• Tidak ada hasil yang ditemukan

Reference Pembuatan Tepung Wortel serta Penetapan Kadar Protein dan Lemak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Reference Pembuatan Tepung Wortel serta Penetapan Kadar Protein dan Lemak"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2011). Tepung Wortel

pada tanggal 30 Juni 2014.

Anonim. (2012). Manfaat Protein untuk Tubuh. http://www.melindahospital.com. Diakses pada tanggal 29 Juni 2014.

Anonim. (2014). Mengenal Macam-Macam Tepung dan Kegunaanya.

Apriliaw, M. (2011). Antioksida Alami. Yogyakarta: Graha Ilmu. Hal 23.

Auliana, R. (2009). Gizi dan Pengolahan Pangan. Cetakan Ketiga. Yogyakarta: Mitra Gama Widya. Hal. 1 - 2, 13 - 14.

Badan Standarisasi Nasional (1992). Cara Uji Makanan dan Minuman. SNI 01-2891-1992. Hal. 4-8.

Badan Standarisasi Nasional (1993). Tepung Maizena. SNI 01-3780-1993. Hal. 1.

Badan Standarisasi Nasional (1995). Tepung Jagung. SNI 01-3727-1995. Hal. 2.

Badan Standarisasi Nasional (1995). Tepung Pisang. SNI 01-3841-1995. Hal. 2.

Badan Standarisasi Nasional (1998). Tepung Ketan. SNI 01-4477-1998. Hal. 1.

Badan Standarisasi Nasional (2006). Tepung Terigu. SNI 01-3751-2006. Hal. 1.

Badan Standarisasi Nasional (2008). Tepung Beras. SNI 3549 : 2009. Hal. 1.

Badan Standarisasi Nasional (2008). Tepung Sagu. SNI 3729: 2008. Hal. 1-5, 7-9.

Badan Standarisasi Nasional (2009). Tepung Terigu. SNI 3751: 2009. Hal. 2-8.

Badan Standarisasi Nasional (2011). Tepung Tapioka. SNI 3451: 2011. Hal. 1.

Bintang, M. (2010). Biokimia Teknik Penelitian. Jakarta: Erlangga. Hal. 108 – 111.

Cahyono, B. (2002). Wortel Teknik Budidaya dan Analisa Usaha Tani. Cetakan Keenam. Yogyakarta: Kanisius. Hal. 10, 14.

(2)

Christiana, Erny, Teltje dan Djarkasi. (2011). Pengaruh Penambahan Tepung Wortel Pada Pembuatan Sosis Ikan Gabus. Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi. 6 (3): 24 - 34.

Deman, J. M. (1998). Kimia Makanan. Edisi Kedua. Bandung: Penerbit ITB. Hal. 41.

Forsythe, W. A. (1995). Nutrition and You with Readings. Edisi III. Washington: Publishing Company of Raleigh Inc. Hal 101 – 105.

Gandjar, I. G., dan Rohman, A. (2009). Kimia Farmasi Analisis. Cetakan Ketiga. Yogjakarta: Pustaka Pelajar. Hal. 17, 30-32.

Hardjosentono, M., Wijato, Rachlan, E., Badra, I. W., Tarmana, D. R. (2010). Mesin-Mesin Pertanian. Cetakan Ketiga Belas. Jakarta: Bumi Aksara. Hal 157.

Krisno, A. (2009). Dasar-Dasar Ilmu Gizi. Cetakan Keempat. Malang: UMM Press. Hal. 56.

Nasution, R. (2003). Teknik Sampling. tanggal 28 Mei 2014.

Poedjiadi, A. dan Supriyanti, T. (2009). Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: UI-Press Hal. 51, 81.

Rini, A. (2010). Budidaya Wortel dan Lobak. Cetakan Ketiga. Jakarta: Penebar Swadaya. Hal 11.

Rochimiwati, S.N. (2011). Pembuatan Aneka Jajanan Pasar dengan Subsitusi Tepung Wortel untuk anak Balita.Jurnal Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Makasar. 2 (3): 11 - 14.

Rosida dan Purwati. (2010). Pengaruh Subsitusi Tepung Wortel Terhadap Karakteristik Keripik Wortel Simulasi. Jurnal Teknologi Pertanian. April 2010. 9 (1): 19 - 24.

Rukmana, R. (2011). Bertanam Wortel. Jakarta: Kanisius Utama. Hal 56.

Samadi, M. (2014). Kitab Jus Buah dan Sayur. Cetakan I. Yogjakarta. Jl. Purwodadi, Sleman, Yogjakarta. Hal. 45, 46, 50.

Slamet, A. (2011). Fortifikasi Tepung Wortel dalam Pembuatan Bubur Instan untuk Peningkatan Provitamin A. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian. Maret 2011. 4 (6): 1 - 8.

(3)

Sudarmadji, S.,Haryono, B., dan Suhardi. (1976). Prosedur Analisa Untuk BahanMakanan danPertanian. Edisi I. Liberty: Yogjakarta. Hal. 51-53.

Sudarmadji, S.,Haryono, B., dan Suhardi. (2007).Analisa Untuk BahanMakanan danPertanian.Edisi III. Liberty: Yogjakarta. Hal. 119, 123, 141.

Suhardjo dan Kusharto, C.M. (2010). Prinsip-Prinsip Ilmu Gizi. Yogjakarta: Penerbit Kanisius. Hal 31.

Sulihandari, Nurlaila, A., dan Hartanti. (2013). Herbal, Sayur dan Buah Ajaib. Jogjakarta: Trans Idea Publishing. Hal. 120.

Tjitrosoepomo, G. (2010). Taksonomi Tumbuhan. Cetakan Kelima. Yogjakarta: Gadjah Mada University Press. Hal 56

Vogel, A.I.(1979). Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Bagian I. Edisi Kelima. Jakarta: PT Kalman Media Pustaka. Hal.630, 635.

Vogel, A.I.(1985). Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Bagian I. Edisi Kelima. Jakarta: PT Kalman Media Pustaka. Hal. 303.

Winarno, F.G. (2004). Kimia Pangan dan Gizi. Cetakan Kesebelas. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Hal. 15, 17, 20.

Wirakusuma, E. (2013). Jus Buah dan Sayuran. Cetakan XXV. Jakarta: Penerbit Plus (Penebar Swadaya Grup). Hal. 56.

Referensi

Dokumen terkait

Nilai kesukaan yang paling tinggi terhadap biskuit crackers terdapat pada produk tanpa substitusi bekatul dengan rataan tertinggi yaitu 4,05 menggunakan skala hedonik, dan

Daftar analisis ragam warna mie ciam wortel sebelum dimasak (Hedonik), uji LSR efek utama pengaruh perbandingan tepung komposit dengan sari wortel terhadap warna dari mie ciam

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG WORTEL PADA PEMBUATAN BISKUIT DITINJAU DARI KADAR β -KAROTEN, SIFAT ORGANOLEPTIK.. DAN

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh subsitusi tepung bekatul pada tepung terigu terhadap kualitas mie basah (berdasarkan sifat fisik, kimia,

Maila, 2011, Subsitusi Parsial Tepung Terigu Pada Pembuatan Mie Kering Kering Ubi Kayu Terhadap Sifat Produk, Skripsi S-1, Fakultas Teknologi Pertanian,

Daftar analisis ragam tekstur mie ciam wortel sebelum dimasak (Hedonik), uji LSR efek utama pengaruh perbandingan tepung komposit dengan sari wortel terhadap tekstur dari mie

Daftar analisis ragam aroma mie ciam wortel yang digoreng (Hedonik), uji LSR efek utama pengaruh perbandingan tepung komposit dengan sari wortel terhadap aroma mie ciam

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh proporsi antara tepung garut, tepung kedelai dan tepung wortel terhadap kualitas produk cookies bebas gluten dan