• Tidak ada hasil yang ditemukan

Harus Siap Hadapi Risiko Baru

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Harus Siap Hadapi Risiko Baru"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Risiko yang sudah terlihat dari sekarang adalah ke­

munculan varian baru virus corona di berbagai belahan dunia. Kemudian volatilitas harga komoditas di pasar global, tekanan inflasi yang bisa berdampak pada ke­

naikan suku bunga negara maju terutama Amerika Serikat, penyesuaian den­

gan ekonomi China, hingga disrupsi rantai pasok dan di­

namika geopolitik.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan, ber­

bagai risiko baru itu harus dikelola agar tidak meng­

ganggu laju pemulihan eko­

nomi dan reformasi struk­

tural.

“Pemulihan ekonomi 2022 dibarengi munculnya risiko baru yang harus dikelola,”

kata Sri Mulyani di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/11/2021).

Menurutnya, pemuli­

han ekonomi global dan

domestik pada 2022 juga masih tidak merata dan tak pasti. Penyebab utamanya adalah dinamika pan­

demi COVID­19 yang diwarnai varian­varian baru virus corona;

yang terbaru ada­

lah varian B.1.1.529 (Omicron).

Ia berharap, pen­

anganan penye­

baran varian Delta yang terbukti efek­

tif beberapa waktu lalu dapat menjadi bekal bagi In­

d o n e s i a d a l a m m e ­

nangkal penyebaran varian­

varian baru lainnya. Hal tersebut juga harus dibarengi dengan percepatan vaksi­

nasi COV­

ID­19 ke masyarakat agar tercipta kekebalan komunitas sehingga kegiatan ekonomi dapat bergulir kembali.

“Keberhasilan pemerintah Indonesia kendalikan varian Delta dan terpeliharanya kewaspadaan, disip­

lin protokol keseha­

tan, diharapkan menjadi bekal kuat dalam

menghadapi a n c a m a n baru varian baru Omi­

cron,” kata dia.Terkait ang­

garan pendapa­

tan dan belanja negara (APBN) 2022, Sri Mulyani menekankan ins­

trumen fiskal pe­

merintah masih ber­

sifat ekspansif dan meng akomodir kebi­

jakan kontrasiklus (counter­cyclical).

Namun tetap mem perhatikan

risiko dan me­

ngedepankan s u s t a i n a ­

bilitas fiskal jangka me­

nengah dan panjang.

Pemerintah menargetkan defisit APBN 2022 sebesar 4,85 persen dari produk domestik bruto (PDB) atau Rp868 triliun. Defisit itu menurun dari outlook 2021 yang sebesar 5,2 sampai 5,4 persen PDB.

Perhitungan defisit APBN itu karena pagu pendapatan negara sebesar Rp1.846,1 triliun dan belanja negara sebanyak Rp2.714,2 triliun.

Dengan postur fiskal itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi se­

besar 5,2 persen pada 2022, dibanding outlook pada 2021 yang sebesar 3,5­4 persen.

Diwawancara kemarin, eko nom senior dari Institute Development of Economic and Finance (Indef), Didik J Rachbini, mengatakan, imp­

likasi dari kenaikan perim­

intaan akibat turunnya kasus COVID­19 di Asia, Amerika dan beberapa kawasan lain­

nya akan diikuti oleh inflasi.

“Inflasi akan berpengaruh langsung pada suku bunga, kan siklus biasa,” kata Didik kepada Info Indonesia.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan sunguh­sungguh memerha­

tikan arahan dari Mahkamah Konstitusi dalam revisi Un­

dang­Undang 11/2020 ten­

tang Cipta Kerja. Dia men­

jamin proses ini tidak akan mengganggu proses inves­

tasi yang mulai berjalan.


“Saya pastikan kepada pelaku usaha dan investor dari dalam dan luar negeri bahwa investasi yang telah dilakukan, serta investasi yang sedang, dan akan berproses tetap aman dan terjamin. Sekali lagi, saya pastikan pemerintah men­

jamin keamanan dan kepas­

tian investasi di Indonesia,”

ujar Presiden Jokowi dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/11/2021).



Presiden Jokowi menegaskan, putu­

san MK menyata­

kan bahwa UU Cipta Kerja masih berlaku.

Maka seluruh materi dan substansi dalam Undang­Undang Cipta Kerja, dan juga peraturan­

nya, sepe­

n u h n y a tetap ber­

laku tan­

pa ada s a t u

pasal pun yang batal.



Presiden menghormati putusan MK Nomor 91/

PUU­XVIII/2020 dan akan melaksanakan putusan itu.

Maka itu, Presiden telah memerintahkan seluruh menteri koordinator untuk menindaklanjuti putusan MK secepat­cepatnya.



“MK sudah menyatakan UU Cipta Kerja masih tetap berlaku, pemerintah dan DPR sebagai pembentuk UU diberikan waktu pa­

ling lama dua tahun untuk melakukan revisi atau per­

baikan­perbaikan. Dengan demikian, seluruh peraturan pelaksanaan UU Cipta kerja yang ada saat ini masih tetap berlaku,” kata dia.



Presiden menjamin agen­

da reformasi struktural, deregulasi dan

debirokratisasi akan terus

berjalan.

ASN AMBIL PERAN LAWAN KORUPSI

JAKARTA – Perkelahian maupun keributan antara pra­

jurit TNI dengan anggota Polri hingga kini masih terus ter­

jadi. Seperti bentrokan yang belum lama ini terjadi di Tem­

bagapura, Mimika, Papua.

Keributan itu diduga terjadi antara prajurit TNI tergabung dalam Satgas Nanggala Kopassus dan anggota Polri dari Satgas Amole di Kabu­

paten Mimika.

Terkait insiden itu, Pangli­

ma TNI Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan pra­

jurit TNI yang terlibat bentrok dengan anggota Polri akan di proses hukum.

“Pusat Polisi Militer TNI bersama­sama dengan Pu­

sat Militer TNI Angkatan Darat sedang lakukan pros­

es terhadap semua oknum anggota TNI yang terlibat dalam dugaan tindak pidana di Timika tersebut,” kata

Andika kepada wartawan di Jakarta, Senin (29/11/2021).

Andika mengatakan, pengusutan kasus dugaan

pelanggaran pidana juga akan dilakukan oleh Polri, terhadap personelnya yang terlibat dalam perselisihan

tersebut.

Mantan Kepala Staf Ang­

katan Darat (KSAD) ini men­

gaku, sudah berkoordinasi dengan Polri untuk melaku­

kan proses hukum terhadap oknum anggota Korps Bhay­

angkara itu.

Kapolda Papua, Irjen Pol Marthinus D Fakhiri, menga­

takan, insiden perkelahian antara anggota Polri dan TNI di Tembagapura telah disele­

saikan secara damai. Ia me­

nyebut, insiden tersebut han­

ya kesalahpahaman, bukan bentrok atau keributan besar.

Menurut Mathinus, Sat­

gas Nanggala dan Satgas Amole, sama­sama berada di bawah Operasi Satgas Nemangkawi.

Harus siap Hadapi risiko Baru

JAKARTA - Pandemi COV­

ID­19 membuka celah baru bagi tindakan pidana korupsi.

Penanganan korupsi di masa krisis kesehatan ini tidak dapat dipisahkan dari strategi penanganan korupsi secara umum dan normatif walau perlu memperhatikan ciri­ciri khusus.

Demikian disampaikan Gu­

bernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, dalam Webi­

nar “Strategi Pen­

anganan Korupsi di Masa Pandemi COVID­19” yang diadakan Fakul­

tas Hukum Universitas Esa Unggul, Ja­

karta, Senin

(29/11/2021).

Agus mengatakan saat ini upaya pencegahan dan pem­

berantasan korupsi semakin mendesak untuk dilakukan di era pandemi.

4 ke hal 11 kol. 1 4 ke hal 11 kol.1

Selasa, 30 November 2021

harga koran eceran : Rp.5.000.- langganan :

Rp.55.000,- (Jabodetabek) luar Jabodetabek : Rp. 7.500,-

5

7

10

MENOLAK KARANtINA

INFO OtONOmI

INFO eksekutIF

INFO warNa warNI

4HOtLI NE RE DAKSI: 021 278 123 97 4 WE BSItE: @i nfoi ndonesia.id 4 FAcE BOOK :@i nfoi ndonesia 4 t WIttE R :@_i nfoi ndonesia 4 IG :@i nfo_i ndonesia.id

4HOtLI NE RE DAKSI: 021 278 123 97 4 WE BSItE: @i nfoi ndonesia.id 4 FAcE BOOK :@i nfoi ndonesia 4 t WIttE R :@_i nfoi ndonesia 4 IG :@i nfo_i ndonesia.id

anggota sering Bentrok, TNi-polri Tetap solid

4 Andika Pastikan Proses Hukum Berjalan

seharusnya Tidak selalu represif

JAKARTA - Pemerintah RI masih menunggu kesimpu­

lan dari penelitian interna­

sional tentang efektivitas vaksin COVID­19 terhadap virus corona varian B.1.1.529 yang dinamakan Omicron.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

memperingatkan negara­ne­

gara bahwa varian Omicron kemungkinan akan menye­

bar secara internasional dan menimbulkan risiko global yang “sangat tinggi”.

WHO juga tidak menutup kemungkinan akan adanya

“konsekuensi parah” di be­

berapa wilayah penyebaran.

Omicron memiliki jumlah mutasi yang belum pernah terjadi sebelumnya sehingga risiko global terkait varian baru ini dinilai sangat tinggi.

Karena itu WHO mende­

sak 194 negara anggotanya untuk mempercepat vaksi­

nasi kelompok prioritas dan rentan. Negara­negara juga diminta mengantisipasi pen­

ingkatan jumlah kasus dan memastikan rencana mitiga­

si benar­benar siap memper­

tahankan layanan kesehatan penting.

Tentang efektivitas vak­

sin yang ada saat ini ter­

hadap Omicron, Juru Bic­

ara Pemerintah Indonesia untuk COVID­19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru,

Reisa Broto Asmoro, men­

gakui belum ada data yang konklusif.

“Untuk efektivitas vak­

sin, WHO bekerja dengan banyak ilmuwan untuk me­

mahami dampak varian ini pada vaksin COVID­19. Se­

jauh ini belum ada data yang konklusif,” kata Reisa dalam Siaran Sehat Bersama Dok­

ter Reisa bertajuk ‘Apakah Vaksin COVID­19 Tetap Ampuh’ di 2022 yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.

Reisa menjelaskan saat ini WHO bersama para pihak terkait sedang melakukan kajian lebih lanjut mengenai varian B 1.1.529 dan kaitan­

nya dengan vaksinasi yang sedang digencarkan di selu­

ruh dunia.

Bila varian baru itu dinya­

takan lemah maka vaksin yang tersedia kini masih san­

gat efektif dan berguna untuk mencegah terjadinya perbu­

rukan gejala akibat berbagai macam varian COVID­19.

Sebaliknya, bila kajian atas varian Omicron men­

yatakan ia lebih kuat maka pemerintah Indonesia perlu mempertimbangkan pembe­

rian vaksin booster kepada seluruh masyarakat.

Reisa juga mengingat­

kan bahwa vaksin yang ada saat ini masih terus dikem­

bangkan oleh para ahli du­

nia sambil memperhatikan perkembangan mutasi virus SARS­CoV­2.

4 ke hal 11 kol.4 ANTARA FOTO/Aprilia Akbar

Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo

4 Dunia Harap­harap Cemas

stop spekulasi Efektivitas Vaksin atas omicron

4 ke hal 11 kol.4

JAKARTA - Upaya pemulihan ekono- mi nasional masih dibayangi ketidak- pastian. Pemerintah memprediksi situasi ekonomi pada 2022 akan menghadapi berbagai risiko baru.

4 UU Cipta Kerja

revisi Tetap Jalan, investasi pasti aman

4 ke hal 11 kol.1

SERAPAN ANGGARAN URUtAN KEDELAPAN

Presiden RI, Joko Widodo Menteri Keuangan, Sri Mulyani

(2)

N

uansa kompro­

mi putusan MK itu tampak dari kejanggalan putusan yang di satu pihak menyatakan UU CK inkonstitusional, tetapi tetap memberikan napas atau masa berlaku (tamba­

han) selama dua tahun sejak

putusan dibacakan.

Bagi saya yang awam hukum tapi kenyang pen­

galaman lapangan, sung­

guh menyesalkan putusan yang memberikan tambahan masa berlaku dua tahun itu.

Kenapa?

Karena bagi pihak yang nekat, baik pemerintah mau­

pun swasta tentu akan men­

cari dan mencuri peluang atau kesempatan untuk me­

manfaatkan dua tahun masa sebelum direvisi, atau sebe­

lum kembali kepada pera­

turan perundang­undangan lama atau aslinya.

Bila itu yang terjadi, maka kerusakan atau penyimpan­

gannya di lapangan sudah semakin banyak, semakin menjadi­jadi, sudah se­

makin parah. Apalagi wasitnya, alias pem­

buat UU atau kebi­

jakannya diduga juga pemainnya.

Tegasnya, ada konflik kepent­

i n g a n ya n g b e r p o te n s i merugikan negara.

Artinya, p u t u s a n M K i t u sejatinya

banci sebab telah menurunk­

an efektivitas dan wibawa dari putusan itu sendiri. Aki­

batnya, masa dua tahun itu berpotensi menyulitkan per­

baikan atau penyesuaiannya di lapangan baik bagi pemer­

intah maupun masyarakat, sebab penerapan UU CK bisa jadi sudah berjalan jauh.

Sudah terlalu dalam. Sehing­

ga revisinya akan semakin sulit dan semrawut.

Dalam pandangan saya, karena UU CK sudah dinilai dan dinyatakan inkonstitu­

sional, seharusnya langsung dinyatakan tidak berlaku dan kembali ke aturan lama, yaitu sebelum

diberlakukannya UU CK.

Silakan pemerintah dan DPR menyusun UU yang baru tanpa harus ada pembatasan waktu dua tahun.

Toh tidak akan ada keko­

songan hukum atau aturan main, sebab MK menyata­

kan kembali (dulu) ke aturan lama. Artinya, tidak perlu UU yang inkonstitusional itu dipelihara dulu selama dua tahun. Jadi sebelum UU CK itu menelan lebih “banyak lagi korban” karena dibiarkan berlaku dulu dua tahun.

Sekali lagi, bagi saya yang orang lapangan, putusan

MK itu aneh, kurang logis.

Karena itulah sulit bagi saya untuk tidak menduga bahwa meski majelis hakim yang memutuskan mempunyai semangat dan keinginan untuk menegakkan konstitusi tapi menundanya dua tahun sebagai kompromi.

Mungkinkah itu kompro­

mi dengan pemerintah dan kelompok pengusaha tert­

entu? Berkompromi dengan oligarki politik dan oligarki bisnis? Atau karena para hakim MK itu sejatinya ada­

lah politisi? Wallahualam bisawab.l

iNFOINDONESIA.ID adalah media massa cetak di bawah payung

PT. DUA SATU PRO

lPENDIRI Waherman St. Mangkuto, H. Zainuddin lDIREKTUR Usman Rizal lPEMIMPIN PERUSAHAAN Kiki Ibrahim lKUASA HUKUM M Kamel Fahresy, S.H.

lPEMIMPINREDAKSI/PENANGGUNG JAWAB Aldi Gultom lWAKIL PEMIMPIN REDAKSI Rio Taufiq Adam lREDAKTUR PELAKSANA Widya Victoria

lREDAKTUR Aprilia Rahapit, Rusdiyono, Wahyu Sabda Kuncahyo, Khoirur Rozi lREPORTER Herry Supriyatna lTATA LETAK Kosasih, Djoko Wusono lSEKRETARIS REDAKSI Niken lBISNIS Hesti Dimalia lMARKETING Yudha Putra Alnareza lDIVISI PENGEMBANGAN IT Oemar lDISTRIBUSI Abdul Muhctar

lALAMAT REDAKSI Jalan MPR III No. 5B, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan (12430) lTELP 021­27812397 lFAX 021­79196786 lEMAIL [email protected] lPERCETAKAN PT Aliansi Temprina Nyata Grafika lALAMAT PERCETAKAN Jalan Benda No.26, Kelurahan Benda, Tangerang, Banten (15125)

lHARGA IKLAN FC : Rp 45.000/mm lBW Rp 40.000/mm lBANK ACCOUNT A/N PT. DUA SATU PRO BCA : No Rek : 553­068­2121 KCP Otista Jakarta Timur lTWITTER @_infoindonesia lFACEBOOK infoindonesia.id lINSTAGRAM@info_indonesia.id

lKEPALA BIRO INFO SULAWESI Wulandari D lKEPALA BIRO INFO BALI-LOMBOK Anugrah Dani lKEPALA BIRO INFO PAPUA Nurmanto W

lKEPALA BIRO INFO BATAM Abu Bakar lKEPALA BIRO INFO KALIMANTAN Desi lKEPALA BIRO INFO JAWA Adji Sumarno lKEPALA BIRO INFO SUMATERA Raden Mohd Solehin

2

Selasa, 30 November 2021

tajuk OPINI

“Pabrik tempe, akan menghasilkan tempe.

Tak mungkin meng­

hasilkan tahu. Meskipun sama­sama berbahan dasar kedelai”

Sastrawan Politik Ahmad Khozinuddin

P

abrik tempe, akan menghasilkan tempe.

Tak mungkin meng­

hasilkan tahu. Meski­

pun sama­sama berbahan dasar kedelai, pabrik tempe, tetap tak akan menghasilkan tahu.

Anda bisa dikategorikan orang gila, berharap pabrik tempe menghasilkan tahu.

Meskipun ribuan ton kedelai kualitas super Anda kirim ke pabrik tempe, kedelai itu tidak akan pernah menjadi tahu.

Semua akan berakhir menjadi tempe.

Begitu pula dengan demokra­

si. Demokrasi itu pabrik sekuler­

isme. Bukan pabrik untuk meng­

hasilkan syariat Islam.

Meskipun jutaan orang saleh, ulama, cerdik pandai, dikirim untuk terlibat dalam demokrasi, tetap saja demokrasi mela­

hirkan sekulerisme, bukan syariat Islam. Anda juga bisa disebut gila, berharap syariat Islam tegak, tapi menggunakan demokrasi.

Anda berdalih, bukankah demokrasi bergantung suara terbanyak? Bukankah, jika mayoritas dikuasai orang saleh, yang terpilih orang saleh, akan melahirkan aturan yang saleh?

Jawabannya adalah, Anda harus melihat fakta, jangan hanya berlogika. Faktanya, demokrasi itu sistem pemerin­

tahan yang menjadikan suara rakyat sebagai sumber ke­

daulatan, bukan wahyu Allah SWT. Faktanya, demokrasi akan menjegal suara mayoritas rakyat, jika menghendaki me­

nerapkan syariat Islam. Kasus Partai Refah di Turki dan Ha­

mas di Palestina, cukuplah menjadi buktinya.

Demokrasi tak akan mau, dan memang bukan didesain untuk menerapkan syariat Is­

lam. Demokrasi hanya memberi jalan bagi syariat Islam yang bersifat parsial, bukan integral

(kaffah). Padahal, Allah SWT telah memerintahkan menerap­

kan hukum Islam secara kaffah.

Di negeri ini, sudah tak terhi­

tung orang saleh menjadi pem­

impin. Semua Presiden dan anggota DPR, hingga bupati, wali kota dan gubernur, mayori­

tas muslim. Namun, apakah hal itu berkorelasi pada penerapan syariat Islam secara kaffah?

Jawabnya sederhana, tidak.

Kalau terlibat dalam demokra­

si akan menjadikan orang saleh berkuasa, boleh jadi benar.

Sebab, saat ini demokrasi me­

mang bisa dijadikan jalan agar sampai pada kursi kekuasaan.

Namun, jika demokrasi ditempuh untuk menjadikan

Islam berkuasa, saya tegaskan ini hanya mimpi. Tak ada jalan, bagi Islam untuk tegak meng­

gunakan demokrasi.

Faktanya, orang saleh, para ulama hingga Wakil Presiden yang mampu meraih tampuk kekuasaan, ternyata tidak ber­

korelasi pada penegakan Islam.

Wakil Presiden yang notabene ulama itu, justru ikut menakut­

nakuti umat, dan membuat narasi jahat terhadap ajaran Islam Khilafah.

Pada isu­isu keumatan, seperti aksi bela Islam atas penistaan Ahok, yang demo itu, elemen umat Islam non­

partai, bukan orang yang telah mendapatkan kekua­

saan dalam demokrasi. Orang yang mendapat kekuasaan melalui demokrasi, tak terlihat batang hidungnya membela kepentingan umat. Mereka sibuk menikmati demokrasi.

Lantas, di mana letak kekua­

saan demokrasi yang membela Islam?

Kalau Anda muslim, yakin dengan tuntutan Nabi, maka anda semestinya segera men­

inggalkan demokrasi yang merupakan tuntunan Mon­

tesque. Anda semestinya fokus berdakwah mengikuti thariqah Nabi, hingga Nasrullah tu­

run dan Khilafah ala Minhajin Nubuwah tegak di bumi ini.

Itulah, perjuangan yang sahih, bukan terjebak masuk dalam lubang biawak demokrasi, yang merupakan millah orang Ya­

hudi. l

demokrasi akan Baik Jika diisi orang Baik

puTusaN BaNci Mk, aTas uu cipTa kErJa

Punya Pemikiran Menarik yang Bisa Diterbitkan di Koran info indonesia Kirim Materi Tulisan Kamu

ke [email protected]

Tulisan dibuat dalam bentuk Microsoft, minimal 600 kata berserta profil diri

RRC di Balik Vanuatu yang Dukung Papua

Merdeka?

A

dakah RRC berada di belakang Republik Vanuatu yang selalu serang Indonesia di sidang­sidang PBB, bahkan bel4

akangan mendukung Papua merdeka?

Pertanyaan ini terlontar saat baca tulisan soal China Dekati Vanuatu dan Karibia, untuk bangun pangkalan militer.

Beberapa waktu lalu juga: tersiar berita Benny Wenda minta dukungan PKC (Partai Kominis China) untuk dukungan gerakan separatismenya. Dan sekarang, China juga menjalin hubungan dengan Republik Vanuatu untuk kepentingan pembangunan pangkalan militernya di Pasifik.

Di satu sisi, Pemerintah Indonesia sangat ber­

gantung dengan Pemerintah China, padahal itu langgar konsitusi, hampir dalam segala hal. Bahkan Menko Maratim dan Investasi yang dijuluki mentri

“palugada” sesumbar: “Apa yang kita minta dari China selalu diberi”.

Kehadiran China di Vanuatu sejak 2006, hingga 2021 ini untuk kepentingan pembangunan pang­

kalan militernya di Pasifik. Tidakkah ini sangat memberikan kekuatan terhadap Republik Vanuatu:

Negara kecil di Kepulauan Pasifik itu untuk tekan Indonesia soal isu­isu Papua, karena merasa didukung China.

China juga beri dukungan atas gerakan Benny Wenda dan kawan­kawan di Inggris atas isu­isu gerakan OPM? Permainan China soal OPM dan Kehadiran nya di Vanuatu itu, tidakkah menusuk NKRI dari belakang?

Di saat yang sama, China bermanis muka seolah Dewa Penyelamat. Sementara di belakang, China menikam kita soal isu­isu OPM.

Tidakkah hubungan diplomatik kita dengan Chi­

na, ditinjau kembali? Mengingat apa yang dilakukan China itu, sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI? l

Meskipun terasa bernuansa kom- promi, pada um- umnya masyara- kat menyambut gembira putusan Mahkamah Kon-

stitusi (MK) ter- hadap UU Cipta Kerja yang penuh kontroversi itu.

Saking kontro- versialnya, UU ini

mempunyai ban- yak nama plese- tan seperti UU Cilaka, UU TikTok (belum diketik sudah diketok).

Oleh: Ahmad Khozinuddin Sastrawan Politik

OLEH: FUAD BAWAzIER Menteri Keuangan 1998 OLEH: MUSLIM ARBI

Direktur Gerakan Perubahan

Toh tidak akan ada keko­

songan hukum atau aturan main, sebab MK menyata­

kan kembali (dulu) ke aturan lama. Artinya, tidak perlu UU yang inkonstitusional itu

dipelihara dulu selama dua tahun. Jadi sebelum UU CK

itu menelan lebih “banyak lagi korban” karena dibiarkan

berlaku dulu dua tahun.

(3)

Konflik dengan KLB Deli Ser­

dang yang dinakhodai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moe­

ldoko tersebut membuat posisi Partai Demokrat sebagai opo­

sisi menjadi kurang terlihat.

Pengamat politik dari Uni­

versitas Bung Karno (UBK), Efriza, berpandangan, konflik sengketa Partai Demokrat se­

cara tidak langsung berperan dalam membendung kekuatan partai yang diketuai Agus Ha­

rimurti Yudhoyono (AHY) itu dalam melawan pemerintah.

“Konsentrasi Demokrat lebih terfokus akan permasalahan­

nya dengan Moeldoko. Dia (Demokrat) akan tertekan terus dengan p e r t a r u n ­

gannya k e Moe­

l d o ko,”

k a t a E f r i z a saat di­

h u b u n g i Info Indo­

nesia, Senin

(29/11/2021).

Efriza menyebut, Pres­

iden Joko Widodo juga tidak mencampuri urusan pribadi mantan Panglima TNI itu. Se­

hingga, posisi Moeldoko tetap kokoh sebagai Kepala Staf Kepresidenan dan bisa mel­

anggengkan pertentangannya dengan kubu AHY.

“Sampai sekarang diterusin terus kan,”

ujar dia.

Selain itu, Efri­

za mengatakan Presiden Jokowi tetap mempertahan­

kan Moeldoko hing­

ga saat ini karena kinerjanya yang ter­

bilang baik.

H a l

tersebut tentu berbeda apa­

bila Jokowi me­reshuffle Moe­

ldoko, yang menandakan bah­

wa presiden dalam tekanan dan bisa membuat Demokrat kubu AHY jemawa.

“Bisa menang AHY, dia bisa jumawa, bahwa Moeldoko su­

dah tidak punya kekuatan, sisi lain jokowi ini sudah tidak ne­

tral,” kata dia.

Efriza menjelaskan, Pres­

iden Jokowi memiliki strategi dalam menjinakkan para opo­

sisi. Selain Demokrat, oposisi lainnya seperti PKS dan Partai Umat perlu dibendung kekua­

tan politiknya. Oleh sebab itu, bukan

hal yang mus­

tahil apabila kelak PAN masuk dalam

kabinet In­

d o n e s i a Maju.

“Demokrat ini su­

dah terganjal dengan Moel­

doko. Di sisi lain Partai Umat kan berkoar­koar nih, kalau PAN masuk di pemerintahan kan bisa jadi kekuatan untuk melawan. Sementara kalau Gelora sudah bisa menurunk­

an suaranya PKS, secara tidak langsung itu bisa dibilang men­

jinakkan oposisi,” katanya.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, juga sebelumnya ber­

pendapat, Partai Demokrat dan PKS sebagai kelompok oposisi yang semakin melem­

pem menjelang Pemilu 2024.

Yu ­ narto menilai b a h w a

kelom­

p o k oposi­

si de­

w a s a ini han­

ya PKS d a n P a r­

tai Demokrat. Dia menyayang­

kan kedua partai yang dihara­

pkan bisa mengkritik kebijakan pemerintah itu tidak dapat ber­

suara lantang belakangan ini.

Menurut Yunarto, alasan PKS dan Partai Demokrat melempem karena Presiden Jokowi pintar dalam merang­

kul lawan politiknya.

“Oposisi itu kan hari ini ke­

cil sekali ya, hanya PKS dan Partai Demokrat. Menurut saya, Presiden Joko Widodo ini pintar merangkul lawannya, sehingga mereka melempem seperti itu,” tuturnya dikutip dari Bisnis, Selasa (9/11/2021).

Menurut Yunarto, melem­

pemnya oposisi bisa dilihat usai Rapat Paripurna DPR pada 8 November 2021, di mana PKS langsung meminta maaf kepada PDIP setelah menyampaikan interupsi kepa­

da Ketua DPR Puan Maharani.

Ditambah lagi, menurut Yunarto, PKS dan Partai Demokrat juga tidak memiliki

program yang jelas untuk masyarakat dan tidak pu­

nya solusi yang ditawarkan untuk membuat negara ini

semakin membaik.

“Karena pada akhirnya mereka itu hanya bisa

teriak saja tanpa me­

nawarkan solusi dan semakin tidak ber­

wibawa, jadi semakin memble,” katanya.l

dEMokraT HaBis dikuras MoEldoko

JAKARTA – Partai Demokrat sudah sem- bilan bulan terakhir terus disibukkan dengan berbagai upaya yang dilaku- kan oleh kelompok Kong res Luar Biasa (KLB) Deli Serdang untuk mengambil alih partai berlambang mercy.

3

Selasa, 30 November 2021

NASIONAL INFO

“Konsentrasi Demokrat lebih terfokus akan permasalahan­

nya dengan Moeldoko.

Dia (Demokrat) akan tertekan terus dengan pertarungannya ke Moeldoko”

Pengamat Politik UBK Efriza

Muluskan cita-cita prabowo capres

JAKARTA - DPP Partai Ger­

indra terbuka untuk menjalin kerja sama dengan PDIP di Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. Kerja sama tersebut untuk mewujudkan cita­cita Partai Gerindra menjadikan Prabowo Subianto sebagai presiden.

“Kita sama­sama bercita­

cita membangun Indonesia dan membela kepentingan rakyat, kenapa kita tidak bekerja sama untuk men­

capai tujuan itu. Untuk apa kita ‘pengkerengan’ yang membuat kegaduhan, pada­

hal bisa bekerja sama,” kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, dalam keterangannya di Ja­

karta, Senin (29/11/2021).

Muzani mengatakan, kerja sama yang dijalin Ger­

indra dan PDIP pernah men­

galami fase pasang­surut.

Misalnya pada 2009 kedua partai tersebut menjalin ker­

ja sama.

Namun, pada 2014 Gerin­

dra memilih m e n j a d i oposisi dan saat ini k e m b a l i bersama d a l a m k o a l i s i pemerinta­

h a n

Presiden Joko Widodo­

Wakil Presiden Maruf Amin.

“Dan ke depan kita ingin bekerja sama lagi untuk membesarkan dan mem­

bangun Indonesia,” ujarnya.

Wakil Ketua MPR RI itu mengatakan, Indonesia se­

cara geografis adalah ne­

gara besar dengan jumlah penduduk mencapai 270 juta jiwa dan sekitar 17 ribu pulau, sehingga tidak mung­

kin satu kekuatan bisa men­

jangkau seluruhnya.

Muzani bilang, hal itulah yang menyebabkan se­

mua kekuatan politik harus bekerja sama membangun masa depan Indonesia dan menyatukan diri dalam satu kekuatan, karena PDIP dan Gerindra adalah kekuatan besar.

“Kita harus terus merawat kebhinekaan dan keberaga­

man bangsa sebagai kekua­

tan kita. Maka, kita harus menjadi kekuatan perekat bersama dengan kekua­

tan politik lainnya,”

ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum

DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengaku tidak meng­

etahui sudah sejauh mana komunikasi yang

dibangun partain­

ya dengan PDIP. l

Agus Harimurti Yudhoyono Moeldoko

Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani

(4)

4

Selasa, 30 November 2021

INFO

OTONOMI ”Vaksinasi masih perlu ditingkatkan dan Korpri harus ambil bagian dalam meningkatkan vaksinasi”

Gubernur Kalbar Sutarmidji

Klik: www.infoindonesia.id

JAMSOSRATU BUAT

50 RIBU RUMAH TANGGA

TANGERANG - Pemerintah Provinsi Banten menyalurkan dana Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu

(Jamsosratu) Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp50 miliar, untuk sebanyak 50.000 Rumah Tangga Sasaran (RTS).

PERESMIAN penyaluran dana Jamsosratu melalui Dinas Sosial Provinsi Banten dilaku­

kan oleh Wakil Gubernur Ban­

ten, Andika Hazrumy, di Kantor Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Senin (29/11/2021).

Dalam kesempatan itu, Andika meminta para RTS untuk me­

miliki komitmen dapat naik level menjadi mandiri dari status se­

bagai penerima bantuan saat ini.

“Saya minta kepada Dinsos untuk memberikan pendamp­

ingan agar para penerima ini dapat naik level menjadi man­

diri,” katanya.

Hal itu mengingat sifat pem­

berian bantuan Jamsosratu sebagai stimulan dan meng­

ingat masih banyak warga Banten yang juga masuk ka­

tegori sebagai calon penerima.

“Jadi, ibu­ibu di sini harus ingat kalau masih banyak saudara­

saudara kita yang juga mem­

butuhkan untuk mendapat

bantuan ini,” jelas Andika.

Menurutnya, sebagai sti­

mulan, bantuan Jamsosratu dapat digunakan untuk tam­

bahan modal membuka usaha kecil­kecilan. Di samping juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari­hari.

“Jadi enggak boleh ya bu kalau misalnya buat beli rokok bapaknya,” Andika berpesan kepada ibu­ibu penerima yang menghadiri acara tersebut.

Pemprov Banten berusaha berkomitmen untuk tetap meng­

anggarkan dana bantuan Jam­

sosratu tersebut meski di tengah kondisi pandemi COVID­ 19.

“Seperti kita tahu di masa pandemi ini hampir semua anggaran pemerintah yang ada dialokasikan untuk pe­

nanggulangan pandemi CO­

VID­19. Namun alhamdulillah rekan­rekan di DPRD Banten juga mendukung komitmen Pak Gubernur dan saya untuk

tetap dapat menyalurkan Jam­

sosratu,” jelas Andika.

Selain itu, tambah Andika, Pem­

prov Banten juga memiliki komit­

men dalam pe nanggulang an kemiskinan. Komitmen tersebut dibuktikan dengan kebijakan koordinasi dan anggaran. Salah satunya dukungan anggaran bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat melalui pro­

gram Jamsosratu.

Kepala Dinas Sosial Ban­

ten, Nurhana, mengatakan,

penyaluran dana Jamsosratu sudah sejak 2017 dilakukan se­

cara nontunai melalui ATM se­

jumlah bank yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

“Ini untuk menjamin ban­

tuan sampai kepada penerima secara tepat sasaran dan tepat jumlah,” katanya.

Dengan demikian, penerima pun tidak perlu berkerumun dan berdesak­desakan untuk mencairkan bantuan tersebut atau bisa diambil kapan saja

dan di mana saja.

“Apalagi kan sekarang kita memang harus menjaga pro­

tokol kesehatan,” ujar Nurhana.

Bantuan sosial bersyarat Jam­

sosratu Provinsi Banten diberikan kepada keluarga prasejahtera yang tidak terjangkau oleh pro­

gram perlindungan sosial lain­

nya, seperti Program Keluarga Harapan (PKH). Masing­masing RTS menerima sebesar Rp1 juta dengan jumlah total penerima sebanyak 50 ribu RTS. l

SEKAYU - Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, siap menggelar ajang apresiasi pariwisata terbaik di Tanah Air untuk edisi tahun 2021.

Anugerah Pesona Indo­

nesia (API) Award rencananya akan dihelat di Stable Ber­

kuda Sekayu pada Selasa (30/11/2021) malam.

Plt Bupati Musi Banyuasin, Beni Hernedi, mengatakan, ma lam puncak penganugera­

han itu antara lain akan di hadiri Menteri Pariwisata dan Eko­

nomi Kreatif, Sandiaga Uno.

“Saya sudah cek kesiapan dan pada prinsipnya semua sudah siap,” ujarnya di Se­

kayu, Senin (29/11/2021).

Menurut Beni, Kabupaten Musi Banyuasin memanfaatkan momentum ini sebagai kesem­

patan untuk memperkenalkan potensi pariwisata yang dimiliki, mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, wisata belanja hingga wisata kuliner.

“Kami pastikan para tamu undangan akan nyaman dan betah di Muba. Selain itu, kami juga memastikan acara berjalan sesuai protokol ke­

sehatan,” jelasnya.

Setidaknya terdapat 50 per­

wakilan dari kabupaten/kota di Indonesia yang akan meng­

hadiri API Award 2021. Kegiatan API Award 2021 menjadi cara pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional dari sektor pariwisata di tengah pan­

demi COVID­19.

Beni menambahkan, dalam kegiatan ini, Kabupaten Musi Banyuasin sebagai tuan rumah akan menggelar pe ragaan bu­

sana yang menggunakan bahan dari kain khas Gambo Muba.

Kepala Dinas Pemuda Olah­

raga dan Pariwisata Kabupaten Musi Banyuasin, M. Fariz, me­

ngatakan, malam puncak API

Award 2021 juga akan dimeriah­

kan dengan penampilan se­

jumlah artis.

Rangkaian kegiatan akan dimulai dengan lari pagi pukul 06.00­07.00 WIB, bekarang pukul 09.00­12.00 WIB di Ta­

man Selerai Indah Sekayu, Bincang Santai Bareng Bang Sandi dan dilanjutkan acara puncak malam penganugera­

han pukul 19.00­21.00 WIB.

“Kami harap dengan men­

jadi tuan rumah ajang tingkat nasional ini, Muba semakin dikenal sehingga pariwisata daerah menjadi tumbuh,” kata M. Fariz. l

Kenalkan Potensi di API Award Tanam Pohon Untuk Generasi Penerus

MANGUPURA - Peme rintah Kabupaten Badung, Bali, berkomitmen terus melakukan penanaman pohon di berbagai lokasi, sebagai upaya peng­

hijauan lingkungan.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk turut men­

jaga lingkungan dan alam, sehingga bisa dirasakan man­

faatnya bagi generasi men­

datang,” ujar Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, di Mangu­

pura, Senin (29/11/2021).

Ia mengatakan, gerakan merawat bumi salah satunya dengan menggalakkan pe­

nanaman pohon adalah mo­

mentum yang harus terus dilakukan bersama­sama. De­

ngan mengajak berbagai kom­

ponen masyarakat termasuk para generasi milenial. Menurut Giri Prasta, apabila satu pohon yang ditanam dapat memberi­

kan banyak manfaat maka jika menanam ratusan pohon akan memberikan jutaan manfaat bagi generasi penerus.

“Pohon­pohon hanya diam di tempat saja begitu luar biasa manfaatnya. Jadi, kami se­

bagai umat manusia yang bisa

bergerak, yang bisa berbicara, yang bisa ke mana­mana tidak boleh dikalahkan oleh pohon,”

jelasnya.

Giri Prasta mengatakan, pihaknya akan selalu melaku­

kan penanaman pohon seperti tanaman penghasil air misalnya pohon pule, lateng dan lainnya.

Selain itu, Pemkab Badung ber­

sama masyarakat juga akan menanam tanaman penyerap air seperti pohon bambu.

Pohon­pohon yang ditanam di berbagai wilayah tersebut diyakini akan memberikan manfaat pada 10, 25 hingga 100 tahun kemudian dan bisa merawat sumber air yang ber­

manfaat bagi masyarakat.

Selain penanaman pohon, Pemkab Badung memiliki pro­

gram Gertak atau Gerakan Serentak Badung Bersih yang dilakukan setiap bulan di ming­

gu pertama, sebagai upaya lain dalam merawat alam.

“Apa yang kami lakukan ini sangat luar biasa. Mari terus rawat dan jaga alam ini. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu untuk men jaga alam,”

demikian Giri Prasta. l

Wagub Banten, Andika Hazrumy, meresmikan penyaluran dana bantuan Jamsosratu 2021 di Kantor Kecamatan Larangan, Kota Tangerang. (Antara)

INFO KALIMANTAN

PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat meminta Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) untuk membantu percepatan vaksinasi COVID­19, yakni tidak hanya ikut ber partisipasi saat vaksin tetapi juga mem­

berikan pengetahuan kepada masyarakat tentang manfaat­

manfaatnya.

“Vaksinasi masih perlu di­

tingkatkan dan Korpri harus ambil bagian dalam me­

ningkatkan vaksinasi. Juga kedisiplinan masyarakat ter­

hadap protokol ke sehatan di Kalbar,” kata Gubernur Kalbar, Sutarmidji, saat upacara Peringatan HUT Korpri di Halaman Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Senin (29/11/2021).

Ia mengingatkan bahwa saat ini wabah COVID­19 masih ada, karenanya pro­

tokol kesehatan harus tetap diutamakan.

“COVID­19 masih ada, se­

hingga penanganan dan pro­

tokol kesehatan masih dijalan­

kan, vaksinasi juga diteruskan.

Apalagi sekarang banyak va­

rian COVID baru yang semakin kuat,” ujar Sutarmidji.

Menurutnya, saat ini hanya vaksin dan penerapan pro­

tokol kesehatan ketat yang bisa mengurangi risiko ter­

jangkit virus corona. Sutarmidji

juga menyayangkan beberapa daerah yang lamban dalam penerapan vaksinasi. Tercatat hanya Kota Pontianak dan Singkawang yang mencapai 60 persen vaksinasi.

“Saat ini ada beberapa da­

erah yang lamban vak sinasi, pencapaian kita baru 42 per sen, harusnya sudah di atas 60 pers­

en. Hanya Pontianak dan Sing­

kawang yang mencapai 60 persen untuk vaksinasi satu, dan vaksinasi kedua men­

capai 50 persen dan masih perlu ditingkatkan lagi,” jelas Sutarmidji.

Selain itu, ia juga me­

nyinggung masyarakat yang ketahuan tidak taat protokol kesehatan saat mengikuti senam massal di Kantor Gubernur Kalbar.

“Saya melihat kita menjadi abai tentang COVID­19. Se­

perti beberapa waktu lalu saat mengadakan senam mas­

sal di sini dan banyak yang berkerumun, padahal ha­

laman ini luas,” kata Sutarmidji.

Dengan kondisi tersebut, seharusnya masyarakat menyadari kalau tidak patuh pada protokol kesehatan.

“Harusnya Dinas Ke­

sehatan memberhentikan acaranya kalau memang mereka tidak bisa diberitahu.

Ja ngan dibiarkan,” demikian Sutarmidji. l

TAPIN TENGAH - Dinas Perikanan dan Dinas Sosial Kabupaten Tapin bekerja­

sama menebar ribuan bibit ikan untuk membantu usaha masyarakat di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah.

“Ikan yang disebar sebanyak 25 ribu ekor bibit dengan rincian bibit ikan gabus 15 ribu ekor dan ikan betok sebanyak 10 ribu ekor,” jelas Kepala Dinas Perikanan Tapin, Parianata, Senin (29/11/2021).

Lokasi penyebaran bibit ikan itu berada di sentra per­

ekonomian cabai rawit Hiyung yang saat ini dibangun Pem­

kab Tapin. Beberapa kolam ikan nantinya dikelola lang­

sung oleh organisasi sosial ke­

masyarakatan melalui karang taruna desa setempat.

“Pengelola kolam ikan gabus dan betok ini akan di­

lakukan langsung oleh Ka­

rang Taruna Pudarta,” kata Parianata.

Ia menjelaskan, wilayah rawa yang dinilai cocok untuk budidaya dua jenis ikan itu akan menjadi percontohan pengembangan ekonomi.

“Setelah enam sampai sembilan bulan nanti akan dilakukan panen perdana oleh Bupati Tapin, Arifin Arpan,” ujar Parianata.

Bupati Tapin mengingin­

kan budidaya itu dapat menghasilkan peningkatan ekonomi masyarakat dan terus berkelanjutan serta berkembang dengan baik.

Ia berharap, misi pengem­

bangan ekonomi itu berjalan dengan baik dan semangat masyarakat tetap terjaga.

“Dari rakyat untuk rakyat,”

ujarnya. l

Korpri Bantu

Percepatan Vaksinasi

Bibit Ikan Bantu Usaha Rakyat

Tabur ikan di Desa Hiyung, Tapin Tengah, Kabupaten Tapin.

Plt Bupati Musi Banyuasin, Beni Hernedi, memantau kesiapan pelaksanaan API Award 2021 di Sekayu. (Humas Pemkab Muba)

(5)

5

Selasa, 30 November 2021

OTONOMI INFO

”Insya Allah kita bisa menjaga agar varian baru

tidak masuk karena ini rentan sekali”

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

SERAPAN ANGGARAN SUDAH 72,9 PERSEN MEDAN - Penyerapan anggaran di Provinsi Sumatera Utara hingga

akhir November 2021 diklaim sudah mencapai 72,9 persen dan menempati urutan kedelapan secara nasional.

“SAAT ini Sumut nomor de­

lapan dalam penyerapan ang­

garan dari 34 provinsi di Indo­

nesia. Sudah 72,9 persen,” kata Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, usai Rapat Asistensi Pengelola­

an Keuangan Terkait Per cepatan Penyerapan Anggaran dan Eva luasi PPKM di Kota Medan, Senin (29/11/2021).

Ia mengatakan bahwa se­

rapan anggaran belanja Provinsi Sumut hingga November 2021 lebih tinggi daripada realisasi anggaran pada 2020 yang ha­

nya mencapai 55 persen.

“Tahun lalu kita di posisi 20 pada akhir tahun dengan serapan 50 persen, sekarang kita meningkat ke posisi de­

lapan dengan 72,9 persen.

Ada peningkatan sekitar 22 persen,” jelas Edy.

Untuk itu, ia mendorong masing­masing pemerintah daerah di Provinsi Sumut da­

pat menggenjot serapan ang­

garan hingga Desember 2021.

“Tahun ini pastinya lebih baik dari tahun kemarin. Kita optimalkan karena kalau di akhir tahun ini tidak diserap berarti uang dikembalikan ke negara,” ujar Edy.

Sementara itu, menurut Kepala Polda Sumut, Irjen Panca Putra Simanjuntak, pe­

nyerapan anggaran pemerintah daerah tetap harus sesuai de­

ngan aturan yang berlaku. Un­

tuk itu, perlu memperkuat peran Satgas Penanganan Ekonomi Nasional (PEN) yang terdiri dari inspektorat, aparat pe negak hukum (APH) dan Badan Pe­

ngawasan Keuangan dan Pem­

bangunan (BPKP) untuk ak­

selerasi penyerapan ang garan serta mencegah terjadinya pe­

nyimpangan.

“Bupati atau wali kota per­

lu berperan aktif dalam ak­

selerasi anggaran. Kita akan dorong itu karena tahun ang­

garan 2021 tinggal satu bulan lagi. Dengan begitu kita harap­

kan tidak terjadi penyimpangan karena kita mengerjakannya bersama­sama,” jelasnya.

Turut hadir dalam rapat ter­

sebut Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hasanudin; Ke pala BPK RI Perwakilan Sumut, Eydu Oktain Panjaitan; Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut, IBN Wiswantanu; Kepala Perwakilan BPKP Su­

mut, Kwinhatmaka, dan Kepala BI Perwakilan Sumut, Soekowardojo.

l

SUMBA - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur me­

minta kepala daerah pada empat kabupaten di Pulau

Sumba terus serius dalam menangani ancaman penyakit malaria yang terus meningkat.

“Harus ada solusi dalam

penanganan kasus malaria di Pulau Sumba, sehingga tidak terus­menerus mengalami peningkatan kasus,” kata Gu­

bernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, dalam pertemuan bertema “Monitoring dan Eva­

luasi III Konsorsium Malaria se­Daratan Sumba, Senin (29/11/2021).

Catatan Dinas Kesehatan Kependudukan dan Pen­

catatan Sipil Provinsi NTT, Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Barat Daya menjadi penyumbang tertinggi kasus malaria di NTT yakni sebesar 80 persen atau 4.389 kasus per 25 November 2021.

Kabupaten Sumba Timur mulai menunjukkan pe­

nurunan endemisitas dari tinggi ke sedang dengan me­

nyumbang 11 persen atau 458 kasus dan Kabupaten Sumba Tengah telah berhasil keluar dari endemisitas tinggi ma­

laria ke endemisitas rendah

dengan jumlah 21 kasus.

Laiskodat mengatakan, pe nanganan malaria harus menjadi perhatian serius peme rintah daerah se­Pulau Sumba agar bisa menekan peningkatan kasus. Me­

nurutnya, program penanga­

nan serta bentuk koordinasi harus dirancang secara baik agar berjalan dengan optimal di lapangan dalam penanganan malaria di daerah itu.

Selain itu, harus dirumuskan anggaran dan pelatihan khusus untuk tenaga kesehatan, se­

hingga bisa dijalankan secara memadai dan berdampak pada penurunan kasus.

“Jadi semua harus dijalan­

kan secara serius sampai selesai dan benar­benar tidak ada lagi malaria di Pulau Sum­

ba,” jelas Laiskodat. l

KENDARI - Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mengajak semua pihak ber­

sama­sama memerangi pe­

nyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, demi menjaga dan menciptakan generasi bangsa yang berkualitas.

“Perang terhadap narkoba ini harus menjadi perhatian kita semua tidak terkecuali, siapapun. Apalagi kita yang ke­

mudian punya tanggung jawab, punya peran untuk menyatukan persepsi menyamakan frekuen­

si dalam penanganan narkoba ini,” jelas Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, di Kendari, Senin (29/11/2021).

Menurutnya, dalam me­

nangani masalah narkoba harus dilakukan dua hal yang menjadi perhatian yakni ke­

pada korban atau penyalah­

guna dan terhadap pelaku atau pengedar.

“Ini harus berbeda. Ter­

hadap korban jangan sam­

pai kita kebablasan akhirnya menyebabkan dampak yang justru malah bukan yang ter­

baik tapi justru membuat dia terjerumus lebih dalam,” ujar Sulkarnain.

Sementara terhadap pelaku atau orang­orang yang mengambil keuntungan dan memanfaatkan situasi harus ditindak tegas dan tidak lagi diberi ruang untuk merusak generasi bangsa.

“Jangan memberi kesem­

patan, jangan memberi ruang untuk kemudian mengulang kembali tindakannya. Dan harus memberikan efek jera,”

kata Sulkarnain.

Menurutnya, kedua hal itu harus menjadi atensi semua pihak terkait apalagi daerah tersebut dinilai bakal menjadi sasaran para pengedar atau bandar narkoba.

“Ini yang harus kita sama­

kan persepsinya karena Kota Kendari ini kita tahu bersama punya potensi secara eko­

nomi ke depan. Tentu ini juga menjadi incaran, sasaran em­

puk yang akan dijadikan objek bagi pelaku pelaku kejahatan narkoba,” papar Sulkarnain.

Selain itu, ia juga menekan­

kan kepada semua elemen agar memiliki kewaspadaan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba karena penyalah­

gunaan narkoba bisa saja me­

nyerang keluarga terdekat.

“Kita tahu kan bahaya narkoba bahaya laten yang tidak kelihatan tetapi selalu mengancam kita kapan pun kita lengah. Kadang­kadang membuat kita terkejut karena mungkin bisa menyentuh ling­

karan terkecil kita yaitu ke­

luarga,” jelas Sulkarnain.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari, Murniaty, menyebut, rata­rata penyalahguna narkoba di da­

erah setempat merupakan generasi milenial.

“Untuk pe­

nyalahgunaan narkoba atau yang terpapar narkoba di Kota Kendari jika dikali 0,8 prevalensi BNN Sul­

tra ada sekitar 2.190 orang. Ini rata­

rata milenial,” katanya.

Murniaty menyampaikan, dalam memberantas penyalah­

gunaan dan peredaran ge­

lap narkoba, pihaknya telah menggandeng berbagai pihak, mulai dari Organisasi Perang­

kat Daerah (OPD) lingkup Kota Kendari, lintas pendidikan, ketua adat, ketua paguyuban dan to­

koh masyarakat. Selain itu juga menggandeng warga khusus­

nya di wilayah yang telah di­

petakan sebagai rawan narkoba dengan sistem Intervensi Ber­

basis Masyarakat (IBM).

“BNN Kendari saat ini me­

lakukan rehabilitasi kepada 53 orang pecandu, tujuh di antaranya terpaksa dikirim ke Balai Besar Baddoka Maka­

ssar, Sulawesi Selatan, untuk menjalani rawat inap akibat masuk kategori pe­

candu berat,”

jelasnya. l SEMARANG - Pemerintah

Provinsi Jawa Tengah meminta masyarakat tidak menyepele­

kan varian baru CO VID­19 jenis Omicron (B.1.1.529) yang telah muncul di sembilan negara.

“Insya Allah kita bisa men­

jaga agar varian baru tidak masuk ke kita karena ini ren­

tan sekali. Kita harus siaga dan tidak boleh meremehkan,”

kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di Semarang, Senin (19/11/2021).

Orang nomor satu di Jateng itu mengapresiasi pemerintah pusat yang sudah melaku­

kan langkah pencegahan masuk nya varian Omicron ke Indonesia dengan tidak me­

nerima orang yang berasal dari ne gara­negara tertentu.

Menurut Ganjar, pencegahan lain yang harus dilakukan adalah memperketat seluruh pintu masuk dan tidak boleh ada de moralisasi, mulai dari bandara sampai pelabuhan.

Serta akses keluar masuk harus melalui satu pintu yang diawasi dengan ketat.

“Mohon maaf karena ini per­

nah terjadi, sehingga jangan sampai ada orang keluar dari airport dan pelabuhan dari pintu belakang, semua harus lewat pintu depan,” ujarnya.

Sebagai antisipasi ma­

suk nya varian Omicron di Jateng, Ganjar sudah menginstruksikan jajaran Dinas Kesehatan mengambil

sampel secara acak untuk dilakukan tes.

“Saya minta setiap ambil sampel kita langsung bawa sampelnya untuk dites de­

ngan whole genome se­

quencing test. Kenapa men­

jadi penting, karena ini bisa menjadi deteksi sejak dini.

Alhamdulillah sampai akhir kemarin hasil tes semua va­

rian yang ditemukan masih Delta, yang baru belum di­

temukan,” jelas Ganjar. l

Harus Serius Tangani Malaria

Sinergi Perangi Narkoba Jangan Sepelekan Omicron

PANGKALAN KERINCI - Pemerintah Kabupaten Pela­

lawan, Riau, mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,3 miliar pada Rancangan Per­

aturan Daerah APBD Tahun Anggaran 2022 untuk meng­

atasi banjir, terutama di ibu kota kabupaten Pangkalan Kerinci.

“Dalam upaya mengatasi banjir maka dana sebesar Rp9,3 miliar itu untuk men­

danai pembangunan embung, pembuatan resapan air dan kanal yang disalurkan ke Su­

ngai Kerinci ataupun ke Su­

ngai Kampar pada titik krusial,”

jelas Wakil Bupati Pelalawan, Nasarudin, di Pangkalan Ke­

rinci, Senin (29/11/2021).

Ia mengatakan, untuk pengerjaannya akan me liputi pembebasan lahan serta pembangunan konstruksi drainase primer. Menurut Na­

sarudin, besaran anggaran yang telah dialokasikan itu juga mendanai pembangunan box culvert pada ruas jalan guna memperlancar saluran

air di drainase primer ataupun drainase sekunder di Pang­

kalan Kerinci.

Alokasi dana tersebut untuk merespons keluhan masyarakat terhadap per­

masalahan banjir di Pang kalan Kerinci, guna menekan be­

ban penderitaan masyarakat dalam menghadapi berbagai bencana alam.

“Dalam upaya yang sama Pemerintah Kabupaten Pela­

lawan melakukan berbagai kegiatan, misalnya, pengerja­

an swakelola membersihkan drainase, membuka aliran baru termasuk normalisasi sungai,” jelas Nasarudin.

Sejumlah kegiatan yang dilakukan sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam upaya penanganan banjir di Pangkalan Kerinci karena pe­

nanganan banjir di wilayah itu tidak dapat dilakukan secara sporadis tetapi harus secara konstruktif dan menyeluruh.

Nasarudin menambah­

kan, pada 2022 nanti akan dilakukan analisis terhadap penyusunan dokumen peren­

canaan yang komprehensif serta tepat sasaran. Di antara­

nya adalah penyusunan Detail Desain (DED) drainase dan pe rencanaan pembangunan konstruksi di tahun berikutnya.

DED ini sebagai syarat usulan mengambil dana dari APBN.

“Upaya lainnya adalah te rus menyadarkan masyarakat

untuk peduli menjaga lingkungan, menjaga

parit dan drainase pemukiman. Di­

siplin membuang sampah pada

tempat yang s u d a h

d i s e d i a ­ kan se­

h i n g g a banjir da­

pat diatasi,”

katanya. l

Alokasikan Rp9,3 Miliar Atasi Banjir

Wakil Bupati Pelalawan, Nasarudin

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi

(6)

6

Selasa, 30 November 2021

INFO

LEGISLATIF

”Daerah rawan longsor atau rawan bencana hendaknya dilakukan

kawasan tangguh bencana atau diawali dengan Desa Tangguh Bencana atau Kampung Siaga Bencana”

Anggota Komisi VIII DPR RI Umar Bashor

JAKSA AGUNG DITANTANG

SELESAIKAN KASUS HAM BERAT

JAKARTA - Hasil penyelidikan

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terhadap beberapa kasus pelanggaran HAM berat masih menunggu tindak lanjut penyidikan oleh Kejaksaan Agung.

ANGGOTA Komisi III DPR RI, Taufik Basari, meminta Ke­

jaksaan Agung menindaklanjuti hasil penyelidikan Komnas HAM sesuai dengan UU 26/2000 ten­

tang Pengadilan HAM.

Menurut dia, tindak lanjut hasil penyelidikan Komnas HAM atas pelanggaran HAM berat masa lalu tidak perlu menunggu keputusan DPR seperti yang disampaikan Men­

teri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Men­

kopolhukam) Mahfud MD.

“Kejagung dapat menindak­

lanjuti dengan melakukan peny­

idikan terhadap kasus tersebut sesuai dengan ketentuan UU Pengadilan HAM dan hukum acara yang berlaku. Keputusan DPR untuk membentuk Pe­

ngadilan HAM ad hoc dilakukan setelah penyidikan oleh Kejag­

ung dilakukan,” katanya kepada wartawan, Senin (29/11/2021).

Ketentuan ini menurut Taufik,

merujuk pada Pasal 43 UU 26/2000 tentang Pengadilan HAM yang menyebutkan:

(1) Pelanggaran hak asasi ma­

nusia yang berat yang terjadi se­

belum diundangkannya Undang­

undang ini, diperiksa dan diputus oleh Pengadilan HAM ad hoc.

(2) Pengadilan HAM ad hoc sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dibentuk atas usul Dewan Perwakilan Rak­

yat Republik Indonesia ber­

dasarkan peristiwa tertentu dengan Keputusan Presiden.

Kemudian, lanjut Taufik, ber­

dasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 18/PUU­

V/2007, kata “dugaan” dalam penjelasan Pasal 43 ayat (2) UU Pengadilan HAM tersebut bertentangan dengan UUD Ne­

gara Republik Indonesia Tahun 1945 dan dinyatakan batal serta tidak memiliki kekuatan hukum mengikat, karena menimbulkan ketidakpastian hukum.

Penjelasan pasal itu awalnya berbunyi sebagai berikut:

“Dalam hal Dewan Perwaki­

lan Rakyat Republik Indone­

sia mengusulkan dibentuknya Pengadilan HAM ad hoc, De­

wan Perwakilan Rakyat Re­

publik Indonesia mendasarkan dugaan telah terjadinya pelang­

garan hak asasi manusia yang berat yang dibatasi pada locus dan tempus delicti tertentu yang terjadi sebelum diundan­

gkannya Undang­undang ini.”

Taufik menjelaskan, ber­

dasarkan Putusan MK tahun 2007 tersebut, terkait DPR merekomendasikan pem­

bentukan Pengadilan HAM ad hoc, DPR harus mem­

perhatikan penyelidikan dan penyidikan dari institusi ber­

wenang.

Dia menilai, sebelum DPR mengusulkan pem­

bentukan Pengadilan HAM ad hoc, harus ada dasar penyidikan yang dilakukan, sehingga bu­

kan DPR yang menduga sendiri terjadinya peristiwa pe­

langgaran HAM berat, melain­

kan proses hukum yang men­

dasari keputusannya.

Menurut dia, kewenang­

an DPR yang diberikan

UU adalah dalam hal me­

ngusulkan pembentukan Pe­

ngadilan HAM ad hoc untuk pelanggaran HAM masa lalu, bukan menentukan hasil pe­

nyelidikan Komnas HAM dapat ditingkatkan menjadi pe­

nyidikan atau tidak.

“ M e n i n d a k l a n ­ juti hasil penyidikan Komnas HAM men­

jadi penyidikan adalah kewenang­

an Jaksa Agung.

Karena itu lak­

sanakanlah kewenangan pro yustisia itu berdasarkan hu­

kum,” ujarnya.

Taufik mendukung perintah Jaksa Agung kepada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) untuk

menyusun lang­

kah ­ lan gkah strategis dan membuat tero­

bosan progresif untuk menun­

taskan pelang­

garan HAM masa lalu. l

JAKARTA - Masih rendahnya realisasi penyerapan belanja daerah. Padahal realisasi APBD yang optimal menjadi salah satu penggerak roda perekonomian.

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus menyoroti ren­

dahnya realisasi belanja dae­

rah karena kurangnya komit­

men kepala daerah dalam pencarian anggaran. Se­

harusnya, setelah dilakukan pengesahan APBD, mestinya pemerintah daerah (pemda) sudah punya perencanaan terhadap bagaimana dan apa yang harus dilakukan dalam pencairan anggaran.

“Kepala daerah harus pu­

nya perencanaan dan mel­

akukan penataan secara kom­

prehensif dan membuat skala prioritas terhadap pencairan anggaran dari program dan kegiatan yang sudah ditetap­

kan dalam APBD. Segala hambatan dan kendala sudah harus diantisipasi. Jadi tidak ada alasan terhadap terjadin­

ya keterlambatan dalam pen­

cairan anggaran,” ujar Gus­

pardi, Senin (29/11/2021).

Itu sudah menjadi agenda rutin tiap tahunnya. Karena sudah menjadi kegiatan rutin maka seharusnya sudah tahu dan mengerti akan kendala yang dihadapi dan mengu­

payakan agar tidak terulang kembali. Seperti keterlam­

batan proses tender yang be­

rakibat terjadi penumpukan di bulan akhir tahun dan dikebut di menit­menit akhir sebelum tutup buku.

“Jadi, yang terpenting bagaimana komitmen dari bu­

pati, wali kota, dan gubernur untuk segera merealisasikan anggaran dengan efektif dan maksimal,” tutur Guspardi.

Politisi Partai Amanat Na­

sional (PAN) ini mengingat­

kan agar pemda melakukan perencanaan dengan matang.

Penganggaran harus jelas, dan anggaran yang sudah ditetapkan agar dicairkan se­

cara maksimal untuk kegiatan yang produktif, seperti pem­

bangunan dan perbaikan in­

frastruktur.

Ia mengingatkan, tentu ban­

yak yang dirugikan jika sudah lewat bulan Desember dan sisa lebih perhitungan ang­

garan (Silpa) lebih dari 50 persen.

Jika sudah menjadi silpa, dana tersebut masuk kas dae­

rah. “Silpa harus diserahkan Pemda menjadi anggaran ta­

hun berikutnya. Kalau pencar­

ian dana tidak maksimal, yang dirugikan adalah masyarakat.

Sebab, kegiatan dan pro­

gram yang sudah diren­

canakan tidak bisa dinikmati masyarakat dan sisa angga­

ran tentunya tidak bisa diman­

faatkan pada tahun anggaran berikutnya,” ujar legislator dapil Sumatera Barat II terse­

but.Oleh karena itu, sambung Guspardi, Kemendagari se­

bagai pembina kepala daerah diharapkan dapat melakukan supervisi pendampingan, mengawasi, dan menggenjot APBD untuk percepatan real­

isasi belanja daerah di setiap

OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

“Pencairan ABPD harus di­

lakukan secara efektif dan op­

timal. Bagi daerah yang sera­

pannya tinggi dapat diberikan penghargaan dan yang ren­

dah diberikan hukuman. Hal itu penting agar pemda serius dalam merealisasiakan pen­

cairan anggaran di masing­

masing daerahnya,” pung­

kasnya.

Dalam rakor mingguan pertama analisis dan evalu­

asi pada Senin (22/11/2021) lalu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong gubernur, bupati, dan wali kota agar menggenjot be­

lanja daerah yang men­

jadi faktor pengungkit pertumbuhan ekono­

mi. Dalam rapat terbatas kabi­

net pada 17 November 2 0 2 1 , Pr e s i ­ d e n

Joko Widodo juga memberi arahan dan memerintahkan Mendagri Tito untuk memper­

cepat realisasi belanja APBD, khususnya di daerah dengan serapan belanja rendah. l

JAKARTA - RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dibutuhkan sebagai bentuk per­

lindungan terhadap korban.

Sebab, UU yang ada saat ini seperti KUHP, UU Pemberan­

tasan Tindak Pidana Perdagan­

gan Orang, UU Perkawinan, UU

Informasi dan Transaksi Elek­

tronik, hingga UU Pornografi belum bisa menjadi payung hukum untuk melindungi warga negara yang menjadi korban kekerasan seksual.

“RUU TPKS dibutuhkan dalam dua ranah. Pertama bagaimana korban mendapat keadilan dan perlindungan, agar aparat pen­

egak hukum, khususnya polisi dan jaksa punya legal standing dalam menindak,” kata Ketua Panja RUU TPKS DPR RI, Willy

Aditya, dalam keter­

angan tertulis, Senin (29/11/2021).

Legal standing tersebut, kata Willy,

penting mengin­

gat penegak hu­

kum bekerja ber­

dasarkan hukum positif. Belum lagi banyak korban

kekerasan seksual tidak melapor karena faktanya di lapangan, sek­

sualitas masih dianggap sebagai aib atau hal yang tabu.

“Korban kekerasan seksual itu sudah jatuh, tertimpa tang­

ga, ditimpuk batu, disorakin lagi. Mereka berbicara tapi ke­

mudian disalahkan karena pa­

kai rok kependekan. Kejadian seperti ini bukan satu atau dua kali,” ungkap Willy.

“Jadi nggak ada tempat di mana mereka mencari keadilan.

Maka RUU TPKS ini yang kita butuhkan,” sambungnya.

Willy menambahkan, ranah kedua yang perlu diatur lewat RUU TPKS adalah soal memi­

sahkan antara urusan publik dan urusan privat. Hal yang menjadi penting adalah bagaimana kebe­

basan seksual, penyimpangan seksual dan kekerasan seksual dapat diatur melalui regulasi.

“Memisahkan di mana res publica (urusan publik) dan res privata (urusan privat). Nah kita ingin atur res publica­nya. Hanya kebetulan saja objeknya seksu­

alitas,” terang Willy.

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI ini mengatakan, poin­poin krusial pada RUU TPKS sebenarnya sudah disepakati.

Dua merinci, poin­poin krusial itu meliputi judul UU, sistematika, per­

lindungan kepada korban, hingga metodologi persidangan kasus kekerasan seksual.

“Metodologi persidangan apa kah tertutup atau terbatas.

Di Panja dipilih tertutup untuk melindungi korban. Dan yang paling utama adalah hukum acaranya, kalau di KUHP butuh tiga alat bukti. Di RUU TPKS, kesaksian korban sudah bisa jadi alat bukti.

Jadi ini UU yang progresif terha­

dap keadilan,” paparnya.l

Pemda Tak Serius Serap Anggaran

UU TPKS yang Kita Butuhkan

JAKARTA - Daerah­daerah rawan bencana menjadi soro­

tan Komisi VIII DPR RI, salah satunya di Desa Jambesari, Kecamatan Sumberbaru, Ka­

bupaten Jember, Jawa Timur, yang baru­baru ini terjadi long­

sor di Dusun Poreng.

Anggota Komisi VIII dari Fraksi PDI Perjuangan, Umar Bashor menilai, jika bencana tidak ditan­

gani secara serius, maka akan mengancam keselamatan jiwa masyarakat yang tinggal.

Umar meminta warga yang berada di daerah kantong­

kantong bencana agar selalu terkoneksi dengan instansi pemerintah terkait utamanya BPBD, guna mempercepat informasi kondisi cuaca yang berpeluang terjadi bencana.

“Daerah rawan longsor atau rawan bencana hendaknya dilakukan kawasan tangguh bencana atau diawali dengan Desa Tangguh Bencana atau Kampung Siaga Bencana,”

kata Umar dalam keterangan pers, Senin (29/11/2021).

Legislator asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tersebut berharap daerah rawan benca­

na untuk dilakukan mitigasi, ke­

siapsiagaan dan ketangguhan masyarakatnya. Untuk mewu­

judkan hal tersebut, dibutuhkan sinergi antara masyarakat den­

gan BPBD setempat, hingga benar­benar terjalin hubungan yang kuat dan baik.

“Wujudkan ketangguhan menghadapi bencana itu di­

perlukan sinergitas penta­

helix,” pesan Umar.

Lebih lanjut, Umar menya­

takan, pihaknya akan men­

dorong penguatan sistem dan perangkat penanggulangan penanganan kebencanaan melalui BNPB, sebagai mitra kerja Komisi Vlll. Bila daerah itu tidak terkoneksi seluler atau internet, maka harus dilakukan lewat hand talking (HT).

“Kami dorong penguatan sistem kebencanaan di dae­

rah rawan melalui BNPB agar terbentuk ketangguhan ke­

bencanaan,” pungkasnya. l

JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meng­

ingatkan, semua pihak harus tetap waspada wa­

laupun tingkat positivity rate Indonesia senantiasa stabil di bawah 1 persen dengan rasio angka kesembuhan mencapai lebih dari 96 persen.

Hal ini mengingat banyak negara dunia masih berjiba­

ku menghadapi gelombang ketiga, bahkan gelombang kelima, pandemi COVID­19.

Tercatat pada 24 No­

vember 2021, dalam se­

hari lebih dari 30 ribu kasus baru ditemukan di Perancis dan lebih dari 40 ribu di Ing­

gris. Kondisi di Jerman lebih mengkhawatirkan dengan angka kematian mencapai lebih dari 100 ribu kasus, dan perkiraan jumlah kasus har­

ian mencapai 50 ribu kasus.

Organisasi Kesehatan Du­

nia/WHO telah mengumum­

kan varian baru SARS­CoV­2 B.1.1.529, yang dikenal den­

gan Omicron, pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 No­

vember 2021. WHO meng­

golongkannya sebagai var­

ian yang harus diwaspadai karena memiliki banyak mu­

tasi yang di antaranya bisa memicu infeksi ulang.

“Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah ter­

jadinya gelom­

bang ketiga pandemi COV­

ID­19 di Indone­

sia, sebagai ba­

gian dari

bela negara, antara lain membatasi mobilitas WNA dan WNI yang datang ke Indonesia, terutama dari negara yang sedang men­

galami lonjakan kasus.

Membatasi PPKM mikro secara selektif, berdasarkan tingkat resiko zonasi. Me­

neruskan program vaksinasi, dan tidak boleh bosan men­

taati protokol kesehatan ser­

ta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS),”

urai Bamsoet dalam Sosial­

isasi Empat Pilar MPR RI bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, secara virtual dari Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Senin (29/11/2021).

Ia menjelaskan, pande­

mi COVID­19 tidak hanya membuat rentan terpapar virus yang merusak imuni­

tas jasmani, tetapi juga jati diri dan karakter kebang­

saan. Karenanya, selain vaksinasi COVID­19, MPR bersama pemerintah juga menggencarkan vaksinasi ideologi melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

Empat Pilar MPR tersebut adalah Pancasila sebagai dasar negara, landasan ide­

ologi, falsafah, etika moral serta alat pemersatu bangsa;

UUD NRI Tahun 1945 se­

bagai landasan konsti­

tusional; NKRI sebagai konsensus yang harus dijunjung tinggi serta semboyan Bhinne­

ka Tunggal Ika seba­

gai semangat peme­

rsatu bangsa. l

Vaksinasi Ideologi Juga Penting Saat Pandemi

Mitigasi Daerah Rawan Bencana

Ketua Panja RUU TPKS DPR RI, Willy Aditya

Anggota Komisi III DPR RI, Taufik Basari

Anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo

Referensi

Dokumen terkait

Angka pelayanan di ฀DAM Kota ฀ekalongan adalah ± 40% belum memenuhi angka target pemerintah yaitu 80% dari penduduk yang diatur di ฀eraturan Menteri ฀ekaerjaan

Pencapaian target kinerja pembangunan daerah dari tahun ketahun diharapkan terus mengalami peningkatan dan konsekuensi penyerahan wewenang pemerintahan dari Pemerintah Pusat

Kode Urusan / Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program / Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome) / Kegiatan (output) Target Capaian kinerja Renstra SKPD Tahun

Pencapaian target kinerja pembangunan daerah dari tahun ketahun diharapkan terus mengalami peningkatan dan konsekuensi penyerahan wewenang pemerintahan dari Pemerintah Pusat

Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah (K/L/D) yang membuka rekrutmen CPNS Tahun Anggaran (TA) 2017 terus bersinergi menyelesaikan proses pengangkatan CPNS sesuai

Berdasarkan Visi Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur “ TERCIPTANYA KEHIDUPAN MASYARAKAT YANG MAMPU MEMENUHI KEBUTUHAN DASAR ( BASIC NEEDS ) BAGI SELURUH LAPISAN

Angka pelayanan di PDAM Kota Pekalongan adalah ± 40% belum memenuhi angka target pemerintah yaitu 80% dari penduduk yang diatur di Peraturan Menteri Pekaerjaan Umum

Kebijakan yang ditempuh Pemerintah dalam memenuhi target pembiayaan hingga akhir tahun 2008 antara lain: (1) melakukan diversifikasi instrumen dalam rangka memperluas basis