• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Efek Anticandida Chlorhexidine 2% (CHX) terhadap Pertumbuhan Candida Albicans dengan Suhu dan Waktu yang Berbeda Melalui Metode Direct Exposure Test.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perbandingan Efek Anticandida Chlorhexidine 2% (CHX) terhadap Pertumbuhan Candida Albicans dengan Suhu dan Waktu yang Berbeda Melalui Metode Direct Exposure Test."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

PERBANDINGAN EFEK ANTICANDIDA CHLORHEXIDINE 2% (CHX) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS DENGAN SUHU

DAN WAKTU YANG BERBEDA MELALUI METODE DIRECT EXPOSURE TEST

Latar Belakang : kegagalan dalam perawatan endodontik disebabkan oleh adanya pertumbuhan mikroorganisme dalam saluran akar yang menyebabkan terjadinya penyakit pada saluran akar. Candida albicans merupakan mikroorganisme jamur yang paling sering ditemukan pada saluran akar yang gagal dalam perawatan endodontik. Penggunaan bahan irigasi dilakukan untuk menghilangkan dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme pada saluran akar.

Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui perbandingan anticandida bahan irigasi Chlorhexidine (CHX) pada Candida albicans dengan suhu dan waktu kontak yang berbeda dengan menggunakan metode Direct Exposure test.

Metode Penelitian : Metode ini menggunakan metode deskriptif analitik eksperimental laboratorium. Sampel penelitian 48 buah paper point dicelupkan ke suspensi Candida albicans selama 10 menit. Setelah paper point terkontaminasi dengan Candida albicans, dipindahkan ke cawan petri steril dan diteteskan

Chlorhexidine (CHX) dengan interval waktu 5, 7,5, dan 10 menit serta Chlorhexidine (CHX) dengan suhu 50oC dengan interval waktu yang sama. Paper

point dipindahkan dan dicelupkan kedalam nutrient broth dan diinkubasi 37oC selama 24 jam. Nutrient Broth dipindahkan kedalam Sabouraud Dextrose Agar

(SDA) dengan tehnik spreading dan diinkubasi kembali selama 24 jam. Koloni

pada Candida albicans dihitung dan dianalisa dengan menggunakan uji One-Way

ANOVA dan Tukey HSD.

Hasil : Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok Chlorhexidine

(CHX) interval waktu 5 menit dengan kelompok lainnya terhadap pertumbuhan Candida albicans (p≤0,05). Kelompok Chlorhexidine (CHX) interval 10 menit

tidak terlalu signifikan dengan kelompok Chlorhexidine (CHX) interval 7,5 menit 50oC dan interval 10 menit 50oC.

Kesimpulan : Candida albicans yang berkontak langsung dengan

Chlorhexidine (CHX) dapat menghambat pertumbuhannya secara langsung dan Chlorhexidine (CHX) lebih efektif keadaan hangat dalam menghambat

pertumbuhan Candida albicans dibandingkan dengan suhu ruangan.

(2)

ABSTRACT

COMPARISON ANTICANDIDA EFFECT CHLORHEXIDINE 2% (CHX) AGAINTS CANDIDA ALBICANS GROWTH WITH DIFFERENT TEMPERATURE AND TIME BY DIRECT EXPOSURE TEST METHOD

Background : Failure endodontic treatment caused by the growth of

microorganism in root canal that cause some disease in the root canal. Candida albicans is most fungi microorganism that found in root canal who failed in endodontic treatment. Using irrigation material is done to deprive and prevents the growth microorganism in the root canal.

Purpose : Purpose of this research is to know comparison anti-candida effect

of Chlorhexidine (CHX) against Candida albicans with different temperature and contact time by direct exposure test method.

Method : This Study applies descriptive analitic laboratory experimental

method. 48 pieces sample of paper point were immersed to suspect Candida albicans in 10 minutes. Paper point were then placed sterile petri plates and covered with Chlorhexidine (CHX) irrigant solution 100 microns with interval 5, 7.5, and 10 minutes and Chlorhexidine (CHX) with temperature 50oC and same time interval.paper point were transported and immersed to Nutrient broth and subsequently incubated 37oC for 24 hours. Nutrient broth transported to Sabouraud Dextrose Agar (SDA) with spreading technique and incubated for 24 hours.Colonization of Candida albicans will be counted and analized with One-Way ANOVA and Tukey HSD statistic test.

Result : There were significant differences between Chlorhexidine (CHX)

time interval 5 minutes group with another Chlorhexidine (CHX) group against

growth of Candida albicans (p≤0.05). Chlorhexidine (CHX) time interval 10

minutes group were not significancy with Chlorhexidine (CHX) time interval 7.5 minutes 50oC group and Chlorhexidine (CHX) time interval 10 minutes 50oC group.

Conclusion :Direct contact Candida albicans with Chlorhexidine (CHX)

could inhibited the growth of Candida albicans directly and warm Chlorhexidine (CHX) more effective than room temperature of Chlorhexidine (CHX) to inhibit growing of Candida albicans.

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

SURAT PERNYATAAN ... iii

ABSTRAK ... iv

ABSTRACT ... v

PRAKATA ... vi

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 3

1.3 Tujuan Penelitian ... 3

1.4 Manfaat Penelitian ... 3

1.4.1 Manfaat Akademis ... 3

1.4.2 Manfaat Praktis ... 3

1.5 Kerangka Pemikiran ... 4

1.6 Hipotesis ... 6

(4)

ix

1.8 Tempat Dan Waktu Penelitian ... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Hubungan Morfologi Gigi dan Akses Melalui Preparasi Kavitas ... 8

2.2 Pembentukan Biofilm ... 9

2.3 Candida albicans ... 10

2.3.1 Taksonomi pada Candida albicans ... 12

2.3.2 Morfologi Candida albicans ... 12

2.3.3 Sifat Candida albicans ... 14

2.3.4 Kelainan yang Dapat Terjadi Menimbulkan Suatu Gejala Penyakit ... 15

2.3.5 Faktor Virulensi dan Patogenesis Candida albicans pada Saluran Akar ... 16

2.4 Aktivitas Anticandida pada Candida albicans ... 19

2.5 Efektivitas Bahan-bahan Irigasi pada Candida albicans ... 20

2.6 Peningkatan Suhu Pada Bahan Irigasi ... 21

2.7 Chlorhexidine (CHX) ... 22

2.7.1 Sejarah, Bentuk, dan Struktur Kimia Chlorhexidine (CHX) ... 25

2.7.2 Mekanisme Chlorhexidine (CHX) ... 26

2.7.3 Karakteristik Chlorhexidine (CHX) ... 26

2.7.4 Substantivitas Chlorhexidine (CHX) ... 27

2.7.5 Aktivitas Antimikroba Chlorhexidine (CHX) ... 30

2.7.6 Aktivitas Antifungal Chlorhexidine (CHX) ... 31

(5)

x

2.7.8 Chlorhexidine (CHX) Difusi Menuji Tubulus Dentin ... 33

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Bahan dan Alat Penelitian ... 34

3.1.1 Bahan-bahan yang Digunakan Dalam Penelitian ... 34

3.1.2 Alat-alat yang Digunakan Dalam Penelitian ... 34

3.2 Waktu dan Tempat Penelitian ... 35

3.3 Metode Penelitian ... 35

3.3.1 Disain Penelitian ... 35

3.3.2 Variabel Penelitian ... 35

3.3.3 Definisi Operasional Variabel ... 36

3.3.4 Perhitungan Besar Sampel ... 37

3.3.5 Prosedur Penelitian ... 37

3.3.5.1 Sterilisasi Alat ... 37

3.3.5.2 Pembuatan Suspensi Mikroba ... 38

3.6.6 Analisa Data ... 38

3.3.6.1 Kriteria Uji ... 39

3.7 Alur Penelitian ... 40

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ... 41

4.1.1 Hasil Penelitian Jumlah Koloni Candida albicans ... 41

(6)

xi

4.2 Pembahasan ... 45

4.3 Uji Hipotesis ... 49

4.3.1 Hipotesis Penelitian ... 49

4.3.2 Hal-hal yang Mendukung ... 49

4.3.3 Hal Yang Tidak Mendukung ... 49

4.4.4 Simpulan ... 50

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 51

5.2 Saran ... 51

DAFTAR PUSTAKA ... 52

LAMPIRAN ... 56

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Data Jumlah Koloni Candida albicans Tiap Kelompok ... 42

Tabel 4.2 Hasil Uji Statistik One-Way ANOVA ... 43

Tabel 4.3 Hasil Uji Statistik Tukey HSD ... 44

(8)

DAFTAR GAMBAR

Tabel 2.1 Morfologi Bentuk Pada Candida albicans ... 13

Tabel 2.2 Chlorhexidine (CHX) Sebagai Bahan Irigasi Untuk Perawatan

Endodontik ... 23

Tabel 2.3 Struktur Kimia Chlorhexidine (CHX) ... 25

(9)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Prosedur Penelitian ... 56

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Keberhasilan terapi saluran akar bergantung pada debridement

chemomechanical pada jaringan pulpa, debris pada dentin, dan penggunaan irigasi

terhadap infeksi mikroorganisme.1 Mikroorganisme yang menyebabkan infeksi pada sistem saluran akar sangat sulit dihilangkan sehingga melibatkan

penggunaan beberapa tehnik instrumentasi, menggunakan bahan irigasi dan

perawatan intrakanal. Tujuan perawatan endodontik adalah membersihkan dan

menghilangkan sisa-sisa jaringan yang terdapat di saluran akar gigi dengan bahan

irigasi yang mengandung antiseptik sebagai pencegahan terhadap infeksi.2 Mikroorganisme merupakan penyebab utama terjadinya kegagalan perawatan

endodontik terutama adanya interaksi polimikrobial menyebabkan identifikasi

mikroorganisme pada infeksi endodontik menjadi sulit karena sering didominasi

oleh bakteri gram positif dan gram negatif, serta jamur yang paling dominan

adalah Candida albicans.3,4

Candida albicans merupakan spesies jamur oral yang paling dominan, diikuti

oleh C. glabrata, C. krusei, C. tropicalis, C. guilliermondii, C. kefyr, dan C.

parapsilosis. Temuan terakhir juga menyebutkan terdapatnya spesies C.

(11)

2

menghasilkan enzim degradatif, dan mengubah bentuk morfologi untuk

menghindari sistem imun.7

Bahan irigasi yang paling umum digunakan dalam perawatan saluran akar

adalah Natirum hipoklorat dengan konsentrasi 0.5%-6%.8,9 Mekanisme dasar Natrium hipoklorat (NaOCl) memiliki sifat antimikroba dan physico-chemical.

Efektifitas antimikroba pada Natrium hipoklorat memiliki pH yang tinggi dan

memiliki sifat yang sama dengan mekanisme dasar pada kalsium hidroksida

(CaOH).10 Chlorhexidine (CHX) memiliki aktifitas antimikroba dalam spektrum luas terhadap bermacam organisme, termasuk candida. Chlorhexidine (CHX)

berperan sebagai fungisida dan memiliki fungsi fungstatik, sehingga terjadi

koagulasi pada nucleoprotein pada Candida albicans dan mengubah dinding sel

yang menyebabkan komponen sitoplasma berpindah menuju plasmalema serta

Chlorhexidine (CHX) dapat menghambat perlekatan Candida albicans pada

permukaan biologis dan lembab.11

Peningkatan temperatur pada bahan irigasi dapat memberikan hasil yang

lebih baik pada bahan irigasi Natrium hipoklorat (NaOCl) dan chlorhexidine

(CHX). Temperatur pada Natrium hipoklorat (NaOCl) dengan peningkatan

memberikan kemampuan pelarutan jaringan dan aksi antibakteri yang lebih kuat

(12)

3

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan sebuah

identifikasi masalah sebagai berikut :

Apakah bahan irigasi Chlorhexidine 2% (CHX) dapat menghambat

pertumbuhan Candida albicans dengan suhu dan waktu yang berbeda.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan anticandida

bahan irigasi chlorhexidine 2% (CHX) pada Candida albicans serta dengan suhu

yang berbeda dan waktu kontak yang berbeda dengan menggunakan metode

Direct Exposure Test.

1.4. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :

1.4.1. Manfaat Akademis

1. Sebagai penunjang dalam perkembangan pengetahuan kedokteran gigi di

bidang endodontik dan mikrobiologi.

2. Sebagai informasi dan bahan refrensi untuk penelitian selanjutnya.

1.4.2. Manfaat Praktis

Sebagai informasi bagi dokter gigi khususnya dalam memilih bahan irigasi

(13)

4

1.5. Kerangka Pemikiran

Candida albicans merupakan jamur bentuk yeast gram positif, berbentuk

oval atau bulat, Berkembang secara optimal pada suhu 37oC dengan kondisi yang sedikit asam. Candida albicans merupakan spesies mikroflora oral normal yang

terdapat dalam bentuk plak, karies, subgingiva mikroflora, dan poket periodontal.

Candida albicans dalam mulut dapat masuk kedalam saluran akar dari kavitas

karena adanya kesalahan gigi yang diisolasi pada daerah yang dilakukan

perawatan, atau kesalahan operator pada saat penutupan endodontium yang tidak

benar selama perawatan jangka panjang.6

Candida albicans memiliki faktor virulensi yang memfasilitasi kolonisasi dan

proliferasi pada mukosa oral dan dalam jaringan periodontal.5 Organisme ini dapat koagregat dengan bakteri lainnya dalam biofilm gigi dan menempel di

sel-sel epitel.Enamel, cementum dan dentin, ada atau tidak adanya smear layer dapat

dengan mudah dikolonisasi oleh Candida albicans. Hyphae menembus ke dalam

celah, dimulai dari tepi pada kavitas dan bermigrasi menuju tubulus dentin.

Blastospora dan hifa tertanam dalam matriks ekstraseluler. Hal ini menunjukkan

bahwa jaringan keras gigi dapat diserang oleh Candida albicans dan berpotensi

sebagai reservoir untuk penyebaran infeksi candida. Candida albicans

membentuk suatu biofilm yang berfungsi untuk bertahan hidup dengan

mengeluarkan toxic flux pada daerah yang dikolonisasi.Biofilm Candida albicans

membentuk lapisan sel yang tipis (ditambah dengan polimer ekstraseluler dalam

(14)

5

Beberapa bahan irigasi mempunyai efek antimikrobial dan aktif membunuh

jamur ketika berkontak langsung dengan mikrooraganisme, namun beberapa

bahan irigasi dengan konsentrasi tinggi dapat berpotensi racun/toxic yang dapat

menyebabkan rasa nyeri yang hebat bila bahan irigasi masuk ke jaringan

periapikal.8 Agen antifungi secara umum digunakan untuk perawatan infeksi jamur pada saluran akar. Biasanya digunakan dengan satu agen atau kombinasi

dari beberapa agen.16

Chlorhexidine (CHX) merupakan agen antiseptik ampuh yang banyak

digunakan sebagai kontrol plak rongga mulut dan Chlorhexidine (CHX) dipakai

sebagai bahan irigasi saluran akar yang selalu digunakan dalam literatur

endodontik.14 Chlorhexidine (CHX) efektif terhadap Candida albicans secara in

vitro dan in vivo. Penelitian pada denture stomatitis telah menunjukan efikasi

chlorhexidine (CHX) terhadap infeksi jamur di rongga mulut. Chlorhexidine

(CHX) digunakan juga sebagai kontrol oral infeksi Candida albicans pada pasien

anak-anak yang terkena leukemia.12

Kandungan Chlorhexidine (CHX) terdapat kation bisguanida yang mampu

mengikat permukaan bakteri yang bersifat negatif, Toksisitas lebih rendah

dibanding Natrium hipoklorat (NaOCl) namun tidak bisa melarutkan jaringan

nekrotik tersisa atau menghilangkan smear layer.2,7 Pada konsentrasi yang tinggi,

Chlorhexidine (CHX) bersifat bakterisidal tetapi Chlorhexidine (CHX) pada

konsentrasi yang tinggi berperan seperti deterjen yang dapat merusak sel

membran, koagulasi pada sitoplasma, presipitasi pada protein dan asam

(15)

6

yang memiliki kemampuan menghilangkan mikroorganisme lebih baik

dibandingkan Chlorhexidine (CHX) pada suhu ruangan.12 Penelitian menyebutkan bahwa Chlorhexidine (CHX) suhu hangat memiliki efek antiplak lebih intensif

secara signifikan dari suhu dingin dengan konsentrasi yang sama.15

Chlorhexidine (CHX) dapat digunakan sebagai bahan irigasi terhadap

Candida albicans karena mampu mengurangi pembentukan koloni biofilm pada

Candida albicans. Ketika penggunaan Chlorhexidine (CHX) dalam konsentrasi

rendah, transpor seluler sel pada mikroorganisme menjadi rusak dengan

terbentuknya pori-pori pada membran seluler, Pada konsentrasi yang tinggi,

Chlorhexidine (CHX) penetrasi menuju sel bakteri dan membuat mikroorganisme

hancur. Candida albicans yang terpapar dengan Chlorhexidine (CHX) terjadi

koagulasi pada nukleoprotein dan mengubah dinding sel yang memungkinkan

komponen sitoplasma berpindah menuju plasmalemma. Penelitian lain

menyebutkan Chlorhexidine (CHX) memiliki kinerja yang efektif dalam

menghambat pembentukan biofilm pada Candida albicans.11

1.6. Hipotesis

Chlorhexidine 2% (CHX) dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans

dengan suhu dan interval waktu yang berbeda.

1.7. Metode Penelitian

Penelitian ini bersifat deskriptif analitik eksperimental laboratorium secara in

(16)

7

one way ANOVA dan Tukey HSD. Kemaknaan ditentukan berdasarkan nilai

p<0,05.

1.8. Lokasi dan Waktu Penelitian

Pengambilan data dan penelitian dilakukan di laboratorium mikrobiologi

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha pada bulan Agustus 2015

(17)

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1. Simpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :

- Bahan irigasi Chlorhexidine 2% (CHX) dapat menghambat pertumbuhan

Candida albicans dengan suhu dan waktu yang berbeda.

5.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan beberapa hal yaitu :

- Perlu dilakukan penelitian secara langsung pada pasien dalam perawatan

saluran akar yang terdapat Candida albicans dengan Chlorhexidine 2%

(CHX) dengan suhu yang berbeda sebagai sampel penelitian.

- Perlu dilakukan perbandingan efektifitas anticandida pada Chlorhexidine 2%

(CHX) dengan bahan irigasi lainnya dan pencampuran larutan Chlorhexidine

(18)

52

DAFTAR PUSTAKA

1. Neha S, Jyoti L, Manoj C, Ajay S. Chlorhexidine gluconate – a promising endodontic irrigant: a review. IOSR Journal of Dental and Medical Sciences; Jan 2014; p. 40-46

2. Mohammadi Z, Abbott P.V. The properties and applications chlorhexidine in endodontics. International Endodontic Journal. 2008.

3. Poptani B, Sharaff M, Archana G, Parekh V. Detection of enterococcus faecalis and candida albicans in previously root-filled teeth in a population of Gujarat with polymerase chain reaction. Contemporary Clinical Dentistry; Jan-Mar 2013; Vol 4; p. 62-66

4. Wannachaiyasit S, Phaechamud T. Development of chlorhexidine thermosensitive gels as a mouth antiseptic. Journal of Metals, Materials, and Minerals. 2010; Vol 20; No 3; p. 165-168

5. Sardi JC.O, Duque C, Mariano FS, Peixoto IT.A, Hofling JF, Goncalves RB. Candida spp. In periodontal disease: a brief review. Journal of Oral Science. 2010; Vol 52; No 2; p. 177-185

6. Radeva E, Indjov B, Vacheva R. In vitro of the effectiveness of intracanal irrigants on candida albicans. Journal of IMAB; 2007; vol. 13; p. 3-7

7. Lau H, Ballal V, Shenoy S, Acharya SR. Evaluation of antifungal efficacy of 5% doxycycline hydrochlorite, 2.5% sodium hypochlorite, 17% ethylenediamine tetraacetic acid and 0.2% chlorhexidine gluconate against candida albicans – an in vitro. Journal Endodontology; p. 6-12

8. Haapasalo M, Shen Y, Qian W, Gao Y. Irrigation in endodontics. Dent Clin N Am; 2010; p. 291-312

9. Basrani BR, Manek S, Sodbi RN.S, Fillery E, Manzur A. Interaction between sodium hypochlorite and chlorhexidine gluconate. Journal of Endodontic. 2007; 33; 966 –969.

(19)

53

11.Machado CF, Portela MB, Cunha AC, Souza IPR, Soares RMA, Castro GFBA. Antifungal activity of chlorhexidine of candida spp. Biofilm. Rev Odontol UNESP. 2010; 39(5): 271-275.

12.Gupta R, Chandavarkar V, Galgah SR, Mishra M. Chlorhexidine, a medicine for all the oral disease. Global Journal of Medicine And Public Health. Apr 2012; p. 43-48

13.Jain Y. Effect of temperatute change of 0.2% chlorhexidine rinse on matured human plaque: an in vivo study. International Journal of Innovative Research & Development. Dec 2012; Vol 1; p. 538-547

14.Zehnder M, Dent M. Root Canal Irrigants. Journal of Endodontic. 2006; 32; p. 389-397.

15.Koniq J, Storcks V, Kocher T, Bossmann K, Plagmann HC. Anti-plaque effect of tempered 0.2% chlorhexidine rinse: an in vivo study. [serial online] 2002 Mar [cited Jan 2015] Available from URL : http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11940138

16.Dumani A, Yoldas O, Yilmaz S, Akcimen B, Seydaoglu G, Kipalev A, et al, editors. In vitro susceptibility of e.faecalis and c.albicans isolates from apical periodontitis to common antimicrobial agents, antibiotics and antifungal medicaments. J Clin Exp Dent. 2012;4(1):e1-7.

17.Ingle J, Bakland L.K. Endodontics. 5th ed. Elsevier; 2002.

18.Cohen S, Hargreaves KM. Cohen’s Pathways of the Pulp. 10th ed. St. Louis: Mosby; 2011.

19.Gomes B.P.F.A, Vianna M.E, Zaia A.A, Flavio J, Almeida A, Fransisco J, Souza-Filho, Ferraz C.C.R. Chlorhexidine In Endodontics. 2013; 24(2) ; p. 89-102

20.Morgana E.V, Brenda P.F.A, Berber V.B, Zaia A.A, Ferraz C.C.R, Souza-Filho F.J. In Vitro Evaluation of The Antimicobial Activity of Chlorhexidine And Sodium Hypochlorite. Jan 2014; Vol. 97; p. 79-84

(20)

54

22.Omran S.M, Esmailzadeh S. Comparison of Anti-Candida Activity of Thyme, Pennyroyal, And Lemon Essential Oils Versus Antifungal Drugs Againts Candida Species. Jundishapur Journal of Microbiology. 2009; vol 2; p. 53-60

23.Samprebom A.M, Isidoro A.C.A, Machado M.A.N, Campelo P.M.S, Hofling J.F, Samaranayake L.P, Rosa E.A.R. Enhance Susceptibility of Candida albicans to Chlorhexidine Under Anoxia. April/June 2009; Vol 8; Number 2

24.Al-Nazhan Saad, Al-Obaida Mohammed. Effectiveness of a Chlorhexidine 2% Solution Mixed Calcium Hydroxide against Candida albicans. Australian Society of Endodontology 2007; p. 1-3

25.Bodey G.P candidiasis pathogenesis, diagnosis, and treatment 2nd edition 1993 26.Eu Gene C, Parolia A, Ahlawat P, Pau A, Amalraj F.D. Antifungal Effectiveness of Various Intracanal Medicaments Againts Candida albicans an Ex-Vivo Study. 2014; 14:53; p. 1-8

27.Miranda T.T, Rodrigues L, Pedrosa A.R, Rosa C.A, Correa Junior A. Human Enamel Colonization of Candida albicans. Jan-Apr 2013; Vol 1; p. 54-60

28.Aruna K, Rossiah K. Curbing the Growth of Candida-A Comparative In-Vitro Study. 2011; Vol. 4(1); p. 12-14

29.Novak A, Vagvolgyi C, Pesti M. Characterization of Candida albicans Colony-Morphology Mutans and Their Hybrids. Sep 26 2002; Vol. 48(2); p. 203-209 (2003)

30.Gil C, Pomes R, Nombela C. Isolation and Characterization of Candida albicans Morphological Mutans Derepressed for the Formation of Filamentous Hypha-Type Structures. Journal of Bactriology, May 1990; Vol. 172; p. 2384-2391

31.Sudbery P, Gow N, Berman J. The Distinct Morphogenic States of Candida albicans. 2004

32.Stavileci M, Hoxha V, Bajrami D, Dragidella A. Analysis of The Effects of Calcium Hydroxide, Chlorhexidine And Mineral Trioxide Aggregate on The Viability of Candida albicans. 2013; Vol. 3; p. 1-3

(21)

55

34.Dangi Y.S, Soni M.L, Namdeo K.P. Oral Candidiasis: A Review. July 16 2010; Vol. 2; p. 36-41

35.Klein-Laszlo M. Chronic Candidiasis – Pathogenesis, Symptoms, Diagnosis And Treatment. 2009; Vol. 116; p. 267-274

36.American Dental Association. Root Canal Irrigants and Disinfectants. 2011

37.Thamke D.C, Tayade H.A, Tayade S.A, Bankar N.J, Rathod N.G. Biofilm Formation Among Candida albicans Isolated From Vagina. 2014; Vol. 5;p. 627-630

38.Han T-L, Richard D, Cannon, Silas G, Villas-Boas. The Metabolis basis of Candida albicans Morphogenesis And Quorum Sensing. 2011; p. 747-763

39.Gow N A.R, Frank L. Van de Veerdonk, Brown A.J.P, Netea M.G. Candida albicans Morphogenesis And Host Defence: Discriminating Invasion From Colonization. Apr 2013; Vol. 10(2); p. 112-122

40.Balagopal S, Arjunkumar R. Chlorhexidine: the Gold Standard Antiplaque Agent. 2013; Vol. 5(12); p. 270-274

41.Macedo RG, Verhaagen B, Versluis M, van der Sluis.Temperature Evolution of Pre-Heated Irrigant Injected Into a Root Canal Ex Vivo. 2014; p. 52-69

42.Edgar S. Irrigation of The Root Canal. 2007; Vol. 1(1); p. 11-27

43.Mohammadi Z, Shalavi S. The Effect of Heat-Killed Candida Albicans and Dentin Powder on the Antibacterial Activity of Chlorhexidine Solution. Feb 6 2012; Vol. 7(2); p. 63-67

44.Musrati ASA. Academic Dissertation : Oral Immune Defense Againts

Chronic Hyperplastic Candidosis. 2008. Diakses [10 Oktober 2015].

Available from URL :

https://helda.helsinki.fi/bitstream/handle/10138/20301/oralimmu.pdf

45.Ghogre P. Endodontic Mycology: A New Perspective of Root Canal Infection; jan-mar 2014; Vol. 2; p. 43-50

Gambar

Tabel 4.3  Hasil Uji Statistik Tukey HSD  .....................................................................
Tabel 2.3  Struktur Kimia Chlorhexidine (CHX)  ..........................................................

Referensi

Dokumen terkait

Hasil Penelitian: Terbentuk zona hambatan Candida albicans dengan pemberian konsentrasi ekstrak etanol daun rumput mutiara (Hedyotis corymbosa [L] Lamk) 25 mg/ml, sementara

PENGOLAHAN LIMBAH KULIT SINGKONG MENJADI TEPUNG DENGAN LAMA WAKTU PERENDAMAN CaCO 3 DAN SUHU OVEN.

Jenny : Perubahan pH Pada Preparat Kalsium Hidroksida (Ca(OH)2) Dengan Pelarut Gliserin Dan Chlorhexidine 2 % Dalam Rentang Waktu Yang Berbeda (Penelitian In Vitro), 2006... Jenny

Berdasarkan hasil analisis statistik, didapatkan bahwa perlakuan suhu dan waktu perebusan kokon menghasilkan persentase bobot filamen yang tidak berbeda nyata dengan nilai rataan

Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa waktu dan suhu penyimpanan telur ayam yang berbeda tidak ada hubungannya dengan keberadaan Salmonella-Shigella.. Saran

Hasil Penelitian: Terbentuk zona hambatan Candida albicans dengan pemberian konsentrasi ekstrak etanol daun rumput mutiara (Hedyotis corymbosa [L] Lamk) 25 mg/ml, sementara

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi respon suhu rektal dan suhu kulit sapi dara Fries Holland pada waktu pemberian pakan berbeda yang diberi konsentrat dengan

Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa perlakuan waktu, suhu dan perbandingan pelarut – bahan baku memberikan hasil yang berbeda nyata terhadap kadar