• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tert

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tert"

Copied!
335
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

Modul Pelatihan

Tenaga Ahli Pemberdayaan

Masyarakat

(4)

Modul Pelatihan

Tenaga Ahli Pemberdayaan

Masyarakat

(5)

MODUL PELATIHAN

TENAGA AHLI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

PROGRAM INOVASI DESA

PENGARAH: Eko Putro Sanjoyo (Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia)

PENANGGUNG JAWAB: Taufik Madjid (Dirjen, Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa)

TIM PENULIS: Wahjudin Sumpeno, Octaviera Herawati, Lingga kartika Suyud, Ludiro Prajoko, Ikhwan Maulana, Lendy Wibowo, Didik Faryanto, Ismail Zainury, Nurulhadi, Hasan Rofiky, Rusdin M. Nur, Roni Budi Sulistyo, Idham Arsyad, Joko Wiryanu, Nurul Hadi, Yossy Suparyo, M. Zaeni, Usman Rauf, Susi Maniez, Riza Surya Kusuma, Adang, Ratih Dewi, Fuad, Borni Kurniawan, Rospita.

REVIEWER:, Muhammad Fachry, Wahyuddin Kessa, Yoseph Lucky

COVER & LAYOUT: Wahjudin Sumpeno

Cetakan Pertama, April 2018

Diterbitkan oleh:

KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

Jl. TMP. Kalibata No. 17 Pasar Minggu Jakarta Selatan 12740 Telp. (021) 79172244, Fax. (021) 7972242

(6)
(7)

Daftar Istilah dan Singkatan

1. Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2. Kewenangan Desa adalah kewenangan yang dimiliki Desa meliputi kewenangan di bidang penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa, Pembinaan Kemasyarakatan Desa, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul dan adat istiadat Desa.

3. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan dan

kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

4. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain dibantu perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa.

5. Badan Permusyawaratan Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk Desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis.

6. Lembaga Kemasyarakatan adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra pemerintah dalam memberdayakan masyarakat.

7. Badan Usaha Milik Desa, selanjutnya disebut BUM Desa, adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.

8. Musyawarah Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah musyawarah antara Badan Permusyawaratan Desa, Pemerintah Desa, dan unsur masyarakat yang diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan Desa untuk menyepakati hal yang bersifat strategis.

(8)

10. Kesepakatan Musyawarah Desa adalah suatu hasil keputusan dari Musyawarah Desa dalam bentuk kesepakatan yang dituangkan dalam Berita Acara kesepakatan Musyawarah Desa yang ditandatangani oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa dan Kepala Desa.

11. Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa.

12. Pembangunan Desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.

13. Perencanaan pembangunan Desa adalah proses tahapan kegiatan yang

diselenggarakan oleh Pemerintah Desa dengan melibatkan Badan

Permusyawaratan Desa dan unsur masyarakat secara partisipatif guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya Desa dalam rangka mencapai tujuan pembangunan Desa.

14. RPJM Desa (Rencana Pembangunan Jangkah Menengah Desa) adalah dokumen

perencanaan untuk periode 6 (enam) tahun yang memuat arah pembangunan Desa, arah kebijakan keuangan Desa, kebijakan umum dan program dan program Satuan Kerja Perangkat (OPD) atau lintas OPD, dan program prioritas kewilayahan disertai dengan rencana kerja.

15. RKP Desa (Rencana Kerja Pemerintah Desa) adalah dokumen perencanaan untuk periode 1 (satu) tahun sebagai penjabaran dari RPJM Desa yang memuat rancangan kerangka ekonomi desa, dengan mempertimbangkan kerangka pendanaan yang dimutakhirkan, program prioritas pembangunan Desa, rencana kerja dan pendanaan serta prakiraan maju, baik yang dilaksanakan langsung oleh Pemerintah Desa maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah dan RPJM Desa.

16. Daftar Usulan RKP Desa adalah penjabaran RPJM Desa yang menjadi bagian dari RKP Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun yang akan diusulkan Pemerintah Desa kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota melalui mekanisme perencanaan pembangunan Daerah.

17. Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban Desa yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban Desa.

18. Aset Desa adalah barang milik Desa yang berasal dari kekayaan asli Desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau perolehan hak lainnya yang syah.

19. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, selanjutnya disebut APB Desa, adalah rencana keuangan tahunan Pemerintahan Desa.

(9)

penyelenggaraan pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaanmasyarakat Desa.

(10)
(11)

Kata Sambutan

Direkturat Jenderal Pembangunan dan

Pemberdayaan Masyarakat Desa

Bismillahirrahmanirrahiim

Atas berkat rahmat Alloh SWT, Kami panjatkan puji dan syukur Alhamdulillah yang telah memberikan kekuatan lahir dan bathin sehingga Modul Pelatihan Program Inovasi Desa (PID) TA 2018 dapat digunakan sebagai panduan peningkatan kapasitas pemangku kepentingan Prgram Inovasi Desa baik di tingkat pusat dan daerah.

Modul Pelatihan PID TA 2018 diinisiasi oleh Direktorat Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi. Program Inovasi Desa hadir sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan Dana Desa dengan memberikan rujukan inovasi pembangunan Desa serta merevitalisasi peran pendamping dalam mendukung pembangunan Desa. Melalui Program Inovasi Desa diharapkan mampu memicu munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif. Program Inovasi Desa merupakan salah satu bentuk dukungan kepada Desa agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan Dana Desa sebagai investasi dalam peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat.

Modul pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pemangku kepentingan yang terlibat agar memahami secara filosofis, teknis serta memandu pendamping dalam memfasilitasi proses percepatan pelaksanaan kegiatan PID. Jika diperlukan penambahan dan pengayaan terkait topik-topik pembahasan dapat diskusikan bersama agar pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Modul Pelatihan PID TA 2018 ini. Semoga Alloh SWT senantiasa memberkati dan membimbing kita semua. Amien.

DIREKTUR JENDERAL

PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA

(12)
(13)

Daftar Isi

Daftar Istilah

Kata Sambutan Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa

Daftar Isi

vii

xi xiii

Pokok Bahasan 1: Kebijakan Pembangunan Desa

1.1. Arah kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa

1.2. Pokok-Pokok Kebijakan Program Inovasi Desa (PID) 1.3. Kebijakan Penanganan Stunting

1.4. Keterbukaan Informasi Publik dalam Pembangunan Desa

3

2.1. Organisasi Program Inovasi Desa (PID) di tingkat Kabupaten/Kota

2.2. Peran TAPM dalam Fasilitasi Program Inovasi Desa (PID)

23 29

Pokok Bahasan 3:

Fasilitasi Pengelolaan Pengetahuan dan

Inovasi Desa (PPID)

3.1. Konsep Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID) 3.2. Fasilitasi Pelaksanaan PPID di tingkat Kabupaten/Kota 3.3. Fasilitasi Peluncuran Bursa Inovasi Desa (BID) di Tingkat

Kabupaten/Kota

35 37

43

Pokok Bahasan 4:

Fasilitasi Penyedia Peningkatan Kapasitas

Teknis Desa (P2KTD)

4.1. Konsep Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) 4.2. Fasilitasi Pemanfatan P2KTD di Tingkat Kabupaten/Kota

55 59

Pokok Bahasan 5: Komunikasi dalam Program Inovasi Desa

5.1. Konsep Komunikasi Program Inovasi Desa (PID) 5.2. Strategi Komunikasi di Tingkat Kabupaten/Kota

67 69

Pokok Bahasan 6:

Pembinaan, Pengendalian, dan Pelaporan

6.1. Fasilitasi Rapat Koordinasi Program Inovasi Desa (PID) 6.2. Pengendalian Kinerja Pendamping Desa dalam Pelaksanaan

Program Inovasi Desa (PID)

6.3. Laporan Pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID)

79

(14)

Pokok Bahasan 7: Fasilitasi Peningkatan Kapasitas Pelaku

Program Inovasi Desa (PID)

7.1. Pendalaman Modul Pelatihan untuk Pelaku Program Inovasi Desa (PID).

7.2. Metode dan Praktik Melatih 7.3. Pengembangan Media Tayang

99 107 117

Pokok Bahasan 8: Evaluasi dan RKTL

8.1. Evaluasi Penyelenggaraan Pelatihan 8.2. Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL)

125 133

(15)

Pokok Bahasan

1

(16)
(17)

POKOK BAHASAN

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DESA

Tujuan

Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat:

• Memahami pokok-pokok kebijakan pembangunan dan

pemberdaya-an masyarakat Desa;

• Memahami pokok-pokok kebijakan Program Inovasi Desa (PID).

Sub Pokok Bahasan

1. Arah Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Desa;

2. Pokok-Pokok Kebijakan Program Inovasi Desa;

3. Peran TAPM dalam Penanganan Stunting;

4. Keterbukaan Informasi Publik dalam Pembangunan Desa.

Waktu

7 JP (315 menit)

(18)
(19)

SUB POKOK BAHASAN 1.1

Arah Kebijakan

Pembangunan dan Pemberdayaan

Masyarakat Desa

Tujuan

Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat:

1. Mampu Menjelaskan Arah Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa;

2. Menguraikan Kebijakan Padat karya Tunai dan Penggunaan 30% Dana Desa untuk upah tenaga Kerja pada kegiatan padat Karya Tunai.

Waktu

2 JP (90 menit)

Metode

Pemaparan fasilitator, membaca cepat (speed reading), tanya jawab, diskusi kelompok dan pemaparan kelompok

Media

• Media Tayang 1.1.1: Arah Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat;

• Lembar Kerja Kelompok 1.1.1: Fasilitasi Pelaksanaan Kebijakan Penggunaan Dana Desa untuk Kegiatan Padat Karya Tunai;

• Lembar Informasi 1.1.1: Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri keuangan, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Tentang Penyelarasan dan Penguatan Kebijakan Percepatan Pelaksanaan Undang-undang Nomer 6 Tahun 2014 Tentang Desa;

(20)

• Lembara Informasi 1.1.3: Permendagri 44 Tahun 2016 Tentang Kewenangan Desa;

• Lembar Informasi 1.1.4: Permendesa 19 tahun 2017 Tahun Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2018;

• Lembar Informasi 1.1.5: Keputusan Menteri Desa PDTT nomor 126 tahun 2017 tentang penetapan desa prioritas sasaran pembangunan desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi;

• Lembar Informasi 1.1.6: Peraturan Menteri Keuangan 225 Tahun 2017 Tentang Perubahan Kedua atas PMK 50/PMK .07/2017 Tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa;

• Lembar Informasi 1.1.7: Peraturan Menteri Keuangan 226 Tahun 2017 Tentang Perubahan Rincian Dana Desa menurut Kabupaten Kota;

• Lembar Informasi 1.1.8: Panduan Kegiatan Padat Karya tunai dan Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Desa untuk kegiatan Padat Karya Tunai).

Alat Bantu

(21)

Proses Penyajian

Kegiatan 1: Arah Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa

1. Menjelaskan tentang tujuan, proses, dan hasil yang diharapkan dari sub pokok bahasan tentang Arah kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa;

2. Lakukan curah pendapat dengan meminta kepada peserta

menceritakan pengalaman selama ini terkait dengan kebijakan Pelaksanaan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa selama ini.

3. Tuliskan point--point dari hasil penjelasan pengalaman peserta sebagai kesimpulan atas sharing pengalaman (hasil refleksi);

4. Lakukan penegasan terkait hal-hal krusial dalam pelaksanaan kebijakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat;

5. Buatlah kesimpulan dengan mengkaitkan kegiatan pembelajaran selanjutnya;

Disarankan pelatih atau penyelenggara membagikan bahan bacaan kepada peserta tentang Pokok-Pokok Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dilakukan sebelum pembelajaran dimulai (jika dimungkinkan pada sesi malam atau istirahat). Hal ini perlu dipertimbangkan agar tidak mengganggu proses pembelajaran karena kesibukan membaca lembar informasi yang dibagikan. Dengan demikian peserta memiliki cukup waktu untuk mempelajari dan memberikan catatan kritis yang akan disampaikan pada saat pembelajaran berlangsung.

Kegiatan 2: Pelaksanaan Kebijakan Penggunaan Dana Desa untuk Kegiatan Padat Karya Tunai

6. Mintalah kepada setiap peserta untuk melakukan pembacaan cepat atas semua peraturan perundangan beserta regulasi yang terkait dengan kebijakan Padat Karya Tunai;

7. Bagilah peserta kedalam 5 kelompok dan meminta kepada setiap kelompok untuk memilih ketua

(22)

9. Mintalah kepada kelompok untuk memaparkan hasil diskusi kelompoknya.

(23)

Lembar Kerja Kelompok 1.1.1

Fasilitasi Pelaksanaan Kebijakan Penggunaan Dana Desa untuk

Kegiatan Padat Karya Tunai

No

Langkah –Langkah

Fasillitasi Pelaksanaan Kebijakan Padat

Karya Tunai

Hasil/Target Capaian

Hambatan/

Tantangan Peran TAPM

1. 2. 3. 4. 5. dst

Catatan:

(1) Format di atas hanya sebagai panduan diskusi saja, masing-masing kelompok dapat memberikan tambahan atau menyesuaikan sesuai kebutuhan;

(2) Matrik di atas digunakan untuk membantu kelompok mendiskusikan pelaksanaan kebijakan Penggunaan Dana Desa untuk kegiatan Padat karya Tunai;

(24)
(25)

SUB POKOK BAHASAN 1.2

Pokok-Pokok Kebijakan

Program Inovasi Desa

Tujuan

Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat:

1. Menjelaskan dasar pemikiran, tujuan dan hasil yang diharapkan dalam Program Inovasi Desa (PID);

2. Menguraikan ruang lingkup Program Inovasi Desa (PID) terkait Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID), Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) dan Manajemen Data;

Waktu

2 JP (90 menit)

Metode

Pemaparan, membaca cepat (speed reading), tanya jawab, diskusi kelompok dan pemaparan kelompok.

Media

• Media Tayang 1.2.1: Pokok-Pokok Kebijakan Program Inovasi Desa

• Lembar Kerja Kelompok 1.2.1: Matrik Ruang Lingkup Program Inovasi Desa (PID)

• Lembar Informasi 1.2.1: Kebijakan Umum Program Inovasi Desa

Alat Bantu

(26)

Proses Penyajian

Kegiatan 1: Memahami Dasar Pemikiran, Tujuan, dan Hasil Program Inovasi Desa (PID)

1. Menjelaskan tentang tujuan, proses, dan hasil yang diharapkan dari kegiatan pembelajaran tentang Dasar Pemikiran, Tujuan, dan Ruang Lingkup Program Inovasi Desa (PID);

2. Bagilah kepada peserta bahan bacaan tentang pokok-pokok kebijakan Program Inovasi Desa untuk dipelajari secara cepat (speed reading);

3. Lakukan curah pendapat untuk menggali pemahaman peserta tentang kebijakan Program Inovasi Desa (PID) dengan mengajukan pertanyaan sebagai berikut:

a. Apakah yang Anda pahami tentang dasar pemikiran, tujuan, dan hasil Program Inovasi Desa (PID)?

b. Mengapa Program Inovasi Desa (PID) penting bagi Desa?

c. Bagaimana Peran TAPM dalam Program Inovasi Desa (PID)?

4. Berikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan tanggapan nya. Pelatih mencatat hal-hal pokok yang berkembang dalam pembahasan dan menuliskannya dalam kertas plano untuk di tempelkan di dinding atau fliptchart.

Kegiatan 2: Ruang Lingkup Program Inovasi Desa (PID)

5. Menjelaskan tentang tujuan, proses, dan hasil yang diharapkan dari kegiatan pembelajaran tentang tahapan Program Inovasi Desa (PID) dengan mengkaitkan hasil pembahasan sebelumnya;

6. Bagilah peserta dalam 3 (tiga) kelompok untuk membahas beberapa topik terkait tiga pilar penting dalam Program Inovasi Desa (PID) yaitu:

Kelompok 1: Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID).

Kelompok 2: Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (p2KTD)

Kelompok 3: Manajemen Data.

7. Berikan kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk

mengidentifikasikan pokok-pokok kebijakan terkait 3 pilar penting dalam Program Inovasi Desa (PID). Hasilnya dicatat dalam Lembar Kerja Kelompok 1.2.1 dan di tempelkan di dinding agar mudah diamatai oleh peserta lain;

(27)

9. Berikan kesempatan kepada peserta atau kelompok lain untuk menaggapi, bertanya, mengkritisi dan mengklarifikasi hal-hal yang perlu mendapatkan penjelasan lebih lanjut;

10. Buatlah catatan dari hasil diskusi yang telah dilakukan;

Kegiatan 3: Penutup Sesi Pembelajaran

11. Lakukan pembulatan dan penegasan hal-hal pokok terkait kebijakan Program Inovasi Desa (PID) termasuk alur mekanisme pelaksanaannya dengan menggunakan Media Tayang 1.2.1;

12. Buatlah kesimpulan dari pembahasan yang telah dilakukan dengan mengkaitkan pembahasan selanjutnya.

(28)

Lembar Kerja Kelompok 1.2.1

Matrik Ruang Lingkup Program Inovasi Desa (PID)

Kelompok 1: Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID)

No Uraian Pokok-Pokok Kebijakan

Tahapan Pelaksanaan

Isu-Isu Kritis Catatan

Kelompok 2: Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD)

No Uraian Pokok-Pokok Kebijakan

Tahapan Pelaksanaan

Isu-Isu Kritis Catatan

Kelompok 3: Manajemen Data

No Uraian Pokok-Pokok Kebijakan

Tahapan Pelaksanaan

(29)

SUB POKOK BAHASAN 1.3

Kebijakan Penanganan Stunting

Tujuan

Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat:

• Menjelaskan pokok-pokok kebijakan dalam penanganan stanting di Indonesia;

• Menjelaskan peran TAPM dalam fasilitasi penanganan stunting.

Waktu

2 JP (90 menit)

Metode

Pemaparan fasilitator, membaca cepat (speed reading), curah pendapat, dan pleno.

Media

• Media Tayang 1.3.1: Peran Pendamping dalam Penanganan Stunting;

• Lembar Kerja 1.3.1: Fasilitasi Pelaksanaan Kebijakan Penanganan Stunting di tingkat Kabupaten/Kota

• Lembar Informasi 1.3.1: Pokok-Pokok Kebijakan Penanganan Stunting;

• Lembar Informasi 1.3.2: Buku Saku Desa dalam Penanganan Stunting;

• Lembar Informasi 1.3.3: 100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting)

Alat Bantu

(30)

Proses Penyajian

Kegiatan 1: Pokok-Pokok Kebijakan dalam Penanganan Stunting

1. Menjelaskan tentang tujuan, proses, dan hasil yang diharapkan dari topik bahasan tentang Pokok-Pokok Kebijakan Penanganan Stunting;

2. Lakukan curah pendapat dengan mengajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut:

a. Apa yang Anda pahami tentang penanganan stunting di Desa?

b. Mengapa masyarakat Desa perlu memahami isu-isu penting dalam penanganan stunting?

c. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh Desa dalam penanganan stunting?

3. Berikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan tanggapan, bertanya, berpendapat dan masukan;

4. Buatlah catatan dari proses curah pendapat yang telah dilakukan, jika diperlukan beberapa pokok pikiran penting tentang isu-isu pokok dalam penanganan stunting di Desa dapat dituliskan di kertas plano atau whiteboard;

5. Lakukan pemaparan sebagai bagian dari penegasan terkait pokok kebijakan tentang penanganan stunting dengan media yang telah disediakan;

6. Buatlah kesimpulan dari pembahasan yang telah dilakukan dengan mengkaitkan pembahasan selanjutnya.

Disarankan pelatih atau penyelenggara membagikan bahan bacaan kepada peserta tentang Kebijakan Penanganan Stunting yang dilakukan sebelum pembelajaran dimulai (jika dimungkinkan pada sesi malam atau istirahat). Hal ini perlu dipertimbangkan agar tidak mengganggu proses pembelajaran karena kesibukan membaca lembar informasi yang dibagikan. Dengan demikian peserta memiliki cukup waktu untuk mempelajari dan memberikan catatan kritis yang akan disampaikan pada saat pembelajaran berlangsung.

Kegiatan 2: Peran TAPM dalam Fasilitasi Penanganan Stunting

7. Menjelaskan tentang tujuan, proses, dan hasil yang diharapkan dari

(31)

8. Berdasarkan isu-isu pokok yang dijelasakan dalam kegiatan sebelumnya mintalah peserta untuk membahas tentang peran TAPM

dalam memfasilitasi penanganan stunting sesuai dengan

kewenangannya, dengan mengajukan pertanyaan pemicu sebagai berikut:

a. Bagaimana peran TAPM di tingkat Kabupaten/Kota dalam memfasilitasi penanganan stunting?

b. Hal-hal apa saja yang perlu menjadi perhatian bagi TAPM dalam mendorong pemangku kepentingan di tingkat Kabupaten/Kota dapat mendorong penanganan stunting?

c. Hambatan/kendala apa saja yang mungkin dihadapi TAPM dalam penanganan stunting?

9. Mintalah peserta membentuk kelompok untuk membahas tentang pertanyaan tersebut dan mencatat hasilnya dalal Lembar Kerja Kelompok 1.3.1;

10. Selanjutnya, mintalah wakil dari masing-masing kelompok untuk memaprakan hasilnya dalam pleno;

11. Berikan kesempatan kepada peserta atau kelompok lain untuk memberikan tanggapan, pendapat dan masukan;

12. Buatlah catatan terkait isu-isu krusial yang berkembang dalam pembahasan. Hasilnya ditempelkan di kertas plano atau whiteboard;

(32)

Lembar Kerja Kelompok 1.3.1

Fasilitasi Pelaksanaan Kebijakan Penanganan Stunting di Tingkat

Kabupaten/Kota

No

Pokok-Pokok Kebijakan dalam

Penanganan Stunting

Dukungan Program Inovasi Desa (PID) dalam Penanganan

Stunting

Hambatan/

Tantangan Peran TAPM

1 2 3 4 5 dst

Catatan:

(1) Format di atas hanya sebagai panduan diskusi saja, masing-masing kelompok dapat memberikan tambahan atau menyesuaikan sesuai kebutuhan;

(2) Matrik di atas digunakan untuk membantu kelompok mendiskusikan pelaksanaan kebijakan Penanganan Stunting di tingkat Kabupaten/Kota mencakup: (a) pokok-pokok kebijakan; (b) dukungan Program Inovasi Desa (PID); (c) hambatan dan tantangan yang dihadapi; serta (d) peran TAPM dalam fasilitas penanganan stunting;

(33)

SUB POKOK BAHASAN 1.4

Keterbukaan Informasi Publik dalam

Pembangunan Desa

Tujuan

Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat menjelaskan pokok-pokok kebijakan keterbukaan informasi publik dalam pembangunan desa.

Waktu

1 JP (45 menit)

Metode

Pemaparan fasilitator, membaca cepat (speed reading), curah pendapat, dan pleno.

Media

• Media Tayang 1.3.1: Keterbukaan Informasi Publik dalam Pembangunan Desa;

• Lembar Informasi 1.3.1: Keterbukaan Informasi Publik dalam Pembangunan Desa.

Alat Bantu

(34)

Proses Penyajian

Kegiatan: Pokok-Pokok Kebijakan Keterbukaan Informasi Publik dalam Pembangunan Desa

1. Menjelaskan tentang tujuan, proses, dan hasil yang diharapkan dari topik bahasan tentang Pokok-Pokok Kebijakan Keterbukaan Informasi Publik dalam Pembangunan Desa;

2. Lakukan curah pendapat dengan mengajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut:

a. Apa yang Anda pahami tentang keterbukaan informasi publik dalam pembangunan Desa?

b. Mengapa keterbukaan publik perlu dibangun?

c. Bagaimana Desa dalam membangun keterbukaan informasi publik?

3. Berikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan tanggapan, bertanya, berpendapat dan masukan;

4. Buatlah catatan dari proses curah pendapat yang telah dilakukan, jika diperlukan beberapa pokok pikiran penting tentang isu-isu pokok dalam keterbukaan informasi publik dalam pembangunan Desa dapat dituliskan di kertas plano atau whiteboard;

5. Lakukan pemaparan sebagai penegasan tentang pokok-pokok

kebijakan tentang keterbukaan informasi public dalam pembangunan desa dengan media yang telah disediakan;

6. Buatlah kesimpulan dari pembahasan yang telah dilakukan dengan mengkaitkan pembahasan selanjutnya.

(35)

Pokok Bahasan

2

(36)
(37)

POKOK BAHASAN 2

POKOK BAHASAN

PELAKU PROGRAM INOVASI DESA

DI TINGKAT KABUPATEN/KOTA

Tujuan

Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat:

• Memahami Organisasi Program Inovasi Desa (PID) di tingkat Kabupaten/Kota;

• Memahami peran TAPM dalam Fasilitasi Program Inovasi Desa (PID).

Sub Pokok Bahasan

1. Organisasi Program Inovasi Desa (PID) di tingkat Kabupaten/Kota;

2. Peran TAPM dalam Fasilitasi Program Inovasi Desa (PID).

Waktu

4 JP (180 menit)

(38)
(39)

SUB POKOK BAHASAN 2.1

Organisasi dan Pelaku

Program Inovasi Desa (PID) di Tingkat

Kabupaten/Kota

Tujuan

Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat:

1. Menjelaskan tentang organisasi dan pelaku yang terlibat dalam Program Inovasi Desa di tingkat Kabupaten/Kota;

2. Menjelaskan hubungan antarpemangku kepentingan dalam Program Inovasi Desa.

Waktu

2 JP (90 menit)

Metode

Pemaparan, Curah Pendapat, Diskusi Kelompok, dan Pleno.

Media

• Media Tayang 2.1.1:

• Lembar Kerja 2.1.1: Pembuatan Diagram Venn dan Matrik Hubungan Pemangku Kepentingan Program Inovasi Desa;

• Lembar Kerja Kelompok 2.1.2: Matrik Diskusi Hubungan Antar Pihak Program Inovasi Desa;

• Lembar Informasi 2.1.1: Hubungan Antarpemangku Kepentingan Program Inovasi Desa.

Alat Bantu

(40)

Proses Penyajian

Kegiatan 1: Identifikasi Pelaku

Program Inovasi Desa (PID)

di Tingkat Kabupaten/Kota

1. Menjelaskan tentang tujuan, proses, dan hasil yang diharapkan dari subpokok bahasan tentang Pelaku Yang Terlibat dalam Program Inovasi Desa;

2. Bagi peserta dalam beberapa kelompok masing-masing kelompok terdiri 5-7 orang;

3. Bagikan meta plan, spidol, lem/plester kertas, kertas plano kepada setiap kelompok. Berikan penugasan kepada kelompok untuk

membuat diagram venn diawali dengan “pembangunan Desa”

a. Identifikasi siapa saja pelaku pembangunan

b. Identifikasi besar kecilnya peran pelaku terhadap pembangunan desa.

c. Susun hubungan antar pelaku dalam pembangunan desa.

4. Berikan kesempatan kepada kelompok untuk mempresentasikan hasil kerjanya dalam pleno;

5. Sepakati satu diagram venn yang menggambarkan secara utuh diagram kelembagaan para pelaku pembangunan desa.

Kegiatan 2: Hubungan Antar PIhak

6. Lakukan pemaparan dan penjelasan tentang struktur organisasi Program Inovasi Desa (PID) termasuk tugas dan fungsi serta pola hubungan antar pihak;

7. Beri kesempatan tanya jawab atau untuk konfirmasi;

8. Mintalah peserta kembali ke dalam kelompok untuk melakukan kajian tentang hubungan antarpelaku Program Inovasi Desa (PID). Bagikan lembar kerja diskusi pemetaan peran pelaku pembangunan;

9. Berdasarkan diagram venn yang telah dibuat:

a. Susun tugas utama dari setiap pelaku pembangunan yang tertera dalam diagram venn.

b. Identifikasi peran yang dapat diberikan kepada pelaku pembangunan desa untuk kegiatan Program Inovasi Desa (PID).

(41)

d. Diskusikan pola kerja yang dapat dibangun antar pelaku untuk pelaksanaa Program Inovasi Desa (PID).

e. Identifikasi faktor-faktor yang mungkin dapat menghambat hubungan antar pihak dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID), dan diskusikan solusinya.

10. Hasil kerja kelompok selanjutnya dipaparkn dalam Pleno;

11. Berikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan tanggapan dan mengkritis hasil kerja kelompok lain;

12. Lakukan penegasan langkah fasilitasi yang akan diambil untuk meminimalisir munculnya permasalahan pada hubungan antarpihak dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID);

(42)

Lembar Kerja Kelompok 2.1.1

Pembuatan Diagram Venn dan

Matrik Diskusi Hubungan Pemangku Kepentingan

Program Inovasi Desa (PID)

Panduan Membuat Diagram Venn

Diagram Venn dapat dibuat di kertas plano, papan tulis, dinding atau white board. Cara lain menggunakan kertas (yang digunting dalam bentuk lingkaran) dan spidol.

Tahapan dalam pelaksanaan Diagram Venn meliputi:

1. Bahaslah dengan rinci pelaku PID baik kelompok atau lembaga-lembaga yang terdapat di tingkat Kabupaten/Kota (lembaga-lembaga yang terkait dengan topik yang akan dibahas);

2. Catatlah daftar kelompok atau lembaga pada flipchart;

3. Guntinglah sebuah lingkaran kertas yang menunjukkan Program Inovasi Desa (PID);

4. Sepakatilah simbol-simbol yang akan digunakan, misalnya:

a. besarnya lingkaran: menunjukkan pentingnya kelompok atau lembaga tersebut terkait pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID) di tingkat Kabupaten/Kota. Semakin penting suatu unit kerja, kelompok atau lembaga, maka semakin besar lingkaran.

b. jarak dari tingkatan sasaran program (Desa): Hal ini menunjukkan manfaat kelompok atau lembaga tersebut. Semakin dekat dengan lingkaran program (PID) maka lembaga tersebut memiliki keterkaitan atau pengaruh terhadap program.

5. Tulislah kesepakatan simbol-simbol tersebut pada flipchart agar mudah diingat oleh peserta;

6. Lakukan pembahasan apakah kelompok atau lembaga tersebut 'penting' menurut pemahaman peserta dan menyepakati besarnya lingkaran yang mewakili lembaga tersebut;

7. Guntinglah kertas-kertas yang berbentuk lingkaran yang besarnya sesuai dengan kesepakatan, tulislah nama lembaga tersebut pada lingkaran itu

8. Letakkanlah lingkaran masyarakat di dinding atau atas lantai;

9. Bahaslah bagaimana manfaat lembaga tersebut terhadap pelaksanaan PID yang ditunjukkan oleh jaraknya dari lingkaran Program Inovasi Desa (PID). Hal yang perlu

diperhatikan ‘pentingnya’ suatu lembaga terhadap pelaksanaan program (yang

(43)

10. Jika semua kelompok atau lembaga telah ditempatkan, periksalah kembali dan diskusikan kebenaran informasi tersebut;

11. Buatlah perubahan kalau memang diperlukan;

12. Mendiskusikan permasalahan dan potensi masing-masing lembaga;

13. Menyimpulkan apa yang dibahas dalam diskusi;

14. Pencatat mendokumentasi semua hasil diskusi dan kalau pembuatan diagram venn dan diskusi sudah selesai, diagram digambar kembali atas kertas (secara lengkap dan sesuai hasil diskusi).

15. Selanjutnya kajialah hasil pembahasan tersebut dalam matrik sebagai berikut:

Matrik Diskusi Hubungan Pemangku Kepentingan Program Inovasi Desa (PID)

Pelaku Peran Dalam Pembangunan

Desa

Peran dalam PID

Kendala dalam HAP

Solusi

Catatan:

(1) Format di atas hanya sebagai panduan diskusi saja, masing-masing kelompok dapat memberikan tambahan atau menyesuaikan sesuai kebutuhan.

(2) Lakukan review terhadap kondisi di masing-masing daerah terkait hubungan pemangku kepentingan pelaksanan Program Inovasi Desa;

(3) Identifikasikan pemangku kepentingan yang terlibat dalam Program Inovasi Desa;

(4) Rumuskan peran masing-masing pemangku kepentingan dalam pembangunan Desa;

(5) Rumuskan peran masing-masing pemangku kepentingan dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa;

(6) Identifikasikan permasalahan atau kendala yang dihadapi dan alternatif pemecahannya.

(44)

Lembar Kerja Kelompok 2.3.1

Matrik Diskusi Hubungan Antar Pihak

Program Inovasi Desa (PID)

Pelaku

Peran Dalam

Pembangunan

Desa

Peran

dalam PID

Kendala

dalam HAP

Solusi

Catatan:

(1) Format di atas hanya sebagai panduan diskusi saja, masing-masing kelompok dapat memberikan tambahan atau menyesuaikan sesuai kebutuhan.

(2) Lakukan review terhadap kondisi di masing-masing daerah terkait hubungan pemangku kepentingan pelaksanan Program Inovasi Desa;

(3) Identifikasikan pemangku kepentingan yang terlibat dalam Program Inovasi Desa;

(4) Rumuskan peran masing-masing pemangku kepentingan dalam pembangunan Desa;

(5) Rumuskan peran masing-masing pemangku kepentingan dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa;

(6) Identifikasikan permasalahan atau kendala yang dihadapi dan alternatif pemecahannya.

(45)

SUB POKOK BAHASAN 2.2

Peran TAPM dalam

Fasilitasi Program Inovasi Desa (PID)

Tujuan

Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat menjelaskan peran TAPM dalam fasilitasi Program Inovasi Desa.

Waktu

1 JP (45 menit)

Metode

Pemaparan fasilitator, pendapat, dan pleno.

Media

• Media Tayang 1.3.1: Peran TAPM dalam Fasilitasi Program Inovasi Desa;

• Lembar Informasi 1.3.1: Tugas dan Tanggung Jawab TAPM;

Alat Bantu

(46)

Proses Penyajian

Kegiatan: Peran TAPM dalam Fasilitasi Program Inovasi Desa (PID)

1. Menjelaskan tentang tujuan, proses, dan hasil yang diharapkan dari

topik bahasan tentang “Peran TAPM dalam Fasilitasi Program Inovasi Desa (PID)”;

2. Berdasarkan isu-isu pokok yang dijelaskan dalam kegiatan sebelumnya mintalah peserta untuk membahas tentang peran TAPM dalam memfasilitasi PID sesuai dengan kewenangannya, dengan mengajukan pertanyaan pemicu, sebagai berikut:

a. Bagaimana peran TAPM di tingkat Kabupaten/Kota dalam memfasilitasi Program Inovasi Desa (PID) ?

b. Hal-hal apa saja yang perlu menjadi perhatian bagi TAPM dalam mendorong pelaku di tingkat Kabupaten/Kota mendukung Program Inovasi Desa (PID)?

c. Hambatan/kendala apa saja yang mungkin dihadapi TAPM dalam fasilitasi Program Inovasi Desa (PID)?

3. Berikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan tanggapan, pendapat dan masukan;

4. Buatlah catatan dari proses curah pendapat yang telah dilakukan. Hasilnya ditempelkan di kertas plano atau whiteboard;

(47)

Pokok Bahasan

3

(48)
(49)

POKOK BAHASAN 3

POKOK BAHASAN

FASILITASI PENGELOLAAN

PENGETAHUAN DAN INOVASI DESA

(PPID)

Tujuan

Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat:

1. Memahami konsep pengelolaan pengetahuan dan inovasi Desa (PPID);

2. Menerapkan keterampilan fasilitasi pelaksanaan PPID di tingkat Kabupaten/Kota.

Sub Pokok Bahasan

1. Konsep Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID);

2. Fasilitasi Pelaksanaan PPID di Tingkat Kabupaten/Kota.

Waktu

3 JP (135 menit)

(50)
(51)

SUB POKOK BAHASAN 3.1

Konsep Pengelolaan Pengetahuan dan

Inovasi Desa (PPID)

Tujuan

Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat menjelaskan tentang konsep pengelolaan pengetahuan dan inovasi Desa (PPID) dalam Program Inovasi Desa.

Waktu

1 JP (45 menit)

Metode

Pemaparan, membaca cepat (speed reading), curah pendapat, dan pleno.

Media

• Media Tayang 3.1.1: Konsep Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID);

• Lembar Informasi 3.1.1: Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa dalam Program Inovasi Desa.

Alat Bantu

(52)

Proses Penyajian

Kegiatan: Konsep Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa

1. Menjelaskan tentang tujuan, proses, dan hasil yang diharapkan dari topik bahasan tentang Konsep Pengeloaan Pengetahuan dan Inovasi Desa;

2. Lakukan curah pendapat dengan mengajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut:

a. Apa yang Anda pahami tentang pengelolaan pengetahuan dan inovasi desa?

b. Mengapa pengelolaan pengetahuan dan inovasi desa dibutuhkan dalam pembangunan Desa?

c. Apa kriteria inovasi dalam Program Inovasi Desa (PID)?

d. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh Desa dalam melakukan pengelolaan pengetahuan dan inovasi Desa?

3. Berikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan tanggapan, bertanya, berpendapat dan masukan;

4. Buatlah catatan dari proses curah pendapat yang telah dilakukan, jika diperlukan beberapa pokok pikiran penting tentang isu-isu pokok terkait pengelolaan pengetahuan dan inovasi Desa dalam mendukung pembangunan Desa dapat dituliskan di kertas plano atau whiteboard;

5. Lakukan pemaparan sebagai penegasan tentang pokok-pokok

kebijakan tentang Pengelolaan Pengetahuan Dan Inovasi Desa dengan media yang telah disediakan;

6. Buatlah kesimpulan dari pembahasan yang telah dilakukan dengan mengkaitkan pembahasan selanjutnya.

(53)

SUB POKOK BAHASAN 3.2

Fasilitasi Pengelolaan Pengetahuan dan

Inovasi Desa di tingkat Kabupaten/Kota

Tujuan

Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat:

1. Menjelaskan mekanisme Pengelolaan Pengetahuan Dan Inovasi Desa (PPID);

2. Memfasilitasi pengelolaan pengetahuan dan inovasi Desa (PPID) dalam Program Inovasi Desa.

Waktu

4 JP ( 180 menit)

Metode

Pemaparan, curah pendapat, diskusi kelompok, dan pleno.

Media

• Media Tayang 3.2.1: Fasilitasi Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID);

• Lembar Kerja 3.2.1: Matrik Diskusi Tahapan Fasilitasi PPID di Tingkat Kabupaten/Kota Program Inovasi Desa (PID);

• Lembar Informasi 3.2.1: Fasilitasi Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa dalam Program Inovasi Desa.

Alat Bantu

(54)

Proses Penyajian

Kegiatan1: Mekanisme Pelaksanaan Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa dalam PID

1. Menjelaskan tentang tujuan, proses, dan hasil yang diharapkan dari topik bahasan tentang mekanisme pelaksanaan Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID) dengan mengakitkan kegiatan belajar sebelumnya;

2. Lakukan curah pendapat dengan mengajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut:

a. Apa yang Anda pahami tentang mekanisme pelaksanaan PPID?

b. Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan PPID di tingkat Kabupaten/Kota?, dan bagaimana peran masing-masing pelaku tersebut?

c. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh TAPM dalam mendorong pelibatan pelaku di tingkat Kabupaten/Kota?

3. Berikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan tanggapan, bertanya, berpendapat dan masukan;

4. Buatlah catatan dari proses curah pendapat yang telah dilakukan, jika diperlukan beberapa pokok pikiran penting tentang isu-isu pokok terkait mekanisme PPID di tingkat Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan PID dapat dituliskan di kertas plano atau whiteboard;

5. Lakukan pemaparan sebagai penegasan tentang mekanisme

pelaksanaan PPID di tingkat Kabupaten/Kota dengan menggunakan media yang telah disediakan;

6. Buatlah kesimpulan dari pembahasan yang telah dilakukan dengan mengkaitkan pembahasan selanjutnya.

Kegiatan 2: Tahapan Fasilitasi PPID di tingkat Kabupaten/Kota

7. Menjelaskan tentang tujuan, proses, dan hasil yang diharapkan dari topik bahasan tentang Fasilitasi Pengelolaan Inovasi dan Pengetahuan dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa;

8. Bagilah peserta dalam 4 – 5 kelompok untuk menyusun rencana kegiatan fasilitasi PPID di tingkat Kabupaten/Kota, sebagai panduan gunakan Lembar Kerja 3.2.1;

9. Berikan kesempatan kepada peserta untuk mendiskusikannya dalam kelompok. Hasilnya ditulis dalam kertas plano dan di tempelkan di dinding agar dapat diamati oleh peserta lain;

(55)

11. Berikan kesempatan kepada peserta lain untuk bertanya, mengajukan pendapat, gagasan, dan saran terkait paparan yang telah dilakukan;

12. Buatlah catatan berupa pokok-pokok pikiran atau rumusan gagasan utama dari hasil pembahasan yang dilakukan dengan menuliskan dalam kartu sebagai pegangan bagi pelatih;

(56)

Lembar Kerja 3.2.1

Matrik Diskusi Tahapan Fasilitasi PPID di Tingkat Kabupaten/Kota

Program Inovasi Desa

Tahapan Kegiatan

Proses

Fasilitasi

Kendala

Solusi

(1) Pengidentifikasian, verifikasi dan pemilihan minimal satu praktik cerdas yang memiliki muatan inovasi per kecamatan;

(2) Pendokumentasian inovasi-inovasi terpilih dalam berbagai format, baik dokumen

pembelajaran tertulis, gambar, audio atau video;

(3) Pengemasan inovasi menjadi materi sosialisasi, publikasi atau promosi dan pelatihan;

(4) Pengunggahan dan

penyimpanan dokumen

pembelajaran (inovasi yang telah didokumentasikan) pada

aplikasi;

(5) Pengidentifikasian media promosi/publikasi/penyebaran dokumen inovasi dan materi lainnya, serta penjalinan

(57)

Tahapan Kegiatan

Proses

Fasilitasi

Kendala

Solusi

(8) Monitoring dan evaluasi pelaksanaan serta dampak pelaksanaan Bursa Inovasi;

(58)
(59)

SUB POKOK BAHASAN 3.3

Fasilitasi Bursa Inovasi Desa di Tingkat

Kabupaten/Kota

Tujuan

Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat:

1. Menjelaskan tentang konsep Bursa Inovasi Desa (BID) di tingkat Kabupaten/Kota;

2. Menjelaskan alur, tahapan dan mekanisme pelaksanaan Bursa Inovasi Desa (BID) di tingkat Kabupaten/Kota;

3. Fasilitasi Bursa Inovasi Desa (BID) di tingkat Kabupaten/ Kota.

Waktu

2 JP ( 90 menit)

Metode

Curah pendapat, studi kasus, diskusi kelompok, simulasi pelucuran BID, pemaparan dan pleno.

Media

• Media Tayang 3.3.1: Fasilitasi Bursa Inovasi Desa (BID) di Tingkat Kabupaten/ Kota;

• Lembar Kerja 3.3.1: Matrik Identifkasi Tahapan Fasilitasi Bursa Inovasi Desa (BID) di tingkat Kabupaten/Kota;

• Lembar Kerja 3.3.2: Daftar Periksa (Check List) Persiapan Bursa Inovasi Desa (BID) di tingkat Kabupaten/Kota;

• Lembar Informasi 3.3.1: Panduan Bursa Inovasi Desa (BID) dalam Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID).

Alat Bantu

Flipt chart, metaplan, spidol, laptop, LCD, Whiteboard

(60)

Kegiatan 1: Konsep Bursa Inovasi Desa (BID) di Tingkat Kabupaten/Kota

1. Menjelaskan tentang tujuan, proses, dan hasil yang diharapkan dari

topik bahasan tentang “Konsep Bursa inovasi Desa (BID) di Tingkat Kabupaten/Kota”;

2. Awali sesi ini dengan melakukan curah pendapat dengan mengajukan beberapa pertanyaan pemicu sebagai berikut:

a. Apa yang Anda pahami tentang latar belakang, tujuan, dan hasil Bursa Inovasi Desa (BID) di tingkat Kabupaten/Kota?

b. Mengapa TAPM perlu memfasilitasi Bursa Inovasi Desa (BID) di tingkat Kabupaten/Kota?

c. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh TAPM dalam memfasilitasi Bursa Inovasi Desa (BID) di tingkat Kabupaten/Kota?

d. Hal-hal apa saja yang perlu menjadi perhatian bagi TAPM dalam mendorong pemangku kepentingan untuk mendukung Bursa Inovasi Desa (BID) di Tingkat Kabupaten/kota?

e. Hambatan/kendala apa saja yang mungkin dihadapi TPID dalam memfasilitasi kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) di tingkat Kabupaten/Kota?

3. Berikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan tanggapan, bertanya, berpendapat dan masukan;

4. Buatlah catatan dari proses curah pendapat yang telah dilakukan, jika diperlukan beberapa pokok pikiran penting tentang isu-isu pokok terkait Bursa Inovasi Desa (BID) di tingkat Kabupaten/Kota dengan menuliskannya di kertas plano atau whiteboard;

5. Lakukan pemaparan sebagai bagian dari penegasan terkait Bursa Inovasi Desa (BID) di tingkat Kabupaten/Kota dengan media yang telah disediakan;

6. Buatlah kesimpulan dari pembahasan yang telah dilakukan dengan mengkaitkan pembahasan selanjutnya.

(61)

memberikan catatan kritis yang akan disampaikan pada saat pembelajaran berlangsung.

Kegiatan 2: Tahapan Fasilitasi Bursa Inovasi Desa (BID) di Tingkat Kabupaten/Kota

7. Menjelaskan tentang tujuan, proses, dan hasil yang diharapkan dari

topik bahasan tentang “Tahapan Fasilitasi Bursa Inovasi Desa (BID) di Tingkat Kabupaten/Kota”;

8. Mintalah peserta mempelajari Panduan Bursa Inovasi Desa (BID). Bagilah peserta dalam beberapa kelompok untuk mengidentifikasi tahapan dalam memfasilitasi kegiatan BID di tingkat Kabupaten/Kota. Hasil diskusi dicatat dalam Lembar Kerja Kelompok 3.3.1;

9. Berikan kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk

mendiskusikannya.

10. Mintalah wakil dari masing-masing kelompok untuk melakukan presentasi hasil diskusinya.

11. Berikan kesempatan kepada peserta atau kelompok lainnya untuk menanggapi dan mengkritisi hasil paparan kelompok.

12. Buatlah catatan penting terkait isu-isu yang perlu mendapat perhatian.

13. Sebelum sesi ditutup, bagikan lembar kerja kelompok 3.3.2 yang berisi lembar check list kegiatan BID yang perlu dilakukan mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi/tindak lanjut paska BID. Berikan penjelasan singkat terhadap lembar checklist tersebut.

14. Mintalah peserta mencermati dan membandingkan dengan hasil kerja yang telah dibuat dan berikan kesempatan untuk bertanya atau klarifikasi jika ada yang kurang jelas.

15. Lakukan penegasan kembali terhadap isu-isu penting dan kesimpulan.

Kegiatan 3: Simulasi Bursa Inovasi Desa (BID) di Tingkat Kabupaten/Kota

16. Menjelaskan tentang tujuan, proses, dan hasil yang diharapkan dari

topik bahasan tentang “Simulasi Bursa Inovasi Desa (BID) di Tingkat

Kabupaten/Kota”;

(62)

18. Berilah waktu bagi peserta untuk mendalami Panduan Bursa Inovasi Desa yang sudah disiapkan;

19. Mintalah 1 orang peserta sebagai koordinator kelas yang akan mengkoordinasikan seluruh proses simulasi yang akan dilakukan. Sebagai coordinator, peserta tersebut akan bertugas untuk memastikan simulasi berjalan sesuai panduan;

20. Semua peserta mendapatkan peran untuk mensimulasikan

penyenggaraan Bursa Inovasi Desa (BID) di Tingkat Kabupaten/Kota sesuai dengan panduan penyelenggaraan BID. Untuk keperluan simulasi, peserta dibagi sesuai dengan kebutuhan simulasi sebagai berikut:

• Sebagai kepala desa

• Sebagai BPD

• Tokoh masyarakat

• Sebagai Camat

• Sebagai TPID

• Petugas meja konsultasi ruang bursa

• Petugas Pengarah acara

• Pendamping Desa

• Petugas penerima Kartu Komitmen dan Kartu IDE

• Koordinator Jendela 1

• Koordinator Jendela 2

• Petugas penerima peserta

• Petugas P2KTD

• PLD

• TAPM

21. Setelah simulasi selesai, mintalah peserta untuk merefleksikan dan memberikan umpan balik terhadap kegiatan simulasi yang telah dilakukan;

22. Buatlah catatan dari hasil refleksi yang telah dilakukan;

23. Buatah penegasan dengan menjelaskan hal-hal sebagai berikut:

a. Pelaksanaan Bursa Inovasi Desa (BID) di Tingkat Kabupaten/Kota merupakan kegiatan pendukung pelaksanaan BID di tingkat Kecamatan dalam rangka pertukaran pengetahuan dan inovasi antara desa.

b. Pentingnya TIK mendorong terjadinya koordinasi antara TPID dan PD/PLD dalam mempersiapkan desa sebelum menghadiri BID.

c. Pentingnya peserta mengisi Kartu Komitmen Replikasi dan Kartu Inovasi Desaku sesuai hasil pra identifikasi yang telah PD/PLD lakukan, dan menyerahkannya kepada penyelenggara BID untuk ditindaklanjuti realisasinya.

(63)

e. Peluncuran Bursa Inovasi Desa (BID) di Tingkat Kabupaten/Kota merupakan media yang strategis untuk mendapatkan dukungan TIK dan Bupati dalam pembinaan kabupaten pada desa untuk peningkatan kualitas perencanaan pembangunan Desa melalui musrenbang desa.

f. Pastikan panitia Bursa Inovasi Desa (BID) di Tingkat Kabupaten/Kota yang diberi tugas di meja konsultasi memahami tugasnya sebagai pemberi informasi dan pastikan terjadi interaksi aktif pada proses bertukar pengalaman inovatif antara tiap meja konsultas dengan perwakilan desa.

(64)

Lembar Kerja 3.3.1

Matrik Identifkasi Tahapan Fasilitasi Kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) di Tingkat Kabupaten/Kota

No. Tahapan Proses Penanggungjawab Kendala

1. Perencanaan BID

a. b. c. d.

2. Pelaksanaan BID

a. b. c. d.

3. Tindak lanjut Paska BID

a. b. c. d.

(65)

Daftar Periksa (Check List) Persiapan Bursa Inovasi Desa (BID) di Tingkat Kabupaten/Kota

No Kegiatan Kebutuhan/Media

Pendukung dengan Staf Camat Rapat koordinasi dengan TIK

2. Pelaksanaan Bursa Inovasi Desa (BID)

(66)

No Kegiatan Kebutuhan/Media dan para pelaku di desa saat kunjungan di setiap meja konsultasi Dan lain-lain.

3. Evaluasi Bursa Inovasi Desa (BID)

(67)

Pokok Bahasan

4

(68)
(69)

POKOK BAHASAN 4

POKOK BAHASAN

FASILITASI PENYEDIA PENINGKATAN

KAPASITAS TEKNIS DESA

(P2KTD)

Tujuan

Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat:

1. Memahami konsep Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD)

2. Menerapkan keterampilan fasilitasi P2KTD dalam pelaksanan Program Inovasi Desa (PID) di tingkat Kabupaten/Kota.

Sub Pokok Bahasan

1. Konsep P2KTD;

2. Fasilitasi P2KTD di Tingkat Kabupaten/ Kota.

Waktu

4 JP (180 menit)

(70)
(71)

SUB POKOK BAHASAN 4.1

Konsep Penyedia Peningkatan Kapasitas

Teknis Desa (P2KTD)

Tujuan

Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat:

1. Menjelaskan konsep P2KTD dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa;

2. Menguraikan perbedaan antara P2KTD dengan Pendamping

Profesional;

Waktu

2 JP (90 menit)

Metode

Pemaparan, Curah Pendapat, Diskusi Kelompok dan Pleno.

Media

• Media Tayang 4.1.1; P2KTD dalam Program Inovasi Desa;

• Lembar Kerja 4.1.1: Matrik Pembahasan Perbedaan Peran P2KTD dengan Pendamping Profesional dalam Program Inovasi Desa;

• Lembar Informasi 4.1.1: P2KTD dalam Program Inovasi Desa.

Alat Bantu

(72)

Proses Penyajian

Kegiatan 1: Memahami Konsep P2KTD

1. Menjelaskan tentang tujuan, proses, dan hasil yang diharapkan dari subpokok bahasan tentang Konsep P2KTD dalam mendukung kegiatan inovasi Desa;

2. Lakukan curah pendapat tentang konsep P2KTD dengan mengajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut:

a. Apa yang Anda pahami tentang P2KTD?

b. Mengapa P2KTD di perlukan dalam mendukung inovasi Desa?

c. Sejauhmana cakupan layanan yang diberikan oleh P2KTD dalam memenuhi kebutuhan teknis pembangunan Desa?

3. Berikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan tanggapan, bertanya, berpendapat dan masukan;

4. Buatlah catatan berupa pokok-pokok pikiran atau rumusan gagasan utama dari hasil pembahasan yang dilakukan dengan menuliskan dalam kartu, kertas plano atau whiteboard;

5. Pada akhir kegiatan ini, pelatih memberikan penegasan dan kesimpulan tentang materi dibantu dengan pemaparan media tanyang yang telah disediakan.

Kegiatan 2: Kedudukan P2KTD dan Pendamping Profesional

6. Menjelaskan tujuan, proses dan hasil yang diharapkan dari kegiatan belajar tentang Kedudukan P2KTD dan Pendamping Profesional dengan mengkaitkan pembelajaran sebelumnya;

7. Bagilah kepada masing-masing peserta dua kartu (metaplan). mintalah masing-masing peserta untuk menuliskan dalam dua buah kartu (metaplan) perbedaan peran antara peran pendamping profesional dan P2KTD dalam mendorong inovasi dan pembangunan Desa. Kartu warna merah untuk pendamping profesional dan kartu putih untuk P2KTD. Setiap peserta diminta menuliskan satu peran pada masing kartu dengan huruf kapital;

8. Berikan kesempatan kepada masing-masing peserta untuk mencatat dalam kartu metaplan. Hasilnya ditempelkan di dinding atau Flip Chart agar dapat diamati oleh peserta lain sebagai panduan gunakan lembar kerja 4.1.1;

(73)

10. Pada akhir sesi, pelatih memberikan penegasan dan kesimpulan tentang perbedaan mendasar antara peran P2KTD dengan pendamping profesional dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa.

Dalam pembahasan pelatih perlu memberikan penekanan bahwa P2KTD merupakan lembaga yang memiliki kompetensi dan kehalian khusus yang diperlukan oleh Desa dan berbeda dengan pendamping profesional yang selama ini melakukan pemangku kepentinganan Desa.

(74)

Lembar Kerja 4.1.1

Matrik Pembahasan Perbedaan Peran P2KTD dan Pendamping Profesional

dalam Program Inovasi Desa (PID)

Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD)

Pendamping Profesional

Catatan:

(1) Buatlah dua kolom yang berisi keterangan tentang P2KTD dan pendamping profesional dalam kertas plano lalu tempelkan di dinding atau papan planel;

(2) Hasil catatan masing-masing peserta di temple sesuai dengan warna metaplan yang telah diberikan;

(75)

SUB POKOK BAHASAN 4.2

Fasilitasi Penyedia Peningkatan Kapasitas

Teknis Desa (P2KTD)

di tingkat Kabupaten/Kota

Tujuan

Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat:

1. Menjelaskan mekanisme P2KTD di tingkat Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID);

2. Memfasilitasi P2KTD di tingkat Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa.

Waktu

2 JP ( 90 menit)

Metode

Pemaparan, curah pendapat, diskusi kelompok, dan pleno.

Media

• Media Tayang 4.2.1: Fasilitasi P2KTD

• Lembar Kerja 4.2.1: Matrik Diskusi Tahapan Fasilitasi P2KTD di Tingkat Kabupaten/Kota Program Inovasi Desa (PID)

• Lembar Informasi 4.2.1: Fasilitasi P2KTD dalam Program Inovasi Desa (PID).

Alat Bantu

(76)

Proses Penyajian

Kegiatan1: Mekanisme Pelaksanaan P2KTD dalam PID

1. Jelaskan tujuan, proses dan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini dikaitkan dengan pembelajaran sebelumnya;

2. Lakukan curah pendapat bersama peserta untuk mengidentifikasi tahapan pokok dalam fasilitasi P2KTD di tingkat Kabupaten/Kota sesuai dengan panduan teknis yang telah ditetapkan;

3. Hasilnya kemudian dituliskan di kertas plano atau papan tulis;

4. Berikan kesempatan kepada peserta untuk mengkalrifikasi hal-hal yang perlu mendapat penjelasan lebih lanjut dan mencatat hal-hal pokok yang disepakati dalam pembahasan

5. Tutuplah kegiatan ini dengan penegasan dan kesimpulan dari pembelajaran yang telah dilakukan.

Kegiatan 2: Tahapan Fasilitasi P2KTD di tingkat Kabupaten/Kota

14. Menjelaskan tentang tujuan, proses, dan hasil yang diharapkan dari topik bahasan tentang Fasilitasi P2KTD di tingkat Kabupaten/Kota mengkaitkan hasil kegiatan belajar sebelumnya;

15. Bagilah peserta dalam 4 – 5 kelompok untuk menyusun rencana kegiatan fasilitasi P2KTD di tingkat Kabupaten/Kota, sebagai panduan gunakan Lembar Kerja 4.2.1;

16. Berdasarkan hasil identifikasi tahapan fasilitasi P2KTD yang telah disepakati pada kegiatan sebelum, selanjutnya kelompok mendiskusi-kan beberapa aspek pokok yang perlu diperhatimendiskusi-kan oleh TAPM dalam setiap tahapan tersebut. Hasilnya ditulis dalam kertas plano dan di tempelkan di dinding agar dapat diamati oleh peserta lain;

17. Mintalah 1 atau 2 kelompok untuk memaparkan hasilnya dalam pleno.

18. Berikan kesempatan kepada peserta lain untuk bertanya, mengajukan pendapat, gagasan, dan saran terkait paparan yang telah dilakukan;

19. Buatlah catatan berupa pokok-pokok pikiran atau rumusan gagasan utama dari hasil pembahasan yang dilakukan dengan menuliskan dalam kartu sebagai pegangan bagi pelatih;

20. Pada akhir sesi, pelatih memberikan penegasan dan kesimpulan tentang materi yang telah dibahas.

21. Buatlah catatan pokok dari hasil pemabahasan dan tanya jawab;

(77)
(78)

Lembar Kerja 4.2.1

Matrik Diskusi Mekanisme P2KTD di tingkat Kabupaten/Kota dalam

Program Inovasi Desa (PID)

No Tahapan Fasilitasi

P2KTD Kabupaten/Kota

Hasil (Output)

Langkah Umum

Pelaku Kendala Tindakan

TAPM

1. Sosialisasi P2KTD 2. Identifikasi dan Verifikasi

P2KTD

3. Pembentukan Pokja P2KTD

4. Pelatihan P2KTD dan Pokja P2KTD

5. Penyusunan Direktori P2KTD

• Inventarisasi dan Verifikasi Penyusunan Direktori P2KTD

• Publikasi Direktori P2KTD

Catatan:

(1) Format di atas hanya sebagai panduan diskusi saja, masing-masing kelompok dapat memberikan tambahan atau menyesuaikan sesuai kebutuhan.

(2) Matrik di atas digunakan untuk menganalisis alur mekanisme atau pentahapan P2KTD di tingkat Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID) yang mengacu pada panduan teknis yang telah ditetapkan.

(79)

Pokok Bahasan

5

(80)
(81)

POKOK BAHASAN 5

POKOK BAHASAN

KOMUNIKASI DALAM PROGRAM

INOVASI DESA

Tujuan

Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat:

1. Memahami konsep Komunikasi dalam Program Inovasi Desa (PID);

2. Mengembangkan strategi komunikasi Program Inovasi Desa (PID) di tingkat Kabupaten/Kota.

Sub Pokok Bahasan

1. Konsep Komunikasi dalam Program Inovasi Desa (PID);

2. Strategi Komunikasi Program Inovasi Desa (PID) di Tingkat Kabupaten/Kota.

Waktu

3 JP (135 menit)

(82)
(83)

SUB POKOK BAHASAN 5.1

Konsep Komunikasi dalam PID

Tujuan

Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat menjelaskan konsep komunikasi dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID).

Waktu

1 JP (45 menit)

Metode

Curah pendapat, pemaparan, dan pleno.

Media

• Media Tayang 5.1.1; Komunikasi dalam Program Inovasi Desa (PID);

• Lembar Informasi 5.1.1: Komunikasi dan Paradigma Pembangunan.

Alat Bantu

(84)

Proses Penyajian

Kegiatan: Konsep Komunikasi dalam Program Inovasi Desa (PID)

1. Menjelaskan tentang tujuan, proses, dan hasil yang diharapkan dari topik bahasan tentang Konsep Komunikasi dalam Program Inovasi Desa (PID);

2. Ajak peserta untuk melakukan curah pendapat dengan pertanyaan kunci sebagai berikut :

a. Mengapa komunikasi penting dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID)?

b. Pendekatan komunikasi apa yang dipakai?

c. Apa perbedaan paradigma komunikasi modernisme, keter-gantungan, dan komunikasi partisipatoris?

3. Jelaskan mengenai konsep komunikasi dengan menggunakan media

tayang 5.1.1. Berikan kesempatan peserta untuk bertanya;

4. Ajak peserta untuk berpikir dan menerima mengapa Program Inovasi Desa (PID) menggunakan paradigma komunikasi partisipatoris;

(85)

SUB POKOK BAHASAN 5.2

Strategi Komunikasi dalam PID di Tingkat

Kabupaten/Kota

Tujuan

Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat:

1. Memetakan pemangku kepentingan sebagai khalayak sasaran dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID);

2. Menyusun strategi komunikasi Program Inovasi Desa (PID) di tingkat Kabupaten/Kota.

Waktu

2 JP (90 menit)

Metode

Curah pendapat, pemaparan, diskusi kelompok, dan pleno.

Media

• Media Tayang 5.2.1; Strategi Komunikasi dalam Program Inovasi Desa (PID);

• Lembar Kerja 5.2.1: Matrik Diskusi Analisis Masalah Komunikasi di tingkat Kabupaten/Kota dalam Program Inovasi Desa;

• Lembar Kerja 5.2.2: Matrik Diskusi Pemetaan Pemangku Kepentingan Khalayak Sasaran di tingkat Kabupaten/Kota dalam Program Inovasi Desa;

• Lembar Informasi 5.2.1: Strategi Komunikasi Program Pembangunan.

Alat Bantu

(86)

Proses Penyajian

Kegiatan 1: Memetakan Pemangku Kepentingan sebagai Khalayak Sasaran

1. Menjelaskan tentang tujuan, proses, dan hasil yang diharapkan dari topik bahasan tentang Pemetaan Pemangku Kepentingan sebagai Khalayak Sasaran dalam komunikasi PID di Tingkat Kabupaten/Kota dengan mengkaitkan pembelajaran sebelumnya;

2. Bagilah peserta dalam 4 – 5 kelompok untuk memetakan pemangku kepentingan sebagai khalayak sasaran dalam komunikasi PID di tingkat Kabupaten/Kota;

3. Ajaklah kelompok untuk: (1) melakukan analisis masalah komunikasi di wilayah dampingan; (2) memetakan pemangku kepentingan dan menentukan khalayak sasaran. Gunakan Lembar Kerja 5.2.1 dan 5.2.2 sebagai acuan diskusi kelompok. Beri penjelasan cara mengisi matriks sebelum diskusi kelompok dimulai;

4. Berikan kesempatan kepada peserta untuk mendiskusikannya dalam kelompok. Hasilnya ditulis dalam kertas plano dan di tempelkan di dinding agar dapat diamati oleh peserta lain;

5. Mintalah 1 atau 2 kelompok untuk memaparkan hasilnya dalam pleno;

6. Berikan kesempatan kepada peserta lain untuk bertanya, mengajukan pendapat, gagasan, dan saran terkait paparan yang telah dilakukan;

7. Buatlah catatan berupa pokok-pokok pikiran atau rumusan gagasan utama dari hasil pembahasan yang dilakukan dengan menuliskan dalam kartu sebagai pegangan bagi pelatih;

8. Pada akhir sesi, pelatih bersama peserta memberikan penegasan dan kesimpulan tentang hasil pemetaan pemangku kepentingan sebagai khalayak sasaran PID di tingkat Kabupaten/Kota.

Kegiatan 2: Menyusun Strategi Komunikasi PID

9. Beri contoh menyusun strategi komunikasi dengan menggunakan Lembar Kerja 5.2.3;

10. Ajak peserta untuk menentukan tiga khalayak sasaran dan tujuan komunikasi untuk masing-masing khalayak berdasarkan hasil analisis masalah komunikasi dan pemetaan pemangku kepentingan yang telah dilakukan pada kegiatan sebelumnya. Gunakan Lembar Kerja 5.2.3;

Gambar

Tabel Angket Penilaian Kinerja Pendamping Desa  Dalam Pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID)
Tabel ini sebagai acuan umum saja, peserta diskusi dapat memodifikasi sesuai kebutuhan dengan menambah penjelasan atau aspek kajian lain tentang rencana
Tabel Rekomendasi Kebutuhan PJLT
Tabel 1 Pola Komunikasi Yang digunakan dalam berbagai Paradigma Komunikasi
+2

Referensi

Dokumen terkait

Berkaitan dengan pelaksanaan prinsip checks and balances system serta hubungan kewenangan antara Presiden dengan lembaga negara lainnya, antara lain mengenai pemberian grasi,

Penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam terhadap owner, atasan dan karyawan Fasdeli Group guna mengetahui pola komunikasi organisasi yang ada di

Sebaliknya, Menteri Hukum dan HAM dapat menolak permintaan kerja sama MLA dari negara lain dalam hal tindakan yang diajukan itu dapat mengganggu kepentingan nasional atau

Menurut Philip Kotler di dalam buku Malayu (2011:152) pelayanan atau service adalah setiap kegiatan atau manfaat yang dapat diberikan suatu pihak kepada pihak lainnya yang pada

Nilai yang terdapat pada kedua tabel diatas menunjukkan bahwa kebakaran yang terjadi pada tahun 1997 di KM 4 areal gambut PT Putraduta Indah Wood tidak terdapat perbedaan

Kustom Kulture Center akan di wujudkan sebagai bengkel, galeri, fasilitas pendukung lainnya dan ruang publik yang dapat di akses oleh orang umum agar nantinya Kustom Kulture Center

hlm.. diberikan selalu jelas dasar faktualnya sehingga semuanya selalu dapat dikembalikan langsung pada data yang diperoleh. Berdasarkan penjelasan di atas, maka

Dua penelitian besar menemukan bahwa orang yang menerima akupunktur memiliki lebih sedikit hari dengan ketegangan sakit kepala dibandingkan mereka yang