. Sekretaris
Sekretaris mempunyai tugas mengkoordinasikan penyusunan program, penyelenggaraan tugas-tugas bidang secara terpadu dan tugas pelayanan administrasi yang meliputi : perlengkapan, keuangan, kepegawaian, ketatausahaan, protokol, humas dan rumah tangga, organisasi, tata laksana dan analisis jabatan serta perpustakaan, dokumentasi dan data pada Satuan Kerja Perangkat Daerah.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, sekretaris menyelenggarakan fungsi :
a. Mengkoordinasikan penyusunan rencana program, kegiatan dan anggaran SKPD b. Mengatur pelaksanaan urusan umum, kepegawaian dan perlengkapan SKPD c. Mengatur pelaksanaan administrasi pengelolaan keuangan SKPD.
d. Menyusun evaluasi dan pelaporan kegiatan SKPD
e. Mengkoordinasikan dan membina pelaksanaan tugas bidang secara terpadu.
3. Kepala Bidang Koperasi
Kepala Bidang Koperasi mempunyai tugas menyusun rencana, memimpin, mengkoordinasikan, melaksanakan dan mengawasi Seksi Pembinaan Kelembagaan Koperasi, Pemberdayaan Koperasi dan Kemitraan Koperasi agar terlaksanya pembinaan, bimbingan, penataan, pemberdayaan dan peningkatan kualitas kelembagaan, usaha dan kemandirian, memproses penggabungan, peleburan, pembubaran, pendirian dan perubahan anggaran dasar koperasi, penerbitan badan hukum serta fasilitasi dan dukungan kemitraan, penciptaan iklim usaha yang sehat bagi koperasi, dukungan permodalan, pengawasan dan pengendalian KSP/ USP serta Koperasi di Sektor Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Kehewanan, Kehutanan, Perkebunan, Pertanian, Pertambangan, Energi, Pariwisata, Industri Perdagangan dan Aneka Jasa.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Kepala Bidang Koperasi
menyelenggarakan fungsi :
7 a. Menyusun rencana program dan anggaran kegiatan bidang sebagai bahan rumusan penjabaran kebijakan teknis di bidang kelembagaan dan bimbingan usaha di sektor Pertanian, Kehutanan, Perkebunan, Pertambangan, Energi, Pariwisata, Industri, Perdagangan, Aneka Jasa.
b. Mengkoordinasikan rencana dan pelaksanaan program di tingkat Daerah dan Pusat.
c. Memproses penggabungan, peleburan, pendirian, perubahan dan pembubaran Koperasi.
d. Pengesahan dan mengumumkan dalam Lembaran Negara Badan Hukum Koperasi.
e. Pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pengelolaan KSP/ USP dan sumber- sumber permodalan dari Pemerintah maupun BUMN / BUMS.
f. Memfasilitasi hubungan kerjasama usaha antar Koperasi dan BUMN / BUMS di sektor Perkebunan, Pertanian, Kehutanan, Pertambangan, Energi, Pariwisata, Industri, Perdagangan dan Aneka Jasa.
g. Pembinaan dan Penataan administrasi, organisasi, manajemen dan usaha koperasi di sektor Perkebunan, Pertanian, Kehutanan, Pertambangan, Energi, Pariwisata, Industri, Perdagangan dan Aneka Jasa.
h. Melatih, mendidik, dan membimbing SDM Koperasi dan Usaha Mikro.
i. Mengadakan penyuluhan dan sosialisasi perkoperasian dan program pengembangan dan peningkatan kualitas Koperasi.
j. Memfasilitasi dan mempromosikan perkembangan usaha Koperasi dan Usaha Mikro di dalam Daerah maupun di luar Daerah.
k. Penciptaan Iklim usaha yang sehat dan mandiri bagi Koperasi di Sektor Perkebunan, Pertanian, Kehutanan, Pertambangan, Energi, Pariwisata, Industri, Perdagangan dan Aneka Jasa.
l. Memfasilitasi dan perlindungan persaingan usaha Koperasi dan Usaha Mikro.
m. Monitoring dan evaluasi perkembangan kelembagaan, usaha dan kemitraan
koperasi.
8 4. Kepala Bidang Usaha Kecil dan Menengah
Kepala Bidang Usaha Kecil dan Menengah mempunyai tugas menyususn rencana, memimpin, mengkoordinasikan, melaksanakan dan mengawasi Seksi Pembinaan Kelembagaan UKM, Pemberdayaan UKM dan Kewirausahaan UKM agar terlaksananya pembinaan, bimbingan, penataan, pemberdayaan, peningkatan kualitas kelembagaan, usaha dan kemandirian UKM di sektor Perdagangan dan Aneka Usaha, Industri serta memfasilitasi serta memberikan dukungan kemitraan dan kewirausahaan bagi Usaha Kecil dan Menengah.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Kepala Bidang Usaha Kecil dan Menengah menyelenggarakan fungsi :
a. Menyusun rencana program dan anggaran kegiatan bidang sebagai bahan rumusan penjabaran kebijakan teknis dibidang kelembagaan dan bimbingan usaha di sektor Perdagangan, Aneka Usaha dan Industri bagi UKM.
b. Mengkoordinasikan rencana dan pelaksanaan program pengembangan dan pembinaan UMKM di tingkat Daerah dan Pusat.
c. Bimbingan dan dan Penataan kelembagaan usaha UMKM.
d. Dukungan, informasi dan promosi usaha UMKM.
e. Bimbingan dab dukungan pemanfaatan sumber-sumber permodalan dari pihak Perbankan dab BUMN/BUMS bagi UMKM.
f. Fasilitasi dan pembiayaan sertifikasi bagi Koperasi dan UMKM.
g. Pembinaan, bimbingan dab penataan serta kemitraan bagi UMKM.
h. Penciptaan dan dukungan bagi Wira Usaha Baru ( WUB ).
i. Pemberdayaan dan kemitraan UMKM.
j. Pengawasan dan Pengendalian pemanfaatan permodalan bagi UMKM.
k. Monitoring dan evaluasi perkembangan, kemitaraan dan pengelolaan permodalan bagi UMKM.
5. Kepala Bidang Pembinaan Pedagang Pasar dan PKL
Kepala Bidang Pembinaan Pedagang Pasar dan PKL mempunyai tugas
menyusun, mengkoordinasikan, mengembangkan, mengevaluasi dalam pembinaan
penempatan pedagang Pasar dan PKL, pengeloalan PAD dan pengawasan terhadap
barang daerah.
9 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Kepala Bidang Pembinaan Pedagang Pasar dan PKL, menyelenggarakan fungsi :
a. Memimpin, mengkoordinasikan dan membagi tugas sesuai dengan tugasnya masing-masing pada seksi-seksi yang ada di bidangnya.
b. Menyusun/membuat daftar rencana program kegiatan yang berkaitan dengan bidang pembinaan.
c. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap pedagang pasar dan PKL.
d. Melaksanakan penataan dan penempatan pedagang.
e. Melaksanakan evaluasi/pengawasan terhadap produk-produk di Pasar sebagai bahan pembinaan kepada pedagang Pasar dan PKL
f. Menyusun bahan rencana target PAD.
g. Memberikan pelayanan Prima kepada pedagang pasar dan PKL.
h. Mengelola PAD.
i. Melakukan koordinasi dengan Dinas Instansi terkait.
j. Pelaporan dan evaluasi.
6. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pasar dan PKL
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pasar dan PKL mempunyai tugas menyusun, mengkoordinasi dan melaksanakan pemeliharaan dan pengembangan Sarana dan Prasarana Pasar dan PKL, kenyamanan, ketertiban dan keamanan serta kebersihan di Lingkungan pasar.
Untuk melaksanakan tugas sebagimana dimaksud, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pasar dan PKL menyelenggarakan fungsi :
a. Menyusun rencana kegiatan dan program kerja di bidang pengembangan, pemeliharaan dan ketertiban serta kebersihandi lingkungan pasar dan PKL.
b. Memberikan tugas dan motivasi kepada kepala-kepala seksi sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing untuk menunjang terciptanya program yang telah disusun dan direncanakan.
c. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka tugas keamanan dan kebersihan di lingkungan pasar dan PKL.
d. Melaksanakan pemeliharaan dan pengembangan sarana dan prasarana Pasar dan
PKL.
10 e. Melakukan monitoring, pemantauan terhadap keamanan, kenyamanan dan
kebersihan di lingkungan pasar.
f. Melakukan pengeloalaan ketertiban Pasar.
g. Melakukan pengelolaan kebersiahn Pasar.
h. Menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tugas di lapangan mengenai keamanan, kebersihan dan ketertiban serta pengembangan dan pemeliharaan pasar kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
2.2 Sumber Daya Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar.
Jumlah Pegawai dan Tenaga Kontrak yang menjadi sumber daya Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar Kabupaten Kotawaringin Barat menurut golongan dan Pendidikan sebagai pelaksana kegiatan program sampai dengan akhir Januari 2012 sebagai berikut :
GOLONGAN
JUMLAH PEGAWAI
TINGKAT PENDIDIKAN
SD SLTP SLTA SARMUD S.1 1. GOL. IV/a
GOL. IV/b GOL. IV/c GOL. IV/d
- 6 - -
- - - -
- - - -
- - - -
- - - -
- 6 - - 2. GOL. III/a
GOL. III/b GOL. III/c GOL. III/d
11 1 1 14
- - - -
- - - -
2 1 - 10
- - - 1
9 - 1 3 3. GOL. II/a
GOL. II/b GOL. II/c GOL. II/d
2 9 4 -
- - - -
- - - -
2 9 - -
- - 4 -
-
-
-
-
11 4. GOL. I/a
GOL. I/b GOL. I/c GOL. I/d
- - 3 1
- - - -
- - 3 1
- - - -
- - - -
- - - - 5. Tenaga
Kontrak 42 15 4 22 1 -
Jumlah 94 15 8 46 6 19
2.3 Kinerja Pelayanan
Peran serta Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Pasar dalam pembangunan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat sangatlah penting hal ini karena Koperasi, Usaha Mikro, kecil, menengah dan Pasar masih banyak, dan perlu diberdayakan dan ditingkatkan agar lebih maju dan sejahtera dengan berbasis pada potensi dan keunggulan daerah.
Kegiatan sektor Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Pasar cukup menggembirakan, keadaan ini dapat dilihat dari data dibawah ini :
2.3.1. Koperasi
Perkembangan Koperasi di Kabupaten Kotawaringin Barat pada umumnya bergerak di sektor Simpan Pinjam, Waserda, Perkebunan, Perikanan, Pertanian, Peternakan, Aneka Usaha dan sebagai gambaran perkembangan adalah sebagai berikut :
TAHUN Jumlah Koperasi ( buah )
Modal Sendiri ( Rp )
Modal Luar ( Rp)
s/d
2007 2008 2009 2010 2011
189 198 205 206 219
14.200.007.824 18.927.247.510 24.304.006.461 88.498.169.042 115.212.876.360
22.991.029.415 36.735.451.355 58.433.545.117 12.212.826.446 14.444.040.718
*) s/d Desember 2011
12 a. Kondisi Yang Diinginkan :
Mengembalikan fungsi Koperasi agar dapat berperan dalam memenuhi kebutuhan hidup anggota dan masyarakat sekitarnya.
Menumbuhkan iklim usaha yang kondusif untuk peningkatan fungsi Koperasi.
Meningkatkan produktifitas daya saing dan akses pasar.
Meningkatkan kualitas kelembagaan dan usaha Koperasi.
Meningkatkan citra Koperasi untuk membangun kepercayaan anggota dan masyarakat, lembaga keuangan dan mitra bisnis Koperasi.
Meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia Koperasi.
Memperkuat pemasaran, teknologi dan jaringan usaha.
b. Strategi Pencapaian dari Kondisi yang diinginkan
Memperkuat hubungan kemitraan antara Koperasi dan Perusahan Besar/
BUMN maupun lembaga-lembaga pendukung permodalan dan pemasaran;
Menciptakan kebijakan iklim usaha yang lebih kondusif;
Memperbaiki dan meningkatkan produktifitas daya saing dan akses pasar;
Meningkatkan kualitas Kelembagaan melalui Diklat, Bimtek, Penyuluhan, Magang, Studi Banding dan lain-lain.
Fasilitas informasi dan pemasaran : promosi produk, pemasaran dalam dan luar negeri;
Pengembangan fasilitas akses permodalan dan akses teknologi
2.3.2 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
Dalam rangka pembinaan terhadap Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan
pelayanan kepada masyarakat melalui peran serta dari Sentra, BDS ( Bisnis
Development Service ) dan Lembaga Keuangan Alternatif adalah sebagai
berikut :
13
TAHUN UMKM SENTRA BDS LKM.
s/d
2007 2008 2009 2010 2011
2.919 2.925 1.427 384 540
6 6 6 6 6
2 2 2 2 2
26 23 23 23 23
*) s/d Desember 2011
a. Kondisi yang diinginkan
Terbukanya kesempatan berusaha dengan potensi bahan baku SDA setempat;
Meningkatnya nilai tambah produk.
Mengurangi pengangguran;
Meningkatnya pengembangan dan restrukturisasi usaha.
Meningkatnya kemampuan dan keterampilan usaha mikro, kecil dan menengah dalam berbagai bidang usaha.
Meningkatnya jaringan usaha/ kemitraan usaha mikro, kecil dan menengah dengan koperasi, perusahan besar/BUMN dan lembaga keuangan.
Tumbuhnya wira usaha baru;
Tumbuh dan berkembangnya perekonomian daerah;
Meningkatkan usaha formasi untuk memperluas jangkauan pemasaran.
b. Strategi Pencapaian dari Kondisi yang diinginkan
Memperkuat hubungan kemitraan antara UKM dengan Perusahaan besar / BUMN maupun lembaga-lembaga pendukung permodalan dan pemasaran;
Menciptakan kebijakan iklim usaha yang lebih kondusif;
Memperbaiki dan meningkatkan produktifitas mesin peralatan;
Meningkatkan kualitas SDM pelaku industri seperti mengadakan Diklat,
Bimtek, Penyuluhan, Magang, Studi Banding dan lain-lain.
14
Fasilitas informasi dan pemasaran : promosi produk, pemasaran dalam dan luar negeri;
Fasilitas akses permodalan.
2.3. 3 Pasar
Perkembangan Pasar di Kabupaten Kotawaringin Barat pada umumnya bergerak di sektor Konveksi, Sembako, Perkebunan, Perikanan, Pertanian pangan, hortikultura, Peternakan, Aneka Usaha dan sebagai gambaran perkembangan adalah sebagai berikut :
TAHUN Jumlah Pasar ( buah )
s/d
2007 2008 2009 2010 2011
13 17 19 19 19
*) s/d Desember 2011
a. Kondisi yang diinginkan
Terbukanya kesempatan berusaha bagi pedagang dan PKL;
Meningkatnya nilai pendapatan yang diterima pedagang dan PKL.
Mengurangi pengangguran.
Meningkatnya daya saing barang daganggan.
Meningkatnya keamanaan, ketertiban dan kebersihan pasar.
Meningkatnya informasi untuk pengembangan manajemen maupun mutu produk.
Tumbuhnya wira usaha baru/ bertambahnya jumlah pedagang dan PKL
Tumbuh dan berkembangnya perekonomian Daerah.
Meningkatnya kebersihan pasar.
Terpeliharanya dan berkembangnya sarana dan prasarana pasar.
Meningkatnya PAD.
15 b. Strategi Pencapaian dari kondisi yang diinginkan
Menciptakan kebijakan iklim usaha yang lebih kondusif.
Meningkatkan wawasan dan kesadaran pedagang akan hak dan kewajiban melalui penyuluhan, sosialisasi, pembinaan dan konsultasi.
Memelihara dan mengembangkan los, bak dan kios serta sarana dan prasarana penunjang lainnya.
Meningkatkan retribusi pasar.
Memelihara ketertiban, keamanan dan kebersihan pasar.
Meningkatkan sarana dan prasarana kebersihan dan keamanan pasar.
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan
Untuk melakukan analisis SWOT maka terlebih dahulu ditentukan faktor-faktor internal atau faktor-faktor yang berada dalam Pengendalian yang meliputi faktor Kekuatan / Strengths (S), dan faktor Kelemahan / Weaknesses (W) serta faktor-faktor eksternal yang berada di luar Pengendalian yang meliputi faktor Peluang / Opportunities (O) dan faktor Ancaman / Theats (T).
Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut : 2.4.1 Faktor Kekuatan /Strengths (S) yaitu :
1) UUD 1945 Pasal 33 ayat 3
2) UU Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian
3) UU Nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah.
4) Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah dan kewenangan Daerah .
5) Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah.
6) Peraturan Daerah No. 22 Tahun 2007 tentang Pengaturan, Penertiban dan Pengawasan PKL.
7) Peraturan Pemerintah RI Nomor 4 tahun 1994 tentang persyaratan Akte Pendirian, Perubahan Anggaran Dasar Koperasi.
8) KepMen Koperasi PKM RI No.351/Kep/M/XII/1998 tentang Simpan
Pinjam.
16 9) PerMen Negara KPKM RI Nomor :22/Per/M.KUKM/IV/2007 Pedoman
Peningkatan Koperasi.
10) Peraturan Daerah No. 18 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat
11) Perda No. 15 Tahun 2008 tentang Pemberdayaan Koperasi, UMKM.
12) Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Pasar.
13) Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Pasar.
2.4.2 Faktor Kelemahan / Weaknesses (W) yaitu :
1) Kurangnya pemahaman dan kemampuan aparatur untuk melaksanakan fungsi dan tugas tekhnis dalam pembinaan dan pengembangan Koperasi, UMKM dan Pasar.
2) Terbatasnya kemampuan SDM Aparatur Bidang Hukum untuk produk hukum Bidang UMKM dan Pasar juga jumlah pegawai ditiap tiap Seksi.
3) Tidak tersedianya Balai Diklat Koperasi dan UKM sehingga SDM Koperasi dan UKM kurang memiliki kemampuan Manajerial dan kemampuan tekhnis dalam mengelola Koperasi dan UKM nya
4) Kurangnya pengertian/ pemahaman Pedagang dan PKL tentang hak dan kewajibannya
5) Belum adanya standar pelayanan minimal dalam pembinaan KUKM
6) Lemahnya monitoring dan Evaluasi terhadap perkuatan permodalan bagi Koperasi, UMKM.
7) Pengetahuan SDM tentang pemisahan administrasi pembukuan SP relatif kurang memadai.
8) Tidak adannya kewenangan mengadakan pemeriksaan langsung kepada koperasi selain adannya fasilitasi dari Pemerintah.
9) Terbatasnya/kurangnya Sarana Mobilitas bagi pegawai.
10) Penempatan pegawai yang tidak tepat dengan spesifikasi kemapuan tehnis.
11) Lemahnya Koordinasi antar Dinas /Bidang.
17 2.4.3 Faktor Peluang / Opportunities (O) yaitu :
1) Adanya komitmen yang kuat dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk menjadikan UMKM dan Koperasi sebagai pelaku utama perekonomian 2) Adanya Dinas /Lembaga yang membidangi Koperasi, UMKM dan Pasar di
Kabupaten Kotawaringin Barat.
3) Adanya keinginan yang kuat dari masyarakat untuk memajukan ekonominya sekaligus meningkatkan kesejahteraannya.
4) Tersedianya berbagai fasilitas keuangan sehingga KUKM semakin mudah untuk mendapatkan permodalan.
5) Semakin lancarnya transportasi sehingga mobilisasi orang dan barang dari suatu tempat ke tempat lainnya menjadi lebih mudah dan cepat
6) Meningkatnya pertumbuhan WUB dan jumlah Pedagang dan PKL di Kotawaringin Barat.
7) Meningkatnya pertumbuhan Koperasi yang lebih selektif.
8) Pengelolaan usaha SP dikelola dengan pembukuan tersendiri.
9) Meningkatnya akses daerah tentang pengembangan Pasar Kabupaten/Kecamatan sampai pedesaan.
10) Adanya even-even pameran dagang skala nasional kesempatan bagi KUMKM.
11) Meningkatnya daya beli masyarakat.
12) Minat masyarakat berjualan di Pasar Indrasari sangat kuat sehingga perluasan areal sangat diperlukan.
2.4.3 Faktor Ancaman / Theats (T)
1) Perubahan iklim usaha yang sangat cepat dan globalisasi perekonomian.
2) Meningkatnya jumlah usaha sejenis sehingga terjadinya peningkatan persaingan
3) Terbatasnya sumber daya produktif , terbatasnya ketersediaan bahan baku sumber daya alam, bahan penolong.
4) Kurangnya kemampuan dana untuk pembangunan sarana dan prasarana pasar Kabupaten/ Kecamatan dan Pedesaan.
5) Belum ditetapkannya RTRWP Kalimantan Tengah.
18 6) Persyaratan pengajuan kredit yang sangat berat.
7) Kurangnya pemahaman & kesadaran pedagang & PKL di Pasar tentang Hak dan kewajibannya.
8) Lemahnya Koordinasi antar SKPD terkait.
9) Kurangnya pemahaman tentang Koperasi, administrasi pembukuan dll.
10) Kurangnya pemahaman tentang mesin produksi / peralatan.
11) Kurangnya pengetahuan pengurus anggota tentang Kemitraan bidang Perkebunan.
12) Masa jabatan pengurus & pengawas terlalu pendek sehingga mengganggu kontinuitas pengelolaan Koperasi.
13) Kurangnya kemampuan untuk memberi suatu aturan berupa Perda atau
Perbup, karena belum ada seksi khusus.
19
No Kekuatan B Kelemahan B
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
UUD 1945 Pasal 33 ayat 3.
UU No. 25/1992 tentang Perkoperasian UU No. 20 tahun 2008 tentang UMKM.
Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah dan kewenangan Daerah PP No 41 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah.
Perda No. 22 Tahun 2007 tentang Pengaturan,Penertiban dan Pengawasan PKL.
Peraturan Pemerintah RI Nomor 4 tahun 1994 tentang persyaratan Akte Pendirian, Perubahan Anggaran Dasar Koperasi.
Kepmen Koperasi PKM RI
No.351/Kep/M/XII/1998 tentang Simpan Pinjam.
Permen Negara KPKM RI Nomor :22/Per/M.KUKM/IV/2007 Pedoman Peningkatan Koperasi.
Perda No. 15 Tahun 2008 tentang Pemberdayaan Koperasi, UMKM.
Perda No.18 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat
Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Pasar.
Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Pasar.
1. Kurangnya pemahaman dan kemampuan aparatur untuk melaksanakan fungsi dan tugas teknis dalam pembinaan dan pengembangan Koperasi dan UMKM dan Pasar.
2. Terbatasnya kemampuan SDM Aparatur Bidang Hukum untuk produk hukum Bidang UMKM dan Pasar juga jumlah pegawai ditiap tiap Seksi.
3. Tidak tersedianya Balai Diklat Koperasi dan UKM sehingga SDM Koperasi dan UKM kurang memiliki kemampuan manajerial dan kemampuan teknis dalam mengelola Koperasi dan UKM nya.
4. Kurangnya pengertian/pemahaman Pedagang dan PKL tentang hak dan kewajibannya 5. Belum adanya standar pelayanan minimal
dalam pembinaan Koperasi, UKM.
6. Belum adanya standar pelayanan minimal dalam pembinaan KUKM.
7. Pengetahuan SDM tentang pemisahan administrasi pembukuan SP relatif kurang memadai.
8. Tidak adanya kewenangan mengadakan pemeriksaan langsung kepada koperasi selain adannya fasilitasi dari Pemerintah.
9. Terbatasnya/kurangnya Sarana Mobilitas bagi pegawai.
10. Adanya tumpang tindih tupoksi dibeberapa Seksi.
11. Lemahnya Kordinasi antar Dinas /Bidang.
20
Peluang Ancaman
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Adanya komitmen yang kuat dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk menjadikan UMKM dan Koperasi sebagai pelaku utama perekonomian
Adanya Dinas /Lembaga yang membidangi Koperasi, UMKM dan Pasar di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Adanya keinginan yang kuat dari masyarakat untuk memajukan ekonominya sekaligus meningkatkan kesejahteraannya.
Tersedianya berbagai fasilitas keuangan sehingga KUKM semakin mudah untuk mendapatkan permodalan.
Semakin lancarnya transportasi sehingga mobilisasi orang dan barang dari suatu tempat ke tempat lainnya menjadi lebih mudah dan cepat
Meningkatnya pertumbuhan WUB dan jumlah Pedagang dan PKL di Kotawaringin Barat.
Meningkatnya pertumbuhan Koperasi yang lebih selektif.
Pengelolaan usaha SP dikelola dengan pembukuan tersendiri.
Meningkatnya akses daerah tentang pengembangan Pasar Kabupaten/Kecamatan sampai pedesaan.
Adanya even-even pameran dagang skala nasional, kesempatan bagi KUMKM.
Meningkatnya daya beli masyarakat
1. Perubahan iklim usaha yang sangat cepat dan globalisasi perekonomian.
2. Meningkatnya jumlah usaha sejenis sehingga terjadinya peningkatan persaingan
3. Terbatasnya sumber daya produktif , terbatasnya ketersediaan bahan baku sumber daya alam, bahan penolong.
4. Kurangnya kemampuan dana untuk pembangunan sarana dan prasarana pasar Kabupaten/ Kecamatan dan Pedesaan.
5. Belum ditetapkannya RTRWP Kalimantan Tengah.
6. Persyaratan pengajuan kredit yang sangat berat.
7. Kurangnya pemahaman & kesadaran pedagang & PKL di Pasar tentang Hak dan kewajibannya.
8. Lemahnya Koordinasi antar SKPD terkait.
9. Kurangnya pemahaman tentang Koperasi, administrasi pembukuan dll.
10. Kurangnya pemahaman tentang mesin produksi / peralatan.
11. Kurangnya pengetahuan pengurus anggota tentang Kemitraan bidang Perkebunan.
12. Masa jabatan pengurus & pengawas
terlalu pendek sehingga mengganggu
kontiniutas pengelolaan Koperasi.
21 BAB III
ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI
3.1 Tugas Pokok dan Fungsi
Sebagai landasan pelaksanaan tugas pokok, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil , Menengah dan Pasar Kabupaten Kotawaringin Barat mengacu pada Tugas Pokok dan Fungsi yang dijabarkan dalam Perda Kabupaten Kotawaringin Barat Nomor 18 tahun 2008 dengan penjabaran sebagai berikut :
Tugas Pokok : Melaksanakan Kewenangan Pemerintah Daerah di bidang Koperasi Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Pasar serta tugas pembantuan serta menyediakan Sarana dan Prasarana pasar.
Fungsi :
a. Perumusan kebijakan teknis dibidang Perkoperasian Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Pasar.
b. Pembentukan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Pasar yang terdiri dalam kelompok bidang Koperasi, bidang Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Pasar.
c. Melaksanakan Pembinaan, Penyuluhan dan Pengendalian terhadap Koperasi UMKM dan Pasar diwilayahnya.
d. Melaksanakan Pendidikan dan Latihan pada pengurus dan anggota Koperasi dalam rangka meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
e. Melaksanakan tugas umum dan ketatausahaan dibidang Koperasi, UMKM dan Pasar.
f. Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Dinas.
22 3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah Terpilih
Visi dan Misi Kabupaten Kotawaringin Barat
Visi Pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2012 - 2016 Yaitu “TERWUJUDNYA KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT YANG SEJAHTERA, BERKEADILAN DAN JAYA”, Visi tersebut mengandung makna bahwa dalam 5 (lima) tahun mendatang diharapkan :
1. Kesejahteraan rakyat. Terwujudnya peningkatan kesejahteraan rakyat, melalui pembangunan ekonomi yang berlandasan pada keunggulan daya saing, kekayaan sumber daya alam, sumber daya manusia dan budaya bangsa. Tujuan penting ini dikelola melalui kemajuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2. Keadilan. Terwujudnya pembangunan yang adil dan merata, yang dilakukan oleh seluruh masyarakat secara aktif, yang hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia.
3. Jaya. Terwujudnya kemajuan daerah dalam segala bidang pembangunan yang demokratis, berbudaya, bermartabat dan menjujung tinggi kebebasan yang bertanggungjawab serta hak asasi manusia.
Sebagai perwujudan dari visi yang telah ditetapkan, tentu dibutuhkan suatu misi yang jelas yang mampu dilaksanakan oleh segenap elemen yang berhubungan langsung dengan visi tersebut. Misi Pembangunan Kabupaten Kotawaringin Barat terdiri dari 3 (tiga) poin sebagai berikut:
1. Melanjutkan Pembangunan Kotawaringin Barat Sebagai Daerah Pengembangan Pembangunan.
2. Memperkuat Dimensi Keadilan di semua bidang.
3. Menuju Kejayaan Kotawaringin Barat.
Sebagai Penjabaran dari Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat maka Dinas Koperasi, Pengusaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kotawaringin Barat menetapkan visinya sebagai berikut :
“Terwujudnya Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Pasar yang
komperatif dan produktif sebagai pusat perdagangan dan penggerak Ekonomi
Kerakyatan yang Maju, Sejahtera, Berkeadilan dan Asri berwawasan
Lingkungan”.
23 Faktor-faktor penghambat pelayanan Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi dapat dilihat pada tabel di lampiran 2.
3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra
Faktor-faktor penghambat yang mempengaruhi permasalahan pelayanan Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar diantaranya :
Kurangnya permodalan koperasi dan UMKM dalam pengembangan usaha
Terbatasnya anggaran pelatihan dan penyuluhan di lapangan dengan anggota kopersi untuk setiap unit usaha koperasi
Kurangnya kepercayaan perbankan dalam penyaluran dana bagi KUMKM
Terbatasnya dana APBD dalam pembangunan Pasar Daerah/ Kecamatan / Desa
Faktor-faktor pendorong yang mempengaruhi pelayanan Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar diantaranya :
Peningkatan sarana dan prasara pendidikan dan pelatihan perkoperasian
Adanya Koordinasi dan Pendataan database WUB pengembangan UKM
Adanya pembinaan, pengawasan dan penghargaan bagi koperasi berprestasi
Peningkatan dan Pengembangan jaringan kerjasama usaha koperasi
Pengembangan Pasar dan distribusi barang/produk
3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Faktor-faktor penghambat yang mempengaruhi permasalahan pelayanan Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar ditinjau dari implikasi RTRW diantaranya :
Letak Koperasi dan UKM yang tersebar di pedesaan/ kecamatan sulit dijangkau.
Letak Pasar Daerah yang tersebar di pedesaan/ kecamatan sulit dijangkau.
Faktor-faktor pendorong yang mempengaruhi pelayanan Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar ditinjau dari implikasi RTRW diantaranya :
Pembangunan/ Rehabilitasi Pasar desa, kecamatan dan kabupaten.
24 3.5 Penentuan isu-isu strategis
Gerakan sadar koperasi
Revitalisasi Kelembagaan Koperasi
Kegiatan Usaha Koperasi yang produktif, inovatif, kreatif, dan berwawasan lingkungan ( Pengelola Usaha ) / berbasis kompetensi.
Bantuan penguatan permodalan dan peralatan produksi.
Keterpaduan Program dan Kegiatan dengan Instansi terkait.
Teknologi tepat guna bagi UMK.
Peningkatan kebersihan, ketertiban dan keamanan Pasar.
Revitalisasi pasar tradisional.
Intensifikasi dan ekstensifikasi PAD.
Strategi yang akan ditangani
Membangun dan mengembangkan sistem perekonomian Daerah berbasis ekonomi kerakyatan.
Memacu pertumbuhan pada sektor pertanian, kehutanan, industri, perdagangan dan jasa.
Memfasilitasi penguatan permodalan KUMKM dengan Lembaga Keuangan/
BUMN dan Perusahaan Besar Swasta.
Menjalin dn memperkuat Kemitraan Usaha KUMKM.
Membangun Sarana dan Fasilitas yang lengkap, modern dan berdaya saing.
Pembangunan fisik prasarana untuk mendukung pelayanan pedagang pasar dan PKL.
Memberikan peningkatan kemampuan SDM Pengelola, Anggota dan masyarakat
untuk berusaha.
25 BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
4.1 Visi dan Misi Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar.
Sebagai Penjabaran dari Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat maka Dinas Koperasi, Pengusaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kotawaringin Barat menetapkan visinya sebagai berikut :
“Terwujudnya Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Pasar yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sebagai penggerak ekonomi kerakyatan”.
Adapun Misi yang diemban oleh Dinas Koperasi, Pembinaan Pengusaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kotawaringin Barat dalam menunjang pelaksanaan visi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Memberdayakan Koperasi, UMKM dan Pasar sebagai pusat pengembangan ekonomi kerakyatan Daerah Kotawaringin Barat.
2. Meningkatkan Pembinaan, pengawasan pemantauan UMKM dan Pasar sebagai wadah ekonomi kerakyatan.
3. Meningkatkan dan mengembangkan Koperasi, UMKM dan Pasar baik kualitas dan kuantitas kewirausahaan pedagang sebagai pelaku ekonomi dalam rangka sumberdaya produktif secara adil dan merata.
4. Pemgembangan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pasar Kebupaten, Kecamatan dan Desa sebagai pusat Perdagangan.
5. Melaksanakan intensifikasi dan exstensifikasi retribusi pasar dalam peningkatan PAD.
6. Meningkatkan Ketertiban, keamanan dan kebersihan pasar.
7. Meningkatkan partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam rangka pemberdayaan Koperasi dan UMKM.
8. Meningkatkan pelayanan prima kepada Koperasi UMKM dan pasar secara
bertanggung jawab.
26 4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah
Dalam rangka mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan Tujuan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Pasar Kabupaten Kotawaringin Barat adalah :
Meningkatkan akses kualitas kelembagaan dan sumber daya Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
Meningkatkan akses perkuatan permodalan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah .
Meningkatkan akses kemitraan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
Meningkatkan kelancaran dan pelayanan terhadap Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan pelaporan kepada pemerintah.
Meningkatkan jumlah Pasar dan jumlah kios, los/bak dan sarana prasarana lainnya baik pada pasar di ibukota Kabupaten, Kecamatan maupun Desa.
Melaksanakan pemeliharaan dan pengembangan pasar-pasar daerah sehingga memiliki nilai tambah.
Meningkatan keamanan, ketertiban dan kebersihan pasar dan lingkungannya.
Melaksanakan pembinaan dan pendataan pedagan pasar milik pemerintah.
Meningkatkan intensifikasi dan ekstensifikasi retribusi untuk meningkatkan PAD.
Peningkatan SDM Aparatur Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar untuk kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
Sasaran
Terlaksananya peningkatan SDM para pengelola Koperasi UKM.
Terwujudnya penilaian klasifikasi dan pemeringkatan Koperasi.
Terwujudnya kualitas pelayanan koperasi simpan pinjam.
Terwujudnya pelaporan yang akuntabel dari Koperasi/KSP.
Terlaksananya pemantauan dana bergulir.
Terwujudnya penumbuhan WUB dan UKM di segala Sektor.
Tercapainya peningkatan mutu produk dan jasa UMKM
Terwujudnya peningkatan akses permodalan Koperasi dari sektor kelembagaan/perbankan maupun BUMN/BUMS.
Terwujudnya peningkatan jumlah Pasar dan jumlah kios, los/bak serta prasarana
Pasar Daerah, baik Pasar Ibu Kota Kabupaten, Kecamatan maupun Pasar Desa.
27
Tercapainya peningkatan PAD.
Tercapainya peningkatan kesadaran pedagang, PKL dan Asongan akan hak &
kewajiban.
Tercapainya Keamanan, ketertiban dan kebersihan Pasar Daerah.
4.3 Strategi dan Kebijakan SKPD Strategi :
1. Membangun dan mengembangkan sistim perekonomian Daerah berbasis ekonomi kerakyatan.
2. Memacu pertumbuhan pada sektor pertanian, kehutanan, industri, perdagangan dan jasa.
3. Pembangunan fisik prasarana untuk mendukung pelayanan pedagang pasar dan PKL.
4. Memberikan peningkatan kemampuan SDM untuk berusaha.
Kebijakan
Sebagai Panduan untuk melaksanakan visi dan misi yang telah ditetapkan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Pasar Kabupaten Kotawaringin Barat menyusun suatu rumusan kebijakan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan untuk periode 2012– 2016. Rumusan kebijakan tersebut mencakup :
1. Membina Usaha Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Pasar melalui pendekatan integral komprehensif di bidang Permodalan, Teknologi, Manajemen dan Pemasaran.
2. Memberi Fasilitasi permodalan dan bimbingan teknis bagi para pelaku usaha Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Pasar untuk tumbuh dan berkembang serta mampu bersaing di era pasar bebas.
3. Membina Kelembagaan KUMKM yang lebih sehat dan mengarah kepada prinsip- prinsip efisiensi dan efektifitas.
4. Membentuk jaringan usaha Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dengan Pengusaha
besar secara adil dan transparan sehingga terbentuk pola kemitraan yang sehat dan
saling menguntungkan.
28 5. Meningkatkan penyediaan kios, los dan bak serta sarana dan prasarana penunjang
untuk memenuhi kebutuhan pedagang.
6. Melaksanakan pemeliharaan dan peremajaan pasar milik Pemerintah Kabupaten.
7. Meningkatkan pemeliharaan keamanan, ketertiban dan kebersihan pasar milik Pemerintah Kabupaten.
8. Akurasi dan pengembangan data pedagan pasar.
9. Melaksanakan intesifikasi dan ekstensifikasi retribusi pelayanan pasar.
10. Meningkatkan wawasan, pengetahuan, ketrampilan SDM Aparatur melalui Diklat, kursus-kursus dan study banding.
11. Peningkatan koordinasi dengan instansi terkait untuk kelancarar barang-barang kebutuhan pokok masyarakat.
12. Peningkatan wawasan, pengetahuan dan kesadaran pedagang melalui penyuluhan, sosialisasi dan konsultasi.
13. Pengadaan sarana dan prasarana pasar.
29 BAB V
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
Untuk merealisasikan misi yang telah ditetapkan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Pasar Kabupaten Kotawaringin Barat menetapkan Program dan Kegiatan yang telah disesuaikan dengan tugas dan fungsi yang akan dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Pasar untuk periode 2012 – 2016 demi tercapainya apa yang diharapkan. Adapun Program dan kegiatan yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :
5.1 Program yang akan dilaksanakan
1. Penciptaan iklim usaha kecil menengah yang kondusif.
2. Pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil menengah.
3. Pengembangan sistem pendukung usaha mikro kecil menengah.
4. Peningkatan kualitas kelembagaan.
5. Peningkatan efisiensi perdagangan dalam Negeri.
6. Pembinaan Pedagang kaki lima dan asongan.
7. Peningkatan SDM Aparatur.
8. Peningkatan retribusi Pasar.
9. Peningkatan Sarana dan prasarana Aparatur.
10. Pemulangan karyawan Purna Tugas.
5.2 Kegiatan yang akan dilaksanakan
1. Sosialisasi kebijakan tentang usaha kecil menengah.
2. Perencanaan, koordinasi dan pengembangan usaha kecil menengah.
3. Fasilitasi pengembangan sarana promosi hasil produksi.
4. Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan.
5. Koordinasi penggunaan dana Pemerintah bagi usaha Mikro kecil menengah.
6. Pemantauan pengelolan penggunaan dana Pemerintah bagi usaha Mikro Kecil menengah.
7. Peningkatan jaringan kerjasama antar lembaga.
30 8. Koordinasi pelaksanaan kebijakan dan program pembangunan Koperasi.
9. Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan perkoperasian.
10. Prinsip-prinsip pemahaman perkoperasian.
11. Pembinaan, pengawasan dan penghargaan Koperasi berprestasi.
12. Peningkatan dan pengembangan jaringan kerjasama usaha Koperasi.
13. Penyebaran model-model pola pengembangan Koperasi.
14. Rintisan penerapan teknologi sederhana/ manajemen modern pada jenis-jenis usaha koperasi.
15. Monitoring, evaluasi dan pelaporan.
16. Pengembangan pasar dan distribusi barang/produk.
17. Kegiatan penyuluhan peningkatan disiplin pedagang kaki lima dan asongan.
18. Kegiatan penataan tempat berusaha bagi pedagang kaki lima dan asongan.
19. Pengadaan Mebelair, peralata dan perlengkapan kantor.
20. Pengadaan Mobilitas.
21. Partisipasi Bimbingan Teknis Implementasi perundang-undangan.
22. Pemberian bantuan terhadap pegawai purna tugas.
Sedangkan rincian Program, kegiatan, indikator kinerja, Kelompok sasaran dan
pendanaan indikatif untuk 5 (lima) tahun ke depan dapat dilihat pada Lampiran 3.
31 BAB VI
INDIKATOR KINERJA SKPD
Indikator kinerja Dinas Koperasi, UMKM, dan Pasar menunjukkan kinerja yang akan dicapai selama tahun 2012-2016 sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD dan merupakan tolak ukur keberhasilan dalam mencapai visi-misi yang dituangkan di dalam Renstra SKPD 2012-2016.
6.1 Kontribusi sektor KUMKM terhadap PDRB
Sektor KUKM telah menunjukkan eksistensinya dalam perekonomian nasional dengan pelbagai kontribusi, baik itu dari sisi makro maupun sisi mikro dan kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) serta penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi.
Keberadaan sektor Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah yang merupakan salah satu bentuk dari ekonomi kerakyatan, dimana keberadaannya pada era otonomi daerah merupakan potensi yang harus digali dan dikembangkan karena dapat menyerap tenaga kerja sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana tujuan dari pembangunan daerah. Untuk Rencana Strategis 2012-2016 Dinas Koperasi, UMKM, dan Pasar Kabupaten Kotawaringin barat menargetkan Kontribusi sektor KUMKM terhadap PDRB sebesar Rp. 1.442.044.300,-
6.2 Tingkat kapasitas usaha dan perlindungan hukum
Untuk memberikan tingkat kapasitas usaha dan perlindungan hukum maka di
berikan pengesahan akte pendirian koperasi, dan adanya surat ijin penempatan
Pedagang yang diterbitkan oleh Bupati. Sehingga diharapkan akan terwujud pelaporan
yang akuntabel dari koperasi, penumbuhan WUB dan UKM di segala sektor, dan
tercapainya peningkatan kesadaran pedagang, PKL dan asongan akan hak dan
kewajiban.
32 6.3 Laju Pertumbuhan UMKM
Untuk meningkatkan laju pertumbuhan UMKM maka diadakan pendataan wirausaha baru, pembinaan, pengawasan, pemantauan UMKM dan Pasar, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam rangka pemberdayaan koperasi dan UMKM.
6.4 Tingkat ketrampilan SDM usaha mikro
Untuk memacu Tingkat ketrampilan SDM Usaha Mikro maka diadakan penyelenggaraan pendidikan dan ketrampilan teknis, manajemen, penyuluhan, magang, akses teknologi, dan studi banding bagi KUMKM yang pada akhirnya akan dicapai peningkatan produktifitas, daya saing dan akses pasar.
6.5 Akses ke permodalan pasar
Dinas koperasi, UMKM, dan Pasar dalam hal ini memfasilitasi akses ke permodalan pasar bagi KUMKM dengan melakukan pengembangan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pasar daerah baik pasar kabupaten, pasar kecamatan maupun pasar desa sebagai pusat perdagangan, juga dengan memperkuat hubungan kemitraan antara Koperasi dan Perusahaan Besar/BUMN maupun lembaga-lembaga pendukung permodalan dan pemasaran.
6.6 Kapasitas usaha dan ketrampilan pengelolaan usaha kecil
Kapasitas usaha dan ketrampilan Pengelolaan Usaha Kecil diharapkan akan lebih baik lagi dan meningkat dengan peningkatan koordinasi dengan instansi-instansi terkait, peningkatan wawasan, pengetahuan dan kesadaran pedagang melalui penyuluhan, sosialisasi dan konsulltasi.
33 BAB VII
P E N U T U P
Dengan telah tersusunnya Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra – SKPD) sector Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Pasar Tahun 2012 – 2016 dimana dalam penyusunan ini berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2012 – 2016 yang merupakan penjabaran dari Visi, Misi dan Program Bupati Kotawaringin Barat, kiranya pelaksanaan Program Kegiatan Pembinaan dan Operasional yang telah dilakukan pada periode yang lalu akan dapat ditingkatkan.
Dengan demikian Rencana Strategis SKPD Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Pasar Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2012 – 2016 ini disusun sebagai langkah-langkah nyata yang akan dilakukan dalam pengembangan sektor Koperasi dan UKM secara khusus dan pengembangan ekonomi kerakyatan pada umumnya.
Pangkalan Bun, Maret 2012
KEPALA DINAS KOPERASI, UMKM DAN PASAR KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT
Ir. B A H T I A R
NIP. 19590402 199203 1 001
Indikator Data
Kinerja Capaian Unit Kerja
Program pada tahun SKPD
Tujuan Sasaran Kode Program dan Kegiatan (Outcome) awal Penanggung Lokasi
dan Kegitan Perenca- Jawab
(Output) naan Target Rp. *) Target Rp. *) Target Rp. *) Target Rp. *) Target Rp. *) Target Rp. *)
(2011)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)
Meningkatkan pelayanan ad- Tersedianya pelayanan ad- 1. Program Pelayanan
ministrasi perkantoran ministrasi Administrasi Perkantoran
1.01 Penyediaan jasa surat Terpenuhinya jasa 100% 37 pkt 2.640.000 38 pkt 2.904.000 39 pkt 3.194.400 40 pkt 3.513.840 42 pkt 3.865.224 100% 16.117.464 Diskopsar Kobar
menyurat pengiriman surat
1.02 Penyediaan jasa komunikasi, Tersedianya biaya 100% 1 Thn 132.352.000 1 Thn 145.587.200 1 Thn 160.145.920 1 Thn 176.160.512 1 Thn 193.776.563 100% 808.022.195 Diskopsar Kobar sumber daya air, listrik jasa telepon dan
pembayaran reke- ning listrik
1.03 Penyediaan jasa jaminan Meningkatnya 100% 15 unit 152.785.600 15 unit 168.064.160 15 unit 184.870.576 15 unit 203.357.634 15 unit 223.693.397 100% 932.771.367 Diskopsar Kobar barang milik daerah asuransi jaminan
barang milik daerah
1.04 Penyediaan peralatan rumah Tersedianya peralat 100% 1 Paket 5.545.760 1 Paket 6.100.336 1 Paket 6.710.370 1 Paket 7.381.407 1 Paket 8.119.547 100% 33.857.420 Diskopsar Kobar
tangga an rumah tangga
1.05 Penyediaan jasa pemeliharaan Terpeliharanya 100% 9 unit 10.472.000 9 unit 11.519.200 9 unit 12.671.120 9 unit 13.938.232 9 unit 15.332.055 100% 63.932.607 Diskopsar Kobar dan perizinan kendaraan dinas kendaraan dinas dan
operasional operasional
1.06 Penyediaan jasa administrasi Meningkatnya sarana 100% 100% 82.126.000 100% 90.338.600 100% 99.372.460 100% 109.309.706 100% 120.240.677 100% 501.387.443 Diskopsar Kobar
keuangan penunjang kegiatan
kerja
1.07 Penyediaan jasa kebersihan Meningkatnya ke- 100% 1 pkt 35.208.800 1 pkt 38.729.680 1 pkt 42.602.648 1 pkt 46.862.913 1 pkt 51.549.204 100% 214.953.245 Diskopsar Kobar
kantor bersihan, keindahan
dan kenyamanan lingkungan kantor
1.08 Penyediaan jasa perbaikan Meningkatnya efek- 100% 1 pkt 11.022.000 1 pkt 12.124.200 1 pkt 13.336.620 1 pkt 14.670.282 1 pkt 16.137.310 100% 67.290.412 Diskopsar Kobar
peralatan kerja tivitas sarana dan
prasarana kerja
1.09 Penyediaan alat tulis kantor Meningkatnya efek- 100% 1 pkt 36.265.240 1 pkt 39.891.764 1 pkt 43.880.940 1 pkt 48.269.034 1 pkt 53.095.938 100% 221.402.916 Diskopsar Kobar tivitas sarana dan
prasarana kerja
1.10 Penyediaan peralatan dan Meningkatnya efek- 100% 1 pkt 52.616.280 1 pkt 57.616.748 1 pkt 63.117.263 1 pkt 69.167.829 1 pkt 75.823.451 100% 318.341.571 Diskopsar Kobar perlengkapan kantor tivitas sarana dan
prasarana kerja
1.11 Penyediaan barang cetak dan Meningkatnya efek- 100% 1 pkt 23.096.750 1 pkt 25.406.425 1 pkt 27.947.068 1 pkt 30.741.774 1 pkt 33.815.952 100% 141.007.969 Diskopsar Kobar
penggandaan tivitas sarana dan
prasarana kerja
1.12 Penyediaan komponen insta- Meningkatnya efek- 100% 1 pkt 11.772.200 1 pkt 12.949.420 1 pkt 14.244.362 1 pkt 15.668.798 1 pkt 17.235.678 100% 71.870.458 Diskopsar Kobar lasi listrik/penerangan bangun tivitas sarana dan
an kantor prasarana kerja
periode Renstra SKPD (2016)
Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 pada akhir
dan Kerangka Pendanaan Kondisi Kinerja
Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar Kabupaten Kotawaringin Barat
Tahun 2013 - 2017
Target Kinerja Program