• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini menguraikan tentang hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh dari setiap tahap penelitian, yaitu : (1) Pelaksanaan bimbingan karir; (2) Kelebihan dan kelemahan pelaksanaan bimbingan karir; (3) Pengembangan model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo; (4) Hasil uji validasi ahli serta analisis dan hasil perbaikannya; (5) Uji coba terbatas model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo.

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Pelaksanaan Bimbingan Karir Saat Ini

Studi pendahuluan dalam penelitian dan pengembangan ini seperti yangdipaparkan pada bab III, dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil observasi menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan karir belum maksimaldi SMK Diponegoro dan SMK Kristen BM Salatiga karena Guru BK tidak masuk kelas dan belum ada media yang tepat untuk melaksanakan bimbingan karir tanpa harus masuk ke kelas. Di kedua sekolah ini penyampaian informasi karir hanya dilakukan melalui grup whatsapp dan menempel informasi lowongan pekerjaan di majalah dinding informasi pekerjaan, selain itu melalui seminar dari perusahaan yang bekerja sama dengan

(2)

2

sekolah. Bahkan ketika di SMK Kristen BM Salatiga masuk kelas, layanan bimbingan karir juga belum memenuhi kebutuhan karir siswa. Selain itu, keterbatasan waktu juga membuat Guru BK tidak bisa melakukan bimbingan kelompok ataupun konseling individu secara menyeluruh kepada semua siswa.

Proses wawancara dilakukan menggunakan lembar wawancara terhadap 1 Kepala Sekolah, Wakasek Kurikulum, Guru BK, dan 3 siswa tentang pelaksanaan bimbingan karir, kendala, dan harapan ke depannya.Berdasarkan hasil wawancara tersebut diperoleh informasi bahwa: (a) Perubahan kurikulum mengakibatkan kebingungan bagi beberapa Sekolah yang pada akhirnya memutuskan untuk tidak memberikan jam mengajar untuk Guru BK; (b) Tidak adanya jadwal masuk kelas menyebabkan Guru BK mengalami kesulitan dalam memberikan layanan BK; (c) rendahnya pengetahuan karir siswa dikarenakan kurangnya layanan dan informasi karir di Sekolah.

Selain layanan bimbingan karir, Guru BK bersama Guru mata pelajaran harus lebih bekerjasama untuk mencari relasi yang nantinya akan memberi lapangan pekerjaan untuk lulusan SMK Diponegoro dan SMK Kristen BM Salatiga. Untuk bisa mewujudkannya, Guru BK harus memiliki banyak informasi.

Teknologi saat ini menjadi satu hal yang sangat penting untuk dunia pendidikan tanpa terkecuali Guru BK. Namun, beberapa Guru BK kesulitan untuk mengikuti perkembangan teknologi yang membuat tidak adanya alternatif yang dilakukan untuk memberi solusi terhadap permasalahan yang ada. Layanan

(3)

3

bimbingan karir secara online masih jarang dilakukan secara benar, dikarenakan Guru BK juga beberapa belum menguasai IT.

Sehingga perlu disediakan media yang mudah digunakan oleh Guru BK tanpa membutuhkan kemampuan IT yang tinggi.

Pada tahap ini penulis melakukan analisa kinerja dan analisa kebutuhan.Hasil analisa kinerja menunjukkan bahwa guru BK hanya melaksanakan perubahan kurikulum, kebijakan sekolah, dan mengikuti kebijakan jam masuk kelas untuk guru BK. Sebenarnya guru BK bisa mencari alternatif supaya tetap ada layanan BK walaupun tidak masuk kelas, namun keterbatasan waktu, informasi, dan kemampuan IT membuat guru BK tidak menemukan alternatif terbaik. Banyak hambatan yang dialami guru BK dalam memberikan layanan terutama layanan karir yang sangat penting untuk anak-anak SMK. Kesadaran warga sekolah yang lain juga tidak memikirkan langkah terbaik yang bisa dilakukan supaya bimbingan karir bisa tetap diterima oleh siswa.

Mereka merasa bahwa kegiatan seminar yang hanya diakukan beberapa kali, job fair dengan melakukan kerjasama dengan pihak luar sudah cukup membekali siswa tetapi tidak mempertimbangkan berapa banyak siswa yang membutuhkan informasi lebih banyak dan layanan karir yang maksimal.

Hasil analisa di atas menunjukkan bahwa waktu menjadi hambatan utama untuk guru memberikan layanan bimbingan karir secara maksimal. Selain itu, dengan tidak adanya jam untuk BK maka tempat juga menjadi kendala untuk guru BK bisa menjangkau semua siswa agar dapat terpenuhi kebutuhan

(4)

4

informasi karir. SMK didirikan salah satu tujuannya adalah untukmempersiapkan siswa agar siap bekerja, sehingga kebutuhan akan informasikarir sangatlah penting.

Pelaksanaan bimbingan karir di SMK Diponegoro dan SMK Kristen BM Salatiga secara umum mengalami masalah yang sama terkait dengan kurang maksimalnya layanan bimbingan karir di sekolah dikarenakan keterbatasan waktu dalam hal ini Guru BK tidak diberikan jam untuk masuk kelas khusus untuk SMK Diponegoro. Seperti yang disampaikan oleh Guru BK SMK Diponegoro yang diwawancarai pada 17 Juli 2019 :

“Menurut saya, karena Sekolah tidak memberikan jam mengajar untuk Guru BK, kami menjadi lebih kesulitan lagi untuk mengontrol siswa terutama karir, sedangkan karir itu sangat penting untuk menjaid bekal siswa terkait dengan kesiapan untuk memasuki dunia kerja.”

Siswa juga mengatakan bahwa setelah guru BK tidak masuk kelas menjadikan semakin sedikit informasi karir yang diperoleh seperti hasil wawancara siswa pada 17 Juli 2019:

“Kami semakin kesulitan memperoleh informasi karir karena tidak ada jam BK, terkadang jika ingin ke ruang BK juga sulit atur waktu, kadang guru tidak ada kami yang punya waktu begitu sebaliknya. Sehingga kami mau sharing atau meminta pendapat Guru BK juga kesulitan."

Selain kendala waktu dan tempat, rasio Guru BK dan siswatidak seimbang seperti yang disebutkan dalam Permendikbud Nomor 111 tahun 2014 bahwa pengakuan jam kerja konselor atau guru BK diperhitungkan dengan rasio 1:150-

(5)

5

160. Rasio guru BK dan siswa di SMk Diponegoro adalah jumlah 235:1 dan 236:1 dengan total siswa 471 Guru BK hanya 2 orang.

Selanjutnya rasio siswa di SMK Kristen BM Salatiga berjumlah 195:1, namun ada guru bantu yang hanya 2 hari saja di sekolah.

Dengan demikian perlu ada strategi yang digunakan Guru BK agar dapat melayani semua siswa dengan baik dan program BK dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan siswa.

Beberapa masalah di atas mempengaruhi pelaksanaan bimbingan karir dimana setelah lulus masih banyak siswa yang belum memiliki karir yang sesuai, hal ini dilihat dari hasil kuesioner dan dipantau dari grup alumni dimana banyak siswa yang sudah lulus dan belum bekerja serta tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Bahkan ada siswa yang sudah lulus lalu bekerja, namun pekerjaannya tidak sesuai dengan jurusannya.

Program BK di SMK Diponegoro sudah tidak diaksananakan klasikal di kelas, sehingga informasi yang harus diberikan tidak tersampaikan kepada seluruh siswa. Sedangkan program BK Karir di SMK Kristen BM Salatiga belum terlaksana maksimal karena kurangnya jumlah guru BK dan jam untuk BK yang belum dilaksanakan secara maksimal.

4.1.2 Kelebihan dan Kelemahan Pelaksanaan Bimbingan Karir Saat ini

Kelebihan pelaksanaan layanan bimbingan karir di SMK Diponegoro dan SMK Kristen BM Salatiga adalah kerjasama yang terjalin cukup luas, sehingga siswa masih mendapatkan

(6)

6

informasi karir meskipun terbatas.Seperti yang disampaikan Guru BK :

“Kami bekerjasama dengan Astra, jadi ketika sudah lulus pihak Astra melakukan penyaringan yang bisa menjadi karyawan di mereka. Selain itu, mengadakan seminar setahun dua kali tentang perusahaan-perusahaan yang bisa memberi lapangan pekerjaan untuk siswa.”

Kelemahan pelaksanaan Bimbingan Karir di kedua Sekolah ini adalah keterbatasan waktu dan tempat untuk bisa memberikan layanan menyeluruh kepada semua siswa karena tidak ada jam mengajar di kelas untuk SMK Diponegoro. Di SMK Kristen BM Salatiga masih ada jam mengajar namun terbatas dan layanan yang diberikan juga belummemenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan tingkat perkembangannya. Selain itu, untuk jumlah siswa 195 dengan satu guru BK di SMK Kristen BM Salatiga tentu mengalami kesulitan untuk bisa memberikan layanan kepada seluruh siswa secara maksimal. Sama halnya dengan SMK Diponegoro dengan jumlah siswa 471 Guru BK hanya 2 orang.Kelemahan dilihat dari sisi manajemen guru BK dan sekolah yaitu perencanaan dalam pelaksanaan bimbingan karir terutama pembuatan program BK karir belum menjawab kebutuhan siswa; pengorganisasian belum berjalan dengan baik karena rasio guru dan siswa terlau besar, belum melibatkan seluruh staf sekolah; pelaksanaannya sangat terbatas terutama tatap muka dengan siswa; dan evaluasi belum dengan benar terhadap program BK karir yang sudah terlaksana sehingga

(7)

7

perbaikan program selanjutnya juga tidak menjawab kebutuhan karir siswa terutama SMK.Kelemahan selanjutnya adalah belum ada media atau alternatif yang digunakan untuk memberikan layanan yang sama kepada siswa dan tersampaikan kepada seluruh siswa. Selain itu, beban kerja guru BK juga tidak hanya memberikan layanan bimbingan karir saja, masih ada layanan bimbingan belajar, sosial, dan pribadi yang juga harus diberikan secara maksimal. Sehingga harus ada media yang bisa membantu guru BK dalam memberikan layanan karir dan siswa bisa memperoleh banyak informasi dan media untuk konsultasi tanpa terbatas waktu dan tempat dan tidak harus bertatap muka dengan guru BK di Sekolah.

Program BK karir di kedua SMK ini memiliki kekurangan yang sama, yaitu program BK karir tidak didasari pada kebutuhan siswa di sekolah itu. Seperti di SMK Diponegoro yang menggunakan Daftra Cek Masalah (DCM) lalu diolah dan dijadikan satu-satunya hasil penyaringan kebutuhan siswa dan kemudian disusunlah program BK karir. Sedangkan di SMK Kristen BM Salatiga menggunakan program tahun sebelumnya untuk dijadikan acuan penyusunan program BK saat ini.

Kurangnya media yang tepat untuk memperoleh acuan sebagai dasar pembuatan program BK karir perlu menjadi perhatian guru BK agar mencari sumber dan media lain yang tepat dan menjawab kebutuhan.Berdasarkan kondisi tersebut, layanan bimbingan karier dengan menggunakan program aplikasi

(8)

8

Edmodo menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi masalah layanan bimbingan karir.

4.2 Hasil Pengembangan Produk Awal

4.2.1 Membuat Rancangan (Blue print ) Model Manajemen Bimbingan Karir Menggunakan Aplikasi Edmodo Hasil studi pendahuluan tentang kebutuhan model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo diperoleh permasalahan utama yaitu keterbatasan waktu bagi guru BK untuk melaksanakan layanan bimbingan karir di Sekolah, kurangnya inisiatif untuk mencari alternatif yang paling memungkinkan dan memadukannya dengan perkembangan jaman, belum tepatnya pemberian layanan yang sudah dilaksanakan saat ini sehingga banyak siswa yang mengalami kebingungan ketika lulus sekolah, serta belum tersedia materi- materi bimbingan karir secara online.

Berdasarkan permasalahan dan kebutuhan di atas, maka perlu diberikan alternatif supaya layanan bimbingan karir tetap terlaksana dengan baik di SMK. Maka dari itu, perlu dikembangkan model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo dimana guru dan siswa bisa membagikan banyak hal tentang informasi karir, membuat kelas dan melaksanakan diskusi dalam skala besar dan grup dalam skala kecil serta komunikasi pribadi dengan guru BK atau teman melalui chat tanpa terbatas waktu dan tempat.

(9)

9

Model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo dikembangkan sebagai sebuah produk penelitian yang memiliki keunggulan dalam hal efektivitas waktu dan luasnya informasi karir yang dapat diberikan guru BK dan diterima siswa.

Selain itu, Edmodo ini hampir serupa dengan facebook yang membuat siapapun akan lebih mudah memahami cara kerjanya dan tidak membutuhkan keterampilan khusussehingga membuat beberapa guru menjadi tidak percaya diri menggunakan aplikasi untuk pelaksanaan bimbingan. Facebook digunakan oleh semua usia dari yang muda sampai tua, sehingga aplikasi ini lebih mudah untuk dipahami segala usia.

Langkah-langkah pengembangan model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo disusun berdasarkan ketentuan pelaksanaan layanan bimbingan karir di sekolah. Dalam menguraikan hasil pengembangan model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo akan dipaparkan model hipotetik dan langkah-langkah pengembangan produk. Orientasi teoritik model pengembangan pada penelitian dan pengembangan model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo ini adalah model ADDIE yang dipadukan dengan model pengembangan Sukmadinata yang diadopsi dari model pengembangan Sukmadinata (2012:184), Branch (2009:2), teori tahap perkembangan karir (Donald Super), dan teori model manajemen dari Terry (2010: 2). Kemudian aplikasi Edmodo digunakan sebagai media pelaksanaan bimbingan karir di SMK.

(10)

10

Hasil analisa diatas dijadikan sebagai dasar untuk membuat rancangan (blue print) yang mencakup : (a) Bagan model manajemen bimbingan karir beserta penjelasannya; (b) Program Mapping (Mengembangkan materi & RPL), (c)Buku panduan untuk Guru, (d) Buku panduan untuk Siswa, (e) Buku Panduan untuk Operator IT meliputi buku panduan guru dan siswa, (f) Skenario bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo.

a. Bagan Model Manajemen Bimbingan Karir

Pengembangan model manajemen bimbingan karir dikembangkan dengan media aplikasi Edmodo sebagai berikut : (a) Membuat model yang dikembangkan, (b) Menentukan topik materi bimbingan karir, (c) Menyusun materi dan membuat RPL, (d) Mengupload materi ke dalam aplikasi Edmodo, (e) Mempersiapkan pelaksanaan bimbingan karir online.

Kerangka struktur model terdiri dari (1) judul bab, (2) melakukan perencanaan yang meliputi analisis kebutuhan, menyusun program BK Karir untuk SMK, dan program mapping, (3) melakukan pengorganisasian dimana melibatkan sumber daya yang terkait dengan bimbingan karir diantaranya guru BK, operator IT, dan siswa, (4) pelaksanaan model meliputi pelaksanaan virtual class, dan (5) bagian evaluasi baik evaluasi proses ataupun hasil melalui kuis dan kuesioner.

Secara skematik, integrasi komponen pengembangan model manajemen bimbingan karir, langkah-langkah

(11)

11

menggunakan aplikasi Edmodo untuk pelaksanaan bimbingan karir, materi bimbingan karir dituangkan dalam produk awal model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo yang dapat dilihat pada gambar 4.1 di bawah ini:

Gambar 4.1 Draf Awal Model Manajemen Bimbingan Karir Menggunakan Aplikasi Edmodo

MODEL MBAK MAE

(12)

12

Tahap perencanaan di sekolah dilakukan dengan melakukan analisis kebutuhan terhadap bimbingan karir yang ada di SMK Diponegoro dan SMK Kristen BM Salatiga. Data analisis kebutuhan diambil menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada siswa, sehingga dipereh hasil yang kemudian disusun menjadi Program BK Karir SMK. Output dari pengisian kuesioner tersebut yang akan menunjukkan kondisi bimbingan karir di Sekolah tersebut. Selain kuesioner, Guru BK menganalisis dari beberapa siswa yang dijadikan responden untuk wawancara mengenai perkembangan karir yang dialami siswa saat ini. Langkah selanjutnya adalah program mapping, di mana program mapping ini dilakukan untuk membuat program bimbingan karir secara online. Langkah berikutnya yaitu penyusunan materi bimbingan kariruntuk SMK. Dalam proses perencanaan dilakukan penyusunan buku panduan penggunaan Edmodo untuk guru, operator IT, dan siswa.

Tahap pengorganisasian merupakan cara untuk menempatkan orang berdasarkan kemampuan dan keahliannya dalam pekerjaan yang telah direncanakan. Pada tahap ini akanada beberapa orang yang terlibat dalam pelaksanaan bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo. Pengorganisasian dalam bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo di SMK Diponegoro dan SMK Kristen BM Salatiga melibatkan Guru BK sebagai pelaksana, operator IT untuk membantu Guru BK dan siswa yang mengalami kesulitan terkait IT, dan siswa sebagai penerima layanan.

(13)

13

Pelaksanaan program adalah pelaksanaan tugas dan pekerjaan sesuai dengan pembagian kerja dan menggerakkan seluruh sumber daya yang ada agar pekerjaan yang telah dilakukan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Pada langkah ini guru BK dan siswa dapat login di alamat URL https://www.Edmodo.com dan akses playstore untuk download di Hp/PC. Login dilakukan sesuai dengan username dan password masing-masing. Guru BK dapat melaksanakan bimbingan karir setelah semua siswa masuk di dalam kelas online. Kegiatan pelaksanaan program meliputi pembuatan account guru dan siswa, lalu Guru membuat kelas dan siswa bergabung ke dalam kelas menggunakan kode kelas dari Guru, guru membuat kelas online untuk masing-kelas, selanjutnya guru mengupload materi bimbingan karir yang akan diberikan kepada siswa. Materi bisa diakses oleh siswa kapanpun dan dimanapun.

Guru dapat memberi kuis dan siswa dapat mengerjakan dan menguploadnya setelah selesai. Guru menyiapkan forum untuk diskusi dan chatting untuk siswa yang membutuhkan konsultasi pribadi.

Tahap evaluasi adalah tahap dimana guru BK sebagai pelaksana melakukan kegiatan pengawasan dan penilaian seacra obyektif atas efektifitas dan efisiensi pelaksanaan program, penggunaan sumber daya, dan waktu. Dalam layanan bimbingan karir, evaluasi dilakukan untuk mengukur ketercapaian tujuan layanan kepada siswa yang mengikuti proses layanan secara online. Kegiatan evaluasi ini juga dilakukan untuk mengetahui

(14)

14

kemantapan karir siswa dan hambatan selama pelaksanaan program layanan. Evaluasi proses dan hasil dilakukan dengan sistematis supaya hasil evaluasi juga baik dan bisa digunakan untuk membuat program selanjutnya.

b. Program Mapping (Materi & RPL)

Dalam e-learning, penyusunan materi online disebut dengan program mapping yang merupakan garis-garis besar program bimbingan karir. Adapun isi dari program mapping yaituindikator bimbingan karir, materi bimbingan karir untuk SMK, Learning Object Materials (LOM),interaksi dalam bimbingan online, aktivitas selama bimbingan online, dan evaluasi online yang digunakan setelah bimbingan online.

Programmappingmerupakan hasil rancangan model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo. Materi disusun sesuai kebutuhan siswa. Setelah selesai, materi diupload ke dalam aplikasi Edmodo.Langkah pengembangan materi yaitu mengembangkan materi dengan membuat RPL berdasarkan program BK karir di Sekolah, kebutuhan karir siswa SMK, dan kebutuhan informasi karir mengikuti perkembangan jaman.

Materi disusun dalam bentuk RPL dan dikembangkan untuk menjadi materi yang menjawab kebutuhan karir SMK.

Semua informasi terkait karir untuk SMK dimuat dalam materi ini. Materi juga memuat tujuan yang hendak dicapai dalam setiap topik materi.

(15)

15 c. Buku Panduan Untuk Guru

Buku panduan untuk Guru BK berisi tujuan penyusunan buku dan langkah-langkah penggunaan aplikasi Edmodo dari membuat account, membuat kelas, mengupload materi sesuai program BK yang telah dibuat, sampai pelaksanaan bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo dengan cara membuat small group untuk siswa yang membutuhkan bimbingan lebih lanjut, konsultasi secara pribadi, dan memberi umpan balik serta evaluasi di setiap materi bimbingan karir. Selanjutnya, bimbingan karir online harus dilakukan sesuai dengan panduan yang telah disusun.

d. Buku Panduan Untuk Siswa

Buku panduan untuk siswa berisi tujuan panduan dibuat dan berisi langkah-langah menggunakan aplikasi Edmodo dari membuat account sebagai student, cara mengakses menu-menu di dalam aplikasi Edmodo baik itu cara bergabung ke dalam kelas yang dibuat oleh guru, mengerjakan kuis yang diberikan, mengakses materidan panduan mengikuti bimbingan karir online khusus untuk siswa.

e. Buku Panduan Untuk Operator IT

Buku panduan untuk operator IT merupakan gabungan dari panduan guru dan siswa. Panduan ini digunakan operator IT untuk membantu guru BK dan siswa yang mengalami kesulitan dalam proses pelaksanaan bimbingan karir menggunakan aplikasi

(16)

16

Edmodo. Operator IT harus memahami kedua panduan terutama ketika membuat account, karena peran guru dan siswa berbeda.

f. Skenario Bimbingan Karir Online

Skenario bimbingan karir online hakikatnya adalah skenario bimbingan karir dalam bimbingan karir konvensional.

Komponen skenario online terdiri dari dua komponen. Komponen pertama berisi topik dan pokok bahasan dalam materi yang telah diupload guru BK, lama pertemuan, kelas bimbingan karir online, indikator tujuan dan pencapaian, serta evaluasi.

Komponen kedua terdiri dari tahapan pelaksanaan bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo yang terjadi antara guru BK dan siswa.Untuk mengakses program BK karir dapat membuka dengan alamat URL yaitu https://www.Edmodo.com dan akses playstore untuk download di Hp/PC. Tampilan utama aplikasi Edmodo hampir sama dengan tampilan facebook, sehingga mudah untuk dipahami dan kebanyakan orang sudah familiar dengan facebook. Menu classes adalah kelas online yang akan digunakan untik bimbingan karir.

Selanjutnya, guru BK membuat materi ada di dalam satu folder dan ada dikelas masing-masing yang bisa diakses dan di download oleh siswa. Ada menu library untuk guru dan siswa dimana semua materi bisa disimpan di dalamnya tanpa takut hilang dan bisa diakses dan dibawa kapanpun dan dimanapun.

Ada menu untuk memberikan kuis kepada siswa dan siswa bisa mengerjakan dan mengupload setelah selesai dikerjakan berdasarkan durasi yang telah ditentukan oleh guru BK. Forum

(17)

17

diskusi dalam lingkup kecil dilakukan dalam small group dan chatting untuk komunikasi baik dengan guru BK ataupun siswa lain secara pribadi.

1. Tampilan Classes di Aplikasi Edmodo

Gambar 4.2 Tampilan Classes di Aplikasi Edmodo

2. Halaman Materi dan Contoh Materi

Gambar 4.3 Halaman Materi dan Contoh Materi 3. Halaman Quiz

(18)

18 Gambar 4.4 Halaman Quiz

4. Halaman Small Group

Gambar 4.5 Halaman Small Group

5. Halaman Message

(19)

19 Gambar 4.6 Halaman Message

4.2.2 Hasil Validasi Model

Model awal bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo yang telah selesai dikembangkan, kemudian dilakukan penilaian atau uji validasi ahli. Pengujian dilakukan oleh ahli IT untuk menguji media yang digunakan dalam pelaksanaan bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo. Validator ahli IT model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo adalah Dr. Mawardi, M.Pd selaku dosen PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Dr. Ade Iriani, M.M selaku dosen di Fakultas Teknologi dan Informasi (FTI) program studi Sistem Informasi. Adapun untuk validator ahli materi bimbingan karir adalah Setyorini, M.Pd dan Prof. J.T. Lobby Loekmono, P.hD selaku dosen Bimbingan dan Konseling. Semua uji ahli merupakan dosen dari Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

(20)

20

a. Hasil Uji Tingkat Validitas Produk Model Manajemen Bimbingan Karir Menggunakan Aplikasi Edmodo Produk model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo dengan menggunakan kuesioner tertutup dan terbuka. Instrumen kuesioner tertutup terdiri dari 28 item pernyataan dan instrument terbuka berupa rekomendasi yang bisa diberikan untuk perbaikan produk. Hasil penilaian para ahli model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo dirangkum dalam tabel di bawah ini:

Tabel 4.1 Penilaian ahli IT terhadap Penggunaan Aplikasi Edmodo pada Bimbingan Karir

NO

ASPEK YANG

DINILAI VALIDATOR

Dr. Mawardi, M.Pd

Dr. Ade Iriani, M.M

1 Tampilan 85% 85%

2 Akses 88% 88%

3 Interaksi 93% 98%

4 Desain Materi Layanan 86% 86%

5 Kontrol 80% 87%

Rata-rata 86% 89%

Rata-rata 2 ahli 88%

Keterangan: 1 = sangat tidak baik, 2 = tidak baik, 3 = kurang baik, 4 = baik, dan 5 = sangat baik.

Angka presentase untuk mengukur penilaian ahli IT dikelompokkan menjadi lima kategori yaitu :

(21)

21 86%-100% = Baik Sekali 70%-85% = Baik 55%-69% = Cukup Dibawah 55% = Kurang

Model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo yang telah lengkap dengan produknya berupa program mapping, skenario online, draft buku panduan untuk guru &

siswa serta alamat URL, kemudian dikonsultasikan dengan para ahli dan dosen pembimbinga. Ahli IT untuk menguji validasi penggunaan aplikasi Edmodo secara umum model sudah siap divalidasi.

Tabel di atas juga memberikan informasi bahwa presentase penilaian ahli IT untuk menilai media yang digunakan yaitu aplikasi Edmodo untuk bimbingan karir dari dua ahli dengan 5 aspek yang dinilai sebesar 88%. Berdasarkan kategori dan kriteria uji ahli, data angka presentase ini menunjukkan bahwa hasil penilaian ahli berada pada kategori baik sekali. Jika dilihat dari hasil uji validasi maka aplikasi Edmodo untuk bimbingan karir layakuntuk di uji cobakan ke lapangan. Selain memberikan penilaian terhadap kualitas media yang digunakan, para ahli juga memberikan saran sebagai berikut : (1) Jika memungkinkan halaman depan dikustomisasi akan lebih menarik;

(2) Huruf pada buku panduan penggunaan aplikasi Edmodo lebih diperbesar; dan (3) Tambahkan aktifitas dalam grup yaitu menu note, assignment, quit, dan polls.

(22)

22

b. Hasil Uji Tingkat Validitas Materi Bimbingan Karir untuk SMK

Materi bimbingan karir untuk SMK sebagai produk model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo dengan menggunakan instrument kuesioner tertutup dan terbuka.

Instrumen kuesioner tertutup terdiri dari 15 item pernyataan.

Hasil penilaian para ahli materi bimbingan karir untuk SMK dirangkum dalam tabel di bawah ini :

Tabel 4.2 Penilaian Ahli Materi Bimbingan Karir Untuk SMK

NO

ASPEK YANG

DINILAI VALIDATOR

Prof. J.T. Lobby Loekmono, P.hD

Setyorini, M.Pd

1 Visible 90% 100%

2 Interesting 80% 80%

3 Simple 80% 80%

4 Useful 80% 80%

5 Accurate 90% 70%

6 Legitimate 80% 80%

7 Structure 80% 100%

Rata-rata 84% 83%

Rata-rata 2 ahli 84%

Keterangan : 1 = sangat tidak baik, 2 = tidak baik, 3 = kurang baik, 4 = baik, dan 5 = sangat baik.

(23)

23

Angka presentase untuk mengukur penilaian ahli IT dikelompokkan menjadi lima kategori yaitu :

86%-100% = Baik Sekali 70%-85% = Baik 55%-69% = Cukup Dibawah 55% = Kurang

Tabel di atas memberikan informasi bahwa presentase penilaian ahli materi untuk menilai materi yang digunakan untuk bimbingan karir SMK dari dua ahli dengan 7 aspek yang dinilai sebesar 84%. Berdasarkan kategori dan kriteria uji ahli, data angka presentase ini menunjukkan bahwa hasil penilaian ahli berada pada kategori baik. Artinya bahwa materi bimbingan karir untuk SMK sebagai produk dari pengembangan model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo ini layak dan siap untuk diuji cobakan ke lapangan. Selain memberikan penilaian terhadap kualitas materi bimbingan karir untuk SMK, para ahli juga memberikan saran sebagai berikut: (1) Tambahkan suasana pembelajaran yang menyenangkan agar tidak monoton walau sudah pakai Edmodo; (2) Sumber mencantumkan pedoman yang berlaku (POP BK 2016); (3) Tujuan khusus seyogyanya mengandung unsur A, B, C, D dalam pembuatan RPL; dan (4) Penempatan media pemberian layanan harus tepat.

4.2.3 Revisi Produk Model Manajemen Bimbingan Karir Menggunakan Aplikasi Edmodo

(24)

24

Hasil revisi dari masukan-masukan para ahli dirangkum dan dipaparkan dalam tabel 4.3 berikut.

Tabel 4.3 Hasil Revisi Uji Ahli Media Bimbingan Karir

No Ahli Masukan Hasil Revisi

1 Dr. Mawardi, M.Pd

Jika memungkinkan halaman depan dikustomisasi akan lebih menarik

Halaman depan (cover) sudah dikustmisasi agar ebih menarik.

Huruf pada buku panduan penggunaan aplikasi Edmodo lebih diperbesar

Huruf pada buku panduan telah diperbesar dan ukuran kertas yang awalnya A5 diganti menjadi B5 dengan pertimbangan supaya gambar juga bisa lebih terlihat.

2 Dr. Ade Iriani, M.M

Tambahkan aktivitas dalam grup yaitu menu note, assignment, quit, dan polls

Telah diberi tambahan aktivitas dalam grup yaitu penambahan pada menu note, assignment, quit, dan polls beserta penjelasannya.

Tabel 4.4 Hasil Revisi Uji Ahli Materi Bimbingan Karir Untuk SMK

(25)

25

No Ahli Masukan Hasil Revisi

1 Prof. J.T.

Lobby Loekmono, P.hD

Tambahkan suasana pembelajaran yang menyenangkan agar tidak monoton walau sudah pakai Edmodo.

Metode pembelajaran dibuat berbeda-beda pada setiap materi yang diberikan.

2 Setyorini, M.Pd Sumber mencantumkan pedoman yang berlaku (POP BK 2016).

Sumber materi sudah disesuaikan dengan pedman yang berlaku (PP BK 20160

Tujuan khusus seyogyanya

mengandung unsur A, B, C, D dalam pembuatan RPL.

Tujuan khusus sudah diperbaiki dengan memasukkan unsur A,B,C,D dalam RPL.

Penempatan media pemberian layanan harus tepat.

Telah diperbaiki penempatan media yang kurang tepat.

4.2.4 Uji Kelayakan Model di Lapangan

Desain model yang telah diberi penilaian oleh ahli dan telah direvisi kemudian diuji kelayakannya. Uji kelayakan dilakukan di laboratorium SMK Diponegoro pada tanggal 24 Maret 2020 dengan menghadirkan 2 guru BK dan 5 siswa serta uji kelayakan di SMK Kristen BM Salatiga pada tanggal 1 April 2020 dengan 1 guru BK dan 3 siswa untuk uji coba kelayakan model.Berikut adalah daftar nama guru BK dan siswa pada uji kelayakan model.

(26)

26

Tabel 4.5 Daftar Nama Guru BK dan Siswa Pada Uji Kelayakan Model

No Nama Keterangan Instansi

1 Ira Marta Putri, S.Pd

Guru BK SMK Diponegoro Salatiga

2 Khori Wahyu, S.Pd Guru BK SMK Diponegoro Salatiga

3 Dra. MA. Asri Widiarsih

Guru BK SMK Kristen SM Salatiga

4 Fatma Az Zahra Siswa SMK Diponegoro Salatiga

5 Annisa Fatia S Siswa SMK Diponegoro Salatiga

6 Ratna Widyasari Siswa SMK Diponegoro Salatiga

7 Adelita Anisa Putri Siswa SMK Diponegoro Salatiga

9 Febrika Yoanita R Siswa SMK Diponegoro Salatiga

10 Hendika Fino Ardina

Siswa SMK Kristen SM Salatiga

11 Widya

Setyaningrum

Siswa SMK Kristen SM Salatiga

12 Febe Anggita Putri C

Siswa SMK Kristen SM Salatiga

(27)

27

Tabel 4.6 Hasil Validasi Praktisi terhadap Model Manajemen Bimbingan Karir Menggunakan Aplikasi Edmodo

Keterangan : 1 = sangat tidak baik, 2 = tidak baik, 3 = kurang baik, 4 = baik, dan 5 = sangat baik.

Angka presentase untuk mengukur penilaian Praktisi di kelompokkan menjadi lima kategori yaitu :

86%-100% = Baik Sekali 70%-85% = Baik 55%-69% = Cukup Dibawah 55% = Kurang

Tabel 4.6 memperlihatkan bahwa rata-rata yang diperoleh dari hasil validasi uji coba lapangan model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo adalah 83%

NO ASPEK YANG DINILAI

PRAKTISI

1 Tampilan 83%

2 Akses 81%

3 Interaksi 85%

4 Desain Materi Layanan 81%

5 Kontrol 85%

Rata-rata Keseluruhan

83%

(28)

28

masuk dalam kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa berdasarkan penilaian praktisi, model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo layak untuk digunakan.

Beberapa saran dari guru BK dan siswa terkait model ini, yaitu :

Tabel 4.7 Saran/Komentar Praktisi Terhadap Model Manajemen Bimbingan Karir Menggunakan Aplikasi

Edmodo

Praktisi Saran/Komentar

Guru BK Sudah baik dan mudah

mengaplikasikannya

Dengan penelitian ini mempermudah guru BK dalam meLaksanakan bimbingan karir karena aplikasi mudah digunakan.

(29)

29

Siswa Simpel karena bisa diakses pakai

Handphone atau Smartphone.

Lebih di permudah lagi dalam notifikasi

Edmodo sangat mudah digunakan dalam pendidikan secara online, dan juga dapat dibuka dan melakukan login melalui aplikasi atau pun lewat crome, alangkah lebih baik Edmodo memiliki notifikasi seperti pada WhatsApp dan juga

pada Google untuk

pemberitahuannya sehingga lebih mudah mengetahui informasi tugas tanpa membuka Aplikasi dahulu.

4.3 Pembahasan

Bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dalam sistem pendidikan sesuai dengan undang-undang No 20 pasal 3 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah bertujuan untuk membantu mengoptimalkan perkembangan siswa dan membantu memecahkan permasalahan siswa dalam berbagai bidang layanan. Bidang layanan dalam bimbingan konseling terdiri dari

(30)

30

bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir. Bidang layanan ini diterapkan juga pada siswa tingkat menengah (SMA/SMK) yang disebut sebagai remaja. Dalam penelitian ini lebih fokus membahas bimbingan karir yang ada di SMK dan peran guru BK dalam memenuhi kebutuhan karir siswa SMK. Peran guru BK saat ini tidak mudah dengan segala perubahan yang terjadi, sehingga membutuhkan profesionalitas yang tinggi terutama dalam hal kompetensi. Saat ini, kemampuan berteknologi sangatlah dibutuhkan untuk bisa mengikuti perkembangan jaman yang sudah banyak menggunakan kelas online untuk proses pembelajaran. Sangat memungkinkan jika layanan bimbingan karir juga dilakukan secara online melihat banyaknya perubahan yang terjadi dalam proses pemberian layanan BK Karir saat ini.

Bimbingan karir secara online ini juga membantu siswa untuk menambah informasi karir lebih luas lagi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Murdiyanto, Purwanta, &

Kamaruddin (2017: 40) yang menggunakan blog untuk meningkatkan eksplorasi karir siswa lebih luas lagi tanpa terbatas waktu dan tempat.

Peran guru BK dalam memberikan informasi karier sangat dibutuhkan oleh siswa (Adebowale, 2014), oleh sebab itu untuk mencari solusi terhadap keterbatasan waktu guru BK bertatap muka, guru BK dapat memanfaatkan media yang ada saat ini salah satunya aplikasi (Nilandiny & Puspitasari, 2016: 9). Media lain yang bisa digunakan sebagai alternatif juga berupa web untuk membantu siswa memperluas informasi karir (Wibowo &

(31)

31

Setyawan, 2016: 29) dan masih banyak media lain yang bisa digunakan seperti aplikasi Edmodo yang peneliti gunakan untuk proses pelaksanaan bimbingan karir untuk SMK. Seperti penelitian Risqiyain (2019) yang melakukan pengembangan media berupa multimedia untuk informasi karir yang efektif meningkatkan kematangan karir siswa SMK.

Selain peran guru BK, program bimbingan karir yang disusun oleh guru BK juga mempengaruhi kejelasan arah atau tujuan karier siswa. Sehingga perlu mempertimbangkan strength, weakness, opportunity, threat (SWOT) agar pelaksanaan bimbingan dan konseling karir menjadi bermutu dan sustainable (Jarkawi dkk , 2017). Perlu menjadi pertimbangan untuk guru BK juga ketika permasalahan yang dihadapi serupa dengan SMK Diponegoro dan SMK Kristen BM Salatiga, diharapkan guru BK mampu mencari alternatif untuk tetap melaksanakan program bimbingan karir dengan baik.

Dalam Permendiknas No. 27 tahun 2009 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor dinyatakan bahwa kompetensi yang harus dikuasai guru Bimbingan dan Konseling/Konselor mencakup 4 (empat) ranah kompetensi, yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Keempat rumusan kompetensi ini menjadi dasar bagi Penilaian Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor. Dimana di dalam keempat kompetensi itu guru BK diharapkan dapat menguasai semuanya dan pada kompetensi kepribadian dikatakan bahwa

(32)

32

konselor harus menampilkan tindakan yang cerdas, kreatif, inovatif, dan produktif yang membuat konselor harus melihat kebutuhan karir siswa saat ini termasuk media apa yang paling tepat untuk digunakan dalam proses pelaksanaan bimbingan karir di SMK. Salah satu bentuk peran guru BK yang inovatif adalah mencari alternatif media apa yang bisa digunakan untuk bimbingan karir tanpa harus tatap muka dan peneliti merancang sebuah model yang bisa digunakan sebagai salah satu alternatif bimbingan karir dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini. Wibowo & Setyawan (2016: 29) melakukan penelitian terkait karir siswa dan menggunakan web untuk pelaksanaannya yang diharapkan bisa membantu proses pelaksanaan karir di sekolah.

Beberapa SMK saat ini sudah tidak ada jam mengajar untuk guru BK sehingga waktu untuk bertatap muka dan mendapat bimbingan karir juga sangat terbatas. Namun hal ini tidak mengurangi kewajiban guru dalam menjalankan perannya di sekolah. Seperti yang dilakukan Irwan, Gustientiedina, &

Desneita (2017: 1) yang merancang sebuah software untuk proses bimbingan karir dengan pertimbangan bahwa siswa tetap bisa mendapat layanan bimbingan karir dan tetap dapat konsultasi tanpa harus tatap muka.Peran lain yang tak kalah penting bagi konselor adalah sebagai pengembang karir. Pentingnya pendidikan di Sekolah sebagai landasan pengambilan keputusan siswa menegaskan pentingnya memberikan perhatian pada perkembangan karir siswa (Nursalim, 2015:81). Sehingga, guru

(33)

33

BK saat ini harus bisa memilih alternatif paling tepat yang bisa digunakan untuk memberikan bimbingan karir untuk menjawab masalah keterbatasan waktu dan kurangnya SDM dalam pelaksanaan BK di sekolah. Teknologi saat ini sudah sangat canggih, banyak sekali media pembelajaran online yang bahkan bisa digunakan untuk pemberian layanan bimbingan karir, salah satunya aplikasi Edmodo yang bisa diaplikasikan dengan smartphone. Permasalahan yang sama dengan penelitian di atas juga terjadi di SMK Diponegoro dan SMK Kristen BM Salatiga di mana guru BK terkendala dengan pertemuan tatap muka yang sangat terbatas.

Perlunya informasi karir yang luas untuk SMK membuat guru BK harus memikirkan cara untuk siswa bisa mengeksporasi karir dengan maksimal. Eksplorasi karir yang merupakan sebuah perilaku pemerolehan informasi yang berujung pada terbentuknya kematangan karir seseorang membuat guru BK mempunyai tanggung jawab untuk menyediakan informasi yang luas terkait kompetensi serta lapangan pekerjaan yang tersedia bagi para siswa (Haq & Farida, 2019). Untuk menjadi lebih maksimal lagi, maka dibuatlah satu model bimbingan karir menggunakan aplikasi. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Nisa &

Wiryosutomo (2018: 337), yang membuat model berupa aplikasi karir menggunakan model teori Cognitive Information Processing (CIP) yang membantu siswa dalam membuat keputusan karir dan pelaksanaan karir yang lebih maksimal.

(34)

34

Hasil pengumpulan informasi juga menunjukkan bahwa bimbingan karir secara online sangat membantu guru BK untuk memberikan informasi yang diperlukan siswa. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nilandiny &

Puspitasari (2016: 9) yang menggunakan web untuk perencanaan karir di SMK yang berangkat dari masalah aktivitas perencanaan karir tidak berjalan dengan maksimal dikarenakan keterbatasan waktu, tempat, dan sumber daya manusia. Sehingga, permasalahan tersebut dapat diatasi dengan dibangunnya sebuah aplikasi secara online yang dapat membantu pihak guru BK untuk melakukan aktivitas antara lain proses konsultasi antara siswa dan guru BK melalui fitur pesan, informasi lowongan kerja dimana masalah itu juga dihadapi oleh SMK Diponegoro dan SMK Kristen BM Salatiga saat ini.

Salah satu kelemahan model manajemen Bimbingan Karir yang terjadi pada kedua SMK ini adalah pembuatan program yang belum menjawab kebutuhan siswa dan terbatasnya waktu untuk guru BK memberikan layanan, serta kurangnya media yang digunakan untuk menyampaikan informasi karir. Namun, kelebihan proses bimbingan karir dari dua sekoah ini adalah adanya kerjasama tetap antara sekolah dan perusahaan yang bisa menjadi lapangan pekerjaan untuk siswa yang akan lulus sekolah.

Untuk menjadi lebih maksimal lagi, maka peneliti menyusun perencanaan model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo. Model disusun mengacu pada program mapping yang di dalamnya ada penyusunan materi khusus untuk

(35)

35

bimbingan karir di SMK. Model ini dilengkapi dengan materi bimbingan karir, penyusunan program mapping, buku panduan bagi guru BK, buku panduan bagi siswa, dan buku panduan bagi operator IT yang menejelaskan secara teknis tugas masing- masing pihak yang terlibat.

Produk pengembangan model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo ini melalui beberapa tahapan sampai pada akhirnya mendapatkan versi yang layak dan siap untuk diuji cobakan dilapangan. Semua produk dari pengembangan ini berupa model, panduan-panduan, dan materi bimbingan karir untuk SMK sudah melalui proses validasi oleh para ahli. Kemudian produk di revisi berdasarkan masukan dari para ahli sampai pada akhirnya benar-benar sudah layak untuk di ujicobakan kepada praktisi yaitu guru BK dan siswa. Kemudian produk ini kembali mendapat penilaian dan masukan dari praktisi yang menyatakan bahwa produk layak untuk digunakan dalam proses layanan bimbingan karir di SMK.

Hasil penelitian pada tahap ujicoba terbatas menunjukkan bahwa, hasil presentase untuk validasi model yang telah uji cobakan ke lapangan dengan 5 aspek yang dinilai adalah 83%

yang masuk dalam kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa berdasarkan penilaian praktisi, model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo layak untuk digunakan. Jika dilihat dari masukan atau komentar praktisi bahwa aplikasi ini mudah untuk dipahami dan digunakan maka praktisi yang ada tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa mengaksesnya dan

(36)

36

menggunakannya di smartphone mereka. Selain menghemat waktu juga mengemat tenaga karena materi dapat diakses kapanpun, kecuali jika guru meminta untuk virtual class dilakukan dengan tujuan terjadi diskusi diantara mereka yang akan membantu siswa dalam mempersiapkan diri menekuni pilihan karir yang diminatinya.

Sebagai salah satu alternatif dalam proses layanan bimbingan karir maka kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo ini efektif dan efisien untuk digunakan. Dengan adanya model bimbingan karir menggunakan aplikasi ini, tidak menghilangkan pemberian layanan bimbingan karir secara tatap muka seperti yang seharusnya dilakukan. Model ini diharapkan mampu menjadi salah satu alternatif yang akan sangat membantu sekolah dengan kondisi yang hampir sama dengan kedua sekolah yaitu SMK Diponeogro dan SMK Kristen BM Salatiga yang menjadi subjek penelitian pengembangan model manajemen bimbingan karir menggunakan aplikasi Edmodo ini. Meskipun bimbingan karir ini dilakukan secara online, tidak perlu dijadikan masalah untuk praktisi yang kurang menguasai IT, karena akan didampingi oleh operator IT masing-masing sekolah.

Masih banyak sekolah kurang begitu memahami posisi bimbingan dan konseling pada kurikulum 2013. Beberapa sekolah tidak memberikan alokasi jam masuk kelas bagi bimbingan dan konseling dikarenakan mereka berasumsi bahwa bimbingan dan konseling bisa memberikan layanan di luar jam

(37)

37

pembelajaran. Namun, peran konselor tetap harus dilaksanakan sebaik mungkin dengan banyak alternatif yang bisa dilakukan.

Karena bimbingan karir menjadi salah satu bagian terpenting dalam pendidikan sekolah kejuruan.

Pada tingkat pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki tujuan khusus dalam pelaksanaan layanan bimbingan karir yaitu mempersiapkan siswa/konseli untuk dapat menyesuaikan diri di masyarakat setelah tamat dari sekolah dan memiliki keterampilan bekertja yang dapat dipilih sesuai dengan minat, kemampuan, dan kebutuhan yang ada di lingkungan masyarakatnya (Permatasari, Nina, 2019:4). Hal ini sejalan dengan tujuan sekolah kejuruan yaitu menghasilkan siswa/konseli yang mampu siap kerja ditengah-tengah masyarakat sesuai dengan kompetensi perilaku sikap dan kerja dalam bidang kejuruan yang ditempuhnya sehingga siswa/konseli tersebut benar-benar mampu bekerja secara produktif sesuai harpaan dan syarat yang diinginkan oeh dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dan peka akan kebutuhan jasa/industri yang diperlukan masyarakat saat ini (Permatasari, Nina, 2016:270).

Referensi

Dokumen terkait

program layanan informasi karir adalah untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas kegiatan. Aspek yang dinilai berhasil dalam manajemen layanan informasi karir berbasis

Berdasarkan hasil observasi Ibu Lutfiyah telah membuat RPP sebelum melaksanakan pembelajaran. Rancangan pembelajaran yang telah dibuat ini baik, karena komponen yang ada

Penulis memberikan treatment dengan memberikan layanan bimbingan kelompok teknik role play (bermain peran) sesuai dengan rancangan yang sudah dibuat oleh penulis selama

Untuk nilai standar error estimate (Se), apabila semakin kecil nilainya maka akan membuat model regresi semakin tepat memprediksi variable dependen.. Berdasarkan model-model

Tahap 3 uji efektivitas produk menggunakan rancangan eksperimen semu, membandingkan dua kelompok antara kelompok eksperimen yang menggunakan model latihan dribel dan

Produk dalam penelitian pengembangan ini berupa model latihan teknik dasar dan latihan fisik pemain futsal tingkat intermediate. Berdasarkan kegiatan studi pendahuluan dan

menunjukan bentuk tubuh model yang sangat sehat dan atletis, dikarenakan warna hitam yang digunakan pada pakaian model yang membuat model terlihat lebih langsing

Gambar 3.5 Model Manajemen Bimbingan Karir Menggunakan Aplikasi Edmodo pada Tahap Pengorganisasian 3.4 TAHAP PELAKSANAAN Pelaksanaan program adalah pelaksanaan tugas dan pekerjaan