PENGARUH WAKTU, SUHU DAN PERBANDINGAN BAHAN BAKU-PELARUT PADA EKSTRAKSI KURKUMIN DARI TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb.) DENGAN PELARUT ASETON
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Analisis keragaman dilakukan dengan menggunakan software SPSS dengan menggunakan tingkat kepercayaan 95% untuk mengetahui pengaruh faktor suhu ekstraksi dan pengaruh
Kondisi ekstraksi terbaik untuk menghasilkan rendemen oleoresin jahe yang tinggi dan bermutu baik diperoleh pada kombinasi perlakuan jenis pelarut etanol, waktu 3 jam dan suhu
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh pelarut yang paling tepat untuk ekstraksi kurkuminoid yaitu aseton, karena kadar total kurkuminoid per gram
Suhu pengeringan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, total asam, daya larut, kecepatan larut, indeks warna, skor warna, skor rasa, hedonik
Hasil yang diperoleh: cairan eluasi terbaik adalah kloroform-etanol-asam asetat glassial (94:5:1) yang diukur pada panjang gelombang 429 nm, kadar rata-rata kurkumin dalam
Hasil penelitian menunjukkan hasil terbaik pada perlakuan perendaman telur cacing A.galli dalam larutan mebendazol (P 5 ) yang tidak berbeda nyata dengan.. perasan rimpang
Adapun perbandingan dengan penelitian lainnya yaitu menggunakan bahan baku tulang ikan bandeng dengan perendaman asam sitrat diperoleh kadar air 4,55-8,93% Dennis, 2022, hal ini sesuai
Penelitian yang dilakukan oleh Meiliyana 2021 menunjukan hasil kadar rata-rata kurkumin dalam minuman serbuk instan temulawak UMKM Mitra Sehat di Desa Wisata Jamu Kiringan dari 3