• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Renstra BPKAD Page 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Renstra BPKAD Page 1"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Tujuan nasional Negara Republik Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, adalah “Melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Untuk merealisasikannya diperlukan perencanaan yang terstruktur dan terukur dalam batas waktu tertentu, seperti halnya melalui pendekatan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (RENSTRA SKPD), Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), Rencana Kerja (RENJA).

“Dengan demikian RPJMD Kabupaten Blitar menjadi landasan bagi semua dokumen perencanaan baik rencana pembangunan tahunan pemerintah daerah

maupun dokumen perencanaan SKPD Kabupaten Blitar”.

Setiap SKPD di Kabupaten Blitar dalam menyusun Rencana Strategis harus ada benang merah dengan visi dan misi Kabupaten Blitar, visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati, karena “Di era pemilihan kepala daerah secara langsung, janji-janji

politik di masa kampanye harus dipertanggung jawabkan” (ibid). Oleh karena itu

RPJMD Kabupaten Blitar tahun 2011-2016 merupakan satu bagian yang utuh

dari manajemen kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar khususnya dalam menjalankan agenda pembangunan yang telah tertuang baik dalam RPJP Daerah Kabupaten Blitar maupun RTRW Kabupaten Blitar, serta dari keberadaannya akan dijadikan pedoman bagi SKPD untuk menyusun Renstra SKPD”.

(2)

Mengingat struktur organisasi dan tata kerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar yang tertuang dalam Perda Nomor 20 Tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Blitar, maka penjabaran RPJMD Kabupaten Blitar ke dalam RKPD Kabupaten Blitar untuk setiap tahunnya, akan dijadikan pedoman bagi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Blitar” .

Sehubungan dengan hal dimaksud, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar berkewajiban menyusun Rencana Strategis berdasarkan skala prioritas kegiatan pembangunan yang dapat direalisasikan sesuai dengan potensi dan kemampuan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Blitar. Serta tetap memperhatikan kebijakan dari Bupati yang diserahi

kekuasaan atas pengelolaan keuangan negara dari presiden ”Kekuasaan

sebagaimana dimaksud dalam ayat(1)....diserahkan kepada

gubernur/bupati/Bupati selaku kepala pemerintahan daerah untuk mengelola keuangan daerah dan mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan

daerah yang dipisahkan” (UU no 17 tahun 2003, pasal 6 ayat 2 poin c).

1.2. Maksud dan Tujuan

Maksud penyusunan Renstra Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset

Daerah tahun 2014-2016 adalah sebagai dokumen perencanaan pendapatan dari PAD, Dana Perimbangan, dan Pendapatan lain-lain yang sah dengan perencanaan pengelolaan belanja langsung ataupun belanja tidak langsung selama kurun waktu 3 (tiga) tahun kedepan. Dengan demikian Renstra BPKAD merupakan acuan / pedoman dalam membuat prioritas pembangunan yang akan dibiayai APBD Kabupaten Blitar dari tahun 2014-2016.

Tujuan penyusunan Renstra Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset

Daerah tahun 2014-2016 adalah untuk memberikan arah yang jelas dalam menentukan PPAS demi lancarnya pelaksanaan program yang ditetapkan dalam

(3)

KUA, RKPD, RENJA Kabupaten Blitar dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun sesuai dengan potensi yang tersedia.

1.3. Landasan Hukum

Penyusunan Rencana Strategis Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar tahun 2014-2016 adalah sebagai berikut:

a. Undang-undang Nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan Negara Yang

Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme

b. Undang-undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

c. Undang-undang nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Keuangan

Negara;

d. Undang-undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan

Tanggung Jawab Keuangan Negara;

e. Undang-Undang No 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

f. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan

antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

g. Undang-Undang No 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah dua kali diubah

(4)

Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

h. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan

antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

i. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tenang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4578);

j. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian urusan

Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;

k. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah;

l. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang milik

Negara/Daerah (lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609);

m.Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2009 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Daerah Propinsi Jawa Timur 2005-2025;

n. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 38 Tahun 2009 tentang

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Propinsi Jawa Timur 2009-2014;

o. Peraturan Daerah Kabupaten Blitar Nomor 24 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Blitar 2005-2025;

p. Peraturan Daerah Kabupaten Blitar Nomor 20 Tahun 2008 tentang organisasi

dan tata kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Blitar;

q. Peraturan Bupati Blitar Nomor 9 Tahun 2013 tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Blitar.

(5)

1.4. Kedudukan dan Peranan Renstra Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar

Kedudukan Renstra Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dalam perencanaan daerah merupakan suatu bagian yang utuh dan tak terpisahkan dalam pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Blitar meliputi penerimaan, belanja dan pengelolaan aset daerah untuk mensinergiskan seluruh program pembangunan yang telah dituangkan dalam RPJP, RPJMD, RKPD, RTRW dan Renstra SKPD yang ditetapkan dalam Perda Nomor 20 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Blitar.

Peranan Renstra Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dalam perencanaan daerah membantu menyusun kebijakan pengelolaan APBD yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah, melaksanakan fungsi bendahara umum daerah dan pengelolaan aset daerah serta menyusun laporan keuangan yang merupakan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD.

1.5. Sistematika Penulisan Bab 1 PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang 1.2. Maksud dan Tujuan

1.3.Landasan Hukum

1.4.Kedudukan dan Peran Renstra Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset

Daerah dalam Perencanaan Daerah Kabupaten Blitar. 1.5.Sistematika Penulisan

Bab 2 TUGAS DAN FUNGSI BADAN PENGELOLAAN

KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN BLITAR 2.1. Struktur Organisasi

(6)

2.4. Sistem, Prosedur, Mekanisme Kerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Bab 3 PROFIL KINERJA PELAYANAN BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN BLITAR 3.1. Kinerja Pelayanan masa kini

3.2. Kelemahan dan Kekuatan Internal 3.3. Peluang dan Tantangan Eksternal

3.4. Rumusan Permasalahan Strategis yang dihadapi masa kini

3.5. Rumusan Perubahan, Kecenderungan masa depan yang berpengaruh pada tupoksi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar 3.6. Rumusan Perubahan Internal dan Ekternal yang perlu dilakukan untuk lebih efisien dan efektif

Bab 4 VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN

4.1. Visi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset DaerahKabupaten Blitar 4.2. Misi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar 4.3. Nilai

4.4. Tujuan 4.5. Sasaran 4.6. Strategi 4.7. Kebijakan

Bab 5 PROGRAM, KEGIATAN, DAN INDIKATOR KINERJA 5.1. Program Kegiatan dan Indikator Kinerja Program SKPD 5.2. Program dan kegiatan lintas SKPD

(7)

BAB II

TUGAS DAN FUNGSI BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN

DAERAH DAN ASET DAERAH KABUPATEN BLITAR

2.1. Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Bupati Blitar Nomor 9 Tahun 2013 tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi BPKAD Kabupaten Blitar, bahwa Struktur Organisasi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar adalah sebagai berikut :

Kepala Badan membawahi Sekretariat dan 4 (empat) Bidang, yaitu:

1. Bidang Perbendaharaan

2. Bidang Akuntansi 3. Bidang Anggaran 4. Bidang Aset Daerah

a. Sekretariat membawahi 3 (tiga) Sub Bagian, yaitu : 1. Sub Bagian Umum;

2. Sub Bagian Keuangan;

3. Sub Bagian Penyusunan Program.

b. Bidang Perbendaharaan, membawahi 2 (dua) Sub Bidang, yaitu: 1. Sub Bidang Pengelolaan Kas

2. Sub Bidang Perbendaharaan

c. Bidang Akuntansi membawahi 2 (dua) Sub Bidang, yaitu: 1. Sub Bidang Evaluasi;

2. Sub Bidang Pembukuan dan Pelaporan

d. Bidang Anggaran, membawahi 2 (dua) Sub Bidang, yaitu: 1. Sub Bidang Anggaran I

(8)

e. Bidang Aset, membawahi 2 (dua) Sub Bidang, yaitu: 1. Sub Bidang Analisa Kebutuhan dan Inventaris; 2. Sub Bidang Pengamanan dan Pemanfaatan. 2.2. Susunan Kepegawaian dan Kelengkapan

Susunan kepegawaian dan kelengkapan merupakan gambaran formasi dan sarana prasarana pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, yaitu sebagai berikut:

TABEL 2.2.1

JUMLAH PEGAWAI YANG MENDUDUKI JABATAN PADA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN BLITAR

No Jabatan Jumlah

1 Kepala Badan 1

2 Sekretaris 1

3 Kepala Sub Bagian 3

4 Kepala Bidang 4

5 Kepala Sub Bidang 8

6 Staf 35

2.3. Tugas dan Fungsi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Sebagai unsur pelaksana otonomi daerah di bidang pengelolaan keuangan dan aset daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah memiliki tugas melakukan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang pengelolaan keuangan dan aset daerah.

Adapun Fungsi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar adalah sebagai berikut:

1. Perumusan kebijakan teknis dibidang pengelolaan keuangan dan aset

daerah;

2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang

pengelolaan keuangan dan aset daerah;

3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang pengelolaan keuangan dan aset

(9)

2.4. Sistem, Prosedur dan Mekanisme Kerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Sistem Prosedur dan Mekanisme Kerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah mengacu pada :

a. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

b. Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Berikut mekanisme kerja pengelolaan keuangan dan asset daerah :

a. APBD merupakan wujud pengelolaan keuangan daerah yang ditetapkan setiap

tahun dengan peraturan daerah;

b. Menyusun rencana kerja dan anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset

Daerah tahun berikutnya;

c. Penyusunan APBD terdiri atas anggaran pendapatan, anggaran belanja dan pembiayaan;

d. Pendapatan daerah yang dikelola berasal dari pendapatan asli daerah, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah;

e. Perincian belanja daerah menurut organisasi, fungsi dan jenis belanja;

f. Penyusunan APBD sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintah

dan kemampuan pendapatan daerah;

g. Penyampaian rancangan kebijakan umum APBD tahun anggaran berikut

sejalan dengan RKPD sebagai landasan RAPBD kepada kepala daerah untuk diajukan kepada DPRD;

h. Pembahasan prioritas dan plafon anggaran sementara berdasarkan KUA yang

disepakati DPRD untuk dijadikan acuan bagi setiap SKPD;

i. Menerima rencana kerja dan anggaran seluruh SKPD untuk bahan

penyusunan rancangan peraturan daerah tentang APBD tahun berikutnya;

(10)

BAB III

PROFIL KINERJA PELAYANAN BADAN PENGELOLAAN

KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN BLITAR

3.1. Kinerja Pelayanan Masa Kini

Mengingat Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar merupakan SKPD baru di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar maka kinerja pelayanan yang telah diberikan sampai tahun 2013 adalah bahwa pengelolaan keuangan dan asset daerah telah dilakukan dengan bekerjasama dengan SKPD lain.

Dengan adanya beberapa perubahan kondisi masyarakat dan tantangan yang dihadapi Kabupaten Blitar, maka Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar harus menyesuaikan visinya untuk tahun 2014-2016 yang lebih menantang, berorientasi pada kepentingan masyarakat, bersifat jangka panjang, memberikan kekuatan dan mengilhami, berorientasi pada perubahan-perubahan dan masa depan yang diharapkan, maka RENSTRA BPKAD harus (1) mencerminkan apa yang ingin dicapai, (2)memberikan arah dan fokus strategi yang jelas (3)menjadi perekat dan menyatukan berbagai gagasan stratejik (4) memiliki orientasi terhadap masa depan.

Sebagai Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar mempunyai perbedaan dengan Organisasi Perangkat Daerah lainnya dalam rekening belanja tidak langsung yang dikelolanya. Selain Belanja Pegawai sebagaimana Organisasi Perangkat Daerah lainnya, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar juga mengelola rekening-rekening belanja hibah, bantuan sosial, belanja bagi hasil, bantuan keuangan, rekening belanja tidak terduga yang menyebabkan besarnya belanja tidak langsung pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar.

(11)

Pembiayaan merupakan transaksi keuangan yang bertujuan untuk menutupi selisih antara pendapatan dan belanja daerah. Selama tahun 2013 Kabupaten Blitar mengalami defisit anggaran yang ditutupi oleh pembiayaan yang di dapat dari penerimaan daerah dari pos sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu (SILPA) dan penerimaan piutang daerah.

3.2. Kelemahan dan Kekuatan Internal

Untuk mengamankan proyeksi rencana strategis Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar dari tahun 2014-2016 perlu memperhatikan kelemahan yang selama ini dirasakan dan kekuatan internal yang telah teruji kehandalannya selama pencapaian tahun kebelakang.

No. Kelemahan Faktor Internal No. Kekuatan Faktor Internal 1. 2. 3. Kemampuan teknis Standarisasi beban kerja Sarana prasarana yang sudah tidak memadai

1. 2. 3.

Adanya perda SOPD Kualitas SDM aparatur Komitmen karyawan yang tinggi

Dari beberapa kelemahan dan kekuatan internal Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar perlu dilakukan pembobotan, mana yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan pencapaian pelaksanaan rencana strategi tahun ke depan dari mulai tahun 2014-2016.

3.3. Peluang dan Tantangan Ekternal

Berdasarkan data dasar yang telah diperoleh selama ini terdapat peluang dan tantangan ekternal yang berpengaruh terhadap pencapaian rencana strategis Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar untuk tahun 2014-2016, yaitu:

No Peluang Faktor Ekternal No. Tantangan Faktor Eksternal

1. Peran BPKAD yang

strategis

1. Perbedaan persepsi dalam

memaknai peraturan dengan

(12)

dengan propinsi dan pusat semakin terbuka dan perubahan peraturan yang sangat cepat

3.4. Rumusan permasalahan strategis yang dihadapi masa kini

Dari beberapa kelemahan dan tantangan yang dihadapi, perlu dirumuskan secara matang dengan harapan bisa berubah jadi potensi yang mendorong pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah yang tertib, taat peraturan perundang-undangan, transparan dan bertanggung jawab.

Supaya ada kesinambungan dalam pencapaian visi, misi dengan nilai yang diharapkan, perlu dilakukan identifikasi mitra kerja, baik internal maupun ekternal, termasuk pula stakeholders yang berhubungan langsung dengan implementasi dan rekomendasi yang dihasilkan dalam kebijakan publik, baik dari segi sosial, ekonomi, politik dan stabilitas kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintah daerah dan pembangunan di Kabupaten Blitar, terutama yang relevan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban daerah.

3.5. Rumusan Perubahan, Kecenderungan masa depan yangberpengaruh pada Tupoksi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar

Dari beberapa kekuatan dan peluang yang ada perlu diformulasikan menjadi suatu perubahan yang signifikan untuk menyongsong masa depan yang lebih efisien, efektif, berkeadilan dan kepatutan dalam pengelolaan keuangan daerah, baik yang berhubungan dengan hak maupun kewajiban daerah. Sehingga pendapatan daerah yang bersumber dari PAD, Perimbangan dan Pendapatan Lain-lain yang sah bisa optimal, kemudian kewajiban pemerintah daerah yang diakui sebagai pengurangan nilai kekayaan bersih yang diakibatkan oleh belanja langsung, belanja tidak langsung dan pembiayaan bisa terselesaikan tepat waktu sebagaimana yang dirumuskan dalam Renstra Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar.

(13)

Pencermatan Lingkungan Internal dan Ekternal

PLI PLE

No. Kekuatan (S) No. Peluang (O)

1 2

Kualitas SDM aparatur

Komitmen karyawan yang

tinggi

1 2

Peran BPKAD yang strategis dan kepercayaan pimpinan

Mudah berkoordinasi dengan Provinsi dan pusat

No. Kelemahan (W) No. Tantangan (T)

1 2

3

Kemampuan teknis fungsional Standarisasi beban kerja

Sarana prasarana yang sudah tidak memadai

1 2

3

Globalisasi

Perbedaan persepsi dalam

membaca peraturan dengan pemeriksa

Informasi semakin terbuka dan

perubahan peraturan yang

sangat cepat

3.6. Rumusan Perubahan Internal dan Ekternal yang diperlukan untuk lebih efisien dan efektif

Formulasi antara faktor internal dan faktor eksternal perlu dilakukan melalui kesimpulan analisis faktor internal (KAFI) dan kesimpulan analisis

faktor ekternal (KAFE)

KESIMPULAN ANALISIS FAKTOR INTERNAL (KAFI)

No Lingkungan Bobot Rating Score

(bobot x rating)

Prioritas KEKUATAN

1 Adanya perda SOPD 20 4 80 I

2 Kualitas sumber daya

aparatur 15 4 60 II 3 Komitmen karyawan yang Tinggi 15 3 45 III KELEMAHAN 1 Kemampuan teknis fungsional 25 4 100 I

2 Standarisasi beban kerja 15 3 45 II

3 Sarana prasarana yang

sudah

Tidak memadai

(14)

Dari analisis faktor internal, ternyata dengan adanya Perda SOPD yang ditetapkan oleh Bupati menjadi prioritas kekuatan sedangkan kelemahan yang harus diprioritaskan untuk ditangani adalah kemampuan teknis fungsional, prioritas kedua yang kuat adalah kualitas sumber daya aparatur sedangkan untuk kelemahannya adalah standarisasi beban kerja. Prioritas kekuatan ketiga adalah komitmen karyawan yang tinggi sedangkan sarana prasarana yang sudah tidak memadai menjadi kelemahan ketiga dalam meningkatkan kemampuan pegawai. KESIMPULAN ANALISIS FAKTOR EKSTERNAL (KAFE)

No Lingkungan Bobot Rating Score

(bobot x Rating)

Prioritas

PELUANG

1 Peran BPKAD yang

strategis

25 3 75 I

2 Kepercayaan pimpinan 20 3 60 II

3 Mudah berkoordinasi

dengan

Provinsi dan pusat

10 1 10 III TANTANGAN 1 Globalisasi 20 3 60 I 2 Perbedaan persepsi dalam Membaca peraturan dengan Pemeriksa 10 2 20 III

3 Informasi yang terbuka dan Perubahan peraturan yang Sangat cepat 15 3 45 II Jumlah 100 270

(15)

Analisis faktor eksternal yang menjadi peluang prioritas pertama adalah peran BPKAD yang strategis sedangkan yang menjadi tantangannya adalah globalisasi, prioritas kedua dalam peluang adalah adanya kepercayaan pimpinan namun dalam tantangan prioritas kedua tantangannya adalah adanya perbedaan persepsi dalam membaca peraturan dengan pemeriksa dan prioritas yang ketiga adalah mudah berkoordinasi dengan provinsi dan pusat sedangkan tantangan prioritas ketiga adalah Informasi yang terbuka dan perubahan peraturan yang sangat cepat.

MATRIK SWOT DALAM RANGKA MENENTUKAN ASUMSI-ASUMSI STRATEGIS KAFI

KAFE

Kekuatan (S)

1. Adanya perda SOPD;

2. Kualitas Sumberdaya Aparatur; 3. Komitmen Karyawan yang tinggi. Kelemahan (W) 1. Kemampuan Teknis Fungsional; 2. Standarisasi beban kerja;

3. Saran Prasarana yang sudah tidak memadai.

Peluang (O) Strategi (S-O) Strategi (W-O)

1. Peran BPKAD yang

Strategis;

2. Kepercayaan

Pimpinan;

3. Mudah

berkoordinasi

dengan Provinsi dan Pusat. 1. Peningkatan Kompetensi BPKAD; 2. Peningkatan Eksistensi BPKAD; 3. Peningkatan Relasi dan wawasan Aparatur BPKAD. 1. Tingkatkan volume Pendidikan fungsional di BPKAD; 2. Meningkatkan bantuan keuangan

Provinsi dan Pusat.

Tantangan (T) Strategi (S-T) Strategi (W-T)

1. Globalisasi; 2. Perbedaan persepsi dalam membaca Peraturan dengan Pemeriksa; 3. Informasi semakin terbukadan perubahan peraturan yang sangat cepat. 1. Meningkatkan Kinerja Aparatur; 2. Meningkatkan konsolidasi dan koordinasi dengan SKPD terkait; 3. Meningkatkan jangkauan akses informasi dan antisipasi perubahan. 1. Peningkatan kapasitas sumber daya aparatur

2. Meningkatkan budaya

kerja dan koordinasi dengan pemeriksa

3. Kerjasama dengan

(16)

Berdasarkan pilihan strategi yang dikembangkan dari analisis SWOT di atas, dilakukan penetapan urutan strategi pilihan sebagai berikut:

MATRIK PENETAPAN URUTAN ASUMSI STRATEGI PILIHAN UNTUK MENCAPAI FKK

ASUMSI STRATEJIK KETERKAITAN DENGAN URUTAN

PILIHAN STRATEGI

VISI MISI NILAI-NILAI

1 2 3 4 5 S-O : 1. Peningkatan Kompetensi BPKAD; 2. Peningkatan Eksistensi BPKAD;

3. Peningkatan Relasi dan

wawasan Aparatur BPKAD. 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 2 4 3 3 4 4 4 4 2 2 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 2 41 ( I ) 38 ( IV ) 33 ( IX ) S-T : 1. Meningkatkan Kinerja Aparatur; 2. Meningkatkan Konsolidasi dan Koordinasi dgn SKPD Terkait; 3. Meningkatkan jangkauan

akses informasi dan

antisipasi perubahan. 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 2 3 4 3 4 4 3 4 3 3 1 3 4 2 3 3 4 3 4 4 4 2 4 40 ( II ) 34 ( VIII ) 36 ( VI ) W-O : 1. Tingkatkan Volume Pendidikan fungsional di BPKAD; 2. Meningkatkan bantuan

keuangan Provinsi dan Pusat. 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 2 3 3 4 3 3 2 3 3 39 ( III ) 35 ( VII ) W-T : 1. Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur; 2. Meningkatkan Budaya

Kerja dan Koordinasi

dengan Pemeriksa;

3. Kerjasama dengan Pihak Ketiga 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 1 4 3 3 3 4 2 4 4 3 3 3 2 40 ( II ) 37 ( V ) 32 ( X )

(17)

Nilai Keterkaitan Strategi dengan Visi, Misi, dan Nilai-Nilai menggunakan Skala Likert (Model skala 1—4), yaitu:

4 = Paling Terkait 3 = Terkait

2 = Kurang Terkait 1 = Tidak Terkait

Untuk memberikan fokus dan memperkuat rencana yang memperjelas antara Misi dengan Tujuan, disusun faktor-faktor kunci keberhasilan (Critical Factors Success) yang dikembangkan dari hasil analisis faktor kunci keberhasilan sebagai berikut:

FORMULASI TUJUAN

FKK (CFS)

MISI

CARA FORMULASI TUJUAN

1. Peningkatan kompetensi BPKAD

2. Peningkatan eksistensi BPKAD

3. Meningkatkan budaya kerja dan koordinasi dengan pemeriksa

4. Meningkatkan jangkauan akses informasi

dan antisipasi perubahan

5. Meningkatkan bantuan keuangan provinsi

dan pusat

6. Meningkatkan konsolidasi dan koordinasi dgn SKPD terkait

7. Peningkatan relasi dan wawasan aparatur BPKAD

8. Kerjasama dengan pihak ketiga

Meningkatkan kualitas

pengelolaan keuangan dan aset

daerah sesuai dengan

ketentuan yang berlaku, yang

terukur, berkualitas dan

berkeadilan.

TUJUAN:

1. Terwujudnya pengelolaan keuangan daerah

yang akuntabel, berbasis teknologi dan sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Tercapainya penertiban, penataan,

pemanfaatan dan optimalisasi asset

(18)

BAB IV

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN

4.1. Visi

Visi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar adalah ”Terwujudnya pengelolaan keuangan dan asset daerah yang berkualitas dan akuntabel dalam menunjang efektivitas penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Blitar.

4.2. Misi

Misi yang dirumuskan untuk mencapai visi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar adalah meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan aset daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yang terukur, berkualitas dan berkeadilan.

4.3. Nilai

Nilai-nilai yang ingin dicapai oleh seluruh aparat Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar adalah sebagai berikut :

(1) Disiplin dan bermoral tinggi;

(2) Bekerja dalam kebersamaan;

(3) Kematangan dan berinteraksi dalam mengatasi permasalahan;

(4) Profesional.

4.4. Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai yaitu: ”Semua hak dan kewajiban daerah yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik daerah berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut dapat dikelola secara tertib, taat pada peraturan

(19)

perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan”

Seluruh aparat Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar tidak punya niatan menyimpang dari peraturan yang berlaku, apalagi melibatkan diri baik secara langsung ataupun tidak langsung dalam perbuatan KKN. Namun bila disana sini masih terdapat kekurangan itu semata-mata karena masih dalam proses learning by doing untuk menyesuaikan dengan perubahan pesat yang cepat. Dari tujuan yang diinginkan tersebut ditetapkan ke dalam tujuan strategik untuk mengimplementasikan misi.

Tujuan strategik tersebut terdiri dari:

1. Terwujudnya pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel, berbasis

teknologi dan sesuai ketentuan yang berlaku;

2. Tercapainya penertiban, penataan, pemanfaatan dan optimalisasi asset daerah.

4.5. Sasaran

Sasaran merupakan suatu kondisi ideal yang hendak dicapai dalam rangka pengelolaan keuangan dan asset daerah. Sasaran yang ingin dicapai tersebut antara lain :

1. Meningkatkan pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel, berbasis

teknologi dan sesuai ketentuan yang berlaku;

2. Meningkatkan penertiban, penataan, pemanfaatan dan optimalisasi asset daerah.

4.6. Strategi

Strategi yang akan dilakukan adalah mengoptimalkan kekuatan internal yang sudah ada seperti dengan peningkatan kualitas sumber daya aparatur dan komitmen karyawan yang tinggi.

(20)

Kemudian akan meminimalisir faktor kelemahan internal seperti halnya kemampuan teknis fungsional, beban kerja yang belum terstandarisasi dan sarana prasarana yang sudah tidak memadai. Bahkan di pihak lain mencari solusi terhadap ancaman masa depan seperti halnya pengaruh globalisasi, adanya perbedaan persepsi dalam membaca peraturan dengan pemeriksa, informasi yang semakin terbuka serta perubahan peraturan yang sangat cepat.

Dari gambaran tersebut disusunlah strategi yang akan dilaksanakan yaitu; 1. Optimalisasi pengelolaan keuangan dan asset daerah;

2. Pengkajian rencana pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk mewujudkan pelaksanaan pengelolaan anggaran pendapatan dan anggaran belanja daerah yang tepat sasaran;

3. Pemenuhan kebutuhan dalam pelayanan administrasi perkantoran dan

pengelolaan administrasi aset daerah sebagai penunjang tupoksi SKPD;

4. Peningkatan sistem pengelolaan administrasi pendapatan dan belanja daerah;

5. Peningkatan profesionalisme aparatur sesuai tuntutan kebutuhan pemenuhan

SDM yang handal. 4.7. Kebijakan

Kebijakan, mensinerjikan lingkungan strategis dalam bentuk IFAS dan EFAS dengan memperhatikan faktor penentu keberhasilan dan kegagalan sebagai daya ungkit permasalahan yang rumit dan kompleks disederhanakan dalam penanganan yang sistemik, untuk itu dalam implementasinya dilakukan langkah-langkah yang tergambar dalam diagram sebagai berikut:

(21)

TAHAPAN KEBIJAKAN BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN BLITAR (2014-2016)

Arahan kebijakan yang dirumuskan dalam menentukan program dan kegiatan adalah:

1. Pola kemitraan pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan pengelolaan

keuangan dan asset daerah;

2. Pemenuhan kebutuhan sarana prasarana sebagai penunjang pelayanan

administrasi perkantoran;

3. Efektifitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan SKPD yang transparan dan akuntabel yang tersaji dalam suatu proses manajemen sebagai penunjang pelayanan administrasi perkantoran;

4. Sistem pengelolaan keuangan dan asset daerah berdasarkan peraturan dan

perundang-undangan yang memperhatikan perkembangan dampak ekonomi makro dan mikro;

5. Mengembangkan potensi kemampuan personil sesuai bidang dan

tanggungjawabnya serta penerapan reward dan punishment terhadap prestasi kerja yang terukur.

(22)

BAB V

PROGRAM, KEGIATAN DAN INDIKATOR KINERJA

Dengan ditetapkan tujuan, strategi dan kebijakan untuk mencapai sasaran, maka disusunlah program-program yang dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan dengan indikator kinerja yang telah ditentukan sebagai action dalam pemenuhan organization progress.

5.1 Program Kegiatan dan Indikator Kinerja Program SKPD

1. Program pelayanan Administrasi Perkantoran.

Program ini bertujuan sebagai media pendukung pelaksanaan seluruh program dan kegiatan yang mana kebijakannya mengarah pada peningkatan kualitas pelayanan prima bidang administrasi perkantoran. Indikator hasil dari program ini adalah terwujudnya suatu pelayanan administrasi perkantoran yang sesuai dengan pelayanan prima dan peningkatan pengolahan administrasi barang daerah.

2. Program peningkatkan sarana prasarana aparatur

Arahan kebijakan dari program ini adalah pemenuhan kebutuhan sarana prasarana dalam penunjang sistem pelayanan prima. Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam program ini mengarah pada bagaimana cara mengoptimalkan sarana prasarana yang ada. Adapun kegiatan yang akan dilaksanakannya adalah:

2.1. Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor/aset pemkab

Indikator hasil dari kegiatan ini adalah terpeliharanya keadaan gedung kantor / asset pemkab.

2.2.Peningkatan Sarana dan Prasarana aparatur

Indikator hasil dari kegiatan ini adalah tersedianya kendaraan dinas/operasional yang dibutuhkan BPKAD Kabupaten Blitar

(23)

3. Program peningkatan sumberdaya aparatur

3.1.Pendidikan dan pelatihan formal;

Untuk memenuhi kebutuhan Sumberdaya manusia yang handal maka diperlukan pelatihan dan pendidikan formal di bidang pengelolaan keuangan daerah. Indikator hasil dari kegiatan ini adalah terpenuhinya SDM yang mampu dan berkompeten di bidang Pengelolaan keuangan Daerah.

3.2.Bimtek Implementasi Peraturan Perundang-Undangan.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempertajam kemampuan personil dan penyeragaman sistem pengelolaan tata administrasi dalam pengimplementasian peraturan perundang-undangan. Indikator hasil dari kegiatan ini adalah sumberdaya manusia yang handal dan memiliki wawasan pengetahuan dalam pengimplementasian peraturan perundang-undangan didalam pengelolaan pendapatan, keuangan dan aset daerah.

4. Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan

keuangan

4.1.Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD;

Indikator hasil dari kegiatan ini adalah tersajikannya laporan capaian kinerja yang terukur dan ikhtisar realisasi kinerja dalam satu tahun anggaran sebagai dasar pelaporan pelaksanan tugas pokok dan fungsi SKPD;

5. Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah

5.1. Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang APBD;

Kegiatan ini merupakan kegiatan perencanaan pelaksanaan pendapatan dan belanja daerah yang disusun berdasarkan kebutuhan tiap-tiap unit pelaksana pemerintah daerah yang mana prosesnya telah melalui beberapa kajian oleh tim anggaran pemerintah daerah. Indikator hasil dari kegiatan ini adalah tersusunnya rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja derah tahun per tahun anggaran.

(24)

5.2. Penyusunan raperpub tentang penjabaran APBD;

Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan penyusunan rancangan peraturan daerah tentang APBD. Indikator hasil yang di harapkan adalah tersusunnya penjabaran anggaran pendapatan dan belanja derah Kabupaten Blitar per tahun anggaran.

5.3. Penyusunan raperda tentang perubahan APBD;

Untuk mengimbangi perubahan faktor-faktor baik internal maupun eksternal maka dalam pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah dilakukan beberapa kajian tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Indikator hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tersusunnya rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD tahun anggaran yang efektif dan efisien serta dapat dipertanggungjawabkan.

5.4. Penyusunan raperbup tentang penjabaran perubahan APBD;

Sasaran, tujuan dan arahan kegiatan ini sama halnya dengan kegiatan penyusunan raperda tentang perubahan APBD.

5.5. Penyusunan Analisis Standar Belanja

Kegiatan ini terdiri dari beberapa sub kegiatan yang mengarah pada penganalisaan standar belanja yang akan digunakan Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar dalam mewujudkan Visi dan Misi Kabupaten Blitar. Indikator hasil dari kegiatan ini adalah Standar Belanja Pemerintah Daerah yang memperhatikan aspek perkembangan ekonomi makro dan mikro.

5.6. Penyusunan raperda dan ranperbup tentang pertanggungjawaban

pelaksanaan APBD

Indikator kegiatan ini adalah akuntabilitas pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja dalam bentuk rancangan peraturan daerah dan rancangan peraturan bupati.

(25)

5.7. Penyusunan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah

Indikator kegiatan ini adalah pengelolaan keuangan daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

5.8. Peningkatan pelayanan dan fasilitasi penerimaan daerah

Indikator kegiatan ini adalah target penerimaan daerah tercapai secara optimal.

5.9. Penatausahaan Akuntansi atas Pelaksanaan APBD

Indikator kegiatan ini adalah tersedianya data laporan realisasi pelaksanaan APBD.

5.10. Penyelenggaraan monitoring, koordinasi dan pelaporan realisasi transfer

dana dari pemerintah pusat

Indikator kegiatan ini adalah terpantaunya realisasi transfer dana dari pemerintah pusat.

5.11. Penyediaan komponen dan jasa administrasi pengelolaan kas

Indikator kegiatan ini adalah administrasi pengelolaan kas daerah yang tertib.

5.12. Verifikasi RKA, DPA dan DPPA SKPD

Indikator kegiatan ini adalah terselenggaranya asistensi terhadap verifikasi DPA-SKPD, DPPA-SKPD dan RKA-SKPD sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebanyak 90 SKPD.

5.13. Penyusunan Penatausahaan Pelaksanaan APBD

Indikator kegiatan ini adalah penatausahaan pelaksanaan APBD sesuai ketentuan yang berlaku.

5.14. Pengelolaan dan Penatausahaan Gaji PNSD

Indikator kegiatan ini adalah terbayarnya gaji PNSD se Kab Blitar.

5.15. Penyusunan Ranperda dan Ranperbup tentang APBD tahun berikutnya

Indikator kegiatan ini adalah sasaran, tujuan dan arahan kegiatan ini sama halnya dengan kegiatan penyusunan raperda tentang APBD.

(26)

5.16. Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Pengelolaan Keuangan

Indikator kegiatan ini adalah penganggaran dan pelaksanaan pengelolaan keuangan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

5.17. Penyusunan Perbup Kebijakan Akuntansi Pemerintah Daerah

Indikator kegiatan ini adalah pedoman kebijakan akuntansi pemerintah daerah bagi SKPD.

5.18. Penyusunan Ranperda dan Ranperbup tentang APBD tahun berjalan

Indikator kegiatan ini adalah sasaran, tujuan dan arahan kegiatan ini sama halnya dengan kegiatan penyusunan raperda tentang APBD.

5.19. Penyusunan Standar Biaya Umum

Indikator kegiatan ini adalah pedoman biaya umum bagi seluruh SKPD.

5.20. Penyusunan Standart Operasional dan Prosedur BPKAD

Indikator kegiatan ini adalah tugas dan fungsi SKPD sesuai dengan SOP.

5.21. Penatausahaan Belanja Tidak Langsung PPKD

Indikator kegiatan ini adalah pengelolaan keuangan sesuai ketentuan yang berlaku.

5.22. Penyusunan Perda tentang Pokok Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah

Indikator kegiatan ini adalah pengelolaan keuangan sesuai ketentuan yang berlaku.

5.23. Peningkatan Penelitian Dokumen Pengajuan Pencairan Dana SKPD se

Kabupaten Blitar

Indikator kegiatan ini adalah pengelolaan keuangan sesuai ketentuan yang berlaku.

6. Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Kabupaten

6.1. Pembinaan dan Pengelolaan Keuangan Daerah Se Kab. Blitar

Indikator kegiatan ini adalah meningkatnya sumber daya aparatur yang kompeten.

(27)

6.2. Penatausahaan dan Pengelolaan Keuangan Daerah se-Kab. Blitar

Indikator kegiatan ini adalah Pengelolaan keuangan sesuai ketentuan yang berlaku

6.3. Pembuatan Surat Penyediaan Dana (SPD)

Indikator kegiatan ini adalah Tersedianya kelengkapan dokumen pencairan dana kegiatan

6.4. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan penatausahaan pengelolaan

keuangan daerah di wilayah

Indikator kegiatan ini adalah Penatausahaan pengelolaan keuangan yang tertib

7. Program Perumusan Kebijakan Pengelolaan Asset Daerah

7.1. Penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi

Indikator hasil dari kegiatan ini adalah menurunnya kerugian daerah.

7.2. Penyelesaian Permasalahan Tanah Asset Pemkab Blitar

Indikator hasil dari kegiatan ini adalah kejelasan status legalitas asset Pemkab Blitar

7.3. Pelaksanaan Penghapusan dan Pemanfaatan Barang Daerah

Indikator hasil dari kegiatan ini adalah tersedianya data barang daerah yang akurat.

7.4. Operasional pengelolaan Tanah Eks Bengkok di Kelurahan

Indikator hasil dari kegiatan ini adalah tanah eks bengkok dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

7.5. Pendataan dan penilaian asset Pemerintah Kabupaten Blitar

Indikator hasil dari kegiatan ini adalah administrasi asset daerah yang tertib.

7.6. Pensertifikatan Tanah dan Pengamanan Asset Pemerintah Daerah

Indikator hasil dari kegiatan ini adalah terbit sertifikat tanah asset Pemkab Blitar.

(28)

7.7. Monitoring, evaluasi, verifikasi, pemanfaatan, dan penghapusan barang daerah

Indikator hasil dari kegiatan ini adalah tertib administrasi dalam pemanfaatan asset daerah

7.8. Penyusunan Standart Harga Barang

Indikator hasil dari kegiatan ini adalah tertib belanja.

5.2 Program dan Kegiatan Lintas SKPD

Program dan kegiatan ini dalam formulasi dan rancangannya melibatkan SKPD lain. Dari beberapa program dan kegiatan yang tertuang dalam Renstra 2014-2016 terdapat beberapa program dan kegiatan lintas SKPD yang dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL 5.2.1

PROGRAM DAN KEGIATAN LINTAS SKPD

PROGRAM KEGIATAN LINTAS SKPD

Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah 1. Penyusunan analisis standar belanja 2. Penyusunan standar satuan harga 3. Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD

4. Penyusunan Raperda tentang Penjabaran APBD 5. Penyusunan Raperda tentang Perubahan APBD 6. Penyusunan Raperda tentang Penjabaran Perubahan APBD 7. Penyusunan Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Seluruh SKPD Kabupaten Blitar Seluruh SKPD Kabupaten Blitar Seluruh SKPD Kabupaten Blitar Seluruh SKPD Kabupaten Blitar Seluruh SKPD Kabupaten Blitar Seluruh SKPD Kabupaten Blitar Seluruh SKPD Kabupaten Blitar Seluruh SKPD Kabupaten Blitar

(29)

8. Peningkatan manajemen

aset/barang daerah 9. Fasilitas penyaluran

bantuan keuangan dan sosial Seluruh SKPD Kabupaten Blitar Seluruh SKPD Kabupaten Blitar Pelayanan Administrasi Perkantoran 1. Penyediaan Jasa Pemeliharaan Seluruh SKPD Kabupaten Blitar Peningkatan kapasitas Sumberdaya Aparatur 1. Bimbingan Teknis Implementasi Paket Regulasi tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Seluruh SKPD Kabupaten Blitar

(30)

BAB VI

PENUTUP

Rencana strategik SKPD Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar 2014-2016 merupakan serangkaian tindakan yang disusun dengan melibatkan seluruh jajaran organisasi dengan harapan bahwa rencana strategik ini dapat diimplementasikan dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.

Seluruh rangkaian tindakan yang tertuang dalam renstra ini merupakan upaya menggali berbagai potensi sumber daya yang ada dan memperkuat tujuan pencapaian visi Kabupaten Blitar. Dengan telah disepakati renstra ini, maka untuk menjamin keberhasilan dalam pelaksanaannya perlu segera melaksanakan konsolidasi ke dalam sehingga timbul presepsi yang sama dalam mengaktualisasikan pada bidang tugas masing-masing. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar harus dapat meningkatkan komunikasi baik vertikal maupun horizontal antar perangkat daerah dengan harapan bahwa arus informasi yang diterima merupakan salah satu aspek penentu keberhasilan / kegagalan pelaksanaan visi dan misi.

Rencana strategik yang telah disusun diharapkan mampu memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi atau kemungkinan yang akan timbul di kemudian hari, oleh karena itu komitmen di antara semua jajaran harus dijungjung tinggi sehingga tujuan akhir dalam rangka mendukung masyarakat Kabupaten Blitar yang lebih cerdas, sehat dan sejahtera dapat tercapai.

Blitar, ……… Tim Penyusun

(31)

SASARAN STRATEGIS DAN INDIKATOR KINERJA TAHUN 2014 – 2016 BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASSET DAERAH No.

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1.

Meningkatkan pengelolaan

keuangan daerah yang

akuntabel, berbasis teknologi dan sesuai ketentuan yang berlaku

Persentase Ketepatan Waktu Penetapan

APBD dan APBD Perubahan 70% 80% 90%

Persentase Ketepatan penerbitan dokumen

dan Laporan Keuangan oleh SKPD 60% 70% 80%

Persentase ketepatan waktu penerbitan

SP2D 60% 70% 80%

2.

Meningkatkan penertiban,

penataan, pemanfaatan dan optimalisasi asset daerah.

Persentase Sertifikasi tanah aset

Pemerintah Kabupaten 60% 70% 80%

Referensi

Dokumen terkait

Hal tersebut sesuai dengan teori dari tipologi kant terkait kepribadian yang menjelaskan bahwa plegmatis merupakan tipe kepribadiann yang cenderung ke arah

Hasil dari respon sistem PI dengan gangguan dapat kita ketahui bahwa walaupun dilakukan penambahan cairan bersuhu lebih tinggi sistem dapat mengembalikan keadaan

Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model matematika pengeringan lapisan tipis yang sesuai untuk menggambarkan kinetika pengeringan rumput

Perlu mempertimbangkan saat tanam yang tepat untuk penanaman kempat komoditas yang ingin dikembangkan di lokasi kegiatan, dan sesuai dengan karakteristi musim

Dari hasil rekapitulasi yang diperoleh akan digunakan Rating Scale untuk mengetahui pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan, dengan

Sedangkan untuk misi sanitasi Kabupaten Batang atau yang lebih luas disebut sektor air minum dan penyehatan lingkungan merujuk pada misi ke 3 dan ke 4 dari misi Kabupaten dalam

penelitian tersebut disimpulkan bahwa revisi kepercayaan pada keputusan harga saham secara signifikan lebih besar (kecil) dalam kondisi ber urutan, ketika

Seluruh mahasiswa dan staf Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kristen Maranatha yang telah mendukung, dan menyediakan waktu dan tenaga dalam penyusunan